28.1 C
Pare-Pare
Jumat, Oktober 23, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 24

Langkah Warga Pegunungan Kini Semakin Aman, Pertamina Resmikan Rehabilitasi Jembatan Gantung Kaluppini di Enrekang

0

ENREKANG, RADIOMESRA. COM – PT Pertamina (Persero) bersama PT Pertamina Patra Niaga & PertaMC terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan energi kebaikan dan memberikan dampak sosial nyata bagi masyarakat. Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), Pertamina meresmikan dan melaksanakan serah terima bantuan rehabilitasi Jembatan Gantung Desa Kaluppini, Kecamatan Enrekang, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan.

Acara peresmian yang dihelat pada 23 September 2026 ini dihadiri langsung oleh Bupati Enrekang H. Muhammad Yusuf Ritangnga beserta jajaran Forkopimda, VP CSR & SMEPP PT Pertamina (Persero) Bapak Rudi Ariffianto & jajaran Manajemen PT Pertamina, serta tokoh masyarakat dan warga setempat.

Bupati Enrekang, H. Muhammad Yusuf Ritangnga, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas kepedulian nyata yang diberikan oleh PT Pertamina terhadap kemajuan infrastruktur di wilayahnya.

“Atas nama Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Enrekang, kami menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang setinggi-tingginya kepada PT Pertamina. Kehadiran jembatan yang kokoh ini sangat membantu kelancaran roda perekonomian, distribusi hasil pertanian, serta akses anak-anak kita menuju sekolah. Sinergi antara pemerintah daerah dan BUMN seperti ini adalah kunci utama percepatan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Bupati Enrekang.

Jembatan Gantung Kaluppini memiliki arti strategis yang sangat krusial bagi wilayah pegunungan tersebut. Bukan sekadar infrastruktur fisik penyeberangan, jembatan ini merupakan satu-satunya akses utama mobilitas dan urat nadi kehidupan sehari-hari bagi sekitar 4.500 hingga 5.000 jiwa yang mencakup 5 desa di sekitar wilayah tersebut.

VP CSR & SMEPP Management PT Pertamina, Rudi Ariffianto, dalam keterangannya menyampaikan bahwa pengerjaan rehabilitasi jembatan ini telah dimulai sejak dua bulan lalu dan berhasil tuntas tepat waktu berkat kolaborasi yang solid dari berbagai pihak.

“Kami mendengar dan melihat langsung betapa vitalnya peran infrastruktur bagi denyut nadi perekonomian dan kehidupan sosial warga di wilayah pegunungan ini. Kehadiran jembatan ini diharapkan dapat mempermudah mobilitas anak-anak kita ke sekolah, memperlancar distribusi hasil pertanian, roda perekonomian warga, serta memangkas jarak akses layanan dasar masyarakat,” ujar Rudi.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menambahkan bahwa sinergi antara BUMN dan pemerintah daerah ini merupakan wujud nyata kepedulian berkelanjutan perusahaan terhadap pembangunan infrastruktur penunjang kesejahteraan rakyat di kawasan Indonesia timur.

“Kami mengapresiasi dukungan penuh serta pengawalan dari Pemerintah Kabupaten Enrekang di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati, serta partisipasi aktif masyarakat setempat. Semoga fasilitas yang telah direhabilitasi ini dapat dijaga bersama-sama dan dimanfaatkan secara optimal untuk mendongkrak kesejahteraan di 5 desa yang terhubung,” ungkap Lilik.

Pemerintah Kabupaten Enrekang menyambut baik rampungnya rehabilitasi jembatan ini. Kehadiran infrastruktur yang kokoh memberikan angin segar bagi para petani setempat dalam mendistribusikan hasil bumi tanpa harus khawatir akan kendala akses jalan yang sebelumnya rusak atau membahayakan.

Perasaan syukur dan lega yang mendalam turut dirasakan langsung oleh para warga penerima manfaat. Pak Sanning, salah seorang warga Desa Kaluppini, mengungkapkan rasa bahagianya karena aktivitas harian warga kini menjadi jauh lebih aman dan lancar.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas bantuan rehabilitasi jembatan ini dari Pertamina. Dulu kami harus ekstra hati-hati dan cemas saat melintas karena kondisinya yang sudah rusak. Sekarang, anak-anak kami bisa pergi ke sekolah dengan aman dan kami pun lebih tenang saat mengangkut hasil bumi ke pasar,” tutur Pak Sanning.

Melalui peresmian ini, PT Pertamina (Persero), PT Pertamina Patra Niaga , & PertaMC berharap sinergi dan kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Enrekang serta masyarakat luas dapat terus terjalin erat melalui program-program pembangunan sosial kemasyarakatan lainnya di masa depan.

Media Contact:

Lilik Hardiyanto
Area Manager Communication, Relation, & CSR
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi

KPU Parepare Dampingi Pilketos Serentak 2026 di SMAN 3 Parepare, Tanamkan Pendidikan Demokrasi Sejak Dini.

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Parepare memberikan pendampingan langsung pada pelaksanaan Pemilihan Ketua OSIS (Pilketos) Serentak Tahun 2026 di SMA Negeri 3 Kota Parepare. Langkah ini merupakan wujud pendidikan pemilih dan penanaman nilai-nilai demokrasi sejak dini bagi peserta didik.

Kepala SMA Negeri 3 Kota Parepare, Dr. H. Muh. Taha Taking, S.Pd., M.Pd. menyambut positif kehadiran KPU Kota Parepare. Menurutnya, pendampingan tersebut menjadi sarana dalam memberikan pengetahuan dan pengalaman berdemokrasi secara nyata bagi siswa.

Ia menambahkan, SMA Negeri 3 Kota Parepare secara konsisten menghadirkan berbagai tokoh dan lembaga untuk memperluas wawasan serta motivasi siswa, salah satunya dengan menghadirkan KPU Kota Parepare.

Dalam kegiatan tersebut, Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Kota Parepare, Ahmad, menjelaskan pentingnya penerapan asas dan prinsip penyelenggaraan pemilihan sebagai fondasi utama untuk menjaga integritas, keadilan, serta kepercayaan dari pemilih dan peserta pemilihan.

Lebih lanjut, Ahmad menyampaikan bahwa Pilketos saat ini telah memasuki tahapan kampanye dan sosialisasi. Pada tahapan ini, panitia atau penyelenggara harus memberikan ruang yang setara dan proporsional bagi seluruh pasangan calon untuk menyampaikan visi dan misi.

“Sebagai penyelenggara Pilketos, kita harus mampu berlaku adil kepada seluruh pasangan calon. Caranya adalah dengan memastikan perlakuan yang diberikan itu sama, proporsional, serta tidak memihak atau curang,” tegas Ahmad.

Ahmad juga menjelaskan asas penyelenggaraan pemilihan, yakni Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur, dan Adil (Luber Jurdil). Menurutnya, asas tersebut harus diterapkan secara optimal dan menyeluruh oleh penyelenggara.

Asas langsung mengandung makna bahwa pemilih memberikan suara secara langsung tanpa perantara; asas umum berarti adanya jaminan hak pilih bagi setiap warga yang memenuhi syarat; asas bebas menegaskan kebebasan pemilih dari segala bentuk tekanan, intimidasi, maupun intervensi; asas rahasia menjamin kerahasiaan pilihan pemilih; sementara asas jujur dan adil menuntut penyelenggara dan peserta Pilketos untuk bersikap berintegritas.

Melalui pendampingan ini, KPU Kota Parepare mendorong agar Pilketos Serentak 2026 tidak hanya menjadi agenda rutin, tetapi juga menjadi sarana pendidikan demokrasi bagi siswa. Pengalaman dalam setiap tahapan diharapkan dapat membentuk pemilih pemula yang memahami proses demokrasi, menghargai perbedaan, serta mampu menjalankan hak dan tanggung jawabnya dengan baik.

Menutup kegiatan tersebut, Ahmad berpesan agar para siswa menjadikan praktik Pilketos ini sebagai bekal berharga sebelum kelak terlibat langsung dalam pemilihan umum yang sesungguhnya, baik sebagai pemilih, peserta pemilu, maupun sebagai penyelenggara pemilu.

Maulid di SMA Negeri 4 Parepare Soroti Pentingnya Akhlak di Tengah Tantangan Generasi Muda

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM  — Prestasi akademik bukan satu-satunya ukuran keberhasilan seorang pelajar. Di tengah perubahan lingkungan sosial dan derasnya pengaruh dunia digital, kemampuan menjaga sikap, menghargai orang lain, dan bertanggung jawab menjadi bagian penting dalam membentuk generasi muda.

Pesan itu mengemuka dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H yang digelar UPT SMA Negeri 4 Parepare, Rabu (23/09/26).

Mengangkat tema “Meneladani Akhlak Rasulullah untuk Mewujudkan Generasi Muda yang Berkarakter, Berprestasi dan Peduli Bersama”, peringatan tersebut diarahkan bukan sekadar sebagai kegiatan keagamaan, tetapi juga sebagai ruang refleksi bagi siswa tentang pentingnya keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.

Hikmah Maulid yang disampaikan Al Ustadz Amiruddin Hadi menekankan nilai-nilai keteladanan Nabi Muhammad SAW yang dapat diterapkan dalam kehidupan generasi muda, termasuk dalam membangun hubungan dengan teman, guru, keluarga, dan masyarakat.

Kapolsek Ujung AKP Sukri Abdullah yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan pembentukan karakter perlu berjalan beriringan dengan pendidikan akademik.

“Keteladanan Rasulullah dapat menjadi landasan bagi generasi muda untuk membangun sikap yang baik, menghargai sesama, serta bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari,” kata Sukri.

Menurut dia, lingkungan sekolah memiliki posisi penting dalam membentuk kebiasaan dan karakter siswa. Nilai-nilai yang dipelajari tidak berhenti pada ruang kelas, tetapi perlu terlihat dalam perilaku sehari-hari.

Peringatan Maulid di SMA Negeri 4 Parepare juga dikemas dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, penampilan islami siswa, serta tausiah. Kegiatan berlangsung di halaman sekolah di Jalan Lasiming, Kelurahan Ujung Bulu, Kecamatan Ujung.

Bagi para siswa, pesan tentang akhlak tersebut menjadi bagian dari proses pendidikan yang lebih luas. Sebab, kemampuan berprestasi tanpa dibarengi sikap dan tanggung jawab sosial dapat menjadi capaian yang kehilangan makna.

Peringatan Maulid pun menjadi momentum untuk menghubungkan nilai keagamaan dengan persoalan keseharian pelajar: bagaimana menjadi pribadi yang berprestasi, tetap menghargai orang lain, dan mampu membawa nilai kebaikan ke lingkungan sekitarnya.

Tindak Lanjuti Penyampaian Hasil Pengawasan, KPU Parepare Kunjungi Bawaslu

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Parepare berkoordinasi Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Parepare untuk menindaklanjuti hasil pengawasan terhadap data pemilih yang Tidak Memenuhi Syarat (TMS) meninggal dunia, Rabu (23/09/26).

Koordinasi tersebut dilakukan denganmengunjungi langsung Bawaslu Kota Parepare untuk melakukan penyandingan data. Langkah ini bertujuan memastikan kesesuaian hasil pengawasan Bawaslu dengan data pemilih yang dikelola KPU melalui Sistem Informasi Data Pemilih (SIDALIH), sekaligus menjadi bahan tindak lanjut dalam pemutakhiran data pemilih.

Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat (HPPH) Bawaslu Kota Parepare, Dr. Susilawati, hadir dalam kegiatan tersebut didampingi staf pencegahan. Sementara dari KPU Kota Parepare hadir Ketua Divisi Data dan Informasi, Kalmasyari, Kasubag Perencanaan, Data dan Informasi, Siti Khadriyah, serta operator SIDALIH.

Sebelumnya, Bawaslu Kota Parepare telah melakukan pengawasan terhadap data pemilih yang masuk kategori TMS karena meninggal dunia, Pemilih MS kategori Pindah Masuk dan Pemilih Baru. Hasil pengawasan tersebut kemudian disampaikan kepada KPU Kota Parepare melalui surat untuk ditindaklanjuti.

Susilawati mengatakan, koordinasi tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan hasil pengawasan Bawaslu dapat ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Kami ingin memastikan bahwa hasil pengawasan Bawaslu yang telah disampaikan kepada KPU dapat ditindaklanjuti sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dalam kegiatan ini, kami melakukan penyandingan data antara data yang dimiliki Bawaslu dengan data yang dimiliki KPU, termasuk data yang terdapat dalam SIDALIH,” ujar Susilawati.

Menurutnya, penyandingan data penting dilakukan untuk memastikan kesesuaian antara hasil pengawasan dengan data pemilih yang dikelola oleh KPU.

“Harapan kami, melalui proses penyandingan data dan koordinasi ini, data pemilih yang dikelola KPU dapat semakin mutakhir dan akurat. Data pemilih yang akurat sangat penting untuk memastikan tidak terdapat lagi pemilih yang telah meninggal dunia tetapi masih tercatat sebagai pemilih yang memenuhi syarat, demikian juga dengan pemilih yang telah memenuhi syarat telah tercatat sebagai pemilih” lanjutnya.

Penyandingan data MS dan TMS bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan bentuk _checks and balances_ dalam mewujudkan Daftar Pemilih yang berkualitas. Kolaborasi ini meminimalisasi sengketa pascapemilu yang kerap bersumber dari persoalan data pemilih. Dengan daftar pemilih yang mutakhir, presisi, dan terverifikasi secara bersama, legitimasi hasil pemilu akan semakin kuat di mata publik.

Koordinasi tersebut sekaligus memperkuat sinergi Bawaslu dan KPU dalam menjaga kualitas data pemilih. Melalui penyandingan data dan verifikasi bersama, hasil pengawasan dapat menjadi bahan tindak lanjut dalam proses pemutakhiran data pemilih.

Bawaslu Kota Parepare akan terus melakukan pengawasan terhadap pemutakhiran data pemilih untuk memastikan data yang dikelola tetap akurat, mutakhir, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

PLTU Barru Pasok 200 MW Sistem Kelistrikan Sulselrabar, Pemeliharaan Ditunda Akibat Kekeringan

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Manajemen PLTU Barru (Bawasaloe) menggelar acara silaturahmi dan diskusi santai bersama wartawan Kota Parepare di Hars Cafe, Jalan Bau Massepe, Kota Parepare, Selasa (22/09/26).

Dalam pertemuan tersebut, Asisten Manager Administrasi PLTU Barru, Muhammad Budistiawan, memaparkan kondisi kelistrikan serta kontribusi pembangkit listrik tenaga uap tersebut terhadap sistem kelistrikan di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (Sulselrabar).

Budistiawan menjelaskan bahwa PLTU Bawasaloe saat ini memiliki tiga unit pembangkit dengan total kapasitas mencapai kurang lebih 200 Megawatt (MW). Kapasitas tersebut terdiri dari dua unit berkapasitas 2×50 MW dan satu unit baru sebesar 1×100 MW.

“PLTU Bawasaloe menjadi salah satu backbone atau tulang punggung sistem kelistrikan Sulselrabar. Kontribusi kami saat ini mencapai sekitar 9 hingga 10 persen dari total beban puncak kelistrikan Sulselrabar yang berkisar 2.100 MW,” ujar Budistiawan.

Terkait maraknya pemadaman listrik yang terjadi di wilayah Sulawesi Selatan dan sekitarnya, Budistiawan mengungkapkan bahwa fenomena cuaca ekstrem El Nino memberikan dampak dominan pada penurunan kapasitas produksi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) seperti Bakaru dan Poso akibat kekeringan.

Dampak penurunan produksi PLTA tersebut juga memengaruhi jadwal perawatan rutin di PLTU Barru. Pemeliharaan mesin yang sedianya diajukan sejak bulan Juni harus ditunda demi menjaga ketersediaan pasokan listrik bagi masyarakat.

“Karena kapasitas PLTA menurun, jadwal pemeliharaan kami yang diajukan sejak Juni terpaksa ditunda hingga perkiraan November mendatang, dengan asumsi musim penghujan sudah mulai masuk,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa seluruh daya yang dihasilkan oleh PLTU Barru disalurkan melalui jaringan tegangan tinggi 150 kilovolt (kV) dan terinterkoneksi langsung ke sistem besar Sulselrabar, sehingga pasokannya terdistribusi secara bersama ke berbagai daerah.

Antisipasi Antrean BBM, Sat Samapta Polres Parepare Patroli SPBU

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Untuk mengantisipasi gangguan Kamtibmas akibat antrean pembeli BBM, Personel Sat Samapta Polres Parepare menggelar patroli di sejumlah SPBU dalam wilayah hukum Polres Parepare, Rabu (23/09/26).

Patroli berlangsung sejak pukul 08.00 WITA hingga selesai dengan sasaran seluruh SPBU yang ada di Kota Parepare.

Patroli dipimpin Aiptu Jamaluddin bersama tiga personel yakni Aipda Asri Hamzah, Bripda Muh Anwar, dan Bripda Randy Habi, atas perintah dan arahan Kasat Samapta Polres Parepare AKP Muh. Habir, S.H.

AKP Muh. Habir mengatakan kegiatan meliputi patroli dialogis, pengaturan arus lalu lintas, dan pengecekan langsung ke SPBU.

“Sasaran patroli yakni masyarakat yang sedang antre membeli BBM, kemacetan arus lalu lintas, serta lokasi SPBU dan karyawan SPBU itu sendiri,” ujarnya.

Personel melakukan dialog dengan warga sekitar dan pembeli BBM agar tidak panik terhadap informasi kelangkaan BBM yang beredar. Selain itu memberikan imbauan Kamtibmas untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban.

Personel juga melakukan pengaturan lalu lintas untuk mencegah kemacetan akibat antrean kendaraan.

Dari hasil patroli, aktivitas masyarakat terpantau tertib dan aman, arus lalu lintas lancar, serta situasi Kamtibmas di sekitar SPBU aman dan kondusif.

“Tidak ditemukan kejadian menonjol selama patroli berlangsung. Situasi aman terkendali. Kami akan terus melakukan patroli secara rutin untuk memastikan distribusi BBM berjalan lancar dan Kamtibmas tetap kondusif,” tutupnya (Hpp)

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Pastikan Penyaluran BBM di Sulawesi Terus Dioptimalkan

0

MAKASSAR, RADIOMESRA. COM – Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi terus memantau kondisi penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) di seluruh wilayah Sulawesi. Secara umum, kondisi penyaluran di sejumlah wilayah berjalan secara kondusif, sementara di beberapa daerah masih terdapat barisan kendaraan pada waktu dan jenis BBM tertentu.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan Pertamina terus menyesuaikan pola penyaluran dengan perkembangan kebutuhan di masing-masing wilayah.

“Kami terus memantau kondisi penyaluran BBM di seluruh wilayah Sulawesi. Secara umum kondisi terpantau kondusif, meskipun di beberapa daerah masih terdapat kepadatan pada jam-jam tertentu, khususnya untuk jenis BBM tertentu. Penyaluran terus kami sesuaikan dengan kebutuhan di lapangan agar stok tetap terjaga dan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan dengan baik,” ujar Lilik.

Di Sulawesi Tenggara, kondisi penyaluran BBM saat ini sudah kondusif. Rata-rata penyaluran harian sepanjang September meningkat 22,7 persen dibandingkan rata-rata normal pada periode Januari hingga Mei. Untuk menjaga kelancaran pelayanan, Pertamina melakukan penambahan jam operasional SPBU, mengoptimalkan penambahan nozzle Pertalite, serta berkolaborasi dengan Forkopimda dalam penertiban pengecer.

Pertamina juga menerapkan batas maksimal pengisian BBM per hari yang disesuaikan dengan kapasitas tangki standar kendaraan. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga agar penyaluran dapat sampai di masyarakat sesuai dengan kebutuhan.

Sementara itu, di Sulawesi Tengah, kepadatan masih dapat ditemukan pada jam-jam sibuk penyaluran Biosolar. Kondisi serupa juga terpantau di Kabupaten Buol yang saat ini hanya tersedia dua SPBU reguler. Untuk menjaga ketahanan stok dan pemerataan penyaluran, Pertamina melakukan peningkatan suplai sekitar 5 persen dari rerata penyaluran normal harian. Selain itu, Pertamina juga mengoptimalkan Marshall SPBU untuk membantu pengaturan antrean, berkoordinasi dengan Depot Tolitoli untuk memprioritaskan pengiriman ke Kabupaten Buol, serta memperketat penyaluran sesuai SOP, termasuk memastikan kesesuaian QR Code dengan nomor polisi kendaraan.

Di Gorontalo, kondisi penyaluran di SPBU masih mengalami kepadatan pada jam tertentu, namun masih dalam kondisi terkendali dan tidak lagi ditemukan barisan panjang seperti sebelumnya.

Untuk mempercepat distribusi, Pertamina mengoptimalkan penyaluran dari Depot Gorontalo dengan membuka proses penyaluran lebih awal. Pemanfaatan nozzle Pertalite pada SPBU tertentu juga dioptimalkan sebagai tambahan jalur pengisian.

Selain itu, Pertamina melakukan build up stok pada SPBU yang berpotensi mengalami kondisi kritis dengan mempertimbangkan realisasi penyaluran dan kebutuhan masing-masing SPBU. Monitoring stok, realisasi penyaluran, dan kondisi SPBU juga dilakukan secara berkala, disertai pengawasan transaksi untuk meminimalkan potensi penyalahgunaan dan pembelian berulang.

Pertamina juga terus meningkatkan koordinasi dengan Tim Satgas BBM Provinsi Gorontalo dalam melakukan monitoring dan pengawasan penyaluran BBM bersubsidi.

Untuk Sulawesi Utara, antrean masih terpantau pada penyaluran Biosolar di Kota Manado. Sebagai langkah penanganan, Pertamina telah meningkatkan penyaluran harian Biosolar sebesar 8 persen dibandingkan bulan Agustus serta menambah nozzle Biosolar. Sementara itu, kondisi penyaluran Pertalite terpantau aman dan kondusif.

Adapun di wilayah Sulawesi Selatan dan Barat, kondisi antrean di SPBU saat ini sudah normal. Pertamina tetap melakukan penguatan pasokan dengan penambahan suplai Pertalite sebesar 35 persen dan Solar sebesar 4,4 persen.

Sejumlah langkah operasional juga terus dilakukan, di antaranya penambahan jalur pelayanan Pertalite, penambahan jam operasional SPBU dan Depot Makassar, penambahan operator dan Marshall SPBU. Pengaturan di lapangan turut dilakukan melalui penerapan sistem ganjil-genap pada periode 13 – 20 September 2026, serta pengaturan pengisian BBM bagi kendaraan besar pada malam hari.

Lilik mengatakan berbagai langkah tersebut terus dievaluasi berdasarkan kondisi masing-masing wilayah.

“Setiap wilayah memiliki kondisi dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, penanganannya juga kami sesuaikan, mulai dari penguatan suplai, penyesuaian jam operasional, penambahan fasilitas pengisian, sampai penguatan pengawasan di SPBU. Kami juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan pihak terkait agar penyaluran di lapangan tetap berjalan tertib,” jelas Lilik.

Pertamina mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan melakukan pembelian BBM sesuai kebutuhan. Masyarakat juga diharapkan mengikuti arahan petugas di SPBU serta menggunakan BBM sesuai peruntukannya agar penyaluran dapat berjalan merata.

“Kami mengimbau agar pembelian dilakukan sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan. Dengan begitu, distribusi BBM dapat berjalan lebih merata dan masyarakat yang membutuhkan dapat tetap terlayani,” tutup Lilik.

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi stok, penyaluran, dan pelayanan SPBU di seluruh wilayah Sulawesi serta melakukan penyesuaian distribusi sesuai perkembangan kebutuhan di lapangan.

Masyarakat dapat memperoleh informasi maupun menyampaikan pertanyaan dan pengaduan terkait produk dan layanan Pertamina melalui Pertamina Contact Center (PCC) 135 yang melayani pelanggan selama 24 jam.

Media Contact

Lilik Hardiyanto
Area Manager Communication, Relations & CSR
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi

Persiapkan Supervisi ke Provinsi, TP PKK Parepare Gelar Rakor Pra-SMEP di DP3A

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM  — Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Parepare menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pra-SMEP (Supervisi, Monitoring, Evaluasi, dan Pelaporan) di Aula Dinas DP3A Kota Parepare, Rabu (23/09/26).

Kegiatan yang dihadiri oleh pengurus PKK dari tingkat kota, empat kecamatan, hingga 22 kelurahan ini bertujuan untuk memantapkan kesiapan administrasi dan pelaksanaan program menjelang evaluasi tingkat provinsi.

Dalam sambutannya, Ketua Pokja 1 TP PKK Kota Parepare, Hj. Sri Tanti Mariani Nasrah, menekankan pentingnya kedisiplinan serta kehadiran aktif dari seluruh jajaran ketua dan pengurus PKK kecamatan maupun kelurahan.

“Khusus untuk Ketua PKK Kecamatan dan Kelurahan, saya minta untuk diabsen. Jika ada yang tidak hadir, akan saya koordinasikan dengan Pak Camat. Ini merupakan bagian dari kedisiplinan untuk memastikan seluruh jajaran aktif,” tegas Hj. Sri Tanti.

Ia menjelaskan bahwa rakor ini bukan sekadar pemenuhan kewajiban administrasi, melainkan langkah krusial untuk memastikan 10 Program Pokok PKK benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Jangan hanya mengejar kelengkapan administrasi. Yang paling penting adalah memastikan setiap program PKK benar-benar memberikan manfaat bagi keluarga dan masyarakat. Hasil kegiatan ini juga akan dibawa ke tingkat provinsi, sehingga kita harus betul-betul turun ke lapangan,” tambahnya.

Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan seluruh jajaran PKK di Kota Parepare dapat menyamakan persepsi dan memperkuat sinergi agar pelaksanaan gerakan PKK ke depan semakin terarah, efektif, dan berdampak nyata.

Aksi Sigap Polres Parepare: Sat Binmas Sisir Rumah Warga Lompoe Cegah Kebakaran

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Upaya pencegahan kebakaran pemukiman dan lahan terus digencarkan jajaran Polres Parepare. Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) turun langsung menyisir pemukiman warga di Jalan M. Yusuf Lingkar Lappade, Kelurahan Lompoe Kecamatan Bacukiki Kota Parepare, Rabu, )23/09/26).

Langkah preemtif ini dilakukan melalui kegiatan door to door, pembinaan dan penyuluhan (Binluh), sambang, serta himbauan Kamtibmas untuk mengantisipasi bahaya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) maupun kebakaran di kawasan padat penduduk.

Kegiatan yang dimulai sejak pagi itu dipimpin KBO Sat Binmas Polres Parepare, IPDA Ramla Do Taher, bersama jajaran Kanit Sat Binmas. Turut hadir Ps. Kanit Bhabinkamtibmas AIPTU Bartolomesus K, Ps. Kanit Binkamsa AIPDA Muh. Saleh, SH., MH, Ps. Kanit Binpolmas AIPDA Amiruddin, dan Ps. Kanit Bintibsos AIPDA Mustarif K, SH.

Pantauan di lapangan, personel tidak hanya memberikan imbauan, tetapi juga mendatangi rumah warga satu per satu. Dialog humanis terbangun. Warga diajak berdiskusi soal potensi pemicu kebakaran yang sering terabaikan di musim kemarau.

“Kami ingin masyarakat lebih waspada. Kebakaran seringkali berawal dari hal kecil, seperti membakar sampah sembarangan, korsleting listrik, hingga puntung rokok yang dibuang tidak pada tempatnya,” ujar IPDA Ramla Do Taher di sela kegiatan.

Menurutnya, kawasan Lompoe, Bacukiki memiliki karakteristik pemukiman yang cukup padat dan berdekatan dengan lahan kosong. Kondisi ini membuat risiko perambatan api menjadi lebih tinggi jika tidak diantisipasi sejak dini. Karena itu, pendekatan door to door dinilai paling efektif untuk membangun kesadaran kolektif.

Dalam penyuluhannya, Sat Binmas menekankan beberapa poin penting. Pertama, warga diminta tidak melakukan pembakaran lahan untuk membuka kebun atau membersihkan pekarangan, terutama saat angin kencang. Kedua, memastikan instalasi listrik di rumah dalam kondisi aman dan tidak menumpuk colokan listrik secara berlebihan.

Ketiga, warga diimbau untuk menyiapkan langkah darurat, seperti menyediakan alat pemadam sederhana dan mengetahui nomor kontak cepat pemadam kebakaran serta Bhabinkamtibmas setempat.

“Kami tekankan, pencegahan adalah kunci. Satu kelalaian bisa berdampak besar bagi banyak keluarga. Mari jaga lingkungan kita bersama,” tambah AIPDA Muh. Saleh.

Respon warga Kelurahan Lompoe pun cukup positif. Mereka mengaku terbantu dengan sosialisasi langsung seperti ini. Selain mendapatkan informasi, warga juga merasa lebih dekat dengan aparat kepolisian.

Salah satu warga menyebut kegiatan ini penting karena selama ini masih banyak warga yang belum paham cara penanganan awal saat terjadi kebakaran kecil di rumah.

Kegiatan door to door ini merupakan bagian dari program berkelanjutan Sat Binmas Polres Parepare dalam menjaga stabilitas Kamtibmas. Tidak hanya soal kriminalitas, tetapi juga mitigasi bencana yang mengancam keselamatan warga.

Ke depan, Polres Parepare memastikan patroli dan penyuluhan serupa akan terus diperluas ke wilayah lain di Kota Parepare, terutama di titik-titik yang dinilai rawan kebakaran.

Dengan edukasi yang masif dan kedekatan antara polisi dan masyarakat, diharapkan angka kejadian kebakaran pemukiman dan Karhutla di Kota Parepare dapat ditekan seminimal mungkin.

*Humas Polres Parepare*

Kejar Target Hingga 30 September, BPS Parepare Sisir Warga dan Usaha yang Belum Terdata

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Parepare terus mengoptimalkan pelaksanaan pendataan Sensus Ekonomi. Saat ini, BPS menurunkan petugas khusus untuk melakukan penyisiran (revisit) guna mengunjungi kembali warga maupun pelaku usaha yang sebelumnya belum sempat ditemui atau terlewat.

Kepala BPS Kota Parepare, Dian Ernawaty, SST., M.A.P., menyampaikan bahwa proses pendataan masih terus berjalan dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada 30 September.

“Saat ini kami sedang melakukan proses penyelesaian penyisiran, termasuk kepada Kepala Keluarga (KK) atau usaha-usaha yang kemarin belum bisa ditemui atau terlewat. Ada petugas khusus untuk revisit yang mengunjungi ulang responden tersebut,” ujar Dian saat dikonfirmasi, Selasa (22/09/26).

BPS Parepare juga mengimbau masyarakat yang merasa belum pernah didata untuk melapor secara mandiri. Laporan dapat disampaikan melalui akun Instagram resmi @bpsparepare atau saluran WhatsApp resmi BPS Kota Parepare. Langkah ini diharapkan mampu memperluas cakupan pendataan agar tidak ada satu pun warga maupun kegiatan ekonomi yang tertinggal.

Hingga saat ini, capaian pendataan untuk tingkat KK telah mencapai sekitar 86%, sementara untuk sektor usaha berada di kisaran 75%. Kendala di lapangan umumnya terjadi pada tempat usaha yang pengelolaannya terpusat di luar daerah (kantor pusat), sehingga membutuhkan waktu komunikasi tambahan.

Meskipun demikian, Dian menegaskan bahwa capaian jumlah usaha pada pendataan tahun ini secara nominal telah melampaui hasil Sensus Ekonomi 10 tahun lalu (2016). Saat ini, penyisiran difokuskan pada usaha-usaha sektor informal yang berkembang pesat di masyarakat, seperti usaha kuliner rumah tangga.

Selain Sensus Ekonomi, BPS Parepare juga menjalankan beberapa survei rutin pendukung lainnya. Di antaranya Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas), Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), serta survei pertanian dan pola konsumsi rumah tangga yang dijadwalkan berlangsung hingga akhir tahun.

 

  • https://radioku.my.id:8243/mesra
  • Radio Mesra Parepare