28.3 C
Pare-Pare
Senin, November 2, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 194

Pemasangan Polisi Tidur Hasil Kesepakatan Warga Sekitar

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Lewat program ruang bincang Kamis (20/11/25) Kasatlantas polres Parepare AKP. Muh. Arsyad mengatakan, Terkait pemasangan polisi tidur, akan melihat kerawanan di tempat tersebut, biasanya keluhan masyarakat bahwa sering terjadi kecelakaan lalu lintas di dalam jalan masuk perumahan atau lorong-lorong.

“Makanya itupun memang untuk pemasangan polisi tidur ini harus ada kesepakatan dari warga, kemudian pemerintah setempat, tentunya. Karena ini berbicara masalah keselamatan. Karena itulah perlu memang harus kita duduk bersama, khususnya masyarakat. Kemudian aturannya, bahwa untuk polisi tidur ini, tidak boleh dipasang di jalan nasional, jalan kabupaten, yang memang dilalui kendaraan-kendaraan umum, tapi kalau lorong lorong perumahan, di kompleks-kompleks yang sifatnya bukan jalan utama silahkan, tetapi perlu ada persetujuan.” Kata Arsyad

Arsyad menegaskan, persetujuan tersebut perlu karena biasanya ada konflik dari beberapa warga yang tidak setuju, itu juga melihat tingkat kerawanan, kalau memang di situ ada sekolah, ataukah mungkin kegiatan warga, masyarakat memasang mungkin karena kendaraan yang sering lewat kecepatan yang cukup tinggi sehingga berbahaya.

“Kalau berbicara UU, ini diatur dalam undang-undang nomor 22 2009 dalam kota itu batas kecepatan itu 40 sampai 50 km, minimal kalau pengajuan, biasanya ada rekomendasi, penyampaian ke kami. nah itu Kami nantikan koordinasi dengan dinas perhubungan, dan kami duduk bersama menyampaikan apakah memang masyarakat setuju. Karena ini biasa ada konflik, tetapi biasa juga banyak masyarakat yang langsung memasang. Pemasangan ini memang harus dilihat, jangan sampai dipasang gitu berlebih membahayakan lagi pengendara. Polisi tidur ini sebagai tanda, baha kita harus hati-hati harus mengurangi kecepatan.” Ungkap AKP Muh Arsyad.

Penyaluran Beras Cadangan Pangan Belum Menyeluruh, Bulog Janji Kecamatan Ujung Senin Ini

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Kepala Bulog Parepare Muh. Junaedy Lewat program Obras Sabtu (22/11/25) mengatakan Untuk penyaluran bantuan pangan dialokasi Oktober-November ini model menerima sama bulan, kemarin bulog menerima nama dari DTSN itu sudah ada.

“Kemarin juga bapanas sudah kunjungan. Untuk penyalurannya, kami sudah sampaikan ke Pemda, bahwa akan ada penyaluran BCP dan untuk penyelesaian penyaluran, yaitu di bulan ini dan Desember. Untuk kecamatan sendiri, kami baru menyalurkan Bacukiki barat. Tapi secara bertahap akan kami akan salurkan. Kenapa bisa tidak barengan karena kami menunggu stoknya dari produsen. Mengingat penyaluran di dua lokasi ada minyak. Jadi bukan hanya beras, jadi masyarkat itu terima beras peralokasi perbulannya itu 10 kilo, dan minyak 2 liter. Jadi langsung dikasih untuk 2 alokasi perkalian diterima itu 20 kg beras, dan 4 liter minyak.” Kata Junaidi

Lanjut Junaidi,  yang menjadi permasalahan sekarang, minyak yang di tunggu dari produsen, dan ini nanti akan mempengaruhi, karena minyak untuk bantuan pangan itu sama dengan minyak kita yang biasa di jual.

“Untuk kecamatan ujung, insya Allah hari Senin juga akan kami salurkan. Hari Sabtu atau hari Minggu karena kelurahan tutup. Jadi dropinnta insya Allah hari senin mulai. Menyangkut data PBP (Penerima Bantuan Pangan) kami memang tidak ada verlap di kabupaten kota, kami hanya menerima data namanya. Karena mengingat Parepare nantinya akan juga di akhir bulan ini akan keluar beras rastra, jangan sampai nanti bertabrakan dikantor kelurahan, yang kami baru salurkan itu di Bacukiki Barat hari Rabu kemarin, itupun kami ada beberapa kendala pada saat pembongkaran karena hujan.” Ungkap Junaedy.

Tidak Ada Syarat Kesehatan Khusus Untuk Calon RW/RT

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Ketua Komisi I DPRD kota Parepare Dr. H. Kamaluddin Kadir menjawab pertanyaan pendengar mesra Rabu (19/11/25) lalu mengatakan untuk persyaratan kesehatan secara khusus untuk pemilihan RW/RT tahun ini tidak ada persyaratan khusus.

“Kalau kesehatan secara tertulis tidak ada, ini nanti mungkin nanti diatur oleh panitia, tapi sebaik-baiknya mengikuti saja apa yang menjadi rujukan perwali, syarat-syaratnya cuma umur 21 sampai 65 tahun, kemudian tidak lebih dari dua kali periode dan ketokohan. ” Kata Dr. H. Kamaluddin Kadir.

Lanjut H. Kamaluddin Kadir, walau belum ada informasi terkait kekosongan calon ketua RW/RT, seandainya ada, di salah satu wilayah ada yang sudah dua periode, dan tidak ada yang masuk sebagai calon nanti, di dalam juknis juga sudah ditentukan bahwa, untuk mengisi kekosongan dulu itu, dilakukan musyawarah di tingkat seluruh RW dalam satu kelurahan

“Kalau informasi yang kita terima rata-rata ada, tapi di kemudian hari seumpamanya di salah satu wilayah ada yang sudah dua periode, dan tidak ada yang masuk sebagai calon nanti, oleh di dalam juknis juga sudah ditentukan, bahwa untuk mengisi kekosongan dulu itu dilakukan musyawarah di tingkat seluruh RW dalam satu kelurahan, kemudian RT-nya, kemudian di PKK-nya, LPMK-nya camat dan lurah memilih dulu sambil nanti dilakukan proses untuk dilakukan secara demokratis.” Ungkap H. Kamaluddin Kadir

Pemkot Parepare Matangkan Kerja Sama Pemanfaatan Sampah Jadi Energi bersama KEAH dan Jepang

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Pemerintah Kota Parepare menerima kunjungan PT Kilau Energi Abadi Hijau (KEAH) bersama mitra teknologi mereka dari Jepang, Biotech Works–H2, di Lounge B.J. Habibie, Kantor Wali Kota Parepare. Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam penguatan implementasi Memorandum of Understanding (MoU) yang telah ditandatangani pada 17 Juli 2025 terkait pemanfaatan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) menjadi Refuse Derived Fuel (RDF), bahan bakar alternatif pengganti batu bara.

PT KEAH merupakan anak perusahaan PT Bosowa Energaindo yang bergerak di bidang energi terbarukan. Kali ini mereka menghadirkan Biotech Works–H2 Jepang, perusahaan berbasis teknologi konversi sampah menjadi energi hijau seperti listrik, gas, hingga hidrogen. Kolaborasi ini membuka peluang perluasan teknologi pengolahan sampah di Parepare, tidak hanya sebatas produksi RDF, tetapi juga pengembangan energi bernilai tinggi berbasis limbah.

Sekretaris Daerah Kota Parepare, Amarun Agung Hamka, menyambut langsung rombongan delegasi Bosowa dan Jepang tersebut. Ia menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah nyata Pemkot Parepare dalam menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang modern dan berkelanjutan.

“Parepare adalah kota yang selalu terbuka terhadap inovasi. Dengan dukungan Bosowa dan mitra Jepang, kami optimistis pemanfaatan sampah menjadi energi terbarukan dapat segera diwujudkan,” ujar Sekda Parepare.

Salah satu fokus utama dalam kerja sama ini adalah TPA Alloppoe. TPA tersebut memiliki luas sekitar 9,8 hektare, dengan 3,55 hektare digunakan sebagai zona landfill dan sekitar 0,55 hektare sebagai fasilitas pendukung. Kondisi tersebut dinilai cukup strategis untuk pengembangan fasilitas pemrosesan sampah modern berbasis teknologi energi terbarukan.

Pihak Biotech Works–H2 menyampaikan ketertarikan mereka untuk melakukan studi lebih mendalam mengenai karakteristik sampah di Parepare sekaligus menilai kelayakan penerapan teknologi konversi sampah menjadi listrik, gas, maupun hidrogen. Teknologi mereka telah digunakan dalam berbagai proyek energi terbarukan di Jepang dan kawasan Asia Tenggara.

Pemkot Parepare berharap kunjungan ini menjadi langkah awal menuju implementasi penuh MoU sekaligus membuka peluang investasi lebih luas di sektor energi terbarukan. Kolaborasi ini juga menjadi bagian dari upaya Parepare dalam menciptakan kota yang bersih, efisien, dan berorientasi pada masa depan.***

Batas Kewenangan Teknis PLN Hanya KWH Meter dan MCB

0

PAREPARE, RADIOMESRA. CON – Batas kewenangan teknis antara PLN dan pelanggan menurut ketentuan resmi tanggung jawab PLN hanya sampai pada alat ukur, dan pembatas atau disebut dengan APP, yaitu KWH  meter dan MCB yang terpasang di sisi depan instalasi pelanggan. Hal ini di sampaikan Junior Technician Pengendalian Susut dan P2TL PLN ULP Mattirotasi Muh. Ulul Albab pada tim liputan jelajah kota radio mesra Rabu (19/11/25) menjawab pertanyaan pendengar Obras radio mesra.

“Setelah titik tersebut, seluruh instalasi, termasuk sistem grounding menjadi tanggung  jawab pelanggan. dan harus mengikuti standar keselamatan seperti yang tergantung pada build 2011. Karena itulah, pada banyak instalasi baru-baru ini terbaru ini, termasuk di kota Parepare, kawasan meter tidak lagi dipasang grounding khusus oleh PLN. Grounding yang wajib adalah grounding instalasi pelanggan running ataupun grounding rumah. Di dalam rumah pelanggan, bukan grounding pada KWH meter. PLN ada grounding di sisi PLN sebenarnya sudah ada yang pertama grounding pada gardu distribusi, grounding juga pada trafo distribusi, dan ketiga grounding pada titik netral jaringan PLN.” Ucap Ulul

Lanjut Ulul, dimana grounding ini berfungsi untuk melindungi sistem distribusi PLN, menjaga kestabilan tegangan, serta memastikan keamanan peralatan jaringan. Karena PLN sudah memiliki sistem grounding tersendiri di gardu atau di trafo, PLN tidak diwajibkan atau tidak berhak untuk melakukan grounding pada sisi jaringan PLN, maupun pada KWH meter.

“Apakah bisa dituntut jika KWH meter tidak di grounding oleh PLN, jawabannya tidak bisa. Alasannya, pertama grounding di instalasi pelanggan adalah kewajiban pelanggan bukan lagi PLN. Yang kedua, PLN tidak memiliki kewajiban memasang grounding pada KWH meter, karena grounding PLN sudah ada di gardu, atau di trafo, bukan lagi di KWH meter pelanggan. Yang ketiga, selama APP KWH sama meteran MCB itu terpasang tersegel, dan berfungsi sesuai sesuai dengan standar, PLN dianggap memenuhi kewajiban. Dan yang terakhir pelanggan tetap wajib memiliki grounding rumah sendiri, agar instalasi aman, dan memenuhi syarat laik operasi.” Ujar Ulul

Ulul menambahkan, perlu menjadi catatan  bahwasannya sebelum, PLN melakukan pasang baru itu, melampirkan sertifikat NIDI dan SLO itu gunanya, ada badan lain yang untuk mengecek instalasi tersebut, makanya dari itu, mungkin bisa diperketat pengawasannya untuk badan yang menerbitkan NIDI dan SLO itu untuk mengecek instalasi rumah pelanggan.

“Jadi pelanggan yang menjadi penguasa langsung. PLN kalau sudah ada sertifikat NIDI dan SLO yang mempunyai kewajiban untuk memasang atau men ACC pasang baru tersebut.” Tambah Ulul.

Bulog Parepare Distribusikan Bansos Beras dan Minyak Goreng ke Setiap Kelurahan

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Bulog Cabang Parepare, mulai mendistribusikan bansos beras dan minyak goreng ke setiap kelurahan yang ada di Kota Parepare. Bansos tersebut merupakan program pemerintah secara nasional yang kembali digulirkan. Bansos berupa beras 20 kg, ditambah dengan 4 liter minyak goreng, yang akan disalurkan kepada penerima bantuan pangan sebanyak 674 khusus di Kota Parepare.

Pimpinan cabang Bulog Parepare Muh. Junaedy mengatakan, bantuan tersebut adalah bentuk nyata dukungan negara terhadap masyarakat, khususnya dalam menjaga ketahanan pangan dan daya beli, di tengah fluktuasi harga bahan pokok.

“Kami dari perum Bulog cabang Parepare, Menyalurkan bantuan pangan, alokasi bulan Oktober-November 2 bulan, untuk satu kali alokasi. Yang diterima masyarakat itu totalnya ada 20 kg, dan 4 liter minyak goreng, yang akan diterima di dua alokasi. Untuk Parepare sendiri, jumlah PWP kurang lebih 6.974 orang, untuk berasnya sendiri, kami sudah melakukan pengecekan kualitas sebelum penyaluran di tanggal 14 kemarin. Harapannya, kondisi beras ini sesuai dengan standar beras CBP dengan Cadangan Beras Pemerintah yang akan diterima oleh masyarakat.” Ucap Junaedy

Beras bantuan tersebut telah dilakukan pemeriksaan secara ketat oleh pihak Bulog bersama dengan kejaksaan, dan pihak terkait memastikan kualitas mutu beras terjamin aman.

FKUB Parepare Gelar Dialog Kerukunan Antar Tokoh Agama dan Tokoh Pemuda

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Forum Komunikasi Ummat Beragama (FKUB) Kota Parepare menggelar Dialog Kerukunan Antar Tokoh Agama dan Tokoh Pemuda di Teras Empang Parepare, Rabu (19/11/25). Mengangkat tema “Sinergi Umat Beragama Untuk Memperkokoh Kerukunan Dalam Bingkai Semangat Kebangsaan”.

Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, diwakili Plh Kepala Badan Kesbangpol yang juga Kepala Dinas Perpustakaan Parepare Ahmad Masdar, Dalam sambutannya, Ahmad Masdar memberi apresiasi atas konsistensi FKUB menciptakan wadah dialog yang memperkuat kohesi sosial antarumat beragama.

“Saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Forum Komunikasi Ummat Beragama kota Parepare secara konsisten, menghadirkan ruang dialog, ruang saling memahami, dan ruang untuk membangun komitmen bersama. Peran FKUB sangat penting, sebagai jembatan antara agama, antar budaya, dan antar generasi. Sebagai pemerintah daerah, kami terus mendorong hadirnya lingkungan sosial yang aman, damai, serta bebas dari potensi konflik. Kerukunan, bukan hanya domain tokoh agama, tetapi juga membutuhkan peran besar sebagai pemuda, sebagai generasi penerus. Pemuda adalah sebagai energi perubahan, sekaligus penggerak persatuan.” Kata Ahmad.

Ahmad Masdar berharap melalui dialog tersebut muncul gagasan-gagasan baru kolaborasi antara pemuka agama dan pemuda, serta langkah-langkah nyata untuk menjaga harmoni, memastikan bahwa parepare menjadi kota yang sejuk, kota yang inklusif, yang memuliakan nilai-nilai  keberagaman.

Sementara Kepala Kantor Kemenag Parepare, Dr. H. Irfan Daming, S.AG., M.PD, mengungkapkan kegiatan tersebut sangat membantu kementerian agama kota Parepare

“Yang kali ini, sesungguhnya sangat membantu kami dari kementerian agama kota Parepare. Kenapa, karena kami salah satu juga di dalamnya Asta aksi yang di gagas kementerian agama provinsi Sulawesi Selatan diantaranya adalah kerukunan umat beragama dan ini adalah salah satu kegiatan yang mendukung terkait astaksi.” Ujar Kemenag

kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi lintas iman dan generasi untuk memperkuat keharmonisan sosial di Parepare, yang pandu oleh Sekertaris FKUB Parepare, DR. H. Amin Iskandar, MA.

Selain Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, diwakili Plh Kepala Badan Kesbangpol yang juga Kepala Dinas Perpustakaan Parepare, Ahmad Masdar, turut hadir bersama Sekretaris Kesbangpol, Kepala Bagian Kesra, Kepala Kantor Kemenag Parepare, Dr. H. Irfan Daming, S.AG., M.PD, Ketua FKUB, Drs. H Zainal Arifin, MA, dan tokoh lintas agama, serta tokoh pemuda se-Kota Parepare.

Bamus DPRD Parepare Jadwalkan 24 atau 25 Persetujuan Bersama APBD 2026

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Lewat program Obras Rabu (19/11/26) Anggota Badan Anggaran yang juga ketua Komisi I DPRD kota Parepare Dr. H. Kamaluddin Kadir mengatakan, terkait dengan agenda DPRD dari satu bulan lalu sampai kemarin Rabu kemarin sudah menyelesaikan pada tingkat finalisasi badan anggaran dan tim anggaran pemerintah daerah. Sedangkan Rabu(19/11/25) ada paripurna badan anggaran kemudian dilanjutkan dengan pandangan akhir fraksi terhadap APBD di kota Parepare tahun 2026.

“Dilanjutkan dengan satu agenda pandangan akhir fraksi juga. Terkait dengan rancangan peraturan daerah, terkait dengan perencanaan pembangunan dan penguatan yang berbasis partisipasi masyarakat, dan revisi Perda nomor 1 2010, yang lalu, istilahnya dana musrenbang itu yang direvisi, dan nanti juga dilakukan pandangan akhir fraksi perencanaan penganggaran berbasis partisifatip yang menangani komisi 3, dipansuskan yang jelas aturan sesuai dengan Perda nomor 1 2010 itu, ada beberapa regulasi yang berkenaan dengan Perda yang lama, itu sudah tidak berlaku dan dilakukan penyesuaian berdasarkan regulasi yang terbaru.” Kata Dr. H. Kamaluddin .

Selain pembahasan tersebut Agenda lain lanjut Dr. H. Kamaluddin Kadir akan di bahas juga di rapat komisi di pandangan akhir dilanjutkan dengan gabungan komisi dan pengesahan di DPRD. Menurut jadwal bamus, rencana tanggal 24 atau 25 akan sudah persetujuan bersama, ini lebih cepat karena penyesuaian, karena banyak pemotongan, tidak terlalu banyak pembahasan.

“Kalau kita lihat angka terakhir di finalisasi kemarin, total belanja kita yang ada di APBD sebanyak 889 144 028 265, total pendapatan kita itu berada di angka 865 309 222 265 lebih, kalau kita melihat defisit kurang lebih kurang lebih 24 miliar, berdasarkan undang-undang tentang keuangan negara nomor 3 tahun 2017 defisit kita masih berada di angka batas normal di bawah angka 3%..” Terang Dr. H. Kamaluddin Kadir

Selesai Presentasi, Bakal Terpilih 21 Inovasi untuk Verlap di Lomba Inovasi Daerah Parepare

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM  — Tahapan Lomba Inovasi Daerah Kota Parepare 2025, segera memasuki babak final. Itu setelah tahapan pemaparan atau presentasi dari setiap inovasi selesai dilakukan pada Selasa hingga Jumat (11-14/11/2025).

Pemaparan melalui daring atau zoom oleh para inovator di hadapan Tim Penilai Lomba Inovasi yakni dari Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Kepala Bidang Litbang Bappeda Parepare Muh Islah mengatakan, hasil pemaparan dari 60 inovasi yang dinilai akan terpilih 21 inovasi untuk diverifikasi lapangan (Verlap). Ke-21 inovasi yang akan diverlap terdiri dari 7 inovasi kategori perangkat daerah, 7 inovasi bidang kesehatan, dan 7 inovasi bidang pendidikan.

“Jadi verifikasi lapangan menunggu hasil penilaian tim penilai dari LAN dan BRIN. Hasil dari Verlap nantinya akan ditentukan tujuh inovasi terbaik dari masing-masing tiga kategori. Tiga kategori itu adalah kategori Perangkat Daerah atau layanan umum, kategori Bidang Kesehatan, dan kategori Bidang Pendidikan. Tujuh inovasi terbaik dari masing-masing tiga kategori ini yang akan mendapatkan penghargaan atau reward,” kata Islah.

Kepala Bappeda Parepare Zulkarnaen Nasrun mengemukakan, Lomba Inovasi Daerah ini menjadi atensi khusus Wali Kota Parepare. Bahkan dia mewajibkan setiap Perangkat Daerah memiliki inovasi demi meningkatkan pelayanan ke masyarakat, dan indeks inovasi daerah Parepare terus meningkat. Demikian juga jumlah inovasi Parepare yang dikirim berkompetisi di tingkat nasional ajang Innovative Government Award (IGA) di Kemendagri terus bertambah.

“Bapak Wali Kota memberikan perhatian serius terhadap inovasi ini. Karena itu, Pak Wali Kota siap hadir langsung saat penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba inovasi. Jadwalnya menunggu momentum tempat atau menyesuaikan dengan waktu Bapak Wali Kota,” ungkap Zulkarnaen

 

Layanan Iconnet Sudah Menjangkau Hampir Seluruh Parepare

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Layanan Internet Iconnet sudah bisa di nikmati untuk hampir seluruh wilayah kota Parepare. Hal ini di sampaikan Junior Technician Pengendalian Susut dan P2TL PLN ULP Mattirotasi Muh. Ulul Albab pada tim liputan jelajah kota radio mesra Rabu (19/11/25) menjawab pertanyaan pendengar Obras radio mesra.

“Hampir seluruh kota Parepare sudah terjangkau di iconet, tergantung di wilayah mana, dan caranya. Untuk cek Coverednya itu atau yang bisa dilayani itu, di aplikasi PLN mobile, terus masuk di internet, terus masuk cek covered samanya tersedia atau tercover itu langsung bisa pasang. Jadi ikuti saja langkah-langkahnya, cara pemasangannya, silahkan daftarkan diri Anda, dan kalau semuanya belum terkonek, atau terpasang atau belum tercover, silahkan juga berikan tanggapan di situ di bagian berikan tanggapan.” Jelas Ulul.

Sekedar di ketahui, ICONNET adalah layanan internet broadband berbasis fiber optic dari PT Indonesia Comnets Plus (ICON+), yang merupakan anak perusahaan dari PLN (Perusahaan Listrik Negara).

ICONNET menawarkan paket internet tanpa batas kuota (unlimited). Didukung oleh PLN, Karena ICON+ adalah anak perusahaan PLN, ICONNET mendapatkan dukungan infrastruktur dari PLN. Dengan Paket Beragam, Mereka punya berbagai paket kecepatan, misalnya 10 Mbps, 20 Mbps, 35 Mbps, 50 Mbps, hingga 100 Mbps, tergantung area dan  Harga Competitif

Karena dukungan infrastruktur PLN dan fokus pada jangkauan luas, harga paket ICONNET relatif kompetitif untuk broadband.

  • https://radioku.my.id:8243/mesra
  • Radio Mesra Parepare