PAREARE, RADIOMESRA. COM — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Parepare melakukan kunjungan audiensi ke Kantor Bawaslu Kota Parepare dalam rangka membahas kerja sama pengawasan partisipatif dan penguatan pendidikan politik bagi masyarakat, khususnya pemilih pemula. Kamis (07/05/26)
Audiensi tersebut diterima langsung oleh Ketua Bawaslu Kota Parepare, Muh. Zainal Asnun bersama jajaran di Kantor Bawaslu Kota Parepare.
Adapun delegasi HMI Parepare yang hadir dalam audiensi tersebut yakni Muh. Syarul, Muh. Agung Dirgantara, Aswar Latif, serta Muh. Ilham.
Dalam pertemuan tersebut, Muh. Zainal Asnun menjelaskan bahwa Bawaslu Kota Parepare tetap berkomitmen menjalankan berbagai program pengawasan dan pendidikan politik meskipun terdampak efisiensi anggaran.
“Kami di Bawaslu Kota Parepare tetap melakukan kegiatan walaupun terdampak efisiensi anggaran. Hal itu tidak melunturkan niat kami untuk terus melakukan sosialisasi pendidikan politik dan memaksimalkan pengawasan partisipatif,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pengawasan pemilu tidak dapat dilakukan sendiri oleh Bawaslu, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kemahasiswaan dan organisasi kemasyarakatan.
Sementara itu, pihak HMI Parepare menyampaikan keinginannya untuk terlibat aktif dalam kegiatan kepemiluan, termasuk berkolaborasi dalam sosialisasi ke kampus-kampus maupun sekolah-sekolah.
“Kami selama ini juga telah melakukan sosialisasi terkait pencegahan peredaran narkoba di beberapa sekolah. Mungkin kami juga bisa dilibatkan dalam kegiatan Bawaslu saat melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah. Karena itu kami ingin bersilaturahmi sekaligus terlibat dalam pengawasan pemilu ke depan,” ungkap perwakilan HMI Parepare.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Bawaslu Kota Parepare menyampaikan bahwa gagasan kolaborasi bersama HMI sejalan dengan program penguatan pengawasan partisipatif yang tengah dijalankan Bawaslu.
“Ini sejalan dengan apa yang kami lakukan. Kami juga berpikir untuk mengundang teman-teman ormas dan melakukan kerja sama resmi. Jika memang kita sepakat untuk bekerja sama, maka bisa dijadwalkan pelaksanaannya dan dilanjutkan dengan Perjanjian Kerja Sama (PKS),” jelasnya.
Dalam diskusi tersebut juga dibahas pentingnya pengawasan partisipatif terhadap isu-isu strategis kepemiluan, khususnya terkait pemilih pemula dan sistem pemilihan legislatif.
Dari HMI menilai keterlibatan berbagai stakeholder di masing-masing wilayah sangat penting agar pengawasan pemilu dapat berjalan maksimal dan adaptif terhadap perkembangan sistem politik.
“Ke depan ini menjadi tugas berat bersama. Money politik masih terus bergulir dan pengawasan pemilu membutuhkan regulasi yang kuat. Karena itu, pengawasan partisipatif harus terus diperkuat melalui kolaborasi antara Bawaslu dan organisasi masyarakat,” katanya.
Ia juga mengapresiasi pola pikir HMI Parepare yang dinilai memiliki perhatian terhadap isu demokrasi dan pengawasan pemilu.
“Kami mengapresiasi teman-teman HMI yang mau membahas hal-hal strategis seperti ini. Bawaslu tidak bisa berdiri sendiri tanpa keterlibatan masyarakat atau teman-teman semua. Inilah tujuan kita bersama dalam bekerja sama untuk meningkatkan pengawasan partisipatif,” tutupnya.




















