PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Bawaslu Kota Parepare terus memperkuat pendidikan demokrasi di kalangan generasi muda melalui kegiatan “Bawaslu Menyapa Gen Z – Pelajar Siaga Demokrasi”. Kegiatan tersebut dilaksanakan di SMAN 3 Parepare, Rabu (12/08/26), mulai pukul 09.00 WITA hingga selesai, dengan melibatkan siswa dan siswi sebagai peserta.
Kegiatan menghadirkan Dr. Susilawati, M.Pd.I sebagai narasumber dengan materi Pendidikan Demokrasi dan Pengawasan Partisipatif bagi Generasi Muda. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Bawaslu dalam memberikan pemahaman kepada pemilih pemula mengenai pentingnya demokrasi, penggunaan hak pilih secara cerdas, serta keterlibatan generasi muda dalam pengawasan Pemilu.
Dalam pemaparannya, Susilawati menjelaskan bahwa generasi muda memiliki posisi penting dalam menentukan masa depan bangsa. Menurutnya, kepemimpinan dapat mulai dibangun dari lingkungan terdekat, seperti menjadi ketua kelas, ketua OSIS, maupun mengambil peran aktif dalam berbagai kegiatan di sekolah.
“Generasi muda bukan hanya dipersiapkan sebagai pemilih, tetapi juga sebagai bagian dari pengawasan demokrasi. Karena itu, pelajar harus berani bersikap kritis, tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi, serta berani menolak politik uang dan berbagai bentuk pelanggaran Pemilu,” ujar Susilawati.
Peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab. Dalam negara demokrasi, setiap warga negara memiliki hak untuk menentukan pilihan, sementara Pemilu menjadi sarana bagi rakyat untuk memberikan mandat kepada pemimpin dalam menjalankan kekuasaan dan membuat kebijakan.
Sebagai pemilih pemula, para pelajar diingatkan agar tidak menentukan pilihan hanya karena ikut-ikutan. Pemilih cerdas perlu mengenali calon dengan mempelajari rekam jejak, visi dan misi, serta pencapaian calon. Selain itu, generasi muda juga didorong untuk kritis terhadap informasi yang beredar, khususnya di media sosial, dengan mampu membedakan informasi yang benar, hoaks, kampanye hitam, kritik berbasis data, dan fitnah.
“Jangan memilih hanya karena ikut-ikutan, karena viral, popularitas, tampilan fisik, atau semata-mata mengikuti pilihan orang lain. Kenali calon, lihat rekam jejak, visi dan misinya, kemudian tentukan pilihan berdasarkan informasi yang dapat dipercaya,” pesan narasumber kepada peserta.
Materi juga menekankan pentingnya menolak politik uang (money politics). Pemilih pemula diharapkan memiliki sikap mandiri dan rasional dalam menentukan pilihan serta tidak menjadikan pemberian materi sebagai dasar dalam memilih.
Selain pendidikan demokrasi, peserta diperkenalkan dengan konsep pengawasan partisipatif, yakni keterlibatan masyarakat dalam mengawasi tahapan Pemilu agar berlangsung secara jujur dan adil. Pelajar dinilai memiliki peran strategis karena merupakan bagian dari pemilih muda yang dekat dengan teknologi, memiliki idealisme, serta dapat membantu menyebarluaskan informasi positif mengenai demokrasi.
Dalam konteks pengawasan, peserta diberikan pemahaman mengenai sejumlah hal yang perlu diperhatikan, seperti politik uang, netralitas aparat, pelanggaran kampanye, dugaan pelanggaran, serta penyebaran hoaks dan ujaran kebencian di media sosial.
Para pelajar juga diarahkan untuk memanfaatkan teknologi secara positif. Apabila menemukan dugaan pelanggaran, pelajar dapat melakukan dokumentasi secara aman tanpa memicu konflik dan menyampaikannya melalui kanal resmi Bawaslu, termasuk aplikasi SIGAP LAPOR. Mereka juga diharapkan menjadi agen edukasi di lingkungan keluarga dan masyarakat dengan mengajak orang tua, saudara, teman, serta lingkungan sekitar untuk tidak mudah terpengaruh hoaks politik dan bersama-sama menolak politik uang.
Usai penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan post-test bagi peserta. Post-test tersebut bertujuan mengukur tingkat pemahaman siswa dan siswi terhadap materi yang telah diberikan, khususnya mengenai demokrasi, penggunaan hak pilih secara cerdas dan bertanggung jawab, serta peran pemilih pemula dalam pengawasan partisipatif.
Melalui kegiatan Bawaslu Menyapa Gen Z – Pelajar Siaga Demokrasi, Bawaslu Kota Parepare berharap siswa dan siswi SMAN 3 Parepare dapat menjadi pemilih pemula yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab. Generasi muda juga diharapkan mampu menjadi bagian dari pengawasan partisipatif serta turut mendorong terwujudnya Pemilu yang jujur, adil, demokratis, dan berintegritas.




















