33.7 C
Pare-Pare
Kamis, Oktober 29, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 703

Lapekom Tidak Setuju Pemberhentian PTM

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Wacana Pemberhentian Pendidikan Tatap Muka (PTM) Ditanggapi Ketua Lembaga Masyarakat (LSM) Lembaga Pengkajian Edukasi dan Komunikasi Masyarakat (Lapekom) Kota Parepare Dr. Zaid Zainal. Pada tim liputan jelajah kota Radio Mesra Parepare Senin (21/02/22) Dosen UNM mengatakan Ditemukannya beberapa kasus disekolah terpapar covid tidak seharusnya serta merta pemerintah atau dinas pendiidkan langsung mau menghentikan PTM secara keseluruhan di sekolah.

“Rencana pemerintah untuk menghentikan PTM, saya sebenarnya sangat tidak setuju karena alasannya alasan yang pertama itu kan baru hanya beberapa orang dan beberapa sekolah, tentu kalau dibandingkan dengan banyaknya siswa dan banyaknya sekolah ada di Parepare itu kan baru nol koma sekian persen dari segi statistik. Alasan yang kedua kan waktu PPJ dilaksanakan mau dimulai PTM kan dilakukan beberapa tahapan-tahapan, tahapan vaksin, tahapan sosialisasi tahapan apa dan semacamnya sampai sosialisasi dicoba itu memakan waktu berapa minggu masa sekarang langsung serta merta langsung mau dihentikan.” Jelas Dr. Zaid.

Lanjut Dr. Zaid, dirinya berharap diadakan kajian awal juga seperti pada saat mau dimulai PTM. Jadi harusnya diadakan dulu kajian kenapa itu bisa terjadi Dan apakah dampaknya bisa secara ilmiah bisa makin besar,

“Dan yang terpenting adalah tolong diperhatikan kalau PTM dihentikan, maka semangat para siswa yang sudah mulai tumbuh yang telah hilang beberapa bulan dan tahun yang lalu langsung dihentikan lagi coba bisa bayangkan apa yang akan terjadi dengan masa depan anak didik kita. Saya pikir itu olehnya itu saya ketua Lapekom saya berharap pemerintah melalui dinas pendidikan untuk mempertimbangkan rencana kebijakan ini.” Harap Dr. Zaid.

Kini, Dokumen Akta Kematian Bisa Diterbitkan Dari Rumah

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Dinas kependudukan dan pencatatan sipil kota Parepare terus berupaya meningkatkan akurasi data kependudukan khususnya untuk peristiwa kematian. Kepala Dikdukcapil Adi Hidayat Saputra S. Stp pada tim liputan jelajah kota Radio Mesra mengatakan melalui penerbitan akta kematian bagi warga kota Parepare yang meninggal dunia peristiwa kematian yang terjadi juga di harapkan tercatat secara administrasi

“Melalui penerbitan akta kematian bagi warga kota Parepare yang meninggal dunia. Peristiwa kematian yang terjadi juga kami harapkan tercatat secara administrasi di dinas kependudukan dan pencatatan sipil melalui penerbitan akta kematian. Hal ini kami lakukan sebagai pemenuhan hak bagi penduduk dan keluarga yang ditinggalkan sekaligus merupakan kewajiban bagi kami di dinas kependudukan dan pencatatan sipil untuk memenuhi hak warga di maksud.” Kata Adi Hidayat.

Lanjut Adi, berbagai alternatif di upayakan agar masyarakat dapat sesegera mungkin melaporkan peristiwa kematian yang terjadi di wilayah masing-masing antara lain melalui layanan WhatsApp ataupun layanan online lainnya.

“Atau masyarakat juga dapat berkoordinasi ke pemerintah kelurahan dan kecamatan dan juga ke seluruh sarana pelayanan kesehatan melalui aplikasi lapor hati laporan “peristiwa kelahiran dan kematian” yang sudah terintegrasi dinas kependudukan dan pencatatan sipil. Juga dengan berbagai alternatif layanan yang kami siapkan. Melalui berbagai upaya yang kami lakukan untuk menghadirkan layanan administrasi kependudukan yang membahagiakan masyarakat.” Jelas Adi.

Dirinya berharap data kependudukan di kota Parepare yang semakin akurat dan terpercaya sehingga dalam kaitan dengan peristiwa kematian juga.

“Tidak ada lagi penduduk yang meninggal tetapi masih terdata sebagai warga penerima manfaat maupun terdata sebagai daftar pemilih untuk pemilu dan Pemilukada.  Sekaligus untuk meminimalisir berbagai hal kemungkinan penyalahgunaan data bagi warga yang telah meninggal dunia dengan penerbitan akta kematian.” Tutup Adi

KSOP Parepare Keluarkan Surat Edaran Peringatan Dini Cuaca

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – KSOP Parepare telah mengeluarkan surat edaran tentang peringatan dini cuaca di Sulawesi Selatan berdasarkan prakiraan cuaca dari BMKG tanggal 20-23 Februari 2022. Kepala KSOP Parepare Triono Pada tim liputan jelajah kota mengatakan Terjadi hujan intesitas sedang hingga lebat di sulsel terjadi gelombang tinggi 1 sampai dengan 2,5 meter terjadi di perairan Makassar Selayar dan laut Flores.

“Terjadi hujan intesitas sedang hingga lebat disulsel. terjadi gelombang tinggi 1 sampai dengan 2,5 meter terjadi di perairan Makassar, Selayar dan laut Flores, sedangkan gelombang dengan ketinggian robsi 2,5 sampai dengan 4 meter terjadi di perairan Parepare, Pangkep, dan teluk Bone Selatan.” Kata Triono

Lanjut Triono mengimbau kepada masyarakat pengguna layanan transportasi dan kepada perusahaan pelayaran operator, nakhoda kapal, serta perahu nelayan untuk lebih waspada dalam melakukan kegiatan aktivitas di laut dan masyarakat di sekitar pantai serta seluruh masyarakat yang ada khususnya di Parepare Sulawesi Selatan.

“Karena akan terjadi potensi banjir tanah, longsor, angin kencang, pohon tumbang, keterlambatan jadwal pelayaran maupun penerbangan, serta meluapnya area tambak budidaya masyarakat. Kami juga mengimbau kepada seluruh kapal nelayan, KLN, Takbot dan Feri serta LCT dilarang melakukan pelayaran sampai dengan kondisi cuaca membaik. Dan segera berlindung apabila terjadi cuaca buruk sedangkan bagi nakhoda kapal agar tidak memaksakan diri untuk berlayar apabila terjadi cuaca ekstrim.” Tutup Triono

Pemkot Parepare Konsisten Salurkan Program Peduli Pendidikan

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Pemerintah Kota Parepare konsisten jalan program pembagian seragam dan perlengkapan sekolah bagi peserta didik yang dinilai kurang mampu.

Sejak tahun 2014 silam Pemkot Parepare dibawah kepemimpinan H.M Taufan Pawe sebagai Wali Kota Parepare membagikan ratusan paket perlengkapan sekolah.

“Sebanyak 975 pasang seragam dan perlengkapan sekolah kita berikan kepada siswa SD dan SMP kurang mampu, baik di sekolah negeri maupun swasta di Kota Parepare tahun ini. Tahun 2021 lalu telah kita berikan sebanyak 885 pasang,” ungkap Taufan Pawe saat ditemui, di Kota Parepare, Selasa (22/02/22).

Kepedulian Taufan Pawe terhadap dunia pendidikan betul-betul diabadikan melalui pilar visi misi pemerintah Kota Parepare. Diketahui, pendidikan merupakan sebuah jalan untuk memanusiakan manusia.

“Progam bantuan ke siswa sekolah kurang mampu ini telah kita lakukan sejak tahun 2014, ini merupakan salah satu pilar dalam visi misi Pemerintah Kota Parepare dalam sektor Pendidikan, selain tentunya ikut serta dalam mencerdaskan kehidupan berbangsa,” jelas advokat senior itu.

Melalui kesempatan ini, Taufan Pawe menyampaikan terimakasih kepada seluruh pihak atas perhatiannya terhadap masyarakat Parepare. Melalui dinas terkait di Kota Parepare melakukan langkah-langkah konkrit terhadap anak kurang mampu.

“Bantuan ini tentunya kita berikan pula kepada anak-anak kita yang mendapat sorotan dan perhatian publik, kami juga menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat yang ikut memberikan perhatian untuk dapat ditindaklanjuti oleh dinas terkait,” tutupnya.

Hari Bahasa Ibu Internasional, PKK Parepare Gagas Kearifan Lokal dalam 10 Program Pokoknya

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Tim Penggerak PKK Kota Parepare di bawah kepemimpinan Hj Erna Rasyid Taufan ikut andil dalam memperingati Hari Bahasa Ibu Internasional yang dipusatkan di Balai Ainun Parepare.

Melalui Festival Tomaugi atau Pitungngesso Mabbicara Ugi yang digelar Ikatan Guru Bahasa Daerah, PKK Parepare mencanangkan 10 program pokok PKK wajib diisi dengan nuansa kearifan lokal, bahasa daerah.

Pernyataan itu disampaikan oleh Ketua TP PKK Kota Parepare, Hj Erna Rasyid Taufan melalui Sekretarisnya, Wahyuni Chalik saat diberi mandat menjadi salah satu pemateri dalam sosialisasi Pentingya Penggunaan Bahasa Daerah di Lingkungan Keluarga.

“Kalau bisa 10 program pokok PKK terdapat nuansa budaya, bahasa daerah agar bahasa kita ini tidak punah,” kata Wahyuni saat membawakan materi bersama Budayawan, Andi Oddang Opu Tosessungriu, Senin, (21/02/22).

Selain itu, ia juga berharap ada hasil berupa rekomendasi yang terbit dalam festival Tomaugi untuk pembinaan bahasa daerah di sekolah-sekolah.

“Kita ingin ada output yang dihasilkan dalam Festival Tomaugi. Kami berharap sekolah SD dan SMP wajib ada pembinaan berbahasa daerah sehari dalam sepekan di sekolah,” pesan Wahyuni dalam sosialisasi yang melibatkan Ketua TP PKK Kecamatan dan Kelurahan se-Kota Parepare ini. (*)

Indikator Kota Literasi Di Ciptakan Penggiat Bukan Pemerintah Kota

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Sejumlah Penggiat literasi kota Parepare Menggelar Festival Cinta Literasi 2022 Parepare berbagi, bersyukur, bahagia. Rangkaian pekan literasi tersebut di mulai dengan kemah literasi yang di gelar di kawasan Bukit Marezo Bacukiki Sabtu-Ahad (19-20/02/22) berlanjut kemudian berlanjut webinar, Kelas menulis puisi, Pesta puisi, Bincang Literasi Lapak buku serta Bedah buku.

Pada kemah literasi di bukit Marezo di awali dengan bincang literasi yang menghadirkan penggiat dan sastrawan parepare Sahran Himamaru. Dalam dialog tersebut Sahran yang juga tokoh pendidik ini menyampaikan bukan pemerintah kota yang menciptakan indikator sebagai kota literasi tapi para penggiatlah yang seharusnya lebih aktif.

“Yang perlu dipikirkan dan perlu dirumuskan kan dan orang-orang pencinta literasi khusus di literasi ini harusnya menciptakan indikator bukan pemerintah yang ciptakan. Jangan pernah percaya Jika pemerintah yang menetapkan Parepare sebagai kota Literasi mestinya orang-orang yang bergerak di literasi yang sudah berdarah-darah dan di literasi itulah yang menciptakan ini loh Parepare sebagai kota literasi jika sudah memenuhi indikator ini jangan pernah serahkan kepada pemerintah kita tidak meremehkan nanti menjadi nuansa lain lagi.” Kata Sahran

Lanjut Host IBH di Radio Mesra ini, dirinya berharap para penggiat terus melakukan kegiatan-kegiatan jangan pernah berhenti apapun bentuknya untuk dekati terutama pemotongan generasi kalau tidak bisa lagi membuat orang tua itu sadar untuk gemar membaca cukup anak mahasiswa siswa yang digarap karena harapan ada di anak-anak muda.

“Kita peduli jangan biarkan mereka asik dengan disorientasi, kita ajak mereka 1 2 3 sampai 4 orang akhirnya nanti banyak untuk gemar membaca. Gerakan kita harus masif dan sistematis. Mari kita juga secara bersama-sama orang-orang yang di parepare sudah bisa di ditumbuhkan bahwa ini punya kepedulian terhadap literasi tentukan indikator mudah-mudahan anak-anak kita bisa mencapai indikator ini.” Jelas Sahran

Rangkaian Festival cinta Literasi 2022 Parepare berbagi, bersyukur, bahagia di mulai Kemah literasi Bukit Marezo 19-20 Februari 2022, Webinar Literasi di perpusda 25 Februari 2022, menulis puisi UPTD SDN 34 23 Februari 2022, Pesta 26 Februari 2022, Bincang Literasi teras baca, 24 Februari 2022, Lapak buku 26 Februari 2022 dan Bedah buku RBCD 27 Februari 2022

Semarakan HUT Parepare Dinas PMPTSP Gelar Vaksinasi

0

PAREPARE RADIOMESRA. COM – Pelaksanaan Vaksin terus di galakkan pemerinta daerah kota parepare. Mendukung kegiatan tersebut Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Melaksanakan vaksinasi di lingkup Kantor PMPTSP. Kepala dinas PMPTSP St. Rahmah Amir saat di konfirmasi Tim liputan jelajah kota Radio Mesra mengatakan PMPTSP melakukan edukasi dan melakukan gerakan masif dengan sasaran lingkungan sekitar rumah tinggal dari kalangan ASN PMPTSP.

“Pemerintah kota Parepare melalui dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) melakukan edukasi dan melakukan gerakan masif dengan sasaran lingkungan sekitar rumah tinggal dari kalangan ASN PMPTSP dengan memberikan apresiasi pemberian sembako kepada penerima vaksin dosis 1 dan 2 kepada masyarakat. Hal ini merupakan tindak lanjut belum tercapainya target jumlah tervaksinasi.” Kata Rahmah.

Lanjut Mantan Sekertaris Disdag kota parepare ini, sebagai informasi jumlah tervaksin dosis 1 dan 2 dan poster kurang lebih 40 orang.

“Bahwa kegiatan vaksinasi ini juga merupakan salah satu upaya menyemarakkan hari ulang tahun kota Parepare ke 62. Melalui keikutsertaan masyarakat melakukan vaksinasi. Edukasi ini tidak berhenti sampai disini kami akan terus melakukan edukasi pada masyarakat untuk pencapaian target vaksinasi sesuai yang pemerintah harapkan.” Terang Rahmah

Wakil Walikota Parepare Umumkan Dirinya Terpapar Covid19

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Wakil Wali Kota Parepare, H Pangerang Rahim mengumumkan dirinya terpapar Covid-19. Hal itu Wakil Wali Kota (Wawali) sampaikan melalui siaran Televisi (Tv) Peduli Parepare, Senin, (21/02/22)

“Saya Wakil wali kota Parepare menyatakan dengan ini bahwa saya terpapar covid 19. Oleh karena itu untuk memutus mata rantai covid 19 ini saya berharap semua yang pernah Melakukan Kontak dengan saya untuk melakukan pemeriksaan atau swab sehingga covid 19 ini dapat kita putuskan mata rantainya untuk tidak menyebar ke masyarakat.”Kata Politisi Senior Golkar Ini.

Saat ini Pangerang Rahim dalam proses isolasi mandiri di Rumah Jabatan Wakil Wali Kota Parepare. Pangerang pun menyampaikan kepada semua yang pernah kontak dengan dirinya untuk melakukan swab test demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Pertama Kali Digelar, Pemkot Parepare Apresiasi Festival Tomaugi

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM. – Dalam rangka memperingati Hari Bahasa Ibu Internasional, Ikatan Guru Bahasa Daerah (IGBD) Kota Parepare, menggelar Festival Pitungngesso Mabbicara Ugi (Tomaugi).

Kegiatan ini dibuka secara daring oleh Walikota Parepare HM Taufan Pawe, yang mengusung Tema “Parepare Pattiro Laleng Amajungenna Basa Daerah Ri Sulawesi Selatang” (Parepare Pionir Kemajuan Bahasa Daerah Di Sulawesi Selatan) yang digelar di Balai Ainun, Senin (21/02/22).

Festival ini juga digelar sebagai momentum dalam menyemarakkan Hari Ulang Tahun Kota Parepare ke 62 yang diperingati pada 17 Pebruari.

Wali kota Parepare pada kesempatan tersebut mengapresiasi hadirnya Festival ini di Parepare. Pemerintah kota parepare kata dia, sangat mensupport kegiatan tersebut sebagai salah satu pelestarian bahasa daerah di Kota Parepare.

Sementara Sekretaris Dinas Pendidikan, Makmur juga mengapresiasi kegiatan ini. Ini sebuah kegiatan yang luar biasa, di samping memberikan pencerahan tentang pentingnya bahasa bugis untuk dikembangkan juga mendapatkan pelajaran tentang bahasa daerah bugis.

“Dan hari ini kita banyak mendapatkan pelajaran dari kisah bugis, petuah bugis, dan budaya bugis yang mestinya harus dipertahankan,”jelas Makmur.

Ia juga berharap, agar muatan lokal bahasa daerah dapat menjadi muatan lokal yang wajib dilakukan di sekolah.

“sebenarnya sudah pernah digagas di era mustafa mappangara untuk dijadikan sebagai muatan lokal wajib, mudah-mudahan aturan itu tetap dilanjutkan, sehingga semua sekolah itu kembali menggairahkan dan melakukan dan memasukkan dalam kurikulumnya, sebagai muatan lokal yang wajib dilkukan di sekolah,”Tandasnya.

Ketua IGBD Kota Parepare, Rahmaniar mengatakan, Festival Tomaugi ini pertama kali digelar dan merupakan sejarah baru di Kota Parepare.

“Ini semua berkat dukungan Pemkot Parepare terkhusus Walikota Parepare yang memberikan apresiasi. Ada tujuh kegiatan yang akan kami gelar dalam Festival ini diantaranya Sosialisasi Pentingnya Bahasa Daerah di lingkungan keluarga, lomba debat berbahasa bugis, lomba MC berbahasa bugis,”jelas Rahmaniar.

Guru SMPN 2 ini berharap agar kegiatan Festival Tomaugi ini, bisa menjadi momentum dalam gerakan merefleksi diri untuk pelestarian bahasa daerah dan untuk menggairahkan pembelajaran bahasa daerah di Sekolah-sekolah.(#)

Hari Bahasa Ibu Internasional, Taufan Pawe Ajak Jajaran Gunakan Bahasa Bugis

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Memperingati Hari Bahasa Ibu Internasional yang jatuh 21 Februari hari ini, Wali Kota Parepare, Taufan Pawe mengajak seluruh jajarannya untuk menggunakan bahasa daerah Bugis.

Ajakan itu disampaikan Taufan Pawe saat membuka Festival TOMAUGI (Pitungngesso Mabbicara Ugi) secara virtual, Senin, (21/02/22).

“Peringatan Hari Bahasa Ibu lewat Festival TOMAUGI substansinya adalah kesadaran kearifan lokal. Pada kesempatan ini saya mengajak semua jajaran saya abbicara Ogi’ki ri essoe. Mari kita peringati Hari Bahasa Ibu Internasional dengan menggugah kesadaran kita pentingnya bahasa daerah Bugis,” ujar Taufan Pawe diikuti tepuk riuh.

Taufan Pawe bahkan berharap setiap acara seremonial dapat disisipkan penggunaan bahasa daerah. “Ke depan Kalau ada acara ceremonial. Kita sisipkan bahsa dserah 30 persen di dalamx. Kita lakukan pemantauan-pemantauan jangan sampai ada bahasa Bugis keluar dari makna sebenarnya,” ucap Taufan.

Taufan Pawe menekankan, pentingnya merawat dan melestarikan bahasa daerah agar tidak punah lantaran ditinggalkan oleh penuturnya.

“Kalau bahasa Bugis tidak kita rawat, maka akan punah. Dan kita akan berdosa jika bahasa ibu kita punah,” tegas Taufan.

Taufan Pawe yang tampil sangat mahir menggunakan bahasa Bugis dalam sambutannya itu juga mengungkapkan petuah masyarakat Bugis yang menekankan pelestarian bahasa daerah.

“Ada ungkapan Bugis mengatakan naiyya wanua maloppoe iyanaritu wanua tarenrengi ade’ nennia attoriyolonna. Ungkapan ini mengisyaratkan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menjunjung tinggi adat dan sejarahnya,”ulas Taufan.

Ketua DPD I Golkar Sulsel ini juga mengapresiasi inisiatif Ikatan Guru Bahasa Daerah (IGBD) Kota Parepare yang melaksanakan kegiatan Festival Pitungngesso Mabbicara Ugi (TOMAUGI) yang mencatat sejarah sebagai daerah pertama di Sulsel yang menggelar kegiatan dalam memperingati Hari Bahasa Ibu Internasional.

“Willau ininnawa madecetta’ maneng taparakai bicara Ogi’ta. Saya tidak ingin acara ini hanya seremonial belaka, tetapi harus menjadi substansi menumbuhkan kesadaran kita dalam pelestarian bahasa daerah,” pinta putra daerah Parepare ini dengan menggunakan bahasa daerah Bugis, fasih.

“Mari kita berkomitmen jadikan Sulsel sebagai pilar penyangga kearifan lokal, salah satunya dengan menghidupkan bahasa daerah. Sekali lagi jangan kita malu berbahasa daerah,” ulang Taufan, menggarisbawahi. (*)

  • https://radioku.my.id:8243/mesra
  • Radio Mesra Parepare