25.7 C
Pare-Pare
Kamis, Oktober 29, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 81

Wujud Kepedulian, Kapolsek Bacukiki Pimpin Aksi Gotong Royong Bersihkan Sisa Kebakaran

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Pasca terjadinya kebakaran di Jalan Samsul Bahri Kelurahan Kampung Baru Kecamatan Bacukiki Barat Kota Parepare Provinsi Sulawesi Selatan, Personel Polsek Bacukiki bersama Instasi terkait melaksanakan kerja bakti (Kurve), Jum’at (17/07/26).

Aksi gotong royong ini dilakukan di kediaman milik Hendra dan Haryati Rumah tinggal semi permanen tersebut hangus dilalap api pada Kamis 16 Juli 2026 siang sekitar pukul 12.30 WITA tepat di waktu Shalat Dzuhur.

Di lokasi kerja bakti, petugas kepolisian, dan Instansi terkait Kota dan sejumlah warga Kota Parepare bahu-membahu membersihkan sisa sisa puing bangunan yang hangus, mengangkut tumpukan sampah arang, serta merapikan lahan. Kegiatan ini dilakukan agar area bekas kebakaran bersih dari material berbahaya.

Akp Bustan Tarika yang menjabat sebagai Kapolsek Bacukiki mengatakan bahwa kerja bakti ini merupakan wujud nyata kepedulian sosial kepolisian dan instansi lintas sektoral untuk meringankan beban warga yang sedang tertimpa musibah.

“Kehadiran petugas di tengah masyarakat diharapkan dapat membangkitkan kembali semangat gotong royong serta membantu pemulihan kondisi psikologis maupun fisik keluarga korban pasca bencana,” ujarnya

Sukses Menembus Podium, Atlet Menembak Parepare Raih Juara Di Ajang Kapolda Cup 2026

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Kabar membanggakan kembali datang dari dunia olahraga Kota Parepare. Atlet cabang olahraga (cabor) menembak yang bernaung di bawah Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) Kota Parepare berhasil menorehkan prestasi gemilang dalam ajang bergengsi Kejuaraan Kapolda Cup 2026.

Kejuaraan ini sekaligus menjadi wadah try out (uji coba) wajib yang diikuti oleh para atlet Perbakin Parepare yang telah dinyatakan lolos untuk berlaga di Pekan Olahraga Daerah (Porda) mendatang.

Anggota Perbakin Parepare, Wawan, melaporkan langsung hasil positif tersebut kepada Ketua Perbakin, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora), serta seluruh rekan pengurus dan pencinta olahraga menembak di Kota Parepare.

“Izin melaporkan kepada Pak Ketua, Pak Kadis, beserta rekan-rekan yang lain. Alhamdulillah, dalam Kejuaraan Kapolda Cup sekaligus *try out* wajib bagi atlet lolos Porda ini, kami berhasil meraih hasil yang sangat memuaskan,” ujar Wawan pada Jumat (17/07/26).

Dalam ajang yang diikuti oleh penembak-penembak terbaik dari berbagai daerah tersebut, kontingen Perbakin Parepare sukses unjuk gigi di kelas presisi. Prestasi gemilang diraih pada kategori Air Pistol, di mana atlet Parepare sukses mengamankan Podium 1 di nomor Mix (Campuran) dan Podium 3 di nomor Tunggal Putra.

Wawan menjelaskan bahwa keikutsertaan dalam Kapolda Cup ini bukan sekadar mengejar medali, melainkan bagian dari skema pembinaan jangka panjang. Try out ini sangat krusial untuk menguji mental bertanding, mengasah fokus, dan mengukur sejauh mana kesiapan teknis para atlet sebelum turun di medan laga Porda yang sesungguhnya.

“Prestasi di kelas Air Pistol ini—Juara 1 Mix dan Juara 3 Tunggal Putra—menjadi bukti bahwa pembinaan atlet menembak di Parepare berjalan di jalur yang tepat. Hasil ini tentu menjadi modal berharga dan suntikan motivasi yang luar biasa bagi tim untuk menghadapi Porda nanti,” tambah Wawan optimistis.

Keberhasilan ini pun langsung mendapat apresiasi hangat dari jajaran pengurus Perbakin Parepare dan Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (DKOP) Kota Parepare. Prestasi ini diharapkan dapat terus dipertahankan, bahkan ditingkatkan, demi membawa pulang medali emas untuk mengharumkan nama Kota Parepare di ajang Porda mendatang.

Jaga Kebugaran di Tengah Kesibukan, Personel Polres Parepare Kompak Olahraga Jalan Kaki Bersama

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM  – Dalam rangka menjaga kebugaran dan Imun tubuh personil ditengah kesibukan sebagai anggota Polri, Polres Parepare melaksanakan olahraga pagi dipimpin Waka Polres Parepare Jumat pagi (17/07/26).

Kegiatan tersebut ikuti anggota Polres Parepare, dengan berjalan kaki ke luar Mako dengan melalui Jalan Andi Mappatola, jalan Ganggawa, Jalan Andi Isa, kemudian masuk ke Lapangan Andi Makkasau berkeliling sebanyak 5 (Lima) kali lalu kembali lagi ke Mako.

Sebelum melaksanakan olah raga berjalan kaki, seluruh personel terlebih dahulu mengikuti apel pagi dipimpin langsung Kabag Ren Polres Parepare Akp H. Muhammad Amin.

Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga kondisi fisik, agar tetap sehat dan kuat, serta sebagai sarana menjalin kebersamaan dan kekompakan antar personil.

Waka Polres Parepare Kompol Saharuddin, S.H., M.H., M.Si, mengatakan bahwa dengan diadakannya olahraga yang dilaksanakan dua kali seminggu yakni setiap hari Selasa dan Jum’at diharapkan dapat menjaga kebugaran dan imun tubuh serta merefresh kembali setelah padatnya kegiatan sehari-hari.

Kegiatan tersebut diikuti oleh para Pejabat Utama serta sejumlah anggota Polres Parepare dengan semangat tinggi. Mereka berjalan bersama dengan suasana santai namun penuh semangat. Momen ini juga menjadi kesempatan untuk saling berbagi cerita dan menciptakan keakraban di antara rekan kerja.

Waka Polres Parepare Berharap kegiatan ini dapat terus dilakukan secara rutin, agar seluruh anggota Polres Parepare tetap sehat dan siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Kebugaran fisik adalah fondasi untuk bisa memberikan pelayanan yang optimal. Semoga melalui kegiatan olahraga ini, seluruh personel Polres Parepare semakin solid dan semakin kuat dalam menjalankan tugas,” ungkap perwira berpangkat satu bunga melati dengan bergelar Magister Hukum dan Magister Sains

Kegiatan olahraga berjalan kaki ini merupakan salah satu bentuk komitmen Polres Parepare dalam menjaga kebugaran personel serta memperkuat ikatan kekeluargaan di lingkungan kerja.
(Candra)

Kelembagaan Koperasi Merah Putih Rampung di 22 Kelurahan Parepare, Operasional 3 Gerai Fisik Masih Proses Verval Lahan

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Pembentukan Koperasi Merah Putih secara kelembagaan di Kota Parepare menunjukkan progres yang signifikan. Struktur kepengurusan institusi ini dipastikan telah rampung terbentuk di seluruh wilayah administratif tingkat bawah, yang mencakup 22 kelurahan di Kota Parepare.

Hal tersebut ditegaskan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tenaga Kerja, UMKM, dan Koperasi Kota Parepare, Laode Arwah Rahman, dalam dialog interaktif program “Obras” bersama pemandu acara Dimas, Jumat (17/07/26).

“Kalau Koperasi Merah Putih secara kelembagaan sudah terbentuk di 22 kelurahan, itu sudah selesai semuanya. Namun, yang menjadi pembahasan krusial saat ini adalah mengenai kesiapan operasional gerai penunjangnya,” ujar Laode Arwah Rahman.

Laode memaparkan bahwa hingga saat ini baru terdapat tiga unit gerai yang berhasil rampung secara fisik. Ketiga lokasi tersebut berada di Soreang (Bumi Bukit Harapan), Kelurahan Labukang, dan kawasan Bumi Harapan tepat di depan Kantor TV Peduli.

Meski secara kasat mata bangunan fisik ketiga gerai tersebut telah selesai, kepastian mengenai kesiapan operasionalnya masih menunggu keputusan dari pihak Agrinas, selaku institusi yang diberikan kewenangan penuh untuk membangun jaringan gerai tersebut.

Proses pengoperasian gerai ini wajib melewati tahapan legalitas penyerahan aset terlebih dahulu. Skema penyerahannya dibedakan berdasarkan status kepemilikan lahan tempat gerai didirikan.

“Jika gerai berdiri di atas aset pemerintah provinsi seperti halnya gerai di Bumi Harapan, maka jalurnya adalah dari Agrinas diserahkan ke pemerintah provinsi terlebih dahulu. Setelah itu baru diserahkan ke pemerintah daerah, berlanjut ke pemerintah kelurahan, dan bermuara ke KKMP (Koperasi Kelurahan Merah Putih),” urai Laode.

Sementara itu, jika gerai tersebut didirikan di atas lahan yang berstatus sebagai aset Pemerintah Kota Parepare, alur birokrasinya akan lebih ringkas. Pihak Agrinas dapat langsung menyerahkannya ke pemerintah kota melalui kelurahan setempat untuk kemudian dikelola langsung oleh KKMP.

Merujuk pada Peraturan Menteri Koperasi (Permenkop) Tahun 2026 tentang prosedur penyerahan gerai, seluruh infrastruktur yang telah selesai dibangun secara fisik wajib melewati tahapan verifikasi dan validasi (verval) lapangan terlebih dahulu.

Saat ini, pihak Dinas Tenaga Kerja, UMKM, dan Koperasi Kota Parepare sedang menggodok Surat Keputusan (SK) terkait pembentukan Tim Verval tingkat kota. Di tingkat regional Sulawesi Selatan, tim khusus ini masih belum banyak terbentuk di kabupaten/kota lain.

“Dua hari lalu saya berkoordinasi dengan perwakilan Kepala Bidang dari Dinas Koperasi Provinsi saat menghadiri acara di Jompie. Diketahui bahwa untuk saat ini, baru Kabupaten Luwu Utara yang tim vervalnya sudah siap bekerja melangsungkan verifikasi lapangan,” tambahnya.

Proses verval ini memerlukan pencermatan mendalam karena menyangkut kelayakan teknis bangunan fisik. Sesuai dengan regulasi Permenkop, Dinas Tenaga Kerja bertindak sebagai Sekretariat Tim Verval, dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Parepare didapuk sebagai Ketua Tim. Tim ini juga diperkuat oleh unsur teknis dari Dinas Pekerjaan Umum (PU), Inspektorat Daerah, serta Bidang Aset.

Menanggapi harapan warga termasuk aspirasi masyarakat di Soreang yang mendesak agar gerai bisa segera beroperasi Laode menegaskan bahwa gerai baru dapat dibuka secara legal setelah penyerahan aset selesai dilakukan.

Berdasarkan hasil koordinasi di Makassar sekitar sebulan lalu, pemerintah pusat telah menyiapkan strategi manajemen operasional awal. Pada tahap pertama, pengelolaan gerai tidak akan langsung diserahkan kepada pengurus koperasi kelurahan secara mandiri.

“Pemerintah pusat menunjuk manajer profesional yang telah dilatih melalui pelatihan khusus. Selama dua tahun pertama, gerai ini akan dioperasikan langsung oleh pihak Agrinas. Langkah ini dilakukan sembari memberikan pendampingan teknis dan proses transfer knowledge (transfer pengetahuan) kepada pengurus KKMP maupun Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebelum dikelola secara mandiri,” pungkasnya.

Anggaran Dipangkas, Komisi I DPRD Parepare Usulkan Purna Paskibraka Tutupi Kekurangan Personel 17 Agustus

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM  — Kebijakan efisiensi anggaran berimbas pada jumlah kuota penerimaan seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) di Kota Parepare untuk upacara Hari Kemerdekaan 17 Agustus 2026 mendatang. Pemerintah daerah terpaksa melakukan pemangkasan anggaran akibat adanya kebijakan pengembalian sebagian Dana Alokasi Pusat (DAP) demi program strategis nasional.

Ketua Komisi I DPRD Kota Parepare, Dr. H. Kamaluddin Kadir, mengungkapkan bahwa penyesuaian fungsional ini sejatinya telah diingatkan kepada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) sejak penetapan anggaran di awal tahun 2025 lalu.

“Saat penetapan anggaran awal tahun 2025, kami sudah mengingatkan Kesbangpol agar mencermati hal ini. Namun, karena kondisi daerah yang sedang melakukan efisiensi menyusul penarikan dana pusat ke nasional, pemotongan anggaran tetap tidak bisa dihindari,” ujar Kamaluddin Kadir saat memberikan keterangan, Jumat (17/07/26).

Berdasarkan data yang dihimpun, anggaran Paskibraka Parepare yang semula dialokasikan sebesar Rp680 juta, harus mengalami rasionalisasi hingga menyisakan sekitar Rp350 juta. Keterbatasan dana ini memaksa Kesbangpol Parepare membatasi jumlah personel yang lolos seleksi hanya menjadi 38 orang saja.

Dari total 38 orang tersebut, satu orang dipastikan lolos mewakili Kota Parepare dan Provinsi Sulawesi Selatan ke tingkat pusat (nasional), dua orang diutus untuk tingkat provinsi, sementara 35 personel sisanya bertahan untuk bertugas di tingkat daerah Kota Parepare.

Menyikapi berkurangnya jumlah personel yang tidak memenuhi formasi ideal barisan 17-8-45, Komisi I DPRD Parepare bergerak cepat memberikan solusi taktis. Kamaluddin menegaskan telah berkoordinasi langsung dengan pihak-pihak terkait agar kekurangan formasi barisan dapat ditutupi oleh para purna (alumni) Paskibraka Parepare.

“Kami sudah menelepon pihak terkait dan meminta agar masalah ini dibicarakan lagi di tingkat Badan Keuangan bersama Pak Sekda untuk disampaikan ke Pak Wali. Momen ini adalah 17 Agustus, kami berharap kekurangan personel bisa dilengkapi dengan memberdayakan tenaga purna paskib yang ada di Parepare,” jelas legislator Parepare tersebut.

Menurutnya, pelibatan purna Paskibraka penting dilakukan agar barisan upacara tetap terlihat panjang, semarak, dan mampu membangkitkan aura nasionalisme masyarakat yang menyaksikan. Meskipun secara historis maupun kondisi darurat (seperti masa pandemi COVID-19) jumlah pengibar bisa disesuaikan, formasi lengkap tetap menjadi preseden ideal di daerah.

Kamaluddin juga menegaskan agar persoalan teknis anggaran ini tidak dipolitisasi oleh pihak mana pun, mengingat koordinasi tingkat tinggi telah berjalan dengan baik.

“Saya kira ini sudah cukup jelas dan tidak perlu lagi dipolitikkan karena urusan ini sudah sampai ke telinga Bapak Walikota dan Sekda. Kemarin kami juga sudah mendapat respons positif dari Kepala Kesbangpol, Pak Rustan Asta, yang menyatakan siap membicarakan solusi ini. Ada kemungkinan usulan kita dipenuhi, kita tunggu saja perkembangannya,” pungkas Kamaluddin.

Bawaslu Kota Parepare Perkuat Pendidikan Demokrasi bagi Pelajar melalui Program Bawaslu Menyapa Gen Z di SMAN 1 Parepare

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Parepare kembali menggelar program Bawaslu Menyapa Gen Z dengan tema “Pelajar Siaga Demokrasi” di SMAN 1 Parepare, Kamis (16/07/26).

Kegiatan ini diikuti oleh siswa-siswi kelas X yang tengah mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran politik dan memperkuat pengawasan partisipatif di kalangan pemilih pemula. Program ini merupakan salah satu bentuk komitmen Bawaslu Kota Parepare dalam meningkatkan literasi demokrasi bagi generasi muda sejak dini.

Melalui kegiatan tersebut, para peserta memperoleh pemahaman mengenai nilai-nilai demokrasi, pentingnya pengawasan partisipatif, serta peran strategis generasi muda dalam menjaga integritas penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan.

Ketua Bawaslu Kota Parepare, Muh. Zainal Asnun, hadir sebagai narasumber dengan membawakan materi “Peran Generasi Z dalam Pengawasan Partisipatif demi Mewujudkan Demokrasi yang Berintegritas.”

Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa Generasi Z memiliki posisi strategis sebagai calon pemilih yang akan menentukan arah demokrasi di masa mendatang. Karena itu, pendidikan politik dan demokrasi perlu ditanamkan sejak di lingkungan sekolah agar lahir generasi yang memiliki kesadaran politik, integritas, dan tanggung jawab sebagai warga negara.

“Generasi Z bukan hanya penerus demokrasi, tetapi juga penjaga demokrasi. Pengawasan partisipatif tidak hanya dilakukan ketika pemungutan suara berlangsung, melainkan dimulai dari kepedulian terhadap setiap proses demokrasi. Kami berharap para pelajar mampu menjadi agen perubahan yang berani menolak politik uang, tidak mudah terpengaruh hoaks, serta aktif mengajak lingkungan sekitarnya untuk bersama-sama menjaga kualitas demokrasi,” ujar Muh. Zainal Asnun.

Ia juga menekankan bahwa pengawasan partisipatif merupakan tanggung jawab bersama. Menurutnya, semakin tinggi partisipasi masyarakat dalam mengawasi jalannya Pemilu dan Pemilihan, semakin besar peluang terwujudnya proses demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi pemaparan materi dan diskusi bersama peserta. Antusiasme para siswa terlihat dari berbagai pertanyaan yang disampaikan seputar peran pemilih pemula, tantangan demokrasi di era digital, hingga langkah-langkah yang dapat dilakukan generasi muda untuk berkontribusi dalam pengawasan partisipatif.

Wali Kota Parepare: Monitoring dan Evaluasi Harus Jadi Momentum Perbaikan Kinerja dan Hasil Nyata bagi Masyarakat

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, memimpin rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kegiatan/Sub Kegiatan Pembangunan Kota Parepare Triwulan II Tahun Anggaran 2026 di Ruang Pola Kantor Sekretariat Daerah Kota Parepare, Kamis (16/07/26).

Rapat tersebut dihadiri para pejabat lingkup Pemerintah Kota Parepare, sebagai bagian dari upaya memastikan pelaksanaan pembangunan daerah berjalan sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan.

Dalam arahannya, Tasming Hamid menegaskan bahwa kegiatan monitoring dan evaluasi bukan sekadar agenda rutin pemerintahan, melainkan momentum penting untuk mengukur sejauh mana program pembangunan telah dilaksanakan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Monitoring dan evaluasi yang kita laksanakan hari ini bukanlah sekadar agenda rutin pemerintahan. Kegiatan ini merupakan momentum penting untuk mengukur sejauh mana amanah pembangunan yang dipercayakan kepada kita benar-benar terlaksana dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Tasming Hamid.

Ia menekankan bahwa setiap program, kegiatan, hingga penggunaan anggaran harus dapat dipertanggungjawabkan melalui hasil yang nyata.

“Oleh karena itu, forum ini harus kita jadikan sebagai ruang evaluasi yang objektif, jujur, dan konstruktif. Kita harus berani melihat capaian yang telah diraih, sekaligus terbuka mengakui berbagai kendala yang masih dihadapi. Sebab kemajuan hanya akan lahir dari keberanian untuk melakukan perbaikan secara berkelanjutan,” katanya.

Memasuki semester kedua Tahun Anggaran 2026, Tasming mengingatkan seluruh perangkat daerah agar memanfaatkan sisa waktu secara optimal demi memastikan seluruh target kinerja dan pembangunan dapat tercapai sesuai rencana.

Ia juga mengingatkan agar tidak ada lagi pola kerja yang menunda penyelesaian pekerjaan hingga akhir tahun anggaran.

“Saya ingin menegaskan bahwa tidak boleh ada lagi pola kerja yang menunda pekerjaan hingga akhir tahun anggaran. Tidak boleh ada kegiatan yang berjalan tanpa pengawasan yang memadai. Dan tidak boleh ada program yang hanya selesai secara administratif tetapi gagal memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Tasming turut meminta seluruh kepala perangkat daerah meningkatkan kualitas pengendalian internal dengan membangun budaya kerja yang berorientasi pada hasil, solusi, dan pelayanan kepada masyarakat.

“Saya meminta kepada seluruh Kepala Perangkat Daerah untuk meningkatkan kualitas pengendalian internal. Kita harus membangun budaya kerja pemerintahan yang berorientasi pada hasil, bukan sekadar proses, berorientasi pada solusi, serta berorientasi pada pelayanan, bukan sekadar rutinitas birokrasi,” tandasnya.

Menurut Tasming, Pemerintah Kota Parepare terus berkomitmen mewujudkan visi “Parepare Terbaik, Sejahtera dan Maju” melalui kerja nyata, kolaborasi yang kuat, serta komitmen seluruh perangkat daerah dalam memberikan pelayanan dan hasil pembangunan terbaik.

Ia pun mengajak seluruh perangkat daerah menjadikan hasil monitoring dan evaluasi sebagai pijakan untuk mempercepat pencapaian target pembangunan tahun 2026.

“Saya mengajak seluruh perangkat daerah menjadikan hasil monitoring dan evaluasi ini sebagai dasar untuk mempercepat pencapaian target pembangunan tahun 2026. Pastikan setiap program berjalan tepat waktu, tepat sasaran, dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat,” tutup Tasming Hamid. (*)

Mitigasi Bencana Berulang, BPBD Parepare Perkuat 3 Fungsi Utama UU 24/2007

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM— Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Parepare menegaskan komitmennya dalam meminimalisir dampak bencana alam yang kerap berulang. Merujuk pada Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, BPBD bergerak aktif memaksimalkan tiga fungsi krusial: Komando, Koordinasi, dan Pelaksana.

Hal tersebut dibeberkan oleh Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Parepare, Erik H, S.Sos., M.M., saat hadir sebagai narasumber dalam program dialog “Ngopi Berjamaah” bersama Ust. Dr. Khayadi di Halaman Masjid Raya Kota Parepare, Jumat (10/7/2026).

“Penanggulangan bencana itu bukan saat terjadi (tanggap darurat) saja. Siklusnya utuh mulai dari pra-bencana, tanggap darurat, hingga pasca-bencana. Ketiga tahapan ini kami kawal melalui tiga fungsi utama undang-undang,” ujar Erik.

Erik mengurai secara mendalam bagaimana BPBD menerjemahkan regulasi tersebut ke dalam aksi nyata di lapangan:

BPBD memegang wewenang penuh dalam memimpin tahapan penanggulangan. Pada fase pra-bencana, fokus diarahkan pada pencegahan dan kesiapsiagaan melalui edukasi masif. BPBD rutin turun ke sekolah-sekolah, instansi pemerintah, hingga BUMN untuk melakukan simulasi bencana 2 hingga 3 kali dalam sebulan.

Sebelum status darurat ditetapkan, BPBD telah mengonsolidasikan kekuatan bersama TNI, Polri, serta instansi vertikal seperti Basarnas dan Polairud. Koordinasi ini meliputi pemetaan kekuatan personel dan pengecekan kesiapan alat (seperti perahu karet jelang musim hujan). Saat siaga darurat, seluruh stakeholder berkumpul di Pos Komando (Posko) kantor Pelayanan Perkabin, Jalan Jenderal Sudirman, untuk memetakan titik penanganan.

Implementasi di lapangan didasarkan pada dokumen kajian risiko bencana yang telah disusun rapi. BPBD memetakan potensi bencana spesifik di setiap wilayah agar respons penanganan dan distribusi bantuan bisa berjalan cepat serta tepat sasaran.

Menanggapi fenomena bencana yang kerap terjadi berulang, Erik menekankan pentingnya faktor pengetahuan masyarakat atau *community resilience*. Menurutnya, meski bencana alam tidak bisa ditolak oleh manusia, dampaknya bisa ditekan secara signifikan jika warga memiliki bekal mitigasi yang baik.

“Siapa yang menginginkan terjadi bencana? Tentu tidak ada. Namun, dengan pengetahuan dan keterampilan mitigasi yang kita miliki dan terus kita edukasikan kepada masyarakat, hal ini tentu sangat mempengaruhi dan terbukti dapat mengurangi risiko serta kerugian.

Antisipasi Kemarau, PAM Tirta Karajae Optimalkan Sumur Dalam dan Sungai Karajae untuk Jaga Pasokan Air

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Jajaran direksi dan staf PT Perusahaan Air Minum (PAM) Tirta Karajae terus bergerak cepat memastikan pasokan air bersih untuk masyarakat tetap aman. Langkah ini diambil sebagai antisipasi terjadinya penurunan debit air seiring berkurangnya intensitas curah hujan.

Saat meninjau langsung lokasi pengolahan air baku PAM pada Rabu (15/07/26), Direktur PAM Tirta karajae Dr. Abd. Azis mengungkapkan bahwa saat ini kondisi pasokan air baku sebenarnya masih berada dalam kategori stabil. Namun, pihaknya tidak ingin kecolongan dan tetap bersiap menghadapi segala kemungkinan.

“Alhamdulillah, sampai saat ini kondisi air masih kami anggap stabil. Namun, tidak menutup kemungkinan ketika curah hujan berkurang, (langkah antisipasi) ini akan sangat bermanfaat,” ujar Dr. Abd. Azis di lokasi pengolahan.

Untuk menjaga stabilitas tersebut, Dr. Abd. Azis menegaskan bahwa seluruh staf dan karyawan PAM Tirta Karajae tengah mengoptimalkan dua sumber air utama, yakni sumur dalam (deep well) dan aliran Sungai Karaja.

Selain menggenjot produksi air baku, PAM Tirta Karajae juga menyiapkan dua langkah strategis lainnya di hilir, yaitu:

 1. Edukasi Penghematan Air Mengimbau dan membantu masyarakat agar mulai meminimalisir serta lebih bijak dalam menggunakan air bersih.

 2. Pemberantasan Kebocoran: Menerjunkan tim teknis ke lapangan secara masif guna mengantisipasi dan menangani segala bentuk kebocoran pipa distribusi.

Pihak PAM berharap, lewat kombinasi optimalisasi sumber air baku dan penekanan angka kehilangan air (loss water) di lapangan, kebutuhan air bersih masyarakat dapat terus terpenuhi dengan baik.

Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga Bright Gas, Hadirkan LPG Berkualitas dengan Harga Lebih Kompetitif

0

MAKASSAR, RADIOMESRA. COM – PT Pertamina Patra Niaga melakukan penyesuaian harga Liquefied Petroleum Gas (LPG) nonsubsidi Bright Gas ukuran 5,5 kilogram dan 12 kilogram yang berlaku efektif mulai 14 Juli 2026. Penyesuaian harga ini merupakan bagian dari evaluasi berkala perusahaan dengan mempertimbangkan dinamika pasar serta mekanisme yang berlaku, sehingga masyarakat dapat menikmati produk LPG berkualitas dengan harga yang semakin kompetitif.

Untuk wilayah Sulawesi, harga Bright Gas mengalami penyesuaian sebagai berikut:

Bright Gas 5,5 kg menjadi Rp107.000 per tabung, turun Rp4.000 dari harga sebelumnya Rp111.000.
Bright Gas 12 kg menjadi Rp222.000 per tabung, turun Rp8.000 dari harga sebelumnya Rp230.000.

Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan penyesuaian harga tersebut diharapkan dapat memberikan pilihan energi yang semakin ekonomis bagi masyarakat pengguna LPG nonsubsidi.

“Evaluasi harga dilakukan secara berkala dengan mempertimbangkan berbagai faktor yang memengaruhi kondisi pasar. Dengan adanya penyesuaian ini, masyarakat dapat menikmati Bright Gas dengan harga yang lebih kompetitif tanpa mengurangi kualitas maupun keandalan produk yang diterima,” ujar Lilik.

Ia menambahkan, Bright Gas memiliki sejumlah keunggulan, mulai dari kualitas LPG yang terjaga, tabung yang lebih aman karena dilengkapi fitur Double Spindle Valve System (DSVS), hingga kemudahan memperoleh produk melalui jaringan distribusi Pertamina yang tersebar di berbagai wilayah.

Pertamina juga mengingatkan bahwa LPG 3 Kg merupakan produk subsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak sesuai ketentuan pemerintah. Sejalan dengan kebijakan tersebut, pelaku usaha yang termasuk dalam delapan sektor usaha yang tidak lagi diperkenankan menggunakan LPG 3 Kg bersubsidi diharapkan beralih menggunakan LPG nonsubsidi seperti Bright Gas agar penyaluran LPG subsidi semakin tepat sasaran dan dapat dinikmati oleh masyarakat yang berhak menerimanya.

“Melalui penyesuaian harga ini, kami berharap semakin banyak masyarakat maupun pelaku usaha yang beralih menggunakan Bright Gas. Selain mendapatkan produk yang berkualitas dan aman, langkah tersebut juga turut mendukung penyaluran LPG 3 Kg agar tetap tepat sasaran sesuai peruntukannya,” tambah Lilik.

Bright Gas dapat diperoleh dengan mudah melalui SPBU, agen LPG nonsubsidi, Bright Store, maupun outlet resmi Pertamina yang tersebar di berbagai wilayah Sulawesi. Informasi mengenai harga terbaru serta lokasi penjualan Bright Gas juga dapat diakses melalui aplikasi MyPertamina maupun kanal informasi resmi Pertamina.

Apabila masyarakat membutuhkan informasi layanan, mengalami kendala, atau menemukan indikasi penyalahgunaan dalam penyaluran LPG, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Contact Center (PCC) 135. Setiap laporan yang diterima akan ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.

Media Contact

Lilik Hardiyanto
Area Manager Communication, Relation, & CSR
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi

  • https://radioku.my.id:8243/mesra
  • Radio Mesra Parepare