PAREPARE RADIOMESRA. COM – Kementerian Keuangan dalam hal ini Kemenkeu Satu Parepare menggelar Press Release kinerja APBN semester I tahun 2022 di O2 Coffee Parepare. Rabu, (13/07/22).
Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Parepare, Alim Afifi. Hadir pula sejumlah pimpinan Kementerian Keuangan lainnya seperti Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Parepare Yusan Jubiantara, Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai (KP BC) Parepare Nugroho, dan Kepala Kantor Pelayanan Kekayaan dan Lelang Negara Parepare yang diwakili oleh Arip Budiyanto.
Kepala KPP Pratama Parepare, Yusan Jubiantara saat dihubungi tim liputan jelajah kota radio mesra kamis (14/07/22) mengatakan Kegiatan ini untuk memberikan gambaran atas perkembangan pelaksanaan APBN dan perekonomian di wilayah Ajatappareng yang meliputi Kota Parepare, Kabupaten Sidrap, Kabupaten Pinrang, Kabupaten Enrekang dan Kabupaten Barru
“Kemarin kami kemenqiu satu yang terdiri dari KPPN Parepare, kantor Pelayanan pajak Parepare, kantor bea cukai Parepare dan kantor lelang negara Parepare mengadakan siaran pers terkait dengan pelaksanaan anggaran untuk wilayah ajjattapareng yaitu kabupaten Baru, kota Parepare, kabupaten Sidrap, kabupaten Pinrang dan kabupaten Enrekang.” Kata Yusan.
Lanjut Yusan kegiatan ini merupakan sinergi di kemenqiu yang biasa sebut kemenqiu satu khusus untuk penerimaan pajak sampai akhir Juni 2022 capaian penerimaan 50,03% atau dalam rupiah sebesar 210 miliar dari target 420 miliar yang ditargetkan di KPP Pratama parepare. Hal ini tentu disokong oleh suksesnya pelaksanaan program pengungkapan sukarela wajib pajak di ajjattapareng kemarin yang mengikuti program pengungkapan sukarela Ada 400 lebih wajib pajak dengan setoran PPH final 39,9 miliar.
“Tentu ini hal yang baik dan kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada masyarakat wajib pajak di wilayah kerja KPP Pratama Parepare. Pertumbuhan Untuk penerimaan juga baik karena jika dibanding dengan tahun lalu untuk penerimaan bruto itu tumbuh sebesar 35% dibanding tahun lalu ini menunjukkan bahwa pemulihan ekonomi sudah terjadi dan diharapkan 6 bulan sejak terakhir untuk 2022 kinerja akan lebih baik lagi.” Terang Yusan.




















