26.4 C
Pare-Pare
Sabtu, Oktober 24, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 36

Listrik Sering Padam, Direktur PAM Tirta Karajae Ungkap Alasan Pasokan Air Bersih Kendala di Dataran Tinggi Parepare

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Pemadaman arus listrik yang terjadi di wilayah Kota Parepare memberikan dampak signifikan terhadap kelancaran distribusi air bersih ke pelanggan. Seluruh sistem pengolahan air, mulai dari sumur dalam hingga air permukaan, sangat bergantung pada pasokan energi listrik untuk mengoperasikan mesin pompa.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Direktur Perusahaan Air Minum (PAM) Tirta Karajae Kota Parepare, Dr. Abdul Azis, S.E., M.Ak., saat menjadi narasumber dalam kegiatan “Ngopi Berjamaah” pada Jumat (04/09/26).

Abdul Azis menjelaskan bahwa operasional instalasi pengolahan dan distribusi air minum sepenuhnya mengandalkan motor pompa bertenaga listrik. Ketika terjadi pemadaman listrik, seluruh sistem pemompaan terhenti seketika.

“Jika ditanya apakah pasokan listrik berpengaruh, jawabannya sangat berpengaruh, Pak. Dari seluruh pengelolaan kami, mulai dari sumur dalam hingga pengolahan air permukaan, semuanya menggunakan mesin motor dan pompa berenergi listrik,” ujar Abdul Azis di hadapan peserta diskusi.

Ia membeberkan, kondisi geografis Kota Parepare yang didominasi kawasan perbukitan dan berlembah menjadi tantangan tersendiri dalam proses pendistribusian air. Pemadaman listrik secara tiba-tiba atau fluktuatif langsung merusak tekanan air dalam jaringan pipa.

“Geografis Parepare ini kan berlembah-lembah. Ada daerah-daerah tertentu yang membutuhkan tekanan tinggi untuk menjangkau pemukiman. Ketika air dalam proses dipompa dan belum sampai ke tujuan lalu listrik mati, pompa terhenti dan airnya akan berbalik (kembali) lagi,” terangnya.

Dampak dari mati-hidupnya aliran listrik ini paling dirasakan oleh pelanggan yang bermukim di daerah dataran tinggi. Ketidakstabilan arus daya membuat dorongan air terhenti sebelum mencapai pipa-pipa sambungan rumah di wilayah perbukitan.

“Kondisi pemadaman listrik yang padam lalu menyala kembali ini sangat berdampak buruk. Hal inilah yang menjadi kendala utama dan memicu banyak keluhan dari masyarakat, khususnya warga yang bertempat tinggal di kawasan dataran tinggi,” tambah Abdul Azis.

Manajemen PAM Tirta Karajae pun berharap kestabilan daya listrik dapat terus terjaga agar operasional mesin pompa bisa berjalan optimal, sehingga pasokan air bersih ke rumah-rumah warga dapat tersalurkan secara konsisten tanpa hambatan.

Bulog Kebut Penyaluran Bantuan Pangan di Parepare, Targetkan Rampung untuk 11.335 PBP dalam Dua Minggu

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Perum Bulog Kantor Cabang Parepare terus mengebut penyaluran program Bantuan Pangan (Banpang) bagi masyarakat Penerima Bantuan Pangan (PBP) di Kota Parepare. Setelah menyelesaikan tahap awal di Kecamatan Bacukiki Barat, Bulog menargetkan penyaluran di tiga kecamatan tersisa dapat tuntas seluruhnya dalam kurun waktu dua minggu ke depan.

Pimpinan Cabang (Pincab) Perum Bulog Parepare, Rahmi Mengerang, menjelaskan bahwa total alokasi penerima bantuan pangan di Kota Parepare mencakup 11.335 PBP yang tersebar di empat kecamatan.

“Untuk Kota Parepare, saat ini Banpang sudah kami salurkan di Kecamatan Bacukiki Barat karena waktu itu kita launching di sana. Setelah satu kecamatan ini selesai, minggu ini kita langsung meluncurkan lagi penyaluran untuk kecamatan-kecamatan sisanya. Insya Allah, minggu depan sudah berjalan semua dan paling lambat dalam waktu dua minggu seluruh 11.335 PBP di empat kecamatan dapat tersalurkan 100 persen,” ujar Rahmi Mengerang kepada awak media, Selasa (08/09/26).

Menjawab keluhan dan komplain masyarakat di lapangan terkait perubahan desil maupun kuota penerima, Rahmi membeberkan bahwa penetapan data PBP murni berasal dari pemerintah pusat, bukan wewenang atau keputusan internal Bulog. Bulog menyalurkan barang sesuai dengan data resmi yang telah ditetapkan.

“Mengenai data di lapangan, komplain biasanya timbul di tingkat kelurahan terkait perubahan desil atau warga yang merasa berhak namun tidak terdata. Kami menegaskan bahwa Bulog hanya menyalurkan sesuai data PBP utama dari pusat. Data tersebut mengikat dan kami tidak memiliki kewenangan mengubah atau mengalihkan antar daerah maupun antar-RT,” jelasnya.

Meski demikian, Rahmi memberikan arahan dan solusi bagi pihak kelurahan jika menghadapi data PBP utama yang tidak terpenuhi atau tidak tepat sasaran. Pihak kelurahan dapat memanfaatkan data cadangan atau menggelar Musyawarah Kelurahan (Muskel) untuk diusulkan ke dalam aplikasi SIKS-NG.

“Jika data PBP utama habis atau tidak ada orangnya, bisa dialihkan ke data cadangan. Kalau data cadangan pun habis, kelurahan bisa melaksanakan Muskel. Hasil Muskel tersebut dimasukkan ke sistem SIKS-NG agar warga yang layak bisa terakomodasi. Harapan kami tentu penyaluran ini tetap mematuhi juknis dan prinsip kejujuran di lapangan,” tambah Rahmi.

Bulog Parepare mengimbau warga di kecamatan lain yang belum menerima bantuan untuk tetap tenang karena proses pendistribusian terus berjalan secara bertahap pekan ini hingga target 11.335 PBP terpenuhi.

Kemarau Panjang, Kapolres Parepare Imbau Warga Waspadai Potensi Karhutla dan Kebakaran Permukiman

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM  – Menghadapi dampak musim kemarau panjang serta fenomena iklim yang memicu kondisi cuaca ekstrim, Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Parepare AKBP Phunky Mahendra Borniawan, mengimbau seluruh lapisan masyarakat Kota Parepare untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta pemukiman warga.

Kapolres Parepare menegaskan bahwa kondisi vegetasi yang mengering dipadukan dengan hembusan angin kencang dapat membuat kobaran api merambat dengan sangat cepat, sehingga kelalaian kecil sekalipun bisa berakibat fatal.

“Kami mengimbau kepada seluruh warga masyarakat Kota Parepare agar bersama-sama menjaga lingkungan sekitar. Hindari tindakan yang dapat memicu terjadinya kebakaran, seperti membuka lahan dengan cara membakar, membuang puntung rokok yang masih menyala secara sembarangan, maupun membakar sampah tanpa pengawasan di area terbuka,” tegas AKBP Phunky

Dalam imbauan nya Kapolres Parepare menyampaikan beberapa poin terkait Karhutla yang saat ini tejadi beberapa lokasi khususnya wilayah kota Parepare.

Pertama Masyarakat dan pelaku usaha diminta untuk tidak membersihkan atau membuka lahan/kebun dengan metode pembakaran. Tidak melakukan pembakaran sampah di dekat semak-semak kering atau area yang rawan merambat, terutama saat angin kencang. Dan Memastikan puntung rokok sudah benar-benar padam sebelum dibuang, serta tidak meninggalkan sisa pembakaran dalam keadaan menyala. Selain area terbuka, kewaspadaan juga perlu ditingkatkan di lingkungan permukiman dengan memeriksa instalasi listrik dan regulator gas guna mencegah korsleting atau kebakaran rumah.

“diharap Apabila melihat atau menemukan adanya titik api maupun potensi bahaya kebakaran, warga diminta segera menghubungi Call Center Layanan Kepolisian 110 atau menginformasikan kepada Bhabinkamtibmas dan dinas pemadam kebakaran setempat agar dapat ditangani dengan cepat” harapannya

Kapolres menambahkan bahwa upaya pencegahan Karhutla butuh sinergitas dari seluruh elemen, mulai dari TNI-Polri, Pemerintah Kota Parepare, hingga kepedulian masyarakat di tingkat RT/RW.

“Dengan menjaga lingkungan tetap aman dari ancaman kebakaran, stabilitas Kamtibmas serta aktivitas perekonomian warga Kota Parepare dapat terus berjalan dengan lancar dan kondusif” Pungkasnya (*/)

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Pastikan Stok BBM Aman, Masyarakat Diimbau Tidak Panic Buying

0

MAKASSSAR, RADIOMESRA. COM  – Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan stok dan pasokan BBM di Sulawesi Selatan, khususnya Kota Makassar, dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Distribusi BBM ke seluruh SPBU terus dipantau dan disesuaikan dengan kebutuhan di masing-masing wilayah.

Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Deny Sukendar, mengatakan Pertamina telah melakukan sejumlah langkah untuk menjaga kelancaran pasokan, mulai dari pemantauan stok, penyesuaian penyaluran, hingga optimalisasi pelayanan di SPBU.

“Stok BBM kami pastikan aman dan distribusi terus berjalan. Kami juga melakukan penguatan pelayanan untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan masyarakat, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir maupun melakukan panic buying,” ujar Deny.

Menurut Deny, peningkatan permintaan di sejumlah SPBU terus menjadi perhatian Pertamina. Berdasarkan data penyaluran, rata-rata konsumsi harian Solar JBT pada Agustus 2026 meningkat 14,6 persen dibandingkan Mei 2026. Peningkatan tersebut sejalan dengan naiknya aktivitas logistik, transportasi, dan kegiatan masyarakat di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan.

Untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan tersebut, Pertamina telah meningkatkan penyaluran Solar JBT sebesar 14,6 persen dan Pertalite sebesar 7,6 persen di wilayah Sulawesi Selatan. Penyesuaian dilakukan berdasarkan perkembangan konsumsi, kondisi stok, serta kebutuhan di masing-masing wilayah.

“Permintaan memang mengalami peningkatan, terutama pada beberapa jenis BBM dan wilayah tertentu. Namun dari sisi ketersediaan, kami memastikan pasokan tetap berjalan dan mencukupi. Pertamina telah melakukan berbagai penyesuaian agar kebutuhan masyarakat tetap terlayani,” ujar Deny.

Selain menyesuaikan volume penyaluran, Pertamina juga memperkuat distribusi melalui penyesuaian jam operasional depot, termasuk memajukan aktivitas suplai dari titik distribusi. Armada mobil tangki turut dioptimalkan melalui skema spot charter untuk mempercepat pengiriman ke SPBU yang membutuhkan tambahan pasokan.

Pada sejumlah SPBU dengan tingkat kebutuhan tinggi, tambahan suplai juga dapat dilakukan hingga 15 persen dari kondisi normal. Kondisi stok, tingkat konsumsi, dan antrean dipantau secara berkala mulai dari titik suplai hingga SPBU. Hasil pemantauan tersebut menjadi dasar untuk menyesuaikan volume, waktu pengiriman, serta prioritas penyaluran apabila terdapat SPBU yang membutuhkan tambahan pasokan.

Penguatan pasokan juga dilakukan untuk LPG 3 Kg. Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melakukan extra dropping hingga 130 persen dari rata-rata penyaluran harian untuk wilayah Sulawesi Selatan. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan dan memastikan LPG bersubsidi tetap tersedia melalui jaringan penyalur resmi.

Selain itu, sejumlah SPBU akan beroperasi selama 24 jam, terutama di lokasi yang mengalami peningkatan permintaan dan antrean. Pertamina berkoordinasi dengan pengelola SPBU untuk memastikan kesiapan petugas, operasional, dan kelancaran pelayanan.

“SPBU yang ditetapkan akan beroperasi 24 jam untuk melayani masyarakat. Kami terus menjaga distribusi agar pasokan BBM tetap tersedia dan pelayanan dapat berjalan dengan baik,” jelas Deny.

Pertamina juga memperkuat pengawasan terhadap penyaluran BBM bersubsidi. Monitoring dilakukan terhadap stok, pergerakan antrean, serta pola transaksi di SPBU. Pertamina melakukan evaluasi terhadap transaksi yang terindikasi tidak wajar dan dapat memberikan tindak lanjut sesuai ketentuan apabila ditemukan pembelian berulang atau penyalahgunaan BBM bersubsidi.

Dalam pengawasan di lapangan, Pertamina berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk memastikan penyaluran BBM bersubsidi tetap tepat sasaran. Sebelumnya, Pertamina telah memblokir 6.023 QR Code Subsidi Tepat yang terindikasi melakukan pengisian berulang atau transaksi tidak wajar.

Pertamina mengimbau masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan maupun menyimpan BBM dalam jumlah besar. Pembelian secara wajar diharapkan dapat membantu menjaga kelancaran pelayanan dan memberikan kesempatan kepada masyarakat lain untuk memperoleh BBM.

“Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan panic buying. Stok BBM aman, distribusi terus kami jaga, dan SPBU akan terus melayani kebutuhan masyarakat. Belilah BBM secukupnya sesuai kebutuhan,” tegas Deny.

Masyarakat juga diimbau mengikuti informasi melalui kanal resmi Pertamina serta mematuhi arahan petugas SPBU. Apabila menemukan kendala pelayanan atau membutuhkan informasi terkait ketersediaan BBM maupun LPG, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Customer Solution (PCS) 135.

“Fokus kami adalah memastikan stok tetap aman, distribusi berjalan lancar, pengawasan terus diperkuat, dan masyarakat dapat terlayani dengan baik,” tutup Deny.

Media Contact:

Lilik Hardiyanto
Area Manager Communication, Relation, & CSR
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Percepat Penyaluran LPG 3 Kg, Tambah Pasokan hingga 130 Persen di Sulawesi Selatan

0

MAKASSAR, RADIOMESRA. COM – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi mempercepat penyaluran LPG 3 Kg menyusul meningkatnya kebutuhan masyarakat di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan, khususnya Kota Makassar dan daerah sekitarnya seperti Kabupaten Gowa, Takalar, dan Jeneponto. Penguatan pasokan dilakukan dengan memajukan jadwal penyaluran serta menambah distribusi melalui mekanisme extra dropping hingga 130 persen dari penyaluran normal.

Langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat ketersediaan LPG 3 Kg di pangkalan, terutama di wilayah Makassar dan daerah penyangga yang mengalami peningkatan kebutuhan. Penyaluran juga diperkuat di Kabupaten Gowa, Takalar, dan Jeneponto dengan mempertimbangkan perkembangan konsumsi serta kondisi stok di masing-masing wilayah.

Peningkatan kebutuhan LPG 3 Kg turut dipengaruhi aktivitas sektor pertanian di sejumlah daerah, termasuk Gowa, Takalar, dan Jeneponto, serta meningkatnya kegiatan masyarakat menjelang dan pada momentum peringatan Maulid Nabi. Mengantisipasi kondisi tersebut, Pertamina menyesuaikan pola distribusi agar LPG bersubsidi dapat lebih cepat diterima di pangkalan dan selanjutnya disalurkan kepada masyarakat.

Selain extra dropping, Pertamina juga memajukan jadwal penyaluran yang semestinya dilakukan pada waktu berikutnya. Percepatan ini menjadi langkah tambahan untuk menjaga kesinambungan pasokan dengan mempertimbangkan kebutuhan dan kondisi distribusi di lapangan.

Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari respons Pertamina terhadap perubahan pola kebutuhan LPG 3 Kg di sejumlah wilayah.

“Kami melakukan percepatan penyaluran dan extra dropping hingga 130 persen untuk memperkuat pasokan LPG 3 Kg di wilayah yang membutuhkan. Jadwal penyaluran juga kami majukan agar LPG dapat lebih cepat diterima masyarakat melalui pangkalan,” ujar Lilik.

Di tengah peningkatan kebutuhan, Pertamina juga kembali menegaskan pentingnya penggunaan LPG 3 Kg sesuai peruntukan. Delapan sektor usaha tidak diperbolehkan menggunakan LPG 3 Kg, yaitu usaha batik, usaha peternakan, usaha tani tembakau, usaha jasa las, usaha restoran, usaha perhotelan, usaha binatu, serta usaha tani tanaman pangan bagi pelaku usaha yang telah memenuhi kriteria sebagaimana ketentuan yang berlaku.

Pelaku usaha yang termasuk dalam sektor tersebut diharapkan menggunakan LPG non-subsidi sesuai kebutuhan usahanya, antara lain Bright Gas. Peralihan tersebut sekaligus membantu menjaga LPG 3 Kg agar lebih optimal tersedia bagi kelompok masyarakat yang memang menjadi sasaran penerima LPG bersubsidi.

Lilik menekankan bahwa kepatuhan terhadap peruntukan LPG 3 Kg menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan antara ketersediaan dan kebutuhan masyarakat.

“Kami mengajak pelaku usaha yang masuk dalam sektor yang dilarang menggunakan LPG 3 Kg untuk beralih ke LPG non-subsidi seperti Bright Gas. Pemerintah daerah dan APH juga memiliki peran penting dalam menertibkan penggunaan LPG 3 Kg agar penyalurannya semakin tepat sasaran,” jelas Lilik.

Pengawasan terhadap penggunaan dan penyaluran LPG 3 Kg perlu dilakukan secara konsisten, terutama di wilayah dengan aktivitas masyarakat dan ekonomi yang tinggi. Pertamina mendorong pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum untuk mengambil langkah sesuai kewenangan apabila ditemukan penggunaan LPG 3 Kg yang tidak sesuai ketentuan.

Pertamina turut mengingatkan masyarakat mengenai harga LPG 3 Kg di tingkat pengecer. Harga yang ditawarkan atau tercantum pada tingkat pengecer bukan merupakan bagian dari rantai distribusi resmi Pertamina, sehingga harga tersebut tidak dapat dijadikan acuan sebagai harga resmi LPG 3 Kg.

Masyarakat diimbau memperoleh LPG 3 Kg melalui pangkalan resmi dan melakukan pembelian sesuai kebutuhan. Pertamina juga terus memantau kondisi distribusi di tingkat pangkalan serta membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kendala maupun informasi terkait indikasi pelanggaran.

“Jika masyarakat menemukan kendala dalam memperoleh LPG 3 Kg atau melihat indikasi pelanggaran dalam penyalurannya, silakan melapor melalui Pertamina Customer Solution (PCS) 135. Informasi dari masyarakat akan menjadi bagian penting dalam membantu pengawasan di lapangan,” kata Lilik.

Pertamina mengimbau masyarakat untuk menggunakan energi secara bijak, membeli LPG 3 Kg sesuai kebutuhan, dan tidak melakukan panic buying. Pengendalian konsumsi secara wajar turut membantu distribusi berjalan lebih merata sehingga LPG bersubsidi dapat diterima oleh masyarakat yang berhak.

Dengan percepatan penyaluran, extra dropping hingga 130 persen, serta penguatan pengawasan terhadap peruntukan LPG 3 Kg, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi terus menjaga ketersediaan LPG bersubsidi di Sulawesi Selatan sekaligus mendorong distribusi yang tepat sasaran.

Media Contact

Lilik Hardiyanto
Area Manager Communication, Relation, & CSR
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi

Kembali Laksanakan Anev, Kapolsek Ujung Sampaikan Atensi Penanganan Karhutla

0

PAREPARE, RADIOMESRA..COM— Polsek Ujung Polres Parepare kembali melaksanakan Analisa dan Evaluasi (Anev) mingguan sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan personel sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan dan pemeliharaan keamanan di tengah masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung di Mapolsek Ujung, Rabu (09/09/26) sekitar pukul 09.00 Wita tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Ujung AKP Sukri Abdullah dan dihadiri Kanit Reskrim Iptu Nurdin, Kanit Samapta Iptu Rombe, Kanit Propam Ipda Deddy Pareanto, serta personel jajaran Polsek Ujung.

Dalam arahannya, Kapolsek Ujung menyampaikan sejumlah atensi pimpinan Polri yang perlu menjadi perhatian seluruh personel, khususnya terkait pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Selain Karhutla, personel juga diminta meningkatkan perhatian terhadap upaya pencegahan dan penanganan penyalahgunaan narkoba, mengedepankan keselamatan dalam setiap pelaksanaan tugas, serta meningkatkan kepedulian terhadap potensi kebakaran, termasuk kebakaran rumah yang dapat terjadi akibat kelalaian maupun faktor lainnya.

“Setiap personel harus memiliki kepekaan terhadap kondisi di lingkungan masing-masing. Pencegahan harus dikedepankan sebelum terjadi peristiwa yang dapat merugikan masyarakat,” tegas Kapolsek dalam arahannya.

Kapolsek juga meneruskan rencana kegiatan dalam rangka mengantisipasi September Hitam. Untuk itu, kesiapsiagaan personel dan sarana pendukung diminta dipersiapkan dengan baik.

Tidak hanya mengandalkan kesiapan internal, jajaran Polsek Ujung juga diarahkan untuk melakukan langkah-langkah penggalangan dan komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, kalangan mahasiswa hingga komunitas masyarakat lainnya.

Pada kesempatan yang sama, AKP Sukri Abdullah mengingatkan seluruh personel agar senantiasa menjaga kesehatan dan kekompakan.

Pesan menjaga kesehatan tersebut juga diharapkan dapat diteruskan oleh personel kepada masyarakat luas, sehingga kepedulian terhadap kesehatan tidak hanya menjadi perhatian internal kepolisian, tetapi juga menjadi bagian dari kepedulian bersama.

Tak kalah penting, Kapolsek menekankan aspek performance dan kedisiplinan personel. Setiap anggota diminta menjaga penampilan perseorangan, memastikan pakaian dinas maupun kendaraan dinas selalu dalam kondisi baik dan bersih.

Lebih dari sekadar penampilan, Kapolsek mengingatkan bahwa sikap dan perilaku anggota saat berada di tengah masyarakat merupakan bagian penting dari citra institusi Polri.

“Jaga sikap dan perilaku di tengah masyarakat. Selalu kontrol diri dalam setiap situasi, karena apa yang kita lakukan menjadi cerminan sosok insan Polri,” pesannya mengakhiri Anev Polsek Ujung pada pukul 09.30 wita.

Polres Parepare Turun ke Sekolah, Ingatkan Siswa SMP 2 Soal Bahaya Narkoba dan Berkendara di Bawah Umur

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Upaya menekan kenakalan remaja dan pelanggaran lalu lintas terus digencarkan. Satuan Pembinaan Masyarakat Polres Parepare menggelar penyuluhan Kamtibmas dengan fokus pada bahaya narkoba dan tertib berlalu lintas di UPTD SMP Negeri 2 Parepare.

Kegiatan berlangsung di Jl. Lahalede, Kelurahan Ujung Lare, Kecamatan Soreang, Kota Parepare. Sasaran utamanya adalah para siswa yang berada di usia sekolah menengah pertama.

Dua personel dari Satbinmas Polres Parepare diturunkan sebagai pemateri. Mereka adalah Aipda Amiruddin AS selaku Ps. Kanit Binpolmas dan Aipda Mustarif K., S.H. selaku Ps. Kanit Bintibsos.

Dalam penyampaian materinya, petugas menekankan dua poin utama. Pertama, bahaya penyalahgunaan narkoba bagi pelajar. Kedua, risiko berkendara bagi anak di bawah umur.

Polisi mengingatkan bahwa penggunaan narkoba tidak hanya merusak kesehatan, tetapi juga masa depan pendidikan. Sementara itu, terkait lalu lintas, siswa diimbau untuk tidak mengendarai kendaraan bermotor sebelum memiliki Surat Izin Mengemudi dan memenuhi batas usia yang diatur undang-undang.

“Anak di bawah umur belum cukup matang secara fisik dan mental untuk berkendara. Ini rawan kecelakaan dan melanggar aturan,” pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Kasat Binmas Polres Parepare AKP Anwar, S.H. menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan arahan langsung dari Kapolres Parepare untuk menyasar lingkungan pendidikan.

“Ini perintah Bapak Kapolres. Kami wajib hadir ke sekolah untuk memberikan pemahaman kepada anak-anak. Jauhi narkoba karena itu merusak masa depan, dan jangan berkendara sebelum cukup umur. Mari kita jaga generasi muda Parepare agar selamat dan berprestasi,” tegas AKP Anwar, S.H.

Melalui giat ini, Satbinmas berharap sekolah dapat menjadi garda terdepan dalam membentuk karakter siswa yang sadar hukum dan menjauhi narkoba. Pihak sekolah juga diminta untuk terus bersinergi dengan kepolisian dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman.

Penyuluhan Kamtibmas di SMPN 2 Parepare merupakan bagian dari program rutin Polres Parepare untuk membangun kesadaran hukum sejak dini di kalangan pelajar.

*Humas Polres Parepare*

Kapolres Parepare Ajak Masyarakat dan Orang Tua Bersinergi Wujudkan Tertib Berlalulintas

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Kepolisian Resor (Polres) Parepare gencar melakukan sosialisasi, imbauan kepada seluruh masyarakat untuk senantiasa tertib dan mematuhi peraturan lalu lintas di jalan raya. Langkah ini diambil guna menekan angka kecelakaan lalu lintas serta meminimalisir fatalitas korban di jalan.

Kapolres Parepare Akbp Phunky Mahendra Borniawan, menekankan perhatian khusus terhadap maraknya pelanggaran lalu lintas yang melibatkan anak di bawah umur. Penggunaan kendaraan bermotor oleh anak-anak yang belum genap usia dan belum memiliki Lisensi/Surat Izin Mengemudi (SIM) dinilai sangat membahayakan, baik bagi diri anak itu sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

“Ada beberapa poin utama yang perlu diterapkan dan kepada orang tua diimbau untuk tidak memberikan atau mengizinkan anak di bawah umur membawa kendaraan bermotor, baik untuk keperluan sekolah maupun aktivitas harian,” ujarnya

Kepatuhan Fasilitas Keselamatan: Pengendara roda dua wajib menggunakan helm berstandar SNI dan pengendara roda empat wajib mengikat sabuk pengaman (seat belt).

Larangan Penggunaan Ponsel dan Larangan Balap Liar. Menggunakan ponsel saat berkendara, berkendara melampaui batas kecepatan, serta aksi balap liar akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku.

Kelengkapan Kendaraan. Menjaga kelengkapan teknis kendaraan seperti spion, lampu utama, serta menolak penggunaan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis (knalpot brong).

“Keselamatan di jalan raya adalah tanggung jawab kita bersama. Anak-anak adalah masa depan kita, jangan biarkan nyawa mereka terancam di jalanan hanya karena kelalaian kita memberikan izin berkendara sebelum waktunya,” tegas Kapolres Parepare.

Polres Parepare melalui Satuan Lalu Lintas (Satlantas) akan terus mengedepankan upaya preemtif dan preventif melalui sosialisasi ke sekolah-sekolah, di samping tetap melakukan penindakan edukatif dan tegas terhadap setiap pelanggaran yang berpotensi menyebabkan kecelakaan.

Masyarakat diharapkan dapat bekerjasama menciptakan kamseltibcarlantas (keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas) yang kondusif di Kota Parepare. (*)

Tetap Bugar di Masa Pembinaan, Pos Yandu Lansia Lapas Parepare Adakan Senam dan Berikan Tambahan Gizi

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Parepare melaksanakan kegiatan senam bersama bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) lanjut usia atau lansia yang dirangkaikan dengan pembagian susu dan roti. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa, 8 September 2026, pukul 08.00 hingga 09.00 WITA, bertempat di Klinik Pratama Pengayoman Lapas Kelas IIA Parepare.

Kegiatan ini merupakan program rutin Klinik Pratama Pengayoman Lapas Parepare sebagai bentuk perhatian terhadap kondisi kesehatan warga binaan, khususnya WBP yang telah memasuki usia lanjut. Program tersebut dilaksanakan secara berkala sebagai upaya menjaga kebugaran dan memantau kondisi kesehatan kelompok warga binaan yang membutuhkan perhatian khusus.

Sebanyak kurang lebih 20 WBP lansia mengikuti kegiatan tersebut dengan penuh antusias dan semangat. Pelaksanaan senam dipimpin langsung oleh perawat Lapas Parepare dengan melibatkan peserta magang yang turut membantu mendampingi para WBP lansia selama kegiatan berlangsung.

Gerakan senam yang diberikan disesuaikan dengan kondisi fisik dan kemampuan peserta sehingga seluruh WBP lansia dapat mengikuti kegiatan dengan aman dan nyaman. Selain sebagai aktivitas fisik, senam bersama juga menjadi sarana untuk membangun semangat, menjaga aktivitas harian, serta menciptakan suasana positif bagi para warga binaan lansia selama menjalani masa pembinaan.

Kegiatan senam bersama ini bertujuan untuk menjaga kebugaran tubuh, meningkatkan kesehatan fisik, serta memberikan aktivitas positif bagi WBP lansia. Mengingat kondisi usia lanjut yang memerlukan perhatian lebih, Klinik Pratama Pengayoman Lapas Parepare terus berupaya menghadirkan program pelayanan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan warga binaan.

Usai melaksanakan senam, seluruh peserta menerima susu dan roti sebagai tambahan asupan makanan. Pembagian tersebut menjadi bagian dari perhatian terhadap kebutuhan nutrisi WBP lansia dalam mendukung pemeliharaan kesehatan dan kebugaran tubuh.

Kepala Lapas Kelas IIA Parepare, Marten, Bc.IP., S.H., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Lapas Parepare dalam memberikan pelayanan yang memperhatikan kebutuhan seluruh warga binaan tanpa terkecuali.

“Warga binaan lansia merupakan kelompok yang membutuhkan perhatian khusus, terutama dari sisi kesehatan dan kebugaran. Melalui program rutin ini, kami ingin memastikan mereka tetap mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik, memiliki ruang untuk tetap aktif, serta dapat menjalani masa pembinaan dengan sehat dan produktif,” ujar Marten.

Kalapas menambahkan bahwa pelayanan kesehatan bagi WBP terus menjadi perhatian Lapas Parepare melalui berbagai program yang dilaksanakan oleh Klinik Pratama Pengayoman. Hal tersebut merupakan bagian dari upaya pemenuhan hak dasar warga binaan dalam memperoleh pelayanan kesehatan yang layak.

Melalui kegiatan rutin ini, Lapas Parepare berharap kondisi kesehatan WBP lansia dapat terus terjaga. Senam bersama yang dirangkaikan dengan pemberian asupan tambahan menjadi wujud pelayanan kesehatan yang humanis dan penuh kepedulian dalam mendukung terciptanya lingkungan pemasyarakatan yang sehat.

Persiapan Matang di Parepare, Timnas Sepak Takraw Indonesia Siap Bertarung di Asian Games Nagoya

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Tim Nasional (Timnas) Sepak Takraw Indonesia menyatakan kesiapannya untuk berlaga pada ajang Asian Games di Nagoya, Jepang. Sebanyak 23 personel yang terdiri dari 9 atlet putra, 9 atlet putri, serta 5 orang ofisial diresmikan bakal membela panji Merah Putih.

Hal tersebut mengemuka di sela kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di kediaman Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PB PSTI), Prof. Dr. H. Surianto, AM., S.Ag., MM., Jalan Jenderal Ahmad Yani Km. 4, Kota Parepare, Ahad (6/9/2026).

Ketua PB PSTI, Prof. Surianto, mengungkapkan para atlet yang memperkuat skuad Garuda berasal dari berbagai provinsi di Indonesia, seperti Sulawesi Selatan, Gorontalo, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga Riau.

“Untuk atlet dari Parepare kebetulan tidak ada, tetapi ada dua atlet putra dan putri asal Kabupaten Pinrang. Kami berharap timnas dapat memberikan hasil terbaik dan mempersembahkan medali untuk bangsa dan negara,” ujar Prof. Surianto.

Sementara itu, Kapten Timnas Sepak Takraw Putra, Muhammad Ardiansyah, mengapresiasi fasilitas pelatnas yang difasilitasi oleh PB PSTI dan Pemerintah Kota Parepare selama dua bulan terakhir, termasuk penggunaan lapangan di kawasan Stadion Gelora BJ Habibie (GBH).

“Seluruh kebutuhan akomodasi, konsumsi, dan tempat tinggal dipenuhi dengan sangat baik oleh Pak Ketua Umum. Ini memberi dorongan moral besar sehingga kami bisa fokus penuh pada latihan,” kata Ardiansyah, atlet asal Pinrang tersebut.

Timnas Sepak Takraw dipatok target menembus partai final di semua nomor pertandingan, yakni Kuadran Putra, Kuadran Putri, Regu Putra, serta Regu Putri. Babak kompetisi di Asian Games Nagoya dijadwalkan berlangsung mulai 20 September hingga 5 Oktober mendatang.

  • https://radioku.my.id:8243/mesra
  • Radio Mesra Parepare