31.9 C
Pare-Pare
Sabtu, Oktober 24, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 44

Tinggalkan Papan Nama RT/RW Hingga Website LKM, Program KKN ITH di Ujung Lare Panen Apresiasi Warga

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM.– Mengakhiri masa pengabdian Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 3 pada 31 Agustus, para mahasiswa Institut Teknologi Bacharuddin Jusuf Habibie (ITH) Parepare meninggalkan jejak program kerja yang berdampak langsung bagi masyarakat Kelurahan Ujung Lare.

Ketua RT 1 / RW 2 Kelurahan Ujung Lare, Nursalam, memberikan apresiasi tinggi terhadap pendekatan riset mahasiswa ITH. Berbeda dengan kampus lain, mahasiswa ITH mendatangi warga dan pengurus lingkungan terlebih dahulu untuk mengidentifikasi masalah sebelum merancang program kerja.

“Barusan tahun ini ada anak KKN yang meninggalkan hasil nyata dan bisa dilihat tiap tahun. Mereka menghadirkan papan penanda rumah RT/RW serta website resmi LKM. Dulu masyarakat sering bingung mencari rumah pengurus RT/RW, sekarang sudah ada penandanya,” ungkap Nursalam.

Sementara itu, Sekretaris Kelompok KKN ITH Ujung Lare, Meiana Sahabuddin (Mahasiswi Prodi Sistem Informasi ITH), menyebutkan bahwa seluruh program dirancang berdasarkan pemetaan kebutuhan wilayah. Kelompok KKN yang beranggota 8 orang ini fokus pada digitalisasi dan pengelolaan lingkungan.

“Kami sangat senang karena website LKM dan penanda wilayah yang dibangun diterima dengan antusias. Selain itu, kami juga merancang budidaya maggot untuk memanfaatkan sisa sampah makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekitar wilayah kelurahan,” terang Meiana.

 *Inovasi Berkelanjutan:Pemasangan papan penanda RT/RW dan pembuatan website organisasi LKM Usaha Bersama.

 *Solusi Lingkungan:* Inisiasi budidaya maggot memanfaatkan sisa limbah organik sisa makanan.

 *Sinergi Masyarakat: Dukungan penuh dari pihak kelurahan, pengurus LKM, hingga warga setempat selama 40 hari masa KKN.

Dinkes Parepare Sasar 22 Kelurahan Buat Tracing TBC, Warga Bergejala Diminta Tak Malu Periksa**

0

PAREPARE, RADIOMESRA . COM — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Parepare terus memasifkan upaya penemuan kasus Tuberkulosis (TBC) secara aktif hingga ke tingkat kelurahan. Langkah ini diambil untuk memutus mata rantai penularan TBC di seluruh wilayah Kota Parepare.

Kepala Bidang Kesmas, Kesling, dan P2P Dinas Kesehatan Kota Parepare, Edy Kusuma Suhardi, menyampaikan hal tersebut dalam kegiatan Ngopi Berjamaah di Masjid Raya Parepare, Jumat (28/08/26). Kegiatan sosialisasi ini mengusung tema “TBC Bukan Aib, TBC Bisa Sembuh: Kenali, Cegah, Obati!”.

Edy menjelaskan bahwa penyebaran kasus TBC saat ini merata di 22 kelurahan di Kota Parepare, dengan catatan kasus tertinggi berada di Kelurahan Bukit Indah dan Lembah Harapan. Untuk itu, tim kesehatan mendatangi langsung pemukiman warga guna menyisir kontak erat, kontak serumah, serta warga yang bergejala namun belum sempat memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

“Metode yang kita lakukan adalah untuk penemuan kasus sebanyak-banyaknya. Target kita merata di 22 kelurahan dengan menguji 100 orang bergejala atau kontak erat di setiap titik. Jika kita bisa temukan 100 persen penderita TBC di Parepare, maka otomatis rantai penularannya bisa kita putus,” ujar Edy.

Saat ini, pelaksanaan tes kesehatan secara bergilir telah dimulai dari Kecamatan Ujung dan akan dilanjutkan ke kecamatan lain sepanjang minggu ini. Dinkes mengimbau masyarakat untuk aktif berpartisipasi dan tidak ragu melakukan pemeriksaan demi kesehatan bersama.

Kapolres Parepare Pimpin Upacara Serah Terima Jabatan, Kabag SDM dan Kasi Propam Polres Parepare,

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Kapolres Parepare AKBP Phunky Mahendra Borniawan, memimpin langsung upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kepala Bagian Sumber Daya Manusia (Kabag SDM) dan Kepala Seksi Profesi dan Pengamanan (Kasi Propam) Polres Parepare. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat di Lapangan Apel Mapolres Parepare, Jalan Andi Mappatola, Kelurahan Ujung Sabbang, Kecamatan Soreang, Kota Parepare.

Adapun pejabat yang melaksanakan serah terima jabatan yakni, Kabag SDM Polres Parepare Diserahterimakan dari Kompol Muhammad Hasyim, kepada AKP Syukri Masse, (sebelumnya menjabat sebagai Kasi Propam Polres Parepare). Sedangkan Kasi Propam Polres Parepare, Resmi dijabat oleh Iptu M. Tajrid.

Dalam amanatnya, Kapolres Parepare AKBP Phunky Mahendra Borniawan menegaskan bahwa mutasi jabatan di lingkungan Polri merupakan hal yang lumrah dan bagian dari dinamika penyegaran organisasi serta pembinaan karier personel.

“Mutasi dan serah terima jabatan adalah hal biasa di tubuh Polri demi optimalisasi kinerja serta penyegaran organisasi. Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya kepada pejabat lama atas dedikasi dan pengabdiannya selama bertugas di Polres Parepare,” ujar AKBP Phunky Mahendra Borniawan.

Kepada pejabat baru, Kapolres menekankan pentingnya penguatan internal, khususnya dalam aspek pengelolaan SDM dan penegakan disiplin anggota.

“Kepada pejabat yang baru dilantik, segera menyesuaikan diri dengan lingkungan tugas yang baru. Bagian SDM dan Propam adalah benteng utama dalam menjaga kualitas, profesionalisme, serta kedisiplinan personel. Berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, jaga integritas, dan perkuat sinergitas internal demi terwujudnya Polres Parepare yang semakin Presisi,” tegasnya.

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Perkuat Pasokan LPG 3 Kg di Sejumlah Wilayah Sulselbar yang Terdampak Kemarau

0

MAKASSAR, RADIOMESRA.COM – Kondisi musim kemarau di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan dan Barat turut menjadi perhatian PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi dalam menjaga ketersediaan LPG 3 Kg bagi masyarakat. Sejumlah daerah seperti Wajo, Sidrap, Soppeng, Parepare, Barru, dan Pinrang mendapatkan penguatan pasokan melalui mekanisme extra dropping yang dilakukan secara selektif selama minggu ketiga hingga minggu keempat Agustus.

Penguatan tersebut disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan di masing-masing wilayah. Pertamina melakukan pemantauan terhadap pergerakan konsumsi dan kondisi stok secara berkala untuk menentukan titik-titik yang membutuhkan tambahan pasokan.

Pada periode hari libur 17 dan 25 Agustus, operasional penyaluran LPG 3 Kg juga tetap berjalan dengan realisasi mencapai 200 persen dari alokasi normal harian. Kebijakan tersebut dilakukan untuk menjaga kesinambungan distribusi ketika aktivitas masyarakat tetap berlangsung selama periode libur.

Di luar penyaluran reguler tersebut, extra dropping kembali diberikan pada sejumlah wilayah yang mengalami peningkatan kebutuhan. Secara keseluruhan, dukungan pasokan LPG 3 Kg pada periode tersebut mencapai 229 persen dari rata-rata alokasi harian.

Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan penguatan distribusi dilakukan dengan melihat kondisi aktual di lapangan sehingga tambahan pasokan dapat diarahkan ke wilayah yang membutuhkan.

“Kami terus memetakan kebutuhan LPG 3 Kg di wilayah Sulselbar, termasuk daerah yang terdampak kondisi kemarau. Tambahan pasokan diberikan secara selektif dan terukur dengan mempertimbangkan kondisi stok serta perkembangan konsumsi di masing-masing wilayah,” ujar Lilik.

Menurut Lilik, kesinambungan distribusi juga sangat dipengaruhi oleh koordinasi antara Pertamina, agen, dan pangkalan. Pemantauan dilakukan hingga ke tingkat lembaga penyalur untuk memastikan pasokan yang telah ditambahkan dapat segera disalurkan kepada masyarakat.

“Penyaluran kami kawal bersama jaringan agen dan pangkalan agar tambahan pasokan dapat diterima masyarakat sesuai kebutuhan. Kami akan terus melakukan evaluasi dan menyesuaikan pola distribusi apabila terdapat perubahan kebutuhan di lapangan,” tambah Lilik.

Langkah penguatan pasokan tersebut merupakan bagian dari upaya Pertamina menjaga ketahanan energi masyarakat di tengah dinamika kebutuhan. Operasional penyaluran terus disesuaikan dengan kondisi wilayah, termasuk ketika terdapat peningkatan konsumsi yang dipengaruhi faktor cuaca maupun aktivitas masyarakat.

Pertamina mengajak masyarakat untuk menggunakan LPG 3 Kg secara bijak dan sesuai peruntukannya. Masyarakat juga diimbau membeli sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan agar distribusi dapat berlangsung secara merata dan menjangkau masyarakat yang berhak.

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi akan terus memonitor kondisi stok dan penyaluran LPG 3 Kg di seluruh wilayah Sulselbar. Evaluasi berkala menjadi dasar dalam menentukan kebutuhan tambahan pasokan serta memastikan layanan energi tetap berjalan secara optimal.

Masyarakat yang membutuhkan informasi terkait produk dan layanan Pertamina maupun menemukan kendala atau indikasi pelanggaran dalam penyaluran LPG dapat menghubungi Pertamina Customer Solution (PCS) 135. Setiap laporan akan ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.

Media Contact

Lilik Hardiyanto
Area Manager Communication, Relation, & CSR
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi

Lapas Parepare Gelar Wisuda Purnabakti dan Pelepasan Pegawai Pindah Tugas

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Parepare menggelar Wisuda Purnabakti dan Pelepasan Pegawai Pindah Tugas yang berlangsung di Tribun Lapas Parepare Senin (31/08/26). Kegiatan tersebut menjadi momentum penuh haru sekaligus bentuk penghargaan atas dedikasi pegawai yang telah mengabdikan diri serta apresiasi bagi pegawai yang melanjutkan pengabdiannya di tempat tugas yang baru.

Salah satu pegawai yang memasuki masa purnabakti adalah Mansyur, S.H., yang telah mengabdikan dirinya selama 32 tahun di lingkungan pemasyarakatan. Perjalanan panjang tersebut menjadi bagian penting dari sejarah pengabdiannya dalam menjalankan tugas dan memberikan kontribusi bagi organisasi.

Selain wisuda purnabakti, kegiatan juga dirangkaikan dengan pelepasan Muh. Basir, S.A.P., yang mendapatkan amanah untuk melaksanakan tugas di Lapas Kelas I Makassar sebagai Kepala Subbagian Kepegawaian. Sebelumnya, Muh. Basir bertugas sebagai Kepala Sub Seksi Registrasi di Lapas Kelas IIA Parepare.

Kegiatan turut dihadiri oleh para purnabakti Lapas Parepare serta anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP). Kehadiran mereka menambah suasana kekeluargaan sekaligus menjadi bentuk penghormatan dan dukungan terhadap pegawai yang mengakhiri masa pengabdiannya maupun yang melanjutkan tugas di tempat yang baru.

Kepala Lapas Kelas IIA Parepare menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Mansyur atas pengabdian selama 32 tahun. Menurutnya, masa purnabakti bukanlah akhir dari sebuah pengabdian, melainkan babak baru dalam kehidupan yang patut disyukuri.

“Atas nama keluarga besar Lapas Parepare, kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih atas dedikasi serta pengabdian yang telah diberikan selama 32 tahun. Semoga masa purnabakti menjadi awal kehidupan baru yang penuh kebahagiaan, kesehatan, dan keberkahan bersama keluarga,” ujar Kalapas.

Kepada Muh. Basir, Kalapas juga menyampaikan selamat atas amanah baru yang diberikan. Perpindahan tugas tersebut diharapkan menjadi kesempatan untuk terus mengembangkan kemampuan sekaligus memberikan kontribusi terbaik bagi organisasi di tempat yang baru.

“Selamat menjalankan amanah di Lapas Kelas I Makassar. Jadikan pengalaman selama bertugas di Lapas Parepare sebagai bekal untuk terus memberikan kinerja terbaik. Semoga sukses di tempat tugas yang baru dan tetap membawa semangat kebersamaan yang telah terbangun selama ini,” lanjutnya.

Suasana kegiatan berlangsung penuh keakraban dan haru. Momentum tersebut menjadi refleksi atas perjalanan pengabdian sekaligus pengingat bahwa setiap tugas dan kebersamaan yang dibangun selama bertugas akan menjadi bagian dari perjalanan organisasi dan kenangan bagi seluruh keluarga besar Lapas Parepare.

Kejari Parepare Musnahkan Barang Bukti Inkracht: Didominasi 50 Perkara Narkotika Jaringan Besar

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Kejaksaan Negeri (Kejari) Parepare memusnahkan barang bukti dari berbagai perkara pidana yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap atau inkracht, Senin (31/08/26).

Pemusnahan berlangsung di halaman Kantor Kejari Parepare dan dihadiri Wakil Wali Kota Parepare Hermanto, Kepala Kejari Parepare Darfiah, Ketua DPRD Parepare Kaharuddin Kadir, Danyon B Pelopor Satbrimob Polda Sulsel Kompol Dr. Ramli, serta perwakilan Pengadilan Negeri, Kodim 1405/Parepare, dan Satpol PP Kota Parepare.

Dalam sambutannya mewakili Wali Kota Parepare, Wakil Wali Kota Parepare Hermanto menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kejari Parepare dan aparat penegak hukum atas komitmen penegakan hukum di Kota Parepare.

Hermanto menegaskan bahwa pemusnahan barang bukti bukan sekadar urusan administrasi, melainkan wujud ketegasan dan hadirnya integritas negara.

“Pemusnahan barang bukti hari ini memiliki makna lebih luas daripada sekadar penyelesaian tahapan administrasi perkara. Di dalamnya terdapat peran tentang kepastian, ketegasan, dan integritas negara dalam menjaga wibawa hukum,” ujar Hermanto.

Hermanto menambahkan, Pemerintah Kota Parepare berkomitmen terus memperkuat kolaborasi bersama unsur Forkopimda agar hukum mampu menjadi jaminan keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Pemerintah Kota Parepare berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan seluruh institusi terkait agar hukum tidak hanya hadir saat pelanggaran terjadi, tetapi juga menjadi jaminan keadilan, ketertiban, dan rasa aman bagi masyarakat. Keberhasilan penegakan hukum tidak hanya diukur dari perkara yang diselesaikan, tetapi dari kemampuannya mencegah,”* imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Kejari Parepare, Darfiah, S.H., M.H., menjelaskan bahwa pemusnahan ini merupakan tahap kedua yang dilaksanakan Kejari Parepare. Dari total 70 perkara barang rampasan yang dimusnahkan, kasus narkotika mendominasi sebanyak 50 perkara.

Barang bukti narkotika yang dimusnahkan merupakan penyisihan perkara besar dengan total tangkapan mencapai 80 kilogram dan 40 kilogram sabu yang putusannya telah dikuatkan oleh Mahkamah Agung dengan hukuman seumur hidup.

“Tadi sudah dijelaskan oleh Pak Kasi BB bahwa yang kita musnahkan ini adalah barang rampasan yang sudah inkracht. Dominasi memang perkara narkotika, yaitu 50 perkara dari 70 perkara. Kemarin dari Mahkamah Agung sudah turun putusannya, sama dengan tuntutan kita yaitu hukuman seumur hidup,”* kata Darfiah.

Darfiah menerangkan, pemusnahan sabu seberat hampir 1,5 kilogram tersebut dilakukan secara khusus menggunakan mesin pemblender demi keamanan lingkungan sekitar.

“Cara pemusnahannya agak spesifik, kita blender di sini. Karena kalau kita bakar, asapnya bisa mempengaruhi orang-orang sekitar nanti ikut fly. Penyimpanannya pun sangat ketat di brankas khusus karena risikonya tinggi. Narkotika ini harus benar-benar kita perangi bersama demi melindungi generasi muda,”* tegas Kajari Parepare.

Prosesi pemusnahan diawali dengan penghancuran sabu menggunakan blender secara bersama-sama oleh Wawali Hermanto, Kajari Darfiah, serta jajaran Forkopimda, dilanjutkan pemusnahan barang bukti perkara pidana umum lainnya.

Untuk Meningkatkan Keandalan Pasokan Listrik PLN Lakukan Pemeliharaan Infrastruktur Ketenagalistrikan

0

PAREPARE, RADIOMMESRA. COM — Gangguan pada infrastruktur ketenagalistrikan di sisi pembangkit memicu penurunan pasokan listrik pada sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) pada Ahad (30/08/26) karena pemeliharaan infrastruktur ketenagalistrikan untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik mulai dari Hari Ahad jam 15.12 . dan diterapkan manajemen beban estimasi 2-4 jam untuk mencegah dampak yang lebih meluas. Dampak berkurangnya pasokan daya tersebut dirasakan oleh sebagian pelanggan di berbagai wilayah Sulawesi Selatan.

Guna menjaga kestabilan sistem serta mencegah meluasnya dampak gangguan, PT PLN (Persero) ULP Mattirotasi pemberlakuan pengaturan beban di wilayah kerjanya dengan estimasi durasi manajemen beban sekitar 3 jam, menyesuaikan dengan perkembangan pemulihan di lapangan.

Team Leader Pelayanan PLN ULP Mattirotasi, Bayu Priyo Mukti pada tim liputan jelajah kota radio mesra menyampaikan bahwa pemadaman ini merupakan dampak dari gangguan sistem berskala regional yang terjadi serentak di Sulawesi Selatan.

*”karena pemeliharaan infrastruktur ketenagalistrikan untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik terjadi pada infrastruktur ketenagalistrikan sisi pembangkit sejak pukul 15.12 WITA. Kondisi ini terjadi se-Sulawesi Selatan, tidak hanya di Parepare. Untuk wilayah kerja PLN ULP Mattirotasi sendiri, saat ini terpantau ada 3 lokasi utama yang mengalami padam dan kami terapkan manajemen beban sekitar 3 jam,”* ujar Bayu Priyo Mukti.

Bayu menegaskan bahwa saat ini PLN terus mengoptimalkan penataan pola operasi pembangkit dan jaringan guna mempercepat penormalan pasokan listrik kepada seluruh pelanggan terdampak.

“PLN terus melakukan pengaturan pola operasi pembangkit dan sistem kelistrikan serta mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada untuk mempercepat pemulihan. PLN memahami kondisi ini dapat memengaruhi aktivitas masyarakat dan menimbulkan ketidaknyamanan, untuk itu kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya,”* tambah Bayu.

Pihak PLN mengimbau masyarakat untuk memastikan peralatan elektronik berada dalam kondisi aman selama proses penormalan pasokan listrik berlangsung secara bertahap.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Lumpue Mediasi Sengketa Batas Tanah, Kapolsek Bacukiki: Serahkan ke BPN Jika Tak Ada Titik Temu

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Bhabinkamtibmas Kelurahan Lumpue Polsek Bacukiki Kota Parepare, Aipda Kadir, melaksanakan kegiatan sambang, pembinaan dan penyuluhan, serta mediasi sengketa batas tanah di Jl. Abd Jalil, Senin ,(31/08/26)

Kegiatan dimulai pukul 10.30 WITA s/d selesai. Selain mediasi, Aipda Kadir juga melaksanakan DDS, kontrol aktivitas warga, dan patroli di wilayah binaan Kelurahan Lumpue, Kecamatan Bacukiki.

Mediasi dilakukan untuk menindaklanjuti pengaduan warga antara ahli waris H. Dihi dan ahli waris Muhammad. Polri hadir sebagai sahabat masyarakat untuk menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan dan menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.

Dalam pertemuan tersebut Aipda Kadir mempertemukan kedua belah pihak. Karena tidak tercapai kesepakatan, maka pihak ahli waris H. Dihi diarahkan untuk mengajukan permohonan pengukuran ulang ke Kantor BPN agar batas tanah memiliki kepastian hukum.

Kapolsek Bacukiki *AKP Bustan Tarika* mengapresiasi langkah cepat Bhabinkamtibmas di lapangan.
“_Kami minta Bhabinkamtibmas untuk terus hadir di tengah masyarakat, menjadi problem solver. Untuk persoalan batas tanah yang tidak ada titik temu, langkah terbaik memang diserahkan ke BPN untuk pengukuran ulang agar ada kepastian hukum. Jangan sampai permasalahan kecil berkembang menjadi konflik_,” ujar AKP Bustan Tarika.

Di akhir kegiatan, Aipda Kadir juga menghimbau warga agar menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan, mempererat silaturahmi, serta mengaktifkan kembali kegiatan Satkamling guna mencegah terjadinya tindak kejahatan. Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya terbuka menerima saran dan informasi dari masyarakat sebagai bahan evaluasi pelayanan.

*Humas Polres Parepare*

Kapolda Sulsel Pimpin Apel Pagi dan Laporan Kenaikan Pangkat Pengabdian Karo Log Polda Sulsel

0

MAKASSAR, RADIOMESRA. COM – Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H., M.H., memimpin langsung Apel Pagi yang dirangkaikan dengan Laporan Kenaikan Pangkat Pengabdian dari Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) menjadi Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol) kepada Karo Log Polda Sulsel Kombes Pol. Stefenus Satake Bayu Setianto, S.I.K., M.Si.

Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Upacara Mapolda Sulsel, Senin (31/08/26), dan diikuti Wakapolda Sulsel Brigjen Pol. Dr. Gidion Arif Setyawan, S.I.K., S.H., pengurus Bhayangkari Daerah Sulsel, para Pejabat Utama Polda Sulsel, serta personel gabungan Polda Sulawesi Selatan.

Dalam arahannya, Kapolda Sulsel menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel atas kerja keras dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Polda Sulsel sehingga tetap dalam kondisi aman dan kondusif.

“Situasi kamtibmas di wilayah hukum Polda Sulawesi Selatan cukup kondusif. Kejadian-kejadian menonjol tidak kita rasakan dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat. Ini semua berkat kerja keras rekan-rekan semua,” ujar Kapolda.

Menurutnya, ke depan masih terdapat berbagai agenda nasional yang membutuhkan kesiapsiagaan seluruh jajaran. Untuk itu, Kapolda mengajak seluruh personel agar terus mempertahankan pola kerja dan langkah-langkah yang selama ini telah dilakukan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Kita ke depan masih banyak agenda-agenda nasional yang akan kita laksanakan. Mari kita sama-sama terus melaksanakan upaya-upaya seperti yang sudah kita laksanakan selama ini,” ungkapnya.

Kapolda Sulsel kemudian mengingatkan seluruh personel agar apa yang telah dicapai dalam menjaga situasi kamtibmas tetap dipertahankan dan ditingkatkan. Ia menegaskan bahwa Polri harus senantiasa hadir memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman terbaik kepada masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Kapolda Sulsel juga memberikan perhatian khusus terhadap rangkaian Laporan Kenaikan Pangkat Pengabdian Karo Log Polda Sulsel Kombes Pol. Stefenus Satake Bayu Setianto, S.I.K., M.Si., yang mendapatkan kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi menjadi Brigjen Pol.

Kapolda menyampaikan bahwa kenaikan pangkat pengabdian tersebut merupakan sebuah pencapaian yang tidak terlepas dari perjuangan, pengorbanan, dedikasi, serta dukungan selama menjalankan tugas dan pengabdian di institusi Polri.

“Kenaikan pangkat ini bukan hanya sebuah simbol, tetapi merupakan wujud dari sebuah perjuangan dan pengabdian kepada institusi. Pengabdian yang dilakukan tentu saja dengan penuh dedikasi dan tanpa cacat,” kata Kapolda.

Ia berharap pencapaian tersebut dapat menjadi motivasi sekaligus penyemangat bagi Brigjen Pol. Stefenus Satake Bayu Setianto dalam melanjutkan pengabdian, serta menjadi teladan bagi seluruh personel Polda Sulsel.

Kenaikan pangkat pengabdian tersebut diharapkan menjadi momentum untuk terus meningkatkan semangat profesionalisme, integritas, dan loyalitas dalam menjalankan tugas, sekaligus menjadi inspirasi bagi seluruh personel Polda Sulsel untuk memberikan pengabdian terbaik kepada institusi, masyarakat, bangsa, dan negara.

Bhayangkara Offroad Merdeka Parepare: Sidokkes Siagakan Layanan Kesehatan Gratis

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Sekitar 500 peserta Bhayangkara Offroad Merdeka Seri V Tahun 2026 mendapat layanan kesehatan gratis dari Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) Polres Parepare, Ahad (30/08/26).

Layanan tersebut hadir dalam rangkaian penutupan Bhayangkara Offroad Merdeka Seri V yang berlangsung di Lapangan Andi Makkasau, Kota Parepare.

Bukan sekadar fasilitas tambahan, dukungan kesehatan ini menjadi bagian dari kesiapan pengamanan kegiatan yang melibatkan ratusan peserta serta masyarakat.

Pasalnya, kegiatan offroad memiliki karakter berbeda dibandingkan event umum. Peserta menghadapi medan yang menantang, aktivitas fisik, perjalanan kendaraan, serta durasi kegiatan yang dapat menguras stamina.

Karena itu, kehadiran petugas kesehatan di lokasi menjadi langkah penting untuk mengantisipasi gangguan kesehatan sekaligus memastikan peserta tetap berada dalam kondisi prima.

Sejak rangkaian kegiatan berlangsung, personel Sidokkes Polres Parepare memberikan pelayanan kesehatan lapangan (Keslap) dan cek kesehatan gratis (CKG) kepada peserta serta pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan.

Selain berada di lokasi penutupan, tim Sidokkes juga memberikan dukungan kesehatan dalam apel kesiapan pengamanan Bhayangkara Offroad Merdeka Seri V di lapangan apel Polres Parepare.

Kasidokkes Polres Parepare, Ipda Besse Fatmawati, A.Md.Kep., S.K.M., mengatakan layanan kesehatan diberikan untuk mendukung kelancaran dan keamanan seluruh rangkaian kegiatan.

Menurut dia, pemeriksaan kesehatan diperlukan karena peserta telah mengikuti aktivitas dengan tuntutan fisik dan kondisi lapangan yang cukup menantang.

“Pelayanan kesehatan ini kami hadirkan untuk memastikan kondisi peserta tetap terpantau. Kami ingin kegiatan Bhayangkara Offroad Merdeka Seri V berjalan aman, lancar, dan peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dalam kondisi yang baik.”

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa layanan kesehatan dalam event tidak semata-mata berorientasi pada penanganan keluhan.

Lebih jauh, pemeriksaan menjadi instrumen pencegahan untuk mengenali kondisi peserta sedini mungkin.

Pendekatan preventif menjadi penting karena gangguan kesehatan dalam kegiatan dengan konsentrasi massa dapat berkembang cepat jika tidak ditangani sejak awal.

Dengan petugas kesehatan yang berada di lokasi, akses pertolongan menjadi lebih dekat. Peserta yang membutuhkan pemeriksaan pun tidak harus meninggalkan area kegiatan hanya untuk mendapatkan layanan awal.

Bhayangkara Offroad Merdeka Seri V mempertemukan komunitas otomotif, peserta offroad, aparat, dan masyarakat dalam satu ruang kegiatan.

Karakter kegiatan seperti ini membutuhkan pengamanan yang tidak hanya berorientasi pada ketertiban. Keselamatan fisik peserta juga harus menjadi perhatian sejak tahap persiapan hingga acara berakhir.

Petugas kesehatan dapat melakukan pemantauan, memberikan pemeriksaan awal, sekaligus merespons kondisi kesehatan peserta secara lebih cepat.

Besse Fatmawati menegaskan bahwa timnya berupaya membuat pelayanan kesehatan mudah diakses selama kegiatan.

“Kami berupaya memberikan pelayanan yang cepat dan mudah diakses selama kegiatan. Kehadiran Sidokkes bukan hanya ketika ada peserta yang membutuhkan pertolongan, tetapi juga untuk melakukan pencegahan dan pemantauan kesehatan.”

Model pelayanan tersebut sejalan dengan fungsi kesehatan kepolisian yang tidak hanya bersifat kuratif, tetapi juga mencakup pendekatan promotif dan preventif.

Antusiasme terhadap kegiatan otomotif kerap menjadi daya tarik utama dalam event offroad. Namun, tingginya antusiasme peserta harus berjalan beriringan dengan pengelolaan keselamatan.

Semakin besar jumlah peserta dan semakin tinggi aktivitas fisik, semakin penting pula kesiapan dukungan kesehatan di lapangan.

Dalam konteks Bhayangkara Offroad Merdeka Seri V, layanan kesehatan gratis memberikan manfaat langsung bagi peserta.

Mereka bisa memperoleh pemeriksaan tanpa harus meninggalkan lokasi kegiatan. Di sisi lain, penyelenggara dan aparat memiliki dukungan tambahan untuk mengantisipasi persoalan kesehatan yang mungkin muncul.

Pengamanan, keselamatan, akses kesehatan, dan kenyamanan peserta menjadi bagian yang sama pentingnya.

Sidokkes Polres Parepare memastikan dukungan kesehatan diberikan sejak tahap persiapan pengamanan hingga rangkaian penutupan.

Kehadiran tim kesehatan dalam apel kesiapan juga memperlihatkan bahwa aspek medis telah ditempatkan sebagai bagian dari perencanaan kegiatan.

Langkah tersebut penting, terutama untuk kegiatan yang melibatkan massa dalam jumlah besar dan berlangsung di tengah aktivitas yang cukup intens.

Di sinilah peran layanan kesehatan lapangan menjadi strategis. Petugas tidak hanya hadir untuk mengobati, tetapi juga membantu mencegah persoalan kesehatan berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.

Bagi kepolisian, pola pelayanan seperti ini sekaligus memperluas makna pengamanan kegiatan publik.

Pengamanan tidak berhenti pada pengaturan lalu lintas, penjagaan lokasi, atau pengendalian massa. Aspek kesehatan dan keselamatan peserta juga menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan.

Bhayangkara Offroad Merdeka Seri V Tahun 2026 menjadi salah satu kegiatan yang mempertemukan komunitas otomotif dan masyarakat dalam suasana perayaan kemerdekaan.

Di tengah antusiasme tersebut, layanan kesehatan gratis memberikan nilai tambah yang langsung dirasakan peserta.

Kegiatan olahraga dan otomotif memiliki karakter yang membutuhkan kesiapan fisik. Karena itu, pemeriksaan kesehatan di lokasi dapat membantu peserta mengetahui kondisi tubuhnya setelah mengikuti aktivitas.

Sekitar 500 peserta yang mengikuti Bhayangkara Offroad Merdeka Seri V tidak hanya membutuhkan ruang untuk berkompetisi dan berekreasi. Mereka juga membutuhkan jaminan bahwa pertolongan medis dapat diakses apabila muncul persoalan kesehatan.

Bagi Polres Parepare, dukungan Sidokkes sekaligus memperkuat komitmen menghadirkan pelayanan kepolisian yang lebih responsif di tengah masyarakat.

Sementara bagi penyelenggara kegiatan, pengalaman ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan event bukan hanya tentang jumlah peserta atau kemeriahan acara.

Lebih dari itu, kualitas penyelenggaraan juga diukur dari seberapa serius aspek keselamatan, kesehatan, dan kenyamanan peserta dipersiapkan sejak awal.

Bhayangkara Offroad Merdeka Seri V pun akhirnya tidak hanya menjadi ruang perayaan dan aktivitas otomotif. Kehadiran layanan kesehatan di tengah kegiatan menunjukkan bahwa keselamatan peserta harus ditempatkan sebagai bagian integral dari setiap event publik.

  • https://radioku.my.id:8243/mesra
  • Radio Mesra Parepare