26.5 C
Pare-Pare
Selasa, November 3, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 202

Politisi Gelora Serap Aspirasi Pedagang Asongan Stadion Gelora Mandiri

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Dua politisi Gelora Parepare Masing masing ketua Gelora Parepare Asy’ari Abdullah yang juga wakil ketua komisi I dan Parman Agoes Mante ketua Komisi II DPRD kota Parepare menyerap aspirasi para pedagang asongan yang merasa tidak puas dengan perlakuan yang diberikan terkait tempat berjualan di dalam Stadion Gelora BJ Habibie saat pertandingan liga.

Pada tim liputan jelajah kota radiomesra Parman Agoes Mante saat di temui di ruang komisi II Mengatakan para pedagang asongan tersebut menuntut keadilan dan perlakuan yang sama dalam hal kesempatan berjualan, sehingga mereka dapat menjalankan aktivitas ekonomi dengan lebih baik dan meningkatkan kesejahteraan hidup.

“Kemarin itu, kami diundang oleh kurang lebih 15 pedagang asongan yang berjualan di dalam lapangan. Jadi keluh kesahnya itu, di mana teman-teman yang berjualan itu diperlakukan setorannya sama 20.000, akan tetapi tempat yang mereka tempati 15 orang ini, tetap di situ saja tidak di rolling.” Kata Parman.

Lanjut Parman, keinginannya mereka ini menginginkan rasa keadilan, artinya kalau kita bayar  20.000 harusnya, jualan di Tribun Selatan atau Utara jadi bergilir.

“Karena, setelah kita tanyakan potensi-potensi, ternyata memang penjual yang terbesar itu ada di Tribun tertutup. Itu makanya, dia berharap sekali ada perlakuan yang adil terhadap seluruh pedagang asongan. Kami Berharap Pedagang ini memang harus di rolling, supaya mereka itu hari ini mungkin dia berjualan di Tribun Selatan atau Utara minim pendapatan, tapi begitu laga berikutnya, Mereka lagi bisa bergantian berjualan di tempat yang ramai pengunjung, sehingga kalau misalkan tadinya di sini sedikit di sini lain bisa tertutupi selang-seling.” Ungkap Parman.

Pertemuan ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat yang sangat berpengaruh, antara lain Ketua Komisi II DPRD Parepare, S. Parman, wakil ketua komisi I Asy’ari Abdullah, Sekretaris Dispora, Muh. Yusuf Manajemen PSM Yoyo. RT. Pole

Aspirasi ini difasilitasi oleh anggota DPRD Asy’ari Abdullah dari Dapil Bacukiki, yang diharapkan dapat menjadi jembatan antara pedagang asongan dan pihak terkait dalam menyelesaikan permasalahan ini.

Manajemen PSM Makassar diharapkan dapat memperhatikan aspirasi ini dan mencari solusi yang adil bagi semua pihak, sehingga permasalahan ini dapat diselesaikan dengan baik dan tidak menimbulkan konflik lebih lanjut. Dengan demikian, pedagang asongan dapat menjalankan aktivitas ekonomi dengan lebih baik dan meningkatkan kesejahteraan hidup mereka.

Wali Kota Parepare, Hadiri Sekaligus Buka Event Otomotif Fest 2025

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, menghadiri sekaligus membuka secara resmi Event Otomotif Fest 2025 yang digelar oleh Komunitas Mobil Elevate Bro di Terminal Induk Lumpue, Kota Parepare, Sabtu (01/11/25).

Ajang otomotif bergengsi ini sukses menarik antusiasme peserta dan pengunjung dari berbagai daerah di Indonesia. Tak hanya komunitas lokal, kegiatan ini juga diikuti oleh peserta dari luar Sulawesi, seperti Banjarmasin, Kolaka, Palu, hingga Makassar, yang turut memeriahkan suasana.

Dalam sambutannya, Wali Kota Tasming Hamid menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai Otomotif Fest 2025 menjadi momentum penting dalam memperkuat citra Parepare sebagai kota yang terbuka terhadap kreativitas dan inovasi anak muda.

“Mattirotasi baru tahun ini kita benahi, dan mudah-mudahan tidak ada halangan di bulan 12 nantinya drag race nantinya kita adakan di sana. Menurut panitia, kurang lebih 1000 yang sudah mendaftar untuk hadir di kota Parepare untuk meramaikan acara tersebut. Event event selanjutnya, tentu kita berharap jauh lebih besar lagi, dan sekali lagi, bahwa pemerintah kota sangat terbuka kepada siapapun, termasuk teman-teman dari luar kota. sekali lagi, ini bentuk dukungan pemerintah,” ujar Tasming Hamid.

Event Otomotif Fest 2025 ini menjadi ajang pameran beragam kreasi dan inovasi dunia otomotif. Berbagai komunitas, baik mobil maupun motor, menampilkan karya modifikasi mereka yang dilombakan dalam berbagai kategori.

Kemeriahan kegiatan ini menjadi simbol semangat baru bagi warga Parepare. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Tasming Hamid, Parepare kian menunjukkan diri sebagai kota yang mendorong kreativitas, mempererat persaudaraan, dan membuka ruang bagi potensi ekonomi baru di masa depan. (*)

HUT ke-25 ARSADA, RSUD Andi Makkasau Turut Partisipasi Donor Darah 

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM  — Jajaran direksi dan manajemen RSUD Andi Makkasau Kota Parepare turut berpartisipasi dalam kegiatan Donor Darah Serentak Seluruh Indonesia pada momentum HUT ke-25 Asosiasi Rumah Sakit Daerah Seluruh Indonesia (ARSADA), Senin, (03/11/25).

Secara serentak 400 lebih rumah sakit (RS) di seluruh Indonesia bergerak melakukan aksi sosial donor darah pada peringatan HUT ARSADA ini. Terasa spesial, karena dari 400 RS itu, 17 di antaranya termasuk RSUD Andi Makkasau yang disapa langsung oleh panitia pusat.

Donor darah dipimpin langsung oleh Direktur RSUD Andi Makkasau dr Hj Renny Anggraeny Sari MKes Mars, turut dihadiri oleh Dewan Pengawas RSUD Dr Drs H Parman Parid MM di aula RSUD Andi Makkasau. Lebih dari 50 orang termasuk direktur, wakil direktur, jajaran manajemen dan pegawai RSUD Andi Makkasau yang berpartisipasi mendonorkan darahnya. dr Renny mengapresiasi para pendonor dan kegiatan yang dilakukan ARSADA dalam bentuk daring pada momen peringatan HUT ini.

Sementara Dewas RSUD Andi Makkasau Parman Parid mengucapkan selamat HUT ke-25 ARSADA, dan tidak lupa memberi apresiasi kepada panitia, manajemen RSUD Andi Makkasau yang dengan semangat mengikuti kegiatan. “Melalui kegiatan donor darah ini kita meneguhkan kembali bahwa RS tidak hanya menjadi tempat penyembuhan tapi juga menjadi pusat empati dan solidaritas kemanusiaan,” ujar Parman. Di akhir laporannya Parman mengajak untuk menjadikan kegiatan ini sebagai simbol semangat kebersamaan seluruh insan rumah sakit Indonesia, RSUD Andi Makkasau, dan terkhusus Parepare untuk menjadi Kota Terbaik Sejahtera dan Maju (TSM).

Pemuda Di Harapkan Tetap Menjadi Motor Penggerak Perubahan

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Ketua KNPI Terpilh Rasmin Rajab lewat ruang bincang Kepemudaan Radio mesra Rabu (28/10/25) mengatakan, Masalah yang akan datang itu pasti melibatkan anak muda dan tentunya anak-anak muda ini sudah diperhatikan yang sama pemerintah.

“Harus menjadi perhatian sama negara, karena sebenarnya, kalau kita sebagai objek, tentu tanggung jawabnya ada pada negara. tapi kita juga harus adil secara berpikir, bahwa kita juga harus menjadi motor penggerak, disamping negara memang konsen terhadap pembinaan kepemudaan, kita juga ada anak muda yang mesti tergerak untuk mencatat perubahan itu sendiri dan menguatkan karakter kita.” Kata Rasmin.

Lanjut Owner Pelangi Production ini,  kontribusi pemuda terhadap pembangunan dirinya berpikir ini tidak tepat, tidak dapat kontribusi, karena  mereka konsennya pada pembangunan sumber daya manusia terbarukan, artimya adalah bagaimana membina, bagaimana membangun karakter, bagaimana sumber daya manusia atau kepemudaan ini tetap bisa eksis.

“Itu tempat tidak bisa dinikmati hasilnya, misalnya bulan depan atau ke tahun depan itu nanti bisa kita nikmat hasilnya 10, 20, tahu 30 tahun ke depan, ketika anak muda ini yang mengambil alih kepemimpinan. Yang kita persiapkan adalah bagaimana kita mempersiapkan diri  anak-anak muda.” Jelas Rasmin

Parepare Tuan Rumah Porda provinsi Cabang Olahraga Pencak Silat

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Kota Parepare kembali dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan pra pekan olahraga provinsi Sulawesi Selatan cabang olahraga pencak silat tahun 2025. Kegiatan tersebut di rangkaian dengan momentum pelantikan pengurus Ikatan Pancasila ke Indonesia (IPSI) kota Parepare yang berlangsung di GOR Gelora Mandiri Rabu (19/20/35).

Kegiatan dibuka dengan dihadiri langsung oleh jajaran pemerintah kota yang diwakili oleh sistem 2 Pemkot Parepare Andi Ardian Arsyad, unsur Forkopimda, pengurus IPSI Sulawesi Selatan dan kota Parepare, perwakilan KONI Sulsel dan kota Parepare, serta jajaran dinas pemuda dan olahraga provinsi Sulawesi Selatan bersama ratusan atlet dan official pencak silat.

Ketua IPSI Sulawesi Selatan Asnawi Nawir menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah kota Parepare yang telah berupaya keras menyukseskan acara ini, meskipun sempat mengalami penundaan.

“Karena tuan rumahnya baik hati,Fasilitasnya standar, dan saya kira kalau bicara kabupaten kota ini, kota Parepare itu ada 6 cabang olahraga yang menjadi tuan rumah, dan itu tentu sebuah prestasi yang luar biasa, Karena tidak semua kabupaten bisa menghandle, mengkoordinasikan kegiatan pra porprov seperti ini. Atlet 423 kemudian kabupaten kota itu 22 minus Bone dan Wajo sebagai tuan Porprov yang akan datang. 23 Katergorinya . Karena namanya pra porprov, tentu yang lolos nanti adalah mungkin 4 besar ditambah dengan ada aspek yang lain, itu yang akan menjadi peserta pekan olahraga provinsi yang akan datang di Bone dan Wajo.’ jelas Asnawi Nawir

Ia pun menggaris bawahi bahwa Parepare menjadi tuan rumah bagi 6 cabang olahraga pra porprov termasuk pencak silat yang di sinergikan dengan gelaran walikota cup. Hal ini dipandang sebagai strategi bagus untuk memajukan olahraga sekaligus sektor pariwisata, di sisi lain asisten 2 mewakili walikota Parepare Tasming Hamid menekankan bahwa kegiatan ini merupakan momen penting pendidikan karakter

PLN UP3 Parepare Urai Manfaat Mobile PLN

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Team Leader Pelayanan Pelanggan dan ADM PLN ULP Mattirotasi Nuratika Di dampingi Junior Teknisian Pengendali Susut dan P2TL PLN ULP mattirotasi Muhammad Ulul Hadir pada program ruang bincang kelistrikan dalam Hari Listrik Nasional (HLN) Ke 70 Kamis (29/20/25).

Dalam penjelasannya Nuratika mengurai manfaat pelanggan PLN yang menggunakan aplikasi Mobile PLN untuk berbagai keperluan selain mengecek jumlah tagihan tiap bulannya.

“Itu kan ada namanya aplikasi PLN mobile. Aplikasi serba bisa, jadi tapi mungkin kendala dari bapak tadi itu, dia belum bisa menggunakan aplikasi. Kalau dari PLN, itu bisa menghubungi kontak 123, atau bisa juga, kami ada grup yang isinya itu camat dan lurah, stakeholder, jadi ketika ada gangguan di wilayah kerja itu, biasanya di share di grup itu.” Ujar Nuratika.

Lanjut Nuratika, selain Aplikasi Mobile PLN dan call center 124, dirinya memastikan tidak kontak langsung dari pegawai PLN untuk aduan.

“Jadi mungkin, bisa selain 123, karena kami sudah tidak ada kontak yang langsung ke pegawai, karena ada aplikasi mobile PLN yang memudahkan, cuma itu kendalanya, ada pelanggan yang belum bisa gunakan aplikasi tersebut, atau minta bantuan ke saudara, bisa juga melalui RT/RW setempat, atau lurah, camat, karena semua masyarakat pasti punya kontak masing-masing itu bisa disampaikan ke grup. Kami punya grup stakeholder, kebetulan kami juga sering sosialisasi di kelurahan kecamatan dan kami sampaikan terkait aplikasi ini.” Terang Nuratika

Terkait Interplasi Kepala Daerah Tidak Hadir, Boleh Diwakilkan

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Anggota Tim Pakar dan Ahli bidang Hukum dan Pemerintahan DPRD kota Parepare yang juga menjabat wakil ketua DPRD kota Parepare Periode 2019-2024 M. Rahmat Sjamsu Alam SH lewat program Obras Jumat ( 31/10/25) mengatakan dalam menjawab surat DPRD terkait Interplasi kepala daerah tidak hadir boleh diwakilkan.

“Itu juga sudah diatur dalam PP 12 2018, di pasal 71,72 menugaskan pejabat terkait, dan menjelaskan masalah-masalah itu. tetapi ingat yang harus dipahami, bahwa apapun yang menjadi pandangan teman-teman DPRD, itu akan menjadi kebijakan pemerintah daerah, itu intinya.” Kata Rahmat

Menarutnya, Apapun hasil pandangan anggota DPRD, terkait dengan penjelasan kepala daerah terkait enam poin tersebut itu, menjadi bahan, kepala daerah untuk menetapkan kebijakan yang akan dilaksanakan.

“Menjadi aturan, menjadi kewajiban, karena memang ada bedanya antara RDP dan hak interpelasi. Kalau RDP namanya rapat dengar pendapat, dilaksanakan oleh komisi dalam rapat komisi. Kalau interpretasi dilaksanakan dalam rapat paripurna sehingga menjadi keputusan DPR karena keputusan DPRD wajib dilaksanakan.” Jelas Rahmat.

Bappeda Parepare Dirancang Berubah Nama Menjadi Bapperida

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Parepare dirancang untuk berubah nama kelembagaan menjadi Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Parepare.

Saat ini tengah dibahas rancangan Peraturan Wali Kota Parepare tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi Serta Tata Kerja Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kota Parepare.

Bapperida Parepare juga nantinya akan membawahi UPTD Kebun Raya Jompie. Karena itu, saat ini juga sementara dibahas rancangan Peraturan Wali Kota Parepare tentang Unit Pelaksana Teknis Kebun Raya Jompie pada Bapperida Parepare.

Perubahan kelembagaan Bappeda menjadi Bapperida ditambah membawahi UPTD Kebun Raya Jompie ini adalah bagian dari upaya penyederhanaan dan penataan kelembagaan di lingkup Pemerintah Kota Parepare.

Hari Terakhir Tahap Audio Visual, Peserta P2P Bawaslu Parepare Terima Enam Materi Pengawasan

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Tahap pembelajaran audio visual menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) yang diinisiasi oleh Bawaslu Republik Indonesia. Pada tahap ini, peserta P2P Bawaslu Kota Parepare menerima beberapa materi yang dikemas secara interaktif dan edukatif untuk memperkuat pemahaman tentang pengawasan pemilu partisipatif.

pada tim liputan jelajah kota radio mesra Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (HPPH) Bawaslu Kota Parepare, Dr. Susilawati, menjelaskan bahwa tahap pembelajaran audio visual ini merupakan inovasi yang memadukan teori dan praktik agar peserta lebih mudah memahami substansi materi pengawasan.

“Kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif secara daring atau P2P yang dilaksanakan oleh Bawaslu Republik Indonesia, sekarang sudah masuk tahap akhir untuk pembelajaran audio visual. Selanjutnya, akan dilaksanakan pembelajaran melalui modul dan juga diskusi mendalam, Nah khusus untuk pembelajaran audio visual ini, tentu saja pendekatan ini diharapkan agar peserta tidak hanya menerima teorinya saja, namun mereka dapat menyaksikan simulasi pengawasan, sehingga diharapkan dengan pendekatan audio visual ini, peserta itu lebih happy, lebih mudah menerima pembelajaran, dan juga lebih cepat memahami materi-materi yang disajikan melalui audio visual tersebut.” Kata Susi.

Ia menambahkan, program P2P yang diinisiasi oleh Bawaslu RI ini diharapkan mampu mencetak kader pengawas partisipatif yang berintegritas, kritis, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital.

Selama lima hari kegiatan, peserta mendapatkan enam materi utama, yaitu:
1️⃣ Teknis Pencegahan Pelanggaran dan Sengketa Proses Pemilu
2️⃣ Teknis Pelaporan Dugaan Pelanggaran Pemilu
3️⃣ Teknis Penyelesaian Sengketa Proses Pemilu
4️⃣ Teknis Pengembangan Gerakan Pengawasan Partisipati
5️⃣ Teknis Penguatan Jaringan dan Pemberdayaan Komunitas
6️⃣ Teknis Pengawasan Partisipatif Berbasis Digital

Tanggung Jawab Instalasi Listrik Sepenuhnya Milik Pelanggan 

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Lewat program Ruang Bincang Kelistrikan Junior Teknisian Pengendali Susut dan P2TL PLN ULP mattirotasi Muhammad Ulul Rabu (29/10/25) mengatakan Instalasi itu tanggung jawab pelanggan. PLN itu hanya sebatas sampai meteran.

“Sepertinya, kalau kami bilang itu, kayaknya kita tidak punya tanggung jawab kepada pelanggan, sebenarnya kalau secara hukum atau aturan seperti itu, instalasi itu menjadi hak pelanggan PLN Hanya Sampai meteran. dan pilih hanya sebatas meteran, tetapi PLN mempunyai solusi memberikan gambaran, bahwasanya sebelum melakukan tambah daya, kenapa PLN melampirkan yang namanya SLO atau ID, ada sebenarnya pihak ketiga. Harusnya sebelum memberikan pasangan baru itu, mengecek kelayakan dari instalasi tersebut dan pihak ketiga itu tidak diawasi oleh PLN.” Kata Ulul.

Lanjut Ulul, antara pelanggan dan penyedia SLO atau ID tersebut masalah kelayakan instalasi, harus bagaimana. Kembali lagi, antara pelanggan dan penyedia SLO PLN hanya merekomendasikan, atau kalau tidak sesuai. Kalau pesan, baru mereka survei dulu.

“Jadi tidak langsung jadi ini pelanggan pasang baru, permohonan membawa SLO ID, kita prosesnya, tetap survei dulu, kalau lulus, pasang baru, berarti sudah layak survei. Bagaimana dengan instalasi lama, kami sebenarnya rekomendasikan, kalau sudah di atas 10 tahun itu perlu diperiksa. Itu perlu panggil teknis instalasi yang bisa mengerjakan listrik tersebut. Bisa jadi, di rumah Itu kabelnya sudah tua, atau perlu diganti, atau perbaikan. Kebanyakan dari masyarakat itu biasanya itu satu kali saja maunya, tapi padahal biasanya barang yang sering dialiri listrik itu yang selalu panas pastikan umur.” Jelas Ulul.

  • https://radioku.my.id:8243/mesra
  • Radio Mesra Parepare