30.1 C
Pare-Pare
Sabtu, Juni 6, 2026
spot_img

Dies Natalis STIKES Fatima Parepare, Ketua Yayasan Dorong Perawat Go International

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Fatima Parepare merayakan hari jadinya (Dies Natalis) dengan penuh optimisme. Di usia yang ke-25 tahun ini, perkembangan institusi pendidikan kesehatan tersebut dinilai mengalami kemajuan yang sangat pesat.

Ketua Yayasan Sentosa Ibu (YPI), Henrika Dwi Nawangsari Sugianto, S.H., mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian STIKES Fatima. Menurutnya, STIKES Fatima kini telah tumbuh menjadi institusi yang matang.

“Maju sekali dibanding dari awal-awal. Dulu ibaratnya seperti masih bayi, sekarang sudah mulai dewasa dan maju banget,” ujar Henrika saat diwawancarai di sela-sela kegiatan, Sabtu (06/06/26).

Menatap masa depan, Henrika menaruh harapan besar agar STIKES Fatimah bisa lebih mengepakkan sayapnya ke kancah internasional (go international). Hal ini sejalan dengan program see world yang tengah digaungkan, di mana lulusan perawat dari Indonesia diharapkan mampu bersaing di luar negeri.

“Harapan saya bisa lebih maju dari sekarang, lebih bisa mengembangkan sayapnya ke luar (go international). Semoga tidak hanya berkiprah di Parepare saja, tetapi bisa keluar untuk menunjukkan bahwa potensi perawat Indonesia itu bisa diandalkan,” tuturnya.

Saat ini, STIKES Fatima sendiri telah berhasil menembus pasar kerja internasional, salah satunya dengan menyalurkan tenaga kerja ke negara Jepang. Ke depan, pihak yayasan berharap kerja sama ini meluas ke negara-negara lain seperti Australia dan seluruh dunia. Untuk itu, penguasaan bahasa asing seperti bahasa Jepang menjadi salah satu keunggulan yang terus diasah.

Henrika menegaskan bahwa pihak yayasan siap memberikan dukungan penuh (support) terhadap visi dan misi STIKES Fatimah untuk terus melakukan terobosan-terobosan baru. Yayasan juga akan berkolaborasi erat dengan pihak kampus untuk merumuskan langkah-langkah strategis ke depan.

“Kami dari yayasan akan mensupport sesuai dengan visi misi mereka yang sejalan dengan kami. Kami akan mencoba mendobrak untuk lebih maju lagi melalui kolaborasi langkah apa yang perlu kita laksanakan demi terlaksananya program tersebut,” pungkas Henrika sembari mengibaratkan STIKES Fatimah sebagai ‘kecil-kecil cabai rawit’ yang membawa banyak manfaat.

Sementara direktur STIKES Fatima Dr. Ners. Hendrick Sampeangin Mengatakan Sementara mematangkan RIP yg akan dikonsultasikan ke Yayasan Sentosa Ibu

Dr. Hendrick berharap dalam 25 tahun ke depan, saat usia emas 50 tahun, sudah memiliki prodi S1 Keperawatan, Farmasi, Kedokteran, hingga prodi non-kesehatan.

Most Popular

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
  • https://radioku.my.id:8243/mesra
  • Radio Mesra Parepare