PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Parepare mencatat pergerakan mobilitas warga yang cukup dinamis, baik yang masuk maupun keluar daerah. Posisi Parepare sebagai daerah transit dinilai menjadi salah satu faktor utama arus perpindahan tersebut.
Kepala Disdukcapil Kota Parepare, Hj. Suryani, mengungkapkan bahwa data terkini mencatat sebanyak 2.448 jiwa keluar dari Parepare, sementara warga yang masuk tercatat sebanyak 1.936 jiwa.
“Selisih antara warga yang keluar dan masuk tidak terlalu signifikan karena Parepare memang merupakan daerah transit,” ujar Hj. Suryani.
Ia menjelaskan, mayoritas warga yang datang ke Parepare didorong oleh faktor pekerjaan, melanjutkan pendidikan atau sekolah, serta mengikuti domisili keluarga. Sebaliknya, warga yang keluar dari Parepare didominasi kepindahan antarprovinsi dengan tujuan utama ke Pulau Kalimantan untuk urusan pekerjaan dan berdagang.
Selain mobilitas penduduk, Disdukcapil Parepare saat ini terus menggenjot target perekaman KTP elektronik (KTP-el) bagi pemilih pemula di tingkat sekolah menengah. Dari target sekitar 20.000 jiwa, realisasi saat ini baru mencapai kisaran 2.000-an perekaman.
Hj. Suryani menjelaskan bahwa pelayanan jemput bola saat ini difokuskan ke Sekolah Menengah Atas (SMA) negeri, seperti SMAN 1, SMAN 2, SMAN 3, SMAN 4, dan SMAN 5 Parepare.
“Untuk siswa SMK, kami belum sentuh karena mayoritas siswanya saat ini masih menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL). Perekaman jemput bola untuk tingkat SMK rencananya akan kami sisir pada bulan Oktober mendatang,” pungkasnya.




















