PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Pemerintah kota Parepare melalui lurah Watang Bacukiki mengapresiasi keberadaan program CSR dari Pertamina yang menyasar wilayah kerjanya. Hal tersebut di sampaikan lurah Watang Bacukiki saat di temui tim liputan jelajah kota saat berkunjung ke rumah warga penerima manfaat kampung berdirikari energi bio gas Rabu (13/08/25).
Lurah Watang Bacukiki Nurmuhliza mengatakan, program CSR dari Pertamina ada beberapa yang sudah masuk ke kelurahannya diantaranya yang lebih unggul itu yaitu biogas yang bisa meningkatkan perekonomian keluarga yang ada di watang Bacukiki.
“Apalagi kemarin UMKM itu, sudah memakai biogas CSR Pertamina membuat program di kelurahan ini, selain itu bukan hanya UMKM, di kesehatan juga berkaitan dengan dahsat, atau dapur sehat atasi stunting itu CSR Pertamina juga masuk di dalamnya. Memberikan peralatan untuk dapur dahsat dan itu PMTnya juga, jadi balita setiap kita mengadakan posyandu di kelurahan watang bacukiki itu ada 6 posyandu, setiap kegiatan posyandu pasti ada PMT dari CSR Pertamina lewat dari dahsyat dapur sehat atasi stunting.” Kata Nurmuhliza.
Lanjut Nurmuhliza, untuk saat ini ada 30 penerima manfaat dari 20 titik. Jadi RW 1, RW 7, RW 5, dan ada beberapa RW termasuk RW 4.
“Biasanya kendalanya di ternak, apalagi biasa kalau musim idul Adha biasa habis sapinya terjual. Jadi ini biogas harus ada ternakya, ternak yang dikandangkan. Harapan kami, Alhamdulillah kami, dari pemerintah kelurahan sangat mendukung dan mensuport kegiatan ini, Apalagi ini kegiatan dan program ini berkelanjutan dari tahun 2021 sampai sekarang, masih terus berlanjut programnya CSR Pertamina. Jadi semoga kegiatan ini akan berlanjut, apalagi sekarang, sekaitan dengan wisata berkelanjutan pertamina juga akan mendampingi kami di kelurahan watang Bacukiki bukan hanya biogas.” Kata Nurmuhliza.
Sementara Warga penerima Manfaat Program biogas Pertamina Amelia merasakankan sangat terbantu perekonomiannya dari program CSR Pertamina tersebut.
“Kalau ini dari Pertamina bagus, tinggalkan dialirkan air, terproses sendiri dari 2000 sangat menolong, karena sehari hari kami tidak beli gas, paling dua atau tiga dipakai dalam satu bulan untuk sehari-hari tidak pernah lagi. Hanya pakai gas dari biogas tidak ada kesulitan didapatkan, tinggal putar menyala lebih tinggi, kalau awal memang bau kotoran sapi, tapi kalau lama tidak lagi. kalau misalnya dia bocor pasti dia pasti berbau terus dan cepat habis, tidak berpengaruh ke masakan sama saja tidak ada bedanya. tergantung saja kalau kita mau cepat cepat kasih kencang atau apinya dikasih besar kompornya dari Pertamina semua tinggal pasang dia juga yang tadi gali di belakang.” Ungkap Amelia.
Amelia mengakui dengan memelihara sapi hanya tiga ekor untuk saat ini, selain kebutuhan dirinya akan bahan bakar bisa terpenuhi dirinya juga merasa senang bisa membantu tetangga denganenyakurkan biogas dari sapi ternaknya ketetangga untuk 5 rumah.




















