PAREPARE, RADIOMESRA COM – Pengurus Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor dan Barisan Serbaguna (Banser) menggelar Diklat Terpadu Dasar (DTD) yang ke VII di Pondok Pesantren Zubdatul Asrar Lappa Anging Kec. Bacukiki, Jum’at (03/10/23).
Pembukaan kegiatan DTD Ansor-Banser tersebut dihadiri oleh Pj Walikota Parepare yang diwakili oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Rustam Asta, Kepala Seksi Bimas Islam, HM. Amin Iskandar, Kapolsek Kec. Bacukiki dan Bacukiki Barat, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Parepare, Kiyai Hannani, Ketua PC GP Ansor Parepare, Ketua PC GP Ansor Kab. Barru, serta Ketua Banser Kota Parepare.
Kegiatan DTD ke VII mengusung tema *Mewujudkan kader yang moderat dalam menjaga keutuhan negara kesatuan Republik Indonesia“, yang diselenggarankan selama tiga hari, Jum’at hingga Hari Ahad. Ketua panitia kegiatan tersebut H. Hasan Basri menyampaikan sebanyak 87 orang yang telah mendaftar melalui formulir online.
“Diklat Terpadu Dasar Ansor, Banser diikuti oleh berbagai unsur beserta. Yaitu peserta. Berjumlah sebanyak 80 peserta, terdiri dari unsur dari kementerian agama, dari BUMN, perbankan, dari instansi pemerintah daerah yaitu kominfo dan dinas pendidikan, kemudian dari unsur lain semuanya bergabung sebagai peserta Diklat Terpadu Dasar Ansor Banser. tujuan dan harapan kita adalah semoga semua peserta ini mengikuti kegiatan mulai awal pelajaran materi sampai berakhir acara penutupan,”Ujar H. Hasan Basri
Ia berharap, setelah mengikuti kegiatan DTD ke VII, peserta siap berkhidmat untuk NU serta menjaga keutuhan negara Rapublik Indonesia. Lanjut H. Hasan Basri, Respon dari pejabat pemerintah luar biasa dihadiri oleh walikota Parepare atas Kesbanpol, Kapolres Polsek bacukiki kemudian Camat bacukiki, ketua tanfids NU selaku sebagai rektor dan beberapa unsur unsur lainnya mengikuti kegiatan ini
“Alhamdulillah ini sebuah sejarah selama ada ansor di parepare, karena hari ini kegiatan ini adalah dihadiri oleh puluhan kaum hawa sebagai peserta. Kurang lebih 16 orang hadir sebagai peserta.” H. Hasan Basri.




















