31.8 C
Pare-Pare
Sabtu, Oktober 24, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 40

Jumat Curhat Polsek KPN Jadi Jembatan Polisi Dan Warga Ujung Sabbang, Keluhan Debu Pelabuhan jadi Sorotan Utama

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM  – Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terlihat di Jl. Pelabuhan RT. 002 RW. 009 Kelurahan Ujung Sabbang, Kecamatan Ujung, Kota Parepare pada Jumat pagi, (04/09/26). Sekitar 20 warga berkumpul bersama personel Polsek Kawasan Pelabuhan Nusantara atau Polsek KPN dalam kegiatan rutin “Jumat Curhat” yang dipimpin langsung oleh Kanit Samapta Polsek KPN IPDA HARJUNA.

Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 Wita dan berakhir pukul 09.30 Wita ini menjadi ruang dialog langsung antara kepolisian dengan masyarakat pesisir. Tujuannya jelas: mendengar, mencatat, dan mencari solusi atas permasalahan kamtibmas serta pelayanan publik yang dirasakan warga.

Jumat Curhat, Program Kapolri untuk Turun Langsung ke Tengah Masyarakat
Dalam sambutannya, IPDA Harjuna menegaskan bahwa “Jumat Curhat” bukan sekadar acara seremonial. Ini adalah instruksi langsung dari Kapolri sebagai upaya Polri untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat.

“Kami berterima kasih kepada bapak ibu yang sudah meluangkan waktu hadir pagi ini. Tujuan kami satu, ingin mendengar langsung apa keluh kesah bapak ibu terkait keamanan maupun pelayanan kami di Polsek KPN. Jangan sungkan sampaikan. Karena dari sinilah kami belajar untuk memperbaiki kinerja,” ujar IPDA HARJUNA di hadapan warga.

Ia juga menyampaikan arah kebijakan pimpinan di jajaran Polres Parepare. Kapolres Parepare AKBP Phunky Mahendra Borniawan, S.I.K., M.H., M.I.K. telah menjabarkan 3 pilar utama dalam bekerja:
Pertama, *Polri Yang Bermoral*. Artinya setiap anggota Polri dituntut menjunjung tinggi nilai agama, etika, dan moral dalam setiap pelaksanaan tugas.
Kedua, *Polri Yang Berintegritas*. Bekerja harus jujur, adil, transparan, dan konsisten sesuai aturan.
Ketiga, *Polri Yang Bermasyarakat*. Polisi harus hadir di tengah masyarakat, membangun kebersamaan, dan menjadi solusi.

“Beliau juga memerintahkan kami untuk aktif melaksanakan patroli ‘BLUE LIGHT’ di seluruh wilayah hukum Polres Parepare. Patroli ini bukan hanya untuk menekan kriminalitas, tapi juga untuk menyapa warga,” jelas IPDA Harjuna.

*Keluhan Warga: Debu dari Aktivitas Bongkar Muat Pelabuhan*
Sesi tanya jawab menjadi bagian paling dinamis. Ibu Musdiana, warga RT. 002 menyampaikan:
“Pak, terkait kegiatan pelabuhan bongkar muat dengan truk di depan rumah kami. Debunya luar biasa, Pak. Sekiranya sebelum kegiatan dimulai, bisa tidak jalanannya disiram dulu? Biar mengurangi polusi udara dan debu.”

Pertanyaan tersebut langsung ditanggapi IPDA HARJUNA.
“Terima kasih Bu. Kami dari Polsek KPN sudah berkoordinasi dengan pihak Pelindo. Pihak Pelindo menyampaikan bahwa mereka tetap melakukan penyiraman jalan sebelum bongkar muat barang curah maupun kontainer. Kami akan terus sampaikan agar penyiraman di Pelabuhan Cappa Ujung dilakukan rutin,” jawabnya.

“Kami akan terus kawal ini. Karena ini menyangkut kesehatan warga. Kami tidak ingin aktivitas ekonomi pelabuhan berjalan, tapi warga yang dirugikan,” tegasnya.

*Penutup*
Kegiatan ditutup pukul 09.30 Wita dengan sesi foto bersama. Situasi aman dan kondusif.

Kapolsek KPN IPTU SUARDI, S.E. menyatakan kegiatan ini akan terus bergilir di wilayah binaan.
“Ini perintah pimpinan dan juga kebutuhan masyarakat. Kami akan terus hadir, mendengar, dan melayani. Karena Polri yang baik adalah Polri yang dicintai rakyatnya,” tutup IPTU SUARDI.

*Humas polres Parepare*

Sinergitas Forkopimda : Kapolres Parepare Hadiri sholat Istiqa Mohon turun Hujan

0

PAREPARE, RAD – Pemerintah Kota Parepare bersama masyarakat menggelar Shalat Istisqa sebagai ikhtiar memohon rahmat dan turunnya hujan di tengah kondisi kemarau panjang dan meningkatnya kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Jum’at (04/09/2026).

“Hari ini kita bersama Kapolres Parepare Akbp Phunky Mahendra Borniawan, S.I.K., M.H., M.I.K beserta Forkopimda lainnya, para instansi vertikal, para PJU Polres Parepare dan Kodim 1405/Parepare, para pimpinan OPD tingkat Kota Parepare, para ketua organisasi masyarakat dan FKUB Kota Parepare, para camat dan lurah se kota Parepare, para perwakilan siswa/pelajar se kota Parepare dan seluruh elemen masyarakat melaksanakan Shalat Istisqa,” kata Walikota Parepare H. Tasming Hamid, S.E., M.H.

Shalat Istisqa berlangsung di lapangan Andi Makkasau Jalan Bau Massepe Kelurahan Mallusetasi Kecamatan Ujung Kota Parepare Provinsi Sulawesi Selatan, mulai pukul 06.30 WITA Kegiatan diawali dengan sambutan Walikota Parepare kemudian penyampaian tata cara shalat oleh Ustadz Hasaniddin, S.Sos.

Selanjutnya, shalat dipimpin oleh Imam H. Sudirman Semma, dilanjutkan khutbah serta doa bersama yang dipimpin oleh Prof. Dr. H. Hannani, M.Ag.

Walikota Parepare mengungkapkan bahwa pelaksanaan shalat ini menjadi bentuk ikhtiar bersama pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi kemarau panjang yang berdampak pada kondisi lingkungan serta upaya menurunkan risiko terjadinya karhutla.

Menurut dia, selain melakukan berbagai upaya penanganan karhutla di lapangan, pemerintah bersama masyarakat juga melakukan ikhtiar melalui doa agar Allah SWT memberikan rahmat berupa turunnya hujan.

Usai shalat, ia mengajak para orang tua, guru, pondok pesantren, madrasah, dan sekolah untuk terus memanjatkan doa serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.

Melalui kesempatan itu, dia juga mengingatkan kepada masyarakat, khususnya para petani, agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Mengingat, pencegahan karhutla membutuhkan kesadaran dan kepedulian seluruh masyarakat.

“Kita juga mengingatkan kepada petani agar jangan membuka lahan dengan cara membakar. Mari kita bersama-sama menjaga dan merawat hutan kita,” tutup H. Tasming Hamid, S.H., M.H

Bawaslu Parepare Gandeng ITH, Perkuat Peran Mahasiswa dalam Pendidikan Politik dan Pengawasan Pemilu

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM  — Upaya memperkuat keterlibatan generasi muda dalam mengawal demokrasi terus dilakukan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Parepare. Kali ini, Bawaslu Parepare menggandeng Institut Teknologi Bacharuddin Jusuf Habibie (ITH) melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS), Jumat (04/09/26).

Penandatanganan yang berlangsung di Ruang Rapat Kampus 1 ITH, Kota Parepare, tersebut menjadi langkah kolaboratif untuk memperkuat pendidikan politik, meningkatkan pemahaman kepemiluan, sekaligus mendorong pengawasan partisipatif di kalangan mahasiswa.

Ketua Bawaslu Kota Parepare, Muh. Zainal Asnun, S.IP., bersama Anggota Bawaslu Kota Parepare, Dr. Susilawati, M.Pd.I., hadir dalam kegiatan tersebut bersama jajaran staf Bawaslu. Dari pihak ITH, hadir Rektor ITH, Prof. Dr. Ir. Ansar Suyuti, S.H., M.T., IPU., ASEAN.Eng., Wakil Rektor ITH, Prof. Dr. Andi Ilham Latunra, M.Si., serta jajaran staf ITH.

Rektor ITH, Prof. Dr. Ir. Ansar Suyuti, menyambut baik kerja sama tersebut. Ia menilai keberadaan mahasiswa sebagai bagian dari kelompok pemilih muda menjadi alasan penting untuk terus memperkuat pendidikan kepemiluan di lingkungan perguruan tinggi.

“Di sini masih banyak pemilih pemula. Kami berterima kasih kepada Bawaslu Kota Parepare yang telah melaksanakan penandatanganan MoU ini. Kami dari tim ITH siap menyambut dan mendukung kerja sama ini,” ungkapnya.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai kepemiluan, sehingga mereka mampu menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab serta memahami perannya dalam kehidupan demokrasi.

“Tidak henti-hentinya kami berusaha agar anak-anak kami bisa diberikan pemahaman terkait kepemiluan. Tahun ini ITH menerima mahasiswa baru sebanyak 940 orang dan kami selalu berusaha agar jumlah mahasiswa kami dapat terus bertambah,” lanjutnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kota Parepare, Muh. Zainal Asnun, mengatakan kerja sama dengan ITH merupakan bagian dari upaya memperluas jangkauan pendidikan politik dan membangun kesadaran masyarakat untuk terlibat dalam pengawasan pemilu.

“Kami sangat berterima kasih karena ITH telah menyambut baik rencana MoU yang dilaksanakan. Intinya, MoU ini dimaksudkan untuk pendidikan politik dan pengawasan partisipatif,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pengawasan pemilu tidak hanya menjadi tanggung jawab Bawaslu. Keterlibatan masyarakat, termasuk mahasiswa, diperlukan untuk memastikan proses demokrasi berjalan secara berkualitas.

“Bawaslu tidak hanya melakukan pengawasan pemilu, tetapi pendidikan politik dan pengawasan partisipatif juga menjadi bagian dari tugas dan kewajiban kami. Ini merupakan salah satu langkah yang kami laksanakan untuk menanamkan pemilu yang substansial, khususnya kepada mahasiswa yang nantinya akan terlibat dalam proses pemilihan,” jelasnya.

Menurut Zainal, mahasiswa memiliki posisi penting dalam membangun budaya demokrasi. Selain sebagai pemilih, mahasiswa juga dapat mengambil peran sebagai agen edukasi dan pengawasan di tengah masyarakat.

“Ketika Bawaslu dapat menyentuh dan memberikan pendidikan politik kepada mahasiswa, tentu ini menjadi sesuatu yang sangat baik. Kami sangat berterima kasih dan insyaallah kerja sama ini dapat terus berkesinambungan,” tuturnya.

Penandatanganan MoU dan PKS kemudian dilakukan oleh Bawaslu Kota Parepare dan ITH sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjalankan kerja sama di bidang pendidikan politik, kepemiluan, serta pengawasan partisipatif.

Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan dokumen kerja sama, tetapi dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan edukasi dan penguatan kapasitas mahasiswa.

Dengan terjalinnya kerja sama ini, Bawaslu Kota Parepare dan ITH berkomitmen mendorong lahirnya generasi muda yang tidak hanya memahami hak dan kewajibannya sebagai pemilih, tetapi juga memiliki kesadaran untuk turut mengawal setiap proses demokrasi secara aktif, kritis, dan bertanggung jawab.

Jumat Curhat di Labukkang, Kapolsek Ujung Ingatkan Warga Waspadai Bahaya Kebakaran

0

PAREPARE, RASIOMESRA. COM – Dalam kondisi cuaca yang panas kering disertai angin kencang, warga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Imbauan tersebut disampaikan Kapolsek Ujung Polres Parepare AKP Sukri Abdullah saat memandu kegiatan Jumat Curhat Polsek Ujung yang dilaksanakan di Kelurahan Labukkang, Kecamatan Ujung, Kota Parepare, Jumat (04/09/26).

Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 09.15 Wita tersebut terlaksana di Aula Kantor Kelurahan Labukkang, Jalan Mattirotasi. Jumat Curhat dihadiri Kapolsek Ujung AKP Sukri Abdullah, Camat Ujung Andi Muliady, Lurah Labukkang Hajerah, serta perwakilan BPJS Kesehatan Parepare, Hartati.

Peserta Jumat Curhat terdiri dari para Ketua RT dan Ketua RW se-Kelurahan Labukkang sebagai representasi masyarakat.

Camat Ujung Andi Muliady yang mengawali wadah itu mengatakan, Jumat Curhat menjadi ruang bagi pemerintah dan kepolisian untuk mengetahui secara langsung berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Ketua RT dan Ketua RW merupakan garda terdepan di tengah masyarakat. Silakan sampaikan apa yang menjadi permasalahan, jangan sungkan, inilah tempatnya bagi kita semua untuk menyampaikan permasalahan yang ada di tengah masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Ujung AKP Sukri Abdullah menegaskan bahwa Jumat Curhat bukan sekadar kegiatan silaturahmi, tetapi menjadi sarana bagi kepolisian untuk mendengarkan aspirasi masyarakat sekaligus memberikan solusi terhadap persoalan yang muncul.

Dalam kesempatan itu, Kapolsek AKP. Sukri Abdullah mengingatkan masyarakat mengenai potensi kebakaran akibat kondisi kering dan angin kencang. Menurutnya, masyarakat harus lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, termasuk membakar sampah tanpa pengawasan maupun membakar lahan yang berpotensi membuat api merembet hingga ke kawasan permukiman.

Ia mengajak masyarakat untuk tidak ragu melaporkan apabila menemukan kejadian yang berpotensi mengganggu keamanan maupun membahayakan keselamatan warga.

Selain membahas keamanan dan potensi kebakaran, Jumat Curhat juga menjadi wadah masyarakat mendapatkan informasi terkait layanan BPJS Kesehatan.

Perwakilan BPJS Kesehatan Parepare, Hartati menjelaskan, program JKN merupakan program bersama dengan prinsip gotong royong, mereka yang sehat membantu sesama yang sedang sakit, sehingga masyarakat diharapkan tetap memenuhi kewajiban pembayaran iuran meskipun sedang dalam kondisi sehat.

Hartati juga mengimbau warga yang mengalami kendala pelayanan di rumah sakit agar segera menyampaikan pengaduan kepada petugas BPJS mobile. Menurutnya, petugas BPJS mobile yang mengenakan rompi hijau siap membantu menindaklanjuti keluhan masyarakat.

Sesi dialog menjadi bagian yang cukup menarik dalam kegiatan tersebut. Ketua RT Muhajir menyebut, baru-baru ini terjadi kasus pencurian di kawasan pasar dan pelakunya telah berhasil ditangkap. Muhajir juga menyampaikan bahwa dirinya mendorong agar proses hukum terhadap pelaku tetap dilanjutkan untuk memberikan efek jera.

Menanggapi hal tersebut, AKP Sukri Abdullah mengapresiasi langkah yang dilakukan Muhajir sebagai bentuk kepedulian terhadap keamanan lingkungan.

“Langkah yang dilakukan Pak Muhajir sudah benar sebagai warga yang taat hukum,” kata Kapolsek.

Untuk meningkatkan keamanan kawasan pasar, Kapolsek juga mendorong agar sistem keamanan lingkungan melalui poskamling dapat kembali diaktifkan.

Pertanyaan lain disampaikan Ketua RT 01, Mukmin, yang mempertanyakan mekanisme laporan pengaduan masyarakat kepada kepolisian yang terkadang dianggap membuat pelapor menjadi repot.

Kapolsek menjelaskan bahwa setiap laporan polisi memang membutuhkan pemeriksaan terhadap korban maupun saksi. Proses tersebut merupakan bagian dari mekanisme penyelidikan dan penyidikan untuk memastikan perkara dapat ditangani secara profesional.

“Penyidik pastinya akan meminta keterangan dari korban. Ini bukan proses yang memberatkan pelapor, tetapi memang mekanismenya demikian,” jelasnya.

AKP Sukri juga membuka ruang komunikasi langsung bagi masyarakat yang butuh bantuan kepolisian dengan memberikan nomor kontaknya, 08114255256.

Untuk mendapatkan bantuan kepolisian secara cepat, masyarakat juga diingatkan bahwa layanan Call Center 110 tersedia selama 1 x 24 jam.

*Orang Tua Diminta Awasi Remaja*

Tidak hanya persoalan kebakaran dan keamanan lingkungan, Kapolsek Ujung turut mengingatkan para orang tua agar memberikan perhatian terhadap keselamatan anak-anak mereka, khususnya yang sudah berusia remaja.

Ia meminta orang tua mengingatkan anak-anak agar selalu tertib dan berhati-hati saat berkendara serta menjauhi aksi balapan liar.

“Warga yang memiliki anak remaja, tolong ingatkan agar menjaga keselamatan berkendara dan jauhi yang namanya balapan liar. Itu sangat berbahaya dan mengancam keselamatan jiwa mereka,” imbaunya.

Menutup kegiatan, Lurah Labukkang Hajerah mengatakan bahwa Jumat Curhat memiliki manfaat besar bagi masyarakat karena menjadi ruang silaturahmi sekaligus tempat menyampaikan berbagai keluhan dan persoalan yang dihadapi warga.

“Jumat Curhat adalah ajang silaturahmi dan wadah bagi setiap warga untuk menyampaikan keluh kesah atau permasalahan. Selalu ada solusi maupun informasi yang bermanfaat untuk diketahui warga,” pungkasnya.

Jumat Curhat dari Polsek Ujung ini berjalan selama satu jam lamanya, berjalan dengan sangat interaktif, para peserta terlihat antusias menyimak, hal ini mencerminkan harapan masyarakat pada kehadiran polisi disetiap kegiatan kemasyarakatan.

Pemkot Parepare Gelar Salat Istisqa di Lapangan Andi Makkasau, Wali Kota Ajak Warga Bermasabah dan Perbanyak Istigfar

0

PAREPARE, RADIOMESRA..COM. — Pemerintah Kota Parepare bersama ribuan masyarakat, tokoh agama, dan jajaran Forkopimda menggelar Salat Istisqa di Lapangan Andi Makkasau, Jumat (04/09/26). Ibadah bersama ini dilaksanakan sebagai bentuk ikhtiar spiritual memohon diturunkannya hujan di tengah musim kemarau.

Wali Kota Parepare dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang berpartisipasi, mulai dari Kementerian Agama, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dewan Masjid Indonesia (DMI), BKPRMI, hingga unsur Forkopimda dan tokoh masyarakat.

“Alhamdulillah, pagi ini kita berkumpul dengan suasana penuh hikmat untuk melaksanakan Salat Istisqa, memohon kepada Allah SWT agar menurunkan hujan yang membawa rahmat dan keberkahan bagi Kota Parepare,” ujar Wali Kota Parepare.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota menekankan bahwa Salat Istisqa bukan sekadar ritual memohon hujan, melainkan momentum penting untuk introspeksi diri secara kolektif.

“Selain ikhtiar melalui berbagai langkah nyata, kita juga menyadari keterbatasan sebagai manusia. Karena itu, Salat Istisqa menjadi momentum bagi kita untuk muhasabah, memperbanyak istigfar, bertobat, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT,” lanjutnya.

Wali Kota juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga keharmonisan sosial dan kelestarian alam sebagai bentuk tanggung jawab bersama.

“Saya mengajak seluruh masyarakat Kota Parepare untuk memperbanyak doa, memperbaiki hubungan dengan sesama, serta bersama-sama menjaga lingkungan dan amanah yang dititipkan kepada kita semua,” tambahnya.

Pelaksanaan Salat Istisqa ini diisi oleh Ketua MUI Kota Parepare, Prof. Dr. K.H. Hannani, M.Ag., yang bertindak sebagai khatib. Sementara itu, posisi imam diampu oleh H. Sudirman, S.Ag., dan pemandu zikir dipimpin oleh Dr. Agus Muksin, M.Ag.

Laksanakan Yasinan Rutin, Polsek Ujung Doakan Keselamatan Masyarakat dan Bangsa

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Dalam upaya memperkuat nilai spiritual sekaligus memohon keselamatan dan keberkahan bagi masyarakat, bangsa dan negara, personel Polsek Ujung Polres Parepare kembali melaksanakan kegiatan Yasinan yang dirangkaikan dengan shalat Magrib dan shalat Isya berjamaah.

Kegiatan yang bernuansa religius memohon perlindungan dari Allah SWT tersebut dilaksanakan di Mako Polsek Ujung yang terletak di jalan Lasiming No. 20, Kelurahan Ujung Bulu, Kecamatan Ujung, Kota Parepare, Kamis (03/09/26) malam.

Kegiatan diawali dengan shalat Magrib secara berjamaah sekitar pukul 18.15 wita, bertindak selaku imam jamaah shalat adalah Kapolsek Ujung AKP. Sukri Abdullah.

Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan surah yasin secara bersama-sama, diikuti oleh personel Polsek Ujung yang dipandu oleh Ustadz Rival, dan kali ini yasinan itu melibatkan 10 santri dari Pondok Pesantren Darul Mukhlasin Parepare.

Suasana berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan, di hadiri Waka Polsek Ujung Iptu Faesal, Kanit Lantas AKP. Samsidi Baco, Kanit Opsnal Unit Intelkam Ipda Edy Hardiansyah, dan sejumlah personel Polsek Ujung.

Dengan hadirnya hampir seluruh personilnya, ini mencerminkan kebersamaan personel kepolisian dalam membangun ketahanan spiritual sebagai bagian dari pelaksanaan tugas pelayanan kepada masyarakat.

Usai pembacaan Yasin, Ustadz Rival memimpin doa, bermunajat kepada Allah SWT, agar Kota Parepare dan masyarakatnya diberikan keselamatan dan perlindungan dari segala bahaya bencana.

Doa dari personel Polsek Ujung juga di panjatkan untuk memohon keselamatan bagi bangsa dan masyarakat Indonesia yang saat ini mengalami ujian kebakaran hutan hebat di berbagai wilayah di Indonesia.

AKP. Sukri Abdullah yang ditemui seusai shalat isya di Mapolsek Ujung berharap melalui doa – doa yang dipanjatkan akan memberikan kemudahan dan kelancaran bagi seluruh personil Polsek Ujung dan Polres Parepare dalam melaksanakan tugas.

” Kami berharap di berikan kemudahan, kelancaran dan keselamatan bagi seluruh personil Polsek Ujung dan Polres Parepare dalam melaksanakan tugas – tugas kepolisian maupun pelayanan masyarakat “. Ujar Sukri Abdullah.

Kapolsek menambahkan, ” selain itu kita juga berupaya membentuk karakter personel Polsek Ujung yang Bermoral, Berintegritas, dan Bermasyarakat, sebagaimana yang di harapkan Kapolres Parepare AKBP. Phunky Mahendra Borniawan ” .

Saat di konfirmasi terkait kesiapan jajarannya menghadapi Karhutla, Sukri Abdullah mengatakan pihaknya melakukan sejumlah langkah, diantaranya adalah penebalan personil di penjagaan dan dukungan kendaraan dinas 1 x 24 jam yang siap sedia digerakkan jika terjadi Karhutla.

” Selain penebalan personil dan kesiapan Randis dalam respon cepat, kita juga melakukan imbauan – imbauan bahaya membakar lahan, kita juga gerakkan rekan – rekan Bhabinkamtibmas untuk memantau wilayah, dan juga solid melakukan komunikasi dengan instansi terkait dalam hal penanganan cepat jika terjadi Karhutla “. Kata Sukri menjelaskan.

Melalui kegiatan rutin tersebut, jajaran Polsek Ujung tidak hanya mempererat silaturahmi dan kebersamaan antarpersonel, tetapi juga menjadikan momentum keagamaan sebagai sarana untuk memanjatkan doa demi terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang tetap aman dan kondusif.

Yasinan selesai sekitar pukul 19.05 wita. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam keadaan aman, tertib dan terkendali.

Memahami DTSN: BPS Kota Parepare Buka Suara Soal Pengelompokan Desil dan Mekanisme Usul Sanggah Mandiri

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Penataan data tunggal penerima manfaat bantuan sosial dan program prioritas pemerintah terus mengalami penyempurnaan. Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Parepare memberikan penjelasan komprehensif mengenai basis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), mekanisme pengelompokan tingkat kesejahteraan (desil), serta prosedur pembaharuan data secara mandiri.

Kepala BPS Kota Parepare, Dian Ernawaty, SST., M.A.P., menjelaskan bahwa pembentukan DTSEN diinisiasi pada awal tahun 2025 melalui kerja sama Nota Kesepahaman (MoU) antara BPS dan sejumlah kementerian/lembaga terkait. Integration data tersebut menggabungkan pelbagai basis data awal, seperti Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial, Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) Bappenas, data Administrasi Kependudukan (Adduk/Capil), hingga data Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem dari TNP2K.

“Data dasar awal DTSEN memang bukan murni hasil pendataan ulang BPS di lapangan, melainkan hasil integrasi dari berbagai sumber data yang ada sebelumnya. Ibarat meramu masakan, pada tahap awal di bulan Maret 2025, kualitas bahan baku data tersebut bervariasi dan perlu terus kita perbaiki bersama secara bertahap,” ujar Dian Ernawaty, Selasa (01/09/26).

Dari basis data awal yang terkumpul, seluruh Kepala Keluarga (KK) di Indonesia—yang mencakup lebih dari 280 juta jiwa—diperingkatkan ke dalam 10 kelompok tingkat kesejahteraan yang dikenal dengan istilah Desil. Dian memberi ilustrasi, jika terdapat 50 ribu KK di suatu daerah, data tersebut dibagi secara proporsional ke dalam 10 tingkatan desil.

Namun, ia tidak memungkiri bahwa pada penetapan awal, kerap muncul keluhan dari masyarakat yang merasa penempatan desilnya tidak sesuai dengan kondisi riil di lapangan.

“Keakuratan data pada tahap awal memang membutuhkan penyempurnaan. Jika ada warga yang merasa penempatan desilnya kurang tepat atau seharusnya masuk dalam kategori tertentu, pemerintah telah menyediakan mekanisme perbaikan,” tambahnya.

Dian menekankan bahwa pemutakhiran data 280 juta lebih penduduk tidak dapat dilakukan sekaligus secara menyeluruh tanpa adanya agenda sensus nasional berskala besar. Oleh karena itu, pemutakhiran dilakukan secara parsial dan bertahap setiap triwulan.

Hingga saat ini, di tahun 2026, basis data DTSN telah memasuki Versi 3, yang menandakan telah melalui tiga kali pembaruan secara berkala.

Bagi masyarakat yang ingin mengecek atau mengajukan sanggahan terhadap status desilnya, pemutakhiran mandiri dapat dilakukan melalui fitur Usul Sanggah pada aplikasi atau portal Cek Bansos.

“Masyarakat bisa mengecek posisi desil dan data pribadinya secara mandiri. Jika terdapat ketidaksesuaian, warga dapat mengajukan usul sanggah. Nantinya, data usulan tersebut akan diverifikasi dan divalidasi langsung melalui forum Musyawarah Kelurahan (Muskel) oleh pihak kelurahan setempat sesuai RT/RW masing-masing,” jelas Dian menutup keterangannya.

Dinkes Parepare Masifkan Penemuan Kasus TBC, Tepis Mitos Kutukan dan Tegaskan Penularan Lewat Udara

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM  — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Parepare mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan Tuberculosis (TBC) serta menghapus stigma keliru yang masih berkembang di tengah warga.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Kesmas, Kesling, dan P2P Dinkes Kota Parepare, Edy Kusuma Suhardi, dalam kegiatan Ngopi Berjamaah di Masjid Raya Parepare, Jumat (28/08/26).

Edy menjelaskan bahwa penularan TBC murni terjadi melalui udara via percikan liur (droplet) saat penderita batuk, bersin, bahkan sekadar bernapas, dan bukan melalui alat makan.

“Penyakit TBC ini hanya bisa menular melalui udara, jadi tidak bisa menular melalui alat makan. Ditularkan melalui batuk atau bersin. Bahkan pemutakhiran ilmu pengetahuan menunjukkan bernapas pun sudah ada kuman TBC yang keluar,” terang Edy.

Ia menambahkan, ketahanan tubuh seseorang sangat menentukan respons saat terpapar kuman TBC yang terhirup. Karena itu, skrining aktif ke tingkat kelurahan dan kantong-kantong pemukiman gencar dilakukan untuk mendeteksi kasus sedini mungkin.

“Cara penularannya sangat simpel, kita menghirup *droplet* dari penderita positif. Jumlah kuman 1 sampai 10 pun bisa menularkan, tergantung kondisi fisik seseorang. Jika ada keluarga atau teman yang batuk lama, mendampingi atau menyuruh mereka tes ke puskesmas adalah langkah krusial,” jelasnya

Di Kota Parepare, penemuan kasus baru TBC rata-rata mencapai 700 hingga 800 kasus setiap tahunnya. Untuk tahun 2026, tercatat sudah ada sekitar 543 kasus baru yang terdeteksi.

Meski demikian, Dinkes masih menemukan kendala di mana sebagian masyarakat memandang TBC sebagai penyakit kutukan, khususnya saat gejala parah seperti batuk muntah darah terjadi. Stigma ini kerap memicu keterlambatan penanganan pada anggota keluarga lainnya.

“Di masyarakat masih sering kita temukan yang merasa TBC ini kutukan karena muntah darah, padahal ini murni penyakit medis dan obatnya tersedia gratis di puskemas. Kami tegaskan ini bukan semata proyek, melainkan upaya menjaga kesehatan warga Parepare,” tegas Edy.

Upaya aktif Dinkes Parepare dalam menjemput bola berhasil menempatkan kota ini dalam deretan satu hingga tiga terbaik di Sulawesi Selatan untuk kategori penemuan kasus TBC. Selain itu, Edy juga mengingatkan bahwa kebiasaan merokok menjadi salah satu pemicu utama yang memperbesar risiko terjadinya TBC.

Resmi Dibuka, Festival Vokal REI Ajatappareng Diinisiasi Jadi Agenda Tahunan Regional

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM  — Wakil Wali Kota Parepare, H. Hermanto, secara resmi membuka Festival Vokal se-Kota Parepare di halaman Rumah Jabatan (Rujab) Wakil Wali Kota Parepare, Senin (31/08/26). Kegiatan yang diinisiasi oleh Korwil REI Komisariat Ajatappareng ini digelar dalam rangka menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Ajang ini tak sekadar menyajikan perlombaan dan hiburan, melainkan menjadi ruang strategis yang mempertemukan pemerintah daerah, pelaku usaha properti, perbankan, serta jajaran Real Estat Indonesia (REI) di kawasan Ajatappareng.

Dalam sambutannya, Wawali Parepare H. Hermanto menegaskan komitmennya untuk menjadikan ajang ini sebagai agenda rutin yang bakal digelar bergantian di berbagai daerah kawasan Ajatappareng.

“Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, Festival Vokal tahun 2026 saya nyatakan dibuka secara resmi. Insyaallah Bapak/Ibu, Festival Vokal REI ini akan diselenggarakan tiap tahun secara bergilir,” ujar Hermanto saat membuka acara.

Hermanto menambahkan bahwa Parepare dipilih sebagai lokasi pembuka, dan tidak menutup kemungkinan pelaksanaan tahun berikutnya bergeser ke daerah tetangga.

“Tahun ini kita mulai di Kota Parepare. Tidak menutup kemungkinan tahun depan kita laksanakan di Kabupaten Pinrang, Sidrap, Enrekang, ataupun Barru. Harapannya, kolaborasi dan silaturahmi teman-teman REI se-Ajatappareng terus terbangun melalui kegiatan seperti ini,” lanjutnya.

Festival ini diikuti oleh 31 peserta yang berasal dari berbagai instansi dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkup Pemerintah Kota Parepare.

Sejumlah tokoh penting turut hadir dalam kegiatan ini, di antaranya CEO PT Patiarase Putra Property Rezza Pratama Said bersama rombongan REI Sulawesi Selatan, Pemimpin Cabang Bank Sulselbar Parepare Ahmad Iqbal, jajaran pengurus REI Ajatappareng, para pengembang, serta Ketua I Tim Penggerak PKK Parepare, Sri Tanty Mariani Nasrah. Kehadiran para pengembang dan jajaran perbankan memperlihatkan keterlibatan aktif pelaku industri properti dalam kegiatan sosial kemasyarakatan di daerah.

Milad ke-49 BKPRMI, Ribuan Kader Ikut Khatmil Qur’an

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM.- Dewan Pengurus Wilayah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPW BKPRMI) Provinsi Sulawesi Selatan menggelar Khatmil Qur’an dalam rangka milad ke-49, yang dilaksanakan secara daring dan luring pada Kamis (03/09/26).

Kegiatan tersebut dipusatkan di Kabupaten Jeneponto sebagai lokasi utama, sekaligus menjadi simbol kebersamaan kader BKPRMI dalam menyongsong usia setengah abad organisasi yang berdiri sejak 3 September 1977.

Dengan tema “Transformasi Gerakan Pemuda Remaja Masjid Menuju Indonesia Emas 2045”, milad kali ini menegaskan komitmen BKPRMI untuk terus berperan aktif dalam membina generasi muda Islami yang siap menghadapi tantangan masa depan.

Di Kota Parepare, Khatmil Qur’an digelar di Masjid Al Azhar Islamic Center. Ketua DPD BKPRMI Parepare, Hasanuddin menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan milad ke-49 yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia.

Pada acara puncak, sebanyak 49 ribu kader BKPRMI dari berbagai daerah turut serta. Mereka terdiri atas pengurus, guru mengaji, santri TK-TPA, remaja masjid, serta seluruh unsur kader BKPRMI yang tersebar di tanah air.

“Tujuan utama khatmil Qur’an ini adalah mendoakan bangsa agar senantiasa diberi perlindungan, dijauhkan dari bala dan bencana, serta segala harapan masyarakat dapat diwujudkan,” ujar Hasanuddin saat ditemui dilokasi kegiatan.

Melalui khatmil Qur’an serentak ini, menurut Hasanuddin merupakan momentum milad ke-49 BKPRMI dapat menjadi penguat semangat dakwah dan pendidikan Islam, sekaligus meneguhkan peran pemuda remaja masjid dalam membangun Indonesia menuju cita-cita emas 2045.

  • https://radioku.my.id:8243/mesra
  • Radio Mesra Parepare