PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Tahap pembelajaran audio visual menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) yang diinisiasi oleh Bawaslu Republik Indonesia. Pada tahap ini, peserta P2P Bawaslu Kota Parepare menerima beberapa materi yang dikemas secara interaktif dan edukatif untuk memperkuat pemahaman tentang pengawasan pemilu partisipatif.
pada tim liputan jelajah kota radio mesra Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (HPPH) Bawaslu Kota Parepare, Dr. Susilawati, menjelaskan bahwa tahap pembelajaran audio visual ini merupakan inovasi yang memadukan teori dan praktik agar peserta lebih mudah memahami substansi materi pengawasan.
“Kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif secara daring atau P2P yang dilaksanakan oleh Bawaslu Republik Indonesia, sekarang sudah masuk tahap akhir untuk pembelajaran audio visual. Selanjutnya, akan dilaksanakan pembelajaran melalui modul dan juga diskusi mendalam, Nah khusus untuk pembelajaran audio visual ini, tentu saja pendekatan ini diharapkan agar peserta tidak hanya menerima teorinya saja, namun mereka dapat menyaksikan simulasi pengawasan, sehingga diharapkan dengan pendekatan audio visual ini, peserta itu lebih happy, lebih mudah menerima pembelajaran, dan juga lebih cepat memahami materi-materi yang disajikan melalui audio visual tersebut.” Kata Susi.
Ia menambahkan, program P2P yang diinisiasi oleh Bawaslu RI ini diharapkan mampu mencetak kader pengawas partisipatif yang berintegritas, kritis, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital.
Selama lima hari kegiatan, peserta mendapatkan enam materi utama, yaitu:
1️⃣ Teknis Pencegahan Pelanggaran dan Sengketa Proses Pemilu
2️⃣ Teknis Pelaporan Dugaan Pelanggaran Pemilu
3️⃣ Teknis Penyelesaian Sengketa Proses Pemilu
4️⃣ Teknis Pengembangan Gerakan Pengawasan Partisipati
5️⃣ Teknis Penguatan Jaringan dan Pemberdayaan Komunitas
6️⃣ Teknis Pengawasan Partisipatif Berbasis Digital




















