30.8 C
Pare-Pare
Selasa, November 3, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 215

Pertemuan Penguatan Forum Kemitraan untuk PP ATM Parepare, Bappeda Support Penanganan AIDS, TBC dan Malaria

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Parepare Zulkarnaen Nasrun diwakili Kepala Bidang Perencanaan SDM dan Sosbud Bappeda Syarifullah menjadi narasumber dalam Pertemuan Penguatan Forum Kemitraan untuk PP-ATM Parepare, di Lagota Cafe and Resto, Parepare, Kamis, (02/10/25).

Syarifullah membawakan materi tentang Substansi Penanganan AIDS, TBC dan Malaria (ATM) dalam RKPD Parepare 2025-2026 (usulan/pokok pikiran terkait PP ATM untuk diusulkan pada Musrembang Kelurahan). Sekaligus Syarifullah menyatakan komitmen dukungan kuat Bappeda dalam penanganan ATM.

Dalam kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama
“Program Aksi Nyata Kelurahan Bebas HIV- AIDS, TB dan Malaria”

Turut hadir Asisten I Setdako Parepare Dede Harirustaman, Kepala Dinas Kesehatan Parepare yang diwakili oleh kepala bidang, Klinik Pratama Al Kahfi Parepare, Asisten Program Coordinator RSSH ADINKES Sulsel, serta para peserta Camat, Lurah, dan stakeholder.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia (Adinkes) Wilayah Sulawesi Selatan, bertujuan untuk penguatan upaya pencegahan dan pengendalian penyakit HIV/AIDS, Tuberkulosis dan Malaria (PP ATM) di Parepare.

Karena itu, diperlukan peran pemangku
kepentingan dari berbagai sektor, mulak OPD, Camat, Lurah, Tim Penggerak PKK, Dharma Wanita, dan Puskesmas dalam penanggulangan AIDS, Tuberculosis-Malaria (ATM) agar target
eliminasi pada 2030 dapat tercapai.

Percasi Parepare Optimis Raih Hasil Terbaik Di Porprov Wajo-Bone

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Ketua Persatuan Olahraga Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kota Parepare Dr. H. Kamaluddin Kadir di temui di kantor DPRD kota Parepare rabu (01/10/25) mengatakan Perkembangan Porprov cabor catur 3 hari yang lalu, percasi kota Parepare sudah meloloskan untuk kategori catur klasik, catur cepat dengan durasi waktu 20 menit + 5 menit, dan meloloskan ada 8 atlet dari 11 atlet yang di kirim.

“Kemudian 2 hari ini, kita lagi mengikuti kategori catur klasik dengan durasi 60 menit + 15 menit. Jadi 1 jam 15 menit. Sekarang ini, memasuki babak kelima, menuju babak keenam dan tujuh, tapi kami dapat informasi bahwa, kemungkinan besar akan kita meloloskan lagi ada 8 atau 9 atlet untuk dikategori catur klasik dengan orang yang sama. Jadi nanti ada atlet mengikuti dua cabor, di klasik dan dicepat. Kemudian besok tanggal 2 akan memainkan kategori catur kilat dengan durasi waktu 3 menit. Mudah-mudahan atlet Kita yang 11 akan turun lagi secara bersamaan untuk mengikuti kategori catur cepat.” Kata Dr. H. Kamaluddin Kadir

Lanjut Kader Gerindra Parepare ini berharap di nomor catur kilat ini bisa meloloskan atlet, sehingga bisa mengikuti semua kategori yang diperlombakan di pekan olahraga provinsi yang akan dilaksanakan di Bone dan Wajo. Sedangkan dari hasil pra porprov dan melihat hasil dari 2 porda yang lalu, catur ini sudah masuk dalam cabang olahraga potensial di koni, dirinya sudah ditarget sebagai cabang olahraga potensial emas, tapi melihat potensi dari hasil Porprov di Jeneponto dirinya berharap lebih besar.

“Karena kami kemarin di catur perorangan putra, kita berhasil meraih emas, dan satu nomor 4, karena diklasifikasi penyisihan akan meloloskan 6 atlet, kita berada di urutan pertama dan keempat. Kemudian di Putri, kita meloloskan satu atlet, karena berada di posisi keenam, kemudian di veteran kita meloloskan satu atlet atas nama pak Martinus, itu berada di urutan kelima, kemudian beregu putra kita meloloskan, karena kita berada di peringkat ketiga.” Ungkap H Kamaluddin

Tambah Dr. H. Kamaluddin, ada beberapa juga kemudian di berharap untuk catur kilat bisa meloloskan, jadi dengan banyaknya nomor yang di ikuti karena akan memperlombakan 36 medali emas, Percasi parepare berharap dari potensi ini bisa memberikan emas buat kota Parepare pada pelaksanaan Porprov di Wajo dan Bone, meski dirinya belum berani bicara target karena potensi kekuatan ini agak merata di seluruh kabupaten, tapi dirinya yakin dan optimis percasi akan memberi kontribusi emas buat daerah

PAM Tirta Karajae Siapkan Layanan Mobil Tangki Gratis Untuk Wilayah Terdampak

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Direktur PAM Tirta Karajae melalui Manager Humas dan SDA Erfendy Rasyid, mengakui untuk saat ini Pelanggan yang terdampak tidak dapat air memang ada beberapa titik akibat kebocoran pipa 6 inchi di jalur inlet lasiming itu juga tidak masukkan daftar wilayah terdampak. Hal tersebut di sampaikan Erfendy saat di temui di ruangannya pada Rabu (01/10/25).

“Cuma pipa yang 6 inci ini, kurang lebih sekitar 1000 pelanggan yang terdampak, adapun yang tidak masuk daftar, kita bisa memberikan secara gratis layanan mobil tangki, Ada nomor yang sudah saya simpan di pamplet, mungkin seluruh pelanggan yang terdampak bisa menghubungi nomor itu, macam kasus di ablam, kita tidak masukkan rananya itu, tetap kita berikan bantuan pelayanan mobil tangki secara gratis.” Kata Erfendy

Erfendy mempersilahkan untuk seluruh pelanggan PAM Tirta Karajae yang terdampak gangguan distribusi Air dengan menghubungi mobil layanan tangki PAM Tirta Karajae di no 0822 9089 3830

“Kita hubungi saja nomor yang sudah kita share ke seluruh pelanggan keseluruhan pelanggan PAM Tirta karajae, itu diwajibkan memang menelepon layanan mobil tangki bagi pelanggan yang terdampak tidak dapat air, mungkin seperti itu solusinya bagi pelanggan terdampak.” Jelas Erfendy

Penulisan Tempat Lahir atau Tempat Peristiwa Penting Lainnya Harus Ditulis Dengan Nama Kabupaten atau Kota, Bukan Berdasarkan Wilayah Yang Lebih Kecil

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Plh. Kabid pendaftaran penduduk Ayyatollah Khomeni SE pada tim liputan jelajah kota radio mesra Selasa (30/09/25) memgatakan Terkait dengan penulisan tempat lahir, saat ini di disdukcapil, setiap dokumen kependudukan mengharuskan penulisan nama tempat kelahiran, berdasarkan nama kabupaten atau kota tempat terjadinya peristiwa kelahiran.

“Terkait dengan penulisan tempat lahir saat ini, di disdukcapil, setiap dokumen kependudukan, Harus mengharuskan penulisan nama tempat kelahiran, berdasarkan nama kabupaten, atau kota tempat terjadinya peristiwa kelahiran, atau peristiwa penting lainnya, di mana hal ini, sudah diatur di dalam Permendagri nomor 109 tahun 2019, tentang formulir, dan buku yang digunakan dalam administrasi kependudukan. Dari dasar hukum ini, menetapkan bahwa tempat lahir dicantumkan sesuai dengan lokasi kejadian kelahiran bukan desa atau kecamatan.” Jelas Ayyatollah.

Aturan tersebut sebut berlaku Sejak 27 Februari 2024, telah diberlakukan aturan resmi yang mengatur bahwa tempat lahir atau tempat peristiwa penting lainnya harus ditulis dengan nama kabupaten atau kota, bukan lagi berdasarkan wilayah yang lebih kecil seperti desa atau kecamatan.

Jalan Satelit Siap Di Masukkan Dalam Anggaran Rutin Pemeliharaan

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR kota Parepare Widin Wijaya menjawab pertanyaan pendengar Obras Radio Mesra Senin (29/09/25) mengatakan Jalan satelit di kawasan Soreang untuk saat ini belum di SK kan untuk perbaikan, namun demikian, dinas PUPR dalam hal ini bidang bina marga, akan memasukkan jalan tersebut ke SK jalan karena sudah intervensi.

“Untuk jalan ini, namanya jalan satelit, itu sudah di atensi oleh Bapak walikota, cuma kami cek datanya, itu tidak belum masuk di SK jalan. Jadi insya Allah, dinas PUPR dalam hal ini bidang bina marga, akan memasukkan jalan tersebut ke SK jalan, karena kami sudah intervensi sedikit sedikit, melalui anggaran rutin itu yang di atas yang dekat ini dekat BRIN dan dibawa dari lauleng ada belokan itu dari lauleng, naik ke jalan satelit, kami juga sudah intervensi sedikit dengan beton sedikit.Tapi untuk pekerjaan keseluruhan, insyaallah 2026 kami usulkan setelah kami masukkan dalam SK jalan kota Parepare.” Kata Widin.

Sekedar di ketahui jalan penghubung antara KM 7 lapadde tersebut ke Soreang merupakan akses alternatif warga dari Pinrang ke Sidrap begitupun sebaliknya.

Penulisan Nama Kota Parepare Bersambung Tanpa Garis Penghubung

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Wakil ketua DPRD kota Parepare Periode 2019-2024 M. Rahmat Sjamsul Alam lewat program Obras Rabu (01/09/25) mengatakan untuk nama daerah itu, pasti mengacu pada undang-undang, dan itu diatur terkait dengan pembentukan daerah-daerah di setiap provinsi.

“Kalau kita di Sulawesi Selatan, ada undang-undang 29 tahun 1959 yang mengatur tentang pembentukan  daerah-daerah di Sulawesi Selatan. Di dalamnya, ada Parepare, tetapi tulisan nya ada garis datar, sehingga itulah yang menjadi acuan selama ini. Di tahun 2024, undang-undang tahun 29 tahun 2059, mengalami banyak perubahan, termasuk pembentukan perubahan pembentukan daerah kota Parepare, yaitu lahirnya undang-undang 139 2024 yang mengatur tentang pembentukan kota Parepare secara langsung.” kata Rahmat.

Lanjut Rahmat, Kalau undang-undang 29 itu ada ada beberapa daerah di situ di Sulsel, bahkan daerah-daerah lain juga diatur di situ, tapi di undang-undang 139 2024 sudah mengkhususkan hanya kota Parepare. penulisan nya di situ itu tidak ada tanda garis nyambung.

“Karena ini acuannya undang-undang, jadi kita harus pakai undang-undang, jadi nyambung. Itulah yang sekarang tertera setelah pembentukan Perda oleh DPRD, judulnya kota Parepare nyambung semua. Jadi dengan dasar tadi, walaupun memang di dalam pembuatan Perda, dulu memasukkan undang-undang 139 tahun 2024 sebagai salah satu poin, yang poin resmi, mengingat masih memakai undang-undang lama, yaitu undang-undang 29, tentang pembentukan daerah-daerah kabupaten kota di Sulawesi Selatan. Ke depan, nanti tidak mungkin diganti itu, karena undang-undang itu sudah dilakukan perubahan menjadi 139 untuk kota Parepare.” Ungkap Rahmat

Parepare Capai 100 Persen Pembentukan Posbakum

0

MAKASSAR, RADIOMESRA. COM  – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan memberikan apresiasi kepada Kota Parepare yang berhasil menuntaskan pembentukan Pos Bantuan Hukum (Posbakum) hingga 100 persen.

Capaian ini menempatkan Parepare sebagai salah satu daerah yang telah merampungkan pembentukan Posbakum secara menyeluruh di Sulawesi Selatan.

Kakanwil Kemenkum Sulsel menegaskan bahwa keberhasilan Parepare patut dijadikan contoh bagi daerah lain.

“Kami mengapresiasi Parepare atas komitmen kuatnya dalam menghadirkan layanan bantuan hukum di setiap kelurahan. Ini bukti nyata bahwa sinergi pemerintah daerah, masyarakat, dan Kanwil mampu mewujudkan akses keadilan yang lebih merata,” ujarnya di Kanwil Kemenkum Sulsel, Rabu (1/10).

Kepala Divisi Peraturan Perundang-undangan dan Pembinaan Hukum (P3H) Kanwil Kemenkum Sulsel, Heny Widyawati, turut memberikan apresiasinya.

“Capaian Parepare ini menunjukkan keseriusan dalam membangun sistem layanan hukum yang inklusif. Dengan adanya Posbakum di seluruh kelurahan, masyarakat semakin memiliki ruang untuk mencari solusi hukum tanpa hambatan biaya,” ungkapnya.

Berdasarkan data progres per 29 September 2025, seluruh 22 kelurahan/desa di Parepare telah memiliki Posbakum aktif. Kehadiran Posbakum di tingkat kelurahan menjadi jembatan penting bagi masyarakat kurang mampu untuk memperoleh konsultasi, informasi, dan pendampingan hukum.

Penyuluh Hukum Muda Kanwil Kemenkum Sulsel, Merlyanti Anwar sekaligus Peanggung Jawab dalam mengakselerasi proses pembentukan Posbakum di Parepare menambahkan bahwa capaian ini tidak lepas dari dukungan penuh pemerintah daerah.

“Pencapaian 100 persen menunjukkan komitmen Parepare dalam memastikan akses bantuan hukum bisa dijangkau masyarakat secara adil dan merata,” ungkapnya.

Dengan capaian tersebut, Parepare tidak hanya memperkuat pelayanan hukum berbasis masyarakat, tetapi juga menjadi role model bagi kabupaten/kota lain dalam upaya mewujudkan keadilan bagi seluruh lapisan masyarakat. (*)

Kemenparekraf Apresiasi Parepare Penyelenggaraan Event FSK 2025

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Mewakili Menteri Pariwisata dan Ekonom Kreatif Staf Ahli Bidang Manajemen Krisis Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Fadjar Hutomo. Hadir pada pembukaan Festival Salokarajae di kawasan pesisir Mattirotasi Sabtu (27/09/25).

Dalam amanahnya Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang di bacakan Fadjar Hutomo. mengapresiasi apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pemerintah kota Parepare, melalui Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata kota Parepare serta seluruh pihak yang terlibat atas upaya mendorong pengembangan sektor pariwisata melalui penyelenggaraan event festival Sokarajae 2025.

“Kementerian pariwisata Republik Indonesia, sangat mendukung penyelenggaraan event festival sokarajae tahun 2025, sebagai bagian dari upaya pencapaian target kunjungan 14,6 hingga 16 juta wisatawan mancanegara, dan 1,08 milyar pergerakan wisatawan nusantara di tahun 2025 ini. Festival Salokarajae telah terpilih, untuk kelima kalinya di dalam 110 event kharisma event Nusantara, ini tentu sebuah prestasi yang sangat membanggakan di antara ribuan proposal event yang masuk setiap tahun. Kota Parepare dengan festival salokarajaenya kembali untuk yang kelima kalinya terpilih. Hal ini membuktikan bahwa kota Parepare dengan segala potensi budaya dan pariwisatanya layak ditampilkan di panggung nasional. ” Kata Fadjar Hutomo.

Fadjar Hutomo. berharap, kota Parepare memiliki event-event berkualitas lainnya, yang bisa masuk dalam kharisma event Nusantara dengan mengangkat tema wonderful Indonesia. Festival salokarajae tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya pesisir sungai, tetapi juga diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah melalui sektor pariwisata, dengan potensi bahari yang sedemikian rupa.

“Saya juga ingin menyampaikan kementerian pariwisata memiliki beberapa program unggulan, salah satunya, tentunya, hari ini dengan KEN dengan kharisma dengan event kharisma Nusantara, kita mendorong hadirnya event-event berbasis kekayaan intelektual Indonesia event Best Torieum Selain Itu, kita menteri pariwisata juga mencanangkan program pariwisata  Naik class” Ungkap Fajar

Kadis Ketapang Buka Pelatihan Hidroponik Lapas Kelas IIA Parepare

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Mewakili Walikota Parepare H. Tasming Hamid, Kepala Dinas Ketahanan Pangan kota Parepare Muh. Idris membuka pelatihan Hidroponik Bagi Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Parepare Senin (29/09/25).

Di temui tim liputan jelajah kota radio mesra usai pembukaan, Kadis Ketapang Muh. Idris mengatakan, Dirinya hadir ada di lapas kelas 2A Parepare, untuk memenuhi undangan sekaligus kerjasama dengan lapas untuk pembinaan warga binaan untuk memberikan pelatihan hidroponik kepada warga binaan.

“Tentunya juga muaranya ke ketahanan pangan. Jadi Pelatihan hidroponik ini, kita lakukan untuk salah satunya adalah memberi modal keterampilan kepada warga binaan, supaya dapat dimanfaatkan ketika mereka kembali ke masyarakat. Selain itu dapat digunakan secara langsung oleh warga binaan di lapas.” Kata Idris

Sementara Kepala Lapas Kelas IIA Parepare Marten mengungkapkan, dengan pelatihan tersebut, di maksudkan, bagaimana warga binaan mendapatkan suatu pelatihan kemandirian yang nantinya dapat dimanfaatkan setelah mereka bebas.

“Dalam kegiatan ini, kita disupport, dibantu oleh tenaga dari dinas ketahanan pangan kota Parepare. Kita pelatihan itu, sebetulnya sudah banyak. Masing masing kelompok, ada 20 peserta. Kami berharap, mereka itu betul-betul mengikuti program pelatihan ini dengan baik dan benar, sehingga ilmu yang didapat nanti dapat, menjadi ilmu yang bermanfaat dan bisa dimanfaatkan di kehidupan mereka selanjutnya.” Harap Marten

Fraksi Gerindra DPRD Ingatkan Pemkot Gali Potensi PAD

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Ketua Komisi I DPRD kota Parepare Dr. H. Kamaluddin Kadir berharap, adanya P3K maupun paruh waktu pelayanan di tingkat di kantor-kantor sampai ke bawah kelurahan itu bisa lebih maksimal. Hal tersebut di sampaikan Kader Gerindra Tersebut beberapa waktu lalu.

“Kemudian yang kedua adalah, Takkalah pentingnya pemerintah daerah menggali potensi PAD. Kalau pandangan Fraksi Gerindra, kalau kita hitung-hitung itu pengeluaran kita saat ini berkisar di antara 400 sampai 500 miliar. Kita masih berada di angka 312 miliar, sementara potensi-potensi yang sebenarnya bisa mendatangkan PAD yang lebih bagus, itu banyak potensi, cuma karena tidak dipacu, kita sudah sampaikan ke pemerintah, dan pemerintah daerah sudah berjanji untuk melaksanakan apa yang menjadi arahan dan usul usul terutama dari partai gerinda.” Kata Dr. Kamaluddin.

Dr. Kamaluddin Juga berharap kegiatan-kegiatan yang tidak terlalu penting, karena kegiatan seremonial, yang harapkan bisa di kurangi.

“Contoh suatu kegiatan kita laksanakan, kita berharap tahun depan kita tidak mesti dibiayai dengan kegiatan sudah yang dibiayai oleh APBD, maka tahun depan kita coba melepas, bagaimana pelaksanaan dari tahun pertama, ke tahun kedua. Apakah dia bisa mandiri untuk melaksanakan itu dengan mendatangkan banyak orang, yang mendatangkan devisa, atau pendapatan asli daerah. Kalau kegiatan rutin yang sifatnya tahunan hanya dibiayai saja, dan tidak ada manfaatnya, tidak juga mendatangkan PAD kan boleh kita ini hanya rutinitas alangkah baiknya kalau kita  komersilkan, kita pihak ketiga, yang bersedia melaksanakan.” Jelas Dr. H. Kamaluddin.

  • https://radioku.my.id:8243/mesra
  • Radio Mesra Parepare