PAREPARE, Ketua Tim Penyuluh Agama Islam Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. Sulawesi Selatan, H. Sawedi bersama tim menyempatkan berkunjung di Kota Cinta Bj. Habibie-Ainun atau Kota Parepare setelah berkunjung di Kabupaten Pinrang, Rabu (10/06/26).
Kunjungan ini dilakukan untuk melihat dan mengetahui sejauhmana kinerja-kinerja para penyuluh agama islam khususnya di wilayah Sulawesi Selatan, juga mendengar kendala-kendala apa saja yang ditemui.
“Kita sempatkan berkunjung ini, selain silaturahmi yang tetap dijaga, juga sebagai support system untuk teman-teman penyuluh agar tetap semangat kerjanya dan terus memberikan yang terbaik untuk tempat kerjanya,” ucap H. Sawedi saat ditemui di Cafe D’Carlos.
Ia tidak ingin Penyuluh Agama itu hanya dikenal sebagai Ustadz, Muballigh, Guru Mengaji, akan tetapi sebagai pekerjaannya yaitu Penyuluh Agama
“Tugas kita sebagai Penyuluh Agama sebenarnya yaitu selain menyuluh agama juga melakukan pembangunan, baik pembangunan ekonomi, keluarga, dll. Seperti di Kab. Bone yang telah kami kunjungi, ada Penyuluh Agama sudah produktif dengan menggandeng objek binaannya seperti Majelis Taklim untuk membuat kebun-kebun cabai yang dimana peruntukannya khusus Majelis Taklimnya, kemungkinan besar jika hasilnya berlebih mereka bisa menjualnya kepasar,” ujarnya
Menurutnya, hal tersebut juga merupakan program ekoteologi yang sudah dicanangkan oleh Menteri Agama Republik Indonesia, yang tidak hanya bermanfaat bagi kalangannya, tapi juga bermanfaat bagi setiap orang yang membutuhkan.
Pada kesempatan tersebut Ketua Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kota Parepare, Sabuddin menyampaikan program-program yang telah jalan serta kendala-kendala Penyuluh Agama di Kota Parepare.
“Terimakasih atas kunjungan Bapak Katim Penyuluh Agama Kanwil Provinsi Sulawesi Selatan, progres dari yang kita lakukan di Kota Parepare ini seperti penyuluhan di Lapas yang sudah lebih dari 2 tahun ini tetap berjalan, kemudian kita juga sudah adakan MoU dengan pihak RS agar penyuluh juga bisa berkunjung melihat dan memotivasi para pasien-pasiennya, juga di pihak-pihak madrasah, bahkan insya Allah Bapak Walikota kita menggandeng penyuluh agama untuk mengentaskan BTQ di lingkup Pemerintahannya,” pungkas Sabuddin.




















