31.4 C
Pare-Pare
Selasa, Oktober 27, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 65

Kebakaran Hanguskan Dua Rumah Panggung di Soreang Parepare, Wali Kota Langsung Tinjau TKP

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Musibah kebakaran hebat melanda pemukiman warga di Jalan Sumur Jodoh, Gang Belana, Kelurahan Watang Soreang, Kecamatan Soreang, Kota Parepare, Ahad pagi (09/08/26).

Insiden tersebut menghanguskan dua unit rumah panggung dan berdampak pada tiga rumah warga di sekitarnya. Laporan kejadian diterima Layanan Pengaduan Damkar Posko Ganggawa pada pukul 07.36 WITA dari salah seorang warga setempat, Nuralam Syah.

Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, pemicu awal timbulnya titik api diduga berasal dari bohlam lampu di salah satu kamar tidur yang sempat menimbulkan ledakan. Api dengan cepat menjalar dan membesar, hingga kepulan asap hitam pekat terlihat membumbung tinggi.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Parepare langsung menerjunkan armada penuh yang melibatkan personel Peleton III Piket dibantu personel cadangan Peleton I dan II.

Total armada yang dikerahkan ke lokasi meliputi 4 unit mobil pemadam dan 4 unit mobil tangki dari Posko Ganggawa serta Posko Call Center 112, ditunjang 2 unit tangki PAM Tirta Karajae, 1 unit tangki DLH, 1 unit tangki BPBD, serta 1 unit ambulans PSC 119.

Tim gabungan yang terdiri dari TRC BPBD, SAR Brimob, PSC 119, Polsek Soreang, Tagana Dinsos, Baznas, serta aparat pemerintah kecamatan dan kelurahan setempat bergerak cepat melakukan pemadaman, isolasi area guna mencegah penjalaran api yang lebih luas, hingga proses pendinginan dan penyisiran material kebakaran.

Akibat musibah ini, dua unit rumah panggung milik Juhena dan Nasruddin beserta seluruh perabot di dalamnya hangus terbakar di area terdampak seluas 15 x 12 meter. Sementara itu, tiga unit rumah warga yang berada di sekitarnya mengalami dampak kerusakan ringan.

Meski kerugian material diprediksi mencapai nilai yang cukup besar, beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini. Adapun penyebab pasti ledakan serta jumlah taksiran kerugian saat ini masih dalam tahap penyelidikan oleh pihak berwenang.

Tak lama setelah api berhasil dipadamkan, Wali Kota Parepare H. Tasmin bersama Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD, Kepala Dinas Damkar, Camat Soreang, serta Lurah Watang Soreang langsung meninjau tempat kejadian perkara (TKP).

Kehadiran jajaran pemerintah daerah tersebut bertujuan untuk memastikan penanganan pascabencana berjalan optimal serta menyiapkan langkah penyaluran bantuan tanggap darurat bagi para korban yang terdampak.

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Pastikan Ketahanan Stok BBM dan LPG 3 Kg di Bone

0

MAKASSAR, RADIOMESRA. COM – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menerima kunjungan kerja Komisi II DPRD Kabupaten Bone di Kantor Unit Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi. Pertemuan tersebut dihadiri Sales Branch Manager Sulselbar VI Gas, Wahyu Purwatmo, bersama Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bone, Andi Muhammad Idris, S.H., M.H., beserta jajaran anggota Komisi II DPRD Bone.

Kunjungan tersebut menjadi ruang koordinasi untuk membahas kondisi ketersediaan serta penyaluran BBM dan LPG 3 kg di Kabupaten Bone. Dalam pertemuan, Komisi II DPRD Bone turut menyampaikan aspirasi masyarakat terkait kebutuhan BBM bersubsidi, khususnya Biosolar, serta ketersediaan LPG 3 kg yang menjadi salah satu kebutuhan energi masyarakat di wilayah tersebut.

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan ketahanan stok BBM dan LPG 3 kg di Kabupaten Bone terus dijaga melalui pengaturan pasokan dan penyaluran yang disesuaikan dengan kondisi kebutuhan di lapangan. Untuk mengantisipasi peningkatan konsumsi, Pertamina juga telah memberikan tambahan alokasi BBM dan LPG di atas rata-rata penyaluran harian normal.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari pengelolaan distribusi agar kebutuhan masyarakat tetap dapat terpenuhi, sekaligus menjaga kelancaran aktivitas masyarakat dan sektor-sektor yang bergantung pada ketersediaan energi.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bone, Andi Muhammad Idris, S.H., M.H., menyampaikan bahwa pihaknya datang untuk memastikan langsung kondisi pasokan energi sekaligus membawa aspirasi masyarakat Bone mengenai ketersediaan BBM bersubsidi dan LPG 3 kg.

“Kami telah menyampaikan aspirasi masyarakat Bone terkait kebutuhan Biosolar dan LPG 3 kg. Dari koordinasi yang dilakukan, kami mendapatkan penjelasan bahwa Pertamina telah menyiapkan tambahan alokasi di atas rata-rata kebutuhan harian. Kami mengimbau masyarakat Bone agar tetap tenang dan tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan BBM maupun LPG,” ujar Andi.

Ia juga mengajak masyarakat bersama-sama menjaga penyaluran energi bersubsidi agar berjalan sesuai ketentuan dan tepat sasaran. Pengawasan di tingkat masyarakat dinilai penting untuk mendukung kelancaran distribusi sekaligus mencegah terjadinya penyalahgunaan.

“Kami juga mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi penyaluran BBM bersubsidi dan LPG 3 kg di Kabupaten Bone. Apabila menemukan hal-hal yang tidak sesuai, sampaikan melalui saluran pengaduan yang tersedia sehingga dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan,” tambahnya.

Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan bahwa koordinasi bersama DPRD menjadi bagian penting dalam memperoleh gambaran kebutuhan energi secara langsung dari masyarakat dan pemerintah daerah.

“Masukan dari Komisi II DPRD Bone menjadi bagian penting bagi kami untuk terus mengevaluasi penyaluran BBM dan LPG di wilayah Bone. Pertamina akan menjaga ketersediaan pasokan melalui pengaturan distribusi yang dinamis sesuai kebutuhan lapangan, sekaligus memastikan penyaluran berjalan secara tertib dan tepat sasaran,” kata Lilik.

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi juga terus melakukan pemantauan terhadap kondisi stok dan penyaluran melalui jaringan lembaga penyalur. Koordinasi dengan pemerintah daerah serta pengelola SPBU dan agen LPG terus diperkuat untuk memastikan perubahan kebutuhan di lapangan dapat direspons melalui langkah operasional yang sesuai.

Masyarakat diimbau menggunakan BBM dan LPG sesuai kebutuhan serta peruntukannya. Dengan kondisi stok dan tambahan alokasi yang telah disiapkan, masyarakat tidak perlu melakukan panic buying. Penggunaan energi secara bijak turut membantu menjaga kelancaran distribusi agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat yang membutuhkan.

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi berkomitmen menjaga keandalan pasokan energi di Kabupaten Bone dan wilayah Sulawesi secara berkelanjutan. Evaluasi terhadap pola konsumsi, kondisi stok, serta kebutuhan di masing-masing wilayah akan terus dilakukan sebagai dasar dalam mengoptimalkan penyaluran.

Masyarakat yang membutuhkan informasi terkait produk dan layanan Pertamina atau menemukan kendala maupun indikasi pelanggaran dalam penyaluran BBM dan LPG dapat menghubungi Pertamina Customer Solution (PCS) 135. Setiap laporan akan diverifikasi dan ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.

Media Contact

Lilik Hardiyanto
Area Manager Communication, Relation, & CSR
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi

Luncurkan Inovasi Terasi Akar, SMP Negeri 5 Parepare Perkuat Adab dan Karakter Murid melalui Apel Reflektif

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — UPTD SMP Negeri 5 Parepare meluncurkan sebuah inovasi yang dinamai Terasi Akar (Literasi Adab dan Karakter melalui Apel Reflektif). Inovasi ini menjadi bagian dari program rutin Pesona Pagi SPENLI. Inovasi yang digagas Kepala UPTD SMP Negeri 5 Parepare, Rahmaniar tersebut diarahkan untuk memperkuat adab dan karakter murid melalui pembiasaan refleksi diri.

Terasi Akar dilaksanakan melalui Apel Reflektif dulunya dilakukan setiap Rabu, namun dengan berbagai pertimbangan kini diadakan setiap Selasa. Dalam kegiatan tersebut, murid tidak hanya mendengarkan arahan dari guru, tetapi diajak merenungkan perilaku yang telah dilakukan, termasuk kesalahan kepada teman, guru maupun orang tua. Murid kemudian menuliskan kesalahan, alasan melakukan tindakan tersebut, serta langkah yang akan dilakukan untuk memperbaikinya.

Rahmaniar mengatakan, pendekatan tersebut dirancang untuk mengubah pembinaan karakter yang sebelumnya lebih banyak disampaikan melalui nasihat menjadi proses yang melibatkan kesadaran murid secara langsung.

“Anak-anak perlu diberi ruang untuk berhenti sejenak dan melihat dirinya sendiri. Mereka tidak hanya diberi tahu apa yang benar dan salah, tetapi diajak menyadari, menuliskan, kemudian memikirkan bagaimana memperbaikinya,” kata Rahmaniar.

Menurutnya, Terasi Akar juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan visi UPTD SMP Negeri 5 Parepare, yakni Berprestasi, Berbudaya, dan Berdampak, terutama melalui penguatan nilai budaya Bugis seperti mattabe’ dan sipakalebbi’ (saling memuliakan) dalam kehidupan sehari-hari.

Ketua OSIS UPTD SMP Negeri 5 Parepare, Nur Halifa mengatakan kegiatan tersebut memberikan siswa kesempatan untuk melihat kembali perilaku yang selama ini dilakukan.

“Biasanya kalau apel kita hanya mendengarkan. Di sini kita diajak berpikir tentang kesalahan yang pernah dilakukan dan bagaimana memperbaikinya. Setelah menulis, kita juga bisa membaca kembali refleksi pada minggu berikutnya,” ujarnya siswa yang baru saja dinobatkan lolos seleksi sebagai Duta Anak Kota Parepare tahun 2026 ini.

Manfaat kegiatan juga dirasakan di lingkungan keluarga. Ramang, orang tua dari Muh. Fiqra Rahman, murid kelas IX.1 UPTD SMP Negeri 5 Parepare, mengatakan mulai melihat perubahan sikap anaknya dalam keseharian di rumah.

Menurut Ramang, pembiasaan yang dilakukan di sekolah turut mendorong anaknya lebih memperhatikan cara berbicara dan bersikap kepada orang tua. Ia menilai pembiasaan seperti refleksi diri penting karena karakter tidak cukup dibentuk melalui pembelajaran di kelas, tetapi perlu dilatih dalam kehidupan sehari-hari.

Apresiasi terhadap pelaksanaan inovasi tersebut juga disampaikan Ketua Komite UPTD SMP Negeri 5 Parepare, Abd Wahid. Ia menilai Terasi Akar merupakan langkah positif dalam memperkuat pendidikan karakter karena melibatkan murid secara langsung dalam proses mengenali dan memperbaiki perilakunya.

“Pendidikan bukan hanya soal prestasi akademik. Adab dan karakter juga menjadi bagian penting dari keberhasilan pendidikan. Karena itu, kegiatan yang membiasakan anak untuk menyadari kesalahan dan memperbaiki diri perlu terus didukung,” kata Abd Wahid.

Melalui pelaksanaan yang dilakukan secara rutin, Terasi Akar diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan apel di sekolah, tetapi menjadi pembiasaan yang terbawa dalam interaksi murid di rumah dan masyarakat. Dengan demikian, nilai mattabe’, sipakalebbi’, kesantunan, dan saling menghargai dapat tumbuh sebagai bagian dari karakter murid. (*)

DPRD Parepare Dorong Raperda Jamsostek Proteksi Pekerja Informal Hingga Pengurus Lembaga Kemasyarakatan

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Parepare terus menggenjot pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Inisiatif terkait Penyelenggaraan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek). Skema perlindungan ini dirancang untuk menjangkau masyarakat pekerja secara inklusif dan universal.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Komisi II DPRD Kota Parepare, Parman Agus Mante, di sela-sela kegiatan Konsultasi Publik Raperda Inisiatif di Hotel Pariwisata, Ahad (09/08/26).

Parman menjelaskan bahwa sasaran utama yang ingin dicakup dalam Raperda ini mencakup berbagai elemen pekerja, baik Pekerja Penerima Upah (PPU) maupun Bukan Penerima Upah (BPU), pekerja jasa konstruksi, pekerja migran, pekerja sosial keagamaan, hingga pekerja sektor informal.

“Sektor informal yang kita sasar antara lain pedagang kaki lima (PKL), nelayan, pengemudi angkutan umum, hingga pengemudi ojek mandiri. Kelompok masyarakat ini sangat perlu dijamin oleh negara melalui BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Parman.

Dalam forum konsultasi publik tersebut, Parman mengungkapkan adanya sejumlah aspirasi masyarakat yang diakomodasi ke dalam draf Raperda. Salah satunya adalah usulan agar pengurus Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) turut dimasukkan sebagai penerima jaminan sosial.

Guna mengoptimalkan pendataan dan efisiensi, pihaknya mengusulkan pembagian peran teknis di antara Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait.

“Pendataannya nanti disesuaikan. Misalnya dinas sosial mengampu kelompok rentan desil 1 sampai desil 5, Dinas Tenaga Kerja menangani pekerja umum dan ojek, serta Dinas Pertanian, Kelautan, dan Perikanan (PKP) khusus mendata nelayan. Pembagian porsi pembiayaan/penjaminan ini disesuaikan dengan ranah SKPD masing-masing,” tambahnya.

Parman menegaskan, manfaat jaminan yang diusulkan sangat besar bagi perlindungan pekerja dan keluarganya, mulai dari Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) hingga Jaminan Kematian (JKM).

Iuran per bulan yang dialokasikan relatif terjangkau, yakni sekitar Rp16.800 per orang per bulan. Namun, santunan yang dihadirkan bernilai sangat siginifikan.

“Jika terjadi risiko kematian, santunan yang diterima ahli waris mencapai Rp42 juta. Selain itu, ada beasiswa pendidikan untuk dua orang anak peserta hingga maksimal Rp172 juta. Belum lagi jika terjadi kecelakaan kerja, klaim medis dan santunan cacat dihitung berdasar tingkat cedera. Manfaatnya sangat dirasakan nyata oleh masyarakat,” pungkas Parman.

Ia berharap Raperda Inisiatif ini segera rampung dan disahkan agar dapat memberikan kepastian perlindungan ekonomi serta kesejahteraan bagi para pekerja di Kota Parepare.

Polisi dan Damkar Bergerak Cepat Padamkan Kebakaran Lahan di Soreang Parepare

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Sebagai bentuk respon cepat terhadap setiap kejadian yang berpotensi mengganggu keamanan dan keselamatan masyarakat, KA SPKT Polsek Soreang Aiptu Andi Abdullah bersama Anggota jaga dan piket fungsi serta petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) melaksanakan pemadaman kebakaran lahan yang terjadi di dekat kantor Urusan Agama (KUA) Jalan Andi Makkulau Kelurahan Bukit Harapan Kecamatan Soreang Kota Parepare, Sabtu (08/08/26) sekitar pukul 14.30 wita.

Setelah menerima informasi adanya kebakaran lahan, personel personel segera mendatangi lokasi untuk berkoordinasi dengan petugas Damkar dan warga setempat dalam upaya memadamkan api agar tidak meluas ke area sekitar maupun mengancam permukiman warga.

Kehadiran personel Polri di lokasi tidak hanya membantu proses penanganan kebakaran, tetapi juga melakukan pengamanan, pengaturan masyarakat, serta mengimbau warga agar tetap waspada dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu terjadinya kebakaran lahan, terutama pada musim kemarau.

Kapolres Parepare Akbp Phunky Mahendra Borniawan, S.I.K., M.H., M.I.K, menyampaikan bahwa Polri akan selalu hadir di tengah masyarakat dalam setiap situasi, baik dalam menjaga keamanan maupun memberikan bantuan kemanusiaan.

“Sinergi antara Polri, instansi terkait, dan masyarakat sangat penting dalam penanganan bencana maupun keadaan darurat. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sedini mungkin,” ujarnya.

Sementara itu Kapolsek Soreang Akp Amir Usman, S.E mengatakan bahwa, Melalui kegiatan tersebut, kehadiran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat kembali diwujudkan secara nyata.

“Sinergi yang baik antara Polri, Damkar, dan masyarakat juga berhasil menciptakan situasi yang aman dan kondusif selama proses pemadaman berlangsung. Api tersebut berhasil dipadamkan pada pukul 15.10 wita,” pungkasnya

Polres Parepare mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dengan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan serta terus meningkatkan kepedulian terhadap keselamatan bersama demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif. (Humas Polres Parepare)

Gali Potensi Bisnis Rumah Tangga, BP Group dan PKK Parepare Gelar Sharing Session Pemberdayaan Perempuan

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Dalam upaya mendorong kemandirian ekonomi keluarga dan efektivitas peran perempuan dari rumah, BP Group berkolaborasi dengan Tim Penggerak PKK Kota Parepare menggelar kegiatan Sharing Session bertajuk “Menjadi Wanita Produktif dari Rumah: Menggali Potensi Bisnis di Kota Parepare”. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Ujung, Kota Parepare, pada Sabtu (08/08/26).

Acara ini dihadiri secara antusias oleh puluhan kader PKK dan Posyandu perwakilan dari 22 kelurahan yang tersebar di 4 kecamatan se-Kota Parepare, yakni Kecamatan Bacukiki, Bacukiki Barat, Soreang, dan Ujung.

Entrepreneur sekaligus Apoteker BP Group, Hj. Wahyuni Abdullah, menjelaskan bahwa sasaran utama dari edukasi ini adalah ibu-ibu PKK dan kader Posyandu agar memiliki kemampuan finansial tambahan dengan memanfaatkan gawai (smartphone) serta media sosial.

“Kami dari BP Group bertujuan memberikan seminar dan *sharing session* tentang bagaimana ibu-ibu, terutama kader PKK, bisa lebih produktif dan menghasilkan meski dari rumah. Memanfaatkan HP dan sosmed untuk berpenghasilan tambahan, mungkin setara satu hingga dua kali gaji, di luar honor atau insentif mereka sebagai anggota PKK,” ujar Hj. Wahyuni Abdullah di sela kegiatan.

Wahyuni menambahkan, program ini mendapatkan apresiasi dan dukungan penuh dari Istri Wakil Walikota Parepare yang juga Ketua Pokja 1 PKK Kota Parepare, yang memiliki kesamaan visi dalam pemberdayaan ekonomi perempuan. Sebagai langkah berkelanjutan, BP Group bersama tim di Parepare akan memfasilitasi sosialisasi edukasi kesehatan serta pendampingan bisnis secara intensif melalui grup WhatsApp.

“Di BP Group, kami tidak hanya bicara soal bisnis, tetapi juga upgrade ilmu, kajian keluarga, dan pembinaan kapasitas secara berkala. Pasar di Parepare ini masih terbuka lebar. Daripada dimanfaatkan oleh orang dari luar, tentu lebih baik potensi ini dimulai dari ibu-ibu PKK yang berdekatan langsung dengan masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Pokja 1 PKK Kota Parepare,Hj. Sri Tanti Mariani Nasrah, menyambut hangat dan mengapresiasi tinggi atas terselenggaranya pelatihan ini.

“Kegiatan hari ini sangat besar manfaatnya. Kami dari PKK, khususnya kader Posyandu, dibekali cara memberikan edukasi kesehatan sekaligus strategi berbisnis tanpa harus meninggalkan rumah. Pesan saya untuk ibu-ibu kader PKK: jangan hanya tinggal diam di rumah. Kita ini emansipasi wanita, jadi harus terus meng-*upgrade* ilmu dan pengetahuan demi membantu kepala rumah tangga,” tegas Hj. Sri Tanti.

Hj. Sri Tanti berharap melalui kegiatan ini, para kader PKK dapat bertransformasi menjadi sosok multitalenta yang mampu mengelola bisnis dengan baik serta menjadi perpanjangan tangan dalam mensosialisasikan pola hidup sehat di seluruh pelosok Kota Parepare.

DPRD Parepare Dorong Pembentukan Perda BUMD dan Perseroda untuk Pacu PAD dan Tarik Investor

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Parepare menginisiasi Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pendirian dan Pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) serta Perusahaan Perseroan Daerah (Perseroda).

Tahapan penyusunan regulasi ini ditandai dengan dilaksanakannya Konsultasi Publik yang digelar di Parebeach Hotel, Jalan Mattirotasi, Sabtu (08/08/26).

Ketua Komisi III DPRD Kota Parepare, Hamran Hamdani, menjelaskan bahwa Ranperda inisiatif DPRD ini hadir untuk menyesuaikan regulasi daerah dengan aturan nasional di atasnya, sekaligus memutakhirkan tata kelola BUMD agar lebih adaptif dan profesional.

“Hari ini kita menggelar konsultasi publik terkait perencanaan pembentukan Perda Pendirian dan Pengelolaan BUMD. Nanti modelnya ada BUMD yang fokus pada pelayanan dasar publik.seperti Perumda Air Minum (PDAM) dan ada juga yang berbentuk Perseroda untuk bisnis murni,” ujar Hamran.

Hamran menjelaskan, keberadaan Perseroda sangat krusial untuk menjembatani kerja sama investasi antara Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare dengan investor atau pihak ketiga. Berdasarkan regulasi, Pemkot tidak bisa secara langsung menjalin kerja sama bisnis atau mengelola aset daerah dengan investor tanpa melalui BUMD/Perseroda.

“Jika ada aset daerah yang ingin dikerjasamakan dengan investor seperti lahan eks pasar atau kawasan strategis lainnya pemerintah daerah harus memiliki Perusda/Perseroda terlebih dahulu. Lembaga ini yang nantinya mengeksekusi kerja sama bisnis tersebut secara legal dan profesional,” jelasnya.

Ia menegaskan, hadirnya regulasi ini akan memberi kepastian hukum dan keamanan investasi agar kasus-kasus pelanggaran regulasi masa lalu tidak terulang kembali.

Mengenai arah bidang usaha, Hamran menegaskan bahwa BUMD/Perseroda di Parepare akan disesuaikan dengan potensi utama daerah sebagai kota jasa dan niaga. Sektor-sektor potensial yang dilirik antara lain pengelolaan perparkiran, tempat hiburan, pariwisata, hingga kerja sama pengelolaan fasilitas di pelabuhan.

Ia memberikan contoh potensi perparkiran kawasan pelabuhan yang selama ini belum tergarap maksimal oleh daerah.

“Selama ini daerah hanya menerima pajak parkir dari vendor pengelola di pelabuhan. Jika kita punya Perusda parkir, kita bisa masuk bekerja sama secara langsung untuk mengelola dan mendongkrak PAD secara signifikan,” tambahnya.

Meski berorientasi pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Hamran menekankan bahwa tujuan utama (*goal*) Ranperda ini adalah kesejahteraan dan perlindungan kepentingan masyarakat Parepare.

“Goal utamanya adalah Parepare yang maju dan sejahtera. Kepentingan masyarakat tetap nomor satu. Kita tidak sekadar mengejar profit, tetapi juga memastikan setiap investasi dan pengelolaan BUMD mendatangkan manfaat nyata bagi warga,” tutup Hamran.

DPRD Parepare Gelar Konsultasi Publik Revisi Ranperda Penyertaan Modal Bank Sulselbar, Dorong Optimalisasi PAD

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Parepare menggelar kegiatan Konsultasi Publik terkait Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Revisi Penyertaan Modal Pemerintah Daerah kepada Bank Sulselbar, bertempat di Alya Cafe, Jalan Mattirotasi, Sabtu (08/08/26).

Ketua Komisi I DPRD Kota Parepare, Dr. H. Kamaluddin Kadir, menjelaskan bahwa kegiatan konsultasi publik ini merupakan bagian integral dari tahapan pembentukan Peraturan Daerah (Perda) yang diinisiasi oleh DPRD.

“Sesuai dengan regulasi UU Nomor 11 Tahun 2011 tentang Perencanaan Peraturan Legislation, ada enam tahapan yang wajib kita laksanakan. Kegiatan hari ini masuk dalam tahap kedua, yaitu penyusunan melalui konsultasi publik untuk menghimpun masukan serta penyempurnaan naskah akademis sebelum masuk ke tahap pembahasan Pansus,” ujar Kamaluddin.

Ia menerangkan, revisi ini fokus pada penyesuaian pasal terkait pemenuhan modal disetor. Pada Perda Induk Nomor 7 Tahun 2012 dan Revisi Pertama Perda Nomor 4 Tahun 2016, target penyertaan modal Pemkot Parepare ditetapkan sebesar Rp50 miliar. Namun hingga saat ini, jumlah tersebut belum terpenuhi sepenuhnya.

Langkah percepatan dan penyesuaian ini sejalan dengan arahan pemerintah pusat, di mana daerah didorong untuk memaksimalkan potensi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dan BUMD guna menopang Pendapatan Asli Daerah (PAD), terlebih di tengah efisiensi Anggaran Transfer Daerah (Dana Alokasi Khusus).

“Salah satu langkah strategis untuk memperkuat ketahanan fiskal daerah adalah dengan mengoptimalkan penempatan penyertaan modal di Bank Sulselbar agar capaian PAD kita bisa maksimal,” jelasnya.

Selain membahas penyertaan modal, Kamaluddin juga menyinggung perihal kontribusi *Corporate Social Responsibility* (CSR) dari BUMD maupun badan usaha swasta di Kota Parepare. Menurut aturan, sekitar 4 hingga 5 persen dari dividen/keuntungan wajib dialokasikan kembali untuk kepentingan publik.

Selama ini, Bank Sulselbar telah rutin menyalurkan CSR berupa pengadaan armada pengangkut sampah, motor tiga roda, hingga mobil ambulans yang diserahkan pengelolaannya kepada Pemerintah Kota Parepare.

Menjawab pertanyaan terkait mekanisme pengusulan bantuan CSR oleh warga, Kamaluddin menyarankan agar masyarakat menyampaikan usulannya melalui Pemerintah Kota.

“Masyarakat yang membutuhkan bantuan fisik maupun non-fisik dapat mengajukan usulan ke Walikota melalui pemda. Nanti Pemda yang meramu dan menentukan skala prioritas kebutuhan mendesak seperti bantuan lapak UMKM di Kampung Enjoy atau sarana kebersihan di Dinas Lingkungan Hidup,” pungkasnya.

Kapolres Parepare Gelar Audiensi Bersama Jajaran Pemkot Terkait Penertiban PKL

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM.— Kepolisian Resor (Polres) Parepare menggelar kegiatan audiensi bersama jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare di Ruang Lobi Polres Parepare, Jalan Andi Mapattola, Kelurahan Ujung Sabbang, Kecamatan Soreang, Kota Parepare, Kamis (08/08/26)

Pertemuan tersebut difokuskan pada pembahasan serta dukungan terhadap pelaksanaan penegakan Peraturan Daerah (Perda) Kota Parepare secara yustisi. Langkah penindakan ini rencananya direalisasikan melalui mekanisme Sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring) di tempat bagi Para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang masih membandel atau melakukan pelanggaran setelah sebelumnya diberikan sosialisasi dan pembinaan.

Audiensi dipimpin langsung oleh Kapolres Parepare AKBP Phunky Mahendra Borniawan, S.I.K., M.H., M.I.K., didampingi Wakapolres Parepare Kompol Saharuddin, S.H., M.H., M.Si., Kabag Ops Kompol Selamet Paryanto, S.Pd., M.Si., Kasat Reskrim AKP Muhammad Saleh, S.E., M.H., Kasat Lantas AKP Rusdi Yunus, S.H., M.H., Kasat Samapta AKP Muhammad Habir, S.H., Kasi Hukum AKP Said Abdullah, serta KBO Sat. Intelkam Ipda Yunus Shentha, S.Sos.

Sementara itu, hadir mewakili Pemerintah Kota Parepare yaitu Kepala Dinas Perdagangan Hj. Andi Wisnah, T, S.E., M.Si., Kepala Dinas Ketenagakerjaan Laode Arwah Rahman, S.Pd., M.Si., Kasatpol PP Ulfa Lanto, S.STP., Kabag Hukum Hj. Nurwana, S.H., Kabid Lalin Dishub Andi Sinrang, beserta personel Satpol PP Pemkot Parepare.

Melalui sinergi antarinstansi ini, penertiban ruang publik dan penegakan aturan di wilayah Kota Parepare diharapkan dapat berjalan lebih tegas, terukur, dan humanis guna menjaga ketertiban serta kenyamanan masyarakat.

Semarakkan HUT Ke-81 RI, Ribuan Masyarakat Padati Desa Buttusawe Kab. Pinrang

0

PINRANG, RADIOMESRA. COM – Ribuan masyarakat dari berbagai kalangan tumpah ruah di Desa Buttusawe, Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang, untuk mengikuti rangkaian kegiatan dalam menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Republik Indonesia, Jumat (07/08/26).

Antusiasme warga terlihat sejak sore hari. Stand-stand UMKM yang berjejer di sepanjang jalan menjadi magnet utama, menghadirkan beragam kuliner dan produk lokal. Tak sedikit pengunjung yang mengabadikan momen dengan berfoto di booth kreatif yang disiapkan oleh masyarakat setempat.

Kegiatan ini menjadi momentum perdana yang dipusatkan di Desa Buttusawe. Kehadiran ribuan warga menunjukkan betapa besar semangat kebersamaan dalam merayakan hari bersejarah bangsa.

Selain UMKM, panggung seni yang berdiri megah menjadi pusat hiburan. Anak-anak hingga orang dewasa tampil menunjukkan kebolehan dalam lomba lagu solo, vocal group, tari tradisional, tari daerah, puisi, hingga qasidah rebana. Suasana semakin meriah dengan sorak-sorai penonton yang mendukung para peserta.

Gapura yang tegak berdiri di tiap lorong desa juga menjadi daya tarik tersendiri. Dipenuhi hiasan warna-warni, gapura tersebut bukan sekadar simbol semangat, tetapi juga bagian dari perlombaan yang digelar untuk menyemarakkan HUT Ke-81 RI.

Kepala Desa Buttusawe, Abdul Karim, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar perayaan, melainkan wadah mempererat silaturahmi antarwarga. “Semoga semangat gotong royong dan persatuan yang ditunjukkan hari ini hingga akhir kegiatan bisa terus kita jaga,” ujarnya penuh harap.

Masyarakat pun menyambut baik kegiatan ini. Banyak warga mengaku senang karena acara tersebut menghadirkan nuansa berbeda, sekaligus menjadi ruang bagi UMKM lokal untuk berkembang dan dikenal lebih luas.

Tak hanya hiburan, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi tentang pentingnya menjaga budaya dan tradisi. Penampilan tari daerah dan puisi bertema kebangsaan mengingatkan generasi muda akan nilai-nilai perjuangan dan cinta tanah air.

Dengan semangat persatuan yang terpancar, Desa Buttusawe berhasil menghadirkan perayaan HUT RI yang bukan hanya meriah, tetapi juga penuh makna. Semarak ini menjadi bukti nyata bahwa kebersamaan adalah kekuatan utama dalam menjaga persatuan bangsa.

  • https://radioku.my.id:8243/mesra
  • Radio Mesra Parepare