25.5 C
Pare-Pare
Senin, Juni 1, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 36

Lapas Parepare Laksanakan Shalat Idul Fitri 1447 H dan Serahkan Remisi Khusus kepada 320 WBP

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Parepare melaksanakan Shalat Hari Raya Idul Fitri 1447 H yang dirangkaikan dengan penyerahan Remisi Khusus Idul Fitri kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), bertempat di Lapangan Lapas Kelas IIA Parepare pada Sabtu, (21/03/26)

Pelaksanaan Shalat Idul Fitri berlangsung dengan khidmat, dengan khatib dari Kementerian Agama, Ustadz Irwan, S.Pd. yang menyampaikan khutbah penuh makna tentang pentingnya meningkatkan keimanan, mempererat silaturahmi, serta saling memaafkan di hari yang fitri.

Setelah pelaksanaan khutbah, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) Remisi oleh Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Kasi Binadik),Pak Zaenal. Selanjutnya, dilakukan pembacaan sambutan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan oleh Kepala Lapas Kelas IIA Parepare, Marten, Bc.IP., S.H., M.H.

Usai pembacaan sambutan, Kalapas Parepare secara pribadi menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh hadirin dalam momentum Hari Raya Idul Fitri.
“Atas nama pribadi dan jajaran Lapas Parepare, kami mengucapkan mohon maaf lahir dan batin. Semoga di hari yang fitri ini kita semua dapat kembali suci dan memperbaiki diri ke arah yang lebih baik,” ujar Kalapas.

Adapun jumlah WBP yang menerima Remisi Khusus Idul Fitri Tahun 2026 sebanyak 320 orang, dengan rincian sebagai berikut:

39 orang menerima remisi 15 hari
178 orang menerima remisi 1 bulan
64 orang menerima remisi 1 bulan 15 hari, 39 orang menerima remisi 2 bulan

Penyerahan remisi dilakukan secara simbolis kepada perwakilan WBP sebagai bentuk apresiasi negara atas perilaku baik serta keikutsertaan aktif dalam program pembinaan.

Salah satu WBP penerima remisi menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas remisi yang diterimanya.
“Kami sangat bersyukur atas remisi yang diberikan di hari yang penuh berkah ini. Ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus berbuat baik dan menjalani pembinaan dengan sungguh-sungguh,” ungkapnya.

Kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh kekhidmatan. Momentum Hari Raya Idul Fitri ini menjadi sarana refleksi serta penguatan pembinaan spiritual bagi WBP, sekaligus mempertegas komitmen Lapas Kelas IIA Parepare dalam memberikan pembinaan yang humanis dan berkelanjutan.

Tak Mudik Demi Energi Negeri: Pengabdian Perwira Elnusa Rayakan Idulfitri di Medan Operasi Morowali Utara dan Banggai

0

SULTENG, RADIOMESRA. COM – Indonesia merayakan Idulfitri bersama keluarga, suasana berbeda justru terasa di jalur seismik Morowali Utara dan Banggai, Sulawesi Tengah. Di tengah sunyi hutan tropis dan medan perbukitan yang jauh dari hiruk pikuk kota, para kru operasi PT Elnusa Tbk (Elnusa), bagian dari Subholding Upstream Pertamina, tetap menjalankan tugas menjaga keberlanjutan energi nasional.

Tidak ada perjalanan mudik, tidak ada antrean silaturahmi dari rumah ke rumah. Bagi para kru di lokasi operasi, layar ponsel menjadi satu-satunya jembatan untuk menyampaikan ucapan selamat Idulfitri kepada keluarga di kampung halaman. Rasa rindu terhadap suasana berbuka bersama, salat tarawih di masjid lingkungan rumah, hingga malam takbiran yang biasanya dipenuhi kebersamaan pun tak terelakkan.

Perayaan Idulfitri di lokasi operasi berlangsung dengan cara yang sederhana. Speaker kecil memutar lantunan takbir, pakaian kerja masih berdebu, dan silaturahmi dilakukan melalui video call. Namun bagi Nugroho, kesederhanaan itu justru memperkuat makna pengabdian.

“Lebaran di sini memang sederhana. Tidak ada takbir keliling atau kumpul keluarga seperti di rumah. Tapi kami saling menguatkan sebagai tim. Saat melihat wajah keluarga lewat video call, rindu itu pasti ada, tetapi kami juga merasa bangga karena bisa menjalankan tugas menjaga energi negeri,” ujar Nugroho.

Di balik suasana yang sederhana, aktivitas di jalur seismik tetap berjalan seperti biasa. Setiap hari dimulai dengan pemeriksaan peralatan, penggunaan alat pelindung diri secara lengkap, serta pelaksanaan toolbox meeting untuk memastikan seluruh kru memahami potensi risiko kerja.

Para kru memegang teguh prinsip HSSE Golden Rules, memastikan setiap aktivitas dilakukan dengan standar keselamatan yang ketat. Bagi mereka, pulang dengan selamat adalah amanah yang selalu dititipkan keluarga di rumah. “Hari raya bagi kami bukan lagi riuh dapur keluarga, tapi bisikan doa di barak sederhana,” tambah Nugroho. Meski jauh dari keluarga, semangat mereka tetap terjaga. Segelas teh hangat dan hidangan sederhana menjadi bekal sebelum kembali menyusuri jalur operasi yang menantang.

Dedikasi tersebut memiliki makna besar. Aktivitas eksplorasi yang dilakukan oleh Regional 4 PEPC bekerja sama dengan Elnusa di Morowali Utara dan Banggai merupakan bagian penting dalam mendukung keberlanjutan ketahanan energi nasional. Setiap data yang dikumpulkan dari jalur seismik menjadi fondasi penting dalam memahami potensi sumber daya energi Indonesia dari area tersebut.

Direktur Operasi PT Elnusa Tbk, Andri Haribowo, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pekerja yang tetap menjalankan tugas dengan penuh komitmen di momen Idulfitri. “Energi tidak bisa hadir begitu saja. Di baliknya ada dedikasi, keteguhan, dan semangat luar biasa dari para Perwira di garda terdepan. Mereka adalah wajah dari komitmen Elnusa untuk terus memberikan yang terbaik bagi negeri,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa perusahaan juga terus memastikan seluruh operasi berjalan dengan standar keselamatan (HSSE) yang tinggi. “Kami mengapresiasi dedikasi Perwira yang tetap menjaga keselamatan operasional selama Idulfitri, sekaligus memastikan kontribusi Elnusa dalam mendukung ketahanan energi nasional melalui operasi yang excellence, andal, dan aman” tambahnya.

Idulfitri di wilayah operasi mungkin tidak semeriah di kota maupun kampung halaman. Namun justru di jalur seismik yang sunyi itulah keteguhan diuji dan pengabdian menemukan maknanya. Dengan komitmen terhadap prinsip HSSE Golden Rules dan 10 CLSR, para perwira Elnusa terus melangkah memastikan operasi berjalan aman sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masa depan energi Indonesia. Di medan operasi yang jauh dari keluarga, mereka membuktikan bahwa menjaga energi negeri juga merupakan bentuk ibadah, sebuah pengabdian yang lahir dari kerja, tanggung jawab, dan cinta pada tanah air.

Sekilas Elnusa (IDX: ELSA)
PT Elnusa Tbk (Elnusa) merupakan Anak Perusahaan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) yang tergabung dalam Subholding Upstream Pertamina, bergerak dalam bidang jasa energi yang terintegrasi untuk memberikan solusi total. Ketangguhan dan inovasi telah menjadi karakter dasar Elnusa selama lebih dari 56 tahun dalam industri energi, memiliki kompetensi inti pada jasa hulu migas terintegrasi, penjualan barang dan jasa distribusi & logistik energi serta jasa penunjang migas. Lini jasa hulu migas terintegrasi meliputi jasa Geoscience & Reservoir (land, transition zone & marine serta data processing), jasa pengeboran & pemeliharaan lapangan migas (drilling & workover), jasa engineering, procurement, construction & operation maintenance (EPC-OM). Lini penjualan barang dan jasa distribusi & logistik energi meliputi jasa transportasi BBM, pengelolaan depot, dan penjualan chemical. Lini jasa penunjang migas meliputi jasa marine support, fabrikasi, hingga manajemen data. Elnusa terus berkomitmen menerapkan Tata Kelola Perusahaan sesuai dengan prinsip-prinsip GCG dan juga ESG untuk mewujudkan Perusahaan yang berdaya saing tinggi, terus tumbuh dan memberikan kebermanfaatan yang keberlanjutan untuk seluruh pemangku kepentingan. Informasi lebih lanjut dapat diakses pada www.elnusa.co.id

*Media Contact*
*Jayanty Oktavia Maulina (Anty)*
Manager of Corporate Communications
Graha Elnusa 16th Floor, Jl. TB Simatupang Kav. 1B, Jakarta 12560
Tel: (021) 7883 0850 | Fax: (021) 7883 0907 |
Mob: +62813 1787 1717
E-mail: jayanty.maulina@elnusa.co.id

Stok BBM di Bone Aman Jelang Idulfitri, Masyarakat Diimbau Tidak Perlu Khawatir

0

BONE, RADIOMESRA. COM – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan bahwa ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Bone dalam kondisi aman dan terkendali, termasuk untuk produk Pertalite dan Solar yang menjadi perhatian masyarakat.

Berdasarkan data stok terkini di sejumlah SPBU di wilayah Bone pada hari ini, pasokan BBM masih tersedia dengan rincian antara lain Pertalite mencapai lebih dari 70 ribu liter, Solar lebih dari 40 ribu liter, serta produk gasoline dan gasoil lainnya seperti Pertamax, Dexlite, dan Pertamina Dex juga dalam kondisi mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Selain itu, distribusi BBM terus berjalan secara normal dan dilakukan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan masing-masing SPBU. Pertamina juga secara intensif melakukan monitoring dan koordinasi dengan lembaga penyalur untuk memastikan kelancaran distribusi, khususnya menjelang momen Ramadan dan Idulfitri yang mengalami peningkatan konsumsi.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menyampaikan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan BBM.

“Kami memastikan stok BBM di wilayah Bone dalam kondisi aman. Jika terjadi antrean di beberapa SPBU, hal tersebut lebih disebabkan oleh peningkatan konsumsi dan pola pembelian masyarakat, bukan karena kelangkaan pasokan. Pertamina terus menyalurkan BBM secara optimal agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” ujarnya.

Pertamina mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan melakukan pembelian BBM secara bijak sesuai kebutuhan. Pertamina juga memastikan akan terus mengoptimalkan distribusi serta menyiagakan Satgas Ramadan dan Idulfitri guna menjaga ketahanan energi di wilayah Sulawesi.

Apabila masyarakat membutuhkan informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135.

Media Contact:
Lilik Hardiyanto
Area Manager Communication, Relations & CSR
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi

Beri kenyamanan Pemudik, Kemenag Hadirkan Program Masjid Ramah Pemudik

0

PAREPARE, RADIOMESRA..COM – Kementrian Agama Republik Indonesia menjelang lebaran tahun ini meluncurkan program  perioritas untuk para pemudik dengan nama program masjid Ramah pemudik. Informasi.terdebuf di sampaikan Humas Kemenag kota Parepare Sutrisna HS saat hadir bersama kru rupa mata dan radio mesra pada program siaran sahur terakhir Ramdan 1447 H, 2026 M, Kamis (19/03/26).

“Salah satu program yang menjadi program prioritas menteri agama Republik Indonesia, yaitu mengadakan masjid ramah pemudik, di mana, ketika misalnya ada pemudik yang dari pemudik yang mau ke kampung atau keluar daerah itu, bisa singgah di masjid ramah pemudik, di sana akan difasilitasi dari panitia.” Kata Sutrisna

Sutrisna mencontohkan, Jika ada kemarin ada pemudik yang singgah di masjid terapung itu, mengalami kurang sehat, itu dipanggilkan 119, untuk  bisa mendapatkan pelayanan medis di situ. Kemudian misalnya ada yang mungkin sakit, dan tidak kuat untuk berpuasa, disiapkan, untuk usur yang dilaluinya.

“Mesjid ramah pemudik, secara nasional, sesuai kemarin yang sudah dirapatkan ini, sudah berlangsung dari tanggal 16, itu yang menjadi kesepakatan bahwa di tiap kecamatan itu ada masjid Ramah pemudik, yang sudah ditunjuk, di situ ada tandanya, yaitu sebuah spanduk yang bertuliskan posko masjid ramah pemudik. Di salah satunya di masjid terapung BJ Habibie, terus kemudian pokoknya di setiap kecamatan itu ada masjid yang ditunjuk untuk sebagai perwakilan ramah pemudik.” Ungkap Sutrisna

Penumpang Kapal Melahirkan Sesaat Sebelum Sandar Di pelabuhan Parepare

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM  – Suasana di atas KM Pantokrator mendadak tegang menjelang kapal sandar di Pelabuhan Nusantara Parepare, Parepare, Senin (16/3/26). Di tengah ramainya arus mudik Lebaran 2026, seorang penumpang perempuan bernama Isa (36) harus dievakuasi setelah mengalami persalinan saat kapal masih dalam perjalanan.

Isa yang merupakan warga Kabupaten Jeneponto terlihat ditandu keluar dari kapal sesaat setelah bersandar. Proses evakuasi berlangsung cepat di tengah perhatian para penumpang dan petugas yang berada di pelabuhan. Tak lama berselang, tangisan bayi terdengar memecah suasana pagi di pelabuhan. Bayi yang baru saja dilahirkan tersebut kemudian dibawa keluar dari kapal oleh petugas untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Kapten kapal Ashar menjelaskan persalinan berlangsung sangat cepat ketika kapal hampir merapat di pelabuhan.

“Kebetulan ibu ini mungkin sudah pertama jadi bukan pengalaman pertama untuk melahirkan jadi dia ada pengalaman kebetulan dari perawat Alhamdulillah,” ujar Ashar.

Ashar juga menegaskan penumpang yang hendak berlayar dalam kondisi hamil harus memiliki izin dari petugas kesehatan pelabuhan. Dalam kasus ini, penumpang diketahui naik kapal dari Nunukan. Setibanya di pelabuhan, petugas langsung mengevakuasi Isa dan bayinya untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Peristiwa dramatis ini pun menarik perhatian banyak penumpang yang tengah berada di pelabuhan.

Kejadian tersebut menjadi salah satu momen tak terduga di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat selama arus mudik Lebaran 2026.

Kapolda Sulsel Tinjau Kesiapan Pengamanan Mudik di Parepare

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM  – Kapolda Sulawesi Selatan, Djuhandani Rahardjo Puro, melakukan kunjungan ke Pelabuhan Nusantara Parepare, Rabu (18/03/26). Kunjungan tersebut bertujuan untuk memastikan kesiapan personel serta infrastruktur pengamanan dalam rangka pelaksanaan Operasi Ketupat 2026. Dalam peninjauan tersebut, Kapolda didampingi sejumlah pejabat utama Polda Sulsel, di antaranya Kabid Propam Kombes Zulham Effendy, Dirlantas Kombes Pria Budi, serta Kabid Humas Kombes Didik Supranoto.

Rombongan terlihat mengecek langsung pos keamanan di kawasan pelabuhan. Selain itu, Kapolda juga meninjau Pos Pelayanan Operasi Ketupat 2026 yang berada di Jalan Karaeng Burane, sekitar 300 meter dari Monumen Cinta Habibie Ainun, yang menjadi salah satu titik strategis pengamanan arus mudik di Kota Parepare.

Kunjungan tersebut turut disambut Kapolres Parepare AKBP Indra Waspada bersama Wali Kota Parepare H. Tasming Hamid. Sejumlah pejabat lintas instansi yang terlibat dalam pengamanan dan pelayanan mudik Lebaran 2026 juga hadir, di antaranya Kepala KSOP Kelas III Parepare Saifhul Harry, Kepala Jasa Raharja Parepare Almaida Djumed, perwakilan Denpom XIV-02 Parepare Kapten CPM Budi Hartanto, perwakilan Kodim 1405 Parepare Kapten Inf. H. Syamsul Rijal Akib, Kepala Dinas Perhubungan Parepare Fitriyani, serta para pejabat utama Polres Parepare.

Kapolda Irjen Djuhandani menegaskan bahwa Pelabuhan Nusantara Parepare menjadi atensi khusus dalam pengamanan mudik tahun ini. Hal tersebut dikarenakan peran vital Parepare sebagai salah satu pintu masuk utama arus mudik di wilayah Sulawesi Selatan.

“Saya melaksanakan pengecekan secara langsung di lapangan, terkait tugas dari pemerintah, dalam hal ini Polri dan Steakholder yang ada dalam rangka mengamankan kegiatan menjelang idul Fitri kemudian di kepolisian sendiri digelar dengan kompas ketupat tahun 2026. Di mana tugasnya adalah memberikan perlindungan pengayoman kepada masyarakat yang melaksanakan mudik, kemudian saya menjadi perhatian juga, Karena di Parepare ini adalah merupakan pintu masuk arus mudik,pelabuhan dan lain sebagainya ini menjadi perhatian konsen saya untuk melihat secara langsung kesiapan selruh anggota. tadi sudah di paparkan kesiapan anggota dalam menyambut ataupun mengamankan situasi pelayanan kepada masyarakat” kata Kapolda

Sementara itu, arus mudik menjelang Lebaran 2026 kian meningkat. Berdasarkan data manifes, sebanyak 1.794 penumpang dari Samarinda, Kalimantan Timur, tiba di Pelabuhan Nusantara Parepare menggunakan KM Adithya sekitar pukul 08.00 WITA pada hari yang sama.

Guna mengantisipasi berbagai potensi gangguan, termasuk masuknya barang ilegal, Polres Parepare turut melakukan penebalan personel di sejumlah titik strategis. Langkah ini diharapkan mampu menjaga kelancaran dan keamanan arus mudik, khususnya di kawasan pelabuhan yang menjadi simpul transportasi laut di wilayah Ajatappareng.

Lapas Parepare Serahkan Remisi Khusus Hari Raya Nyepi Tahun 2026

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM  – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Parepare melaksanakan penyerahan Remisi Khusus Hari Raya Nyepi Tahun 2026 kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), bertempat di Tribun Lapas Kelas IIA Parepare pada Kamis, (19/03/26)

Sebanyak 4 orang WBP menerima remisi khusus tersebut, dengan rincian 2 orang memperoleh remisi selama 1 bulan 15 hari, dan 2 orang lainnya memperoleh remisi selama 1 bulan.

Kegiatan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) Remisi yang dibacakan langsung oleh Kepala Sub Seksi Registrasi, Muh. Basir, kemudian dilanjutkan dengan penyerahan SK Remisi yang dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Parepare, Marten, Bc.IP., S.H., M.H.

Dalam kesempatan tersebut, salah satu WBP berinisial A.A menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas remisi yang diterimanya.

“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih atas remisi yang diberikan. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berperilaku baik dan mengikuti program pembinaan dengan sungguh-sungguh,” ungkapnya.

Kepala Lapas Kelas IIA Parepare dalam arahannya menyampaikan bahwa pemberian remisi merupakan bentuk penghargaan negara kepada warga binaan yang telah menunjukkan perubahan perilaku positif serta memenuhi syarat sesuai ketentuan yang berlaku.

“Remisi ini diharapkan menjadi motivasi bagi warga binaan untuk terus memperbaiki diri dan mengikuti seluruh program pembinaan dengan baik,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung dengan tertib dan khidmat. Melalui pemberian remisi ini, Lapas Kelas IIA Parepare terus mendorong terciptanya pembinaan yang berorientasi pada perubahan perilaku serta reintegrasi sosial warga binaan.

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Pastikan Stok Pertamax Turbo Makassar Aman di Tengah Peningkatan Konsumsi Jelang Idulfitri 1447 H

0

MAKASSAR, RADIOMESRA. COM.– PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kesetiaan masyarakat yang terus menggunakan Pertamax Turbo. Seiring dengan itu, Pertamina memastikan ketersediaan stok BBM jenis Pertamax Turbo di wilayah Kota Makassar dalam kondisi aman dan terkendali, meskipun terjadi peningkatan konsumsi seiring arus mudik menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H.

Berdasarkan data monitoring hingga pukul 12.00 WITA, stok Pertamax Turbo di sejumlah SPBU di Makassar berada pada kisaran 3.500 hingga 10.200 liter per SPBU. Selain itu, suplai tambahan juga terus disalurkan, termasuk pengiriman dari Fuel Terminal Parepare ke beberapa SPBU guna menjaga ketahanan stok di lapangan.

Peningkatan konsumsi BBM mulai terlihat seiring meningkatnya mobilitas masyarakat yang melakukan perjalanan mudik dan aktivitas menjelang Lebaran. Kondisi ini merupakan tren tahunan yang telah diantisipasi Pertamina melalui penguatan distribusi dan penambahan pasokan di wilayah dengan demand tinggi.

Di sisi lain, wilayah penyangga seperti Maros juga mencatatkan stok yang relatif tinggi, yakni di atas 10.200 liter per SPBU. Hal ini berfungsi sebagai buffer supply untuk mendukung kebutuhan BBM di Kota Makassar apabila terjadi lonjakan konsumsi.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menyampaikan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan BBM, khususnya Pertamax Turbo.
“Pertamina memastikan stok Pertamax Turbo di Makassar dalam kondisi aman dan distribusi berjalan lancar, meskipun terjadi peningkatan konsumsi akibat arus mudik. Kami telah mengantisipasi hal ini dengan menambah pasokan dan memperkuat distribusi di lapangan,” ujar Lilik.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap melakukan pembelian BBM secara bijak sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan.
“Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan panic buying. Pertamina berkomitmen menjaga pasokan energi agar tetap terpenuhi dengan baik selama periode Ramadan dan Idulfitri,” tambahnya.

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi akan terus meningkatkan pengawasan distribusi serta berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait guna memastikan pelayanan energi kepada masyarakat tetap optimal selama masa arus mudik dan balik Idulfitri 1447 H.

Apabila masyarakat membutuhkan informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135.

Media Contact:
Lilik Hardiyanto
Area Manager Communication, Relations & CSR
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi

RMR Siap 100 Porsi Makanan Tipa Hari

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Ketua Roemah Makan Rakjat Ansar lewat program binsang sahur Senin (17/03/26) yang bertetapan dengan 27 Ramadan 1447 H mengatakan tujuan didirikannya RMR adalah untuk memberikan makan kepada orang banyak tanpa syarat.

“Itu adalah singkatan dari Rumah Makan Rakyat Parepare, dia adalah lembaga komunitas, yang tujuannya untuk memberikan makan kepada orang banyak tanpa syarat.” Kata Ansar.

Lanjut Ansar,  RMR punya tagline makan gratis buat rakyat, 100 porsi setiap hari di siapksn dan RMR ini di parepare sudah berjalan 4 tahun, dan tidak pernah libur kecuali hari raya idul Fitri dan idul Adha.

“Kita buka setiap hari Senin sampai Ahad, begitu seterusnya, selama kurang lebih 4 tahun. Dan fokus kita memberikan makan tanpa syarat, mau itu anak-anak, dewasa, orang kaya, orang miskin, orang tua, mau dia datang dalam keadaan lusuh, berseragam kantor, kami terbuka selama persediaan RMR ada. Datang berkali-kali tidak apa-apa, karena fokus kita memberi makan sampai dia kenyang, sehingga ketika dia kenyang, kelanjutannya mungkin dia lebih kuat beribadah, mungkin bisa melanjutkan mencari nafkah yang halal poinnya di situ.” Jelas Ansar

Anggota Divisi Hukum.Puspa Bicara Pelakor Di Sahurnya Mesra

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Anggota divisi hukum Forum Partisipasi Publik (Puspa) kota Parepare Arni Jonathan lewat program sahur radio mesra Ahad (15/03/26) yang bertepatan 23 Ramadan 1447 H mengatakan, ada beberapa faktor yang menyebabkan perempuan menjadi wanita perebut laki orang  (pelakor).

“Ada beberapa faktor yang menyebabkan perempuan itu sepertinya butuh seseorang, tetapi kehadiran pelakor ini adalah orang ketiga dalam rumah tangga. Jadi namanya pelakor pasti jelek. Apapun kondisinya alasannya itu tidak bisa dibenarkan.” Kata Arni.

Lanjut Lawyer ini, karena orang ketiga itu adalah perusak, pasti merusak, kadang perempuan itu bahwa hal yang utama kenapa mereka harus menjadi pelakor karena mungkin ekonomi.

“Karena sasarannya pasti bapak-bapak, Om yang berduit, tapi terkadang kita juga tidak bisa menyalahkan sepenuhnya terhadap perempuannya, karena tidak mungkin terjadi kalau tidak ada respon dari laki-lakinya. Jadi terkadang yang paling banyak terjadi itu karena faktor ekonomi pemenuhan ekonomi.” Terang Arni.

  • https://radioku.my.id:8243/mesra
  • Radio Mesra Parepare