31.9 C
Pare-Pare
Sabtu, Oktober 24, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 45

Sampah Menumpuk Pasca-Lomba Gerak Jalan, Ketua Komisi I DPRD Parepare Imbau Masyarakat Jaga Kebersihan Kota

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Penumpukan sampah sisa makanan, kemasan minuman, hingga tusukan pentol mengotori sepanjang jalur lintasan lomba gerak jalan di Kota Parepare. Kondisi ini menua sorotan dari Ketua Komisi I DPRD Kota Parepare, Dr. H. Kamaluddin Kadir, S.E., M.Si.

Pada program Obras Sabtu (29/08/2026), Dr. Kamaluddin menyayangkan minimnya kesadaran sebagian warga yang membuang sampah sembarangan usai menonton kegiatan tersebut, seperti menyembunyikannya di kolong-kolong fasilitas umum.

“Sisa makanan, bungkus plastik, sampai tusuk pentol itu berserakan di mana-mana. Ini bahaya kalau terinjak. Kita tidak boleh selalu bergantung dan menyalahkan petugas kebersihan saja. Harus ada kesadaran diri membawa sampah masing-masing sampai menemukan tempat sampah,” ujar Kamaluddin.

Ia menegaskan, kondisi lingkungan yang kotor dapat merusak citra Kota Parepare di mata pengunjung luar daerah, terlebih di area sekitar perhotelan yang sedang dipadati tamu dan rombongan tamu penting.

Didominasi bekas kemasan makanan, minuman, dan benda tajam seperti tusuk pentol di sepanjang jalur gerak jalan. Warga diminta tidak asal lempar atau menumpuk sampah di tempat tersembunyi seperti kolong jalan/bangunan. Dinas terkait telah dikerahkan menyisir ulang jalur gerak jalan untuk pembersihan intensif.

Kamaluddin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling mengingatkan dan menumbuhkan budaya malu membuang sampah sembarangan demi menjaga keasrian Kota Parepare.

KPU Kota Parepare Gelar Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih di UPT. SMA Negeri 5 Parepare

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – KPU Kota Parepare kembali melaksanakan kegiatan Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih di UPT. SMA Negeri 5 Parepare, Ahad (30/08/26).

Kegiatan ini menghadirkan Ketua KPU Kota Parepare, Muh. Awal Yanto, sebagai pemateri. Dalam pemaparan materinya, Muh. Awal Yanto menyampaikan pentingnya memahami definisi dan prinsip utama kepemimpinan, khususnya bagi generasi muda dan para pelajar.

Menurutnya, seorang pemimpin harus memiliki prinsip yang kuat dalam menjalankan peran dan tanggung jawabnya.

“Prinsip utama kepemimpinan yaitu memberi teladan, melayani dan integritas,” ujarnya.

Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai core values atau nilai-nilai utama yang perlu dimiliki oleh seorang pemimpin siswa, di antaranya integritas, tanggung jawab, empati, keberanian, dan disiplin.

Tidak hanya nilai-nilai kepemimpinan, keterampilan juga menjadi bagian penting yang harus dikembangkan oleh seorang pemimpin. Keterampilan tersebut meliputi komunikasi efektif, kerja sama tim, penyelesaian masalah, serta manajemen waktu.

Kegiatan Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih ini diikuti oleh siswa kelas XI UPT SMA Negeri 5 Parepare. Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan antusias dan aktif berinteraksi selama penyampaian materi.

Antusiasme peserta semakin terlihat dalam sesi diskusi dan tanya jawab, di mana para siswa diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan dan pandangan terkait materi yang telah disampaikan.

Melalui kegiatan ini, KPU Kota Parepare terus berkomitmen memberikan pendidikan kepada generasi muda, tidak hanya dalam meningkatkan pemahaman tentang demokrasi dan kepemiluan, tetapi juga dalam membangun karakter kepemimpinan yang berintegritas, bertanggung jawab, dan berorientasi pada pelayanan.

Resmi Dibuka di Stadion Gelora BJ Habibie, Piala Gubernur Sulsel 2026 Perebutkan Total Hadiah Rp500 Juta

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Turnamen sepak bola Piala Gubernur Sulawesi Selatan 2026 Volume 2 secara resmi dibuka di Stadion Gelora BJ Habibie, Kota Parepare, Sabtu (29/08/26). Ajang bertaraf provinsi yang digagas oleh Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman ini hadir sebagai momentum pembinaan talenta muda daerah menuju PON mendatang.

Acara pembukaan ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Parepare Tasming Hamid selaku tuan rumah, unsur Forkopimda Sulawesi Selatan, serta sejumlah kepala dan wakil kepala daerah se-Sulsel.

Dalam sambutannya, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengungkapkan bahwa ajang ini disiapkan dengan total hadiah sebesar Rp500 juta, menjadi salah satu yang terbesar untuk kejuaraan tingkat provinsi. Selain itu, piala yang diperebutkan didesain secara khusus dalam bentuk 3D.

“Ajang ini nanti menjadi ajang untuk melihat pemain terbaik yang bisa mewakili Sulsel di PON tahun depan. Kita siapkan hadiah Rp500 juta dan piala khusus. Saya minta seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas, mempererat keakraban, dan ajang ini juga akan dilanjutkan dengan turnamen usia dini di anggaran perubahan,” ujar Andi Sudirman Sulaiman.

Ia juga menambahkan, tim yang berhasil keluar sebagai juara satu akan diundang khusus ke Rujab Gubernur untuk makan malam bersama dan menerima hadiah kejutan (surprise) tambahan.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Erwin Suddin, melaporkan bahwa kompetisi ini diikuti oleh perwakilan dari 24 kabupaten/kota yang terbagi ke dalam empat wilayah zona regional, yakni Parepare, Bone, Palopo, dan Jeneponto.

“Kickoff hari ini dimulai di Parepare, lalu dilanjutkan serentak di Bone, Palopo, dan Jeneponto pada Senin, 31 Agustus 2026. Masing-masing regional berisi 6 tim. Juara dan runner-up grup nantinya akan melaju ke babak 8 besar,” jelas Erwin Suddin.

Erwin juga menyebutkan bahwa piala bergilir yang diperebutkan mengusung konsep seperti Piala Dunia, di mana trofi eksklusif tersebut secara khusus akan disimpan oleh sang juara utama.

Terpilih Jadi Tuan Rumah Pembukaan Piala Gubernur Sulsel 2026, Wali Kota Tasming Hamid Sampaikan Apresiasi

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Wali Kota Parepare, H. Tasming Hamid, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, atas kepercayaan yang diberikan kepada Kota Parepare sebagai tuan rumah seremonial pembukaan Piala Gubernur Sulsel 2026 Volume 2 Regional Timur.

Acara pembukaan turnamen sepak bola bergengsi tersebut dipusatkan di Stadion Gelora BJ Habibie, Kota Parepare, dan dihadiri oleh jajaran Forkopimda Sulawesi Selatan serta sejumlah kepala dan wakil kepala daerah se-Sulsel.

“Atas nama pemerintah dan masyarakat Kota Parepare, kami berterima kasih atas kepercayaan ini. Kita tahu piala ini sangat bergengsi dan semua daerah tentu menginginkan menjadi tempat pembukaan. Alhamdulillah, ini rezekinya masyarakat Parepare,” ujar H. Tasming Hamid.

Ia juga menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh kontingen dari 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan yang siap berlaga. Tasming menekankan pentingnya menjaga kondusivitas, keamanan, dan kedisiplinan selama kejuaraan berlangsung.

Menurutnya, ajang yang digagas oleh Gubernur Sulsel ini bukan sekadar kompetisi biasa, melainkan wadah untuk melahirkan bibit-bibit berbakat, membentuk karakter atlet, serta mempererat tali silaturahmi antardaerah.

“Di dalam turnamen ini ada silaturahmi, pembentukan karakter, dan ruang bagi talenta-talenta muda yang nantinya bisa membawa nama baik Sulawesi Selatan di kancah nasional. Kita berharap kegiatan ini berjalan lancar hingga akhir,” tambahnya.

Mengakhiri sambutannya, Wali Kota Parepare menutup dengan pantun bernuansa sportivitas untuk membakar semangat para atlet:

*”Mentari berlabuh di balik lautan, cahaya keemasan menghiasi negeri. Di lapangan, kita pertaruhkan kemampuan; di luar lapangan, persaudaraan tetap di hati.”

Cegah Gangguan Kamtibmas, Polres Parepare Perkuat Patroli Presisi dan Dialog Warga

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Aktivitas masyarakat di sejumlah ruas jalan Kota Parepare menjadi perhatian Satuan Samapta Polres Parepare melalui patroli perintis Presisi Commander Wish dan patroli dialogis, Ahad (30/08/26).

Patroli yang dimulai sekitar pukul 08.30 Wita itu menyasar sejumlah titik yang menjadi pusat mobilitas masyarakat. Selain memantau kondisi keamanan, personel juga melakukan pengaturan lalu lintas untuk menjaga pergerakan kendaraan tetap aman dan lancar.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa patroli kepolisian tidak hanya berfungsi sebagai respons terhadap gangguan keamanan, tetapi juga sebagai instrumen pencegahan.

Dengan kehadiran personel secara langsung di lapangan, polisi berupaya mendeteksi potensi gangguan sejak dini sekaligus membangun komunikasi dengan masyarakat.

Patroli dipimpin Danru Aiptu Jamaluddin dengan melibatkan tiga personel Sat Samapta, yakni Aipda Asri Hamzah, Bripda Dirga Aslam, dan Bripda Muh Faiq Faraj.

Rute patroli mencakup sejumlah ruas jalan di wilayah hukum Polres Parepare, antara lain Jalan Veteran, Jalan Bau Massepe, Jalan Sultan Hasanuddin, Jalan Lasinrang, Jalan Agussalim, Jalan Lahalede, hingga Jalan Karaeng Burane.

Personel tidak hanya melintas di ruas jalan tersebut. Mereka juga menyambangi titik-titik yang menjadi pusat keramaian, kawasan permukiman, objek vital, serta lokasi perbelanjaan masyarakat.

Pola seperti ini penting karena gangguan kamtibmas tidak selalu muncul di lokasi yang sama. Mobilitas masyarakat yang dinamis membuat kepolisian perlu mengubah pendekatan dari sekadar menjaga titik tertentu menjadi pemantauan situasi secara bergerak dan berkelanjutan.

Di sisi lain, kehadiran polisi di tengah aktivitas warga juga memberi efek pencegahan. Masyarakat dapat melihat secara langsung bahwa aparat hadir dan memantau kondisi lingkungan.

Salah satu aspek yang menonjol dalam kegiatan tersebut adalah patroli dialogis.

Personel Sat Samapta berinteraksi langsung dengan warga di sejumlah lokasi. Dalam komunikasi itu, polisi menyampaikan pesan kamtibmas sekaligus mengajak masyarakat mengambil bagian dalam menjaga keamanan lingkungan.

Pendekatan ini memperlihatkan perubahan penting dalam pola pemeliharaan keamanan. Keamanan tidak sepenuhnya dapat dibebankan kepada kepolisian karena masyarakat merupakan pihak yang paling dekat dengan lingkungan masing-masing.

Warga dapat menjadi sumber informasi awal ketika muncul potensi gangguan. Karena itu, komunikasi yang terbuka antara masyarakat dan polisi menjadi bagian penting dari sistem pencegahan.

Kasat Samapta Polres Parepare *AKP Muh. Habir* mengatakan patroli dilakukan sebagai langkah preventif sekaligus untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat.

*“Patroli ini tidak hanya berorientasi pada pemantauan situasi, tetapi juga membangun komunikasi dengan masyarakat. Kami mengajak warga bersama-sama menjaga keamanan dan segera menyampaikan kepada petugas apabila menemukan hal yang berpotensi mengganggu kamtibmas,”* ujar AKP Muh. Habir.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa patroli dialogis memiliki dua fungsi sekaligus. Pertama, menjaga kehadiran polisi di lapangan. Kedua, membangun jejaring komunikasi agar informasi mengenai potensi gangguan keamanan dapat diterima lebih cepat.

Selain persoalan keamanan, patroli juga menyentuh aspek kelancaran lalu lintas.

Sejumlah ruas jalan yang menjadi jalur aktivitas warga dipantau untuk memastikan arus kendaraan tetap berjalan lancar. Personel turut melakukan pengaturan ketika dibutuhkan.

Kelancaran lalu lintas menjadi bagian dari rasa aman masyarakat. Ketika mobilitas warga terganggu, persoalannya tidak hanya menyangkut perjalanan, tetapi juga aktivitas ekonomi, perdagangan, pekerjaan, dan layanan publik.

Karena itu, pengamanan jalan perlu ditempatkan sebagai bagian dari pelayanan kepolisian kepada masyarakat.

Dalam konteks Kota Parepare yang memiliki sejumlah ruas jalan dengan aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat cukup tinggi, kehadiran petugas di lapangan menjadi salah satu langkah preventif untuk menjaga situasi tetap terkendali.

Patroli rutin juga memperlihatkan bahwa menjaga kamtibmas bukan semata-mata persoalan seberapa banyak personel yang diturunkan.

Efektivitas pengamanan sangat ditentukan oleh kemampuan membaca situasi, memilih lokasi prioritas, membangun komunikasi, dan merespons informasi masyarakat.

Karena itu, patroli dialogis memiliki nilai strategis. Polisi memperoleh gambaran mengenai kondisi lingkungan dari interaksi langsung, sementara masyarakat mendapat ruang untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi.

Pola tersebut juga dapat memperkuat kepercayaan publik terhadap kepolisian. Hubungan polisi dan warga tidak berhenti pada penindakan, tetapi berkembang menjadi kerja sama dalam mencegah gangguan keamanan.

AKP Muh. Habir menegaskan bahwa patroli akan terus diarahkan pada upaya pencegahan agar potensi gangguan keamanan dapat diantisipasi sedini mungkin.

*“Kami berharap masyarakat tetap beraktivitas dengan nyaman. Keamanan merupakan tanggung jawab bersama. Polisi hadir untuk memberikan perlindungan dan pelayanan, sementara masyarakat dapat membantu dengan menjaga lingkungan serta tidak ragu berkomunikasi dengan petugas,”* katanya.

Pesan tersebut memiliki arti penting. Masyarakat tidak ditempatkan hanya sebagai pihak yang menerima pelayanan keamanan, tetapi juga sebagai bagian dari sistem keamanan lingkungan.

Dengan demikian, partisipasi warga menjadi elemen penting dalam menjaga stabilitas Kota Parepare.

Warga dapat berkontribusi melalui kepedulian terhadap lingkungan, kewaspadaan terhadap kondisi sekitar, serta komunikasi cepat dengan aparat apabila menemukan situasi yang berpotensi menimbulkan gangguan.

Patroli perintis Presisi dan patroli dialogis pada akhirnya bukan hanya persoalan kegiatan rutin kepolisian.

Lebih jauh, kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi untuk menjaga rasa aman melalui kehadiran aparat, pencegahan, dan komunikasi publik.

Tantangannya adalah memastikan patroli benar-benar adaptif terhadap perkembangan situasi, bukan sekadar menjadi agenda berulang tanpa evaluasi.

Karena itu, pemetaan wilayah rawan, evaluasi rute patroli, penguatan komunikasi dengan masyarakat, serta kecepatan merespons laporan warga perlu berjalan beriringan.

Jika pola tersebut konsisten, patroli dapat memberikan manfaat yang lebih besar. Polisi tidak hanya hadir ketika masyarakat membutuhkan bantuan, tetapi juga hadir sebelum gangguan keamanan berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

Patroli Polres Parepare pada Minggu pagi tersebut menunjukkan bagaimana pendekatan preventif dan dialogis dapat berjalan bersamaan.

Personel memantau ruas jalan, menyambangi pusat aktivitas masyarakat, melakukan pengaturan lalu lintas, serta berkomunikasi langsung dengan warga.

Hasilnya, situasi kamtibmas selama kegiatan berlangsung dilaporkan aman, tertib, dan kondusif.

Namun, capaian tersebut perlu dipandang sebagai bagian dari proses yang harus dijaga secara berkelanjutan. Sebab, keamanan kota tidak cukup dibangun melalui patroli sesaat.

Dibutuhkan konsistensi kepolisian, respons cepat terhadap informasi, serta keterlibatan aktif masyarakat.

Pada akhirnya, keberhasilan menjaga kamtibmas di Parepare bukan hanya ditentukan oleh seberapa sering polisi berpatroli, tetapi juga seberapa kuat hubungan antara polisi dan masyarakat dalam mencegah gangguan keamanan sejak awal.

Dengan pendekatan tersebut, patroli bukan sekadar aktivitas berkeliling kota. Patroli menjadi bentuk kehadiran negara yang langsung dirasakan masyarakat sekaligus ruang untuk membangun kepercayaan publik.

Usut Tuntas Kasus Dana Dinkes Rp6,3 Miliar, Aliansi Masyarakat Sipil Parepare Apresiasi Polda Sulsel

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM  — Sejumlah elemen masyarakat sipil Kota Parepare  menyerahkan rekomendasi dan memberikan apresiasi atas dibukanya kembali pengusutan kasus dugaan korupsi dana Dinas Kesehatan (Dinkes) senilai Rp6,3 miliar, pada Kapolda Sulawesi Selatan melalui polres Parepare yang di terima Kabag ops Kompol Slamet Paryanto.

Aliansi yang terdiri dari KMPB Parepare, LSM Fokus Parepare, LSM Pakar Parepare, FPU Parepare, FMB Parepare, serta masyarakat sipil Parepare ini menegaskan komitmennya untuk mengawal penanganan kasus yang dinilai telah terulur hingga delapan tahun tersebut.

Ketua LSM Pakar Parepare, Andi Tenri Waru, mengungkapkan optimismenya terhadap langkah Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel yang kembali membuka sisi terang dari persoalan ini. Ia menekankan agar penyidikan tidak berhenti pada penetapan tersangka teknis belaka, melainkan harus menyasar hingga ke aktor intelektual di balik kerugian negara tersebut.

“Kami sangat optimis dan memberikan kepercayaan sepenuhnya kepada pihak Polda untuk menindaklanjuti persoalan ini sampai betul-betul kelihatan siapa aktor intelektualnya. Jangan sampai pengusutan ini mentok di tersangka selanjutnya tanpa melihat akar masalah,” ujar Andi Tenri Waru, Ahad (30/08/26).

Ia menambahkan, pihaknya telah mengirimkan surat resmi dan akan terus melakukan evaluasi berkala serta membangun komunikasi intensif dengan Polda Sulsel guna memantau perkembangan kasus.

Senada dengan hal tersebut, Koordinator KMPB Kota Parepare, H. Muhlis Abdullahi, menyebut langkah Polda Sulsel yang telah melakukan gelar perkara menjadi sinyal kuat bahwa penanganan kasus ini tidak lagi main-main. Menurutnya, proses hukum yang berjalan selama 8 tahun ini terlalu lama lantaran dinilai syarat akan kepentingan tertentu pada masa lalu.

“Dulu kami sangat pesimis, tetapi kami terkejut dan mengapresiasi ketika gelar perkara kembali dilakukan. Kalau sudah gelar perkara, artinya harus tuntas. Tuntutan kami jelas: tuntaskan dan percepat prosesnya,” tegas H. Muhlis Abdullahi.

Aliansi masyarakat sipil Parepare berencana memberikan jeda waktu satu hingga dua minggu ke depan sebelum kembali menyambangi Polda Sulsel guna melakukan pendampingan dan memastikan pengusutan perkara berjalan transparan.

Tuntut Audit Anggaran DPRD Hingga Isu Jual Beli Proyek, Aliansi Ormas Parepare Siap Gelar Aksi Konvoi ke Polda Sulsel

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM  – Aliansi masyarakat sipil bersama Lembaga Kebijakan Riset Indonesia (LMRI), Forum Masyarakat Bahagia (FMB) serta LSM Fokus berencana menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di Mapolda Sulawesi Selatan serta kantor BPKP dalam waktu dekat.

Niat tersebut disampaikan oleh narasumber, H. Andi Abd. Rahman Saleh, S.E., dalam program siaran Obras pada Jumat (28/08/26). Ia menyebutkan bahwa aksi ini akan diawali dengan konvoi kendaraan bermotor dari Kota Parepare menuju Makassar.

“Kami sudah berkoordinasi dengan LMRI dan beberapa elemen seperti Forum Peduli Bangsa. Rencananya kita start dari Parepare konvoi motor menuju Polda Sulsel dan kantor BPKP,” ujar Andi Abd. Rahman Saleh.

Ia membeberkan, aksi ini dipicu oleh sejumlah isu krusial terkait pengelolaan keuangan daerah dan transparansi anggaran di DPRD Parepare. Beberapa tuntutan utama yang akan dibawa di antaranya

Tunjangan Perumahan: Evaluasi dan kejelasan regulasi terkait alokasi tunjangan perumahan anggota dewan.

Audit Investigasi Perjalanan Dinas., Mendesak BPKP dan BPK melakukan audit investigasi menyeluruh terhadap anggaran perjalanan dinas DPRD tahun 2023 (sebesar Rp50 miliar) dan tahun 2024 (sebesar Rp40 miliar) yang dinilai tidak memberikan manfaat jelas bagi masyarakat.

 Dugaan Jual Beli Proyek. Mengusut tuntas dugaan praktik jual beli proyek yang terjadi di wilayah Kota Parepare.

Melalui aksi gabungan ini, pihaknya berharap penegak hukum serta lembaga pengawas keuangan segera turun tangan mengusut tuntas indikasi penyimpangan anggaran demi kepentingan publik.

Perkuat Transparansi dan Digitalisasi Data, LKM Usaha Bersama Ujung Lare Resmi Luncurkan Website Hasil Kolaborasi KKN ITH

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) Usaha Bersama Kelurahan Ujung Lare resmi mengadopsi sistem digitalisasi melalui peluncuran platform website organisasi. Inovasi ini merupakan hasil kolaborasi dan kerja sama antara pengurus LKM dengan para mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan Ketiga Institut Teknologi Bacharuddin Jusuf Habibie (ITH) Parepare.

Anggota LKM Usaha Bersama Ujung Lare, Haruji, mengungkapkan bahwa langkah ini menjadi sejarah baru bagi LKM sejak berdiri dari era PNPM Mandiri. Website ini dirancang untuk menjawab tantangan keterbukaan informasi publik serta tata kelola data organisasi agar lebih modern dan terstruktur.

“Sejak berdirinya LKM Usaha Bersama, baru kali ini kita memiliki website resmi. Ini berkat inisiatif dan ide dari adik-adik mahasiswa KKN ITH. Selain memperkuat transparansi keuangan dan program kerja kepada warga Ujung Lare, sistem ini juga mempermudah masyarakat mengakses informasi usaha LKM,” terang Haruji.

Dari sisi teknis pengembangan, mahasiswa KKN ITH 2026, Naufal, menjelaskan bahwa platform tersebut dibangun untuk mengikis sistem pencatatan manual yang selama ini diterapkan oleh pengurus LKM.

“Website ini terintegrasi untuk pendataan kependudukan, pemetaan RT/RW, hingga rekapitulasi data warga. Ke depannya, pengurus tidak perlu lagi mendatangi rumah warga satu per satu secara manual sehingga pengolahan data menjadi jauh lebih efisien,” jelas Naufal.

Inovasi digital ini diharapkan menjadikan LKM Usaha Bersama Kelurahan Ujung Lare sebagai pionir tata kelola organisasi berbasis teknologi di Kota Parepare.

 Transparansi Program.  Publikasi laporan kegiatan, transparansi pengurus, dan unit usaha LKM dapat diakses secara terbuka.

Integrasi Data Kependudukan: Pemetaan jumlah warga, segmentasi gender, dan wilayah RT/RW secara terstruktur di dalam sistem backend.

Pendampingan Berkelanjutan: Tim KKN ITH berkomitmen memberikan pelatihan intensif tata kelola admin kepada pengurus LKM meski masa KKN telah usai.

Polda Sulsel Imbau Orang Tua Tingkatkan Pengawasan Anak, Keselamatan Menjadi Tanggung Jawab Bersama

0

MAKASSAR, RADIOMESRA. COM – Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel) mengimbau para orang tua untuk meningkatkan perhatian, pengawasan, serta komunikasi dengan anak-anak, khususnya agar tidak berada di lokasi kegiatan penyampaian aspirasi yang berpotensi menimbulkan situasi tidak kondusif.

Imbauan tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya kepolisian bersama keluarga dan masyarakat dalam memastikan keselamatan anak sekaligus menjaga agar kegiatan penyampaian pendapat dapat berlangsung secara aman, tertib, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol. Didik Supranoto, S.I.K., M.H., mengatakan bahwa orang tua memiliki peran penting dalam memberikan pemahaman dan edukasi kepada anak mengenai risiko berada di tengah situasi yang berpotensi terjadi kericuhan.

“Kami mengimbau para orang tua untuk memastikan anak-anak tidak berada di lokasi aksi yang berpotensi terjadi kericuhan. Keselamatan mereka adalah tanggung jawab kita bersama. Untuk itu, para orang tua diharapkan dapat membimbing dan mengedukasi anak-anaknya agar memahami risiko serta mengutamakan kepentingan masa depan dan keselamatan mereka,” ujar Kombes Pol. Didik Supranoto dalam keterangannya, Sabtu (29/8/2026).

Ia menegaskan, penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak masyarakat yang dilindungi dan dihormati. Namun demikian, anak-anak membutuhkan pendampingan dan pemahaman yang cukup agar tidak terlibat atau berada dalam situasi yang dapat membahayakan keselamatan mereka.

“Anak-anak kita tentu memiliki masa depan yang panjang. Jangan sampai mereka berada di tempat atau situasi yang berpotensi membahayakan diri sendiri. Karena itu, peran orang tua untuk memberikan edukasi, arahan, dan pengawasan sangat penting,” jelasnya.

Kombes Pol. Didik juga mengajak para orang tua untuk membangun komunikasi yang terbuka dengan anak serta mengetahui aktivitas dan lingkungan pergaulan mereka. Terlebih ketika terdapat informasi mengenai kegiatan aksi atau penyampaian aspirasi di suatu wilayah.

“Kami mengajak para orang tua untuk terus berkomunikasi dengan anak-anaknya, memberikan pemahaman bahwa menyampaikan pendapat dapat dilakukan dengan cara yang baik dan sesuai ketentuan. Yang paling utama adalah jangan sampai mereka menjadi korban atau berada dalam situasi yang dapat membahayakan keselamatan,” tuturnya.

Menurutnya, upaya menjaga keselamatan anak tidak dapat dilakukan oleh kepolisian semata, tetapi membutuhkan kepedulian dan kerja sama dari seluruh elemen masyarakat, terutama keluarga sebagai lingkungan terdekat anak.

“Keselamatan anak adalah tanggung jawab kita bersama. Mari kita jaga anak-anak kita, kita bimbing dan kita edukasi untuk kepentingan masa depan mereka. Jangan sampai keinginan untuk ikut-ikutan justru membawa mereka pada situasi yang merugikan,” pungkas Kombes Pol. Didik Supranoto.

Polda Sulsel berharap kepedulian dan pengawasan orang tua dapat menjadi langkah awal dalam mencegah anak-anak berada di lingkungan yang berisiko, sekaligus menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang tetap aman, damai, dan kondusif.

Pengamanan Humanis Polda Sulsel, Penyampaian Pendapat di Makassar dan Gowa Berjalan Aman dan Tertib

0

MAKASSAR, RADIOMESRA. COM – Polda Sulawesi Selatan terus menunjukkan komitmennya dalam mengawal setiap kegiatan penyampaian pendapat di muka umum dengan mengedepankan pendekatan humanis, persuasif, serta tetap menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi.

Pengamanan kegiatan penyampaian pendapat yang berlangsung di sejumlah titik di Kota Makassar, di antaranya kawasan Fly Over Jalan Urip Sumohardjo dan Mall Panakkukang serta di Kab. Gowa, Jumat (28/8/2026), dilaksanakan dengan mengutamakan langkah-langkah preventif guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol. Didik Supranoto, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa Polri berkomitmen memberikan pengamanan secara profesional dan humanis dalam setiap kegiatan penyampaian pendapat.

“Polri mengedepankan pendekatan humanis dalam pengamanan aksi penyampaian pendapat. Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung secara damai, tertib dan tetap menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengimbau seluruh peserta aksi untuk menyampaikan aspirasi secara tertib serta menghormati hak pengguna jalan dan masyarakat lainnya. Menurutnya, sinergi antara aparat keamanan dan seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan agar penyampaian aspirasi dapat berjalan dengan aman dan kondusif.

Sementara itu, di Kabupaten Gowa, pengamanan kegiatan penyampaian pendapat juga dilakukan dengan mengedepankan pendekatan persuasif dan dialogis.

Kapolresta Gowa Kombes Pol. Dr. Muh. Yusuf Usman turun langsung ke lapangan untuk memantau sekaligus memastikan kegiatan berlangsung aman dan terkendali.

Kehadiran langsung Kapolresta Gowa di tengah massa merupakan bagian dari upaya membangun komunikasi dan menciptakan suasana yang lebih sejuk selama kegiatan berlangsung. Langkah humanis tersebut secara konsisten dilakukan untuk mencegah terjadinya gesekan.

Polresta Gowa juga terus mengedepankan komunikasi dengan berbagai pihak, sehingga setiap potensi gangguan keamanan dapat diantisipasi sejak dini dan situasi kamtibmas di wilayah Kabupaten Gowa tetap terjaga.

  • https://radioku.my.id:8243/mesra
  • Radio Mesra Parepare