PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Komunitas Masyarakat Peduli Bangsa (KMBP) Parepare menggelar Dialog Publik menghadirkan tokoh nasional H. Muhammad Said Didu di Masjid Andalusia, Lantai 2, Jalan Atletik Selatan, Parepare Ahad, (24/09/25).
Dialog kebangsaan ini mengangkat tema kritis sekaligus reflektif: “Mengurai Kegelapan Menuju Indonesia Emas: Mampukah Prabowo Membenahi Kerusakan Warisan Jokowi?” Tema tersebut dipilih sebagai ruang diskusi terbuka, di mana masyarakat diundang untuk mengajukan pertanyaan, menyampaikan pendapat, dan memberikan pandangan terkait masa depan bangsa.
Dewan Penasehat KMPB H. Andi Abd. Rahman Saleh SE dalam sambutannya mengatakan Salah satu keunggulan H. Muhammad Said Didu karena beliau adalah mantan sekretaris kementerian BUMN 2005 sampai 2010, boleh juga mantan anggota DPR RI dan mantan stafsus kementerian ESDM.
“Mungkin cukup sedikit orang yang mau mengungkapkan data-data, persoalan-persoalan bangsa yang seperti beliau lakoni. Inilah keunggulan pak said Didu bahwa beliau mampu memberikan data perbandingan bukan sebatas teori, tapi data-data praktis terkait dengan kondisi bangsa yang kita rasakan. Oleh karena itu, teman-teman dari Komunitas Masyarakat Peduli Bangsa Parepare mencoba mengangkat satu tema diskusi politik kebangsaan, yaitu mengurai kegelapan menuju Indonesia emas, ada juga yang memperlihatkan menuju Indonesia cemas, karena kelihatannya tidak ada titik harapan kegelapan.” Kata Rahman Saleh.
Sementara Sekertaris komunitas KMBP kota Parepare Gustam mengungkapkan Yang melatar belakangi diskusi tersebut adalah bagaimana melihat kondisi bangsa yang semakin carut marut.
“Kita rasakan semua, bagaimana dari sisi politisnya, dari segi ekonominya, dari segi sosialnya, ada di mana-mana, ekonomi. Kemudian daya beli yang menurun, kepastian hukum yang tidak jelas, tentu ke semuanya ini yang menjadi ke prihatinan kita semua. Bukan hanya mungkin keprihatinan, beliau kakanda H. Said Didu tetapi ini menjadi keprihatinan kita juga di daerah-daerah. Jadi jangan pernah kita apatis berpikir, bahwa ini bukan urusan kita, daerah. Tapi ini menjadi bagian dari pada tanggung jawab kita, terhadap kehidupan dan kondisi negara kita kondisi negara kita ini semakin sulit.” Ungkap Gustam.
Dialog publik ini bukan sekadar forum politik, melainkan ajang pendidikan kebangsaan. Publik didorong untuk kritis namun tetap elegan dalam menyuarakan aspirasi. Kehadiran Said Didu, yang dikenal sebagai sosok kritis dengan tagline “Manusia Merdeka,” mempertegas semangat keterbukaan tersebut.




















