31.6 C
Pare-Pare
Jumat, November 6, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 253

Pemkot Parepare Gelar Kegiatan SPIP

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Pemerintah Kota Parepare terus berkomitmen memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel. Hal ini diwujudkan melalui penyelenggaraan kegiatan Pembinaan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) yang digelar oleh Inspektorat Daerah pada Selasa, (08/07/25) di Ruang Pola Kantor Wali Kota Parepare.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemkot Parepare, dan dibuka secara resmi oleh Wali Kota Parepare, H. M. Tasming Hamid, SE., M.H.

Dalam sambutannya, Wali Kota yang akrab disapa TSM itu menegaskan pentingnya penguatan sistem pengendalian intern sebagai fondasi dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang berintegritas. Ia menekankan bahwa seluruh OPD harus menjadikan kegiatan pembinaan ini sebagai momentum untuk introspeksi dan memperbaiki sistem kerja yang ada, guna mengembalikan posisi SPIP Kota Parepare ke Level 3.

“Kita harus punya komitmen bersama untuk kembali ke Level 3. Ini bukan hanya tentang capaian angka, tetapi tentang bagaimana kita membangun sistem kerja yang terstruktur, transparan, dan akuntabel,” ujar Tasming.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Sulawesi Selatan, yakni Muh. Asaf selaku Koordinator Pengawasan Bidang Akuntabilitas Pemerintah Daerah 2.

Dalam sambutannya, Muh. Asaf menekankan bahwa SPIP bukanlah tugas eksklusif Inspektorat, melainkan merupakan tanggung jawab bersama seluruh kepala perangkat daerah. Ia menyebut bahwa implementasi SPIP harus berjalan secara nyata di lapangan, bukan hanya sebatas administratif.

“Kalau hanya administratif tanpa ada perubahan nyata di proses kerja OPD, maka SPIP tidak akan berdampak. Harus ada peran aktif dari pimpinan OPD untuk menjalankan fungsi pengendalian intern secara sungguh-sungguh,” jelasnya.

Usai sesi sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi teknis oleh tim BPKP dan Inspektorat, yang mencakup evaluasi maturitas SPIP, instrumen penilaian, strategi perbaikan kelemahan sistem, serta praktik implementasi SPIP di OPD.

Pemerintah Kota Parepare menargetkan pencapaian kembali Level 3 SPIP dalam waktu dekat, sejalan dengan upaya peningkatan pemahaman dan keterlibatan aktif dari seluruh perangkat daerah. Komitmen kolektif ini diharapkan dapat memperkuat sistem pengawasan internal dan menjadikan pemerintahan Kota Parepare semakin profesional dan terpercaya. (*)

Dalam Menjalami Tugas, AKBP Dr  Arman Muis Mengutamakan Sisi Kemanusiaan

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Kapolres Parepare AKBP Dr. Arman Muis, S.H., S.I.K., M.M mengungkapkan dalam menjalani tugas sebagai abdi negara salah satu filosofi hidupnya silaturahmi adalah yang utama, sehingga kalau dirinya menghubungkan antara penegakan hukum, sosial, dan sisi kemanusiaan, maka ia lebih mengutamakan sisi kemanusiaan. Hal tersebut di sampaikan Dr. Arman Muis Sabtu (05/07/25) Saat hadir pada ruang Bincang radio mesra sekaligus perpamitan dengan masyarakat Parepare karena tugasnya sebagai Kapolres berakhir Senin (07/07/25)

“Antara proses penegakan hukum, kemanusiaan, dan keadilan. Itulah kembali saya ini bertugas di kampung sendiri. Salah satu filosofi hidup saya, bahwa silaturahmi adalah yang utama saya. Sehingga kalau saya menghubungkan antara penegakan hukum, sosial, dan sisi kemanusiaan, maka saya lebih mengutamakan sisi kemanusiaan, sehingga proses itu saya lakukan, dengan tidak mengabaikan peraturan undang-undang dan hukum yang berlaku.” Kata Dr. Arman

Sosok yang selanjutnya mengemban amanah baru sebagai wakil kepala (Waka) Inspektur Bidang (Irbid) di Inspektorat Pengawasan Daerah (Itwasda) Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) mengatakan tidak semua proses penegakan hukum itu harus berakhir di meja hijau, tapi proses hukum, baik itu Yang dilaporkan maupun yang ditangkap itu bisa dilakukan secara kekeluargaan,  penyelesaiannya secara kekeluargaan, secara restorasi justice.

“Sehingga menurut saya, saya kalau bisa di lakukan secara kekeluargaan, kenapa tidak. Cuma, dalam aturan hukum itu ada, undang-undang yang mengatur, mana yang boleh, dilakukan secara restorasi justice. Jadi proses secara kekeluargaan itu tetap mengikuti proses, penyelidikan oleh anggota kepolisian teman teman saya, mengumpulkan fakta, data, dan keterangan ini boleh tidak dilakukan secara kekeluargaan, kalau sekarang misalnya kasus pemerkosaan, tidak bisa. Itulah buktinya. Sehingga saya bilang, ada yang boleh dilakukan secara kekeluargaan, dan tidak boleh. Misalnya kasusnya narkoba, itu tidak bisa, apalagi di bandar. Kasus asusila, itu juga ada kelasnya, ada juga kasus pelecehan terhadap pimpinan negara, bendera, simbol simbol Negara, ada juga kasus terkait dengan paham, mungkin terkait dengan ras dan lain sebagainya.” Terang Arman.

Berpolitik Perlu Di Barengi Agama Dan Akhlak

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Politisi Partai Gerindra yang juga kini duduk sebagai ketua Komisi I DPRD kota Parepare Dr. H. Kamaluddin Kadir mengatakan, mestinya memang seorang siapapun itu sebenarnya baik itu pekerja pengusaha atau masyarakat biasa harusnya agama selalu jadi landasan. Hal tersebut sampaikannya saat di temui di gedung dewan rakyat belum lama ini.

“Kalau politikus disandingkan dengan agamis, politiskus itukan ada yang menganggap bahwa politikus itu negatif, ada juga yang menganggap positif. Tapi kalau dianggap negatif, tiba-tiba faktor agamisnya mendukung itu bisa terhapuskan. Mestinya memang seorang, siapapun itu sebenarnya, baik itu pekerja pengusaha atau masyarakat biasa, mestinya dua landasan pikir ini harus ada.” Kata H. Kamaluddin.

Ketua Percasi ini juga menekankan prinsip-prinsip agama, begitupun dengan politikus kalau berpolitik mungkin keliru, tapi sudah dibarengi dengan Pendekatan agama dan akhlak.

“Seorang pekerja juga harus punya landasan agamanya, nanti kalau umpamanya pekerja dia bekerja dengan baik, tidak curang, tidak mengelabui, karena didasari dengan prinsip-prinsip agama. Begitupun dengan politikus, politikus itu, kalau berpolitik mungkin keliru, tapi sudah dibarengi dengan pendekatan-pendekatan agama ahlak, saya kira lihat-lihat itu tindakan mengelabui membohongi.” Jelas Dr. H. Kamaluddin.

Jalan Nasional Dan Jalan Kota Penanganannya Berbeda

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Mewakili Kepala Dinas PUPR Budi Rusdi, Kepala bidang Bina Marga Widin Wijaya pada program Ngopi Berjamaah Jumat (04/07/25) mengatakan alasan Jalan nasional lama baru rusak, sementara yang dikerja pemerintah kota Parepare cepat rusak, karena Memang penanganannya berbeda karena dilihat dari fungsinya jalan tersebut.

“Jalan Jalan nasional lama baru rusak, sementara yang dikerja pemerintah kota Parepare cepat rusak, Memang penanganannya berbeda. Karena dilihat dari fungsinya jalannya itu, kalau jalan nasional menghubungkan antara provinsi atau kota dengan kota lain, sehingga kualitas dan mutu pekerjaannya itu di atas daripada pemerintah kota.” Kata widin

Lanjut Mantan Lurah Sumpang minangae ini, kalau di jalan kota itu cuma kendaraan-kendaraan pribadi, menghubungkan antara rumah dengan tempat kerja, atau dengan tempat ibadah dan lainnya, sementara kalau di nasional itu, dilalui oleh kendaraan yang bermuatan berat, kapasitas 12 ton keatas.

“Contoh kecil, di jalan mattirotasi itu, itu sebenarnya jalan Kota, tetapi rasanya jalan nasional, karena hampir 24 jam itu dilalui kendaraan-kendaraan yang bermuatan berat. Sehingga fenomena yang terjadi, di sana dua jalur itu, yang jalur sebelah barat itu yang cepat rusak, karena itu yang sering dilalui kendaraan bermuatan berat. Sementara yang ruas yang sebelah timur sampai sekarang boleh dikatakan masih mulus. Sehingga pemerintah kota, dalam hal ini hampir setiap tahun selalu menganggarkan pemeliharaan jalan mattirotasi di ruas bagian timur, padahal di sana itu dilalui kendaraan bermuatan berat. Sedangkan jalan Bau massepe yang sementara dikatakan jalan nasional itu baik-baik saja karena mobil truk tidak masuk di sana.” Terang Widin

Paling lambat Minggu Depan, Bulog Salur Bantuan Pangan

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Pimpinan Cabang Bulog Parepare, Mohammad Junaedy memastikan paling lambat minggu depan akan melakukan kegiatan penyaluran bantuan pangan sebagai penugasan nasional dari Bapanas. Hal tersebut di sampaikan Junaedy pada program khusus Ruang bicara yang di gelar radio mesra Senin (07/07/25).

“Pada prinsipnya, Kami selalu berkomunikasi koordinasi, dan kolaborasi dengan stakeholder terkait, khususnya dalam hal menjaga stabilisasi harga. Perlu kami sampaikan, bahwa dalam waktu dekat, insha’a Allah minggu ini paling lambat minggu depan, kami akan melakukan kegiatan penyaluran bantuan pangan sebagai penugasan nasional dari Bapanas.” Kata Junaedy.

Hal yang kedua kata Junaedy, dirinya berharap juga dari Bapanas menunjuk atau memberikan perintah kepada Bulog untuk melakukan stabilisasi harga beras kegiatan SPHP, dan berharap dalam waktu dekat juga akan segera di keluar.

“Kami berharap, dalam waktu dekat juga akan segera keluar. Yang ketiga, peluncuran beras rastra harapannya sesegera mungkin, kami secara teknis bisa kita selesaikan, pencatatan penyaluran untuk beras rastra secara ini. Harapan kami untuk kota Parepare sendiri, segera terselesaikan masalah perberasan sebagaimana memang kita ketahui memang menjadi masalah nasional.” Harap Junaedy

Pemkot Parepare Sukses Luncurkan Program Car Free Night–Car Free Day (CFN–CFD), Pantaiku, dan Kampung Enjoy

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Pemerintah Kota Parepare sukses meluncurkan program Car Free Night–Car Free Day (CFN–CFD), Pantaiku, dan Kampung Enjoy. Kegiatan perdana ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat yang memadati kawasan Pantaiku di Jalan Mattirotasi, Kecamatan Bacukiki, pada Sabtu malam, (05/07/25)

Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, mengaku bahagia melihat antusiasme masyarakat terhadap program yang baru pertama kali digelar oleh Pemkot Parepare tersebut. Ia juga mengapresiasi partisipasi aktif ratusan pelaku UMKM lokal yang turut meramaikan kegiatan. “Alhamdulillah, meski ini merupakan program baru, antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Pemerintah mencanangkan kegiatan ini rutin setiap pekan pertama setiap bulan. Namun, jika pelaku UMKM senang dan masyarakat juga senang, kenapa tidak kita gelar setiap pekan” ujar Tasming.

Tasming menjelaskan bahwa tujuan utama pelaksanaan CFN–CFD adalah untuk menghidupkan sektor ekonomi lokal sekaligus menarik kunjungan wisatawan dari luar daerah. Dengan konsep dua hari yang terintegrasi, diharapkan pengunjung bisa bermalam di Parepare dan keesokan harinya mengikuti kegiatan CFD seperti jogging, senam zumba, serta berbagai aktivitas menarik lainnya.

Tasming juga menyampaikan apresiasi kepada Forkopimda, seluruh jajaran perangkat daerah, dan masyarakat atas sinergi dan dukungan yang memungkinkan terlaksananya kegiatan ini. “Beberapa kali kita turun langsung membersihkan kawasan pantai ini. Kini kita bisa menyaksikan manfaatnya. Mari kita jaga bersama kebersihan dan keamanannya. Sebab jika lingkungannya tidak nyaman, orang juga enggan datang ke sini,” tegasnya.

Tasming berharap program ini dapat menjadi daya tarik baru bagi sektor pariwisata Kota Parepare dan memberi dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat. “Semoga Pantaiku menjadi objek wisata baru yang benar-benar menarik pengunjung datang ke Parepare. Terima kasih kepada Forkopimda, Pak Sekda, OPD, dan masyarakat yang telah berkontribusi sehingga kegiatan ini berjalan sukses,” tutupnya.(*)

AKBP Dr. Arman Muis Nilai Silaturahmi Dan Kekeluargaan Masyarakat Parepare Sangat Kental

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Kapolres Parepare AKBP Dr. Arman Muis, S.H., S.I.K., M.M lewat Program Ruang Bicara Di Balik Seragam: Mengayuh Mimpi, Menembus Batas Sabtu (05/07/25) mengatakan, dirinya bertugas di Parepare selama dua tahun satu hari sangat berkesan dengan kondisi masyarakat Parepare terutama pada saat pilkada 2024.

“Di parepare itu, kesan saya yang paling mendalam adalah, pada saat kegiatan puncak pemilihan kepala daerah, ada yang hampir setiap tahunnya hampir kegiatan itu ada kegaduhan, ada konflik, sedikit ada perbincangan tapi itu begitu besoknya selesai pengumuman hasil walaupun belum diputuskan oleh KPU semua menerima dengan lapang dada menerima kenyataan bahwa itulah realita.” Kata Arman.

Arman pun menilai bahwa silaturahmi dengan kekeluargaan di kota Parepare itu sangat kental.

“Kalau Parepare, mau dijadikan sebagai kota sara, kota kegaduhan, menurut saya sudah salah besar. apalagi kita baru dapat hasil ini sebagai Kota intoleran, saya secara pribadi sebagai forkopimda, saya pribadi tidak merasa seperti itu.” Ungkap Arman

55 % Ruas Jalan Kota Parepare Kategori Mantap 

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Program Ngobrol Perkara Iman dan Islam Kerjasama Pengurus masjid raya dan radio mesra Jumat (04/07/25) menghadirkan Dinas PUPR bidang bina marga yang di wakili Kabid Bina marga Widin Wijaya. Pada pemaparannya Widin mengatakan Mewakili pemerintah kota Parepare, Ia  menjelaskan terkait kondisi jalan yang ada di kota Parepare.

“Kita mengenal tiga jenis jalan. Jalan nasional, jalan provinsi, dan jalan kota. Khusus untuk di kota Parepare, itu kita tidak mengenal jalan provinsi pak. Kita hanya mengenal dua yaitu jalan nasional, dan jalan kota. Jalan nasional sendiri terdiri dari 8 ruas, itu panjangnya 31 km, dimulai dari ruas pertama jalan Bau massepe di perbatasan masuk baso dg Patompo, sultan hasanUdin, jalan Lasinrang, dan HAM Arsyad jalan ke Pinrang. Terus yang kedua, Karaeng burane, jendral Ahmad Yani, ke Sidrap, itu adalah 8 ruas jalan nasional yang kewenangannya PUPR.” Kata Widin.

Lanjut Widin,  sementara untuk jalan kota terdiri dari 458 ruas, jalan kota yang ada di kota Parepare itu panjangnya 265,5 km, dan kondisi saat ini ada dua dikenal. Ada mantap, dan tidak mantap.

“Dikatakan mantap itu, karena kondisinya baik, dan sedang, dikatakan tidak mantap, karena kondisinya rusak. Kemantapan jalan di kota parepare itu yang baik itu sekitar 155 kilo dari 265 kilo tadi. Jadi baru 55%, yang mantap jalan kita,.Sedangkan selebihnya 193 itu tidak mantap atau sekitar 42,25%. Terkait dengan kewenangan kami, itu tentunya tergantung dari anggaran yang diberikan oleh pemerintah kota Parepare, apalagi sekarang kita mengalami keterbatasan anggaran, sehingga untuk penanganan jalan, kami yang tangani itu yang prioritaskan dulu, dan yang bisa sebagai sebagai LHT tinggi atau Lalulintas Harian Tinggi.” Ungkap Widin

Ketua DPRD Berharap Ada Upaya Walikota Tingkatkan PAD Yang Memantik Anggaran Dari Luar 

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Ketua DPRD kota Parepare Ir. H. Kaharuddin Kadir di temui usai penetapan ranperda RPJMD 2025-2029 Kamis (03/07/25) mengatakan, dirinya meyakini bahwa walikota sekarang ini bukan cuma mengandalkan APBD, tetapi tentu melakukan upaya-upaya bagaimana mendatangkan anggaran yang dari pusat dibawa ke Parepare.

“Karena kalau kita berhitung, jumlah APBD kita memang kecil, kurang lebih 900 miliar. Tentu kita bayangkan, 18 program tentu tidak cukup di APBD. Ada gaji pegawai, bahkan belanja pegawai kita sudah di angka 41%. Oleh karena itu, strategi penggunaan anggaran sangat dibutuhkan, efisiensi sangat dibutuhkan, dan penekanannya juga, kami berharap bahwa ada upaya keras dari Walikota. Yang pertama meningkatkan PAD, yang kedua bisa ada yang memantik anggaran yang berasal dari luar.” Kata H. Kaharuddin.

H. Kaharuddin pun berharap, diperlukan upaya-upaya lobi, dan ia meyakini, apalagi Walikota H. Tasming Hamid berlatar belakang politik, dengan link link partainya, dan link link sahabatnya berharap bisa lebih ini. RPJMD nanti diterjemahkan oleh masing-masing SKPD dalam bentuk renstra (rencana strategi) masing masing, dinas tidak boleh keluar tidak boleh melenceng daripada 18 program pokok pemerintah tersebut.

“Jadi masing-masing SKPD, OPD mengambil bagian dalam 18 program. Semestinya 18 program ini, seharusnya dibagi habis oleh masing-masing unit kerja, supaya ini bisa berjalan dengan bagus. Itulah perlunya pemahaman, dilanjutkan dengan Renstra, dinas ini tugas pokok Bapedda, bagaimana merancang RPJMD yang sudah kita sepakati ini, duduk bersama dengan masing-masing dinas, untuk bisa diterjemahkan dalam bentuk kegiatan. Seperti kesehatan, dia harus terjemahkan Rpjmd ini dalam bentuk pelayanan dasar, kesehatan yang berkualitas dan lain lain.” Jelas H. Kaharuddin

Sistem Penyediaan Air Minum Kota Parepare Jadi Salah Satu dari 5 Usulan Investasi Terbaik di Sulawesi Selatan

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM  — Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kota Parepare menjadi salah satu dari 5 usulan investasi terbaik di Sulawesi Selatan, ajang South Sulawesi Investment Challenge (SSIC) 2025. Tim Verifikasi Lapangan Top 5 SSIC turun langsung ke Parepare untuk melakukan verifikasi pada Jumat (04/07/25).

Tim diterima resmi di ruang rapat utama Kantor Wali Kota Parepare oleh Pj Sekda Parepare Amarun Agung Hamka mewakili Wali Kota Tasming Hamid. Direktur PAM Tirta Karajae Andi Firdaus Djollong bersama jajaran terkait Pemkot Parepare di antaranya Kepala Dinas PMPTSP Hj St Rahmah Amir, Bappeda, dan jajaran lainnya turut menyambut.

Direktur PAM Tirta Karajae Andi Firdaus Djollong mengatakan, dengan ditetapkannya  SPAM Parepare sebagai salah satu dari 5 usulan investasi terbaik se-Sulsel, maka PAM Tirta Karajae bersama Pemkot Parepare mendampingi Tim Verifikasi mengunjungi Laboratorium Instalasi Pengolahan Air (IPA) PAM Tirta Karajae di Kelurahan Galung Maloang, Kecamatan Bacukiki, Parepare.

“Kami optimis SPAM Parepare akan menjadi salah satu proyek investasi terbaik di Sulawesi Selatan,” ujar Andi Firdaus.

South Sulawesi Investment Challenge atau SSIC adalah program kerja tahunan Forum Pinisi Sultan yang merupakan hasil kerja sama Pemprov Sulsel dalam hal ini Dinas PMPTSP dan Bank Indonesia (BI). Ajang ini menghimpun beberapa proyek investasi atau Investment Project Ready to Offer (IPRO) dari beberapa Kabupaten/Kota di Sulsel, untuk dipilih menjadi yang terbaik, dan selanjutnya dipromosikan di tingkat nasional.

  • https://radioku.my.id:8243/mesra
  • Radio Mesra Parepare