PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Menjawab Tantangan Walikota Parepare HM Taufan Pawe atas keberadaan STIKES Fatima yang baru saja berganti nama dari sebelumnya Akper Fatima, Ketua Yayasan Sentosa Ibu (YSI) yang menaungungi STIKES Fatima Henrika Dwi Nawangsari S, SH., M. Kn saat di temui tim liputan jelajah kota selasa (10/10/23) mengatakan, YSI kedepannya akan melihat minat masyarakat Parepare dan sekitarnya akan mengarah kemana untuk menetapkan prodi baru.
“Dan kita juga lihat kedepannya, kira kira apa yang lebih diminati. Sehingga menjurus nya ke prodi yang banyak diminati. kalau kita pikir kesehatan tidak boleh di duakan itu prioritas. mumpung anak anak muda perlu dibina, di kaderisasi, supaya nanti bisa membawa selain bagi mereka sendiri juga manfaat kepada yang lain, merawat kemanusiaan semuanya mencakup di kesehatan.” Kata Hendrika.
Sementara Ketua STIKES Fatima Parepare Dr. Ners. Hendrik Sampeangin mengungkapkan STIKES Fatima menyiapkan tenaga tenaga Kesehatan bukan sekedar selembar Ijazah saja tapi bagaimana keunggulan Skill dan attitude.
“Kita melihatnya seperti tapi dicari-cari formasi untuk mereka. Kami dapat link yang bisa mempersiapkan mereka tapi itu semua dasarnya bukan ijazah, dasarnya itu adalah skill dan attitude. Mereka harus pekerja keras, mental baja, itu yang laku di pasaran. Itu tantangan kami ke depan walaupun anaknya bersedia, tapi kalau pengetahuannya belum terolah itu juga susah melewati karena banyak kompetitor di seluruh Indonesia, bahkan kalau mau ke Jepang, Jerman itu kompetitornya seluruh dunia. Kita berwawasan dunia juga. Terutama skill dan attitude, kedisiplinan, kedewasaan, tanggung jawab, kejujuran itu yang susah mau di bentuk. Butuh karakter. Karena mereka tidak di asramakan lebih banyak di luar berarti mereka berinteraksi dengan dunia luar kalau dia di asrama gampang beradaptasi.” Ungkap Hendrik




















