PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Kesatuan Aksi Masyarakat yang terdiri dari Forum Pembela Ummat (FPU), Dewan Masjid Indonesia (DMI), Fokus, KMBP dan sejumlah organisasi Islam menggelar aksi besar bertajuk “Parepare Bergerak” pada Jumat, (13/03/26) usai salat Jumat. Aksi ini dipusatkan di depan Monumen 40 Ribu Jiwa, dengan panggilan terbuka kepada masyarakat untuk turun bersama menyuarakan solidaritas bagi Palestina, dukungan terhadap Iran, sekaligus mendesak pemerintah Indonesia keluar dari Board of Peace (BoP).
Salah satu inisiator Parepare bergerak H. Andi Abd. Rahman Saleh SE mengatakan gerakan hal menyakitkan melihat kondisi Indonesia sekarang ini karena kehadiran Indonesia di BoP juga harus memberikan donasi 1 juta dolar berarti 26,7 triliun
“Yang menyakitkan, kita karena kita, jadi kita minta itu semua dibatalkan, dan demi untuk kemaslahatan bersama, dan kita akan mendukung usulan pemaksulan Pak Prabowo jika, Pak Prabowo juga belum bergeming untuk menarik diri, Indonesia dari BOP ini, yang sangat merugikan diplomasi Indonesia di dunia internasional. Dan juga tergolong mengkhianati perjuangan masyarakat Palestina.” Kata Rahman Saleh.
Rahman menilai BoP berpotensi menjadi instrumen kepentingan geopolitik negara-negara besar yang dapat merugikan rakyat Indonesia. Menurutnya, kebijakan luar negeri Indonesia harus kembali berpijak pada prinsip kemandirian nasional dan politik bebas aktif yang berorientasi pada kepentingan rakyat, bukan tunduk pada tekanan politik dan ekonomi global.
Selain itu, ia menyoroti perbandingan dengan negara lain. Di Eropa, Korea, dan Jepang, aplikasi dan gerakan “Bela Palestina” mendapat sambutan luas. Sementara di Indonesia, menurutnya, semangat solidaritas masih kurang bergema. Karena itu, aksi ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan kesadaran umat.

