31.8 C
Pare-Pare
Sabtu, Oktober 24, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 37

Bulog Pastikan Stok Beras di Parepare Melimpah dan Harga Terkendali, Bapanas Beri Apresiasi

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Perum Bulog Kantor Cabang Parepare memastikan ketersediaan beras di wilayah Kota Parepare dalam kondisi aman dan melimpah. Kepastian ini diperoleh usai peninjauan lapangan yang dilakukan Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Selatan, baru-baru ini.

Pimpinan Cabang (Pincab) Bulog Parepare, Rahmi Mengerang, menjelaskan bahwa pantauan dilakukan di sejumlah titik strategis, mulai dari Pasar Lakessi, Pasar Sumpang Minangae, ritel modern Cahaya Ujung, hingga tingkat distributor.

“Untuk Kota Parepare, kondisi stok beras melimpah dan tidak ada kelangkaan. Berbeda dengan isu kelangkaan di beberapa daerah seperti Jawa atau Sumatra, stok kita sangat aman dan harganya rata-rata masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET),” ujar Rahmi saat di temui di kantornya Selasa (08/09/6).

Berdasarkan hasil pemantauan, harga beras premium di pasaran berada di kisaran Rp14.000 hingga Rp14.500 per kilogram. Sementara beras medium di kisaran Rp13.500 per kilogram. Adapun Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dijual sekitar Rp58.000 hingga maksimal Rp60.000 per kemasan 5 kilogram. Angka ini relatif lebih murah dibandingkan kabupaten/kota lainnya di Sulawesi Selatan.

Atas kondisi tersebut, Bapanas memberikan apresiasi kepada Bulog Parepare yang dinilai berhasil mengendalikan distribusi serta menjaga stabilitas harga pangan.

“Bapanas berterima kasih karena ketersediaan beras SPHP di masyarakat benar-benar terjaga. Bahkan harga di Parepare tergolong lebih terjangkau dibandingkan daerah lain yang ada mencapai Rp62.000 per sak,” tambah Rahmi.

Di samping itu, melimpahnya stok beras lokal membuat Bulog Parepare turut menyuplai kebutuhan beras ke luar pulau guna pemerataan distribusi nasional. Pasokan tersebut dikirim ke sejumlah wilayah seperti Papua, Maluku, Menado, hingga Kalimantan Selatan.

Meski demikian, dalam sidak tersebut tim gabungan masih menemukan beberapa beras kemasan yang dijual tanpa izin edar resmi. Terkait hal itu, Dinas Ketahanan Pangan bersama Bapanas langsung memberikan edukasi kepada para pedagang dan distributor mengenai pentingnya legalitas izin edar pada produk kemasan.

 

Atlet Tenis Junior Parepare Borong Gelar di Kejurnas Walikota Makassar Cup 2026

0

PAREPARE, RADIOMESRA..COM  — Para atlet tenis junior asal Kota Parepare sukses mengukir prestasi gemilang dalam ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Walikota Makassar Cup 2026. Sejumlah petenis muda daerah ini berhasil memboyong piala di kategori kelompok umur U-12 dan U-14.

Tampil mendominasi di kategori U-14 putra, Paiq Dwi Fajar sukses merebut gelar Juara 1 pada nomor Ganda Putra U-14. Tak hanya itu, Paiq juga mengamankan posisi runner-up atau Juara 2 di nomor Tunggal Putra U-14.

Prestasi manis juga diukir oleh sektor putri U-14. Pasangan petenis Salsabila Afika S. dan Hayfa Ibrahim yang berlaga di nomor Ganda Putri U-14 berhasil melangkah hingga babak semifinal dan mengamankan posisi Juara 3 bersama.
Sementara itu pada kelompok umur U-12, Satya Adinata S. tampil impresif di sektor tunggal putra. Satya berjuang keras hingga menembus babak final dan membawa pulang gelar Juara 2 Tunggal Putra U-12.

Capaian positif para petenis muda Parepare di ajang Kejurnas Walikota Makassar Cup 2026 ini diharapkan menjadi pendorong semangat untuk terus mengasah bakat dan mencetak prestasi di level yang lebih tinggi.

Bawaslu Parepare Sambut 11 Mahasiswa PPL IAIN Parepare, Jadi Ruang Belajar Kepemiluan

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM  — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Parepare menyambut sebelas mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare yang akan melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di Kantor Bawaslu Kota Parepare. Penyambutan berlangsung di Media Center Bawaslu Kota Parepare, Selasa (08/09/26).

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua dan Anggota Bawaslu Kota Parepare, Koordinator Sekretariat (Korsek) beserta jajaran staf sekretariat. Sementara dari IAIN Parepare hadir dosen pembimbing PPL, Rasna, Lc., M.A. dan Indah Fitriani Sukri, M.H., yang mendampingi mahasiswa dalam pelaksanaan PPL.

Koordinator Sekretariat Bawaslu Kota Parepare, Handayani, membuka kegiatan dengan menyapa dan menyambut hangat kedatangan para mahasiswa PPL IAIN Parepare.

Dalam sambutannya, Handayani berharap pelaksanaan PPL dapat menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman secara langsung di lingkungan kerja, sekaligus mengenal lebih dekat tugas dan fungsi Bawaslu dalam mengawal proses demokrasi.

Ketua Bawaslu Kota Parepare, Muh. Zainal Asnun, menyampaikan apresiasi dan menyambut baik kehadiran mahasiswa IAIN Parepare untuk melaksanakan PPL di Bawaslu Kota Parepare.

Menurut Zainal, keberadaan mahasiswa di Bawaslu tidak hanya menjadi bagian dari kegiatan akademik, tetapi juga dapat menjadi ruang pembelajaran untuk memahami kepemiluan dan pengawasan pemilu secara langsung.

“Bawaslu menyambut baik kedatangan mahasiswa PPL IAIN Parepare. Kami berharap selama berada di Bawaslu, adik-adik mahasiswa bisa mendapatkan pengalaman dan pengetahuan tentang kepemiluan serta tugas-tugas Bawaslu,” ujar Zainal.

Zainal menjelaskan, meskipun saat ini Bawaslu berada pada masa non-tahapan pemilu, aktivitas kelembagaan tetap berjalan. Menurutnya, kondisi tersebut tidak menjadi hambatan bagi mahasiswa untuk belajar dan mendapatkan pengalaman mengenai kerja-kerja kepemiluan.

“Memang saat ini kita berada di non-tahapan pemilu, tetapi untuk belajar sangat memungkinkan. Banyak kegiatan sosialisasi yang kami laksanakan saat ini, di antaranya ke sekolah-sekolah dan kampus,” jelasnya.

Ia juga mendorong mahasiswa untuk aktif mengikuti berbagai kegiatan yang dilaksanakan Bawaslu selama masa PPL. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memahami teori yang diperoleh di bangku perkuliahan, tetapi juga dapat melihat secara langsung bagaimana lembaga pengawas pemilu menjalankan tugas dan fungsinya.

Pelaksanaan PPL ini diharapkan dapat memberikan pengalaman dan wawasan baru bagi mahasiswa IAIN Parepare, khususnya dalam memahami kelembagaan Bawaslu, pendidikan politik, pengawasan partisipatif, serta berbagai aktivitas kepemiluan lainnya.

Selain menjadi wadah pembelajaran bagi mahasiswa, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari penguatan sinergi antara Bawaslu Kota Parepare dan perguruan tinggi dalam mendorong keterlibatan generasi muda dalam kehidupan demokrasi.

Persipare Gagal Lolos Fase Grup, Mantan Ketua Harian Rahman Saleh Minta Liga Parepare Dihidupkan Lagi

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Kegagalan Persipare Parepare menembus babak 18 besar serta minimnya prestasi tim Piala Soeratin memicu keprihatinan dari berbagai pihak. Ketua Hariann Persipare periode 2006–2009, H. Rahman Saleh, menilai hasil ini harus menjadi bahan evaluasi total bagi Pemerintah Kota Parepare, Askot PSSI, dan KONI.

Hal tersebut disampaikan Rahman Saleh dalam program Obrolan Santai (Obras) radio mesra Parepare,Selasa (08/09/26). Ia mengaku kecewa lantaran Persipare yang bertindak sebagai tuan rumah justru gagal melangkah lebih jauh.

“Sebagai pencinta sepak bola, tentu kita kecewa. Persipare tuan rumah, dan mungkin satu-satunya tim tuan rumah yang tidak lolos dari empat zona yang ada. Padahal daerah lain bisa,” ujar Rahman.

Menurut Rahman, sepak bola masih menjadi barometer utama keberhasilan olahraga di suatu daerah. Ia mengingatkan bahwa Parepare memiliki sejarah panjang dalam melahirkan bakat-bakat sepak bola yang disegani di tingkat regional maupun nasional.

“Di masa kami dulu, dengan dana terbatas, Persipare bisa menembus Divisi I nasional dan bermain bersama tim-tim seperti Persisam Samarinda hingga Persema Manado. Kita juga pernah melahirkan tokoh-tokoh yang mencatat nama baik Parepare di PSSI, seperti Pak Nasir Salasa dan Andi Taufik,” jelasnya.

Guna mencetak kembali bibit unggul, Rahman menyarankan Pemkot Parepare dan Askot PSSI memanfaatkan maraknya Sekolah Sepak Bola (SSB) yang kini tumbuh di Parepare. Salah satu langkah konkret yang ia dorong adalah menghidupkan kembali kompetisi lokal.

“Langkah utamanya adalah menghidupkan kembali Liga Persipare antar-klub, terutama untuk kelompok umur. Ini penting agar anak-anak kita terlatih sejak dini dan punya wadah untuk berprestasi,” tegas Rahman.

PLN UID Sulselrabar Percepat Pemulihan Pasokan Listrik Sistem Sulbagsel

0

PAREPARE, RADIOMESRA.COM — Manajemen PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) terus melakukan berbagai langkah untuk mempercepat pemulihan pasokan listrik pada Sistem Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel).

Manajemen PLN UID Sulselrabar menyampaikan, kondisi pasokan listrik pada sebagian sistem Sulbagsel masih dalam proses pemulihan dan optimalisasi setelah sebelumnya terdampak kendala teknis dan kegiatan pemeliharaan pada pembangkit swasta.

Kondisi tersebut menyebabkan ketersediaan pasokan listrik berada di bawah kebutuhan sistem. Untuk menjaga keandalan kelistrikan, PLN melakukan sejumlah langkah strategis, mulai dari mempercepat pemulihan dan mengoptimalkan pembangkit yang tersedia hingga mengatur pola operasi pembangkit.

Selain itu, PLN juga menerapkan berbagai langkah mitigasi untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan listrik di sistem Sulbagsel.

“Seluruh petugas PLN terus bekerja dan melakukan percepatan penanganan agar kondisi kelistrikan dapat kembali normal secara bertahap,” demikian disampaikan Manajemen PLN UID Sulselrabar.

PLN juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat kondisi pasokan listrik tersebut.

Untuk informasi mengenai wilayah dan jadwal manajemen beban, masyarakat akan mendapatkan informasi melalui WhatsApp Channel PLN ULP di masing-masing wilayah serta kanal resmi PLN lainnya.

Sementara untuk laporan gangguan maupun keluhan kelistrikan, masyarakat dapat memanfaatkan aplikasi PLN Mobile atau menghubungi Contact Center PLN 123.

Manajemen PLN UID Sulselrabar memastikan upaya pemulihan terus dilakukan secara maksimal, dengan harapan kondisi sistem kelistrikan dapat kembali normal dan pasokan listrik kepada masyarakat semakin andal.

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Blokir 4.767 QR Code Subsidi kepada Pelanggar Penyaluran BBM Subsidi

0

MAKASSAR, RADIOMESRA. COM  – Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi bersama tim gabungan melakukan monitoring dan pengecekan penyaluran BBM Subsidi di SPBU Pettarani, Kota Makassar, Jumat (05/09/26). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut hasil rapat koordinasi lintas sektoral Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam rangka mengurai antrean di sejumlah SPBU sekaligus memastikan penyaluran BBM Subsidi berjalan sesuai ketentuan dan tepat sasaran. Tim gabungan yang terlibat dalam kegiatan tersebut terdiri dari Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Satpol PP, Polda Sulsel, dan Dinas ESDM. Pemantauan dilakukan secara langsung di area SPBU, termasuk pengecekan transaksi pembelian BBM Subsidi menggunakan QR Code Subsidi Tepat.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan kegiatan monitoring dilakukan sebagai bagian dari upaya bersama untuk memastikan BBM Subsidi diterima oleh masyarakat yang berhak serta mencegah adanya pola pengisian yang tidak sesuai dengan ketentuan.

“Monitoring ini kami lakukan bersama dengan stakeholder terkait untuk memastikan penyaluran BBM Subsidi berjalan sesuai ketentuan dan tepat sasaran. Kami juga melakukan pengecekan terhadap transaksi menggunakan QR Code untuk melihat pola pembelian dan mengidentifikasi apabila terdapat pengisian yang berulang atau tidak wajar,” ujar Lilik.

Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan pemindaian QR Code BBM Subsidi milik pelanggan. Data transaksi kemudian dapat digunakan untuk melihat riwayat pembelian sehingga pola transaksi yang tidak sesuai dapat diidentifikasi dan ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.

Lilik menambahkan, pengawasan terhadap penyaluran BBM Subsidi dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak, khususnya dalam merespons dinamika kebutuhan masyarakat di lapangan.

“Kami terus memperkuat pengawasan, baik melalui sistem maupun pemantauan langsung di lapangan. Apabila ditemukan adanya indikasi transaksi yang tidak sesuai, tentunya akan kami lakukan pengecekan dan tindak lanjut sesuai ketentuan. Upaya ini kami lakukan agar BBM Subsidi dapat benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat yang berhak,” jelas Lilik.

Sebagai bagian dari upaya pengawasan tersebut, sepanjang Januari hingga 4 September 2026, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi telah memblokir sebanyak 4.767 QR Code Subsidi Tepat yang terindikasi melakukan pengisian berulang atau tidak wajar.

“Pemblokiran QR Code dilakukan berdasarkan hasil identifikasi terhadap pola transaksi yang terindikasi tidak wajar. Langkah ini merupakan bagian dari pengawasan untuk menjaga agar penyaluran BBM Subsidi tetap sesuai peruntukannya,” tambah Lilik.

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan pemangku kepentingan terkait dalam melakukan monitoring serta evaluasi penyaluran BBM Subsidi di wilayah Sulawesi Selatan.

Masyarakat diimbau untuk melakukan pembelian BBM sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku. Apabila menemukan kendala maupun informasi terkait penyaluran BBM Subsidi, masyarakat dapat menyampaikannya melalui Pertamina Customer Solution (PCS) 135 untuk dilakukan verifikasi dan tindak lanjut sesuai mekanisme yang berlaku.

Media Contact

Lilik Hardiyanto
Area Manager Communication, Relations & CSR
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi

Sistem Kelistrikan Mulai Pulih, PLN ULP Mattirotasi Sampaikan Permohonan Maaf kepada Warga Parepare

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — PT PLN (Persero) ULP Mattirotasi menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Kota Parepare atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat pemadaman bergiliran atau pengaturan beban listrik dalam beberapa waktu terakhir.

Team Leader Pelayanan PLN ULP Mattirotasi, Bayu Priyo Mukti, yang mewakili Manager PLN ULP Mattirotasi, menjelaskan bahwa kondisi tersebut disebabkan oleh adanya pemeliharaan pada sejumlah fasilitas ketenagalistrikan serta penurunan kemampuan beberapa pembangkit. Hal ini berdampak langsung pada berkurangnya daya mampu pasok sistem Sulawesi bagian selatan.

“Saat ini, tim teknis kami terus bekerja di lapangan dan melakukan berbagai upaya percepatan *recovery* serta pemulihan sistem agar kondisi kelistrikan dapat kembali normal,” ujar Bayu Priyo Mukti kepada Tim Liputan Jelajah Kota Radio Mesra, Senin (07/09/26).

Bayu menambahkan, proses pemulihan sistem pembangkit saat ini secara bertahap terus menunjukkan perkembangan yang semakin baik. Seiring dengan progres tersebut, wilayah yang terdampak pengaturan beban di Kota Parepare juga mulai berangsur berkurang.

“Alhamdulillah, ini menjadi perkembangan positif. Kami memohon doa, dukungan, serta pengertian dari seluruh masyarakat Kota Parepare. Kami juga mengimbau warga untuk tetap memantau informasi resmi dari PLN serta menggunakan listrik secara bijak,” pungkasnya.

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Imbau Masyarakat Membeli BBM Sesuai Kebutuhan dan Peruntukannya

0

MAKASSSAR, RADIOMESRA. COM – Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan ketersediaan BBM bersubsidi di Sulawesi Selatan dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat. Hal tersebut disampaikan menyusul pemberitaan mengenai antrean kendaraan di sejumlah SPBU dalam beberapa hari terakhir.

Berdasarkan pemantauan terbaru, antrean di sejumlah SPBU yang sebelumnya mengalami kepadatan kini mulai melandai. Pertamina tetap melakukan monitoring secara berkala untuk melihat pergerakan antrean, kondisi stok, serta perkembangan kebutuhan BBM di masing-masing wilayah sehingga distribusi dapat terus disesuaikan dengan kondisi lapangan.

Peningkatan kebutuhan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kepadatan antrean. Dalam tiga bulan terakhir, konsumsi Solar JBT di Sulawesi Selatan menunjukkan kenaikan. Rerata penyaluran harian pada Agustus 2026 tercatat 14,6 persen lebih tinggi dibandingkan Mei 2026. Kondisi tersebut turut dipengaruhi oleh meningkatnya aktivitas logistik dan transportasi serta perubahan pola konsumsi yang berkaitan dengan perbedaan harga antara produk subsidi dan nonsubsidi.

Untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan dan ketersediaan di lapangan, Pertamina telah meningkatkan penyaluran Solar JBT sebesar 14,6 persen dan Pertalite sebesar 7,6 persen di wilayah Sulawesi Selatan. Percepatan distribusi juga dilakukan dengan memajukan jam operasional Depot serta mengoptimalkan armada Mobil Tangki (MT) melalui skema spot charter untuk mendukung suplai ke SPBU yang membutuhkan.

Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan kondisi stok saat ini masih terjaga dan langkah penguatan distribusi terus dilakukan untuk mengantisipasi perubahan permintaan di lapangan.

“Stok BBM subsidi di Sulawesi Selatan saat ini masih aman dan mencukupi. Antrean di sejumlah SPBU juga sudah mulai melandai setelah berbagai langkah penguatan distribusi dan pengaturan pelayanan dilakukan. Kami tetap memantau kondisi setiap wilayah agar penyaluran dapat berjalan sesuai kebutuhan masyarakat,” ujar Lilik.

Di lapangan, petugas marshal tetap diaktifkan pada SPBU yang mengalami kepadatan untuk mengatur kendaraan dan menjaga akses jalan tetap lancar. Petugas juga memberikan informasi kepada konsumen mengenai SPBU alternatif yang memiliki antrean lebih landai dan stok tersedia sehingga kendaraan tidak terpusat pada satu lokasi.

Sejalan dengan penguatan distribusi, Pertamina bersama Forkopimda dan instansi terkait terus melakukan pemantauan terhadap penyaluran BBM bersubsidi. Pengawasan mencakup kesesuaian transaksi, nomor polisi kendaraan, serta barcode yang digunakan. Untuk Biosolar, pengisian dilakukan ke tangki asli kendaraan sesuai spesifikasi pabrikan dan ketentuan yang berlaku.

Pertamina juga melakukan evaluasi terhadap pola transaksi yang tidak wajar. Apabila berdasarkan hasil verifikasi ditemukan indikasi pembelian berulang atau transaksi anomali, Pertamina dapat melakukan tindak lanjut sesuai ketentuan, termasuk pemblokiran nomor polisi yang terbukti melakukan pelanggaran.

Untuk mendukung kelancaran operasional kendaraan angkutan, Pertamina turut berkoordinasi dengan Organda dan Dinas Perhubungan di wilayah Sulawesi Selatan, termasuk dalam pembahasan kewajaran konsumsi BBM dan skema pengisian yang sesuai dengan kebutuhan operasional.

Lilik mengimbau masyarakat agar membeli BBM sesuai kebutuhan dan peruntukannya. Masyarakat juga diharapkan tidak melakukan pembelian secara berlebihan karena stok di SPBU tetap tersedia dan distribusi terus berjalan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan dan peruntukannya. Tidak perlu melakukan pembelian secara berlebihan karena stok di SPBU tetap tersedia dan distribusi terus berjalan. Penggunaan BBM secara bijak akan membantu menjaga kelancaran antrean dan memastikan penyaluran dapat dinikmati secara merata,” tambah Lilik.

Pertamina akan terus memantau kondisi stok, penyaluran, dan antrean di SPBU Sulawesi Selatan untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan. Apabila menemukan kendala pelayanan maupun indikasi pelanggaran dalam penyaluran BBM, masyarakat dapat menyampaikannya melalui Pertamina Customer Solution (PCS) 135 untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan.

Media Contact:
Lilik Hardiyanto
Area Manager Communication, Relation, & CSR
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi

Konferensi Pers Polda Sulsel Ungkap 11 Modus Tindak Pidana Siber, 22 Tersangka Diamankan

0

MAKASSSAR, RADIOMESRA. COM – Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) berhasil mengungkap sejumlah kasus tindak pidana siber berupa penipuan online yang terjadi di wilayah hukum Polda Sulawesi Selatan dalam tiga bulan terakhir tahun 2026.

Pengungkapan tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di Lobi Mapolda Sulsel, Senin (09/07/26). Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol. Didik Supranoto, S.I.K., M.H., bersama Kasubdit Siber AKBP Jan Manto Hasiholan, S.H., S.I.K., M.H.

Dalam keterangannya, Kabid Humas Polda Sulsel menyampaikan bahwa pengungkapan tersebut merupakan bentuk komitmen Polda Sulsel dalam memberantas tindak pidana siber, khususnya penipuan online yang menyasar masyarakat dengan berbagai modus.

“Pengungkapan ini merupakan hasil kerja Ditreskrimsus Polda Sulsel dalam menangani laporan masyarakat terkait tindak pidana siber yang terjadi di wilayah hukum Polda Sulawesi Selatan,” ujar Kabid Humas.

Dari hasil pengungkapan selama tiga bulan terakhir, penyidik berhasil mengungkap 11 modus penipuan online dengan total 22 orang tersangka, yang terdiri dari 18 laki-laki dan 4 perempuan.

Adapun modus yang berhasil diungkap di antaranya adalah lelang mobil, dengan satu tersangka berinisial WK yang saat ini berada di Lapas Humbahas, Sumatera Utara. Dalam kasus tersebut, korban dari Kota Makassar mengalami kerugian sebesar Rp120 juta.

Selanjutnya, modus penjualan susu untuk kebutuhan dapur SPPG (MBG) dengan satu tersangka berinisial H yang diamankan di Kolaka. Kasus tersebut menimbulkan kerugian Rp120 juta dari empat korban yang berasal dari Kota Makassar dan Kabupaten Maros.

Penyidik juga mengungkap modus penjualan bibit kelapa sawit dengan tiga tersangka berinisial A, AA dan S di Kabupaten Wajo. Korban yang berasal dari Kabupaten Maros mengalami kerugian Rp2,75 juta.

Modus lainnya berupa penipuan lowongan pekerjaan di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar dengan satu tersangka berinisial A yang diamankan di Kabupaten Mamasa. Tiga korban masing-masing berasal dari Makassar, Jeneponto dan Takalar, dengan total kerugian Rp20 juta.

Kemudian, modus penjualan segitiga bata ringan dengan satu tersangka berinisial LS di Kabupaten Soppeng. Dua korban dari Makassar dan Maros mengalami kerugian sebesar Rp15 juta.

Polda Sulsel juga mengungkap modus segitiga motor dengan dua tersangka berinisial S dan CRR yang diamankan di wilayah Kabupaten Sidrap dan Kabupaten Enrekang. Dalam kasus tersebut, korban dari Kabupaten Maros mengalami kerugian Rp15,5 juta.

Modus penjualan telepon seluler iPhone turut berhasil diungkap dengan enam tersangka berinisial M, A, R, RF, N dan F di Kota Parepare. Tiga korban dari Makassar dan Bantaeng mengalami kerugian sebesar Rp29 juta.

Selain itu, terdapat modus pengajuan bantuan yang mengatasnamakan Menteri Keuangan RI, dengan satu tersangka berinisial TR di Kabupaten Sidrap. Korban yang berasal dari Kabupaten Bone mengalami kerugian hingga Rp217 juta.

Penyidik juga mengungkap modus segitiga penjualan BBM jenis solar dengan tiga tersangka berinisial O, AG dan M di Kota Makassar. Dalam kasus ini, korban dari Kabupaten Bone mengalami kerugian Rp23 juta.

Modus segitiga penjualan kerbau (tedong) juga berhasil diungkap dengan satu tersangka berinisial ES yang berada di Lapas Mamasa. Korban dari Kota Makassar mengalami kerugian sebesar Rp20 juta.

Sementara itu, kasus dengan nilai kerugian terbesar berasal dari modus penipuan kerja paruh waktu (part time). Dalam kasus tersebut, dua tersangka berinisial B dan RP yang diamankan di Kota Batam menyebabkan korban dari Kabupaten Sidrap mengalami kerugian mencapai Rp614 juta.

Dalam pengungkapan 11 kasus tersebut, penyidik turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa 27 unit telepon seluler berbagai merek, dua kartu ATM, uang tunai sebesar Rp1 juta, satu unit printer termal, serta empat bundel rekening korban.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 45A Ayat (1) juncto Pasal 28 Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2024 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, juncto Pasal 20 dan/atau Pasal 21 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Atas perbuatannya, para tersangka terancam pidana penjara paling lama enam tahun dan/atau denda paling banyak Rp1 miliar.

Sementara itu, Kasubdit Siber Ditreskrimsus Polda Sulsel AKBP Jan Manto Hasiholan menambahkan, dari 11 modus penipuan online yang berhasil diungkap, tiga perkara telah dilimpahkan bersama tersangkanya kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk tahap II.

“Dari 11 modus yang kami ungkap, tiga perkara sudah dilimpahkan tersangka dan barang buktinya kepada JPU untuk tahap II. Sementara delapan perkara lainnya masih dalam proses penyidikan,” jelas AKBP Jan Manto Hasiholan.

Polda Sulsel mengimbau masyarakat untuk semakin waspada terhadap berbagai bentuk penipuan online, termasuk tawaran pekerjaan, jual beli melalui media sosial, lelang, bantuan pemerintah, maupun transaksi yang mengharuskan korban mentransfer sejumlah uang.

Masyarakat juga diminta tidak mudah percaya terhadap informasi atau tawaran yang belum dapat dipastikan kebenarannya serta segera melapor kepada pihak kepolisian apabila menjadi korban atau menemukan indikasi tindak pidana siber.

322 Personel Diterjunkan, Polri Perkuat Edukasi dan Kehadiran Negara Cegah Karhutla

0

JAKARTA, RADIOMESRA. COM – Polri memperkuat pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dengan memperluas kehadiran personel di tengah masyarakat. Sebanyak 322 personel Satgas Edukasi, Penyuluhan dan Pencegahan Karhutla gelombang kedua diberangkatkan ke empat wilayah, yakni Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur.

Pemberangkatan tersebut merupakan bagian dari upaya Polri membangun pencegahan Karhutla yang lebih dekat dengan masyarakat melalui edukasi, komunikasi dan pendekatan humanis.

Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo menegaskan bahwa pencegahan tidak dapat hanya mengandalkan penegakan hukum setelah kebakaran terjadi. Kesadaran masyarakat dan kemampuan mencegah potensi kebakaran sejak dini harus menjadi kekuatan utama.

“Rekan-rekan harus benar-benar hadir di tengah masyarakat. Bangun komunikasi yang baik, berikan pemahaman dan ajak masyarakat bersama-sama melakukan pencegahan sejak dini,” ujar Wakapolri dalam pembekalan di Jakarta, Senin (07/09/26).

Sebanyak 322 personel tersebut terdiri dari 64 peserta Sespimti, 207 peserta Sespimmen, 29 peserta SPPK dan 22 pendamping. Mereka akan melaksanakan tugas selama 10 hari, atau menyesuaikan kebutuhan dan perkembangan situasi di wilayah.

Sebelumnya, 189 peserta didik telah lebih dahulu diberangkatkan untuk melaksanakan tugas di wilayah. Gelombang kedua ini menjadi bagian dari kesinambungan dan lintas ganti agar kegiatan di lapangan tetap berjalan.

Wakapolri meminta para personel tidak datang dengan pendekatan yang menggurui. Mereka harus mendengarkan masyarakat, memahami karakteristik wilayah dan memberikan edukasi yang mudah dipahami.

“Datanglah dengan pendekatan yang baik dan humanis. Dengarkan masyarakat, pahami kondisi di lapangan, kemudian berikan edukasi yang mudah dipahami,” katanya.

Menurut Wakapolri, masyarakat bukan objek penanganan Karhutla, melainkan bagian dari solusi. Bhabinkamtibmas, Babinsa, Masyarakat Peduli Api, kepala desa dan tokoh adat harus menjadi bagian dari jejaring pencegahan di tingkat tapak.

Karena itu, edukasi harus diarahkan pada tindakan nyata, mulai dari tidak melakukan pembakaran, menjaga lingkungan hingga segera melaporkan potensi kebakaran.

“Karhutla bukan hanya tanggung jawab Polri atau pemerintah. Ini tanggung jawab kita bersama. Partisipasi masyarakat menjadi kunci agar potensi kebakaran dapat dicegah sebelum meluas,” tegas Wakapolri.

Wakapolri juga mengingatkan personel bahwa penugasan ini bukan semata-mata kegiatan penyuluhan. Para peserta pendidikan kepemimpinan harus menggunakan kesempatan tersebut untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat dan efektivitas organisasi di lapangan.

“Rekan-rekan adalah middle dan top manager. Karena itu, lihat bagaimana organisasi bekerja, bagaimana kondisi wilayah dan bagaimana kebijakan diimplementasikan,” ujarnya.

Kehadiran personel di lapangan diharapkan dapat memperkuat komunikasi antara negara dan masyarakat sekaligus menghasilkan pemahaman yang lebih baik mengenai akar persoalan Karhutla.

Dengan pendekatan humanis dan partisipatif, Polri ingin memastikan masyarakat menjadi bagian aktif dalam mencegah kebakaran sejak dari tingkat tapak, sebelum api berkembang menjadi bencana yang lebih luas.

  • https://radioku.my.id:8243/mesra
  • Radio Mesra Parepare