PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Pemerintah Kota Parepare Melalui Dinas Tenaga kerja Koperasi dan UMKM Melaksanakan program pendampingan Terkait dengan pemberdayaan koperasi Merah-Putih. Selama 2 hari dari Rabu-Kamis (16-17/07/25) Gedung BRI lantai 3 Jl. Karaeng Burane kota Parepare.
Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan UMKM Basuki Busrah pada tim liputan jelajah kota radio mesra Kamis (17/07/25) mengatakan Politehnik ujung pandang itu menyiapkan paket pendampingan dan pelatihan dan yang sifatnya pengabdian masyarakat. Dan kegiatan ini gratis.
“Ini yang kita syukuri, karena koperasi merah putih mendapatkan pendampingan dan pelatihan itu, selama kurang lebih 4 kali pertemuan. Mulai dari penyusunan bisnis plant, sampai pada mekanisme penyusunan atau pelaporan keuangan. Mudah-mudahan, ketua koperasi, wakil ketua, serta bendahara koperasi, memahami betul aspek-aspek yang harus kita kuasai, khususnya dalam penyusunan proposal bisnis untuk mendanai atau untuk membiayai usaha koperasi nantinya. Karena bagaimanapun, dana yang akan kita pinjam ini, bukan dana hibah, tapi dana pinjaman yang harus kita kembalikan berdasarkan kinerja usaha atau bisnis koperasi.” Ucap Basuki.
Lanjut Basuki menerangkan, koperasi merah putih ini, selain membantu masyarakat UMKM dalam bentuk pembiayaan, juga bisa saja ada zona lahan, atau aset-aset strategis yang bisa dikerjasamakan, antara pemerintah, koperasi dan UMKM, supaya nanti betul-betul ada optimalisasi pemanfaatan aset untuk pemberdayaan masyarakat dan UMKM. Berdasarkan sosialisasi yang dilakukan oleh 7 kementerian itu, khususnya kementerian koperasi, bahwa setiap koperasi ini akan diberikan plafon pinjaman sebesar 3 miliar, dan dasar perhitungannya, adalah sesuai dengan kemampuan kinerja, dan usaha dari masing-masing koperasi yang dituangkan dalam bisnis plain.
“Contoh misalnya, bisnis plant itu dibuat itu satu miliar, kemudian setelah bisnis plan, itu dipelajari oleh pihak perbankan, kemampuan ternyata hanya 500 juta, mungkin hanya 500 juta yang dikucurkan kepada koperasi itu. Makanya pendampingan pada hari, untuk membekali para ketua koperasi dan wakil ketua bidan usaha, supaya benar-benar bisa optimal dalam menyusun bisnis plan, tentu dengan mempertimbangkan semua aspek, legalitas, keuangan, kinerja SDM, dan mitigasi, jika terjadi misalnya kemacetan dalam usaha semua itu harus dipertimbangkan baik-baik.” Ungkap Basuki




















