31.1 C
Pare-Pare
Jumat, November 6, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 235

Pemkot Parepare Hentikan Penagihan PBB, Fokus Sosialisasi Penyesuaian Tarif

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, mengambil langkah cepat merespons dinamika di masyarakat terkait penyesuaian Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan/Perkotaan (PBB-P2). Melalui instruksinya, Tasming memerintahkan penghentian sementara penagihan PBB, khususnya kepada wajib pajak yang mengalami kenaikan tarif. Kebijakan itu diumumkan oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Parepare, Amarun Agung Hamka, Rabu (20/08/25).

“Bapak Wali Kota mengeluarkan kebijakan meminta untuk sementara waktu tidak dilakukan penagihan PBB, terkhusus kepada wajib pajak yang mengalami kenaikan tarif,” tegas Hamka.

Dasar Hukum Perubahan Tarif
Kebijakan PBB-P2 ini mengacu pada Peraturan Daerah Kota Parepare Nomor 12 Tahun 2023 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah yang ditetapkan 29 Desember 2023 dan mulai berlaku 5 Januari 2024. Regulasi ini mengintegrasikan seluruh aturan pajak dan retribusi daerah sesuai amanat UU Nomor 1 Tahun 2022.

Dalam perda tersebut, dasar pengenaan PBB-P2 adalah Nilai Jual Objek Pajak (NJOP), dengan NJOP Tidak Kena Pajak (NJOPTKP) ditetapkan sebesar Rp10 juta per wajib pajak. Tarif PBB-P2 kemudian dibedakan berdasarkan klasifikasi NJOP:• ≤ Rp250 juta : 0,025%• Rp250 juta – ≤ Rp500 juta : 0,05%• Rp500 juta – ≤ Rp1 miliar : 0,075%

Dari hasil penerapan perda, sekitar 65,5% wajib pajak mengalami penurunan, 16,89% tetap, dan 17,61% mengalami kenaikan.

Merujuk Rekomendasi BPK
Penyesuaian tarif ini juga tidak lepas dari rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Dalam LHP BPK No. 55/LHP/XIX.MKS/12/2023 terkait pemeriksaan kinerja atas efektivitas pengelolaan mandatory spending, BPK menyoroti bahwa regulasi dan kebijakan pajak daerah di Parepare sebelumnya belum lengkap dan belum ditetapkan sepenuhnya.

Karena itu, penerbitan Perda Nomor 12 Tahun 2023 sekaligus menjadi langkah pemenuhan kewajiban pemerintah daerah dalam menindaklanjuti catatan BPK, agar tata kelola pajak lebih transparan dan akuntabel.

Meski sebagian besar wajib pajak justru mengalami penurunan tarif, sejumlah warga melaporkan kenaikan signifikan, bahkan hingga 453% pada kasus tertentu akibat penyesuaian NJOP dan pemanfaatan objek pajak.

Merespons hal tersebut, Pemkot Parepare menyiapkan strategi sosialisasi masif agar masyarakat memahami tujuan dan mekanisme penyesuaian tarif ini.“Pemerintah akan melakukan sosialisasi yang massif agar masyarakat memahami tujuan dan mekanisme penyesuaian tarif ini,” ujar Hamka.

Ia menambahkan, Pemkot berharap kebijakan penghentian sementara penagihan dapat meredam potensi gejolak di tengah masyarakat. Tahun ini, Pemkot Parepare menargetkan penerimaan PBB sebesar Rp 6,116 miliar atau naik sekitar 1% dibanding target tahun sebelumnya yang sebesar Rp6 miliar. Dari total 51.183 wajib pajak, tercatat 9.015 mengalami kenaikan, 33.544 mengalami penurunan, dan 8.624 tetap.

Dengan langkah penundaan penagihan serta agenda sosialisasi, Pemkot Parepare optimistis penerimaan pajak tetap tercapai sembari menjaga ketenangan dan kepercayaan masyarakat. (*)

IPHI Gelar Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 180 Meter di Parepare

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Ada yang berbeda dalam semarak HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) di Kota Parepare, Tampak ratusan emak-emak yang tergabung dalam Majelis Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) menggelar kirab bendera Merah Putih raksasa sepanjang 180 meter dengan lebar 2,4 meter, Sabtu (16/08/25).

Ketua IPHI Parepare sekaligus istri Wakil Wali Kota Hermanto Sri Tanty Nasrah Mengatakan  mereka menempuh rute 7 kilometer dari Masjid Terapung BJ Habibie hingga Rumah Jabatan Wali Kota Parepare. Suara salawat menggema, berpadu tabuhan rebana. Jalanan berubah menjadi panggung kebersamaan, di mana nasionalisme dan religiusitas berjalan beriringan.

“Biasanya kirab remaja, tapi kalau ini kami mengadakan kirab ibu ibu membawa bendera merah putih sepanjang 180 meter. Kami juga tidak mau kalah dengan anak remaja, kami juga berantusias untuk memeriahkan HUT RI ke 80.” Kata Legislator Hanura ini.

Langkah demi langkah akhirnya membawa rombongan tiba di halaman Rumah Jabatan Wali Kota. Di sana, Tasming Hamid, Wali Kota Parepare, bersama Wakil Wali Kota Hermanto dan Ketua TP PKK, dr. Andi Arfiah Tasming, menyambut hangat.

Kelompok Pengajian Asmaul Husna Parepare Berbagi Bersama Guru Mengaji Dan Veteran 

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Beragam cara dilakukan untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI). Seperti yang dilakukan kelompok pengajian (KP) Asmaul Husna di kota Parepare, dengan membagikan sembako serta peralatan alat salat, kepada 80 guru mengaji dan anggota legion Veteran. Ahad, (17/08/25).

Kelompok pengajian ini berbeda dengan kelompok pengajian lainnya yang ada di kota Parepare. Dengan berjumlahkan lebih dari 100 orang anggota, yang didominasi adalah ibu-ibu, memberikan bantuan paket sembako serta peralatan alat salat kepada 80 guru mengaji dan anggota legion Veteran, di momen HUT RI ke-80 tahun ini.

Koordinator lapangan, Hj. Adda, mengatakan program yang diberi nama Berbagi Kebahagiaan di HUT kemerdekaan RI ke-80 itu, sebagai bentuk rasa syukur atas limpahan rezki bersama merayakan kebahagiaan di momen HUT RI ke-80.

“Kita berbagi kepada guru mengaji dan veteran 80 paket sesuai dengan hari kemerdekaan Republik Indonesia 80. Namanya jiwa kemanusiaan, selama ini kan belum tersentuh mari kita sentuh sama sama, selama ini kita sudah berbagi dimana mana belum pernah dengan guru mengaji, kami bagikan beras transport, alat shalat, Snack gula dan lainnya,doakan semoga kelompok Asmaul Husna semakin sukses kedepannya dan semakin kompak dalam berbagai. ”jelasnya.Hj. Adda

Salah satu penerima, Ratnawati menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada kelompok Pengajian Asmaul Husna, yang telah memperhatikan guru mengaji di kota Parepare. “Terimakasih banyak semoga berkah semuanya,”ungkap Ratna

Di tempat yang sama Piter Pasande adalah salah satu anggota veteran yang juga penerima bantuan paket, mengucapkan syukur dan terima kasih atas kepeduliaan KP Asmaul Husna.

Hj. Adda berharap KP Asmaul husna dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Kegiatan penyerahan paket tersebut digelar di salah satu cafe di kota Parepare, diikuti seluruh anggota KP Asmaul Husna dan dilanjutkan games meriahkan HUT Kemerdekaan RI. (*)

224 Tenaga Kesehatan Menunggu Kepastian Status Dari Pemerintah Kota 

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Sekretaris Dinkes Parepare, Kasna mengatakan terkait dengan tenaga kesehatan yang ada di kota Parepare, memang masih ada 224 digolongkan sebagai sukarela karena mereka itu hanya mendapat legalitas sebagai tenaga kesehatan, mereka mendapat surat keputusan Walikota melalui anggaran kegiatan. Hal tersebut di sampaikan Kasna usai menghadiri RDP Antara Tenaga Kesehatan Dinas Kesehatan dan Komisi II DPRD kota Parepare belum lama ini.

“Jadi mereka masuk dalam tim kegiatan. Contoh, mereka masuk dalam tim pelaksana JKN, jadi mereka akan mendapat jasa pelayanan melalui Dana kapitasi JKN, kemudian dana klaim non kafitasi itu sumber dananya. Kalau terkait dengan tim pelaksana BOK juga itu melalui dana kementerian kesehatan yang dikucurkan ke masing-masing Puskesmas dananya. jadi mereka bisa mendapatkan penghasilan dari situ.” Kata Kasna

Lanjut Kasna, terkait dengan pegawai paruh waktu, dirinya mengungkapkan hal tersebut   ada pada BKPSDM yang pasti bahwa mereka yang bekerja di Puskesmas, mereka sudah terdaftar sebagai tenaga kesehatan yang diakui kementerian kesehatan, karena mereka sudah masuk di dalam aplikasi Sistem Informasi Sumber Daya Manusia Kesehatan.

“Jadi mereka sudah terdaftar, sehingga ketika mereka mau terkait surat izin praktek itu, itu sudah termasuk di dalam situ, karena tidak bisa orang memperoleh surat izin praktek tanpa terdaftar diaplikasi SISDMK, karena ini terkoneksi dengan Sat sehat dan itu dibuat sendiri oleh bersangkutan, dan pengakuan dari kepala fasilitas kesehatannya sendiri, kalau dia bekerja di Puskesmas yang memastikan, bahwa dia adalah tenaga kesehatan puskesmas adalah puskesmas nya sendiri.” Jelas Kasna.

Ketua DPRD kota Parepare Harap Generasi Muda Isi Kemerdekaan Dengan Kegiatan Positif

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Ketua DPRD kota Parepare Ir. H. Kaharuddin Kadir Lewat Program Obras Selasa (19/08/25) mengatakan moment 17 Agustus semua orang bisa menikmati, setiap warga negara Indonesia khususnya masyarakat kota Parepare  sebaiknya diberi kesempatan untuk berpartisipasi tanpa dihubung-hubungkan dengan unsur lain.

“Saya cuma mengharapkan semua orang, siapapun dia, harus menikmati suasana kemerdekaan. Itulah saya katakan tadi, bahwa karena kita ini tidak merasakan perjuangan para pejuang, kita tidak ikut berperang, generasi belakang ini, tidak ikut berperang, kita tidak ikut berjuang sehingga kemerdekaan yang diperjuangkan oleh pendahulu kita dimanfaatkan sebaik-baiknya, usia sekolh sekolah yang baik, generasi muda isi waktu ini dengan kegiatan-kegiatan yang positif,  jauhi dari narkoba, minuman keras.” Kata H. Kaharuddin Kadir.

Lanjut H. Kaharuddin Kadir, Indonesia saat ini  menuju Indonesia emas tahun 2045, jadi kemerdekaan itu hal yang sangat didambakan siapapun bangsa di dunia ini, tidak ada yang bisa di lakukan kalau negara tidak aman, mumpung mendapatkan anugerah kemerdekaan, dimanfaatkan dengan baik.

“Semua orang harus merdeka, ada juga yang berpendapat bahwa kita merdeka, tapi di sisi ekonomi kita masih terjajah, dari sisi hak asasi manusia HAM kita masih belum menikmati sepenuhnya, tapi khusus kita di Indonesia kesempatan yang seluas-luasnya harus dimanfaatkan dan pemerintah juga harus memberi peluang yang sebesar-besarnya kepada masyarakat untuk menikmati kemerdekaan kemerdekaan ini tidak boleh diartikan secara negatif bahwa merdeka itu semau gue atau seenak kita melakukan sesuatu.” Ungkap H.Kaharuddin.

Politisi Senior Golkar Parepare ini juga memberikan contoh, kalau masyarakat  ada hiburan suaranya terlalu besar, tapi mengganggu tetangga orang yang terlalu besar ini harus merdeka tapi mengganggu tetangga juga itu tidak boleh.

“Artinya, setiap kepentingan umum itu tentu dibatasi oleh kepentingan-kepentingan seseorang, kepentingan tetangga. Merdeka dari kemiskinan, merdeka dari kebodohan, merdeka dari keterbelakangan, merdeka dari sisi ekonomi, ini yang diperjuangkan oleh presiden kita Prabowo, makanya ada program nasional itu makan bergizi gratis MBG.” Tambah H. Kaharuddin Kadir.

Kado Kemerdekaan, Parepare Terima Penghargaan Daerah Termiskin Terendah

0

MAKASSAR, RADIOMESRA. COM – Pemerintah Kota Parepare meraih penghargaan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sebagai daerah dengan tingkat kemiskinan terendah di Sulsel. Penghargaan tersebut diserahkan Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, dan diterima oleh Asisten 2 Pemkot Parepare, Andi Ardian mewakili Wali Kota Parepare, Tasming Hamid.

Penyerahan berlangsung pada malam Ramah Tamah Kenegaraan di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, Ahad malam (17/08/25). “Capaian ini menjadi kado istimewa bagi Kota Parepare di momen Hari Kemerdekaan. Ini adalah hasil kerja keras dan kebersamaan seluruh elemen, baik pemerintah, dunia usaha, maupun masyarakat,” kata Tasming Hamid.

Tasming menekankan bahwa upaya penurunan angka kemiskinan tidak lepas dari berbagai program pembangunan dan pemberdayaan yang dijalankan secara konsisten. “Penghargaan ini memotivasi kita untuk terus menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat, agar kesejahteraan warga Parepare semakin meningkat,” tegasnya.

Ia menambahkan, capaian tersebut menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga peningkatan kualitas hidup masyarakat. “Kami akan terus berkomitmen menghadirkan Parepare yang lebih maju, inklusif, dan berkeadilan. Semoga prestasi ini semakin memperkuat semangat kita semua dalam membangun daerah tercinta,” tutup Tasming.(*)

Sekelompok Pemuda Keroyok Anggota Resmob

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Seorang anggota polisi berinisial Briptu AH (29) babak belur dikeroyok 7 pemuda saat hendak menolong warga yang terjatuh ke got di Parepare, Motor milik korban juga dibanting para pelaku yang dalam kondisi mabuk.

Pengeroyokan itu terjadi di Jalan Bau Massepe Kelurahan Labukkang, Kecamatan Ujung pada Ahad (10/08/25) lalu sekitar pukul 04.30 Wita. Ketujuh pelaku masing-masing berinisial RS (18), MS (18), AY (22), HR (20), FA (19), MN (20), dan MJ (21).

Kasat Reskrim Polres Parepare, AKP Muh Agus Purwanto menjelaskan, pengeroyokan bermula saat korban pulang dari Kantor Resmob Polres Parepare. Dalam perjalanan, korban singgah karena melihat ada warga yang terjatuh di got.

“Yang mana pada saat itu anggota sudah balik dari posko untuk pulang ke rumahnya. Di perjalanan anggota tersebut melihat orang jatuh di got pas lampu merah jalan labukkang dan ingin menolongnya, kemudian menghampirilah beberapa pemuda yang ingin menolong dan menyapa, namun temannya yang lain langsung beraksi, tidak usah ikut campur Ini bukan urusanmu. Saya hanya mau menolong, akhirnya anggota mengaku saya anggota Resmob, langsung dari 2 orang pemuda tersebut memegang korban dan selebihnya melakukan penganiayaan, mereka juga dipukul dari belakang dan sengaja ditabrak dengan sepeda motor,” kata AKP Muh Agus Purwanto

Lanjut AKP. Agus Menjelaskan, setelah kejadian tersebut anggota polisi ini melapor ke polres Parepare,  dan mereka langsung menindak lanjuti dan mencari pelaku,

“Kita dapat identitas pelaku, kemudian kita langsung ketempat dimana mereka berada dan mengamankan pelaku. Pada saat itu, 6 orang. sisa 2 orang besoknya menyerahkan diri. Kondisi korban mengalami luka luka pada pipi kiri, kanan luka robek, pada bibir atas. Kemarin dilakukan rongsen di rumah sakit Ainun, korban setiap bernafas mengalami rasa sakit di rusuk. Ancaman hukumannya adalah kata sangkakan di pasal 170 ayat 2 E, ancaman hukumannya 7 tahun penjara, tersangka yang kita sudah proses 7 orang dewasa 5 dibawa umur 2 orang.” Terang AKP. Agus.

Merdeka Bukan Berarti Bebas Tanpa Batas

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Negara Kesatuan Republik Indonesia Memasuki usia 8 dekade atau sudah di proklamirkan 80 tahun lalu. Ketua DPRD kota Parepare Ir. H. Kaharuddin Kadir M.Si beberapa waktu lalu lewat program Obras radio mesra mengungkapkan  merdeka bukan berarti bebas tanpa batas tapi merdeka itu dalam artian bangsa Indonesia bebas melaksanakan sesuatu bebas  mengekspresikan diri bebas mengelola potensi negaranya dengan tujuan untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia.

“Kita akan memperingati ke-80 tahun Indonesia merdeka, kita berharap warga negara kita semakin menikmati banyak fasilitas yang disiapkan oleh negara, yang disiapkan oleh daerah, sebagai bentuk penghargaan kepada masyarakat, bentuk perlindungan kepada masyarakat hubungannya dengan kemerdekaan. Nanti orang bilang kita sudah merdeka, tapi faktanya kita belum merdeka, itu yang kita hindari. Kita betul-betul ingin mewujudkan bagaimana masyarakat menikmati kemerdekaan, merdeka dari segala hal, merdeka bukan berarti bebas tanpa batas, tapi merdeka itu dalam artian, bangsa Indonesia bebas melaksanakan sesuatu, bebas mengekspresikan diri, bebas mengelola potensi negaranya, dengan tujuan untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia.” Ucap  H. Kaharuddin Kadir.

“Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju” secara resmi ditetapkan sebagai tema peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia yang diperingati pada 17 Agustus 2025.  “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju.” Tema ini punya makna mendalam, menjadi kompas yang memandu arah perjuangan dan visi besar bangsa Indonesia ke depannya.

Pemerintah Kota Parepare Gelar Ramah Tamah Anggota Paskib 2025

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Pemerintah kota Parepare menggelar ramah tamah kepada sejumlah anggota paskib 2025. Dalam sambutannya, walikota Parepare mengatakan Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia adalah pernyataan kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 1945 proklamasi adalah merupakan puncak perjuangan bangsa Indonesia untuk mulai mencapai kemerdekaannya dengan proklamasi bangsa Indonesia mendapat kebebasan untuk menentukan nasibnya sendiri sebagai bangsa berdaulat.

“Proklamasi juga merupakan jembatan emas untuk menuju masyarakat yang adil dan makmur. Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia bermaksud dimulainya sebuah revolusi baru pemindahan kekuasaan dari negeri jajahan ke negara yang merdeka, dan berdaulat, diselenggarakan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya negara ini adalah tanggung jawab kita lagu Indonesia raya selalu kita nyanyikan dalam acara resmi merupakan suatu pidato kenegaraan yang bermakna ajakan untuk melakukan sesuatu kepentingan negara. Itulah hak pokok yang harus kita implementasikan di mana saja.” Kata H. Tasming .

Lanjut Tasming, dirinya mengucapkan  kepada anak-anak paskibra kota Parepare yang menjadi terpilih dan telah menyelesaikan tugasnya dengan sangat baik, tetap pertahankan prestasinya, sebaik apapun anda dari kemarin sampai malam ini kalau tidak dijaga akan kembali nol. Masa depan jika ingin melihat kota Parepare menjadi lebih baik, maka banyak-banyaklah berbuat baik.

“Selanjutnya malam ramah tamah ini, bukan hanya sekedar tradisi, tapi juga sarana untuk mengingat kembali, bahwa kemerdekaan tidak datang dengan mudah. Dulu para pejuang mengorbankan harta, tenaga, bahkan nyawa, demi meraih kebebasan. Kini tugas kita adalah mengisi kemerdekaan, dengan persatuan, kerjasama dan kontribusi positif di lingkungan masing-masing.” Harap Tasming.

Politisi Nasdem Parepare ini juga mengajak seluruh warga untuk terus menjaga kekompakan, dan saling membantu, menurutnya perbedaan pendapat itu wajar, namun jangan sampai memecah belah persaudaraan.

“Semoga melalui acara ini, kita semakin erat dalam mempersilaturahmi, semakin kuat dalam persatuan, dan semakin semangat membangun lingkungan kita sebagai generasi penerus, kita tidak boleh hanya berhenti pada rasa bangga, kita perlu meneladani semangat juang, kerja keras, dan pengorbanan mereka, bentuk perjuangan kita sekarang adalah dengan menjaga, keamanan, lingkungan saling menghormati, dan berkontribusi dalam setiap kegiatan positif di tengah-tengah masyarakat.” Tambah Tasming.

Wali Kota Parepare Serahkan Remisi Umum di Lapas Kelas IIA Parepare

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Usai melaksanakan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia yang berlangsung khidmat di Lapangan Andi Makkasau, Wali Kota Parepare, Tasming Hamid bersama Wakil Wali Kota Hermanto melanjutkan agenda penyerahan Remisi Umum di Lapas Kelas IIA Parepare, Ahad (17/08/25).

Dalam kesempatan itu, Tasming Hamid membacakan sambutan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Ia menegaskan bahwa pemberian remisi dan pembebasan bersyarat bukan sekadar pengurangan masa pidana, melainkan bentuk penghargaan negara kepada warga binaan yang telah menunjukkan perilaku positif selama menjalani pembinaan.

“Remisi adalah bentuk apresiasi atas kerja keras, kedisiplinan, dan komitmen warga binaan untuk memperbaiki diri,” ujar Tasming.

Setelah membacakan sambutan dan menyerahkan remisi kepada warga binaan, Tasming Hamid menyampaikan harapannya kepada dua warga binaan yang memperoleh remisi bebas. Ia menekankan agar keduanya dapat kembali berbaur dengan masyarakat serta memanfaatkan keterampilan yang diperoleh selama masa pembinaan untuk kehidupan yang lebih baik.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Parepare, Marten, menjelaskan bahwa tahun ini terdapat dua jenis remisi, yaitu Remisi Umum yang diberikan setiap tanggal 17 Agustus, serta Remisi Dasawarsa yang diberikan setiap 10 tahun momentum kemerdekaan RI.

“Tahun ini, sebanyak 339 orang menerima Remisi Umum, sedangkan Remisi Dasawarsa diberikan kepada 432 orang. Dari jumlah tersebut, dua orang warga binaan Lapas Parepare dinyatakan bebas,” ungkap Marten.(*)

  • https://radioku.my.id:8243/mesra
  • Radio Mesra Parepare