31.7 C
Pare-Pare
Minggu, November 1, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 637

Sekda Jabar Dorong Efektivitas Digitalisasi Pengelolaan Sampah

0

BANDUNG, RADIOMESRA. COM — Di era digital di wilayah Provinsi Jawa Barat sudah ada beberapa kelompok atau organisasi masyarakat yang mengembangkan pengelolaan sampah dengan intervensi teknologi.

Hal itu dikemukakan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Setiawan Wangsaatmaja saat memberikan pemaparan dalam Workshop Pengelolaan Sampah Melalui Teknologi yang Tepat dan Berbasis Kerja.Sama, yang diselenggarakan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), di Hotel Four Points Dago, Kota Bandung, Jumat (12/08/22).

Menurut Setiawan, digitalisasi di Jabar juga berkembang pesat mengingat Jabar memiliki jumlah pengguna internet tertinggi di Indonesia. Berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada November 2020, pengguna internet di Jabar mencapai 35,1 juta.

Kini ada dua aplikasi kelola sampah digital yang populer, di antaranya Octopus dan Greeny.

“Di wilayah Bandung (Raya) sudah ada aplikasi kelola sampah digital. Kelompok atau organisasi masyarakat yang melaksanakan itu. Cuma sejauh mana efektivitasnya itu yang harus kita dorong bersama,” kata Setiawan.

Adapun aplikasi kelola sampah Octopus membantu mengelola sampah daur ulang dari sumber ke industri daur ulang.

Sedangkan Greeny, platform online yang membantu mendistribusikan sampah non- organik dari rumah tangga ke bank sampah.

Greeny bekerja sama dengan Asosiasi Pelapak dan Pemulung Indonesia, dan saat ini Greeny beroperasi di Kota Bandung, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung.

Sejumlah bank sampah juga sudah sejak lama bergerak di Jabar. Bank sampah biasanya memberikan poin atau _reward_ kepada nasabah. Ketika poin terkumpul, maka nasabah bisa menukarnya dengan barang berharga.

Lebih lanjut Setiawan mengungkapkan pula kondisi Jabar yang menghasilkan 24.790 ton per hari, dan timbulan sampah dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum sebesar 64 persen dari keseluruhan sampah di Jabar.

Selain itu sebanyak 62,08 persen volume sampah di Jabar tertangani di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Sedangkan 37,92 persen volume sampah tidak tertangani.

Dalam paparannya, Setiawan juga menekankan, bahwa pengelolaan sampah harus dilakukan secara kolaboratif, terutama secara _pentahelix_ melibatkan akademisi, pelaku usaha, masyarakat, pemerintah, dan media massa.

“Kerja sama kita harus dilakukan dengan berbagai pihak secara  _pentahelix_ ,” ujar Setiawan.

Pencegahan Stunting Meski Di Mulai Dari Remaja

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Pencegahan stunting meski di mulai dari usia remaja, kesadaran remaja setelah menikah menjadi hal yang perlu di lakukan guna mengurangi resiko stunting pada anaknya kelak. Hal tersebut di ungkapkan mahasiswa KKN unhas gelombang 108 Parepare Nurul Inayah saat menjadi Nara sumber pada dialog tematik pencegahan stunting Kamis (11/08/22)

“Paling pertama dimulai dari remaja sasarannya dimulai dari remaja putri, karena setiap remaja itu diberikan tablet penambah darah kepada anak SMP, SMA karena tingkat anemia ibu saat hamil itu sangat rentan untuk kekurangan darah, ini dapat berdampak pada janin makanya sejak remaja remaja putri selalu diberikan tablet penambah darah karena setiap bulan juga mengalami menstruasi di mana itu mengurangi zat besi di dalam tubuhnya.” Jelas Inayah.

Lanjut Inayah, dimulai remaja putri perlu ditambah lagi dengan tablet penambah darah.

“Stunting dimulai dari 1000 hari kehidupan sejak dalam kandungan ibunya, makanya selalu salah satu sasaran dari program stunting ini adalah melihat perkembangan ibu hamil, ibu hamil selalu dikunjungi petugas kesehatan. kemudian lingkar lengan itu standarnya 22,3 kalau dibawa ukuran ini berarti dia kekurangan energi protein makanya diberikan lagi tambahan makanan yang punya zat gizi yang banyak.” Terang Inayah

Program 10 Juta Bendera Merah-Putih, Kakan Kemenag Parepare Turun Langsung Bagikan

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM. – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kota Parepare bersama Pemerintah Kecamatan Bacukiki menyukseskan program 10 juta bendera merah-putih yang diberikan kepada warga Kota Parepare khususnya di Kecamatan Bacukiki, Jum’at (12/08/22).

Pembagian tersebut menurut Kakan Kemenag Parepare, H. Fitriadi untuk mendukung program Pemerintah Kota Parepare untuk menyambut HUT Kemerdekaan RI Ke-77.

“Kegiatan hari ini yaitu pembagian bendera merah-putih kepada warga masyarakat kota Parepare khususnya yang berdomisili di kecamatan bacukiki dengan 4 kelurahan di dalamnya. Kegiatan ini adalah kegiatan kementerian agama yang memang sudah kita rencanakan. Tujuannya bagaimana kementerian agama ikut serta dalam program pemerintah. Yang kedua yang bersentuhan langsung dengan masyarakat itu memang sudah target kita, bagaimana menumbuh kembangkan jiwa kebangsaan cinta kepada tanah air republik Indonesia.” Kata Kakan Kemenag Parepare Ini.

Lanjut mantan Kemenag Soppeng ini, pihaknya melihat sekarang ini memang sudah agak jauh dari perhatian yang sifatnya masalah kenegaraan contohnya mungkin ada bendera yang Sudah usang tidak lagi warna merah putih tapi itu masih tetap dikibarkan dikarenakan perhatian ke situ memang sudah tidak ada, kemenag berusaha untuk bagaimana menumbuh kembangkan kembali jiwa kebangsaan kepada masyarakat.

“Salah satu jalan kita membagikan bendera merah putih kepada masyarakat yang ada di wilayah binaan kami. Bendera yang kami bagikan ini kita targetkan 500 lembar, tadi kita sudah distribusikan 400 lembar dan masih banyak relawan dari kementerian agama yang masih menyumbangkan bendera dan insya Allah kegiatan ini terus berlanjut sampai hari ulang tahun RI.” Tegas H. Fitriadi .

Dalam kegiatan tersebut, H. Fitriadi beserta jajarannya menyerahkan langsung bendera merah-putih, juga terlihat jajaran Pemerintah Kecamatan Bacukiki serta para Ketua RW/RT turut bergabung dan Mahasiswa KKN UNHAS.

Komisi II Siap Gelar RDP Sekolah yang Jual Buku Pelajaran

0

PAREPARE,RADIOMESRA. COM – Menyikapi adanya kabar sekolah yang menjual buku pelajaran ke siswa Komisi II DPRD kota Parepare langsung turun melakukan sidak di ada sekolah yang di kabar. Ketua Komisi II DPRD kota Parepare Ir. H. Kaharuddin Kadir Pada Program Obras Radio Mesra Jumat (12/08/22) mengatakan DPRD Komisi II Akan mengundang Pihak terkait untuk Rapat Dengar Pendapat (RDP)

“Teman-teman komisi II sudah melakukan sidak ke SD negeri 3. Untuk SD 3 hari Senin kita undang untuk rapat dengar pendapat dengan kepala sekolahnya, ketua komite, ketua paguyuban, kepala dinas dan inspektorat. Kemarin Saya sudah bicara dengan inspektorat dan itu sudah ditangani dinas pendidikan, tinggal menunggu hasil Kami tetap akan melakukan rapat dengar pendapat untuk menanggapi persoalan ini.” Kata Kaharuddin.

Legislator Senior Asal partai Golkar ini menegaskan, aturannya memang di pendidikan tidak diperbolehkan ada jual beli buku sekolah, apapun alasannya sekiranya dana BOS itu, di lihat dana BOS yang diterima SD negeri 3 itu 1 tahun 545 juta.

“Yang jelas kami komisi 2 sangat respon dengan keluhan masyarakat. Khusus untuk masalah pendidikan kami akan hadirkan juga staf ahli kita di bidang pendidikan Bapak profesor Amaludin S.Hum untuk memberikan masukan tentunya dengan kaitan persoalan pendidikan. Kejadiannya hanya di SD negeri 3 di sekolah lain tidak ada, kami akan lakukan pendalaman dulu.” Terang H. Kaharuddin Kadir.

Terkait Persoalan, Anggota Legislatif dari dapil Soreang ini juga menambahkan tidak boleh ada proses belajar mengajar terhambat cuman karena persoalan baju.

“Kita kaji tidak boleh ada proses belajar mengajar terhambat cuman karena persoalan baju kalau ada itu pelanggaran. Tidak wajib itu baju olahraga, cuman memang sekolah supaya ada keseragaman tapi jangan karena tidak punya seragam tidak boleh ikut olahraga Kalau ada kasus sampaikan ke dinas pendidikan karena itu namanya diskriminasi kejahatan pendidikan.” Tambah Kahar

Jadi Irup Upacara Pembukaan Kemah Bela Negara, Erna Taufan: FKPPI Siap di Garis Terdepan Hadapi Ancaman Negara

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Ketua Forum Komunikasi Putra Putri (FKPPI) Parepare, Hj Erna Rasyid Taufan bertindak sebagai inspektur upacara (irup) pada pembukaan Kemah Bela Negara yang digelar FKPPI Parepare di lapangan tembak Kodim 1405/Parepare, Jumat, (12/08/22).

Erna, sapan karib istri Wali Kota Parepare, Taufan Pawe ini dalam sambutannya mengatakan, pembukaan kemah bela negara FKPPI tahun 2022 ini dilakukan di tengah kondisi bangsa yang kini berupaya dalam pemulihan ekonomi setelah dua tahun melawan pandemi Covid 19.

Ia juga mengatakan, kegiatan kemah bela negara merupakan komitmen FKPPI sebagai organisasi pewaris sapta marga Tri brata dan sumpah prajurit.

“FKPPI akan berada di garis terdepan dalam menghadapi setiap ancaman yang akan membahayakan negara kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.

FKPPI lanjut dia, merupakan organisasi bela negara dengan menjalankan tiga konsolidasi wawasan, organisasi, dan kader.

Kegiatan yang akan ditutup pada Sabtu, (13/08/22) besok, ini juga dihadiri oleh Dandim 1405 Parepare, Letkol Kav Agung Wirakusuma Eka Putra, Letkol Purn. Suhandoyo, Ketua Dpc 12 Pepabri Kota Parepare, Andi Pamessangi, Ketua Dewan Penasehat FKPPI Cabang 1912 Kota Parepare, dan Dadang Tarkas, Danpos Basarnas Parepare.

Selain juga hadir sejumlah Ketua dan pengurus FKPPI di berbagai daerah di Sulsel, seperti Jaya Tarkas, Ketua PC 1909 Maros, Syamsu Alam, Ketua Pc 1911 Barru.

Erna juga menyematkan tanda peserta kemah bela Negara FKPPI kepada peserta secara simbolis. (*)

Gubernur Ridwan Kamil Luncurkan Tapal Desa, Digitalisasi Lumbung Padi Antisipasi Krisis Pangan

0

BOGOR, RADIOMESRA. COM — Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meluncurkan program Tapal Desa di Desa Ciampea Udik, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Kamis (11/08/22).

Tapal Desa kependekan dari Ketahanan Pangan Digital Desa merupakan inovasi dari Dinas Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Jawa Barat yang bertujuan menciptakan ketahanan pangan di tingkat desa dengan membangun leuit atau lumbung padi.

Masing – masing desa akan punya satu leuit yang akan menyimpan pangan hasil panen sebagai persediaan. Ketika krisis pangan datang, seperti yang saat ini banyak dikhawatirkan banyak orang akibat situasi global, leuit dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan warga desa.

Untuk membangun leuit ini Pemdaprov Jabar memanfaatkan dana CSR dari perusahaan, BUMN, dan BUMD, di mana setiap leuit diperkirakan akan memakan biaya Rp100 juta.

Leuit yang mengambil filosofi tradisional akan dipadukan dengan teknologi digital kekinian. Setiap pemasukan dan pengeluaran pangan akan dicatat melalui aplikasi digital agar terdata dengan baik.

Menurut Gubernur, Kabupaten Bogor menjadi pilot project karena dianggap paling siap dan progresif. Tercatat ada sembilan desa yang menyatakan tanahnya sudah siap dibangun leuit. Berdasarkan musyawarah warga masing – masing desa, Ciampea Udik akan menjadi pusat besarnya.

Gubernur berpendapat, manusia sekarang harus belajar kearifan lokal dari kampung kasepuhan seperti Kampung Adat Ciptagelar, di Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi.

Pangan yang merupakan rezeki dari Yang Maha Kuasa ketika panen tidak dihabiskan waktu itu juga tapi sebagian ditabung di dalam leuit. Sehingga ketika musim paceklik datang akibat gagal panen karena cuaca atau serangan hama, tidak ada orang kelaparan.

“(Pangan) Dari rezeki Allah ini kita sisihkan untuk diri kita sendiri,” kata Ridwan Kamil.

Nantinya Tapal Desa akan menyasar sekitar 5.300 desa di seluruh Jabar. Sehingga ini akan menjadi gerakan menghidupkan kembali budaya leluhur yang terinspirasi dari nilai – nilai kesundaan untuk bertahan di era modern seperti sekarang.

Kang Emil — sapaan akrab Ridwan Kamil — berharap seluruh desa di Jabar tangguh dan berbudaya. “Setelah ini kita akan hadirkan di ribuan desa karena ada 5.300 desa yang akan meng-_copy_ konsep ini, nanti kita bangun bersama-sama,” katanya.

Wagub Jabar Dorong Masyarakat Peduli Lingkungan

0

BANDUNG, RADIOMESRA. COM — Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menghadiri secara virtual webinar dengan tema Paradigma Ekosentrisme Dalam Membangun Masa Depan Lingkungan, di Ruang Kerja Wagub, Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (11/08/22).

Pak Uu -sapaan karib Uu Ruzhanul Ulum- menuturkan, bahwa kita sebagai makhluk hidup harus mencintai dan memelihara lingkungan hidup sekitar kita agar ekosistem dapat berjalan dengan baik dan bencana alam bisa diminimalisir.

Oleh karena itu Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat dalam proses pembangunannya lebih fokus pada pembangunan yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan, yang artinya seluruh pembangunan yang dilaksanakan harus peduli terhadap lingkungan.

“Jangan sampai demi pembangunan kemudian lingkungan diabaikan,” ungkapnya.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah melaluii penanaman bibit pohon di lahan kritis. Penanaman tersebut telah dilakukan sejak awal kepemimpinan Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum tahun 2018. Adapun sampai saat ini penanaman mencapai 75 juta bibit pohon yang tersebar di Jawa Barat.

Di akhir sambutan, Pak Uu berterima kasih pada penggiat lingkungan yang hadir pada kegiatan ini, yang telah mendorong dan menyadarkan masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan.

Rekor Muri 1,3 Juta Siswi se-Jabar Serentak Minum Tablet Tambah Darah

0

BANDUNG, RADIOMESRA. COM — Sebanyak 1.399.000 siswi SMA, SMK, dan Madrasah dari 5.653 sekolah se-Jawa Barat mengikuti gerakan minum Tablet Tambah Darah (TTD) secara serentak.

Gerakan asupan tambah darah untuk mencegah anemia dan stunting itu tercatat di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai gebyar konsumsi TTD terbanyak se-Indonesia tahun 2022.

Gebyar TTD sekaligus kampanye gizi seimbang ini dibuka oleh Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum yang diikuti puluhan perwakilan siswi di Aula Barat Gedung Sate, Kamis (11/08/22). Adapun 1,3 juta siswi lainnya mengikuti gebyar TTD secara virtual dari masing-masing sekolah.

Pak Uu –sapaan Wagub Jabar– menuturkan, remaja putri menjadi sasaran utama dalam gerakan tersebut dikarenakan sangat rentan terkena anemia. Selain itu, mereka juga harus disiapkan karena akan melahirkan generasi yang harus sehat tanpa stunting.

Pak Uu juga berharap, selain rutin minum TTD, asupan gizi seimbang harus diberikan kepada remaja putri. Misalnya, satu porsi makan 1/4-nya adalah nasi, sementara 3/4-nya sayuran dan lauk-pauk.

Gebyar TTD dan kampanye gizi seimbang merupakan kolaborasi Pemda Provinsi Jabar dengan Kementerian Kesehatan RI yang didukung oleh Nutrition International.

Dalam kesempatan itu, dilakukan penandatanganan komitmen bersama antara Pemda Provinsi Jabar dan lintas sektor terkait penerapan gizi seimbang dan pemberian TTD remaja putri di Jabar selama tahun 2022.

Ketua TP PKK Jabar Atalia Praratya Ridwan Kamil yang turut hadir dalam acara tersebut berharap gerakan TTD dilakukan secara kontinu, sehingga angka 1,3 juta siswi minum TTD bisa terjaga jumlahnya.

“Harus rutin maksimal seminggu sekali tidak hanya sekarang agar kita bisa menjaga 1,3 juta siswi itu terus menerus terkendali,” ujar Atalia.

Ia menyarankan agar setiap sekolah meluangkan waktu bagi siswi untuk minum TTD secara bersama-sama di aula sekolah maupun selepas upacara. Sebab, menurut Atalia, ada 30-40 persen siswi di Jabar menderita anemia. Ketika diberi obat penambah darah, mereka belum tentu mau meminumnya.

“Maka saya butuh dukungan dari semua sekolah waktu minumnya secara serentak jangan masing-masing, bisa setelah upacara hari Senin, atau dikumpulkan di aula karena ada 30-40 persen siswa anemia dan ketika dikasih TTD belum tentu diminum,” ucapnya.

Atalia menuturkan, penyebab siswi anemia salah satunya yakni padatnya aktivitas yang membuat waktu makan tidak teratur. Belum lagi, remaja putri yang sudah menstruasi banyak kehilangan darah. Pentingnya mereka diberikan pengetahuan tentang asupan gizi terbaik karena kelak akan hadir generasi dari mereka yang harus sehat.

“Jadi kalau mereka tidak mau makan bergizi dan TTD akibatnya kelak saat melahirkan berpotensi anaknya akan stunting, karena itu garda terdepannya ada di remaja putri,” tutur Atalia.

Kementerian Kesehatan RI mengapresiasi gebyar TTD dan kampanye gizi seimbang yang dilakukan Jabar, yang mana ujungnya adalah menekan angka stunting.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam sambutan virtualnya mengatakan, pihaknya ditugaskan oleh Presiden RI untuk menurunkan angka stunting nasional dari 24 persen menjadi 14 persen di tahun 2024.

Menurutnya, yang paling rawan anak terkena stunting adalah wanita sebelum melahirkan karena kurangnya asupan gizi dan zat besi.

“Mereka sangat besar pengaruhnya apakah bayinya akan lahir stunting atau tidak. Maka yang harus dilakukan bagi remaja sebelum nikah dan hamil pastikan tidak kekurangan zat besi. Intervensi kedua untuk ibu hamil pastikan tidak nkekurangan zat besi dan gizi,” ujarnya.

Kemenkes sudah menganggarkan pembelian 10 ribu unit HB meter untuk seluruh Puskesmas. Nantinya tenaga kesehatan dari Puskesmas bisa datang ke sekolah untuk mengukur kadar zat besi para siswi.

Mahasiswa KKN Tematik Unhas Sosialisasi Stunting Di Radio Mesra

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Mahasiswa KKN Tematik Stunting gelombang 108 Parapare Unhas melakukan sosialisasi radio tentang Stunting Kamis (11/08/22). Hadir sebagai Narasumber Muh. Aqsal Kordinator Lemoe dan Nurul Inayah anggota Posko KKN Watang Bacukiki.

Dalam pemaparannya Aqsal mengatakan pembentukan tim pencegahan Stunting merupakan cita cita presiden jokowi dalam visi Indonesia emas dengan menciptakan generasi hebat.

“Konsepnya itu dari tahun 2016 visi Indonesia emas menuju 100 hari kemerdekaan. Diarahkan langsung bapak presiden Joko Widodo melalui kementerian Bappenas dibentuklah Indonesia emas salah satu diantaranya ada ke terkaitannya dengan stunting di masalah kesehatan. Karena Indonesia itu masuk kategori darurat stunting, di mana indikatornya itu sekitar di tahun 2021 sekitar 24,7% angka stunting masih terjadi di Indonesia ada sekitar 6 juta orang balita stunting. Ini secara khusus diarahkan bapak presiden langsung ke kementerian kesehatan turunannya langsung ke BKKBN dibentuklah tim melalui dari desa, kelurahan kecamatan lanjut ke kota sampai sampai terpusat kepemerintahan pusat.” Jelas Aqsal.

Selain sosialisasi Radio KKN tematik Unhas 108 juga mengadakan berbagai pendampingan kepada masyarat dengan pembentukan berbagai posko di wilayah kota Parepare untuk mensosialisasikan bahaya Stunting di Parepare.

Basarnas Imbau Warga Antisipasi Cuaca Buruk

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Sulsel mengimbau masyarakat di Kota Parepare, mengantisipasi cuaca di wilayah kota Parepare. Koordinator Basarnar Operasi Parepare, Dadang meminta masyarakat untuk tetap waspada. Permintaan tersebut di sampaikan Dadang lewat WaG Jurnalis Pajokka Kamis (11/08/22)

“Untuk mengantisipasi cuaca di wilayah kota Parepare kalau kita melihat dari cuaca sekarang pada saat ini angin kencang dan curah hujan yang sangat keras. Imbauan kepada seluruh masyarakat kota Parepare agar tetap waspada para nelayan tetap waspada pada saat melaut. Warga kota Parepare tetap siaga dengan bahaya banyaknya pohon tumbang di wilayah kota Parepare.” Kata Dadang

Lanjut Dadang, Basarnas pusat SAR Parepare tetap standby 24 jam untuk melaksanakan operasi SAR ketika terjadi kondisi membahayakan

“SAR Parepare tetap standby 24 jam untuk melaksanakan operasi SAR ketika terjadi kondisi membahayakan manusia kami dari basarnas kota Parepare tetap berkoordinasi dengan pihak terkait dalam hal ini BPBD, SAR Brimob dinas sosial damkar kota Parepare dan SKPD terkait.” Jelasnya

  • https://radioku.my.id:8243/mesra
  • Radio Mesra Parepare