25.2 C
Pare-Pare
Sabtu, Oktober 31, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 110

Kepala Biro BMN Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tinjau Fasilitas Lapas Parepare

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Parepare menerima kunjungan kerja dari Kepala Biro Barang Milik Negara (BMN) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan yang dipimpin oleh Bapak Hidayat, A.Md.IP., S.H., M.M.

Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Plh. Kepala Lapas Kelas IIA Parepare, Arman, beserta jajaran pejabat struktural. Selama kunjungan, rombongan meninjau berbagai fasilitas dan sarana prasarana yang ada di Lapas Parepare, mulai dari ruang pelayanan terpadu, dapur, blok hunian, area pembinaan, hingga fasilitas pendukung lainnya.

Dalam rangkaian kunjungan kerja tersebut, Bapak Hidayat, A.Md.IP., S.H., M.M. beserta tim turut meninjau lokasi eks Lapas Parepare yang menjadi bagian dari aset Barang Milik Negara di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Kunjungan ini bertujuan untuk melihat secara langsung kondisi aset, melakukan monitoring terhadap pemanfaatannya, serta memastikan pengelolaan aset negara berjalan secara tertib, akuntabel, dan memberikan nilai manfaat yang optimal.

Peninjauan ini bertujuan untuk melihat secara langsung kondisi dan pemanfaatan aset negara yang digunakan dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana monitoring dan evaluasi terhadap pengelolaan Barang Milik Negara agar tetap tertib administrasi, terawat, dan dimanfaatkan secara optimal.

Plh. Kalapas Parepare, Arman, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan perhatian yang diberikan oleh Kepala Biro BMN Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. “Kami menyambut baik kunjungan ini sebagai bentuk perhatian dan dukungan terhadap pengelolaan sarana prasarana di Lapas Parepare. Masukan yang diberikan akan menjadi bahan evaluasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan tata kelola aset negara,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh semangat kolaborasi dalam rangka mewujudkan pengelolaan Barang Milik Negara yang akuntabel, efektif, dan mendukung pelaksanaan tugas pemasyarakatan secara optimal.

Hadiri Wisuda Santri ke-28, Walikota Parepare Tegaskan Komitmen Bebas Buta Aksara Al-Qur’an

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Pemerintah Kota Parepare memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas pelaksanaan Wisuda Santri ke-28 Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Taman Kanak-Kanak Al-Qur’an (LPPTKA) BKPRMI Kota Parepare. Kegiatan yang meluluskan sebanyak 737 santri ini berlangsung khidmat di Auditorium IAIN Parepare, Ahad (07/06/26).

Dalam sambutannya Wali Kota Parepare menegaskan bahwa capaian ini sejalan dengan semangat pemerintah daerah dalam mewujudkan masyarakat Kota Parepare yang melek baca tulis Al-Qur’an. Namun, pemda mengingatkan agar momentum wisuda ini tidak menjadi akhir dari proses belajar.

“Kalau hari ini anak-anak kita setelah diwisuda tidak membuka Al-Qur’an lagi, yakin dan percaya dua atau tiga tahun ke depan kemampuannya akan hilang. Ini fakta yang kami temukan di lapangan,” ujarnya.

Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kota Parepare telah memberlakukan kebijakan tegas di sektor pendidikan. Bagi siswa kelas 4 yang akan naik ke kelas 5 dan seterusnya, diwajibkan untuk bisa membaca dan menulis Al-Qur’an. Jika belum mampu, mereka tidak akan diluluskan atau dinaikkan kelas.

Tidak hanya bagi kalangan pelajar, komitmen ini juga diterapkan secara ketat di lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN). Sejak awal kepemimpinan, Pemkot Parepare telah mengeluarkan surat edaran yang mendorong ASN untuk aktif baca tulis Al-Qur’an, bahkan menjadikannya sebagai salah satu syarat wajib dalam promosi jabatan.

“Bagi ASN yang ingin mendapatkan promosi jabatan, ada tes mengaji terlebih dahulu. Jika tidak bisa mengaji, jangan bermimpi untuk mendapat promosi. Kebijakan ini konsisten kami terapkan hingga detik ini,” tambahnya tegas.

Selain mendorong literasi Al-Qur’an, Pemkot Parepare juga terus menggalakkan program pemakmuran masjid di tengah masyarakat guna membentuk generasi muda yang beriman, berakhlak mulia, dan berkarakter Qur’ani.

Atasi Krisis Tenaga Medis, STIKES Fatima Parepare Buka Peluang Magang Mahasiswa ke Jepang dengan Gaji Fantastis

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM  – Menjawab tantangan krisis tenaga kesehatan di Jepang, Akademi Keperawatan (AKPER) kini membuka peluang bagi mahasiswanya untuk mengikuti program magang ke Negeri Sakura. Program ini dirancang untuk mengisi kebutuhan tenaga perawat yang sangat tinggi di rumah sakit maupun panti wreda di Jepang.

Kepala Bagian Kemahasiswaan STIKES Fatima Parepare, Ns. Agustina, S. Kep., M. Kes., mengungkapkan bahwa peluang ini merupakan “tiket emas” bagi mahasiswa. Selama program magang satu tahun, mahasiswa berpotensi mendapatkan penghasilan berkisar antara Rp18 juta hingga Rp22 juta per bulan.

“Jepang sedang mengalami krisis tenaga muda, terutama tenaga perawat. Kami menangkap peluang ini dengan menyiapkan mahasiswa sejak awal, mulai dari bahasa hingga budaya kerja,” ujar Agustina saat ditemui di ruangannya, Sabtu (06/06/26).

Agustina menjelaskan bahwa program ini bersifat pilihan, bukan kewajiban, mengingat adanya kendala restu orang tua terkait jarak dan perbedaan budaya. Namun, pihaknya menjamin aspek legalitas dan keamanan mahasiswa. Kerjasama dilakukan melalui *Sending Organization* (SO) yang resmi dan terbukti telah memberangkatkan hampir 20 tenaga kerja ke Jepang.

“Kami sangat ketat memantau prosesnya untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti human trafficking Semua prosedur legal, dan kami memfasilitasi komunikasi langsung antara orang tua dengan pengelola untuk memastikan keamanan selama mereka di sana,” tambahnya.

Terkait durasi pendidikan, program magang ini disarankan bagi mahasiswa semester 6 yang telah menyelesaikan sebagian besar beban studi. Dengan begitu, mahasiswa hanya perlu menyelesaikan karya tulis atau skripsi saat kembali ke Indonesia untuk menuntaskan studinya. Setelah masa magang berakhir, mahasiswa memiliki kebebasan untuk menentukan jenjang karier selanjutnya secara mandiri.

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Melalui IT Bitung Salurkan Bantuan Penanganan Banjir Bandang di Kabupaten Bolaang Mongondow

0

BOLAANG MONGONDOW, RADIOMESRA. COM -;Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana banjir bandang di Kabupaten Bolaang Mongondow, PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melalui Integrated Terminal (IT) Bitung menyalurkan bantuan logistik dan energi untuk mendukung upaya penanganan darurat di wilayah terdampak.

Bantuan diserahkan secara langsung oleh perwakilan Pertamina Patra Niaga IT Bitung kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bolaang Mongondow di Posko Darurat Bencana BPBD Kabupaten Bolaang Mongondow pada Jumat (5/6).

Adapun bantuan yang disalurkan berupa 650 liter bahan bakar Dexlite, 5 unit kompor gas, 5 unit regulator gas, dan 5 tabung Bright Gas 5,5 kilogram. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung operasional penanganan darurat serta kebutuhan dapur umum bagi masyarakat terdampak banjir bandang.

Perwakilan BPBD Kabupaten Bolaang Mongondow, Abdul Muin Paputungan, SE selaku Kepala Bidang Penanganan Darurat, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan Pertamina.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pertamina Patra Niaga atas bantuan yang telah disalurkan melalui Posko Darurat Bencana BPBD Kabupaten Bolaang Mongondow. Bantuan ini sangat membantu dalam mendukung operasional penanganan darurat dan pelayanan kepada masyarakat terdampak. Kami akan memastikan bantuan ini didistribusikan secara tepat sasaran sesuai kebutuhan di lapangan,” ujarnya.

Sementara itu, Nindya Duta Sari selaku Jr. Supervisor I HSSE IT Bitung menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam situasi darurat kebencanaan.

“Sebagai perusahaan yang beroperasi di tengah masyarakat, Pertamina memiliki tanggung jawab sosial untuk turut membantu penanganan bencana. Kami berharap bantuan yang disalurkan dapat mendukung kerja tim tanggap darurat serta membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak banjir bandang di Kabupaten Bolaang Mongondow,” jelas Nindya.

Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan, kolaborasi dengan pemerintah daerah dan lembaga penanggulangan bencana menjadi bagian penting dalam mempercepat proses pemulihan masyarakat terdampak.

“Pertamina berupaya hadir melalui dukungan yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Sinergi bersama BPBD diharapkan dapat membantu mempercepat penanganan darurat sehingga aktivitas masyarakat dapat segera pulih kembali,” kata Lilik.

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina yang mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) melalui peningkatan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi multipihak dalam penanganan kondisi darurat dan pemulihan pascabencana.

Melalui kolaborasi dengan BPBD Kabupaten Bolaang Mongondow, Pertamina berharap proses penanganan dan pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih optimal sehingga masyarakat terdampak dapat segera kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman.

Media Contact :
Lilik Hardiyanto
Area Manager Communication, Relation, & CSR
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi

Pohon Besar Tumbang di Ahmad Yani, Polisi dan Warga Bantu BPBD Lakukan Penanganan

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Sebuah pohon besar secara tidak terduga tumbang menutupi jalan di Jalan Jend. Ahmad Yani km 5, tepatnya di depan Pekuburan China, Kelurahan Lapadde, Kecamatan Ujung, Kota Parepare, Sabtu (06/06/26) sekitar pukul 10.25 wita.

Pohon besar jenis Pohon kayu jawa yang tumbang tersebut menimpa satu unit mobil Toyota Rush bernomor polisi DP 1916 LF serta sebuah gerobak kopi yang berada di tepi jalan. Insiden itu mengakibatkan arus lalu lintas di salah satu jalur utama Kota Parepare sempat mengalami kemacetan selama kurang lebih 1 jam lamanya akibat sebagian badan jalan tertutup batang dan ranting pohon.

Beruntung peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, pemilik kendaraan mobil Toyota Rush, Whisnu Fergiantra (34), bersama seluruh penumpangnya berhasil selamat tanpa mengalami luka meskipun kendaraan yang mereka gunakan mengalami kerusakan akibat tertimpa pohon.

Sementara itu, penjual kopi bernama Adi (30) mengalami luka lecet pada lengan kiri dan punggung sebelah kiri setelah turut tertimpa pohon saat sedang melayani pembeli. Meski demikian, kondisinya dilaporkan dalam keadaan sadar dan tidak memerlukan penanganan medis serius.

Tak lama setelah kejadian, personel Tim BPBD Kota Parepare dan Personil Sat Lantas Polres Parepare dibantu personil Polsek Ujung Ipda Muhammad Said tiba di lokasi kejadian.

Tim BPBD Kota Parepare yang tiba dengan membawa peralatan pemotongan pun langsung melakukan upaya evakuasi. Petugas BPBD bergerak cepat memotong ranting-ranting besar dan batang pohon yang menimpa kendaraan serta menutup badan jalan. Sedangkan polisi melakukan pengendalian arus lalu lintas, yang kemudian bersama dengan warga memberikan bantuan tenaga.

Proses evakuasi berlangsung secara terpadu. Personel kepolisian bersama warga turut membantu menyingkirkan potongan ranting dan batang pohon yang telah dipotong agar proses pembukaan akses jalan dapat berlangsung lebih cepat. Sementara itu, petugas BPBD fokus melakukan pemotongan bagian pohon yang berpotensi membahayakan pengguna jalan maupun masyarakat di sekitar lokasi.

Berkat kerja cepat Tim BPBD yang didukung personel kepolisian dan masyarakat sekitar, proses pembersihan lokasi berhasil diselesaikan sekitar pukul 11.35 WITA. Seluruh batang dan ranting pohon berhasil dievakuasi dari badan jalan sehingga arus lalu lintas kembali berjalan lancar dan aktivitas masyarakat dapat kembali normal.

Dies Natalis STIKES Fatima Parepare, Ketua Yayasan Dorong Perawat Go International

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Fatima Parepare merayakan hari jadinya (Dies Natalis) dengan penuh optimisme. Di usia yang ke-25 tahun ini, perkembangan institusi pendidikan kesehatan tersebut dinilai mengalami kemajuan yang sangat pesat.

Ketua Yayasan Sentosa Ibu (YPI), Henrika Dwi Nawangsari Sugianto, S.H., mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian STIKES Fatima. Menurutnya, STIKES Fatima kini telah tumbuh menjadi institusi yang matang.

“Maju sekali dibanding dari awal-awal. Dulu ibaratnya seperti masih bayi, sekarang sudah mulai dewasa dan maju banget,” ujar Henrika saat diwawancarai di sela-sela kegiatan, Sabtu (06/06/26).

Menatap masa depan, Henrika menaruh harapan besar agar STIKES Fatimah bisa lebih mengepakkan sayapnya ke kancah internasional (go international). Hal ini sejalan dengan program see world yang tengah digaungkan, di mana lulusan perawat dari Indonesia diharapkan mampu bersaing di luar negeri.

“Harapan saya bisa lebih maju dari sekarang, lebih bisa mengembangkan sayapnya ke luar (go international). Semoga tidak hanya berkiprah di Parepare saja, tetapi bisa keluar untuk menunjukkan bahwa potensi perawat Indonesia itu bisa diandalkan,” tuturnya.

Saat ini, STIKES Fatima sendiri telah berhasil menembus pasar kerja internasional, salah satunya dengan menyalurkan tenaga kerja ke negara Jepang. Ke depan, pihak yayasan berharap kerja sama ini meluas ke negara-negara lain seperti Australia dan seluruh dunia. Untuk itu, penguasaan bahasa asing seperti bahasa Jepang menjadi salah satu keunggulan yang terus diasah.

Henrika menegaskan bahwa pihak yayasan siap memberikan dukungan penuh (support) terhadap visi dan misi STIKES Fatimah untuk terus melakukan terobosan-terobosan baru. Yayasan juga akan berkolaborasi erat dengan pihak kampus untuk merumuskan langkah-langkah strategis ke depan.

“Kami dari yayasan akan mensupport sesuai dengan visi misi mereka yang sejalan dengan kami. Kami akan mencoba mendobrak untuk lebih maju lagi melalui kolaborasi langkah apa yang perlu kita laksanakan demi terlaksananya program tersebut,” pungkas Henrika sembari mengibaratkan STIKES Fatimah sebagai ‘kecil-kecil cabai rawit’ yang membawa banyak manfaat.

Sementara direktur STIKES Fatima Dr. Ners. Hendrick Sampeangin Mengatakan Sementara mematangkan RIP yg akan dikonsultasikan ke Yayasan Sentosa Ibu

Dr. Hendrick berharap dalam 25 tahun ke depan, saat usia emas 50 tahun, sudah memiliki prodi S1 Keperawatan, Farmasi, Kedokteran, hingga prodi non-kesehatan.

Perak yang Gemilang: Usia 25 Tahun, STIKES Fatima Parepare Targetkan S1 Keperawatan hingga Universitas dan Rambah Pasar Internasional

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Menginjak usia perak ke-25 tahun, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Fatima Parepare mencatatkan berbagai capaian luar biasa. Tidak hanya sukses menaikkan level akreditasi institusi dari D3-C menjadi “Baik Sekali” hingga “Unggul”, kampus kesehatan ini kini tengah bersiap melebarkan sayapnya ke kancah internasional dan menargetkan transformasi besar menjadi universitas dalam jangka panjang.

Puncak perayaan Dies Natalis ke-25 yang jatuh pada Sabtu (06/06/26) berlangsung khidmat dan meriah. Acara diawali dengan ibadah syukur, dilanjutkan dengan ramah tamah bersama para mitra, sahabat, sponsor, serta alumni. Sebelumnya, panitia juga telah sukses menggelar rangkaian kegiatan sosial dan kompetisi, mulai dari donor darah, seminar kesehatan, jalan sehat, hingga lomba menyanyi “Idol” untuk tingkat SD dan remaja.

Ketua Yayasan Sentosa Ibu (YSI), Henrika Dwi Nawangsari Sugianto, S.H., mengungkapkan rasa bangganya atas perkembangan pesat yang ditunjukkan STIKES Fatima Parepare—atau yang akrab disebut Akper Fatimah.

“Ibaratnya dulu masih bayi, sekarang sudah mulai dewasa. Perkembangannya maju sekali. Harapan saya ke depan, Fatima bisa lebih mengembangkan sayapnya keluar, *go worldwide*. Potensi perawat Indonesia itu sangat bisa diandalkan,” ujar Henrika penuh optimisme.

Henrika menegaskan pihak yayasan akan memberikan dukungan penuh (*full support*) terhadap visi institusi, termasuk rencana kolaborasi dengan pihak STIKES untuk mendobrak pasar kerja global, seperti di Jepang dan Australia. “Kecil-kecil cabai rawit. Biarpun terlihat kecil dibanding yang lain, tapi membawa banyak manfaat,” tambahnya.

**Program Magang Internasional dan Rencana Jangka Panjang**

Direktur STIKES Fatima Parepare, Dr. Ners Hendrick, S., mengungkapkan bahwa momentum Dies Natalis ke-25 ini juga ditandai dengan peluncuran resmi (*launching*) program Bahasa Jepang dan kursus IELTS (Bahasa Inggris).

“Hari ini kami resmi me-launching program Bahasa Jepang. Kami sudah bekerja sama dengan Global Gates untuk program magang mahasiswa ke Jepang selama satu tahun. Jadi tidak hanya alumni, mahasiswa aktif pun punya kesempatan belajar ke sana dengan uang saku atau biaya hidup mencapai 18 hingga 20 juta rupiah per bulan,” jelas Dr. Hendrick.

Meski mahasiswa harus mengambil cuti akademik selama satu tahun untuk magang di Jepang, Dr. Hendrick memastikan proses penyelesaian studi mereka tidak akan terhambat dan tetap terasa ringan sekembalinya ke tanah air untuk mengikuti uji kompetensi.

Menatap masa depan, STIKES Fatima telah menyusun *roadmap* pengembangan institusi yang visioner. Didukung oleh kepemilikan dua rumah sakit, target jangka pendek dalam satu tahun ke depan adalah membuka program studi S1 Keperawatan (S1 Ners).

“Target terdekat adalah studi kelayakan untuk S1 Keperawatan. Setelah itu, target kami adalah berubah bentuk menjadi Institut, lalu kemudian menjadi Universitas. Kami memproyeksikan dalam 25 tahun ke depan, saat usia emas 50 tahun, kami sudah memiliki prodi S1 Keperawatan, Farmasi, Kedokteran, hingga prodi non-kesehatan seperti IT (Komputer/AI) dan Sosial Politik,” tutur Dr. Hendrick.

Terkait kendala lahan, Dr. Hendrick menegaskan pihak yayasan telah menyiapkan tanah di daerah Lauleng dan dekat lembaga untuk pembangunan Kampus 2 dan Kampus 3, sehingga mimpi besar menuju Universitas Fatima dapat segera terwujud. *(Adv)

Bayar Pajak Kendaraan di Parepare Bisa Dapat Hadiah Umrah, 66 Persen Pajak Langsung Masuk Kas Daerah

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM  – UPT Pendapatan Wilayah Parepare terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Salah satunya melalui program pemberian insentif dan hadiah menarik bagi wajib pajak yang taat.

Hal ini disampaikan oleh Pengolah Data dan Informasi UPT Pendapatan Wilayah Parepare, Muhammad Asy Ariy Arifin, S.STP., MM, dalam kegiatan “Ngopi Berjamaah” yang berlangsung di halaman Masjid Raya Parepare pada Jumat (05/06/26).

Dalam pemaparannya, Asy Ariy mengungkapkan bahwa masyarakat yang melakukan pembayaran pajak kendaraan pada periode Januari hingga Juni 2026 berkesempatan memenangkan berbagai hadiah menarik.

“Ada paket umrah, sepeda listrik, motor listrik, kulkas, dan masih banyak lagi hadiah lainnya. Yang jelas, hadiah utamanya itu adalah paket umrah,” ujar Asy Ariy.

Ia mengimbau kepada seluruh warga, khususnya di Kota Parepare, untuk segera memanfaatkan program diskon besar-besaran yang hanya berlaku selama bulan Juni ini. Program ini dinilai menjadi momentum emas bagi pemilik kendaraan yang menunggak pajak selama bertahun-tahun.

“Ayo Bapak dan Ibu, manfaatkan program ini di bulan Juni karena cuma berlaku satu bulan. Ini sangat-sangat besar diskonnya, bagi yang punya kendaraan yang sudah bertahun-tahun belum membayar, ayo silakan datangi layanan-layanan kami,” ajaknya.

Pemberlakuan Kebijakan Opsen Pajak

Selain program berhadiah, Asy Ariy juga menjelaskan mengenai implementasi kebijakan baru, yaitu Opsen Pajak Kendaraan Bermotor. Melalui regulasi ini, pembagian hasil pajak kini jauh lebih besar mengalir langsung ke pemerintah daerah setempat.

“Jika Bapak Ibu membayar pajak kendaraan bermotornya, misalnya Rp3 juta, maka 66 persennya pada sore hari itu juga langsung masuk ke Kas Daerah Pemerintah Kota Parepare,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa regulasi saat ini mendorong semua pihak untuk bersinergi dalam mendongkrak Penerimaan Asli Daerah (PAD) demi pembangunan kota yang lebih baik. Kesempatan untuk memenangkan hadiah pun terbuka rata bagi siapa saja.

“Sekali lagi segera manfaatkan program ini, kesempatan menangnya sama, baik yang patuh maupun yang tidak patuh (yang baru ingin membayar), semuanya memiliki peluang yang sama,” tutupnya.

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Berbagi Kebahagiaan Iduladha Melalui Program Pertamina Berkah

0

MAKASSAR, RADIOMESRA. COM  – Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melalui Program Pertamina Berkah kembali menghadirkan manfaat bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan dengan menyalurkan paket sembako gratis dalam rangka memperingati Hari Besar Islam, Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.

Sebanyak 153 warga yang tergabung dalam 17 kelompok binaan CSR Integrated Terminal (IT) Makassar menerima bantuan paket sembako yang berisi kebutuhan pokok sehari-hari, seperti minyak goreng, gula, tepung terigu, mi instan, teh, kecap, dan saus sambal.

Paket bantuan tersebut didistribusikan kepada masyarakat binaan yang berada di Kelurahan Tamalabba, Kelurahan Pattingalloang, Kelurahan Gusung di Kecamatan Ujung Tanah, serta Kelurahan Parangloe di Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar.

Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan bahwa Program Pertamina Berkah menjadi salah satu wujud komitmen perusahaan untuk terus hadir dan berbagi manfaat bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.

“Momentum Iduladha mengajarkan nilai kepedulian, kebersamaan, dan semangat berbagi. Melalui Program Pertamina Berkah, kami ingin menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat binaan, sekaligus memperkuat kolaborasi yang selama ini telah terjalin dengan baik,” ujar Lilik.

Menurutnya, keberadaan program sosial perusahaan tidak hanya berfokus pada pengembangan masyarakat melalui program pemberdayaan, tetapi juga hadir untuk mendukung kebutuhan masyarakat pada momen-momen penting seperti perayaan hari besar keagamaan.

Program Pertamina Berkah merupakan bagian dari implementasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan yang sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1 (Tanpa Kemiskinan), SDG 2 (Tanpa Kelaparan), dan SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan), serta mendukung penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam pelaksanaan program sosial yang berkelanjutan.

Bantuan yang diberikan mendapat sambutan positif dari masyarakat penerima manfaat. Ketua Kelompok UMKM Paotere Program Pesisir Sejahtera Gusung, Ibu Nurung, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang terus diberikan Pertamina kepada kelompok-kelompok binaan di wilayahnya.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan yang diberikan Pertamina. Paket sembako ini sangat membantu anggota kelompok kami. Tidak hanya melalui bantuan hari ini, kami juga merasakan manfaat dari berbagai program pemberdayaan yang selama ini dijalankan Pertamina di lingkungan kami,” ungkap Nurung.

Melalui Program Pertamina Berkah, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi berharap semangat kebersamaan dan kepedulian sosial yang hadir pada momentum Iduladha dapat terus tumbuh, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan sekitar wilayah operasional perusahaan.

Media Contact :
Lilik Hardiyanto
Area Manager Communication, Relation, & CSR
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi

Berlaku Oktober 2026, Kadis Perindag Parepare Ajak Pelaku Usaha Segera Urus Sertifikat Halal

0

PAREPARE, RADIOMESRA..COM  — Pemerintah Kota Parepare melalui Dinas Perdagangan menyatakan dukungan penuh terhadap program wajib halal yang dicanangkan oleh pemerintah pusat melalui Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Kebijakan sertifikasi halal secara menyeluruh ini dijadwalkan bakal diterapkan secara efektif mulai bulan Oktober 2026 mendatang.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Parepare, Hj. Andi Wisnah T, menegaskan bahwa instansinya siap mengawal regulasi tersebut demi memberikan kenyamanan dan perlindungan bagi konsumen. Sehubungan dengan rencana tersebut, ia mengimbau kepada seluruh pelaku usaha di Kota Parepare untuk bergerak cepat.

“Saya mengajak seluruh pelaku usaha di Kota Parepare untuk segera mengurus sertifikat halal bagi produk yang dihasilkan. Jangan menunggu sampai batas waktu yang telah ditetapkan hampir habis,” ujar Hj. Andi Wisnah T, Kamis (04/06/26).

Ia juga menambahkan bahwa kesuksesan program ini memerlukan sinergi dan kesadaran bersama dari para pelaku industri, baik skala kecil maupun besar. Dengan adanya sertifikasi yang jelas, produk-produk lokal asal Parepare diharapkan tidak hanya memenuhi standar hukum, tetapi juga mampu bersaing lebih aman di pasar yang lebih luas.

“Mari kita bersama-sama mendukung dan menyukseskan program wajib halal Oktober 2026. Ini semua demi memberikan jaminan kehalalan produk yang maksimal bagi masyarakat kita,” tutupnya.

  • https://radioku.my.id:8243/mesra
  • Radio Mesra Parepare