26.5 C
Pare-Pare
Sabtu, Oktober 31, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 124

Layanan “Gercep” Disdukcapil Parepare Tuai Pujian, Bang One: Sangat Membantu Warga dan Sekolah

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM  – Komitmen Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Parepare dalam memberikan pelayanan prima terus mendapat apresiasi positif dari masyarakat. Hal ini terungkap dalam dialog interaktif program Obras di Radio Mesra, Sabtu (09/05/226).

Salah satu penelpon yang akrab disapa Bang One, memberikan jempol atas gerak cepat (gercep) petugas Disdukcapil yang proaktif mendatangi warga. Menurutnya, inovasi pelayanan jemput bola ini sangat dirasakan manfaatnya, terutama bagi kelompok masyarakat yang memiliki keterbatasan akses.

“Kita jempol sekarang gerak cepatnya Capil. Terakhir kemarin itu, perekaman ke sekolah-sekolah. Ini sangat diapresiasi oleh kepala sekolah, misalnya STM, karena anak-anak kelas 3 sudah wajib KTP sebagai syarat PKL,” ujar Bang One dalam siaran tersebut.

Tak hanya menyasar institusi pendidikan, Bang One juga menyoroti kepedulian Disdukcapil terhadap kelompok rentan, termasuk Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dan pasien yang tengah menjalani perawatan medis di rumah sakit.

Ia menceritakan pengalamannya melihat langsung petugas yang tetap memberikan pelayanan administrasi kependudukan meski dalam kondisi yang sulit.

“Saya pernah mengalami, orang sudah tidur di rumah sakit, Capil naik ke sana untuk foto dan sidik jari. Begitu juga dengan warga ODGJ, mereka didatangi untuk perekaman agar bisa mendapatkan KTP yang digunakan untuk pengurusan BPJS,” tambahnya.

Apresiasi ini menjadi bukti bahwa reformasi birokrasi di bidang layanan publik di Kota Parepare berjalan efektif. Bang One berharap integritas dan kecepatan pelayanan ini dapat terus dipertahankan bahkan ditingkatkan di masa mendatang.

“Inilah komitmen kita bahwa Dukcapil Parepare mudah-mudahan bisa lebih seperti ini dan melebihi lagi pelayanannya,” tutup Bang One.

Senada dengan hal tersebut, para pendengar lain dan narasumber di studio juga mengimbau agar perangkat RT/RW tetap aktif berkoordinasi jika ditemukan warga yang belum memiliki identitas resmi, agar petugas bisa langsung turun melakukan perekaman on the spot


Jamin Keamanan Daging di Pasar Lakessi, Dinas PKP Parepare Lakukan Pemeriksaan Ketat di RPH

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Masyarakat Kota Parepare kini tidak perlu ragu lagi saat membeli daging di pasar tradisional, khususnya di Pasar Lakessi. Dinas Pertanian, Kelautan, dan Perikanan (PKP) Kota Parepare memastikan seluruh daging yang beredar telah melalui pengawasan kesehatan yang ketat.

Kepala Dinas PKP Parepare, Ir. Wildana, menjelaskan bahwa proses pengawasan dimulai sejak dini hari di Rumah Potong Hewan (RPH). Setiap hewan yang akan disembelih wajib menjalani pemeriksaan oleh dokter hewan.

“Mulai jam 12 malam kami sudah ada di RPH. Dilakukan pemeriksaan oleh dokter hewan sebelum disembelih (ante-mortem) dan sesudah disembelih (post-mortem) pada bagian karkasnya,” ujar Ir. Wildana dalam acara Ngopi Berjamaah, Jumat (08/05/26).

Tak hanya di RPH, petugas Dinas PKP juga aktif memantau pemotongan hewan yang dilakukan di luar area RPH untuk memastikan standar kesehatan tetap terjaga. Selain daging sapi, pengawasan berkala setiap tiga bulan sekali juga menyasar komoditas lain seperti daging ayam dan ikan melalui sidak mendadak.

“Jadi jangan ragu membeli daging di pasar. Kami lakukan pengawasan berkala dan sidak mendadak untuk mengambil sampel dari pedagang. InsyaAllah aman,” tambahnya.

Bidang Pembimbingan Kemasyarakatan Kanwil Ditjenpas Sulsel Gelar Sosialisasi Pemenuhan Hak WBP di Lapas Parepare

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Bidang Pembimbingan Kemasyarakatan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan melaksanakan kegiatan sosialisasi pemenuhan hak warga binaan dalam bidang pembinaan pemasyarakatan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Parepare. Kegiatan yang berlangsung di tribun Lapas Parepare ini diikuti oleh 50 orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Selasa 12/05/26

Kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Pembimbingan Kemasyarakatan Kanwil Ditjenpas Sulawesi Selatan, Ashari, beserta tim. Sosialisasi bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada warga binaan terkait hak-hak dalam bidang pembinaan pemasyarakatan, termasuk program pembinaan, hak integrasi, serta kewajiban dalam mengikuti proses pembinaan selama menjalani masa pidana.

Dalam penyampaiannya, tim dari Bidang Pembimbingan Kemasyarakatan juga memberikan edukasi terkait pentingnya partisipasi aktif warga binaan dalam setiap program pembinaan sebagai bekal reintegrasi sosial saat kembali ke masyarakat.

Plh. Kepala Lapas Kelas IIA Parepare, Abdullah, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Kami menyambut baik kegiatan sosialisasi ini karena sangat bermanfaat bagi warga binaan dalam memahami hak dan kewajibannya selama menjalani pembinaan di Lapas. Diharapkan melalui kegiatan ini warga binaan dapat lebih termotivasi mengikuti program pembinaan secara baik,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung tertib dan interaktif, di mana para warga binaan diberikan kesempatan berdialog langsung dengan tim dari Kanwil Ditjenpas Sulawesi Selatan terkait layanan dan program pembinaan pemasyarakatan.

Melalui kegiatan ini, sinergi antara Kanwil Ditjenpas Sulawesi Selatan dan Lapas Parepare terus diperkuat dalam mendukung pelaksanaan pembinaan yang humanis, edukatif, dan berorientasi pada reintegrasi sosial warga binaan.

Akselerasi eksekusi strategi transformasi TLKM 30, tingkatkan efektivitas model operasi dan tata kelola perseroan.

0

JAKARTA, RADIOMESRA. COM  – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menutup kinerja perseroan tahun buku 2025 dengan hasil yang mencerminkan keberlanjutan penciptaan nilai bagi pemegang saham, seiring dengan percepatan eksekusi agenda transformasi perusahaan. Telkom mencatat net income sebesar Rp17,8 triliun dengan net income margin 12,1%, sedangkan untuk normalized net income tercatat sebesar Rp22,7 triliun dengan normalized net income margin 15,4%. Pencapaian ini diperoleh dari pendapatan konsolidasi perseroan yang tercatat sebesar Rp146,7 triliun. EBITDA (Laba sebelum Bunga, Pajak, Depresiasi, dan Amortisasi) konsolidasi perseroan tahun 2025 tercatat Rp72,2 triliun dengan margin EBITDA sebesar 49,2%. Sementara normalized EBITDA tercatat sebesar Rp73,2 triliun dengan normalized EBITDA margin sebesar 49,9%.

Sejalan dengan arah transformasi dan penguatan fundamental, perseroan mencatat Total Shareholder Return (TSR) sebesar 35,7% sepanjang 2025, yang terdiri dari capital gain sebesar 28,4% dan dividend yield 7,3%. Hal ini mencerminkan respons positif pasar terhadap eksekusi strategi transformasi Telkom, yang turut didukung oleh kebijakan pengembalian nilai kepada pemegang saham secara konsisten melalui payout ratio sebesar 89% untuk pembayaran tahun buku 2024 serta pelaksanaan program share buyback dengan nilai maksimal Rp3 triliun yang masih berlangsung hingga Mei 2026.

Akselerasi Eksekusi Strategi Transformasi TLKM 30

Di tengah tekanan kondisi makroekonomi dan tantangan yang dihadapi sektor telekomunikasi dalam beberapa tahun terakhir, Telkom terus beradaptasi dan bertransformasi baik dari sisi strategi perusahaan, model bisnis, maupun produk dan layanan. Direktur Utama Telkom Dian Siswarini, menegaskan bahwa eksekusi strategi transformasi telah menjadi fokus utama perseroan sejak 2025. “Lewat strategi TLKM 30, Telkom memantapkan arah transformasi yang lebih terstruktur untuk mengakselerasi terwujudnya visi sebagai penggerak ekosistem digital nasional yang berdaya saing global, sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.”

Melalui strategi transformasi jangka menengah TLKM 30, Telkom fokus pada eksekusi empat pilar besar, pilar pertama yakni Operational & Service Excellence, sebagai upaya memperkuat prinsip tata kelola perusahaan yang baik. Hal ini juga mendorong peningkatan disiplin organisasi yang berkelanjutan, termasuk budaya kerja unggul, proses yang efisien, serta peningkatan kualitas layanan untuk mendukung pengalaman pelanggan yang lebih baik.

Pada pilar transformasi kedua, perseroan melakukan Streamlining sebagai strategi penataan portofolio non-core business agar perseroan dapat kembali mendorong kontribusi yang lebih optimal dan efisiensi operasional, serta meningkatkan keunggulan kompetitif pada core business di sektor telekomunikasi dan digital. Implementasi strategi tersebut tercermin melalui proses divestasi AdMedika dan anak usahanya TelkoMedika yang telah mencapai tahap Conditional Sale and Purchase Agreement (CSPA) menuju divestasi penuh pada akhir paruh pertama 2026. Divestasi penuh atas AdMedika dan TelkoMedika juga akan berkontribusi terhadap peningkatan arus dividen (dividend stream). Beberapa entitas dengan bisnis serupa atau tidak sesuai dengan core business di ekosistem TelkomGroup juga sedang dirampingkan.

Selanjutnya, pada pilar transformasi ketiga perseroan berfokus pada upaya peningkatan nilai tambah (Unlock Value), salah satunya melalui penguatan fondasi bisnis infrastruktur digital yaitu konektivitas fiber. Inisiatif ini ditujukan untuk meningkatkan utilisasi aset dan memaksimalkan Return on Assets (ROA), sekaligus memperluas kontribusi Telkom dalam mendukung konektivitas nasional. Pemisahan sebagian bisnis dan aset Wholesale Fiber Connectivity kepada InfraNexia ditandai dengan penandatanganan Conditional Spin-off Agreement (CSA) pada Desember 2025 yang merupakan fase carve-out tahap pertama. Langkah ini juga menjadi bagian dari arah transformasi menuju strategic holding yang lebih fokus pada penguatan penciptaan nilai, pengelolaan portofolio bisnis yang lebih optimal, serta percepatan eksekusi strategi secara berkelanjutan.

Sebagai pilar transformasi keempat, Telkom tengah menjalankan Modus-operandi shift, perubahan dari operating holding menjadi strategic holding, dengan melakukan delayering untuk memperkuat fokus bisnis di empat segmen Operating Company (OpCo), yakni pada segmen B2C, B2B Infrastructure, B2B ICT, dan International. Telkom sebagai entitas strategic holding nantinya akan berfokus pada sinergi penciptaan nilai dan penguatan tata kelola antar segmen, sementara operasional bisnis dijalankan di entitas OpCo dengan lini usaha yang terfokus. Transformasi ini diharapkan semakin memperkuat fundamental perusahaan, mengharmonisasi lini bisnis sehingga tidak terjadi tumpang tindih, sekaligus meningkatkan penciptaan nilai yang berkelanjutan.

*Perubahan Kebijakan Akuntansi dan Penyajian Laporan Keuangan*

Sebagai tindak lanjut agenda total governance reset yang diamanatkan Danantara Indonesia, Telkom melakukan penyelarasan kebijakan akuntansi guna meningkatkan akurasi penyajian laporan keuangan, termasuk memastikan prinsip yang digunakan dalam menentukan satuan masa manfaat dan klasifikasi aset menjadi lebih tepat. Hal ini menyebabkan performa laba bersih mengalami kontraksi sebesar 9,5% YoY, sebagai dampak peningkatan beban percepatan depresiasi. Seiring penerapan kebijakan tersebut, perseroan turut melakukan restatement atas laporan keuangan tahun 2023 dan 2024. Inisiatif ini sekaligus memperkuat praktik tata kelola yang transparan, prinsip kehati-hatian, dan disiplin dalam pengelolaan aset, sejalan dengan implementasi pilar pertama TLKM 30, yakni Operational and Service Excellence.

*Pemulihan Pasar di Segmen B2C*

Segmen B2C (Mobile dan Fixed Broadband) masih menjadi salah satu kontributor utama pendapatan perseroan. Telkomsel sebagai OpCo yang fokus pada segmen B2C berhasil membukukan pendapatan tahun buku 2025 sebesar Rp109,2 triliun secara konsolidasian. Meningkatnya kebutuhan masyarakat akan layanan digital berkualitas mendorong kenaikan signifikan trafik data sebesar 15% YoY. Average Revenue Per User (ARPU) juga bergerak ke arah pemulihan positif yang menunjukkan kondisi pasar yang lebih stabil mulai dari paruh kedua 2025 dan diperkirakan secara bertahap akan terus meningkat, sejalan dengan kompetisi industri yang lebih sehat.

Sehingga di tahun 2026, Telkomsel akan terus fokus menjaga ARPU melalui penyesuaian harga yang tepat sasaran dan memastikan keunggulan kualitas jaringan guna menekan angka perpindahan pelanggan. Langkah ini diiringi dengan penguatan ekosistem digital agar layanan Telkomsel tetap relevan bagi masyarakat. Di sisi lain, ekspansi layanan internet rumah kini dilakukan secara lebih tajam dengan memperhatikan kemampuan belanja masyarakat serta memastikan efektivitas pemanfaatan modal untuk menjaga pertumbuhan perusahaan yang sehat secara jangka panjang.

*Kinerja Resilien pada Segmen B2B Infrastructure, International, dan B2B ICT*

Pada segmen B2B Infrastructure, melalui sinergi kekuatan dan kepemilikan infrastruktur yang ekstensif, TelkomGroup terus mempercepat pembangunan infrastruktur digital nasional. Mulai dari backbone serat optik dengan total lebih dari 210.000 km, menara telekomunikasi yang tersebar di seluruh nusantara, layanan data center dan cloud, dan konektivitas satelit untuk menjangkau area blank spot dan wilayah geografis yang menantang. Langkah ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung ketahanan digital Indonesia yang inklusif.

Selaras dengan strategi transformasi dan penguatan posisi sebagai perusahaan telekomunikasi digital terdepan di Indonesia, pendapatan perseroan dari segmen B2B Infrastructure sebesar Rp8,9 triliun, tumbuh 9,2% YoY yang ditopang oleh bisnis data center dan ekspansi bisnis fiber.

Pendapatan bisnis data center diperoleh dari dua fasilitas hyperscale data center di Cikarang dan Singapura, tiga fasilitas enterprise data center di Serpong, Surabaya dan Sentul, dan dua fasilitas co- location data center di Singapura yang seluruhnya dikelola oleh NeutraDC. Selain itu, TelkomGroup juga mengoperasikan 28 fasilitas edge data center NeuCentrIX dengan skala dan kapasitas lebih kecil guna mendukung kebutuhan layanan data center dan cloud yang lebih dekat dengan pengguna.

Pada bisnis menara telekomunikasi dan Fiber-to-the-tower (FTTT), Mitratel membukukan pendapatan sebesar Rp9,5 triliun dengan net income margin sebesar 22,2% dan EBITDA margin 82,2%. Kinerja tersebut didukung oleh rasio jumlah penyewa sebesar 1,57x atas kepemilikan dari sebanyak 40.230 menara telekomunikasi, yang menjadikan Mitratel sebagai perusahaan menara telekomunikasi terbesar di Asia Tenggara.

Selanjutnya, pada bisnis Wholesale & International Service, perseroan berhasil mencatat pendapatan sebesar Rp10,7 triliun. Hingga saat ini, TelkomGroup melalui Telin telah tergabung dalam 27 sistem kabel laut internasional.

Pada segmen B2B ICT, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp15,3 triliun yang terdiri dari bisnis Konektivitas, Manage Solution dan Digital. Dengan adanya kebijakan efisiensi pemerintah yang berdampak pada penurunan permintaan terhadap solusi korporasi, yang didominasi oleh pelanggan pemerintahan, korporasi besar, swasta, dan UKM, Telkom tetap optimistis terhadap potensi pertumbuhan dan mendorong inovasi dan penguatan kapabilitas. Salah satunya melalui layanan dan solusi Connectivity+, Cybersecurity, Artificial Intelligence (AI), serta mendorong pengembangan melalui kemitraan strategis dengan pemain teknologi global.

Pertumbuhan bisnis infrastruktur didorong oleh konsistensi TelkomGroup dalam menjaga disiplin investasi, dengan realisasi belanja modal di tahun 2025 sebesar Rp27,5 triliun atau 18,8% dari total pendapatan. Mayoritas belanja modal sebesar 93% dialokasikan untuk perluasan infrastruktur segmen B2C, B2B Infrastructure, dan Internasional. Sementara investasi yang tersisa dialokasikan untuk mendukung pengembangan platform digital dengan tetap mengoptimalkan synergy value.

“Sepanjang tahun 2025 Telkom telah berhasil menjaga kinerja yang stabil berkat strategi transformasi TLKM 30. Di tahun 2026, Telkom berada pada fase penting dalam mengakselerasi dan melanjutkan eksekusi transformasi. Dengan disiplin operasional, kami semakin yakin dapat memperkuat daya saing dan menciptakan nilai yang berkelanjutan. Ke depan, Telkom akan terus melangkah dengan arah yang lebih terstruktur untuk menghadirkan kinerja yang semakin solid serta memberikan manfaat optimal bagi seluruh pemangku kepentingan,” tutup Dian.

*#ElevatingYourFuture*

Asnun Resmi Pimpin IKADAH Sulsel

0

MAKASSAR, RADIOMESRA. COM —Pengurus Ikatan Duta Lingkungan Hidup (IKADAH) Sulawesi Selatan menetapkan Asnun sebagai Ketua Umum periode 2026–2028. Penetapan ini bukan sekadar pergantian kepemimpinan, melainkan momentum konsolidasi arah gerak organisasi dalam menjawab tantangan ekologis yang kian kompleks di Sulsel.

Asnun memiliki rekam jejak kepemimpinan di berbagai ruang organisasi. Ia merupakan demisioner Ketua Umum IKADAH Kota Parepare periode 2024–2025, demisioner Ketua Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (Himapol UINAM) periode 2025–2026, serta salah satu pendiri Sahabat Pecinta Alam Kota Parepare yang berfokus pada kerja-kerja pelestarian lingkungan berbasis komunitas.

Asnun menekankan, pentingnya membangun kembali kesadaran kolektif organisasi yang tidak berhenti pada aktivitas formal, tetapi hadir sebagai instrumen perubahan sosial.

Ia menegaskan, IKADAH harus diperkuat sebagai ruang dialektika, konsolidasi gagasan, dan kerja nyata yang menyentuh problem lingkungan di tingkat akar rumput.

Fokus utama kepemimpinan ini diarahkan penguatan peran IKADAH di tingkat kabupaten/kota sebagai ujung tombak organisasi.

“Struktur kabupaten/kota tidak boleh sekadar menjadi administrasi kelembagaan, melainkan harus berfungsi sebagai motor gerakan, pusat inisiatif, dan ruang artikulasi persoalan lingkungan yang hidup di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Terpilihnya Asnun juga membawa harapan baru untuk mengoreksi cara pandang publik terhadap eksistensi duta lingkungan hidup. Selama ini, istilah “duta” kerap direduksi menjadi simbol seremonial, formalitas kegiatan, atau identitas tanpa daya kritis dan dampak sosial yang nyata.

Melalui kepemimpinan baru ini, IKADAH Sulsel hendak menegaskan kembali bahwa duta lingkungan hidup adalah ruang pengabdian yang menuntut kesadaran moral, tanggung jawab intelektual, serta keberpihakan nyata terhadap krisis ekologis yang dihadapi masyarakat.

“Organisasi tidak boleh terjebak dalam romantisme simbolik, tetapi harus hadir dengan kerja-kerja konkret yang terukur dan berpihak pada kepentingan lingkungan dan masyarakat,” tegasnya.

IKADAH, dalam pandangan kepemimpinan ini, harus mampu keluar dari stagnasi peran dan menjelma sebagai kekuatan kolektif yang progresif, kritis, dan responsif terhadap perubahan zaman.

Disdukcapil Parepare “Goes to School”, Siswa SMA 4 Mulai Lakukan Perekaman KTP-el

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM  – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Parepare kembali melakukan jemput bola perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) bagi siswa SMA/SMK. Kali ini, tim menyasar siswa di SMA Negeri 4 Parepare, Senin (11/05/26).

Kepala SMA Negeri 4 Parepare, Hamzah Wakkang, menyambut baik kolaborasi ini. Ia menilai kehadiran layanan Disdukcapil di sekolah sangat memudahkan para siswa dalam memenuhi kewajiban administrasi kependudukan tanpa harus meninggalkan jam pelajaran.

“Kami berkolaborasi dengan Dukcapil untuk memberikan pelayanan kepada anak didik kami. Ini adalah komitmen pemerintah memfasilitasi anak-anak kita yang wajib KTP usia 16 sampai 17 tahun ke atas,” ujar Hamzah.

Ia menambahkan, berdasarkan data awal, terdapat sekitar 100 lebih siswa yang menjadi sasaran perekaman. Hamzah menargetkan progres perekaman bisa mencapai di atas 70 persen dalam waktu dua hari pelaksanaan.

Sementara itu, Kabid PIAK Disdukcapil Kota Parepare, Hj. Sri Meriani, menjelaskan bahwa aksi ini merupakan langkah masif untuk menuntaskan perekaman bagi pemilih pemula. Setelah sebelumnya menyambangi SMK 2 Parepare, kini fokus dialihkan ke SMA 4.

“Di SMA 4 ini ada sekitar 194 siswa yang kami sisir untuk perekaman. Meski ada yang baru berusia 16 tahun, mereka tetap wajib melakukan perekaman sejak dini agar saat berusia 17 tahun nanti, KTP mereka sudah siap,” jelas Hj. Sri Meriani.

Program “Dukcapil Goes to School” ini diharapkan mampu menjamin seluruh hak sipil anak muda di Parepare, khususnya dalam hal kepemilikan identitas diri yang sah.

Pastikan Hewan Kurban Layak, Dinas PKP Parepare Imbau Warga Cek Keaslian Surat Kelayakan

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM  – Menjelang Hari Raya Idul Adha, Dinas Pertanian, Kelautan, dan Perikanan (PKP) Kota Parepare memperketat pengawasan terhadap hewan kurban yang diperjualbelikan. Masyarakat pun diimbau untuk teliti dalam memeriksa surat keterangan kelayakan hewan yang dikantongi para pedagang.

Kepala Dinas PKP Kota Parepare, Ir. Wildana, dalam kegiatan “Ngopi Berjamaah” yang berlangsung pada Jumat (08/05/26), menegaskan pentingnya memastikan keabsahan dokumen tersebut untuk menghindari adanya duplikasi atau pemalsuan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

“Terkait dengan kemungkinannya (pemalsuan surat), memang bisa saja terjadi duplikasi. Jadi, kalau masyarakat ragu, silakan datang langsung ke kantor dinas untuk memastikan apakah surat tersebut asli atau palsu,” ujar Wildana.

Meski potensi pemalsuan ada, Wildana mensyukuri bahwa hingga saat ini belum ditemukan kasus surat kelayakan palsu di Parepare. Hal ini menurutnya tidak lepas dari sinergi yang kuat antara pemerintah dan para peternak lokal yang selama ini menjadi binaan Dinas PKP.

“Sejauh ini alhamdulillah belum pernah kami temukan (kasus palsu). Ini berkat kerja sama yang baik dengan para peternak yang merupakan binaan kami,” tambahnya.

Jaga Ketahanan Pangan, Pemkot Parepare Luncurkan Penyaluran Bantuan Beras dan Minyak Goreng Gratis

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Pemerintah Kota Parepare secara resmi meluncurkan program penyaluran bantuan pangan gratis bagi masyarakat di tengah dinamika kenaikan harga kebutuhan pokok. Peluncuran ini dipimpin langsung oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Setdako Parepare, Andi Ardian Asyraq, Senin (11/05/26).

Andi Ardian menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan langkah nyata pemerintah untuk menjaga ketahanan pangan masyarakat. Apalagi, Parepare bukan merupakan daerah sentra produksi pangan, sehingga sangat rentan terhadap fluktuasi harga di daerah penghasil.

“Alhamdulillah, inflasi Parepare bulan April terkendali. Bantuan ini diharapkan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat penerima sekaligus menjaga stabilitas sosial dan daya beli di tengah momentum kenaikan harga akibat Ramadan dan persiapan Iduladha,” ujar Andi Ardian.

Sementara itu, Pimpinan Cabang Bulog Parepare, Rahmi, menjelaskan bahwa penyaluran kali ini dilakukan sekaligus untuk alokasi dua bulan, yakni Februari dan Maret. Setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) atau disebut Penerima Bantuan Pangan (PBP) akan menerima paket lengkap.

“Kami menyalurkan total 20 kg beras dan 4 liter minyak goreng merek Minyakita untuk alokasi dua bulan. Jadi, penyalurannya dirapel satu kali jalan melalui pihak transporter langsung ke titik-titik bagi di kelurahan dan desa,” jelas Rahmi.

Berdasarkan data Bulog, terdapat sekitar 10.950 PBP di wilayah Parepare yang tersebar di Kecamatan Bacukiki, Bacukiki Barat, Soreang, dan Ujung. Total beras yang digelontorkan mencapai 219 ton dengan 43.800 liter minyak goreng.

Pihak Pemkot dan Bulog menegaskan bahwa seluruh proses penyaluran akan dikawal ketat oleh Satgas Pangan Polri dan aparat daerah guna memastikan bantuan tepat sasaran dan tepat jumlah.

Ketua DPRD kota Parepare Imbau Warga Urus Dokumen Adminduk Secara Mandiri Demi Keamanan Data

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Ketua DPRD Kota Parepare, Ir. H. Kaharuddin Kadir, mengimbau masyarakat untuk lebih proaktif dan mandiri dalam mengurus dokumen administrasi kependudukan (Adminduk). Hal ini disampaikan menyusul adanya aturan baru yang membatasi keterlibatan pihak ketiga, termasuk perangkat RT/RW, dalam pendampingan pengurusan dokumen pribadi di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil).

Dalam wawancara di program Obras Radio Mesra Jumat (08/05/26) Ir. H., Kaharuddin menjelaskan bahwa kebijakan ini bukan bermaksud menyulitkan, melainkan bentuk perlindungan terhadap data pribadi warga.

“Data pribadi adalah privasi setiap orang. Aturannya sekarang memang diarahkan agar yang bersangkutan langsung yang mengurus ke Disdukcapil, tidak lagi diwakili,” ujar Kaharuddin.

Kaharuddin juga menyoroti risiko penyalahgunaan data jika dokumen seperti KTP atau KK jatuh ke tangan yang salah. Ia merujuk pada Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP). Menurutnya, kebocoran data dapat berdampak fatal, seperti penyalahgunaan untuk pinjaman online (pinjol) ilegal atau tindak kriminal lainnya.

“Kita sering lihat di televisi, tiba-tiba ada warga yang ditagih hutang padahal tidak pernah meminjam. Itu karena datanya bocor dan disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” tambahnya.

Lebih lanjut, politisi senior ini mendorong masyarakat untuk mulai beradaptasi dengan sistem digital. Kedepannya, melalui penerapan Single Identity Number dan aplikasi kependudukan, warga diharapkan bisa mengurus dokumen cukup melalui ponsel tanpa harus keluar rumah.

Ia berharap perangkat RT/RW tetap berperan aktif dalam memberikan edukasi dan pemahaman kepada warga mengenai tata cara pengurusan dokumen, tanpa harus memegang fisik dokumen pribadi warga guna menghindari risiko hukum.

TelkomGroup Resmikan Community Gateway Wamena, Tulang Punggung Utama Konektivitas Digital Papua Pegunungan

0

Melalui Telkomsat, perkuat akses digital inklusif melalui solusi satelit di kawasan dengan tantangan geografis

JAYAPURA, RADIOMESRA. COM -!PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) bersama operating company PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat) meresmikan Community Gateway di Stasiun Bumi Sedang Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, pada Jumat (08/05/26). Inisiatif ini merupakan langkah strategis TelkomGroup dalam memperkuat dan memperluas pemerataan infrastruktur digital di wilayah dengan kondisi geografis yang menantang di Indonesia bagian timur, sekaligus memperkuat konektivitas nasional melalui pemanfaatan teknologi satelit.

Infrastruktur tersebut diresmikan secara langsung oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia Angga Raka Prabowo didampingi oleh Direktur Utama Telkom Dian Siswarini dan Plt. CEO Telkomsat Rizal Ahmad Fauzi, yang disaksikan oleh Direktur Wholesale and International Service Budi Satria Dharma Purba, serta secara virtual dari Wamena oleh Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua Dr. Velix Wanggai, S.I.P., M.P.A., Wakil Gubernur Provinsi Papua Pegunungan Dr. Dr. Ones Pahabol, S.E., MM, Direktur Network Telkom Nanang Hendarno, dan Direktur Pengembangan Telkomsat Anggoro Kurnianto Widiawan.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia Angga Raka Prabowo menyampaikan bahwa, pembangunan Community Gateway di Wamena merupakan bagian dari program kerja prioritas nasional dalam upaya membangun infrastruktur digital yang inklusif hingga wilayah paling timur Indonesia.

“Konektivitas adalah prasyarat utama kemajuan. Di sinilah Community Gateway Wamena berperan penting, mengubah tantangan geografis menjadi peluang strategis, mengubah wilayah untuk siap tumbuh dan siap mengambil bagian dalam ekonomi digital nasional. Kita tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga menguatkan fondasi masa depan Indonesia yang benar-benar terhubung, dari Sabang sampai Merauke. Tugas berikutnya adalah memastikan infrastruktur ini benar-benar hidup dan dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat, terutama di wilayah Papua Pegunungan,” pungkas Wamen Komdigi RI Angga Raka Prabowo.

Community Gateway Wamena merupakan infrastruktur gateway satelit yang berfungsi sebagai titik distribusi utama konektivitas di wilayah Papua Pegunungan. Kehadiran infrastruktur ini menjadi solusi atas keterbatasan jaringan terestrial, dengan meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan, sekaligus menjadi fondasi bagi pengembangan ekonomi digital dan layanan publik di wilayah tersebut.

Community Gateway Wamena ini adalah fasilitas kedua yang dibangun oleh TelkomGroup melalui Telkomsat sebagai operating company yang bergerak dalam penyedia teknologi dan layanan satelit berstandar internasional, setelah sebelumnya dibangun di Merauke dengan fungsi yang berbeda. Community Gateway Merauke dibangun sebagai backup link untuk memastikan layanan tetap berjalan saat terjadi gangguan jaringan terestrial, sedangkan Community Gateway Wamena dibangun sebagai main link atau tulang punggung utama konektivitas di wilayah Papua Pegunungan. Dengan demikian, pendekatan yang dilakukan tidak lagi sekadar mitigasi risiko, tetapi telah memasuki tahap penguatan kapasitas inti dan peningkatan kualitas layanan.

Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menyampaikan bahwa, wilayah Wamena dan sekitarnya memiliki peran strategis sebagai pusat aktivitas ekonomi dan sosial di Papua Pegunungan. “Bahwa konektivitas adalah hak seluruh rakyat Indonesia, tanpa terkecuali. Dari pusat hingga ke wilayah pegunungan Papua, kami ingin memastikan bahwa tidak ada satu pun anak bangsa yang tertinggal dari arus transformasi digital. Namun di sisi lain, wilayah ini juga menghadapi tantangan besar dalam hal konektivitas, baik karena keterbatasan jaringan terestrial maupun kondisi geografis yang tidak mudah. Menjawab tantangan tersebut, TelkomGroup menghadirkan Community Gateway Wamena sebagai solusi strategis,” ungkap Dian.

Dengan teknologi satelit, inisiatif ini tidak hanya meningkatkan kapasitas dan kualitas konektivitas, tetapi juga memperkuat ketahanan jaringan nasional melalui jalur komunikasi yang lebih andal dan adaptif. Sejalan dengan mandat TelkomGroup sebagai agent of development, penguatan konektivitas ini diharapkan membuka akses digital yang lebih inklusif, mendorong aktivitas ekonomi, serta mempercepat pertumbuhan di wilayah timur Indonesia secara berkelanjutan.

Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua Dr. Velix Wanggai, S.I.P., M.P.A, menyampaikan bahwa kehadiran Community Gateway Wamena menjadi sebuah tonggak pembangunan yang besar di wilayah pegunungan Papua. Kehadiran Telkom dan Telkomsat melalui solusi konektivitas satelit dinilai menjadi langkah nyata untuk menyentuh masyarakat di wilayah pegunungan Papua dalam menciptakan kemajuan dan masa depan yang cemerlang.

Saat ini, kapasitas transport jaringan di Wamena berada di kisaran 7 Gbps dengan tingkat utilisasi yang sudah tinggi. Melalui Community Gateway Wamena ini, kapasitas dapat ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai potensi maksimal 40 Gbps. Hal ini bukan hanya peningkatan kapasitas, tetapi juga lompatan dalam kualitas konektivitas dengan performa yang lebih stabil, latensi yang lebih terkendali, serta kemampuan mendukung kebutuhan trafik yang terus tumbuh.

Lebih jauh lagi, Community Gateway Wamena didesain sebagai open access platform, artinya infrastruktur ini tidak hanya dapat dimanfaatkan oleh TelkomGroup, tetapi juga dapat digunakan oleh berbagai pihak operator, ISP lokal, maupun institusi lainnya, sehingga tercipta ekosistem konektivitas yang inklusif dan berkelanjutan.

Melalui inisiatif ini, TelkomGroup menegaskan perannya sebagai penyedia konektivitas nasional berbasis sovereign infrastructure yang tidak hanya berfokus pada kapasitas, tetapi juga pada kontrol, keandalan, dan ketahanan jaringan nasional.

“Kami percaya bahwa kehadiran Community Gateway Wamena sebagai main link akan memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kualitas layanan komunikasi di wilayah Papua Pegunungan sehingga dapat membuka akses ekonomi digital bagi masyarakat, mendukung layanan publik, pendidikan, dan kesehatan, serta memperkuat fondasi transformasi digital Indonesia secara menyeluruh,” tutup Dian.

*#ElevatingYourFuture*

  • https://radioku.my.id:8243/mesra
  • Radio Mesra Parepare