27.5 C
Pare-Pare
Jumat, Oktober 23, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 20

Pelantikan IKADAH, Satukan Generasi Muda untuk Lingkungan

0

Adhriyansyah-Sitti Aisyah Juara 1 Duta Lingkungan

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Ketua Umum Ikatan Duta Lingkungan Hidup (IKADAH) Sulawesi Selatan, Asnun, resmi melantik pengurus IKADAH Kota Parepare periode 2026–2027 di Ballroom Laboratorium Terpadu IAIN Parepare, Sabtu (26/09/26). Kegiatan ini dirangkaikan dengan Grand Final Pemilihan Duta Lingkungan Hidup Kota Parepare.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wali Kota Parepare yang diwakili Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Parepare, Susianna, S.IP, Kapolsek Soreang, AKP Amir Usman, S.E,Wakil Rektor II, Dr. Nurhikmah, M.Sos.I.

Ketua Umum IKADAH Sulsel, Asnun, menegaskan, pelantikan merupakan awal dari tanggung jawab organisasi untuk menghadirkan aksi nyata dalam menjawab persoalan lingkungan hidup.

“Jabatan bukan sekadar kehormatan, melainkan amanah yang harus dibuktikan melalui kerja nyata. Pemuda harus hadir sebagai bagian dari solusi atas persoalan lingkungan di tengah masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua IKADAH Kota Parepare, Fitrah Aulia Ramadhan, menekankan pentingnya membangun komitmen, solidaritas, dan kolaborasi dalam menjalankan roda organisasi. Ia berharap kepengurusan periode 2026–2027 mampu menghadirkan program berkelanjutan serta memperluas keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan hidup.

Pada Grand Final Pemilihan Duta Lingkungan Hidup Kota Parepare,
Juara 1 Putra diraih Adhriyansyah Effendy Saputra dari Institut Teknologi Bacharuddin Jusuf Habibie.Juara 1 putri diraih Sitti Aisyah mahasiswa Institut Agama Islam Negeri Parepare.
Untuk juara 2 putra diraih Dimas Kurniawan Hendra, dari Institut Teknologi Bacharuddin Jusuf Habibie.
Sedangkan juara 2 Putri Andi Afifah Qudsiyyah. AS, sis2a SMA Negeri 5 Parepare. Untuk juara 3 putra Muhammad Alief Alfarizhi, siswa SMA Negeri 5 Parepare. Sementara putri diraih Sarah Aulia Putri, SMA Negeri 5 Parepare.

Melalui pelantikan dan pemilihan duta ini, pengurus IKADAH berharap generasi muda dapat mengambil peran lebih aktif dalam edukasi, kampanye, dan aksi pelestarian lingkungan. Momentum ini sekaligus menjadi langkah untuk memperkuat kolaborasi antara organisasi kepemudaan, pemerintah, dan dunia akademik demi mewujudkan lingkungan hidup yang berkelanjutan di Kota Parepare.(rls)

Tasming Hamid Dorong Penataan Kampung Nelayan Cempae untuk Tingkatkan Kesejahteraan Nelayan

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Warga nelayan di kawasan Kampung Nelayan atau Pusat Pelelangan Ikan (PPI) Cempae, Kota Parepare, mengaku bersyukur atas perhatian Pemerintah Kota Parepare terhadap masyarakat pesisir.

Apresiasi tersebut disampaikan warga saat Wali Kota Parepare Tasming Hamid bersama Penasihat Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Paonganan, S.Si., mengunjungi kawasan Kampung Nelayan Cempae, Selasa (29/09/26).

Dalam kunjungan itu, Tasming Hamid didampingi Sekretaris Daerah Kota Parepare Amarun Agung Hamka serta sejumlah pejabat Pemerintah Kota Parepare.

Salah seorang warga Cempae, Abduh, mengungkapkan rasa syukurnya atas pembangunan Kampung Nelayan yang dinilai dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat pesisir dalam memperoleh berbagai fasilitas.

“Kami bersyukur dengan adanya pembangunan Kampung Nelayan ini. Kami berterima kasih kepada Bapak Wali Kota. Masyarakat sudah mudah mendapatkan fasilitas lewat Kampung Nelayan ini nantinya,” ungkap Abduh.

Wali Kota Parepare Tasming Hamid mengatakan, pembangunan Kampung Nelayan merupakan salah satu upaya menyediakan fasilitas yang dapat mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Pembangunan dan penataan kawasan tersebut, kata Tasming menjadi bagian dari upaya menghadirkan lingkungan permukiman yang lebih tertata sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat nelayan di Kota Parepare.

Menurutnya, keberadaan kawasan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat serta membantu mengurangi tingkat kemiskinan, khususnya di kalangan masyarakat nelayan.

Selain itu, Kampung Nelayan diarahkan untuk memperluas akses distribusi dan pemasaran hasil laut sehingga produk perikanan masyarakat dapat dipasarkan dengan lebih baik.

Tasming juga menyampaikan rencana penataan khususnya akses jalan di kawasan kampung nelayan.

“Ya, kami mengusulkan kepada pihak provinsi agar Jalan Provinsi diperbaiki supaya masyarakat di sana dapat dengan mudah dan nyaman berbelanja ikan di kawasan tersebut,” ujar Tasming.

Sementara itu, Penasihat Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Paonganan, mengapresiasi perhatian Pemerintah Kota Parepare terhadap masyarakat nelayan.

Ia juga memberikan apresiasi terhadap progres pembangunan kawasan Kampung Nelayan Cempae yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat pesisir. (*)

Sah! Lima Fraksi DPRD Kota Parepare Setujui Ranperda Perubahan APBD TA 2026

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Parepare menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026. Persetujuan bersama tersebut ditetapkan dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Parepare dengan agenda Pendapat Akhir Fraksi-Fraksi, Selasa (29/09/26).

Wakil Ketua I DPRD Kota Parepare, Suyuti, S.E., menyampaikan bahwa seluruh lima fraksi di DPRD Kota Parepare menerima dan menyetujui Ranperda Perubahan APBD 2026 untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda).

“Berdasarkan hasil pembahasan, lima fraksi di DPRD Kota Parepare menyatakan menerima dan menyetujui rancangan peraturan daerah tentang APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026 untuk ditetapkan menjadi peraturan daerah,” ujar Suyuti saat membacakan laporan hasil pembahasan.

Dalam pemaparannya, Suyuti merincikan struktur perubahan APBD Kota Parepare TA 2026:

Pendapatan Daerah: Mengalami kenaikan sebesar Rp60,05 miliar, dari target awal Rp865,30 miliar menjadi Rp933,36 miliar. Kenaikan ini ditopang oleh peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi Rp319,42 miliar serta Pendapatan Transfer menjadi Rp613,93 miliar.

Belanja Daerah: Dialokasikan sebesar Rp1,018 triliun, atau bertambah Rp130,16 miliar dari anggaran semula sebesar Rp888,73 miliar. Alokasi ini terbagi atas Belanja Operasi (Rp869,13 miliar), Belanja Modal (Rp144,76 miliar), serta Belanja Tidak Terduga (Rp5 miliar).

Defisit dan Pembiayaan: Perubahan APBD 2026 mengalami defisit sebesar Rp85,53 miliar, yang ditutupi oleh Pembiayaan Netto sebesar Rp85,53 miliar (berasal dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran/SiLPA sebesar Rp87,10 miliar dikurangi Pengeluaran Pembiayaan Rp1,57 miliar). Sehingga, Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Berkenaan (SILPA) bernilai nihil.

Lebih lanjut, Badan Anggaran DPRD menekankan bahwa struktur belanja pada Perubahan APBD 2026 ini selaras dengan langkah penataan dan restrukturisasi kelembagaan Pemkot Parepare (SOTK baru). Diharapkan seluruh pimpinan SKPD baru segera melakukan rekonsiliasi anggaran agar penyerapan belanja berjalan optimal tanpa mengganggu pelayanan publik.

Tindak Lanjuti Hasil Jumat Curhat, Kapolsek Ujung Tekankan Pelayanan Yang Beri Rasa Nyaman Bagi Warga Yang Mengadu

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Menindak lanjuti pengaduan warga hasil Jumat Curhat di Labukkang, Kapolsek Ujung Polres Parepare AKP. Sukri Abdullah memerintahkan para penyidik untuk merespon cepat warga yang datang melapor atau mengadu.

” Rekan – rekan penyidik saya minta lakukan respon cepat terhadap pengaduan masyarakat setelah diterima laporan pengaduannya oleh rekan – rekan di SPKT, berikan rasa nyaman, buat kesan bagi mereka yang datang melapor itu merasa terlayani dengan baik “. Pinta Kapolsek menekankan pelayanan yang baik untuk warga.

Penekanan ini di perintahkan olehnya saat sedang memimpin Anev Mingguan, Selasa (29/09/2026).

Kata dia, saat orang datang melapor, berikan pelayanan dan respon yang baik.

” jangan meninggalkan kesan seolah – olah pelapor merasa di bolak – balik, di plin plan, hindari pelapor merasa di kerubuti oleh pertanyaan – pertanyaan dari banyak personil yang membuat pelapor tidak nyaman, hindari perilaku ini “. Pintanya.

Untuk itu, kata AKP. Sukri lanjut, penyidik harus melaksanakan piket dengan baik, jika ada warga yang datang melapor maka penyidik yang piket dapat langsung mengambil respon menerima laporan dan melakukan pemeriksaan awal, tanpa perlu pelapor tadi di keroyok dengan pertanyaan – pertanyaan dari anggota lainnya.

Harapannya, sesuai dengan atensi pimpinan Polri, dan juga implementasi program Kapolres Parepare AKBP. Phunky Mahendra Borniawan, mewujudkan Personil Polres Parepare yang Bermoral, Berintegritas dan Bermasyarakat, salah satu caranya adalah mempermudah dan memberikan rasa aman dan nyaman kepada orang yang datang ke Polsek Ujung untuk melapor.

Kapolsek katakan lebih lanjut bahwa masukan ini didapatkan dari warga saat melakukan kegiatan Jumat Curhat di kantor Kelurahan Labukkang beberapa waktu yang lalu.

” Saat Jumat Curhat di kantor kelurahan Labukkang, ada warga yang mengadu tentang pelayanan penerimaan laporan pengaduan di kantor Polisi, menurut warga ini bahwa sering mereka merasa tidak nyaman saat melapor ke polisi karena di bolak – balik untuk ditanya, mana lagi di tanya – tanya oleh banyak anggota katanya yang membuat itu tidak nyaman, inilah yang harus kita benahi “. Kata Kapolsek AKP. Sukri.

Anev mingguan Polsek Ujung ini berjalan selama 30 menit, dihadiri oleh Kanit Lantas AKP. Samsidi Baco, Kanit Reskrim Iptu Nurdin, Kanit Intelkam Ipda Edy, Kanit Samapta Iptu Rombe, dan personil Polsek Ujung, bertujuan sebagai bahan masukan dan evaluasi terhadap kerja – kerja kepolisian yang telah di laksanakan,.dan juga menjadi sarana menindak lanjuti hasil Jumat Curhat yang berhubungan dengan pengaduan warga terhadap pelayanan kepolisian.

Seusai melakukan Anev, Kapolsek AKP. Sukri bersama personil jajarannya melanjutkan kegiatan dengan melakukan kurvey bersih – bersih lingkungan di kantor sekretariat KKJ.

KPU Kota Parepare Jadi Pembina Upacara di SMA Negeri 5, Dorong Pemilih Pemula Cerdas dan Berintegritas

0

PAREPARE, RADIOMESRA . COM – KPU Kota Parepare menjadi Pembina Upacara Bendera di SMA Negeri 5 Parepare, Senin (28/09/26). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program KPU dalam melaksanakan sosialisasi dan pendidikan pemilih secara berkelanjutan, khususnya kepada pemilih pemula.

Bertindak sebagai Pembina Upacara, Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Kota Parepare, Nur Islah, menyampaikan pentingnya membekali generasi muda dengan pengetahuan kepemiluan sejak dini. Siswa SMA menjadi salah satu sasaran penting pendidikan pemilih karena sebagian di antaranya akan memasuki usia sebagai pemilih pada pelaksanaan Pemilu dan Pemilihan mendatang.

Dalam arahannya, Nur Islah menjelaskan sejumlah hal yang perlu diketahui oleh pemilih pemula, termasuk persyaratan untuk menjadi pemilih serta pentingnya menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab, mengajak para siswa untuk menjadi pemilih yang cerdas dengan mengenali visi, misi dan program calon sebelum menentukan pilihan.

Selain itu, pemilih juga perlu mengetahui rekam jejak calon serta menghindari praktik politik uang dalam setiap proses demokrasi.

“Menjadi pemilih yang cerdas tidak hanya menggunakan hak pilih, tetapi juga memahami siapa yang akan dipilih, mengetahui visi, misi dan programnya, serta melihat rekam jejak calon,” ujarnya.

KPU Kota Parepare juga membuka ruang diskusi bagi para siswa untuk mendapatkan informasi dan pemahaman lebih lanjut mengenai kepemiluan.

Langkah tersebut diharapkan dapat membangun budaya demokrasi yang sehat di kalangan generasi muda.
Selain sosialisasi dan pendidikan pemilih, KPU Kota Parepare turut melakukan pendampingan dalam pelaksanaan Pemilihan Ketua OSIS (Pilketos) Serentak Tahun 2026 tingkat SMA/SMK sederajat.

Nur Islah menjelaskan bahwa Pilketos dapat menjadi ruang pembelajaran demokrasi bagi siswa. Melalui proses pemilihan tersebut, siswa dapat mengenal secara langsung tahapan pemilihan, proses pencalonan, penyampaian visi dan misi, hingga menentukan pilihan secara langsung.

“Pilketos ini bisa menjadi pilkada mini bagi siswa. Di sinilah mereka belajar dan mempraktikkan nilai-nilai demokrasi sejak di lingkungan sekolah,” jelasnya.

Melalui kegiatan pendidikan pemilih berkelanjutan dan pendampingan Pilketos, KPU Kota Parepare terus mendorong lahirnya generasi muda yang memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara serta mampu berpartisipasi secara cerdas, aktif dan bertanggung jawab dalam kehidupan demokrasi.

Sat Lantas Parepare Ingatkan Pelajar soal Balap Liar: Keselamatan Bukan untuk Dipertaruhkan

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Sat Lantas Polres Parepare mengingatkan pelajar SMA Negeri 4 Parepare agar tidak terlibat balap liar maupun mengendarai sepeda motor sebelum memenuhi ketentuan usia dan kelengkapan berkendara. Pesan tersebut disampaikan dalam Program edukasi Police Goes to School di SMA Negeri 4 Parepare. Senin(28/09/26).

Imbauan itu menyasar kebiasaan berkendara yang berisiko, terutama di kalangan pelajar yang mulai aktif menggunakan kendaraan bermotor. Polisi menekankan bahwa kemampuan mengendarai sepeda motor tidak otomatis berarti seseorang telah memenuhi syarat untuk berkendara di jalan umum.

Balap liar menjadi salah satu perilaku yang disoroti karena dapat membahayakan pengendara dan pengguna jalan lainnya. Pelajar juga diingatkan agar tidak menjadikan kecepatan sebagai ukuran keberanian ketika berada di jalan.

KBO Sat Lantas Polres Parepare Iptu Kadir Jailani, S.H. yang bertindak sebagai pembina upacara, menekankan pentingnya membangun kesadaran keselamatan sejak lingkungan sekolah.

“Kami ingin pelajar memahami bahwa jalan raya bukan tempat untuk menguji kecepatan atau keberanian. Jangan terlibat balap liar dan jangan mengendarai kendaraan sebelum memenuhi ketentuan yang berlaku,” ujar Kadir.

Menurutnya, kepatuhan berlalu lintas perlu dibentuk sejak dini. Penggunaan kendaraan juga harus dibarengi kesiapan, kelengkapan, serta kesadaran terhadap risiko yang dapat muncul di jalan.

Pelajar yang belum memenuhi ketentuan usia berkendara diingatkan untuk tidak membawa sepeda motor ke jalan umum. Polisi juga mengingatkan penggunaan helm standar serta knalpot sesuai ketentuan sebagai bagian dari perilaku berkendara yang aman.

“Keselamatan harus menjadi prioritas. Lebih baik terlambat sampai tujuan daripada mengambil risiko hanya karena ingin cepat atau mengikuti ajakan teman,” kata Kadir.

Sementara itu, Kepala UPT SMA Negeri 4 Parepare Hamzah Wakkang, S.Pd., M.Pd., menyambut edukasi keselamatan lalu lintas tersebut. Menurutnya, pemahaman mengenai aturan berkendara penting diberikan kepada siswa karena berkaitan langsung dengan keselamatan mereka di luar lingkungan sekolah.

“Edukasi seperti ini sangat penting bagi siswa. Mereka perlu memahami bahwa berkendara bukan hanya soal bisa mengendarai kendaraan, tetapi juga harus mengetahui aturan dan bertanggung jawab terhadap keselamatan diri sendiri maupun orang lain,” ujar Hamzah.

Ia juga mendorong siswa untuk tidak mengikuti ajakan yang dapat membawa mereka pada perilaku berisiko, termasuk balap liar dan berkendara sebelum memenuhi persyaratan.

“Kami berharap anak-anak dapat mengambil pesan dari edukasi ini dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Jangan sampai keinginan untuk cepat atau ikut-ikutan justru menimbulkan sesuatu yang merugikan,” katanya.

Selain membahas balap liar dan batas usia berkendara, polisi juga memperkenalkan ETLE Handheld kepada siswa dan guru. Teknologi tersebut digunakan dalam penindakan pelanggaran lalu lintas dan menjadi bagian dari perkembangan sistem pengawasan di jalan.

Pengenalan ETLE sekaligus memberi gambaran bahwa penegakan aturan lalu lintas kini memanfaatkan teknologi. Meski demikian, edukasi tetap diarahkan pada pembentukan kesadaran, bukan sekadar membuat pelajar takut terkena penindakan.

Keselamatan lalu lintas pada akhirnya tidak hanya bergantung pada kehadiran petugas. Kebiasaan pengendara dalam mematuhi aturan ikut menentukan risiko yang muncul di jalan.

Karena itu, pelajar diingatkan untuk tidak menjadikan jalan umum sebagai arena balap, tidak membawa kendaraan sebelum memenuhi persyaratan, menggunakan perlengkapan keselamatan, dan menghormati pengguna jalan lainnya.

Pesan tersebut menjadi bagian dari edukasi Police Goes to School di SMA Negeri 4 Parepare. Pendekatan langsung kepada pelajar diharapkan dapat membantu membentuk budaya tertib berlalu lintas sejak usia sekolah.

Polres Parepare Kawal Aksi Pemuda Pancasila di Kantor PLN, Berlangsung Kondusif

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Pengamanan aksi penyampaian aspirasi** MPC Pemuda Pancasila Kota Parepare di kantor PLN UP3 Parepare, Jalan Veteran, Senin (28/09/26), dilakukan untuk memastikan kegiatan berlangsung aman dan tertib.

Sekitar 30 peserta aksi bergerak dari kantor KONI Parepare menuju kantor PLN UP3 Parepare. Pergerakan massa mendapat pengawalan personel Satlantas Polres Parepare hingga tiba di lokasi penyampaian aspirasi.

Pengamanan kegiatan dipimpin Kabag Ops Polres Parepare Kompol Slamet Paryanto, S.Pd., M.Si.Sejumlah personel kepolisian dikerahkan untuk mengawal rangkaian kegiatan, mulai dari pergerakan massa, penyampaian orasi hingga dialog dengan pihak PLN.

Setibanya di kantor PLN sekitar pukul 10.15 WITA, peserta menyampaikan aspirasi terkait pemadaman listrik bergilir yang dinilai berdampak terhadap masyarakat. Aparat melakukan pengamanan di sekitar lokasi agar penyampaian pendapat berjalan tertib tanpa mengganggu aktivitas di sekitar kantor PLN.

“Pengamanan dilakukan untuk memastikan penyampaian aspirasi berjalan aman, tertib, dan tetap memberikan ruang kepada peserta untuk menyampaikan tuntutannya,” ujar jajaran kepolisian yang terlibat dalam pengamanan.

Situasi tetap terkendali ketika perwakilan PLN UP3 Parepare menerima massa untuk berdialog sekitar pukul 11.00 WITA.

Dalam pertemuan tersebut, Pemuda Pancasila menyampaikan sejumlah tuntutan terkait kepastian jadwal pemadaman, percepatan pemulihan pasokan listrik serta penanganan masyarakat yang terdampak.

Kehadiran personel kepolisian tidak hanya mengamankan titik aksi, tetapi juga mengawal pergerakan massa sejak titik kumpul hingga kegiatan berakhir.

Dialog berlangsung hingga menghasilkan penandatanganan resolusi bersama antara PLN UP3 Parepare dan MPC Pemuda Pancasila Kota Parepare.

Setelah pertemuan selesai sekitar pukul 11.30 WITA, peserta aksi membubarkan diri dan kembali ke titik kumpul. Polisi tetap melakukan pengamanan selama proses pembubaran massa.

Pengamanan tersebut memastikan agenda penyampaian pendapat dapat berlangsung tanpa eskalasi dan tetap berada dalam koridor ketertiban umum.

Di Program Ngopi Berjamaah, Kepala BPS Parepare Angkat Bicara Soal Penghapusan Bansos untuk ASN

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Parepare, Dian Ernawaty, SST., M.A.P, memberikan penjelasan terkait tidak masuknya Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam daftar penerima bantuan sosial (bansos). Penjelasan ini disampaikan saat menghadiri program “Ngopi Berjamaah” pada Jumat (22/09/2026) guna menjawab pertanyaan publik terkait mekanisme pendataan.

Dian Ernawaty menjelaskan bahwa BPS bertugas menyediakan data hasil pendataan awal yang dikelompokkan dalam tingkat kesejahteraan (Desil). Data tersebut kemudian diserahkan dan diproses lebih lanjut oleh Kementerian Sosial (Kemensos). Dalam proses verifikasi di tingkat pusat, Kemensos menerapkan regulasi ketat mengenai penetapan sasaran penerima bantuan.

“Berdasarkan aturan dari Kementerian Sosial, seluruh elemen ASN—mulai dari PNS, P3K, hingga P3K paruh waktu—secara otomatis dikeluarkan dari daftar penerima bansos,” terang Dian Ernawaty.

Ia menegaskan bahwa sistem Kemensos melakukan penghapusan tersebut secara otomatis tanpa mempertimbangkan besaran gaji maupun status pencairan gaji yang bersangkutan. Selama tercatat dalam sistem sebagai ASN, PNS, P3K, atau P3K paruh waktu, nama yang bersangkutan akan tereliminasi secara otomatis.

Mengenai kemungkinan adanya evaluasi atau penyesuaian regulasi di masa mendatang, pihak BPS Kota Parepare menyatakan masih menunggu kebijakan resmi lebih lanjut dari Kementerian Sosial.

Penjelasan Pincab Bulog Parepare Soal Alur Pendataan Bansos: Kolaborasi Kemensos, BPS, dan Dukcapil

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM— Pimpinan Cabang (Pincab) Bulog Parepare, Rahmi Mengerang, memberikan klarifikasi tegas mengenai alur pendataan dan penyaluran bantuan sosial (bansos) pangan. Langkah ini diambil guna merespons keresahan serta kesalahpahaman yang kerap memicu keributan di masyarakat terkait penetapan penerima manfaat.

Rahmi menegaskan bahwa Bulog sama sekali tidak memiliki kewenangan untuk menentukan siapa yang berhak atau tidak berhak menerima bantuan sosial. Bulog murni bertugas sebagai pihak penyalur beras bantuan berdasarkan data yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.

“Bulog tidak ada sangkut pautnya dengan penetapan siapa yang menerima. Kami hanya menerima data jumlah Penerima Bantuan Pangan (PBP) beserta data By Name By Address (BNBA) sekitar satu minggu sebelum ada surat perintah penyaluran,” tegas Rahmi.

Lebih lanjut, Rahmi merincikan alur dan peran masing-masing lembaga terkait pengelolaan data penerima bantuan:

Kementerian Sosial (Kemensos): Bertugas menyediakan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKSN), melakukan sinkronisasi data, menerima laporan PBP pengganti, serta pemutakhiran data.

Badan Pusat Statistik (BPS): Berperan dalam sinkronisasi data awal serta pemutakhiran data kesejahteraan masyarakat.

Ditjen Dukcapil Kemendagri: Bertugas melakukan pemadanan Nomor Induk Kependudukan (NIK) serta sinkronisasi dengan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK).

Hasil kolaborasi data dari Kemensos, BPS, dan Ditjen Dukcapil tersebut kemudian diserahkan kepada Badan Pangan Nasional (Bapanas). Setelah data difinalisasi, Bapanas memberikan penugasan resmi beserta data penerima kepada Bulog untuk disalurkan ke masyarakat

Menjadi Teladan di Sekolah, 12 Siswa SMP 5 Terima Rompi Penghargaan

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Sebanyak 12 siswa kelas VIII dan IX UPTD SMP Negeri 5 Parepare ditetapkan sebagai Duta Teladan Spenli.

Sebagai bentuk apresiasi atas keteladanan dan kontribusi positif mereka bagi sekolah, ke-12 siswa tersebut menerima penghargaan berupa rompi rajut identitas Spenli (SMP Negeri 5 Parepare) secara gratis.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian upacara bendera di halaman UPTD SMP Negeri 5 Parepare, Senin (28/09/26).

Rompi dipakaikan langsung oleh Kepala UPTD SMP Negeri 5 Parepare, Rahmaniar, didampingi Pembina Upacara yang juga Wakil Kepala Sekolah, Syarifuddin.

Ke-12 siswa yang menerima penghargaan tersebut yakni Ketua OSIS Nur Halifah (9.1), M. Fiqra Rahman (9.1), Gina Maharani (9.1), Nurul Ilmy (8.1), Najwa (9.1), M. Anugerah (8.1), M. Ibrahim Mansur (8.1), Tri Putra (8.3), Hafidz (8.3), Muhammad Maulana (9.3), M. Aldi (8.1), dan Illyen (9.1).

Rahmaniar mengatakan, siswa-siswa tersebut dipilih karena dinilai konsisten menunjukkan perilaku positif dalam keseharian di sekolah. Di antaranya hadir lebih awal, memiliki kepedulian terhadap kebersihan dan lingkungan sekolah, menunjukkan prestasi, santun dalam bersikap, serta tercatat tidak melakukan perilaku buruk selama berada di lingkungan sekolah.

Rahmaniar juga menguraikan’ pemberian rompi tersebut bukan semata-mata sebagai hadiah, tetapi merupakan bentuk penghargaan sekolah terhadap siswa yang telah menunjukkan keteladanan melalui perilaku sehari-hari.

“Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi kepada anak-anak yang selama ini menunjukkan keteladanan melalui kebiasaan-kebiasaan baik yang membentuk budaya positif di sekolah. Kami ingin mereka merasa bahwa setiap kebaikan yang dilakukan di sekolah selalu dihargai,” ujar Niar, sapaan karib ia yang tercatat sebagai guru inspiratif nasional dari Kemendikbudristek ini.

Menurutnya, keteladanan tidak selalu harus ditunjukkan melalui prestasi akademik. Sikap disiplin, kepedulian, kesantunan, tanggung jawab, serta kebiasaan menjaga lingkungan sekolah juga menjadi bagian penting dari karakter siswa.

“Keteladanan itu tumbuh dari hal-hal sederhana yang dilakukan secara konsisten. Datang lebih awal, menjaga kebersihan, menghargai teman dan guru, serta mampu menjaga sikap adalah bagian dari budaya yang ingin terus kami tumbuhkan di Spenli,” imbuh peraih juara I lomba guru berprestasi jenjang SMP tahun 2022 ini.

Ia juga menguraikan, rompi rajut tersebut sebelumnya diberikan secara gratis kepada seluruh siswa kelas VII sebagai bagian dari identitas dan promosi sekolah. Namun, kali ini sekolah memberikan kesempatan yang sama kepada siswa kelas VIII dan IX yang dinilai memiliki rekam keteladanan serta kontribusi positif terhadap sekolah.

Bagi sekolah, pemberian rompi ini sekaligus menjadi simbol kepercayaan kepada para Duta Teladan Spenli agar terus mempertahankan kebiasaan baik dan menjadi contoh bagi teman-temannya.

Rahmaniar berharap penghargaan tersebut tidak berhenti pada seremoni pemberian rompi, tetapi dapat menjadi pengingat bagi ke-12 siswa untuk terus menjaga sikap dan memberikan pengaruh positif di lingkungan sekolah.

“Harapan kami, mereka tidak hanya menjadi teladan karena mendapatkan rompi, tetapi karena karakter baik itu sudah menjadi bagian dari dirinya. Rompi ini menjadi simbol bahwa mereka dipercaya untuk terus memberikan contoh yang baik dan kami juga berharap jumlah siswa yang terinspirasi juga makin bertambah,” tutur sang Juara I Guru Kreatif dan Inovatif jenjang SMP di Parepare ini.

Penetapan Duta Teladan Spenli menjadi salah satu upaya UPTD SMP Negeri 5 Parepare dalam membangun budaya positif di lingkungan sekolah, sejalan dengan visi Siswa Unggul yang Berprestasi, Berbudaya, dan Berdampak (Sulapak). (*)

  • https://radioku.my.id:8243/mesra
  • Radio Mesra Parepare