25.4 C
Pare-Pare
Sabtu, Oktober 31, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 121

Ubah Format Reses, Anggota DPRD Komisi III Achmad Ariady Janji Evaluasi Usai Lebaran

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM  — Pelaksanaan reses masa persidangan Anggota DPRD Kota Parepare dari Komisi III Fraksi Nasdem, Achmad Ariady, menuai masukan dari konstituennya. Warga meminta agar format pelaksanaan reses dikembalikan seperti tahun-tahun sebelumnya, yakni menyasar setiap kelurahan agar aspirasi masyarakat lebih merata dan menyentuh akar rumput. Hal tersebut disampaikan oleh salah seorang peserta reses dari Kelurahan Sumpang, Ippang.

Ia mengingatkan bahwa pada pemilihan sebelumnya, wilayah seperti RT 01 di Cappa Galung memberikan kontribusi suara yang signifikan. Namun, dengan sistem reses yang terpusat di satu titik seperti sekarang, banyak warga merasa tidak lagi dilibatkan dan kesulitan untuk menyalurkan aspirasi secara langsung.

Menanggapi masukan tersebut, Achmad Ariady menjelaskan bahwa keputusan untuk memusatkan titik reses merupakan hasil pertimbangan matang dari timnya. Ia mengaku khawatir jika reses digelar di terlalu banyak titik, akan banyak aspirasi yang tertampung namun tidak semuanya dapat terealisasi, sehingga justru menjadi beban moral bagi dirinya.

Meski demikian, legislator Nasdem ini memastikan hubungan silaturahmi dengan warga di Dapil Bacukiki dan Bacukiki Barat akan tetap berjalan. Ia juga berjanji akan membentuk tim di setiap kelurahan setelah hari raya Idulfitri untuk mengevaluasi format kegiatan ini ke depan.

Reses di Lagota, Ketua Fraksi Nasdem Perjuangkan Perbaikan Drainase hingga Soroti Keberadaan “Anak Jalanan” Berkedok Badut

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM  — Ketua Fraksi Partai Nasdem DPRD Kota Parepare, Dra. Hj. Asmawati, menggelar kegiatan reses untuk menyerap aspirasi warga di wilayah Soreang di Lagota cafe pada Sabtu (16/05/26). Dalam pertemuan tersebut, sejumlah isu krusial mulai dari infrastruktur drainase hingga masalah sosial kemasyarakatan menjadi sorotan utama.

Terkait keluhan warga mengenai masalah drainase di belakang posko yang sudah berlangsung lama, H. Asmawati memastikan bahwa tindakan nyata kini sedang berjalan. Berbeda dari komunikasi sebelumnya yang kerap tersendat, dirinya mengaku telah berkoordinasi secara langsung dengan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk segera menurunkan tim ke lapangan.

Selain masalah infrastruktur, srikandi Partai Nasdem ini juga menanggapi keresahan warga mengenai maraknya fenomena anak jalanan atau pengemis yang menggunakan kostum badut di sejumlah lampu lalu lintas, salah satunya di perempatan Jalan Ahmad Yani – Sudirman.

Menurutnya, fenomena ini sudah beralih fungsi menjadi mata pencaharian terorganisir yang meresahkan masyarakat. Ia juga mengimbau warga untuk mematuhi Peraturan Daerah (Perda) yang melarang pemberian uang kepada pengemis di jalanan guna memutus rantai aktivitas tersebut.

Merespons masukan warga yang menginginkan andil nyata dari partai pemenang pemilu tersebut, H. Asmawati yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi berjanji akan mengonsolidasikan internal partai untuk menggalakkan kembali kegiatan sosial seperti kerja bakti dan olahraga bersama warga.

Viral Kasus Tunjangan Perumahan DPRD, Rudy Najamuddin Sebut Anggota Dewan Hanya Bersifat Pasif

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Kasus tunjangan perumahan anggota DPRD Kota Parepare periode 2021-2025 yang tengah viral di media sosial, mendapat tanggapan langsung dari anggota legislatif setempat. Anggota DPRD Kota Parepare dari Fraksi PPP, Rudy Najamuddin, memberikan klarifikasi mendalam dalam pertemuan reses bersama konstituennya di Lagota Cafe pada Sabtu (16/05/26).

Rudy menegaskan bahwa tunjangan perumahan dan transportasi yang diterima oleh para anggota dewan merupakan amanat dari Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 1 Tahun 2023. Aturan tersebut menyatakan bahwa pemerintah daerah wajib menyediakan tunjangan perumahan dan transportasi bagi anggota dewan yang tidak mendapatkan rumah maupun mobil dinas.

“Tunjangan ini bukan atas permintaan kami. Posisi kami di DPRD itu pasif, hanya menerima. Kami tidak pernah meminta nominal tertentu, melainkan nilainya ditetapkan langsung oleh kepala daerah melalui Peraturan Walikota (Perwali),” ujar legislator dari daerah pemilihan (Dapil) Bacukiki Barat ini.

Lebih lanjut, Rudy menjelaskan bahwa lahirnya Perwali tersebut didasari oleh hasil kajian dari tim appraisal yang bertugas menghitung nilai sewa kendaraan dan rumah yang layak di Kota Parepare. Hasil itulah yang kemudian diserahkan kepada Walikota dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah.

Terkait isu miring di media sosial yang mengaitkan kasus ini dengan tindakan korupsi, Rudy memberikan edukasi hukum kepada warga yang hadir. Menurutnya, suatu tindakan baru dapat dikategorikan sebagai korupsi jika memenuhi dua unsur utama, yaitu mens rea (niat jahat) dan actus reus (perbuatan fisik).

“Kami tidak memiliki niat jahat (mens rea) untuk memperkaya diri, dan kami juga tidak melakukan perbuatan (actus reus) untuk mencairkan dana tersebut secara sepihak. Semuanya sudah melalui proses pemeriksaan di Kejaksaan dan Kepolisian, dan kami mengikuti seluruh regulasi yang ada,” tambah Rudy.

Selain membahas tunjangan DPRD, dalam reses tersebut Rudy juga sempat menyinggung permasalahan serupa yang menimpa tunjangan profesi guru di Parepare, yang dinilai mengalami kendala akibat hambatan pengiriman data ke pemerintah pusat.

Diduga Potong Upah Karyawan Sepihak, Komisi I DPRD Parepare Siap Panggil Perusahaan Melalui RDP

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM  — Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Parepare merespons cepat aduan terkait dugaan pemotongan upah karyawan secara sepihak yang dilakukan oleh salah satu perusahaan di Parepare. Aduan tersebut diterima langsung oleh Ketua Komisi I DPRD Parepare, Dr. H. Kamaluddin Kadir, saat menggelar jaring aspirasi (reses) di Gedung Pertemuan Aisyiyah, Sabtu (16/05/26).

Laporan tersebut disampaikan oleh seorang karyawan bernama Syahrul Mubarak. Ia mengeluhkan kebijakan perusahaan yang melakukan pemotongan upah hingga mencapai 25 persen dengan dalih mengimplementasikan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan.

Menanggapi hal itu, Kamaluddin Kadir menyatakan akan segera mempelajari regulasi tersebut dan berencana menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan memanggil pihak-pihak terkait.

“Kami sudah menerima aduan dari Pak Syahrul Mubarak terkait pemotongan upah karyawan yang dilakukan oleh perusahaan. Ia meminta untuk difasilitasi melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP),” ujar Kamaluddin.

Politisi ini mengaku heran dengan dasar pemotongan tersebut. Berdasarkan pengalamannya bekerja di perusahaan selama 22 tahun, aturan pemotongan akumulasi pendapatan secara tiba-tiba tanpa alasan pelanggaran yang jelas adalah hal yang tidak lazim dan berpotensi melanggar hak pekerja.

“Setahu saya, aturan pemotongan itu tidak ada (untuk akumulasi pendapatan). Pemotongan biasanya baru bisa dilakukan jika karyawan tidak melaksanakan pekerjaan beberapa hari, itu pun yang dipotong adalah tunjangan transportasinya, bukan akumulasi pendapatan,” jelasnya.

Kamaluddin menambahkan, pihak DPRD kini tengah menunggu surat resmi aduan tersebut masuk ke kesekretariatan untuk segera ditindaklanjuti menjadi agenda RDP. Menurutnya, permasalahan industrial seperti ini idealnya diselesaikan terlebih dahulu di tingkat internal melalui jalur bipartit antara manajemen perusahaan dan serikat pekerja.

Namun, jika jalur tersebut menemui jalan buntu, maka negara harus hadir melalui jalur tripartit yang melibatkan pemerintah daerah.

“Semestinya pembicaraan ini selesai di tingkat bipartit yang difasilitasi oleh serikat pekerja. Kalau tidak selesai, maka harus ditindaklanjuti ke tingkat tripartit dengan melibatkan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) untuk memfasilitasi dan menguji, apakah betul PP 36/2021 itu membolehkan pemotongan tersebut,” pungkas Kamaluddin.

Reses Dewanta, Dr. H  Kamaluddin Kadir Luruskan Simpang Siur Pengalihan Anggaran Rp101,9 Miliar untuk Program Pusat

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM  – Anggota DPRD Kota Parepare dari Fraksi Partai Gerindra, Dr. H. Kamaluddin Kadir, S.Sos., M.M., menggelar kegiatan reses masa persidangan untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Bertempat di gedung Pertemuan Panti Asuhan Kota Parepare pada Sabtu (16/05/26), legislator ini menegaskan pentingnya mengubah paradigma masyarakat dari sekadar objek menjadi subjek utama pembangunan.

Dalam sambutannya, Kamaluddin menyampaikan bahwa masukan, saran, dan pertimbangan dari warga sangat krusial bagi pemerintah dalam merancang program kerja pembangunan daerah.

“Sekarang ini proses pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah pusat, provinsi, dan daerah menempatkan masyarakat sebagai subjek pembangunan, bukan lagi objek. Jadi saran, pertimbangan, dan masukan, penting sekali oleh pemerintah untuk didengarkan,” tegas Kamaluddin.

Penjelasan Mengenai Pengalihan Anggaran Rp101,9 Miliar

Kamaluddin juga memanfaatkan momentum ini untuk meluruskan kesalahpahaman yang beredar di masyarakat mengenai isu pemangkasan anggaran daerah sebesar Rp101,9 miliar pada tahun ini. Ia meluruskan bahwa anggaran tersebut tidak hilang atau dipangkas secara cuma-cuma, melainkan diambil alih kembali oleh pemerintah pusat.

Dana tersebut dialokasikan untuk membiayai 8 Program Prioritas Strategis Nasional di bawah visi-misi Presiden Prabowo Subianto. Beberapa program besar tersebut di antaranya:

  • Makanan Bergizi Gratis (MBG): Program pemberian makanan bergizi gratis untuk masyarakat.

  • Koperasi Kelurahan/Desa Merah Putih: Target pembangunan lebih dari 1.000 koperasi di seluruh Indonesia, di mana Kota Parepare sendiri saat ini sudah memiliki 3 koperasi yang siap beroperasi.

  • Kampung Nelayan Modern: Pembangunan kawasan pesisir terintegrasi yang dilengkapi dengan fasilitas cold storage (pabrik es), dermaga tambatan perahu, tempat penjualan, hingga SPBU khusus nelayan (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan).

Pelayanan Publik Tetap Jadi Prioritas Utama

Kendati terjadi penyesuaian atau efisiensi anggaran di tingkat daerah, Kamaluddin menjamin bahwa program pelayanan dasar yang menyangkut hajat hidup orang banyak dan kemaslahatan keluarga tidak akan dikorbankan.

Ia mengajak seluruh warga untuk tidak sungkan mengusulkan perbaikan fasilitas di lingkungan mereka, mulai dari perbaikan lorong (drainase) hingga lampu jalan. Aspirasi tersebut nantinya akan diperjuangkan secara resmi melalui Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) Anggota DPRD agar diakomodasi oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).

Serap Aspirasi di Reses , Dr. H. Kamaluddin Kadir Tegaskan Masyarakat Sebagai Subjek Pembangunan

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM  – Anggota DPRD Kota Parepare dari Fraksi Partai Gerindra, Dr. H. Kamaluddin Kadir, S.Sos., M.M., menggelar kegiatan reses masa persidangan kedua di Aula Panti Asuhan Kota Parepare pada Sabtu (16/05/26). Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya peran serta aktif masyarakat dalam menentukan arah pembangunan daerah.

Kamaluddin menjelaskan bahwa reses merupakan momentum penting bagi anggota dewan untuk turun langsung ke daerah pemilihan (dapil) masing-masing guna mendengarkan dan menyerap aspirasi warga. Hal ini melengkapi saluran perencanaan pembangunan lainnya yang dilakukan pemerintah, seperti Musrenbang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan) dari tingkat kelurahan hingga nasional.

“Sekarang ini proses pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah pusat, provinsi, maupun daerah menempatkan masyarakat sebagai subjek pembangunan, bukan lagi objek pembangunan. Jadi, saran, pertimbangan, dan masukan dari masyarakat sangat penting untuk didengarkan,” ujar Kamaluddin di hadapan warga yang hadir.

Ia juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan momentum ini dengan tidak ragu menyampaikan kebutuhan lingkungan mereka, seperti perbaikan lorong, lampu jalan, atau fasilitas umum lainnya, agar dapat diperjuangkan dalam bentuk pokok-pokok pikiran (pokir) anggota dewan.

Terkait kebijakan efisiensi anggaran sebesar Rp101,9 miliar yang terjadi di Kota Parepare tahun ini, Legislator Gerindra tersebut meluruskan bahwa anggaran tersebut bukan dipangkas secara cuma-cuma, melainkan diambil alih oleh pemerintah pusat untuk dialokasikan ke program strategis nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Beberapa program prioritas yang dimaksud antara lain program pemberian Makanan Bergizi Gratis (MBG), pembangunan Koperasi Kelurahan/Desa Merah Putih, serta pengembangan Kampung Nelayan terintegrasi. Di Parepare sendiri, saat ini sudah siap tiga Koperasi Merah Putih yang menunggu waktu peluncuran resmi.

Di akhir sambutannya, Kamaluddin memastikan bahwa pelayanan dasar yang menyangkut hajat hidup dan kemaslahatan masyarakat banyak akan tetap dikawal dengan baik dan tidak boleh dikorbankan di tengah penyesuaian anggaran ini.

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Hadirkan Program Pertamina BERKAH bagi Anak Yatim di Makassar

0

MAKASSAR, RADIOMESRA. COM – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melaksanakan program Pertamina BERKAH (Bersama Berbagi Kebahagiaan) di lingkungan ring 1 wilayah operasional perusahaan melalui kegiatan sosial yang digelar di Yayasan Al Aqza, Kecamatan Tallo, Kota Makassar.

Program ini menjadi bagian dari komitmen Pertamina dalam menghadirkan manfaat sosial bagi masyarakat, khususnya bagi anak-anak yatim, piatu, dan yatim piatu yang berada di lingkungan sekitar wilayah operasi perusahaan.

Sebagai perusahaan energi nasional, Pertamina tidak hanya menjalankan peran dalam menjaga ketahanan dan ketersediaan energi, tetapi juga terus mendorong kontribusi sosial melalui berbagai kegiatan kemasyarakatan yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Melalui program Pertamina BERKAH, perusahaan bersama Perwira Pertamina Group menghadirkan dukungan sosial yang diharapkan dapat memberikan semangat, kebersamaan, serta mendukung keberlangsungan pendidikan dan pembinaan anak-anak di yayasan.

Ketua Yayasan Al Aqza, Rusdi menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi kepada yayasan dan anak-anak binaan.

“Dengan bantuan Pertamina BERKAH melalui Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, kami sangat mengapresiasi dan memberikan penghargaan setinggi-tingginya. Bantuan ini sangat bermanfaat untuk keberlangsungan dan eksistensi yayasan kami, khususnya dalam pembinaan anak yatim, piatu, dan yatim piatu yang jumlahnya sekitar 50 anak. Bantuan ini juga sangat membantu untuk pendidikan anak-anak kami,” ujar Rusdi.

Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto mengatakan program Pertamina BERKAH menjadi salah satu wadah kolaborasi sosial perusahaan dan Perwira Pertamina untuk terus berbagi manfaat kepada masyarakat sekitar wilayah operasi.

“Pertamina ingin terus hadir melalui kegiatan sosial yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Melalui Pertamina BERKAH, kami berharap semangat kebersamaan dan nilai kebermanfaatan dapat terus tumbuh bersama masyarakat,” jelas Lilik.

Program ini juga sejalan dengan implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 1 tanpa kemiskinan, poin 3 kehidupan sehat dan sejahtera, poin 4 pendidikan berkualitas, serta poin 10 berkurangnya kesenjangan.

*Media Contact :*
Lilik Hardiyanto
Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina
Patra Niaga Regional Sulawesi

Terima Keluhan Seragam dan Sepatu Tak Layak, Ketua DPRD Parepare Minta Pemerintah Evaluasi Kualitas Bantuan

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM  – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Parepare, Ir. H. Kaharuddin Kadir, menggelar Reses di Gedung Aisyah pada Jumat (15/5/2026).

Dalam pertemuan tersebut, politisi dari Partai Golkar daerah pemilihan (dapil) Soreang ini menyerap berbagai aspirasi warga, mulai dari persoalan bantuan sosial, panti asuhan hingga kualitas bantuan pendidikan dari pemerintah daerah.

Ir. H. Kaharuddin mengungkapkan, salah satu keluhan yang cukup mencolok datang dari Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 5 Parepare. Pihak sekolah mengeluhkan adanya bantuan sepatu dan seragam yang menumpuk karena tidak dapat digunakan oleh para siswa.

“Tadi Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 5 menyampaikan bahwa ada bantuan sepatu sampai tiga karung lebih yang tidak digunakan siswa karena ukurannya tidak cocok. Begitu juga dengan baju olahraga dan baju batik seragam,” ujar Kaharuddin usai kegiatan reses.

Menurutnya, masalah ketidaksesuaian ukuran ini sangat disayangkan. Seragam sekolah bukan sekadar pakaian biasa, melainkan bagian dari identitas sekolah siswa yang bersangkutan.

“Pakaian itu bagian dari identitas murid terhadap sekolahnya. Kalau bercampur, kita bisa bingung ini siswa dari mana. Jadi saya kira ini yang perlu diperbaiki oleh pemerintah agar keluhan seperti ini tidak terulang,” tegasnya.

Lebih lanjut, legislator senior ini menyarankan agar dalam penyaluran bantuan ke depan, pemerintah daerah melakukan pendekatan pengukuran terlebih dahulu (by size) agar bantuan tepat guna. Alternatif lainnya, pemerintah dapat memberdayakan pelaku usaha konveksi lokal yang ada di Kota Parepare, seperti di wilayah Soreang.

“Di Parepare ini kita punya konveksi lokal yang kualitasnya bagus dan berpengalaman membuat pakaian sekolah, seperti usaha menjahit Nurdin Tailor di Soreang atau Haji Salipu di Masra. Selama ini tidak ada keluhan kalau lewat mereka. Kenapa tidak dipetakan ke sana saja?” cetus Kaharuddin.

Selain masalah seragam, Kaharuddin juga menyoroti masalah tas bantuan yang dinilai kurang diminati anak-anak karena faktor kualitas, serta keluhan dari Panti Asuhan Abadi milik Aisyah Muhammadiyah yang kini tidak lagi menerima dana hibah dari pemerintah.

Ia menegaskan bahwa seluruh masukan dan kritikan dari masyarakat ini akan diperjuangkan dan menjadi bahan evaluasi serius dalam rapat anggaran DPRD bersama pemerintah daerah.

“Tahun ini dalam penganggaran dan penyaluran bantuan seragam, sepatu, hingga tas, harus diperbaiki kualitasnya. Jangan sampai anggaran kita sia-sia. Uang negara keluar, tapi tidak membawa manfaat dan tidak mencapai tujuan filosofis dari bantuan itu sendiri,” pungkasnya.

Asyari Abdullah Serahkan Bantuan Pembangunan Masjid saat Reses di Lappa Anging

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM  – Anggota DPRD Kota Parepare, Asy’ari Abdullah menggelar reses untuk menyerap aspirasi warga di Lappa Anging, Kecamatan Bacukiki, Kota Parepare. Dalam pertemuan tatap muka yang berlangsung hangat tersebut, Wakil Ketua Komisi I DPRD Parepare ini langsung memberikan bantuan tunai untuk pembangunan masjid setempat.

Momen tersebut terjadi saat salah seorang warga bernama Ana, yang juga merupakan pengurus sekaligus bendahara masjid, menyampaikan keluh kesah terkait kondisi rumah ibadah mereka. Ana mengungkapkan bahwa masjid tempatnya mengabdi saat ini membutuhkan perbaikan segera, khususnya pada bagian lantai.

“Masjid kami itu kalau dilihat minim. Kebetulan masjid kami itu butuh untuk diratakan lantainya. Sekarang itu ada lantai tanah yang sudah dikanopi sebelah barat. Rencana kami mau tegel itu, tapi keuangannya, sisa saldo masjid Rp 200.000,” kata Ana di hadapan legislator dan warga yang hadir.

Mendengar keluhan yang mendesak tersebut, Asy’ari Abdullah langsung merespons cepat. Ia menginstruksikan stafnya untuk segera menyerahkan bantuan dana stimulan demi kelancaran pembangunan fasilitas rumah ibadah itu.

“Ini untuk kepentingan bersama kita, dia tidak bisa ditunda-tunda. Jadi, saya kasih bantuan pertama Rp 1 juta dulu, mudah-mudahan yang lain itu ada tambahan. Kasih langsung ke bendahara,” ujar Asy’ari.

Politisi muda ini menegaskan bahwa meskipun kondisi keuangan daerah saat ini sedang dalam tahap efisiensi anggaran, pelayanan dasar dan kepentingan fasilitas umum masyarakat harus tetap menjadi prioritas utama.

Selain persoalan rumah ibadah, dalam reses ini Asy’ari juga menampung berbagai aspirasi lain dari konstituennya, mulai dari infrastruktur jalan, masalah persampahan, hingga penyaluran program insentif bagi pegawai syara.

Ia pun meminta warga Lappa Anging tidak sungkan untuk terus berkomunikasi dan mengawal aspirasi mereka melalui dirinya di DPRD Parepare.

“Keluarga masyarakat Lappa Anging sudah menjadi keluarga saya. Jangan pernah sungkan-sungkan datang ke DPRD kalau ada masalah. Telepon atau WA saya saja langsung,” pungkasnya.

Bukan hanya sumbangan uang tunai, Asy’ari juga sudah memberikan bantuan kursi untuk warga Lappa Anging. Bantuan kursi itu diperuntukkan untuk keperluan hajatan warga.

Dermaga Terpendek di Dunia Jadi Fokus Utama Ketua Terpilih Pelra Parepare

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM  – Ketua terpilih Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Pelayaran Rakyat (Pelra) Parepare, H. Abd. Rahim atau yang akrab di sapa H. Anda’ menegaskan komitmennya untuk membenahi infrastruktur pelabuhan di Kota Parepare. Salah satu poin krusial yang menjadi perhatian utamanya adalah memperjuangkan perbaikan dermaga yang dinilai sangat memprihatinkan.

Dalam sebuah kesempatan, H. Abd. Rahim menyoroti ironi Pelabuhan Parepare. Kota ini dikenal sebagai tempat kelahiran Presiden ke-3 RI, B.J. Habibie, namun di sisi lain memiliki dermaga yang ia sebut sebagai salah satu yang terpendek di dunia.

“Saya sudah berkali-kali menyampaikan ini di pusat, baik di Jakarta, Bandung, maupun Yogyakarta. Setiap ada pertemuan, saya selalu katakan, tolong perhatikan Pelabuhan Parepare. Ini tempat kelahiran seorang pemimpin negara, tetapi dermaganya terpendek di dunia. Ini yang terus saya perjuangkan sampai sekarang,” ujar H. Abd. Rahim.

Selain masalah infrastruktur dermaga, Pelra Parepare juga menghadapi tantangan internal terkait transparansi sistem pembayaran muatan kapal. H. Abd. Rahim berencana menginisiasi pertemuan untuk membahas regulasi pembayaran agar tidak merugikan para pemilik kapal, di mana biaya terus meningkat namun agen dinilai kurang memperjuangkan nasib mereka.

Tantangan lain yang dihadapi kepengurusan baru ini adalah adanya isu miring yang sempat menerpa internal organisasi, termasuk tuduhan kerja sama sepihak dengan Pertamina yang diklaim merugikan negara sebesar Rp420 juta. H. Abd. Rahim dengan tegas membantah keterlibatannya dan menyatakan siap bertanggung jawab atas transparansi kepemimpinannya.

Saat ini, Pelra Parepare beroperasi melayani rute pelayaran satu tujuan, yakni menuju wilayah Kalimantan, khususnya ke Berau dan Tanjung Redeb, Kalimantan Timur. Adapun komoditas utama yang rutin diangkut oleh kapal-kapal Pelra dari Parepare meliputi bahan pokok seperti beras, telur, gula merah, serta barang campuran lainnya.

  • https://radioku.my.id:8243/mesra
  • Radio Mesra Parepare