26.4 C
Pare-Pare
Kamis, November 5, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 225

Pertumbuhan Ekonomi Parepare Turun, Inflasi Tertinggi di Sulawesi Selatan

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Ketua DPRD kota Parepare Ir. H. Kaharuddin Kadir lewat program Obras Rabu (10/09/25) mengatakan Bacukiki merupakan Daerah penyanggah pertanian, kalau di buka areal, umpamanya daerah lemoe Bacukiki itu tidak boleh areal perumahan disana, ada Perda yang mengatur pengalihan fungsi.

“Sawah itu boleh dijual, tapi tidak boleh dialihkan fungsikan, itu lahan terbatas. Jadi fungsinya, jadi kalau ada yang mengatakan bahwa harus ada keramaian disana, memang fungsi masing masing kecamatan ada, sudah diatur, direncana detail tata ruang, dipantai ku kita sudah perkirakan bahwa di musim barat nanti itu pasti tidak ramai lagi dan ombaknya besar.” Kata H. Kaharuddin Kadir.

Lanjut Kaharuddin, menerangkan, pertumbuhan ekonomi di parepare lagi turun, inflasi tertinggi di Sulawesi Selatan, kalau inflasi tinggi, ini prestasi buruk, itu menyebabkan harga pasti naik, daya beli masyarakat pasti turun, salah satu cara untuk menekan inflasi ini pertama di bidang pertanian, yang memicu biasa itu adalah harga 9 bahan pokok, beras, cabe. Salah satu cara memulihkan, bagaimana pertanian, pola rumah tangga bisa di perbaiki.

“Kemudian UMKM. UMKM yang sekarang digalakkan pemerintah sekarang ini sifatnya insedentil, nanti ada semangat, kalau ada car free day, kita mau konsep UMKM ini serentak. Artinya, yang di pantaiku, di lapangan di lapangan, di tempat lainnya,  kalau kita buat spot-spot insidentil begitu justru nanti mematikan UMKM lain.” Jelas H. Kaharuddin Kadir

Walikota Parepare Minta Masyarakat Tidak Cepat Terhasut Isu Provokator

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM -. Ajakan tersebut di sampaikan Tasmig pada saat memberikan sambutan pada kegiatan pembukaan kuliah umum semester ganjil tahun anggaran 2025-2026 di auditorium IAN kota Parepare Senin (08/09/25).

“Saya ingin Sampaikan, jangan cepat terhasut dengan isu-isu provokator. Dulu saya termasuk orang yang kritis di sosmed. Ternyata, saya ambil hikmahnya, setelah saya menjadi pejabat. Apa yang saya lakukan kemarin itu, salah. Saya selalu merasa bahwa di posisi pada saat itu merasa benar, ternyata ada yang saya tidak ketahui. sebenarnya kuncinya disitu kita merasa benar, karena ternyata tidak mengetahui ada yang lebih benar, apa dari pada saat itu.” Kata Tasming.

Lanjut Tasming, dengan media sosial, media digital, saat ini, disisi lain, kalau tidak menggunakan sebaik-baiknya, khususnya kepada generasi muda, bisa menjadi persoalan besar. Dulu sempat diundang di google Indonesia, orang bilang bedanya zaman sekarang, dengan zaman dulu, kalau orang dulu mungkin email susah ditahu sebagian masyarakat.

“Kita kalau bicara masalah email, mereka tidak mengerti, apalagi yang lahir tahun ke-70an, Ternyata anak-anak kita hari ini, khususnya kepada anak balita, baru 2 tahun sudah bisa operasionalkan namanya YouTube, mungkin bisa dikaji teman teman di IAIN, di Google mengatakan, kenapa anak-anak kita lahir di tahun 2020 bisa operasionalkan namanya gadget, ternyata karena mereka ingin hidup di zaman sekarang, kemungkinan karena orang tuanya juga sering pegang handphone, anaknya lahir sudah bisa operasionalkan gadget.” Jelas Tasming.

PPIG Unhas Dampingi Parepare Pelatihan Lanjutan Simpul Jaringan Informasi Geospasial Daerah

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Parepare bersama Perangkat Daerah produsen data se-Parepare melaksanakan Pelatihan Lanjutan Simpul Jaringan Informasi Geospasial Daerah. Pelatihan kembali didampingi oleh Tim Program Pendidikan dan Pelatihan Informasi Geospasial (PPIG) Universitas Hasanuddin (Unhas).

Pelatihan dibuka resmi oleh Kepala Bidang Perencanaan Prasarana Wilayah dan Ekonomi Bappeda Parepare Kadek Sroningsih, diikuti oleh Tim Simpul Jaringan Informasi Geospasial Bappeda, dan tim dari Perangkat Daerah se-Parepare, berlangsung di ruang rapat Bappeda, Jumat, (12/09/25)

Pelatihan Simpul Jaringan Informasi Geospasial Daerah (SJIGD) Parepare 2025 ini merupakan tindak lanjut hasil Rapat Teknis dan Pelatihan Simpul Jaringan Informasi Geospasial yang didampingi oleh PPIG Unhas sebelumnya. Pelatihan melibatkan Perangkat Daerah selaku produsen data, dan Bappeda sebagai analisis data.

Laga Persipal Vs Persipura di Championship Dipindahkan ke Stadion BJ Habibie

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM  – Laga Persipal Palu kontra Persipura Jayapura di pekan pertama Championship akan digelar di Stadion Gelora BJ Habibie Parepare. Laga sebelumnya dijadwalkan digelar di Stadion Gawalise Palu. Duel Persipal Vs Persipura itu bakal berlangsung pada Sabtu (13/09/25). Kick off dimulai pukul 15.30 Wib atau 16.30 Wita.

Kadisporapar Parepare, Iskandar Nusu mengatakan pihaknya sudah mendapatkan informasi dari pihak manajemen Persipal Palu terkait dengan pengalihan stadion alternatif dari Stadion Gawalise Palu ke Stadion BJ Habibie parepare.

“Hasil dari pihak manejemen Persipal Palu, terkait dengan pengalihan stadion alternatif dari stadion Gawalise Palu ke stadion BJ Habibie, sudah penyampaian melalui persuratan. Insya Allah, akan dilaksanakan pada tanggal 13 September 2025 jam 15.30 Wita. Jadi kami sudah laporkan ke pimpinan, kita menyambut baik, dan mengapresiasi stadion BJ Habibie ini, dijadikan juga laga liga 2, karena selama ini kita ketahui bahwa PSM sebagai home base untuk BRI Super League.” Ucap Iskandar.

Dia menjelaskan, laga tersebut akan menyesuaikan dengan standard operating procedure (SOP) pertandingan skala nasional. Laga itu akan tetap dikawal pengamanan dari Polres Parepare. Kedua tim akan merumput selama dua hari di Stadion Gelora BJ Habibie Parepare. Mulai menjalani sesi official training hingga laga.

Iskandar mengatakan, penggunaan stadion itu akan dikenakan biaya retribusi sesuai Perda yang berlaku. Pemkot juga akan tetap menyiapkan persiapan lampu stadion untuk laga tersebut. Dia juga mengungkapkan, laga itu akan berlangsung secara tertutup tanpa penonton. Meski begitu, pihak kepolisian akan tetap mengawal pertandingan tersebut.

Pemkot Bersama TKPSDA Wilayah Sungai Saddang Lakukan Peninjauan DAS Parepare

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM  — Pemerintah Kota Parepare melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Serta Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air (TKPSDA) Wilayah Sungai Saddang melakukan peninjauan langsung pada beberapa lokasi banjir di Daerah Sliran Sungai (DAS) Parepare.

Titik pertama kunjungan berada di Tegal yang merupakan bagian dari DAS Jawi-jawi. Rombongan kemudian melanjutkan ke DAS Salo Karajae di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Karajae, serta DAS Karajae di Wattang Bacukiki.

Kepala Sekretariat TKPSDA WS Saddang, Yusma Elfita, ST., M.Sc., setelah meninjau kondisi Sungai Jawi-jawi dan Sungai Karajae Rabu (10/09/25) mengatakan Apa yang mereka lihat akan bawa ke sidang untuk dibahas, sekaligus merekomendasikan solusi atas permasalahan banjir ini.

“Tujuan kita ke sini, melihat kondisi sungai yang jawi-jawi dan sekitarnya. Dapat informasi dari kota Parepare, sungai jawi-jawi itu seringkali terjadi banjir, terus yang merendam pemukiman pemukiman masyarakat yang ada di sekitarnya. Jadi Tim TKPSDA datang ke lokasi melihat seperti apa kondisi riil di lapangan, nanti apa yang kita lihat di sini, nanti kita bawa ke sidang untuk kita bahas, mungkin nanti ada rekomendasi dari TKPSDA untuk mencari solusi permasalahan yang ada di sungai jawi-jawi ini.” Jelas Yusma

Kabid Sumber Daya Air Dinas PUPR Parepare, Irwan,ST. MSP, berharap kehadiran TKPSDA WS Saddang dapat menghasilkan solusi konkret untuk mengatasi meluapnya Sungai Karajae.

Usai melakukan peninjauan di beberapa titik rawan banjir, rombongan bergerak menuju Auditorium BJ Habibie, Kompleks Rumah Jabatan Wali Kota Parepare, untuk melaksanakan sidang bersama TKPSDA WS Saddang dan Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang.

Dalam kesempatan itu, Wakil Wali Kota Parepare, H. Hermanto, mewakili Wali Kota H. Tasming Hamid, menegaskan bahwa banjir yang melanda Parepare pada 2022–2023 telah menimbulkan korban jiwa, merusak infrastruktur sungai, irigasi, jalan, drainase, hingga pantai. Kondisi tersebut juga berdampak pada kerugian ekonomi, terhambatnya aktivitas sosial, serta menurunnya kesejahteraan masyarakat.

H. Hermanto berharap, kehadiran TKPSDA WS Saddang dapat menghadirkan pemikiran dan usulan konkret untuk menekan risiko banjir, khususnya di kawasan DAS yang terdampak di Parepare.

DPRD kota Parepare Sudah Mengganggarkan Rumah Singgah Untuk Anak Jalanan 

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Merespon keluhan Masyarakat terkait aktivitas pengemis liar dan anak jalanan di sekitaran pelabuhan Nusantara dan Taman Mattirotasi, Ketua DPRD kota Parepare Ir. H. Kaharuddin Kadir mengatakan Ada Perda yang melarang, tapi ini kalau sudah ditertibkan tidak ada, 2 hari kemudian muncul lagi.

“Sesungguhnya kalau di parepare tidak ada tempat bagi pengemis, anak gelandangan. sebenarnya, tidak boleh, karena kita juga dilarang untuk memberi di pinggir jalan, karena membahayakan. Tapi bagaimanapun, ini bangsa Indonesia, artinya tanggung jawab negara, anak miskin dan anak terlantar Itu dipelihara oleh negara.” Kata Kaharuddin

Lanjut, H. Kaharuddin Kadir, sekarang DPRD sudah menganggarkan ada rumah singgah di dinas sosial, ada perbaikan rumah singgah sudah dianggarkan APBD perubahan untuk rehab.

“Dan memang rata-rata yang mengemis itu bukan warga Parepare, bahkan ada yang mengatakan diorganisir dari  daearah luar. Jadi masalah, bukan warga kita, paling banyak kalau bulan Ramadhan, tapi bagaimanapun ini tanggung jawab negara, karena sudah diatur dalam undang-undang.” Jelas H. Kaharuddin Kadir

Wali Kota Parepare Bersama Kepala Daerah se-Sulsel Hadiri Pengarahan Mendagri di Rujab Gubernur  

0

MAKASSAR, RADIOMESRA. COM  – Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, menghadiri pengarahan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI, Tito Karnavian, di Baruga Asta Cuta, Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, Makassar, Kamis (11/09/25). Pengarahan tersebut dilakukan secara tertutup diikuti oleh Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, juga para bupati  dan wali kota se-Sulsel, serta Forkopimda.

Dalam arahannya, Mendagri Tito Karnavian menyampaikan sejumlah pesan penting. Ia menekankan pentingnya kekompakan antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota dalam menjalankan roda pemerintahan. Bahkan, Tito mendorong adanya evaluasi rutin empat bulan sekali sebagai forum brainstorming untuk memperkuat sinergi antar daerah.

Tito juga mengingatkan pentingnya stabilitas keamanan. Ia meminta pemerintah daerah bersama forkopimda memperkuat deteksi dini, komunikasi dengan tokoh masyarakat, serta mempererat soliditas agar potensi gangguan kamtibmas bisa dicegah sejak awal. “Tanpa keamanan yang baik, pembangunan tidak akan berjalan. Kalau pembangunan tidak berjalan, otomatis masyarakat akan susah,” tegas Tito.

Tito juga menyinggung program rehabilitasi dan rekonstruksi pasca peristiwa anarkis di Kota Makassar tepatnya di gedung DPRD, yang menelan korban jiwa. Ia memastikan bantuan perumahan akan segera disalurkan kepada keluarga korban.

Lebih jauh, ia menekankan perlunya daerah memperkuat sektor swasta, mempermudah izin, memberi insentif bagi UMKM, serta menjaga inflasi agar pertumbuhan ekonomi tetap terjaga. “Kalau swasta hidup, otomatis pertumbuhan ekonomi akan baik, inflasinya terjaga, dan pendapatan asli daerah juga meningkat,” tambahnya.

Di akhir arahannya, Tito mengingatkan pentingnya belanja pemerintah yang tepat waktu dan berkualitas untuk mendorong daya beli masyarakat, sekaligus menstimulasi pertumbuhan sektor swasta.

Pesimis Penerimaan Tidak Tercapai, UPTD Parkir Minta Target Di Evaluasi 

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Kepala UPTD Parkir Dinas Perhubungan kota Parepare Aryun Handayana mengatakan Target pendapatan parkir untuk tahun 2025 ini telah tetap ditargetkan di nominal 1,9 M sedangkan capaian mereka sampai bulan Agustus ini sekitar 32 % dari pada nilai target atau diangka kurang lebih 600 juta.

“Kenapa menurun dibanding tahun lalu, karena di tahun ini, kami sudah tidak mengelola rumah sakit. Ada dua rumah sakit. Rumkit Andi Makkasau dan Rumah Sakit Hasri Ainun. Jadi tahun, ini kami betul-betul terfokus di tepi jalan. Optimis mengenai pencapaian, sebagai kepala UPTD saya optimis untuk pencapaian kami di atas angka 1 miliar lebih untuk tahun 2025.” Kata Aryun.

Lanjut Aryun, untuk target 1,9 dirinya pesimis mencapai 1,9 di akhir triwulan ini, sedangkan untuk capaian PAD Mereka di 2025 optimisnya di atas angka 1 miliar. Terkait satu miliar 900, target mereka tertolong dengan adanya event-event, dengan adanya titik Baru seperti PantaiKu.

“Inilah yang membantu kami, akhirnya, insyaallah kami bisa mencapai diangka 1 miliar. kenapa di angka 1,9 ini, itulah kami butuh, kemarin kami usulkan ke pimpinan untuk diadakan kajian terkait penetapan target. Sudah kurang lebih 4 tahun saya kelola, dengan target 1,9, Saya belum pernah capai. Kemarin kami menyurat kepemimpinan kami juga ke banggar untuk diadakan kajian kembali. Tahun kemarin sama bapak satu miliar 50 insya Allah di atas kertas 1,1 kami berusaha, mesti kita sudah berusaha tidak tercapai, kita sedang memaksimalkan.” Ungkap Aryun

Kolega Suyuti Di DPRD Beri Ucapan Selamat Atas Pelantikan Menahkodai KKMB Parepare

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Politisi Partai Gerindra yang juga kini Duduk sebagai ketua Komisi I DPRD kota Parepare Dr. H. Kamaluddin Kadir lewat program obras Selasa (09/09/25) Mengucapkan selamat kepada wakil ketua DPRD kota Parepare Suyuti SE yang kemarin dikukuhkan sebagai ketua Kerukunan Keluarga Masyarakat Bone (KKMB) kota Parepare untuk masa kepengurusan 2025-2030.

“Semoga dengan amanah ini, kepemimpinan mewadahi warga-warga atau masyarakat Bone yang berada di perantauan, khususnya di kota Parepare, mereka ini dianggap sebagai diaspora, bisa berkolaborasi dengan kerukunan masyarakat yang lain, yang ada di kota Parepare, kemudian juga bisa berkolaborasi dengan pemerintah, sehingga kerukunan masyarakat Bone dan kerukunan masyarakat yang lain, bisa membantu program pemerintah yang ada di kota Parepare.” Kata Dr. H. Kamaluddin Kadir.

Sementara Kolega yang lainnya di DPRD Andi Muh. Fudail yang juga masuk pada kepengurusan sebagai dewan pakar KKMB di temui pada saat kegiatan mengatakan Struktur Untuk tahun 2025 ini ini sangat komplit, Paripurna.

“Karena pertama itu, ketuanya adalah wakil ketua DPR Pak Suyuti SE, beliau adalah kelahiran Bone asli, struktur selanjutnya sekretarisnya asli Bone, beliau adalah dosen, dan bendaharanya, kadis perdagangan orang bone. Intinya struktur intinya kelahiran Bone semua, memang sudah lengkap, memang sudah beberapa kali pertemuan dan ini aktif. Pertama pengajian, arisan setiap bulan, ada kegiatan bakti sosial, yang diselenggarakan per triwulan, dan itu terkoordinir dengan bagus. Karena pengurusan lengkap semua divisi dan ini organisasi yang punya tanggung jawab dan orang orang yang ditempatkan di divisi itu orang orang propesional juga, yang betul betul faham dengan kinerja dan program programnya sesuai yang diharapkan kota Parepare.” Ungkap Politisi PKB ini.

Walikota Parepare H. Tasming Hamid bersama wakil walikota Parepare H. Hermanto menghadiri Pelantikan pengurus Kerukunan Keluarga Masyarakat Bone (KKMB) kota parepare periode 2025–2030 pada Senin, (08/09/25), di Auditorium BJ Habibie, Rumah Jabatan Wali Kota Parepare. Adapun pengurus KKMB Parepare yang dilantik antara lain Ketua Suyuti, S.E., Wakil Ketua DPRD kota Parepare, Dr. H. M. Amin Iskandar, M.A., dan Bendahara Umum Hj. Andi Wisna, S.E., M.Si., yang juga menjabat Kadis Perdagangan.

Pembahasan Anggaran Perubahan, DPRD Akan Coret Anggaran Yang Di Anggap Tidak Penting

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM –  APBD parepare pada tahun depan 2026  dikurangi 200 miliar. Jadi tersisa hanya sekitar 700 miliar, dimana ini ada semua gaji di situ, gaji pegawai gaji pegawai. Hal tersebut di sampaikan Ketua DPRD kota Parepare lewat program Obras Sabtu, (06/09/25).

“Jadi tersisa hanya sekitar 700 miliar, dimana ini ada semua gaji di situ, gaji pegawai. Gaji pegawai di parepare itu di angka di sekitar angka 46-47 %,  hampir setengahnya hanya diperuntukkan untuk gaji. Jadi kalau 700 miliar diambil gaji sekitar 320an miliar, tinggal sedikit dipakai membangun, biaya listrik kantor, dan sebagainya.” Kata H. Kaharuddin ,Kadir.

Oleh karena itu ungkap H. Kaharuddin, memang perlu kearifan dalam pengelolaan anggaran, itulah sebabnya dalam pembahasan anggaran ini, menggambarkan dalam pembahasan perubahan ada beberapa yang akan coret.

“Contoh, ada yang mau kasih kurus bahasa Jepang, anggarannya 500 juta dinas tenaga kerja. Ada juga mau Habibie fun run 500 juta. Menurut saya, kalau kegiatan seperti ini dicarikan sponsor, tidak usah pakai APBD. Kami akan coret, bukan tidak perlu, tapi dalam suasana kondisi keuangan yang memprihatinkan, efisiensi tidak selalu mengharapkan bagaimana APBD Ini  diarahkan ke-18 program pokok untuk program andalan walikota.” Tegas H. Kaharuddin Kadir.

  • https://radioku.my.id:8243/mesra
  • Radio Mesra Parepare