28.1 C
Pare-Pare
Jumat, Oktober 23, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 799

Buka Musrenbang Perubahan RPJMD, Wali Kota Parepare Target Ekonomi Terus Tumbuh, Kemiskinan Turun

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Wali Kota Parepare, Dr HM Taufan Pawe resmi membuka Musrenbang Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Parepare 2018-2023.

Pembukaan Musrenbang Perubahan RPJMDberlangsung di Ruang Pola Kantor Wali Kota Parepare, Senin, (12/04/21), dihadiri Wakil Wali Kota H Pangerang Rahim, Ketua DPRD Hj Andi Nurhatina Tipu, Sekda H Iwan Asaad, Kepala Bappeda Samsuddin Taha, dan jajaran pejabat lingkup Pemkot Parepare.

Dalam sambutannya, Wali Kota Taufan Pawe mengemukakan, Perubahan RPJMD Parepare 2018-2023 didasarkan pada kententuan dalam Pasal 342 Permendagri Nomor 86 Tahun 2017. Yakni hasil pengendalian dan evaluasi RPJMD menunjukkan perlunya penyesuaian target kinerja, termasuk dengan terjadinya pandemi Covid-19 yang sangat mempengaruhi pencapaian target RPJMD.

Kemudian perubahan kebijakan Nasional dengan diterbitkannya Perpres Nomor 18 Tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2020-2024, dan Perubahan RPJMD Provinsi Sulsel Tahun 2018-2023.
Disusul perubahan regulasi dengan terbitnya PP No12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, Permendagri No70 Tahun 2019 tentang SIPD, Permendagri No90 Tahun 2019 tentang Klasifikasi, Kodefikasi dan Nomenklatur Perencanaan Pembangunan dan Keuangan Daerah.

“Dengan dilatarbelakangi adanya perubahan dari hal pokok itu, kami menilai perlu adanya rasionalisasi target, reformulasi strategi dan arah kebijakan untuk memulihkan perekonomian. Perubahan RPJMD ini tidak mengubah substansi visi dan misi, tujuan dan sasarannya masih sama. Namun beberapa indikator dan perubahan capaian yang berubah,” ungkap Taufan Pawe.

Taufan mengungkapkan, dalam Perubahan RPJMD ini, ada beberapa target pencapaian yang akan dilakukan hingga 2023 atau tahun terakhir RPJMD.
Target dimaksud antara lain, pertumbuhan ekonomi diproyeksikan pada akhir tahun RPJMD sebesar 6,36 persen. Itu karena pertumbuhan ekonomi Parepare dalam lima tahun terakhir cenderung berfluktuasi.

Pada 2016, pertumbuhan ekonomi sebesar 6,87 persen, namun pada 2020 mengalami kontraksi yang cukup dalam sehingga pertumbuhannya menjadi minus 0,08 persen.

“Pemerintah Daerah sekarang ini terus melakukan berbagai langkah dalam memulihkan ekonomi akibat pandemi Covid-19. Tahun 2021 telah ditetapkan sebagai tahun pemulihan ekonomi dan tentunya kita berharap pertumbuhan ekonomi akan terus naik sehingga bisa memenuhi target yang telah ditetapkan,” harap Wali Kota peraih 188 penghargaan ini.

Sementara tingkat Inflasi ditargetkan 2,5 persen pada 2023. Pada 2018, inflasi hanya berada pada kisaran 1,96 persen, dan pada 2019 terjadi peningkatan lagi tapi masih terkendali dengan besaran 2,45 persen. “Tetapi pada 2020 atau selama masa pandemi, inflasi cukup terkendali sehingga hanya berada pada kisaran 1,61 persen,” ulas Wali Kota penggagas Teori Telapak Kaki yang sudah diakui Institut Bank Indonesia (BI) ini.

Taufan juga menargetkan, tingkat pengangguran menjadi 5,65 persen pada 2023. Itu karena tingkat Pengangguran Terbuka Kota Parepare sangat berfluktuatif. Pada 2016 TPT mencapai 7,47 persen, kemudian menurun menjadi 6,47 persen pada 2017. Namun pada 2018 meningkat kembali menjadi 6,81 persen. Penurunan TPT kembali terjadi pada 2019 menjadi 6,48 persen, namun kembali meningkat pada 2020 sebagai dampak Covid-19 menjadi 7,14 persen atau 10.814 orang.
Terkait tingkat kemiskinan pada 2023 ditargetkan menjadi 5 persen. Tingkat kemiskinan di Parepare dalam lima tahun terakhir cenderung mengalami penurunan. Pada 2016 tingkat kemiskinan mencapai 5,73 persen, berkurang menjadi 5,26 persen pada 2019. Namun pada 2020 meningkat menjadi 5,44 persen sebagai dampak pandemi Covid-19.

“Saya berharap pelaksanaan Musrenbang berlangsung sukses. Saya ingin menegaskan bahwa pelaksanaan Musrenbang ini tidak boleh hanya bersifat seremonial tanpa memberikan dampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Parepare. Karena itu, pada kesempatan yang baik ini, saya minta kepada seluruh pemangku kepentingan agar berkontribusi positif bagi upaya untuk mewujudkan visi dan misi pembangunan Kota Parepare 2018-2023 sesuai dengan kewenangan, Tupoksi, dan perannya,” pesan Wali Kota Parepare dua periode ini.

Di penghujung sambutannya, Taufan mengingatkan, Forum Musrenbang ini mempunyai arti penting, karena seluruh pemangku kepentingan dapat berpartisipasi melakukan penajaman, penyelarasan, dan klarifikasi terhadap seluruh rencana program pembangunan daerah. “Musrenbang merupakan forum musyawarah antar pemangku kepentingan untuk membahas dan menyepakati rancangan Perubahan RPJMD Kota Parepare Tahun 2018-2023,” tandas Wali Kota bergelar doktor ilmu hukum ini. (*)

Cegah Munculnya Klaster Baru, Pemerintah Siapkan Panduan Ibadah di Bulan Ramadhan dan Idul Fitri

0

MAKASSAR, RADIOMESRA. COM  – Pemerintah mengimbau masyarakat agar disiplin menerapkan protokol kesehatan di Bulan Ramadhan dan Idul Fitri, agar tidak muncul klaster baru di tengah pandemi Covid-19. Pemerintah pun menyiapkan panduan ibadah bagi umat Islam.

Hal tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Kesiapan Menghadapi Bulan Suci Ramadhan dan Idul Fitri 2021, yang dilaksanakan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Hak Asasi Manusia, dan dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel Abdul Hayat, Menteri Dalam Negeri, Menteri Agama, dan seluruh pemerintah provinsi se-Indonesia.

Usai Rakor, Abdul Hayat mengatakan, Rakor ini untuk mengatur mudik lebaran Idul Fitri, tarwih, buka puasa bersama, juga sahur. Untuk menghindari kerumunan, maka pulang kampung dibatasi, agar tidak muncul klaster baru.

“Kondisi sekarang sudah bagus. Untuk wilayah Sulsel sendiri, hari ini di Swiss-Belhotel, sudah tidak ada lagi dan per hari ini juga di Hotel Imawan sudah ditutup, karena sudah tidak ada lagi pasien Covid-19. Dan jika ada yang merasa sakit, akan dibawa ke rumah sakit,” kata Abdul Hayat, di Baruga Lounge Kantor Gubernur Sulsel, Senin, (12/04/21)

Sementara itu, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas, dalam Rakor tersebut menyampaikan, dalam rangka mencegah dan memutus rantai penyebaran Corona Virus
Disease 2019 (Covid-19), serta memberikan rasa aman kepada umat
Islam dalam menjalankan ibadah pada bulan suci Ramadan, dibutuhkan panduan ibadah yang memenuhi aspek
syariat dan protokol kesehatan.

Kementerian Agama sebagai instansi pemerintah yang memiliki
kewenangan menangani urusan keagamaan, perlu mengeluarkan surat
edaran mengenai Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri sebagai
acuan bagi instansi pemerintah, pengurus/pengelola rumah ibadah dan masyarakat luas. Surat edaran Nomor: SE. 03 Tahun 2021 Tentang Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri Tahun 1442 H/2021.

Hal ini bertujuan untuk memberikan panduan beribadah yang
sejalan dengan protokol kesehatan, sekaligus untuk mencegah,
mengurangi penyebaran dan melindungi masyarakat dari risiko Covid-19.

Adapun poin surat edaran Menteri Agama RI sebagai berikut:

1. Umat Islam, kecuali bagi yang sakit atau atas alasan syar’i lainnya
yang dapat dibenarkan, wajib menjalankan ibadah puasa Ramadan
sesuai hukum syariah dan tata cara ibadah yang ditentukan agama.

2. Sahur dan buka puasa dianjurkan dilakukan di rumah masing-
masing bersama keluarga inti.

3. Dalam hal kegiatan Buka Puasa Bersama tetap dilaksanakan, harus
mematuhi pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50 persen dari
kapasitas ruangan dan menghindari kerumunan.

4. Pengurus masjid/mushala dapat menyelenggarakan kegiatan
ibadah antara lain:
a. Shalat fardhu lima waktu, shalat tarawih dan witir, tadarus Al-
Qur’an, dan iktikaf dengan pembatasan jumlah kehadiran paling
banyak 50 persen dari kapasitas masjid/mushala, dengan menerapkan
protokol kesehatan secara ketat, menjaga jarak aman satu meter
antarjamaah, dan setiap jamaah membawa sajadah/mukena
masing-masing.
b. Pengajian, Ceramah/Taushiyah/Kultum Ramadan dan Kuliah Subuh paling lama dengan durasi waktu 15 (lima belas) menit.
c. Peringatan Nuzulul Qur’an di masjid/mushala dilaksanakan dengan pembatasan jumlah audiens paling banyak 50 persen dari kapasitas ruangan dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat.

5. Pengurus dan pengelola masjid/mushala sebagaimana angka 4
(empat) wajib menunjuk petugas yang memastikan penerapan
protokol kesehatan dan mengumumkan kepada seluruh jemaah,
seperti melakukan disinfektan secara teratur, menyediakan sarana
cuci tangan di pintu masuk masjid/mushala, menggunakan masker, menjaga jarak aman, dan setiap jamaah membawa
sajadah/mukena masing-masing.

6. Peringatan Nuzulul Qur’an yang diadakan di dalam maupun di luar
gedung, wajib memperhatikan protokol kesehatan secara ketat dan jumlah audiens paling banyak 50 persen dari kapasitas tempat/lapangan.

7 . Vaksinasi Covid- 19 dapat dilakukan di bulan Ramadan berpedoman pada fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 13
Tahun 2021 tentang Hukum Vaksinasi COVID 19 Saat Berpuasa, dan hasil ketetapan fatwa ormas Islam lainnya.

8. Kegiatan pengumpulan dan penyaluran zakat, infak, dan shadaqah
(ZIS) serta zakat fitrah oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) dilakukan dengan memperhatikan protokol kesehatan dan menghindari kerumunan massa.

9. Dalam penyelenggaraan ibadah dan dakwah di bulan Ramadan, segenap umat Islam dan para mubaligh/penceramah agama agar menjaga ukhuwah islamiyah, serta tidak mempertentangkan masalah
khilafiyah yang dapat mengganggu persatuan umat.

10. Para mubaligh/penceramah agama diharapkan berperan
memperkuat nilai-nilai keimanan, ketakwaan, akhlaqul karimah,
kemaslahatan umat, dan nilai-nilai kebangsaan dalam Negara
Kesatuan Republik Indonesia melalui bahasa dakwah yang tepat
dan bijak sesuai tuntunan Al-Quran dan As-sunnah.

11. Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1442 H dapat dilaksanakan di masjid atau di lapangan terbuka dengan memperhatikan protokol
kesehatan secara ketat, kecuali jika perkembangan Covid-19
semakin negatif (mengalami peningkatan) berdasarkan
pengumuman Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di seluruh wilayah negeri atau pemerintah daerah di daerahnya masing-masing. (*

Dishub Kaji Ulang Mobil Truk 6 Roda Lintasi Mattirotasi

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Dinas Perhubungan (Dishub) kota Parepare ternyata sudah menjadi perhatian jalan Mattirotasi yang dilalui kendaraan roda enam yang sangat menganggu aktivitas masyarakat disekitarnya.

Usulan IKRA untuk di kaji ulang mengenai mobil truk enam roda yang melintas di Mattirotasi sangat direspon positif oleh kepala Dishub Parepare, Iskandar Nusu. Iskandar kepada wartawan mengatakan Dishub sudah menjadi perhatian karena adanya masukan dari berbagai pihak termasuk lembaga advokasi IKRA.

”Kami  telah bahas dalam Rapat Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, akan dilakukan kajian dan rekayasa lalu lintas”jelasnya yang juga ketua IPSI kota Parepare ini.

Ia menuturkan bahwa ada beberapa opsi yang harus dilakukan agar mobil truk tidak lagi melintas di jalan Mattirotasi dengan cara mengalihkan ke arus jalan lingkar di lumpue tembus ke lemoe.”ini akan dilakukan peninjaun dilapangan untuk masalah angkutan roda enam yang melintas di Mattirotasi,”tuturnya.(smr)

Pemerhati Obras Minta Kepolisian Tertibkan Bali Selama Ramadhan

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Pendengar Obras yang juga pemerhati Anak H. AS. Oedin Meminta Aparat Kepolisian dan dinas perhubungan untuk terus melakukan sweeping demi menjaga ketenangan warga di bulan ramadhan terkait maraknya penggunaan knalpot racing dan balapan liar di malam hari. Hal tersebut disampaikannya lewat program obras Senin (11/04/21)

“Ada yang mengganggu itu knalpot motor jadi mestinya pihak satlantas dan dinas perhubungan harus melakukan sweeping kalau menemukan knalpot seperti itu diberi tindakan knalpot nya dipenyot motornya diambil nanti digantikan knalpot biasa baru diberikan sepanjang memiliki surat-surat mestinya juga dia bersinergi dengan Pemkot siapa tahu ada oknum tentara yang pakai knalpot begitu tidak bisa polisi menindaki jadi harus gandeng polisi militer .” Kata Aktivis Pemerhat Anak Tersebut.

Senada Juru Bicara LSM Fokus Mulyadi diprogram yang sama juga minta pihak terkait untuk memberikan sanksi yang berat agar kegiatan balapan liar tersebut dapat di cagah selama bulan ramadhan.

“kita tidak menginginkan bulan suci Ramadhan Ini diganggu oleh anak-anak balapan liar sanksi apa sebenarnya yang bisa diberikan satlantas supaya anak-anak ini tidak ikut balapan liar tidak ada yang menjamin kalau bulan suci Ramadan anak-anak ini tidak berkeliaran supaya anak-anak kita juga terhindar dari bahaya.” kata Adi.

Ia juga meminta agar RT dan RW berperan aktif untuk mengingatkan anak anak yang berkeliling komplek membangun warga yang sahuran agar mengingatkan waktu yang tepat untuk berkeliling.

“Mengenai bulan suci Ramadan ada juga hal yang perlu diperhatikan RT/RW disampaikan anak-anak bahwa bagusnya mungkin kalau mau membangunkan ibu-ibu masak di dapur ya jam 3 kita menginginkan peran serta RT RW untuk menyikapi hal ini supaya kita tidak terlalu terganggu dengan hal ini.” Tutup Adi.

Kamaluddin Kadir Sosislisasi Perda Kepemudaan

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Ketua Komisi II DPRD Parepare Kamaluddin Kadir mensosialisasikan Perda Kepemudaan. Perda Nomor 6 Tahun 2020 itu disosialisasikan di Hotel Grand Kartika, Jumat (09/04/21).

Menurut Kamaluddin, Peran pemuda berdasarkan sejarah telah mencatat bahwa perang penting pemuda dimulai sejak Tokoh pergerakan Budi Utomo 1908 kemudian sumpah pemuda pada tahun 1928 kemudian dilanjutkan dengan proklamasi kemerdekaan 1945 kemudian dilanjutkan dengan pergerakan pemuda pelajar dan mahasiswa Pada tahun 1966 kemudian gerakan pemuda dan mahasiswa pada zaman reformasi Pada tahun 1998.

“Oleh karena itu pemuda merupakan aset bangsa terkhusus kepada daerah gagasan cemerlangnya perlu menjadi pertimbangan untuk ikut dalam proses pembangunan bangsa terlebih khusus pada proses pembangunan di daerah pemuda mempunyai potensi dan peran startegis dan perlu di kembangkan potensi dan perannya tersebut melalui pemberdayaan dan pengembangan secara terencana, terarah, terpadu, dan berkelanjutan.” Terang Kamaluddin

sehingga tambah Aleg Ujung Gerindra tersebut, dapat mewujudkan pemuda yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang maha esa berakhlak mulia, sehat, cerdas, kreatif, inovatif, demokratis, bertanggungjawab berdaya saing serta memiliki jiwa kepemimpinan kewirausahaan kepeloporan dan kebangsaan.

“harapan Kita kedepan sebenarnya sangat besar dan banyak dengan dilahirkannya perda kepemudaan ini yang pertama lahirnya perda ini sebagai payung hukum bagi kegiatan kepemudaan di kota Parepare utamanya pelibatan pemuda dalam proses pembangunan di daerah kota Parepare artinya pemuda dapat diberi ruang yang seluas-luasnya untuk berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah yang kedua pemuda diharapkan menjadi kekuatan moral sebagai kontrol sosial dan sekaligus menjadi agen perubahan sebagai perwujudan dari peran fungsi dan karakteristik dan kedudukannya yang sangat strategis.” Jelasnya

Lanjut kamaluddin, hal yang ketiga disosialisasikannya perda ini kemarin olehnya ini bertujuan agar masyarakat luas khususnya para pemuda di kota Parepare dapat mengetahui bahwa di kota Parepare telah terbit dan lahir perda nomor 6 tahun 2020 tentang kepemudaan karena banyak kegiatan dan program yang akan dilaksanakan oleh kepemudaan yang bersinergi dengan organisasi perangkat daerah yang akan berdampak langsung kepada masyarakat parepare secara luas.

“kemudian yang keempat bahwa untuk memaksimalkan perda ini nomor 6 tahun 2020. untuk kepemudaan masyarakat kota Parepare secara luas maka diharapkan kepada pemerintah daerah kiranya dapat menindaklanjuti dengan peraturan wali kota sebagai bentuk pelaksanaan teknis dan realisasinya kemudian yang terakhir dengan perda ini juga kepemudaan dapat diharapkan berkembang secara mandiri serta dapat bermitra dengan pemerintah daerah dalam mewujudkan tujuan yang ingin dicapai di kota Parepare karena kita ketahui bahwa pemimpin hari ini adalah pemuda masa lalu dan pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan.” Tutup Kamaluddin

Apriyani Tindak Lanjut Keluhan Warga Lewat Reses

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Anggota Komisi III DPRD Kota Parepare, Apriyani Djamaluddin, bergerak cepat menindaklanjuti keluhan warga pada reses yang digelar beberapa waktu lalu.

Apriyani mengatakan, warga atas nama Friska tersebut, mengeluhkan air yang masuk ke rumahnya di Jalan Lasitadurnus, Kelurahan Bukit Harapan, Kecamatan Soreang, pada saat hujan turun. Terlebih, kata dia, pasca betonisasi jalan baru yang telah dibangun.

“Hasil reses mereka melaporkan bahwa dampak dari betonisasi yang dikerjakan mengakibatkan kalau hujan masuk air di rumahnya warga jadi saya kasih masuk dalam kegiatan reses ku untuk bisa dilanjutkan lagi jalannya agar tidak masuk lagi di rumahnya warga.” Kata Apriyani

Legislator dua periode tersebut menambahkan, setelah dilakukan pengecekan selanjutnya akan dilakukan betonisasi sebagai solusinya.

Sementara, Friska menunjukkan wajah bahagia karena keluhannya telah ditindaklanjuti dan mendapat solusi. Dirinya berterima kasih pada Aleg dapil soreang tersebut.

UNIAT Gelar Kuliah Umum, Hadirkan Wakil Menteri Agama

0

JAKARTA, RADIOMESRA. COM  — Universitas Islam Attahiriyah (UNIAT) Jakarta menggelar Webinar Stadium General, di Aula Assuryaniah, Kampus UNIAT Jl Kampung Melayu Kecil Jakarta Timur, Senin (12/04/21). Kegiatan ini menghadirkan Wakil Menteri Agama Drs. H. Zainut Tauhid Sa’adi, M. Si. Turut hadir Ketua Yayasan Addiniyah Attahiriyah HM Nabil, SH. dan Rektor UNIAT Prof. Dr. Suherman Saji, M. Pd.

Acara yang juga digelar secara daring ini diikuti mahasiswa S1, S2, dan kalangan umum. Via Zoom, tercatat 400 lebih peserta yang menyimak. Wamenag memaparkan tema ‘Moderasi Beragama Bagi Civitas Akademik Perguruan Tinggi Islam’.

Mengawali pemaparannya, Wamenag menyampaikan ia punya ikatan emosional yang cukup kuat dengan UNIAT. Sehingga sulit menolak saat diminta mengisi kuliah umum.

“Saat saya mulai kuliah, ada 2 Perguruan Tinggi Islam yang populer di Jakarta yakni Attahiriyah dan Assyafiiyah. Begitu pula dalam pergerakan mahasiswa, Attahiriyah salah satu basis besar, ” urainya.

Politisi PPP ini lantas menyinggung dua peristiwa terkini terkait tema yang ia bawakan. Pertama, bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, dan insiden di Mabes Polri.

Dua insiden itu, kata Wamenag, harus diakui berkaitan dengan faktor agama. Namun ia menegaskan akar tunggal terorisme tidak semata agama. “Yang tepat, dua peristiwa itu berasal dari pemahaman agama yang dangkal,” ujarnya.

Mantan Wakil Ketua Umum MUI ini mengingatkan, Indonesia adalah negara yang majemuk dan plural. Bahkan Agama Islam-pun terdiri dari pelbagai ragam kelompok pemikiran dan organisasi.

“Maka sangat penting untuk menerima perbedaan sebaik-baiknya. Sepanjang itu sifatnya furu, cabang agama, maka kita harus membangun toleransi, tasamuh, dan saling menghormati,” tegasnya.

Ia mengajak masyarakat khususnya civitas akademi PTI agar berhenti mempersoalkan hal-hal khilafiyah ini. “Tugas kita sebagai umat beragama tidak sesempit itu. Ada banyak problem kebangsaan dan keumatan yang patut jadi perhatian. Pendidikan, sosial, ekonomi. Jangan sampai kita besar dalam jumlah namun kecil dalam peran,” bebernya.

Terakhir ia berpesan, agar mahasiswa UNIAT mengangkat marwah kampus ini sebagai peguruan tinggi Islam yang moderat, maju dan berdaya saing tinggi. (mhs)

Sambut Ramadhan, Remaja Masjid Al Hidayah Bersih Masjid

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Tinggal beberapa hari lagi memasuki bulan suci ramadhan berbagai upaya di lakukan dalam menyambut bulan penuh barokah tersebut seperti yang di lakukan remaja masjid Al hidayah kampung Baru yang melakukan kerja bakti membersihkan komplek masjid tersebut. Sabtu (10/04/21).

Ketua Remaja masjid Al hidayah Fajrin mengatakan kegiatan tersebut di lakukan kegiatan bersih bersih masjid tersebut bertujuan agar para jamah masjid nantinya merasa nyaman dalam melaksanakan ibadah ramadhan seperti sholat berjamah baik tarawih maupun sholat subuh atau lainnya.

“Teman teman remaja masjid hari ini sabtu sudah berkumpul dan melakukan pembersihan mulai dari jam. 07 pagi tadi hingga jam. 10, tujuan kami agar tujuannya agar orng nyaman beribadah sedangkan jumlah personil sekitar 15 orang. ” Jelas Fajrin..

Selain untuk kenyamanan jamaah kegiatan tersebut lanjut fajrin sebagai tanggung jawab nya menjaga kebersihan masjid dalam upaya pencegahan penyebarab virus corona di lingkungan masjid.

Kemenag Gelar Kegiatan Pengarusutamaan Moderasi Beragama Dan Wawasan Kebangsaan Seksi Bimbingan Masyarakat Islam

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Kementerian Agama Kota Parepare melalui Seksi Bimbingan Masyarakat Islam menggelar kegiatan Pengarusutamaan Moderasi Beragama Dan Wawasan Kebangsaan Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kantor Kementerian Agama Kota Parepare tahun 2021 di Aula Kantor Kemenag, Jum’at (09/04/21).

Pada kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Kantor Kemenag Parepare, H. Abdul Gaffar, Pelaksana tugas Kepala Seksi Bimas Islam, HM. Amin Iskandar yang juga sebagai Kepala Sub Bagian Tata Usaha (Kasubag TU), hadir pula sebagai pemateri yaitu H. Muhammad Hatta dan Kiyai Hannani.

Pengarusutamaan Moderasi Beragama Dan Wawasan Kebangsaan merupakan salah satu program unggulan dari Kementerian Agama Republik Indonesia yang bertujuan memberikan wawasan tentang cara pandang terhadap pemahaman wawasan kebangsaan, memberikan pengetahuan untuk tetap mempertahankan negara yang kita cintai yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam menjaga keutuhan, kerukunan, persatuan, dan kesatuan bangsa negara Indonesia, dan memberikan pemahaman kepada peserta tentang moderasi beragama islam wasathiyyah dan wawasan kebangsaan.

Kakan Kemenag Parepare, H. Abdul Gaffar saat membuka resmi kegiatan tersebut menyampaikan Penyuluh Agama Islam selaku garda terdepan Kementerian Agama Kota Parepare memberikan penyuluhan ke tingkat masyarakat.

“Kita berharap untuk betul-betul menyimak materinya agar bisa dipahami dan diaplikasikan ditengah-tengah masyarakat,” harap H. Abdul Gaffar

Moderasi agama menurut H. Abdul Gaffar, pengamalan serta pemahaman agama yang dimoderasi dengan tidak ekstrim kanan dan ekstrim kiri.

“Karena Indonesia adalah negara majemuk begitupun di Kota Parepare, maka moderasi agama dan wawasan kebangsaan ini sangat penting dipahami serta diaplikasikan,” tutupnya.

Peserta pada kegiatan Pengarusutamaan Moderasi Beragama Dan Wawasan Kebangsaan yaitu seluruh penyuluh agama islam sekota Parepare.

Asy’ari Abdullah Sampaikan Terima Kasih, Sukses Pimpin KNPI Parepare

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Asy’ari Abdullah menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh komponen kepemudaan dan masyarakat Parepare, usai dinyatakan demisioner memimpin KNPI.

“3 tahun membersamai 32 OKP, 4 DPK dan 72 organisasi potensi kepemudaan adalah sebuah kebanggaan bagi kami. Sehingga patutlah kami berterimakasih sebanyak-banyaknya bagi para pemuda dan masyarakat Parepare pada umumnya atas segala sumbangsih, bantuan, kritik dan saran kepada kami selama ini,” urai Asy’ari.

Secara khusus ia juga menghaturkan apresiasi kepada para pengurus KNPI, yang solid selama periodenya. “Kami dianugerahi komposisi pengurus yang kompak dan tangguh,” pujinya.

Dibawah komando Ari -sapaannya- KNPI Parepare Periode 2018-2021 terbilang sukses. Selain menggelar pelbagai kegiatan baik agenda rutin maupun program-program strategis, KNPI juga berhasil mendorong lahirnya Perda Kepemudaan.

Tak lupa, ia mewakili seluruh pengurus DPD KNPI Parepare Masa Bakti 2018-2021 mengucapkan permohonan maaf jika terdapat hal-hal yang kurang berkenan di hati masyarakat Kota Parepare.

“Selanjutnya, kami Ucapkan selamat kepada adinda kami Muhammad Ramdhan atas terpilihnya menjadi Ketua KNPI Parepare masa bakti 2021-2024. Kami berkeyakinan beliau punya semangat dan integritas dalam menjalankan amanahnya,” tutup Asy’ari.

  • https://radioku.my.id:8243/mesra
  • Radio Mesra Parepare