26 C
Pare-Pare
Jumat, April 17, 2026
spot_img

Pemkot Bersama TKPSDA Wilayah Sungai Saddang Lakukan Peninjauan DAS Parepare

PAREPARE, RADIOMESRA. COM  — Pemerintah Kota Parepare melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Serta Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air (TKPSDA) Wilayah Sungai Saddang melakukan peninjauan langsung pada beberapa lokasi banjir di Daerah Sliran Sungai (DAS) Parepare.

Titik pertama kunjungan berada di Tegal yang merupakan bagian dari DAS Jawi-jawi. Rombongan kemudian melanjutkan ke DAS Salo Karajae di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Karajae, serta DAS Karajae di Wattang Bacukiki.

Kepala Sekretariat TKPSDA WS Saddang, Yusma Elfita, ST., M.Sc., setelah meninjau kondisi Sungai Jawi-jawi dan Sungai Karajae Rabu (10/09/25) mengatakan Apa yang mereka lihat akan bawa ke sidang untuk dibahas, sekaligus merekomendasikan solusi atas permasalahan banjir ini.

“Tujuan kita ke sini, melihat kondisi sungai yang jawi-jawi dan sekitarnya. Dapat informasi dari kota Parepare, sungai jawi-jawi itu seringkali terjadi banjir, terus yang merendam pemukiman pemukiman masyarakat yang ada di sekitarnya. Jadi Tim TKPSDA datang ke lokasi melihat seperti apa kondisi riil di lapangan, nanti apa yang kita lihat di sini, nanti kita bawa ke sidang untuk kita bahas, mungkin nanti ada rekomendasi dari TKPSDA untuk mencari solusi permasalahan yang ada di sungai jawi-jawi ini.” Jelas Yusma

Kabid Sumber Daya Air Dinas PUPR Parepare, Irwan,ST. MSP, berharap kehadiran TKPSDA WS Saddang dapat menghasilkan solusi konkret untuk mengatasi meluapnya Sungai Karajae.

Usai melakukan peninjauan di beberapa titik rawan banjir, rombongan bergerak menuju Auditorium BJ Habibie, Kompleks Rumah Jabatan Wali Kota Parepare, untuk melaksanakan sidang bersama TKPSDA WS Saddang dan Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang.

Dalam kesempatan itu, Wakil Wali Kota Parepare, H. Hermanto, mewakili Wali Kota H. Tasming Hamid, menegaskan bahwa banjir yang melanda Parepare pada 2022–2023 telah menimbulkan korban jiwa, merusak infrastruktur sungai, irigasi, jalan, drainase, hingga pantai. Kondisi tersebut juga berdampak pada kerugian ekonomi, terhambatnya aktivitas sosial, serta menurunnya kesejahteraan masyarakat.

H. Hermanto berharap, kehadiran TKPSDA WS Saddang dapat menghadirkan pemikiran dan usulan konkret untuk menekan risiko banjir, khususnya di kawasan DAS yang terdampak di Parepare.

Most Popular

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
  • https://radioku.my.id:8243/mesra
  • Radio Mesra Parepare