27.2 C
Pare-Pare
Minggu, November 8, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 467

Lewat Obras, Wakil Ketua DPRD kota Parepare Jelaskan Tentang Perda no 1 Tahun 2010

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Wakil Ketua DPRD kota Parepare M. Rahmat Sjamsu Alam SH., Lewat Program Obras Kamis (19/01/24) mengungkapkan Perda nomor 1 tahun 2010 tentang penganggaran berbasis masyarakat memang dalam Perda itu nomor 1 tahun 2010 menjelaskan bahwa pagu indikatif itu terdiri dari dua pagu sektoral dan pagu wilayah pasal 23 sudah menjelaskan di Perda no1 tahun 2010.

“Bahwa pagu indikatif terdiri 2. Yang pertama pagu sektoral, bertujuan untuk visi, misi kepala daerah, reses anggota DPRD, Renjana SKPD, kebijakan-kebijakan pemerintah pusat Dan provinsi, Pagu indikatif ada dua satu sektoral,  yang kedua ini diperuntukkan untuk usulan-usulan musrembang di tingkat kecamatan, sebelum ditetapkan anggarannya itu terlebih dahulu kepala daerah, dalam hal ini walikota menyerahkan rancangan pagu indikatif wilayah ke DPRD untuk dibahas. Itu pasal 25 menjelaskan bahwa sebelum ditetapkan pagu wilayah itu terlebih dahulu kepala daerah dalam hal ini walikota untuk menyerahkan ke DPRD untuk dibahas bersama.” Kata Rahmat

Politisi Demokrat ini lanjut Menambahkan, kemarin pemerintah daerah sudah menyerahkan di DPRD terkait pagu indikatif wilayah untuk di bahas,

“Kemarin sudah diserahkan rancangan pagunya melalui Bappeda itu di bahas bersama DPRD. Memang masalahnya di pagu indikatif wilayah itu tidak diatur terkait dengan leading sektor, SKPD, tetapi tetap mengacu pada undang-undang 23 dan undang-undang terkait keuangan. Jjadi salah satu memang tujuan Perda nomor 1 2010 itu, tujuan utamanya adalah bagaimana agar hasil musrembang itu juga bisa terakomodir melalui penganggaran. Jadi dulu itu saat musrembang orang tidak yakin bahwa ada anggarannya karena tidak ada jaminan anggaran.” Jelas Rahmat.

Tambah Rahmat, Maka lahirlah perda nomor 1 tahun 2010, tetapi 2014 SBY menandatangani undang-undang nomor 23 tahun 2014. Di dalam undang-undang 23 tahun 2014 itu mengatur tentang dana kelurahan. Dalam undang-undang 23, 2014,  pasal 230 menjelaskan bahwa pemerintah daerah berkewajiban mengalokasikan anggaran kegiatan pembangunan sarana dan prasarana kelurahan dan pemberdayaan masyarakat melalui APBD.

“Dasarnya itu dulu undang-undang 23 tahun 2014 pasal 230. Kemudian ditindaklanjuti dalam PP 17 tahun 2018 tentang kecamatan di pasal 30. Kemudian ditindaklanjuti lagi Permendagri 130 2018 tentang tata cara penggunaan dana kelurahan. Sekarang dana kelurahan sudah wajib dialokasikan pemerintah daerah setiap tahunnya. Dan itu melekat di kecamatan. Jadi memang ada perbedaan antara pagu indikatif, yang diatur dalam Perda nomor 1 tahun 2010 dengan dana kelurahan yang diatur oleh undang-undang 23. ” Tambah Rahmat.

Hari Ketiga Musrenbang Kelurahan Parepare Berakhir, Usulan Difokuskan Pemberdayaan Masyarakat

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM  — Hari ketiga, Jumat, 19 Januari 2024, merupakan hari terakhir pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kota Parepare 2025 tingkat Kelurahan.

Hari ketiga ini Musrenbang dilaksanakan di tujuh Kelurahan yakni Kelurahan Lapadde dan Mallusetasi di Kecamatan Ujung, Kelurahan Bukit Harapan dan Kampung Pisang di Kecamatan Soreang, Kelurahan Sumpang Minangae dan Bumi Harapan di Kecamatan Bacukiki Barat, dan Kelurahan Lompoe di Kecamatan Bacukiki. Genap keseluruhan 22 Kelurahan melaksanakan Musrenbang.

Sejalan dengan tema Musrenbang tahun ini, yakni Penguatan Perekonomian dan Kesejahteraan Masyarakat Inklusif Serta Peningkatan Sumber Daya Manusia Unggul dan Berdaya Saing, usulan-usulan masyarakat diminta difokuskan lebih besar ke pemberdayaan masyarakat seperti peningkatan SDM dan pelatihan-pelatihan kewirausahaan.

Tim 1 Bappeda Parepare, Andi Talhayanti dalam Musrenbang di Kelurahan Mallusetasi, menekankan, minim kegiatan fisik pada 2025, lebih besar porsi pemberdayaan masyarakat untuk peningkatan SDM. “Tidak ada bantuan peralatan, yang banyak itu pemberdayaan masyarakat, pelatihan-pelatihan peningkatan SDM. Bisa bantuan peralatan tapi untuk orang miskin yang masuk dalam DTKS atau disabilitas. Kemudian di pagu indikatif wilayah harus dialokasikan minimal 10 persen untuk Alake (alokasi anggaran kelurahan berbasis ekologi), dan juga untuk disabilitas,” kata Andi Talha di hadapan peserta Musrenbang.

Hal sama ditekankan Camat Ujung Muhammad Yusuf Azis yang mengikuti Musrenbang di Kelurahan Lapadde dan Mallusetasi. “Tugas RT dan RW bantu ki pemerintah dan bantu masyarakat. Gunakan hak usul ta, apa yang dibutuhkan masyarakat untuk peningkatan SDM-nya sehingga bisa produktif. Pelatihan-pelatihan produktif seperti menjahit, perbengkelan dan lainnya,” pinta Yusuf.

Yusuf kembali mengingatkan bahwa usulan masyarakat itu harus berdasarkan kebutuhan bukan kemauan dan keinginan, dan bersama-sama diperjuangkan untuk direalisasikan dengan skala prioritas karena keterbatasan anggaran daerah.

BPJS Kesehatan Imbau Masyarakat Manfaatkan Aplikasi Skerining Mobile JKN

0

PAREPARE, RADIOMESA. COM – BPJS kesehatan hadir tidak hanya untuk memberikan bantuan pembiayaan kesehatan kepada masyarakat yang sakit tetapi BPJS juga mengimbau agar masyarakat memiliki pola hidup sehat. Hal tersebut di sampaikan Kepala Bidang SDM Umum dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Syahrir beberapa waktu lalu.

“Sebagaimana sering kita dengar bahwa pencegahan lebih baik dibanding mengobati. Salah satu cara kita untuk pencegahan adalah, kita melihat apa saja potensi penyakit yang bisa timbul di diri kita. Salah satunya caranya dengan melakukan yang namanya skering kesehatan. Skering kesehatan ini dapat dilakukan peserta dengan memanfaatkan aplikasi mobile JKN.’ kata syahrir

Lanjut Syahrir di dalam mobile JKN peserta akan menginput data-data diri nya serta ada beberapa pertanyaan yang mengarahkan peserta apakah dirinya memiliki resiko untuk memiliki penyakit tertentu atau tidak seperti diabetes, hipertensi, ginjal, dan sebagainya.

“Dari hasil skering itu, peserta dapat melakukan konsultasi, apabila memiliki risiko tinggi terhadap salah satu penyakit tersebut. Konsultasi dapat dilakukan pada fasilitas tingkat pertama, di mana peserta tersebut terdaftar. Skrining ini dapat dilakukan oleh peserta kapan saja di mana dilakukan satu kali satu tahun. Jadi apabila peserta melakukan skering di bulan Januari 2024 ini maka hasil skering itu dapat dilaporkan kembali Januari 2025.” Terang Syahrir

Kelurahan Lumpue Gelar Kegiatan Musrembang Tingkat Kelurahan

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Pemerintah Kelurahan Lumpue Kecamatan Bacukiki Barat Menggelar Musrembang RKPD tingkat Kelurahan Lumpue Kecamatan Bacukiki Barat yang digelar di Aula Kelurahan Lumpue, Kamis (18/01/24). Lurah Lumpue Nur Akbar usai kegiatan pada tim liputan jelajah kota radio mesra mengatakan pelaksanaan musrembang untuk menjaring usulan usulan masyarakat yang akan di usulkan untuk tahun 2024.

“Musrembang tingkat kelurahan Lumpue, yang mana pada hari ini kami di kecamatan bacukiki barat mendapat giliran untuk pelaksanaan musrembang untuk menjaring usulan usulan masyarakat yang akan di usulkan untuk tahun 2024. kegiatan musrembang ini sangat bermanfaat dimana kami, dapat mendengar langsung usulan usulan masyarakat yang menjadi prioritas dan diperjuangkan ditingkat kecamatan dan di tingkat kota. Usulan masyarakat ini sangat penting bagi kami dimana masyarakat dapat manfaat dari usulan tersebut baik untuk pengembangan UKM, pembangunan kelurahan Lumpue, dan dan bantuan sosial lainnya, kami sangat berterima kasih kepada Pemda sekiranya tahun 2025 ini ada usulan dari warga kami yang dapat diterima, diakomodir sehingga itu sangat membantu peningkatan taraf hidup masyarakat Lumpue.” Kata Nur Akbar

Ia berharap, usulan-usulan ditahun 2024 ini dapat diterima dan diakomodir sehingga dapat membantu peningkatan taraf hidup masyarakat Lumpue.

Mengangkat tema Penguatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat inklusif serta peningkatan sumber daya manusia unggul dan berdaya saing yang Dihadiri oleh Camat Bacukiki Barat, Lurah Lumpue, Bappeda, Ketua LPMK, Babinsa, Babinkamtibmas, Tokoh Masyarakat, Kelompok Tani, RT/RW, serta Dinas terkait seperti Dinas sosial, Dinas PKPK, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Tenaga Kerja, Dinas PU, dan Dinas Perkimtan.

Jubir Timnas Amin Ingatkan Masyarakat Parepare Jika Ingin Sejahtera Ganti Rezim

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Juru Bicara Tim Nasional Anies-Muhaimin (Amin) Muh. Said Didu menyempatkan diri berkunjung dan bersilaturahmi bersama sejumlah relawan pendukung pasangan Amin di sekretariat partai ummat Parepare jl. Jend. Sudirman kota Parepare. Kepada media mantan sekertaris menteri BUMN ini mengatakan dirinya merasa bersyukur dan berbagai atas dukungan masyarakat Parepare terhadap pasangan no urut satu pada pilpres 2024 ini.

“Harapan saya parepare, saya lihat beberapa kabupaten poster Anis cukup banyak. Dan saya berharap Parepare menjadi pusat bisa mempengaruhi daerah lain supaya, di Pinrang ada bekas bupati partai pendukung dan DPW nya partai pendukung tapi sy lihat tidak se semangat parepare, Kata Said

Lanjut Said yang di kenal juga sebagai manusia merdeka, dirinya neroesan pada masyarakat parepare harus menyadari bahwa dia harus mengganti rezim supaya hidup kembali normal. “Parepare kota yg paling menikmati kalau ekonomi tumbuh, maka yang paling cepat sejahtera itu parepare saya kira parepare sudah menikmati penderitaan 10 tahun, saya pikir parepare harus menyadari bahwa dia harus mengganti rezim supaya hidup kembali normal.” Harap Didu

Wakil Ketua DPRD ungkap Beberapa Kegiatan Tidak Terlaksana Di Tahun 2023

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Wakil Ketua II DPRD kota Parepare M. Rahmat Sjamsu Alam lewat Program Obras Kamis (18/01/24) mengungkapkan Perencanaan ini antara belanja dan pendapatan memang selalu berdasar asumsi target.

“Sehingga saat target tidak terpenuhi, seperti penjelasan Bappeda bahwa ada dana transfer dari provinsi tidak turun, sehingga rencana yang ada di APBD kita, kegiatan itu harus salah satunya tidak dilaksanakan. Apakah itu kegiatan yang bersumber usulan dari musrembang, atau dari reses, atau pagu sektoral SKPD sendiri, dan sebagainya, itu bisa saja kegiatan itu tidak terlaksana pada akhir tahun, karena target pendapatan tidak terpenuhi karena banyak faktor, tiba-tiba transfer pusat, provinsi tidak masuk pada tahun berkenan. Sehingga ada kegiatan yang tidak di laksanakan. ” Jelas Rahmat.

Lanjut Politikus Demokrat yang kembali maju di dapil ujung ini, dan ini bukan hanya pagu indikatif wilayah reses. Di perindag 2.7 M tidak jalan hasil pokir DPRD, tidak jalan pagu sektoral,banyak tidak jalan, apalagi pada tahun 2023 pemerintah daerah melalui PJ walikota sudah berkomitmen untuk melunasi utang yang kurang lebih 60 miliar pada tahun 2022.

“Sehingga, tentu dengan kondisi ini ada beberapa kegiatan tidak terlaksana, termasuk juga tiba-tiba Mendagri sudah mewajibkan kepada pemerintah daerah seluruh indonesia mengalokasikan anggaran untuk pilkada, di akhir tahun sudah wajib disiapkan angkut 40% dari nilai 24 M lebih. Inilah, semua yang membuat sehingga beberapa kegiatan pada tahun 2023 tidak terlaksana begitu kondisinya.” Ungkap Rahmat.

 

Hari Kedua Musrenbang di Delapan Kelurahan Parepare, Usulan Tetap Skala Prioritas

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM  — Hari kedua Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kota Parepare 2025 tingkat Kelurahan, Kamis, (18/01/23), berlangsung di delapan Kelurahan. Delapan Kelurahan itu adalah Kelurahan Ujung Sabbang dan Labukkang di Kecamatan Ujung, Kelurahan Bukit Indah dan Ujung Lare di Kecamatan Soreang, Kelurahan Cappa Galung dan Lumpue di Kecamatan Bacukiki Barat, serta Kelurahan Galung Maloang dan Lemoe di Kecamatan Bacukiki.

Bappeda Kota Parepare selaku penyelenggara Musrenbang membagi beberapa tim untuk turun di delapan Kelurahan tersebut. Beragam aspirasi dan usulan maupun masukan mencuat dalam Musrenbang di delapan Kelurahan ini. Usulan berasal dari perwakilan masyarakat, LPMK, RT dan RW.

Camat Ujung Muhammad Yusuf Azis yang mengikuti Musrenbang di Kelurahan Ujung Sabbang dan Labukkang, kembali mengingatkan kepada peserta Musrenbang bahwa usulan berdasarkan kebutuhan bukan keinginan atau kemauan. Usulan-usulan itu kemudian ditampung untuk dipilah berdasarkan skala prioritas dan rasional. Itu karena kondisi keuangan daerah yang terbatas. “Jadi usulan berdasarkan kebutuhan bukan keinginan. Perlu pemberdayaan masyarakat, pelatihan peningkatan kapasitas SDM. Bagus diberi pelatihan yang sudah berjalan usahanya supaya semakin meningkat. Seperti pelatihan perbengkelan dan lainnya,” kata Yusuf.

Karena itu, Yusuf meminta sukseskan Musrenbang, gunakan hak usul, untuk realisasinya diperjuangkan bersama dengan pertimbangan skala prioritas, rasional berdasarkan kondisi keuangan daerah.

Sekretaris Bappeda Parepare, Dede Alamsyah Wakkang mengatakan, Musrenbang hari kedua berjalan baik, aman, dan lancar. “Berbagai aspirasi dan usulan yang muncul tetap menjadi perhatian, namun tentu dengan skala prioritas melihat tingkat urgensi dan kondisi keuangan daerah. Insya Allah, selesai Musrenbang Kelurahan ini selanjutnya Musrenbang tingkat Kecamatan. Persiapkan delegasi Kelurahan untuk Musrenbang Kecamatan,” pinta Dede.

STIKES Fatima Edukasi Siswa SMP Frater Tentang Stunting

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Sebagai salah satu perwujudan implementasi Tridarma Perguruan Tinggi yaitu Pengabdian kepada Masyarakat, STIKES Fatima kota Parepare menggelar sosialisasi terkait dengan sosialisasi Stunting untuk siswa SD katolik, SD kristen, SMP Frater kota parepare. Direktur STIKES Fatima kota Parepare Dr. Hendrik Sampeangin Selasa (16/01/24) pada media mengatakan sosialisasi tersebut merupakan wujud pengabdian masyarakat juga sambil mengedukasi anak tentang Stunting.

“Dari STIKES Fatimah Parepare Sudah beberapa kali kami datang untuk sebelumnya dalam artian pengabdian masyarakat, juga sambil mengedukasi anak kita dalam kaitan dengan pengabdian masyarakat  itu kami meliihat SMP Frater Karena Kami tahu respon dari kepala sekolah dan para guru sangat baik maka kami senantiasa selalu memilih tempat ini .” Kata Dr. Hendrik.

Sementara Ketua Osis SMP Evelin Victoria Gunawan mengatakan mengapresiasi kegiatan yang di selenggarakan STIKES Fatima menjelaskan tentang stunting

“Pertama-tama kami mengucapkan banyak terima kasih kepada kakak-kakak stikes Fatima Parepare menyempatkan untuk datang menjelaskan tentang stunting. Dari penjelasan tadi kami mengetahui bahwa stanting adalah kondisi di mana anak balita dalam bertumbuh akibat kekurangan kronis terutama pada 1000 hari pertama kehidupan. Yang kedua penyebab stunting. Itu kurang gizi dalam waktu yang kedua pola asuh yang kurang efektif. yang ketiga rendahnya akses terhadap makanannya dengan nutrisi seimbang, keempat penyakit infeksi berulang, dan yang kelima faktor sanitasi yang buruk. Dan kita juga mengetahui tentang mencegah stunting yang pertama cegah pernikahan dini, yang kedua asupan nutrisi seimbang terutama pada seribu hari pertama kehidupan. Mencegah animea pada wus Dampak jangka pendek stunting yang pertama tinggi anak pendek dari anak sebayanya kecerdasan tidak optimal dan mudah sakit.” Ungkap Victoria

Tumbuhkan Ekosistem Ekonomi Lokal,, Telkom Witel Sulselbar Gelar UMKM Expo 2024

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Dalam meningkatkan geliat pelaku ekonomi lokal, PT. Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) Witel Sulselbar parepare menggelar kegiatan UMKM Expo 2024. Di halaman Kantor Witel Sulselbar Jl Andi Isa Kota Parepare dari 17-20/01/24. Kegiatan ini merupakan upaya Telkom dalam menumbuhkan ekosistem ekonomi lokal, khususnya di Parepare. GM Telkom Sulselbar Muhammad Paruhum Pane mengatakan kerja bersama antara Telkom, Rumah Kreatif BUMN, Young N serta Dinas koperasi dan UMKM kota parepare untuk membangkitkan semangat berusaha bagi kaum wanita.

“Kita punya kegiatan yang namanya UMKM ekspo 2024, ini merupakan kerja bersama antara Telkom kemudian Rumah kreatif Yong N yang ada di kota Parepare, kemudian persikatel grup Wilayah Sulselbar, persatuan forum komunikasi Telkom dan didukung oleh dinas tenaga kerja koperasi dan UMKM, dinas perindag, dinas pemberdayaan perempuan dan anak kota Parepare. Jadi kegiatan ini mengusung tema empower bisnis untuk membangkitkan semangat berusaha bagi kaum wanita.” Kata Paruhum

Lanjut Paruhum Pane, Ini adalah usaha Telkom membuka peluang-peluang usaha yang dikelola oleh perempuan baik dari industri rumah tangga, maupun dari skop terkecil bisa dari unit usaha yang lain.

“Ini merupakan satu langkah maju kami dari pelaksanaan festival UMKM 2023 akhir tahun lalu, yang diselenggarakan oleh pemerintah kota Parepare, dan dilanjutkan dengan skop yang lebih kecil tetapi tetap fokusing kepada pemberdayaan perempuan. Mungkin kali ini temanya adalah perempuan, namun ke depannya nanti bisa tema tema yang lain, tematik tematik yang lain, Nanti kita akan lakukan. Di sini kami menitik beratkan bagaimana  meningkatkan kapabilitas dari pengusaha muda maupun pengusaha perempuan yang bisa kita tingkatkan melalui digitalisasi, mulai dari konsep pembuatan packging produk, produksi, sampai dengan ke arah marketingnya. Bahkan sampai dengan pembayaran kita juga melibatkan pihak perbankan dalam hal ini seperti Bank mandiri. juga aktif dalam menggelorakan kegiatan yang kami laksanakan pagi hari ini sampai dengan hari Sabtu yang akan datang” jelas Paruhum pane

Pemkot Apresiasi Keberadaan INI sebagai Organisasi yang Punya Peran yang Krusial Dalam Sistem Hukum di Indonesia

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Penjabat walikota Parepare melalui Kepala Badan Keuangan Daerah Prasetyo catur membuka konferensi Daerah (Konferda) Pengurus Daerah (Pengda) Ikatan Notaris Indonesia (INI) di Lagota Cafe dan Resto pada Sabtu (13/01/23).

Dalam sambutannya kepala BKD kota Parepare mengatakan Acara ini merupakan momentum yang sangat penting karena melibatkan para notaris para pilar hukum yang berperan penting dalam memastikan keadilan dan kepastian hukum bagi masyarakat.

“Acara ini merupakan momentum yang sangat penting karena melibatkan para notaris, para pilar hukum, yang berperan penting dalam memastikan keadilan dan kepastian hukum bagi masyarakat. Sebagai wujud apresiasi atas peran strategis yang dilakukan oleh ikatan advokasi Indonesia pengurus daerah. Saya ingin menyampaikan terima kasih atas dedikasi dan komitmen yang telah ditunjukkan selama ini. Ikatan advokasi Indonesia adalah salah satu organisasi yang memiliki peran yang sangat krusial dalam sistem hukum di negara kita. Peran ini tidak hanya terbatas pada aspek formalitas hukum, namun juga mencakup layanan kepada masyarakat untuk memastikan bahwa setiap transaksi hukum berlangsung sesuai dengan ketentuan yang berlaku.” Kata Prasetyo.

Muhammad Arfah terpilih dalam Konferensi Daerah Ikatan Notaris Indonesia (INI) Pengda Parepare dan sekitarnya,

  • https://radioku.my.id:8243/mesra
  • Radio Mesra Parepare