27 C
Pare-Pare
Rabu, Oktober 28, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 78

Minta Hakim Ikut Turun ke Warga, Ketua RW di Ujung Bulu Usul Ada Program Edukasi Hukum Lewat RT/RW

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Peran pengurus RT dan RW sebagai garda terdepan penyelesaian konflik di tingkat masyarakat kembali disorot. Dalam program interaktif Obras (Obrolan Santai) Sultan Warga yang disiarkan pada Kamis (23/07/26), salah seorang ketua RW menyampaikan aspirasinya agar institusi kehakiman bisa lebih dekat dan memberikan edukasi hukum langsung kepada warga.

Selama ini, edukasi hukum di tingkat kelurahan dianggap masih minim, khususnya dari institusi pengadilan. Penelpon aktif dalam siaran tersebut menilai bahwa selama ini masyarakat kerap mendengarkan sosialisasi dari pihak kepolisian maupun kejaksaan, namun kehadiran hakim di tengah lingkungan warga masih sangat jarang.

*”Seharusnya ada juga program seperti ‘Jumat Curhat’, di mana hakim bisa turun langsung ke kelurahan-kelurahan. Supaya kami pengurus RW paham dasar-dasar hukum dan bisa meneruskannya ke masyarakat,”* ujar penelpon tersebut.

Ia menambahkan, pemahaman hukum yang baik bagi ketua RT dan RW sangat vital. Banyak persoalan warga yang sebetulnya bisa diselesaikan secara kekeluargaan di tingkat RT/RW terlebih dahulu tanpa harus langsung dibawa ke jalur hukum formal seperti kepolisian, kejaksaan, atau pengadilan.

“Kalau kami ada pemahaman, persoalan di masyarakat bisa diselesaikan atau ditangani dulu di tingkat RT dan RW. Jadi masyarakat tidak langsung melapor ke polisi atau kejaksaan kalau ada masalah kecil,”* tegasnya.

Diharapkan dengan adanya sinergi antara aparat penegak hukum khususnya para hakim dengan para ketua RT dan RW, literasi hukum masyarakat dapat meningkat serta mampu menekan potensi konflik hukum yang sebenarnya bisa diselesaikan di tingkat lingkungan terdekat.

Kapolres Parepare Dukung Penurunan Stunting, Tanam Bibit Cabai Bersama Wagub Sulsel di Lumpue

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Kapolres Parepare, AKBP Indra Waspada, turut ambil bagian dalam kegiatan penanaman bibit cabai di Kelurahan Lumpue, Kota Parepare, Selasa (22/07/26).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari kunjungan kerja Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, dalam rangka memperkuat upaya percepatan penurunan angka stunting di Kota Parepare.

Dalam kegiatan itu, hadir pula Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, bersama jajaran Pemerintah Kota Parepare, unsur Forkopimda, serta personel TNI-Polri yang menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung program pembangunan kesehatan masyarakat.

Kapolres Parepare, AKBP Indra Waspada, menyampaikan apresiasi atas kunjungan kerja Wakil Gubernur Sulawesi Selatan yang dinilai menjadi bentuk perhatian pemerintah provinsi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah.

Mantan Kasat Narkoba Polres Sidrap tersebut menegaskan dukungannya terhadap berbagai program pemerintah, khususnya dalam upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting sebagai wujud sinergitas antar lembaga.

“Ya tentu kami sangat mendukung program pembangunan pemerintah. Ini bentuk sinergitas,” ujar Indra Waspada.

Sementara itu, Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, menegaskan bahwa Pemerintah Kota Parepare akan terus memperkuat berbagai program pencegahan stunting.

Menurutnya, anak-anak yang sehat saat ini merupakan fondasi utama dalam mewujudkan Parepare yang lebih maju di masa depan.

Tasming mengatakan pembangunan manusia akan selalu menjadi prioritas utama dalam mendukung visi “Parepare Terbaik, Sejahtera dan Maju”. Sebab, kualitas generasi yang dipersiapkan sejak dini menjadi faktor penentu kemajuan suatu daerah.

“Semoga sinergi yang terbangun terus membawa manfaat bagi masyarakat dan menjadi ikhtiar bersama dalam menciptakan Sulawesi Selatan yang bebas stunting,” tandas Tasming.

Kunjungan kerja Wakil Gubernur Sulawesi Selatan tersebut juga dihadiri Sekretaris Daerah Kota Parepare, jajaran pejabat Pemerintah Kota Parepare, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Selain meninjau pelaksanaan program pencegahan stunting di Puskesmas Lumpue, Fatmawati Rusdi juga menyerahkan sejumlah bantuan kepada masyarakat. (*)

Lapas Kelas IIA Parepare Peringati Hari Anak Nasional Tahun 2026

0

PAREPATE, RADIOMESRA. COM — Lapas Kelas IIA Parepare bersama Kantor Imigrasi Kelas II TPI Parepare melaksanakan Upacara Peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2026 yang berlangsung di Lapangan Lapas Kelas IIA Parepare, Kamis (23/07/26).

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia tentang Peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2026. Tahun ini, peringatan Hari Anak Nasional mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”.

Upacara yang dimulai pada pukul 08.00 WITA hingga selesai tersebut diikuti oleh jajaran pegawai Lapas Kelas IIA Parepare dan Kantor Imigrasi Kelas II TPI Parepare. Seluruh peserta mengikuti rangkaian upacara dengan penuh khidmat sebagai bentuk penghormatan terhadap hak-hak anak serta komitmen bersama dalam memberikan perlindungan kepada anak.

Melalui peringatan Hari Anak Nasional ini, diharapkan seluruh jajaran semakin meningkatkan kepedulian dan komitmen dalam memberikan perlindungan, kasih sayang, serta dukungan bagi tumbuh kembang anak agar dapat berkembang secara optimal.

Peringatan Hari Anak Nasional menjadi momentum penting untuk menegaskan bahwa anak merupakan generasi penerus bangsa yang harus dijaga, dilindungi, dan diberikan kesempatan untuk tumbuh serta berkembang dengan baik demi mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih baik.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, Lapas Kelas IIA Parepare bersama Kantor Imigrasi Kelas II TPI Parepare menunjukkan dukungan nyata terhadap upaya pemerintah dalam mewujudkan lingkungan yang ramah anak, aman, dan mendukung tumbuh kembang generasi penerus bangsa.

Bhabinkamtibmas Kampung Pisang Bantu Prosesi Pemakaman Warga, Wujud Kepedulian Polri di Tengah Masyarakat

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Mendengar adanya salah satu warga meninggal dunia, Bhabinkamtibmas Kampung Pisang Aipda Abbas bergegas menuju ke rumah duka amarhum Aim Ahmad Bin H. Derru warga Jalan Lasinrang Kelurahan Kampung Pisang Kecamatan Soreang Kota Parepare, Rabu (22/07/26).

Hal tersebut, Ia lakukan sebagai wujud kepedulian dan ungkapan bela sungkawa terhadap warganya yang sedang Berduka.

Selain melakukan sambang dikediaman keluarga Almarhum, bhabinkamtibmas juga terpantau membantu proses pemakaman dari rumah duka serta berkesempatan mengantarkan jenazah hingga ke pemakaman umum sebagai wujud penghormatan terakhir kepada almarhum.

Kapolsek Kawasan Pelabuhan Nusantara (KPN) Iptu Suardi, S.E menyampaikan, disinilah wujud nyata Bhabinkamtibmas melaksanakaan komunikasi sosial dengan warga, serta sebagai Polisi Pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat agar terjalin silaturahmi yang baik antara Bhabinkamtibmas dengan warga dan tentunya yang diharapkan adalah informasi tentang perkembangan situasi di wilayah hukum Polsek Kawasan Pelabuhan Nusantara (KPN).

“Kami dari jajaran Polsek Kawasan Pelabuhan Nusantara (KPN) mengucapkan turut berduka cita kepada Keluarga atas meninggalnya Almarhum Aim Ahmad Bin H. Derru semoga alamarhum diampuni segala dosanya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Aamiin ya rabbal alamin,” tutupnya

Terikat Kode Etik, Hakim Arfian Setiantoro Tegaskan Mekanisme Pelaporan Dugaan Pelanggaran Etik Peradilan

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Hakim Pratama, Arfian Setiantoro, S.H., M.H., menegaskan pentingnya menjaga integritas, kemandirian, dan kebijaksanaan aparat penegak hukum. Hal tersebut disampaikannya saat hadir sebagai narasumber dalam program Program  Ngopi Berjamaah, Jumat malam (17/07/26).

Dalam kesempatan tersebut, Arfian menjelaskan bahwa seorang hakim terikat ketat oleh Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim. Karena aturan etik ini, seorang hakim tidak diperkenankan secara sembarangan memberikan penilaian atau berkomentar terkait benar atau salahnya suatu perkara di luar forum resmi persidangan.

“Saya tidak berani menilai atau berkomentar di luar forum, karena itu melanggar kode etik saya sendiri sebagai hakim. Namun prinsipnya, bagi masyarakat yang merasa dirugikan, mereka memiliki hak penuh untuk mengajukan aduan resmi agar diproses secara prosedural,” ujar Arfian.

Arfian memaparkan bahwa mekanisme pengawasan terhadap perilaku aparat peradilan telah memiliki jalur resmi yang terbuka bagi publik, di antaranya:

 1. Pengaduan Resmi oleh Pihak yang Dirugikan

Pemeriksaan atau pengujian terhadap dugaan pelanggaran etik berawal dari laporan resmi pihak yang merasa langsung dirugikan oleh tindakan oknum hakim.

 2. Kanal Pengaduan Terintegrasi

Laporan dapat dilayangkan melalui Badan Pengawasan (Bawas) maupun pimpinan instansi pengadilan di mana hakim yang bersangkutan bertugas.

 3. Sidang Etik dan Sanksi Tegas

Jika dugaan pelanggaran moral atau etik terbukti dalam Sidang Majelis Kehormatan/Etik—baik terkait tugas kedinasan maupun perilaku pribadi yang mencoreng martabat hakim—maka sanksi tegas hingga pemberhentian tidak dengan hormat (pemecatan) dapat dijatuhkan.

“Hakim dituntut memiliki integritas dan kebijaksanaan. Jika ada dugaan pelanggaran etik dan telah diuji melalui sidang etik hingga berkekuatan hukum tetap, penjatuhan sanksi pemecatan menjadi bukti nyata penegakan moralitas peradilan,” tegas Arfian.

Nahkodai PBVSI Parepare 2026–2030, Achmad Ariadi Siapkan Pembinaan SDM dan Bangkitkan Kejayaan Bola Voli

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kota Parepare resmi memiliki nahkoda baru. Melalui Musyawarah Kota Luar Biasa (Musorkotlub) yang digelar di Lagota Kafe, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Selasa (21/07/26), Achmad Ariadi dipercaya memimpin Pengkot PBVSI Parepare untuk periode 2026–2030.

Mengemban amanah tersebut, Achmad Ariadi menegaskan komitmennya untuk membangkitkan kembali prestasi bola voli Parepare yang sempat meredup dalam beberapa tahun terakhir.

“Ini amanah yang sangat besar. Dulu atlet bola voli Parepare sangat diperhitungkan dan sering diundang bertanding ke mana-mana, namun perlahan redup. Tugas kita bersama adalah menggaungkan kembali bahwa bola voli itu ada dan hidup di Parepare,” ujar Achmad Ariadi usai terpilih.

Guna menghidupkan kembali ekosistem bola voli di Kota Bandar Madani, PBVSI Parepare menyusun sejumlah langkah strategis:

 1. Pengembangan SDM dan Karakter Organisasi

Achmad menekankan pentingnya pembenahan Sumber Daya Manusia (SDM) dan kecintaan terhadap olahraga voli. Menurutnya, PBVSI adalah organisasi sosial yang membutuhkan dedikasi dan jiwa kejujuran tinggi dari para pengurusnya.

 2. Penyediaan dan Optimalisasi Fasilitas Lapangan

PBVSI akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Parepare dan KONI terkait optimalisasi fasilitas seperti lapangan di area stadion, serta merencanakan pembangunan lapangan baru di Binanipu agar sarana latihan makin terjangkau masyarakat.

 3. Penataan Kalender Turnamen Rutin

Berbagai kejuaraan dan turnamen berkala akan dijadwalkan secara teratur untuk mengasah bakat atlet muda Parepare.

 4. Persiapan Menuju Porprov 2030

Menatap ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) di Luwu Timur pada tahun 2030, PBVSI Parepare menargetkan persiapan matang dari sisi atlet, teknis, hingga akomodasi.

“Organisasi ini adalah tempat pengabdian sosial. Voli adalah jiwa kita. Dengan dukungan para pengurus, klub, dan pecinta bola voli, kita siap mencetak atlet-atlet lokal berbakat Parepare,” pungkasnya.

Cetak 1.000 Pengusaha Baru, Disnaker Parepare Hadirkan 4 Inovasi Gaet Kementerian Hingga Sertifikasi Halal

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM  — Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Parepare terus menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung visi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Parepare untuk mencetak 1.000 pengusaha baru melalui program unggulan Parepare Keren”.

Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Parepare, Laode Arwah Rahman, mengungkapkan bahwa dari target 250 peserta pelatihan di Jompie pada tahun lalu, sebanyak 75 persen di antaranya saat ini telah aktif menjalankan usaha serta mampu meningkatkan perekonomian keluarga secara mandiri.

“Alhamdulillah, sekitar 75 persen alumni tahun lalu sudah beroperasi dan menghasilkan pendapatan yang memberikan peningkatan ekonomi bagi mereka. Tahun ini kita kembali menargetkan 250 wirausahawan baru,” ujar Laode Arwah Rahman.

Untuk memperkuat efektivitas program dan menurunkan angka pengangguran di Kota Parepare, Disnaker menghadirkan empat inovasi suplementasi untuk mendampingi para peserta pelatihan Jompie yang sebelumnya difokuskan pada pembentukan mentalitas kewirausahaan (soft skill):

 1. Sinergi Pelatihan Kompetensi Teknis Bersama Balai Vokasi Kementerian

Disnaker Parepare menggandeng Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Pangkep, BPVP Bantaeng, dan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Makassar. Kerja sama ini bertujuan memberikan pelatihan kompetensi teknis lanjutan secara spesifik, yang dibagi dalam kelas-kelas kecil berisi 16 peserta sesuai hasil pemetaan minat usaha alumni.

 2. Fasilitasi Sertifikasi Halal Gratis

   Bekerja sama dengan Balai Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Provinsi Sulawesi Selatan, para alumni Parepare Keren diberikan pelatihan intensif serta kemudahan pengajuan sertifikasi produk halal secara gratis agar produk UMKM Parepare memiliki daya saing dan kepercayaan konsumen.

 3. Pemanfaatan Pasar Digital Sekolah (SIPLah)

   Mengajak para pelaku usaha alumni Parepare Keren untuk membuat akun dan memasarkan produknya di aplikasi **SIPLah** (Sistem Informasi Pengadaan Sekolah). Langkah ini membuka peluang pasar baru bagi UMKM lokal untuk menyerap potensi belanja barang/jasa dari sekolah-sekolah yang bersumber dari Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

 4. Bantuan Modal TKM dan Akses Platform SIAPkerja

   Mendorong para pelaku UMKM memanfaatkan peluang bantuan modal usaha melalui program Tenaga Kerja Mandiri (TKM) dari Kementerian Ketenagakerjaan. Pelaku usaha diimbau mengunduh dan mendaftar di aplikasi SIAPkerja untuk bermohon bantuan modal, mengakses pelatihan mandiri secara online/offline, hingga mengajukan permintaan jenis pelatihan yang dibutuhkan.

Melalui integrasi empat langkah inovatif ini, Pemkot Parepare optimistis dapat menciptakan wirausahawan mandiri yang tangguh sekaligus menurunkan tingkat pengangguran di Kota Parepare.

Perkuat Keamanan Obvitnas, Ditpamobvit Polda Sulsel Gelar Asistensi di Pelabuhan Nusantara Parepare

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Dit Pengamanan Objek Vital Polda Sulawesi Selatan melaksanakan Asistensi di Kawasan Pelabuhan Nusantara (KPN) tepatnya di Jalan Andi Cammi Kelurahan Mallusetasi Kecamatan Ujung Kota Parepare, Rabu (22/07/26).

Dit Pengamanan Objek Vital tersebut dipimpin langsung AKP Suryanto didampingi Iptu Marwa, Aipda Syamsu Alam dan Brigpol Dewi.

Dalam kegiatan tersebut dihadiri Kasat Samapta Polres Parepare Akp Muhammad Habir, S.H, Kanit Samapta Polsek Kawasan Pelabuhan Nusantara (KPN) Ipda Harjuna, Ps. Kanit Pengamanan Objek vital Polres Parepare Aipda Ecky Enoc, S.H., M.H dan karyawan PT. Pelindo yakni Effendi, Muhammad Yasin, A.Md serta Burhan.

Kasat Samapta Polres Parepare Akp Muhammad Habir, S.H mengucapkan selamat datang di Kota Parepare.

“Terimakasih atas kunjungannya, saya akan mendampingi beliau untuk melakukan pengecekan fasilitas yang ada di lokasi ini,” katanya

Kegiatan asistensi Dit Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda Sulawesi Selatan di pelabuhan meliputi audit sistem manajemen pengamanan, penilaian risiko (risk assessment), dan pengawasan operasional.

AKP Suryanto mengatakan, Langkah ini dilakukan untuk memastikan fasilitas pelabuhan sebagai Objek Vital Nasional (Obvitnas) mematuhi standar pengamanan yang berlaku.

“Setelah dilakukan pengecekan, alhamdulillah pelabuhan ini sudah dilengkapi fasilitas ya g sangat memadai seperti X-Ray, Integrated Planning dan Control,” ungkapnya

Kasat sampta Polres Parepare mengungkapkan bahwa X-Ray mendeteksi pengungkapan sabu seberat 44 Kilo Gram beberapa bulan yang lalu.

Setelah melakukan asistensi kemudian tim tersebut melanjutkan perjalanan Belawa Kabupaten Wajo.

SMAN 5 Unggulan Dukung Penuh Program BRUS KUA Bacukiki Barat

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Program BRUS (Bimbingan Remaja Usia Sekolah) yang diberi tema “Cegah Pergaulan Bebas dan Nikah di Bawah Umur Usia Sekolah” disambut antusias oleh pihak sekolah dan siswa UPT SMAN 5 Unggulan Kota Parepare, Selasa (21/07/26).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Sekolah UPT SMAN 5, Abd. Haris, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Bacukiki Barat, H. Syahruddin Sainur, serta para penyuluh agama KUA Bacukiki Barat Kota Parepare.

Abd. Haris menyampaikan jika kegiatan ini sudah diinformasikan sebelumnya dan dinanti-nanti akan tetapi karena adanya hari libur dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), maka kegiatan ini diundur.

“Terimakasih atas kesempatan yang diberikan ini yang telah memilih UPT SMAN 5 Parepare sebagai tempat kegiatan, jadi kami menginfokan kepada anak-anak kelas 12 agar mengikuti kegiatan ini, apalagi mereka akan menghadapi ujian akhir sekolah dan menjalani kehidupan kampus,” ucap Wakasek UPT SMAN 5 Parepare.

Ia juga berharap agar siswa-siswi yang berkesempatan mengikuti kegiatan ini serius mendengarkan materi-materi yang disampaikan, “karena hal ini akan mereka hadapi kedepannya,” imbuhnya.

Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Bacukiki Barat, H. Syahruddin Sainur menyampaikan tujuan dari kegiatan BRUS ini mencegah dari pernikahan dini.

“Karena aturan sekarang usia nikah laki-laki dan perempuan yaitu 19 tahun, jika memang hal tersebut terpaksa dilakukan maka harus menghadap dulu ke Pengadilan Agama untuk dibuatkan Dispensasi Pernikahan,” jelas H. Syahruddin Sainur.

Selain itu, menurut H. Syahruddin Sainur, kegiatan seperti ini bertujuan untuk mencegah pergaulan bebas.

“Banyak sekali kasus yang kami hadapi di KUA terkait korban pergaulan bebas dan usianya masih muda, ada yang masih umur 15, 16, dll. Kita kasihan dengan adanya hal seperti ini, selain masih belia yang mental belum matang, juga pendidikannya akan terputus,” ungkap H. Syahruddin Sainur

Kakanwil Ditjenpas Sulsel Pimpin Apel Pagi dan Penguatan Tupoksi di Lapas Parepare

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan, Mulyadi, Bc.IP., S.H., M.Si., melaksanakan apel pagi dan penguatan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Parepare sebagai bagian dari pembinaan dan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas pemasyarakatan.

Kegiatan diawali dengan pelaksanaan apel pagi yang diikuti oleh seluruh pegawai Lapas Kelas IIA Parepare. Apel pagi tersebut dipimpin langsung oleh Kakanwil Ditjenpas Sulsel, Mulyadi, Bc.IP., S.H., M.Si., dengan penuh khidmat dan tertib.

Dalam arahannya saat apel pagi, Kakanwil menekankan pentingnya kedisiplinan, integritas, dan profesionalisme seluruh pegawai dalam melaksanakan tugas sehari-hari. Ia juga mengingatkan agar setiap petugas senantiasa menjaga komitmen terhadap pelayanan pemasyarakatan yang humanis, akuntabel, dan berorientasi pada pembinaan warga binaan.

Usai pelaksanaan apel, Kakanwil Ditjenpas Sulsel didampingi oleh Kalapas Kelas IIA Parepare, Marten, Bc.IP., S.H., M.H., berkeliling meninjau berbagai fasilitas umum yang ada di lingkungan Lapas Parepare. Fasilitas yang dikunjungi antara lain ruang besukan, ruang kunjungan warga binaan pemasyarakatan (WBP), Klinik Pratama, serta beberapa sarana pendukung lainnya.

Dalam kunjungannya ke Klinik Pratama Lapas Parepare, Kakanwil memberikan beberapa masukan terkait peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi warga binaan. Pada kesempatan tersebut, Kakanwil juga meresmikan pasca renovasi bangunan baru Klinik Pratama Lapas Parepare dan menyampaikan harapannya agar klinik tersebut dapat terus berkembang hingga memperoleh akreditasi.

Peninjauan tersebut bertujuan untuk memastikan bahwa fasilitas yang tersedia dapat mendukung pelaksanaan pelayanan dan pembinaan warga binaan secara optimal. Kakanwil juga memberikan perhatian terhadap kebersihan, kenyamanan, serta kelayakan fasilitas yang digunakan oleh WBP maupun masyarakat pengunjung.

Kegiatan kemudian dilanjutkan di Tribun Lapas Kelas IIA Parepare dengan agenda pengarahan dan penguatan tugas dan fungsi kepada seluruh jajaran pegawai. Sebelum pengarahan dimulai, Kepala Lapas Kelas IIA Parepare, Marten, Bc.IP., S.H., M.H., terlebih dahulu memaparkan gambaran umum mengenai kondisi Lapas Kelas IIA Parepare, meliputi profil satuan kerja, jumlah penghuni, program pembinaan yang sedang berjalan, capaian kinerja, serta berbagai inovasi yang telah dilaksanakan dalam mendukung pelaksanaan tugas pemasyarakatan.

Selanjutnya, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan, Mulyadi, Bc.IP., S.H., M.Si., memberikan arahan dan penguatan kepada seluruh pegawai. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya menjaga integritas, profesionalisme, disiplin, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan warga binaan. Beliau juga mengingatkan seluruh jajaran agar senantiasa melaksanakan tugas sesuai standar operasional prosedur serta mendukung penuh program akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan, Ashari, turut memberikan pengarahan kepada seluruh pegawai. Dalam penyampaiannya, beliau menekankan pentingnya optimalisasi program pembinaan dan pembimbingan kemasyarakatan sebagai bagian dari upaya mewujudkan tujuan pemasyarakatan, serta mendorong seluruh jajaran untuk terus berinovasi dalam memberikan pelayanan dan pembinaan yang berdampak positif bagi warga binaan.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama antara Kakanwil Ditjenpas Sulsel, Kalapas Kelas IIA Parepare, pejabat struktural, dan seluruh pegawai sebagai bentuk kebersamaan dan komitmen dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas pemasyarakatan.

  • https://radioku.my.id:8243/mesra
  • Radio Mesra Parepare