27 C
Pare-Pare
Selasa, Oktober 27, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 62

Penyaluran Bantuan Pangan Beras Periode Juli–September di Parepare Meningkat 3 Persen, Bulog Imbau Tertib Administrasi

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Perum Bulog Kantor Cabang (Kancab) Parepare menggelar kegiatan Sosialisasi Penyaluran Bantuan Pangan (Bampang) Beras untuk Alokasi Bulan Juli, Agustus, dan September 2026. Acara tersebut berlangsung di Ruang Data Kantor Walikota Parepare pada Kamis (13/08/26).

Pimpinan Cabang (Pincab) Perum Bulog Parepare, Rahmi Mengerang, menyampaikan bahwa terdapat kenaikan sebesar 3 persen pada jumlah Penerima Bantuan Pangan (PBP) di Kota Parepare untuk alokasi triwulan ini.

“Alokasi untuk Kota Parepare saat ini mencapai 11.335 PBP. Dari sebelumnya 10.950 PBP, ada kenaikan penambahan penerima sekitar 3 persen,” ujar Rahmi Mengerang saat memberikan paparan sosialisasi.

Pada penyaluran kali ini, setiap PBP akan menerima bantuan beras sebanyak 10 kilogram per bulan selama kurun waktu tiga bulan (total 30 kg). Rahmi menegaskan bahwa untuk alokasi periode ini komoditas minyak goreng sudah tidak disalurkan lagi, berbeda dengan alokasi pada awal tahun. Dengan total 11.335 PBP, maka keseluruhan beras yang akan disalurkan di Parepare mencapai sekitar 340 ton.

Stok Beras Bulog Aman Hingga 10 Tahun

Menanggapi ketahanan pangan daerah, Rahmi mengimbau masyarakat untuk tidak khawatir. Ketersediaan stok beras yang dikuasai Perum Bulog Kancab Parepare saat ini berada dalam kondisi sangat melimpah.

“Stok beras yang kami kuasai di Kancab Parepare saat ini mencapai 140 ribu ton. Jika dibandingkan dengan kebutuhan konsumsi rata-rata penduduk Parepare yang sekitar 13 ribu ton per tahun, stok ini bahkan bisa bertahan hingga lebih dari 10 tahun,” paparnya.

Oleh karena itu, sebagian dari stok beras melimpah tersebut juga rutin disalurkan melalui program Movement Nasional (Mufnas) ke luar wilayah Sulawesi Selatan, seperti Papua, Maluku, hingga Kalimantan.

Ketentuan Foto Geotagging dan Penggantian PBP

Dalam sosialisasi tersebut, Bulog juga menyoroti pentingnya kepatuhan terhadap petunjuk teknis (Juknis) penyaluran, terutama dalam hal verifikasi dokumen dan mekanisme PBP pengganti guna kelancaran pemeriksaan BPK dan APIP.

Beberapa poin penting yang ditekankan antara lain:

 Pengambilan Bantuan.

PBP wajib membawa KTP asli/IKD digital. Waktu pengambilan di titik bagi (Kelurahan) maksimal 5 hari kerja guna menjaga kualitas beras.

 Mekanisme Perwakilan:

Jika berhalangan hadir, pengambilan dapat diwakilkan maksimal untuk 3 PBP oleh anggota keluarga dalam satu Kartu Keluarga (KK) dengan membawa KTP asli kedua pihak.

 PBP Pengganti

Jika penerima meninggal dunia, pindah, atau menjadi ASN/TNI/Polri, penggantian wajib menggunakan data cadangan DTSM/DTKS desil 1–4 melalui aplikasi Cek Bansos/SIKS-NG.

 Kelengkapan Foto:

Seluruh dokumentasi harus menggunakan foto bertanda lokasi (*geotagging*), dengan pencahayaan jelas yang memperlihatkan wajah penerima, KTP, KK, dan komoditas beras secara utuh.

“Pihak kelurahan dan desa diharapkan dapat membagikan undangan kepada PBP minimal H-5 sebelum penyaluran. Kami berharap kerja sama dari seluruh pihak agar dokumen penyaluran valid dan dapat dipertanggungjawabkan,” pungkas Rahmi.

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Luncurkan Bright Gas untuk Petani di Gowa, Hadirkan Energi Alternatif bagi Pompa Irigasi

0

GOWA, RADIOMESRA. COM – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memperluas pemanfaatan LPG Non-Subsidi melalui peluncuran program Bright Gas untuk Petani di Kabupaten Gowa. Program ini menghadirkan alternatif energi bagi petani yang menggunakan mesin pompa air untuk mendukung pengairan persawahan, khususnya di tengah kondisi musim kemarau yang berdampak terhadap ketersediaan air di sejumlah lahan pertanian.

Kegiatan launching yang berlangsung pada Rabu (12/08/26) dihadiri oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gowa, Zubair Usman, Sales Branch Manager Sulselbar VI Gas Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Wahyu Purwatmo, Sekretaris DPD Hiswana Migas Sulawesi, Rudi Sampara, serta kelompok tani dari Dusun Bilonga, Bontonompo, Kabupaten Gowa.

Melalui program Bright Gas untuk Petani, Pertamina menyiapkan LPG Non-Subsidi sebagai sumber energi untuk operasional mesin pompa air irigasi. Program ini sekaligus memberikan akses harga khusus bagi petani sehingga penggunaan Bright Gas dapat menjadi pilihan yang lebih mudah dijangkau untuk mendukung kebutuhan energi di sektor pertanian.

Pada tahap awal, petani dapat memperoleh Bright Gas 5,5 kg melalui skema harga khusus. Sebanyak 100 refill pertama ditawarkan dengan harga Rp60.000 per tabung, 100 refill berikutnya Rp80.000 per tabung, dan 100 refill selanjutnya Rp90.000 per tabung dari harga normal Rp110.000 per refill.

Pertamina juga menghadirkan program Trade In Gratis, yaitu penukaran dua tabung LPG 3 kg dengan satu tabung Bright Gas 5,5 kg. Dalam program tersebut, petani hanya membayar biaya isi ulang Bright Gas.

Program Bright Gas untuk Petani dirancang untuk mendukung kebutuhan energi dalam kegiatan pertanian sekaligus mendorong penggunaan LPG sesuai peruntukannya. Berdasarkan ketentuan pemerintah, terdapat kelompok petani yang tidak termasuk dalam kategori penerima LPG 3 kg sehingga membutuhkan pilihan energi LPG Non-Subsidi untuk menunjang kegiatan usaha mereka.

Selain menyediakan alternatif energi, Pertamina secara bertahap membangun jaringan outlet Bright Gas yang dapat menjadi titik akses LPG Non-Subsidi bagi petani. Penguatan jaringan tersebut diharapkan mampu mengantisipasi peningkatan kebutuhan energi untuk pompa air, terutama ketika memasuki musim tanam dan periode dengan kebutuhan pengairan yang lebih tinggi.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gowa, Zubair Usman, menyambut baik program yang dihadirkan Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi tersebut. Menurutnya, dukungan energi menjadi salah satu faktor yang turut menentukan keberlangsungan aktivitas pertanian, terutama bagi petani yang menghadapi keterbatasan air akibat musim kemarau.

“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pertamina yang telah memberikan dukungan serta memfasilitasi Bright Gas sebagai alternatif energi bagi mesin pompa air petani. Program ini sangat membantu, khususnya bagi petani yang membutuhkan pompa untuk menjaga pengairan sawah di tengah kondisi kemarau. Kami berharap program ini dapat terus dikembangkan dan menjangkau lebih banyak kelompok tani di Kabupaten Gowa,” ujar Zubair.

Program tersebut selanjutnya akan diperluas ke kelompok tani lainnya di Kabupaten Gowa. Pertamina bersama Pemerintah Kabupaten Gowa akan melakukan koordinasi secara berkelanjutan untuk memperluas akses Bright Gas sekaligus mendorong perubahan kebiasaan penggunaan energi pada mesin pompa air dari LPG 3 kg menuju LPG Non-Subsidi.

Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan bahwa program Bright Gas untuk Petani merupakan bentuk kolaborasi untuk menghadirkan solusi energi yang sesuai dengan kebutuhan sektor pertanian.

“Kami ingin memastikan petani memiliki akses terhadap pilihan energi yang dapat menunjang kegiatan pengairan persawahan. Melalui Bright Gas untuk Petani, kami memberikan kemudahan akses LPG Non-Subsidi sekaligus mendorong penggunaan LPG 3 kg agar semakin tepat sasaran. Kolaborasi dengan pemerintah daerah dan kelompok tani akan terus kami perkuat agar program ini dapat berjalan secara berkelanjutan,” kata Lilik.

Lilik menambahkan, penyediaan outlet Bright Gas di wilayah yang memiliki aktivitas pertanian menjadi bagian dari upaya Pertamina memperluas akses LPG Non-Subsidi. Dengan tersedianya jaringan penyalur di dekat kelompok pengguna, kebutuhan energi untuk kegiatan pertanian dapat dipenuhi dengan lebih mudah dan terencana.

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi akan terus mengevaluasi pelaksanaan program bersama pemerintah daerah dan mitra penyalur untuk memastikan manfaatnya dapat dirasakan secara luas. Program ini juga diharapkan dapat mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat produktivitas pertanian dan mewujudkan ketahanan pangan melalui dukungan energi yang memadai.

Masyarakat yang membutuhkan informasi terkait produk dan layanan Pertamina maupun menemukan kendala atau indikasi pelanggaran dalam penyaluran LPG dapat menghubungi Pertamina Customer Solution (PCS) 135. Setiap laporan akan ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.

Media Contact

Lilik Hardiyanto
Area Manager Communication, Relation, & CSR
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi

Divpropam Polri Supervisi Polres Parepare, Layanan Pengaduan QR Code Lapor Propam Diperkuat

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Waka Polres Parepare menerima kunjungan resmi Tim Divpropam Polri dalam rangka pelaksanaan supervisi, pemeriksaan, dan sosialisasi layanan kepolisian berbasis QR Code Lapor Propam di wilayah hukum Polres Parepare, (Rabu (12/08/26).

Kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan fungsi pengawasan internal Polri untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat semakin profesional, transparan, dan responsif.

Kunjungan yang berlangsung sejak pukul 09.00 wita tersebut dipimpin langsung oleh Akbp Dr. Nandu Dynata, S.H., S.I.K., M.H selaku Kasubbagtrimlab Bag Yanduan Divpropam Polri, didampingi pejabat utama Divpropam Polri lainnya, dan 4 (Empat) Personel Bidpropam Polda Sulawesi Selatan sebagai pendamping.

Tim disambut Waka Polres Parepare, Kabag SDM, Kabag Logistik dan Kasi Propam Polres Parepare bersama personel Sipropam Polres Parepare dengan penuh kesiapan dan komitmen dalam mendukung supervisi tersebut.

Selain itu, dihadiri pula 13 (Tiga Belas) Polres di Jajaran Polda Sulawesi Selatan yang terdiri dari, Polres Barru, Pinrang, Enrekang, Sidrap, Tana Toraja, Toraja Utara, Wajo, Soppeng, Bone, Luwu, Palopo, Luwu Utara dan Luwu Timur.

Dalam rangkaian kegiatan awal, Tim Divpropam Polri melakukan pemeriksaan terhadap sistem penerimaan Dumas QR. Pengecekan meliputi kesiapan operator, mekanisme penerimaan aduan, serta kecepatan respon terhadap setiap laporan yang disampaikan masyarakat melalui layanan QR Code Propam Polri.

Tim memberikan sejumlah penekanan agar setiap aduan dapat ditindaklanjuti secara cepat, tepat, dan akuntabel, sesuai dengan arahan pimpinan Polri.

Waka Polres Parepare Kompol Saharuddin, S.H., M.H., M.Si, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan arahan dari Divpropam Polri serta menegaskan komitmen Polres Parepare untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan pengawasan internal.

“Kami siap melaksanakan seluruh arahan pimpinan Divpropam Polri sebagai bentuk komitmen Polres Parepare dalam mewujudkan pelayanan kepolisian yang profesional, cepat, dan transparan,” ungkapnya

Kegiatan tersebut berjalan lancar dan menjadi momentum penting dalam memperkuat integritas serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan pengaduan Propam Polri.

Dengan adanya layanan berbasis QR Code, diharapkan masyarakat semakin mudah menyampaikan keluhan maupun informasi yang membutuhkan tindak lanjut dari fungsi pengawasan internal Polri.
(Humas Polres Parepare)

Sambut HUT ke-81 RI, Yayasan Al-Ikhlas Ujung Lare Gelar Beragam Lomba Bertema ‘Kobar Semangat Kemerdekaan

0

PAREPARE, RASIOMESRA. COM — Menyemarakkan Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Yayasan Al-Ikhlas Ujung Lare menggelar rangkaian perlombaan meriah bertajuk *Kobar Semangat Kemerdekaan*. Kegiatan yang melibatkan kolaborasi lintas elemen masyarakat ini dijadwalkan berlangsung selama sepekan, mulai 11 hingga 17 Agustus.

Ketua Panitia Pelaksana, Awaluddin Jalil, menyampaikan bahwa perayaan tahun ini terasa lebih istimewa dan berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, kepanitiaan tidak hanya melibatkan unsur internal yayasan, melainkan juga berkolaborasi luas dengan pihak Kelurahan Ujung Lare, perangkat RT/RW, Tim Penggerak PKK, jemaah masjid, hingga mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Hasanuddin (Unhas) dan Institut Teknologi Bacharuddin Jusuf Habibie (ITH).

“Tahun lalu kami hanya berkolaborasi di lingkup internal lembaga naungan yayasan seperti Permana Center, Majelis Taklim, dan pengurus masjid. Tahun ini kami bersatu dengan kelurahan, RT/RW, PKK, serta adik-adik mahasiswa KKN Unhas dan ITH. Kolaborasi yang berwarna ini membuat kegiatan jauh lebih terstruktur, rapi, dan terencana,” ujar Awaluddin Jalil.

Awaluddin menambahkan, panitia telah menyiapkan sebanyak 10 cabang perlombaan untuk berbagai tingkatan usia, mulai dari kategori dewasa hingga anak-anak (putra dan putri).

Perlombaan tersebut di antaranya:

 * Lomba tangkap bola dengan mata tertutup

 * Estafet air (beregu dewasa) dan pindah air (perorangan anak-anak)

 * Memasukkan pensil ke dalam botol

 * Lari kelereng

 * Cerdas cermat

 * Lomba azan

 * Rebut gelas

 * Permainan lawan kata

 * Sepak bola anak-anak, serta aneka lomba ketangkasan lainnya.

Rangkaian kegiatan ini resmi dibuka oleh perwakilan Pemerintah Kota Parepare, yakni Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Parepare, Iskandar Nusu, yang mewakili Wali Kota Parepare.

Melalui perayaan kemerdekaan ini, Awaluddin berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan mampu mempererat tali persaudaraan serta menjaga semangat kekeluargaan antarwarga di Ujung Lare.

Sidak Pelabuhan Parepare, Komisi III DPRD Soroti Masalah Tarif Parkir, Pungli, dan Optimalisasi PAD

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Komisi III DPRD Kota Parepare melakukan peninjauan lapangan atau on the spot (OTS) di kawasan Pelabuhan Nusantara Kota Parepare (Jumat 07/08/26) lalu menyusul maraknya keluhan masyarakat terkait kemacetan lalu lintas saat aktivitas bongkar muat dan kedatangan kapal berlangsung.

Ketua Komisi III DPRD Kota Parepare, Hamran Hamdani di temui di sela kegiatan konsultasi publik Ranperda Inisatif dewan mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil pantauan di lapangan, area parkir di dalam kawasan pelabuhan sejatinya masih sangat luas dan memadai untuk menampung kendaraan. Namun, para sopir angkutan memilih memarkir kendaraannya di luar pelabuhan hingga memicu kemacetan karena terbebani tingginya tarif parkir Pelindo.

“Pas masuk pelabuhan itu Rp12 ribu, ditambah tarif progresif Rp5 ribu per jam. Para sopir khawatir jika masuk dan membayar mahal tapi ternyata tidak mendapatkan penumpang. Kami sudah usulkan ke pihak pelabuhan agar pembayarannya fleksibel, misalnya ditagih saat keluar jika sudah mendapat penumpang,” ujar Hamran.

Selain persoalan kemacetan dan tarif parkir, Komisi III juga menyoroti pemanfaatan lahan aset parkir seluas 2.500 meter persegi di depan pelabuhan. Lahan tersebut saat ini hanya menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekitar Rp4 juta per bulan atau rata-rata Rp130 ribu per hari, sementara di lapangan terindikasi marak praktik pungutan liar (pungli) terhadap truk ekspedisi hingga Rp50 ribu per kendaraan.

Terkait tawaran pihak Pelindo yang berencana mengontrak lahan 2.500 meter persegi tersebut senilai Rp200 juta per tahun—yang berpotensi meningkatkan PAD hingga lima kali lipat—DPRD meminta instansi terkait untuk mengkajinya secara matang.

“Kami minta Pelindo dan Dinas Perhubungan mempelajari rencana ini secara hati-hati. Jangan hanya berorientasi profit semata, tetapi kita harus mempertimbangkan aspek sosial dan ekonomi warga lokal yang menggantungkan mata pencahariannya di sana,” tegas Hamran.

DPRD Parepare menjadwalkan agenda Rapat Dengar Pendapat (RDP) lanjutan dengan menghadirkan seluruh pihak terkait, termasuk Satlantas Polres Parepare, Pelindo, Dishub, serta perwakilan sopir guna merumuskan solusi terbaik tanpa mengorbankan ekonomi masyarakat.

Disdukcapil Parepare Catat Dinamika Mobilitas Penduduk dan Kebut Perekaman KTP-el Pemula

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM  — Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Parepare mencatat pergerakan mobilitas warga yang cukup dinamis, baik yang masuk maupun keluar daerah. Posisi Parepare sebagai daerah transit dinilai menjadi salah satu faktor utama arus perpindahan tersebut.

Kepala Disdukcapil Kota Parepare, Hj. Suryani, mengungkapkan bahwa data terkini mencatat sebanyak 2.448 jiwa keluar dari Parepare, sementara warga yang masuk tercatat sebanyak 1.936 jiwa.

“Selisih antara warga yang keluar dan masuk tidak terlalu signifikan karena Parepare memang merupakan daerah transit,” ujar Hj. Suryani.

Ia menjelaskan, mayoritas warga yang datang ke Parepare didorong oleh faktor pekerjaan, melanjutkan pendidikan atau sekolah, serta mengikuti domisili keluarga. Sebaliknya, warga yang keluar dari Parepare didominasi kepindahan antarprovinsi dengan tujuan utama ke Pulau Kalimantan untuk urusan pekerjaan dan berdagang.

Selain mobilitas penduduk, Disdukcapil Parepare saat ini terus menggenjot target perekaman KTP elektronik (KTP-el) bagi pemilih pemula di tingkat sekolah menengah. Dari target sekitar 20.000 jiwa, realisasi saat ini baru mencapai kisaran 2.000-an perekaman.

Hj. Suryani menjelaskan bahwa pelayanan jemput bola saat ini difokuskan ke Sekolah Menengah Atas (SMA) negeri, seperti SMAN 1, SMAN 2, SMAN 3, SMAN 4, dan SMAN 5 Parepare.

“Untuk siswa SMK, kami belum sentuh karena mayoritas siswanya saat ini masih menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL). Perekaman jemput bola untuk tingkat SMK rencananya akan kami sisir pada bulan Oktober mendatang,” pungkasnya.

Sambut HUT ke-81 RI, IPHI Parepare Gelar Pengecatan Makam Pahlawan dan Kirab Obor ‘Emak-Emak

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Majelis Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kota Parepare menggelar serangkaian kegiatan sosial dan patriotik dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Dua agenda utama yang disiapkan meliputi bakti sosial pengecatan makam pahlawan serta kirab obor.

Sekretaris Majelis IPHI Kota Parepare, Hj. Sry Meriani, menyatakan bahwa kegiatan perdana difokuskan pada pembersihan dan pengecatan dua lokasi makam pahlawan/pejuang di Parepare, yakni Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Bangsa dan makam pejuang di Watang Bacukiki (Petta Wattang Bacukiki/Abbanuange).

“Aksi pengecatan makam ini adalah bentuk penghormatan dan penghargaan kami yang mendalam kepada para pahlawan pejuang kemerdekaan. Kami ingin mengingatkan kembali kepada generasi penerus bahwa kemerdekaan diraih dengan pengorbanan besar dan NKRI adalah harga mati,” ujar Hj. Sry Merlani, Selasa (11/08/26).

Aksi bersih dan cat makam ini turut berkolaborasi dengan jajaran pemerintah daerah setempat, pihak kelurahan, tokoh masyarakat, hingga pihak keluarga makam.

Selain pengecatan makam, IPHI Parepare juga menjadwalkan agenda kedua berupa Kirab Obor pada Ahad malam, 16 Agustus 2026. Rute kirab direncanakan mengambil titik start dari Masjid Terapung BJ Habibie menuju kawasan Mattirotasi.

Uniknya, barisan kirab obor ini akan didominasi oleh kaum perempuan atau kalangan ibu-ibu pengurus IPHI yang bertekad membakar semangat generasi muda.

“Kenapa kami memilih kirab obor dan digerakkan oleh emak-emak? Karena kami ingin menggugah serta memotivasi anak-anak muda kita untuk lebih peduli dan tidak lupa pada sejarah perjuangan bangsanya,” tambah Sry Meriani.

Guna memastikan kelancaran kegiatan tahunan ini, IPHI Parepare menggandeng berbagai pihak eksternal, termasuk Kwartir Cabang Pramuka Kota Parepare, relawan telekomunikasi RAPI/Orari, jajaran Patwal Satlantas Polres Parepare untuk pengamanan lalu lintas, hingga layanan Tim Call Center Terpadu.

Sebagai informasi, program perayaan kemerdekaan ini merupakan agenda tahunan IPHI Parepare yang telah memasuki tahun kedua, setelah pada tahun sebelumnya sukses membentangkan kirab bendera merah putih sepanjang 188 meter.

Bawaslu Parepare Sapa Pelajar SMAN 3, Perkuat Pendidikan Demokrasi dan Pengawasan Partisipatif*

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Bawaslu Kota Parepare terus memperkuat pendidikan demokrasi di kalangan generasi muda melalui kegiatan “Bawaslu Menyapa Gen Z – Pelajar Siaga Demokrasi”. Kegiatan tersebut dilaksanakan di SMAN 3 Parepare, Rabu (12/08/26), mulai pukul 09.00 WITA hingga selesai, dengan melibatkan siswa dan siswi sebagai peserta.

Kegiatan menghadirkan Dr. Susilawati, M.Pd.I sebagai narasumber dengan materi Pendidikan Demokrasi dan Pengawasan Partisipatif bagi Generasi Muda. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Bawaslu dalam memberikan pemahaman kepada pemilih pemula mengenai pentingnya demokrasi, penggunaan hak pilih secara cerdas, serta keterlibatan generasi muda dalam pengawasan Pemilu.

Dalam pemaparannya, Susilawati menjelaskan bahwa generasi muda memiliki posisi penting dalam menentukan masa depan bangsa. Menurutnya, kepemimpinan dapat mulai dibangun dari lingkungan terdekat, seperti menjadi ketua kelas, ketua OSIS, maupun mengambil peran aktif dalam berbagai kegiatan di sekolah.

“Generasi muda bukan hanya dipersiapkan sebagai pemilih, tetapi juga sebagai bagian dari pengawasan demokrasi. Karena itu, pelajar harus berani bersikap kritis, tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi, serta berani menolak politik uang dan berbagai bentuk pelanggaran Pemilu,” ujar Susilawati.

Peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab. Dalam negara demokrasi, setiap warga negara memiliki hak untuk menentukan pilihan, sementara Pemilu menjadi sarana bagi rakyat untuk memberikan mandat kepada pemimpin dalam menjalankan kekuasaan dan membuat kebijakan.

Sebagai pemilih pemula, para pelajar diingatkan agar tidak menentukan pilihan hanya karena ikut-ikutan. Pemilih cerdas perlu mengenali calon dengan mempelajari rekam jejak, visi dan misi, serta pencapaian calon. Selain itu, generasi muda juga didorong untuk kritis terhadap informasi yang beredar, khususnya di media sosial, dengan mampu membedakan informasi yang benar, hoaks, kampanye hitam, kritik berbasis data, dan fitnah.

“Jangan memilih hanya karena ikut-ikutan, karena viral, popularitas, tampilan fisik, atau semata-mata mengikuti pilihan orang lain. Kenali calon, lihat rekam jejak, visi dan misinya, kemudian tentukan pilihan berdasarkan informasi yang dapat dipercaya,” pesan narasumber kepada peserta.

Materi juga menekankan pentingnya menolak politik uang (money politics). Pemilih pemula diharapkan memiliki sikap mandiri dan rasional dalam menentukan pilihan serta tidak menjadikan pemberian materi sebagai dasar dalam memilih.

Selain pendidikan demokrasi, peserta diperkenalkan dengan konsep pengawasan partisipatif, yakni keterlibatan masyarakat dalam mengawasi tahapan Pemilu agar berlangsung secara jujur dan adil. Pelajar dinilai memiliki peran strategis karena merupakan bagian dari pemilih muda yang dekat dengan teknologi, memiliki idealisme, serta dapat membantu menyebarluaskan informasi positif mengenai demokrasi.

Dalam konteks pengawasan, peserta diberikan pemahaman mengenai sejumlah hal yang perlu diperhatikan, seperti politik uang, netralitas aparat, pelanggaran kampanye, dugaan pelanggaran, serta penyebaran hoaks dan ujaran kebencian di media sosial.

Para pelajar juga diarahkan untuk memanfaatkan teknologi secara positif. Apabila menemukan dugaan pelanggaran, pelajar dapat melakukan dokumentasi secara aman tanpa memicu konflik dan menyampaikannya melalui kanal resmi Bawaslu, termasuk aplikasi SIGAP LAPOR. Mereka juga diharapkan menjadi agen edukasi di lingkungan keluarga dan masyarakat dengan mengajak orang tua, saudara, teman, serta lingkungan sekitar untuk tidak mudah terpengaruh hoaks politik dan bersama-sama menolak politik uang.

Usai penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan post-test bagi peserta. Post-test tersebut bertujuan mengukur tingkat pemahaman siswa dan siswi terhadap materi yang telah diberikan, khususnya mengenai demokrasi, penggunaan hak pilih secara cerdas dan bertanggung jawab, serta peran pemilih pemula dalam pengawasan partisipatif.

Melalui kegiatan Bawaslu Menyapa Gen Z – Pelajar Siaga Demokrasi, Bawaslu Kota Parepare berharap siswa dan siswi SMAN 3 Parepare dapat menjadi pemilih pemula yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab. Generasi muda juga diharapkan mampu menjadi bagian dari pengawasan partisipatif serta turut mendorong terwujudnya Pemilu yang jujur, adil, demokratis, dan berintegritas.

Polda Sulsel Gelar Tes Kesamaptaan Jasmani Berkala Periode II Tahun 2026

0

MAKASSA, RADIOMESRA. COM – Sulsel, Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel) menggelar Tes Kesamaptaan Jasmani Berkala Periode II Tahun Anggaran 2026 bagi seluruh personel Satuan Kerja (Satker) Mapolda Sulsel.

Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Sepak Bola Pallawa 88 United Mapolda Sulsel, Rabu pagi (12/08/26).

Sebelum mengikuti seluruh rangkaian tes kesamaptaan jasmani, para personel terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan awal berupa pengecekan tekanan darah (tensi) oleh tim medis dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sulsel.

Pemeriksaan awal tersebut merupakan bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan untuk memastikan kondisi kesehatan dan kesiapan fisik personel sebelum mengikuti aktivitas dengan intensitas fisik yang cukup tinggi.

Setelah dinyatakan siap, personel mengikuti pemanasan yang dipandu oleh instruktur sebelum memasuki tahapan tes kesamaptaan jasmani. Ucap Kabagwatpers AKBP Sugeng.

Ditambahkan Kabagwatpers bahwa rangkaian tes diawali dengan lari selama 12 menit mengelilingi lapangan. Selanjutnya, personel mengikuti sejumlah materi pengujian fisik, antara lain Pull-Up, Sit-Up, Push-Up, dan Shuttle Run.

Materi tersebut dirancang untuk mengukur berbagai aspek kemampuan fisik personel, mulai dari kekuatan otot lengan dan bahu, ketahanan otot perut, kekuatan otot dada dan lengan, hingga kelincahan serta daya tahan tubuh.

Tes Kesamaptaan Jasmani Berkala Periode II Tahun Anggaran 2026 dilaksanakan sebagai bagian dari upaya Polda Sulsel dalam menjaga dan meningkatkan kebugaran jasmani personel.

Kondisi fisik yang prima menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian yang membutuhkan kesiapsiagaan, mobilitas, ketahanan dan kemampuan merespons berbagai situasi di lapangan. Tambahnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh personel Polda Sulsel senantiasa memiliki kondisi fisik yang sehat, bugar dan siap menjalankan tugas secara optimal dalam memberikan pelayanan, perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat.

“Personel yang sehat dan bugar merupakan modal penting dalam mewujudkan pelaksanaan tugas kepolisian yang profesional, responsif dan optimal.” Tutup kabagwatpers.

Stok LPG 3 Kg Parepare Dijamin Aman, Ketua Komisi III DPRD Hamran Hamdani Imbau Warga Ikut Awasi Jalur Distribusi

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM  — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Parepare melalui Komisi III terus menaruh perhatian serius terhadap pengawasan distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan gas LPG 3 kg (gas melon) di wilayah Kota Parepare.

Ketua Komisi III DPRD Kota Parepare, Hamran Hamdani, mengungkapkan bahwa dari hasil koordinasi bersama pihak Pertamina, pasokan dan kuota gas LPG untuk masyarakat Parepare dipastikan aman bahkan mencukupi. Kendala kelangkaan di lapangan diduga kuat bersumber dari rantai distribusi serta potensi penyalahgunaan oleh oknum pangkalan atau agen.

“Pihak Pertamina sudah menjamin bahwa kuota untuk Parepare itu sangat mencukupi, bahkan ada tambahan. Namun titik rawannya ada pada proses distribusi. Jika ada agen atau sub-agen nakal yang sengaja membelokkan stok, ini yang memicu kelangkaan. Kami minta masyarakat dan aparat penegak hukum ikut mengawasi bersama. Jika menemukan indikasi penimbunan atau penyelewengan, segera laporkan,” tegas Hamran Hamdani,

Hamran menambahkan, Komisi III tetap menjalankan fungsi pengawasan legislatif dan mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kota Parepare yang telah turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lapangan.

Selain faktor keterlambatan armada angkut, fenomena tingginya serapan gas melon di wilayah sekitar—seperti penggunaan tabung gas bersubsidi untuk mesin pompa air pertanian di daerah tetangga—turut menjadi faktor yang menyedot pasokan rumah tangga.

Terkait penggunaan gas bersubsidi oleh kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN), Hamran mengimbau kesadaran moral dari para pegawai yang telah berpenghasilan mapan untuk tidak mengambil hak masyarakat prasejahtera.

“Untuk ASN, terutama yang sudah golongan III ke atas atau yang mampu, kami harapkan ada kesadaran untuk tidak menggunakan gas melon. Pihak Pemkot atau Wali Kota bisa melakukan pembinaan internal. Kita ingin memastikan subsidi ini tepat sasaran bagi keluarga kurang mampu dan pelaku usaha mikro,” pungkasnya.

  • https://radioku.my.id:8243/mesra
  • Radio Mesra Parepare