PAREPARE, RADIOMESRA..COM – Rencana menghadirkan layanan air bersih yang dapat langsung diminum dari keran di Kota Parepare terus menuai pembahasan. Menanggapi wacana tersebut, Ketua Komisi I DPRD Kota Parepare, Dr. H. Kamaluddin Kadir lewat program Obras Rabu (03/06/26) mengingatkan agar program ini dikaji secara matang, khususnya terkait kondisi infrastruktur pipa yang ada.
Menurut H. Kamaluddin, konsep air minum langsung dari keran—atau yang dikenal dengan Zona Air Minum Prima (ZAMP)—sebenarnya sudah pernah digagas sejak tahun 2018. Namun, penerapannya membutuhkan standardisasi khusus, mulai dari penggunaan pipa berbahan stainless steel atau High-Density Polyethylene (HDPE) guna memastikan tingkat keasaman (pH) dan kebersihan air tetap terjaga hingga ke rumah warga.
“Kondisi pipa di Parepare ini mayoritas sudah berusia di atas 30 tahun. Tingkat korosif dan potensi kebocoran cukup tinggi. Jadi, kalaupun ada alat penyaring yang dipasang di keran, belum ada jaminan airnya benar-benar steril jika pipanya masih pipa lama,” ujar Kamaluddin. Beliau menambahkan bahwa investasi untuk meremajakan seluruh jaringan pipa di Parepare diperkirakan bisa mencapai Rp300 miliar hingga Rp500 miliar.
Sementara itu, menanggapi keresahan masyarakat mengenai fluktuasi kualitas dan kenaikan harga air galon isi ulang di pasaran, Juru Bicara Fokus Parepare, Mulyadi, meminta dinas terkait untuk turun tangan melakukan pengawasan.
Mulyadi menilai bahwa program air langsung minum dari PDAM dapat menjadi solusi jangka panjang agar masyarakat tidak lagi ketergantungan pada air galon, yang kualitasnya kadang belum tentu terjamin.
“Dinas Perindag dan Dinas Kesehatan harus turun langsung ke lapangan untuk mengecek depot-depot air galon ini. Jangan sampai kualitas kesehatannya diabaikan. Di sisi lain, kita tentu mengapresiasi pemikiran dari direksi PDAM yang berencana menjalin kerja sama demi menghadirkan air keran siap minum, sehingga bisa meringankan beban pengeluaran masyarakat,” pungkas Mulyadi




















