PAREPARE, RADIOMESRA. COMMβ Rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 Megawatt-peak (MWp) di wilayah kerja PLN UP3 Parepare masih menghadapi kendala ketersediaan lahan. Proyek yang masuk dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) sejak 2023 tersebut membutuhkan pembebasan lahan seluas 100 hektare.
Manager PLN UP3 Parepare, Muh. Akbar, menjelaskan bahwa program PLTS ini merupakan bagian dari alokasi nasional pemerintah pusat. Kendati alokasi kapasitas untuk wilayah PLN UP3 Parepare sudah didapatkan, penentuan lokasi tapak proyek masih digodok.
“Syarat utama PLTS ini harus terinterkoneksi langsung ke sistem kelistrikan Sulbagsel melalui Gardu Induk (GI) terdekat, yaitu GI Parepare atau GI Sidrap. Masalah utamanya ada pada kebutuhan lahan 100 hektare untuk pemasangan panel surya,” ujar Akbar pada Senin (14/09/26).
Akbar mengungkapkan, pencarian lahan di area sekitar GI Parepare relatif sulit untuk memenuhi luasan 100 hektare. Oleh karena itu, opsi lokasi mulai digeser ke wilayah Kabupaten Sidrap yang berada dekat dengan jaringan GI setempat.
Namun, opsi di Sidrap juga memiliki tantangan tersendiri karena mayoritas lahan potensial merupakan kawasan persawahan aktif. Sementara pemanfaatan area danau atau perairan setempat juga terkendala aturan teknis.
“Kami terus berkoordinasi dan menawarkan peluang kerja sama ini ke pemerintah daerah setempat untuk mencari solusi pemenuhan lahan yang sesuai kriteria teknis sistem kelistrikan,” pungkasnya.




















