PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Ratusan Ummat Buddha se Sulawesi Selatan dan Barat (se Sulselbar) memadati Auditorium Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kota Parepare untuk menggelar Dharmasanti Waisak ke 17, Ahad (09/06/24).
Dengan mengusung tema Memperkokoh Persatuan dalam Keberagaman, menghadirkan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil) Prov. Sulsel, H. Muhammad Tonang, Rektor IAIN Parepare, K. Hannani, Kakan Kemenag Parepare, H. Fitriadi, Wakil Ketua Dewan Sesepuh Sangha Theravada Indonesia, YM. Bhikkhu Saddahaviro Mahathera, serta mewakili Walikota Parepare, Rustan Asta selaku Kepala Kesbangpol.
Ketua Panitia, Peter menyampaikan beberapa angkaian perayaan waisak yang telah diselenggarakan yaitu pertama melakukan pendalaman dharma yang dipimpin oleh para bhikkhu-bhikkhu dari sangga terawada Indonesia.
Kakanwil Kemenag Prov. Sulsel, H. Muhammad Tonang menyampaikan dalam sambutannya, Kementerian Agama yang saat ini lagi mendorong terus terciptanya perdamaian-perdamaian dan kerukunan.
“Waisak yang kami tangkap bahwa, ternyata dharma Santi adalah bagaimana menselaraskan kehidupan kita, yang menselaraskan rohani kita, menselarakan kehidupan kita terhadap kehidupan alam, baik yang hidup, dan yang tidak hidup. Semua harus kita harmoni antara umat, Harmoni antara umat manusia, begitu juga umat alam lainnya. Tentu keharmonisannya ini yang kita jaga, keharmonisan antara sesama ini bagian terpenting untuk menciptakan untuk saling menghormati dan saling menghargai terhadap sesama terhadap umat ini yang harus tetap kita jaga.” Kata H. Tonang.
Lanjut H. Tonang, dharma Santi salah satu pesannya adalah bagaimana menekan hati, dalam diri adanya kecemasan. Kecemasan, rasa was-was, rasa takut yang menghantui dalam diri tentu yang sering membawa pada penyakit yang menggerogoti dalam bentuk fisik. Kecemasan, ketakutan, untuk menghindari dalam diri maka inilah bentuk kedamaian yang ciptakan.
“Teman-teman para umat Buddha, yang saat ini merayakan waisak bersama, tentu pesan-pesan kedamaian dari perayaan waisak ini tentunya kita harus tebarkan dalam kehidupan sehari-hari kita. Kita tebarkan dalam lingkungan keluarga, kita tebarkan dalam lingkungan umat beragama, kita tebarkan dalam bingkai kebangsaan kita sehingga tercipta kedamaian tercipta kerukunan di antara kita semua.” Terang H. Tonang




















