30.1 C
Pare-Pare
Jumat, Oktober 30, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 97

Pemkot Parepare Matangkan Persiapan Kepulangan 95 Jamaah Haji, Tim Medis Disiagakan Khusus

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM  – Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare bergerak cepat mematangkan skema penjemputan dan pemulangan (debarkasih) 95 jamaah haji asal Kota Parepare yang dijadwalkan tiba di tanah air pada akhir Juni ini.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkot Parepare, Dede Harirustaman, usai menggelar rapat persiapan pada Rabu (24/06/26). Dede menjelaskan bahwa seluruh tahapan alur penjemputan dari bandara hingga tiba di daerah asal telah diputuskan.

“Alhamdulillah, hari Rabu ini kami sudah melaksanakan persiapan untuk kepulangan jamaah haji kita yang berjumlah 95 orang. Beberapa hal penting untuk area penjemputan sudah kami putuskan bersama,” ujar Dede Harirustaman.

Berdasarkan jadwal yang diterima, rombongan jamaah haji Parepare diproyeksikan mendarat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar pada tanggal 30 Juni pukul 23.20 WITA. Setelah proses imigrasi, jamaah akan transit dan beristirahat sejenak di Asrama Haji Sudiang, Makassar.

“Diperkirakan sekitar jam 1 tengah malam (dini hari), rombongan akan mulai bergerak menuju Kota Parepare dengan beberapa opsi waktu yang telah kami sepakati. Insya Allah, rombongan dijadwalkan tiba di Parepare pada pagi hari tanggal 1 Juli,” lanjutnya.

Selain fokus pada teknis transportasi dan titik penjemputan, Pemkot Parepare juga memberikan perhatian khusus pada aspek kesehatan. Pihak otoritas mendapati laporan bahwa terdapat salah satu jamaah haji yang mengalami kendala kesehatan selama menjalankan ibadah di tanah suci.

Mengantisipasi hal tersebut, Pemkot Parepare telah menginstruksikan Dinas Kesehatan beserta tim medis untuk siaga penuh dengan peralatan medis yang lengkap saat menyambut kedatangan jamaah.

“Kami sudah instruksikan tim kesehatan dari Dinas Kesehatan untuk melengkapi segala peralatan yang dibutuhkan. Jangan sampai kebutuhan jamaah kita yang memiliki kondisi fisik kurang sehat terabaikan, ini yang kami antisipasi sejak awal,” tegas Dede.

Ia berharap seluruh proses pemulangan ini berjalan aman tanpa kendala, serta mendoakan agar 95 jamaah haji tersebut kembali berkumpul bersama keluarga dalam keadaan selamat dan meraih predikat haji mabrur.

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Beri Ruang UMKM Lokal Tampil di Pameran “Bola Gembira” TVRI

0

MAKASSAR, RADIOMESRA. COM  – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi terus mendorong pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui berbagai program pemberdayaan yang berkelanjutan. Salah satu upaya tersebut diwujudkan dengan memberikan kesempatan kepada mitra binaan untuk mengikuti pameran “Bola Gembira” yang diselenggarakan di TVRI Makassar mulai 12 Juni hingga 20 Juli 2026.

Melalui kegiatan ini, Pertamina menghadirkan ruang promosi bagi para pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat yang lebih luas. Selain menjadi ajang promosi, pameran tersebut juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat mengenai kualitas dan potensi produk lokal yang mampu bersaing di pasar yang lebih kompetitif.

Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan bahwa dukungan terhadap UMKM merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui penguatan kapasitas dan akses pasar.

“Pertamina meyakini bahwa UMKM memiliki peran penting sebagai penggerak ekonomi daerah. Karena itu, kami terus berupaya menghadirkan berbagai peluang bagi mitra binaan untuk memperluas jangkauan pasar, serta meningkatkan daya saing produk. Pameran seperti ini menjadi salah satu wadah yang efektif untuk memperkenalkan potensi UMKM lokal kepada masyarakat,” ujar Lilik.

Dalam pelaksanaannya, Pertamina melakukan kurasi dan pendampingan kepada UMKM mitra binaan yang berpartisipasi selama periode pameran. Konsep kegiatan yang memadukan hiburan dan bazar produk lokal memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk berinteraksi langsung dengan pelaku usaha sekaligus mengenal berbagai produk unggulan khas Sulawesi.

Salah satu UMKM yang turut berpartisipasi adalah Sirup Markisa Asli Mega Buana milik Sry Wahyuni. Produk olahan khas Sulawesi tersebut menjadi salah satu daya tarik dalam pameran berkat penggunaan bahan baku alami berupa sari buah markisa asli dan gula tebu murni yang menghasilkan cita rasa autentik khas daerah.

Menurut Lilik, keikutsertaan UMKM dalam berbagai ajang promosi merupakan bagian dari strategi pemberdayaan yang tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas usaha, tetapi juga pada perluasan akses pasar yang berkelanjutan.

“Pendampingan yang kami lakukan tidak berhenti pada aspek pelatihan dan pengembangan produk. Kami juga berupaya membuka akses promosi dan pemasaran agar UMKM dapat terus berkembang, naik kelas, dan memiliki daya saing yang semakin kuat. Harapannya, produk-produk unggulan daerah dapat dikenal lebih luas dan memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” tambahnya.

Program pemberdayaan UMKM yang dijalankan Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi sejalan dengan implementasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan serta mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs), khususnya SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui penguatan kapasitas dan akses pasar UMKM, serta SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui dukungan terhadap produk lokal yang diproduksi secara berkualitas dan berkelanjutan.

Melalui berbagai program pendampingan dan promosi yang berkesinambungan, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi berharap semakin banyak UMKM lokal yang mampu berkembang, memperluas pasar, dan menjadi bagian penting dalam pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional.

*Media Contact:*

Lilik Hardiyanto
Area Manager Communication, Relations, & CSR
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi

Sat Lantas Polres Parepare Dampingi Penertiban Pak Ogah di Dua Titik Rawan, Ini Tujuannya

0

PAREPARE, RADIOMESRA..COM  – Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Parepare memberikan pendampingan kegiatan penertiban praktik Pak Ogah yang dilaksanakan oleh pihak Dishub Pemkot Parepare di sejumlah ruas jalan di Kota Parepare, Kamis (25/06/26).

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya menciptakan ketertiban lalu lintas sekaligus mencegah potensi gangguan keamanan dan keselamatan pengguna jalan.

Penertiban dilaksanakan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Parepare bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Parepare. Kegiatan itu turut melibatkan pendampingan dari Bhabinkamtibmas dan Babinsa. sebagai bentuk sinergi lintas instansi dalam menjaga ketertiban masyarakat.

Kasat Lantas Polres Parepare AKP Rusdi Yunus memimpin langsung personel Sat Lantas yang bertugas memberikan pendampingan dan pengamanan selama kegiatan berlangsung.

Penertiban dimulai sekitar pukul 10.45 Wita dengan menyasar dua lokasi yang kerap menjadi titik aktivitas pengaturan lalu lintas secara tidak resmi. Lokasi pertama berada di simpang tiga Jalan Bau Massepe dan Jalan Jenderal Sudirman, sementara lokasi kedua berada di simpang empat Jalan Jenderal Ahmad Yani dan Jalan Abu Bakar Lambogo.

Dalam kegiatan tersebut, petugas tidak hanya melakukan penertiban, tetapi juga memberikan edukasi dan pembinaan kepada para pelaku praktik Pak Ogah.

Sebagai informasi, istilah Pak Ogah merujuk pada aktivitas pengaturan lalu lintas yang dilakukan secara tidak resmi oleh seseorang dengan harapan memperoleh imbalan jasa dari pengguna jalan.

Selain memberikan rasa aman kepada petugas pelaksana penertiban, kehadiran Kasat Lantas AKP. Rusdi Yunus bersama jajarannya juga bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak melakukan pengaturan lalu lintas tanpa kewenangan dan kompetensi yang memadai.

AKP. Rusdi Yunus yang dimintai keterangan menyebutkan bahwa pengaturan arus kendaraan tanpa pemahaman dan pengetahuan dapat menimbulkan masalah, salah satunya adalah kesalahan dalam memberikan prioritas kendaraan dapat memicu kemacetan, kesemrawutan arus kendaraan, hingga risiko terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Kata Kasat AKP. Rusdi Yunus, Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari langkah pencegahan dini terhadap praktik premanisme yang berkedok jasa pengaturan lalu lintas.

“ Potensi terjadinya praktek premanisme berkedok pak ogah selalu ada, untuk itu kita berikan pendampingan pada teman-teman dari Dishub dan Sat Pol PP yang melakukan penertiban pak ogah, dengan harapan potensi tersebut dapat kita cegah sedini mungkin, selain itu kita juga bantu berikan edukasi kepada mereka yang melakukan praktek pak ogah bagaimana dampak bahaya dari pengaturan arus kendaraan tanpa wewenang dan kompetensi “. Ucap AKP. Rusdi.

Melalui kegiatan tersebut, seluruh pihak berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya tertib berlalu lintas semakin meningkat, sehingga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di Kota Parepare dapat terus terjaga.

Kejari parepare gelar giat rutin tahunan Pakem ditahun 2026

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM  – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Parepare melalui Bidang Intelijen menggelar kegiatan rutin Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Keagamaan (Pakem) pada Kamis (25/06/26). Kegiatan ini bertujuan untuk memetakan serta mengantisipasi potensi gangguan keamanan yang berkaitan dengan isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Rapat koordinasi yang berlangsung hingga pukul 12.00 WITA ini dihadiri oleh sejumlah pihak strategis, mulai dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), tokoh agama, hingga tokoh masyarakat setempat.

Mewakili Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Parepare yang tengah berdinas di Makassar, Kepala Seksi Pemulihan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti Kejari Parepare, Syaiful Anwar, S.H., M.H., menyatakan bahwa berdasarkan hasil musyawarah, situasi toleransi di Kota Parepare saat ini berada dalam kondisi yang sangat kondusif.

“Alhamdulillah, kegiatan berjalan lancar, aman, dan tertib. Berdasarkan hasil rapat tadi, semua keagamaan di Parepare tertib dan sifat toleransi antarumat terjalin dengan sangat baik. Tidak ada satu pun aliran kepercayaan yang keluar dari aturan hukum yang berlaku di negara kita,” ujar Syaiful usai kegiatan.

Syaiful menambahkan, salah satu perwakilan pendeta yang menaungi 25 gereja di Parepare bahkan menyampaikan apresiasinya terhadap aparat penegak hukum (APH) yang selalu memberikan dukungan pengamanan penuh di setiap kegiatan keagamaan.

Kendati situasi tergolong aman, Syaiful mengingatkan pentingnya kewaspadaan dini. Letak geografis Parepare sebagai kota perlintasan dinilai memiliki kerawanan tersendiri, terutama terkait potensi masuknya paham atau aliran dari luar daerah.

“Kota Parepare ini merupakan tempat perlintasan. Tadi tokoh masyarakat mengingatkan bahwa yang harus diantisipasi justru orang dari luar yang datang ke sini. Jangan sampai kenyamanan yang kita rasakan saat ini tiba-tiba terusik oleh adanya potensi atau indikasi yang tidak diinginkan,” jelasnya.

Ke depan, Kejari Parepare berencana mengembangkan forum ini dengan melibatkan pemangku kepentingan (*stakeholder*) yang lebih luas, termasuk mengantisipasi keberadaan Warga Negara Asing (WNA).

“Masalah keagamaan ini sangat sensitif di masyarakat. Melalui forum yang dinakhodai oleh Bidang Intelijen Kejaksaan ini, kita berbagi informasi untuk mendeteksi dini. Tujuannya jelas, untuk meminimalisir ancaman, gangguan, hambatan, dan tantangan (AGHT). Sejauh ini, Parepare termasuk salah satu kota dengan tingkat toleransi yang cukup baik,” pungkas Syaiful.

Saling Bantah Terkait Insiden di Kejaksaan Negeri Parepare, LSM Pakar Siap Melapor ke Kejagung

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM. – Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pakar di depan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Parepare pada Kamis (25/06/26) memicu polemik. Aksi ini merupakan buntut dari insiden dugaan intimidasi yang dialami Ketua LSM Pakar, Tenri Wara, saat melakukan pemantauan proyek APBN senilai Rp3,3 miliar di lingkungan kantor tersebut beberapa waktu lalu.

Dalam orasinya, Tenri Wara mengaku mendapatkan intimidasi verbal dan merasa haknya sebagai warga negara dalam mengakses informasi publik dibungkam.

“Kami datang untuk meminta penjelasan terkait SOP di kejaksaan. Institusi ini harusnya mengayomi masyarakat, bukan menciptakan ketakutan. Saat saya ingin memantau fasilitas umum, saya dilarang dan dibungkam. Ini mencederai demokrasi di Parepare,” tegas Tenri.

Tenri juga membantah tudingan pihak Kejari yang menyebut dirinya mengambil foto tanpa izin. Ia menantang pihak Kejari untuk membuktikan klaim tersebut melalui rekaman CCTV.

“Apa yang dikatakan pihak Kejari adalah dugaan pembohongan publik. Saya akan tindak lanjuti persoalan ini sampai ke tingkat Kejaksaan Agung,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Kasubag Pembinaan Kejari Parepare, Indraswaty, S.H., M.H., memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa pihak Kejaksaan tidak pernah melakukan pelarangan bagi masyarakat yang ingin mendapatkan informasi.

“Kami punya SOP penerimaan tamu. Saat itu, security kami menegur baik-baik karena mereka masuk tanpa melapor (mapatabe) dan memarkir motor bukan pada tempatnya. Mereka merasa ditolak, padahal jika mengikuti prosedur, kami pasti akan melayani,” ujar Indraswaty.

Terkait ketidakhadiran Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Parepare saat massa melakukan aksi, Indraswaty menjelaskan bahwa pimpinan sedang mengikuti kegiatan diklat di Makassar yang sudah terjadwal sejak awal Mei.

“Kami sangat terbuka bagi siapa pun yang ingin bertemu pimpinan, selama jadwal pimpinan memungkinkan. Jika beliau tidak di tempat, beliau pasti mendelegasikan kepada pejabat lain untuk menerima tamu,” jelasnya.

Indraswaty juga menepis tuduhan bahwa pihaknya sengaja mematikan sistem (suara) saat massa sedang berorasi. Menurutnya, aksi unjuk rasa tersebut telah diberi izin selama 20 menit dan saat itu waktu penyampaian aspirasi sudah mendeka ti durasi berakhir.

700 Orang Terima Santunan Pada Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas

0

PAREPARE, RADIOMESRA..COM.- Kementerian Agama beserta Pemerintah Kota Parepare berkolaborasi dengan Lembaga Amil Zakat menggelar Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas di Aula Kantor Kemenag Parepare, Kamis (25/06/26).

Kegiatan ini digelar secara nasional dan serentak yang dipusatkan di Kementerian Agama Republik Indonesia secara daring, diikuti 34 Kanwil Kemenag Provinsi dan 514 Kemenag Kab/Ko se-Indonesia.

H. Hermanto mewakili Walikota Parepare membuka kegiatan secara resmi menyampaikan jika kemajuan suatu daerah tidak hanya diujur dari kemajuan infrastruktur, akan tetapi juga kepedulian terhadap warganya termasuk anak-anak yatim dan penyandang disabilitas.

“Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat budaya berbagi dan gotong royong sebab kota yang kuat bukanlah hanya memiliki bangunan yang megah melainkan warganya saling peduli saling menguatkan dan tidak membiarkan saudaranya berjalan sendiri menghadapi kesulitan,” ucap Wakil Walikota Parepare saat berikan sambutan.

Kegiatan tersbeut juga dihadiri oleh Plh Kepala Kantor Kemenag Parepare, H. Syaiful Mahsan, Forkopimda, Forkopimda plus, Ketua BAZNAS Parepare, serta mitra kolaborasi Lembaga Amil Zakat seperti LazisNU, LazisMU, Baitul Mal Munzalan, Wahda Inspirasi Zakat (WIZ) dan Lembaga Zakat Kurirlangit.

H. Syaiful Mahsan saat ditemui menyampaikan sebanyak 700 peserta yang mengikuti lebaran yatim dan penyandang disabilitas diberikan santunan.

“Kegiatan ini memberikan santunan kepada anak-anak yatim dan penyandang disabilitas, jumlah sebanyak 700 orang yang juga di dalamnya terdapat madrasah dan sekolah di Parepare,” pungkas H. Syaiful Mahsan.

Ia berharap agar kegiatan seperti ini dapat memberikan semangat kepada anak-anak yatim kita agar tetap melaksanakan pendidikannya agar kedepannya berguna bagi nusa dan bangsa.

Perlu diketahui kegiatan lebaran anak yatim ini telah terlaksana 3 tahun dengan menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan Lembaga Amil Zakat di Kota Parepare.

Posbakum Lapas Parepare Gelar Penyuluhan Hukum tentang Hak Terpidana dalam Upaya Hukum Peninjauan Kembali

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Parepare melalui Pos Bantuan Hukum (Posbakum) yang dikelola oleh LBH Citra Keadilan Parepare melaksanakan kegiatan penyuluhan hukum bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) bertempat di Tribun Lapas Parepare.

Kegiatan tersebut mengangkat tema “Hak Terpidana dalam Upaya Hukum Peninjauan Kembali (PK)” sebagai bagian dari upaya pemenuhan hak warga binaan dalam memperoleh akses informasi dan bantuan hukum.

Penyuluhan disampaikan langsung oleh Saharuddin, Ketua LBH Citra Keadilan Parepare, yang memberikan penjelasan mengenai pengertian Peninjauan Kembali (PK), dasar hukum, syarat pengajuan, serta prosedur yang dapat ditempuh oleh terpidana dalam mengajukan upaya hukum luar biasa tersebut.

Dalam pemaparannya, Saharuddin menjelaskan bahwa Peninjauan Kembali merupakan hak hukum yang diberikan kepada terpidana untuk mengajukan permohonan kepada Mahkamah Agung apabila ditemukan keadaan baru (novum), adanya pertentangan putusan, maupun kekhilafan hakim sebagaimana diatur dalam ketentuan perundang-undangan.

“Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan pemahaman kepada warga binaan bahwa mereka tetap memiliki hak-hak hukum yang dijamin oleh peraturan perundang-undangan. Namun demikian, pengajuan Peninjauan Kembali harus memenuhi syarat dan alasan hukum yang telah ditentukan,” jelas Saharuddin.

Kepala Lapas Kelas IIA Parepare, Marten, Bc.IP., S.H., M.H., menyampaikan apresiasi kepada LBH Citra Keadilan Parepare yang secara konsisten memberikan layanan bantuan hukum dan edukasi kepada warga binaan.

“Kegiatan penyuluhan hukum ini merupakan bagian dari pembinaan kepribadian sekaligus pemenuhan hak warga binaan dalam memperoleh informasi hukum. Kami berharap warga binaan dapat memahami hak-haknya dengan baik serta menggunakan jalur hukum yang tersedia sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Kalapas.

Kegiatan berlangsung dengan interaktif dan mendapat antusiasme dari warga binaan yang mengikuti penyuluhan. Melalui sesi diskusi dan tanya jawab, para peserta memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai hak terpidana dalam upaya hukum Peninjauan Kembali sebagai salah satu bentuk akses terhadap keadilan dan kepastian hukum.

Rezeki Mitra Ojol dari MyPertamina, 25 Yamaha Lexi Dibagikan pada BOOM Periode 1

0

JAKARTA, RADIOMESRA. COM  – PT Pertamina Patra Niaga menyerahkan hadiah Program Berkah Ojek Online MyPertamina (BOOM) Periode 1 berupa 25 unit Yamaha Lexi 155 di SPBU COCO MT Haryono, Jakarta Timur. Sebanyak 11 pemenang yang berdomisili di DKI Jakarta hadir menerima hadiah secara langsung pada seremoni penyerahan hadiah Periode 1.

Program BOOM merupakan bentuk apresiasi Pertamina Patra Niaga kepada para mitra pengemudi ojek online yang setia menggunakan Pertamax Series melalui aplikasi MyPertamina dalam aktivitas sehari-hari. Program yang berlangsung secara nasional mulai 1 Februari hingga 31 Oktober 2026 ini menyediakan hadiah total 100 unit sepeda motor yang dibagikan dalam tiga periode pengundian.

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan bahwa para mitra pengemudi ojek online memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat sekaligus menjadi pelanggan setia Pertamina.

“Mitra pengemudi ojek online merupakan bagian penting dalam kehidupan masyarakat karena setiap hari membantu menjaga mobilitas, mengantarkan penumpang, makanan, maupun paket ke berbagai tujuan. Melalui Program BOOM, kami ingin memberikan apresiasi kepada para mitra yang telah mempercayakan kebutuhan energinya kepada Pertamina serta memanfaatkan ekosistem digital MyPertamina dalam aktivitas sehari-hari,” ujar Kitty.

Sebanyak sebelas pemenang yang hadir dalam seremoni tersebut yakni Firdaus (Palmerah), Muharam Nurcahaya (Cilacap), Eka Syahril Purwanto (Pulo Gadung), Tomy Anton (Depok), Indra Sugiri (Kramat Jati), Rivaldi (Senen), Devid Situmeang (Kramat Jati), Edi Prasetyo (Cimanggis), Abdul Azis (Kebayoran Lama), Septian Nur Alief (Cakung), dan Damara Wahyu (Bekasi) yang mewakili para pemenang pada Periode 1 di domisili DKI Jakarta dan sekitarnya. Sedangkan empat belas pemenang Periode 1 lainnya yang berdomisili di luar DKI Jakarta akan menerima penyerahan hadiah oleh perwakilan Pertamina sesuai domisili masing-masing

Salah satu pemenang Edi Prasetyo, mengaku senang dan tidak menyangka mendapatkan hadiah satu unit Yamaha Lexi dari Program BOOM Periode 1. Ia mengatakan hadiah tersebut sangat bermanfaat untuk mendukung aktivitasnya sebagai pengemudi ojek online.

“Senang, nggak nyangka, karena kaget aja tahu-tahu dapat undian menang motor, bisa untuk ojol lagi. Sangat bermanfaat sih, karena kan motor kadang ada yang udah rusak, kadang perlu perbaikan. Dapat motor baru ya alhamdulillah banget sih bersyukur. Terima kasih Pertamina Patra Niaga,” ujar Edi.

Program BOOM diperuntukkan bagi pengemudi ojek online roda dua dari berbagai platform seperti Gojek, Grab, Maxim, dan InDrive. Setiap 5 poin MyPertamina dapat ditukarkan menjadi 1 voucher undian elektronik, sehingga semakin banyak poin yang dikumpulkan dan ditukarkan, semakin besar peluang untuk membawa pulang hadiah menarik dari Program BOOM.

Kitty mengajak para mitra pengemudi ojek online di seluruh Indonesia untuk terus menggunakan aplikasi MyPertamina dalam setiap transaksi pembelian produk Pertamina dan menukarkan poin yang dimiliki menjadi voucher undian elektronik.

“Bagi mitra yang belum beruntung pada periode pertama, kesempatan masih terbuka pada dua periode berikutnya. Nantikan hadiah 25 unit Honda Vario 160 pada Periode 2, serta 25 unit Yamaha NMAX 155 dan 25 unit Honda PCX 160 pada Periode 3. Semakin sering bertransaksi menggunakan MyPertamina dan menukarkan poin menjadi voucher undian, semakin besar pula kesempatan untuk memenangkan hadiahnya,” tutup Kitty.

Informasi lebih lanjut mengenai Program Berkah Ojek Online MyPertamina (BOOM), mekanisme pengumpulan poin, penukaran voucher undian, serta syarat dan ketentuan program dapat diakses melalui aplikasi MyPertamina atau dengan menghubungi Pertamina Customer Solution 135.

Media Contact :
Lilik Hardiyanto
Area Manager Communication, Relation, & CSR
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi

Buka Kegiatan ILP Posyandu Lapadde, Ketua Pokja 1 PKK Parepare Ajak Kader Fokus pada Amal Jariah.

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Kegiatan Pemberdayaan Kader Posyandu Wilayah Kerja (Wilker) Puskesmas Lapadde yang bekerja sama dengan Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Pokja IV sukses digelar di Ruang Pola, Kantor Walikota Parepare, Rabu (24/06/26). Kegiatan ini difokuskan pada penerapan Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer (ILP).

Ketua Pokja 1 TP PKK Kota Parepare yang juga merupakan Anggota DPRD Kota Parepare dari Partai Hanura Hj. Sri Tanti Mariani Nasrah, memberikan apresiasi mendalam atas antusiasme dan komitmen para kader yang hadir. Menurutnya, program ILP ini menjadi angin segar yang sangat membantu para kader di lapangan berkat hadirnya para fasilitator berkompeten.

 “Alhamdulillah, kegiatan ILP ini sangat membantu para kader karena melibatkan fasilitator. Semua ilmu yang diberikan nanti akan sangat bermanfaat bagi mereka untuk mengembangkan kompetensi, serta mengupgrade skill dan pengetahuan,” ujarnya di sela-sela kegiatan.

Melihat besarnya dampak positif dari pembekalan ini, legislator Partai Hanura tersebut berharap agar pelatihan serupa tidak berhenti sampai di sini saja. Ia mendorong pemerintah kota dan pihak terkait untuk menjadikan pelatihan ILP sebagai agenda rutin tahunan.

 Pelatihan rutin dinilai penting agar pembaruan informasi kesehatan terus terjaga. Kader yang terlatih diharapkan mampu memberikan edukasi yang lebih maksimal kepada masyarakat luas, khususnya para orang tua, balita, hingga ibu hamil/menyusui di wilayah Lapadde.

Pesan Menyentuh: “Jangan Lihat Nominal Insentif, Lihat Amal Jariahnya”

Di akhir penyampaiannya, Ketua Pokja 1 TP PKK Parepare ini memberikan pesan menyentuh sekaligus suntikan motivasi bagi seluruh kader posyandu yang kerap menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan di masyarakat.

“Pesan saya kepada ibu-ibu kader, jangan putus asa dan jangan menyerah. Memang kita bekerja sebagai kader ini, jangan hanya melihat dari nominal insentifnya, tetapi mari kita lihat nilai amal jariahnya,” pesannya penuh haru. *(Red)*

STIKES Fatima Parepare Buka PMB Gelombang 3 Hingga Agustus, Sediakan Dua Prodi Unggulan

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Fatima Parepare resmi membuka Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Gelombang ke-3 untuk tahun akademik ini. Kesempatan pendaftaran ini terbuka lebar bagi lulusan SMA sederajat hingga akhir Agustus mendatang.

Hal tersebut disampaikan oleh Lektor STIKES Fatima Parepare, Ns. Yenny Djeny Randa, S.Kep., M.Kes., saat hadir sebagai narasumber dalam program Ruang Bincang Kesehatan di Radio Mesra Parepare, Tayang selasa (23/06/2026).

“Saat ini kami sudah masuk di gelombang yang ketiga untuk penerimaan mahasiswa baru. Jadi masih ada kesempatan sampai akhir bulan Agustus bagi anak-anakku lulusan SMA maupun SMK,” ujar Ns. Yenny.

Ia menjelaskan, STIKES Fatima Parepare saat ini mengandalkan dua program studi utama yang adaptif dengan kebutuhan dunia kerja, yaitu S1 Administrasi Kesehatan dan D3 Keperawatan. Proses pendaftaran pun dipastikan tidak rumit. Calon mahasiswa cukup membawa ijazah atau bukti kelulusan dan memiliki kemauan kuat untuk belajar.

  • https://radioku.my.id:8243/mesra
  • Radio Mesra Parepare