PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Majelis Daerah KAHMI Parepare menggelar Halal bihalal dan dialog kebangsaan dengan tema mengurai kegelapan dan menggagas Indonesia baru di Andalusia Instute Jalan Atletik Kota Parepare. Ahad (27/04/25)
Kegiatan tersebut di hari sejumlah tokoh KAHMI Parepare dan juga Wasekjend Majelis Nasional KAHMI Andi Tobo Haeruddin, Ketua MD KAHMI Parepare M. Rahmat Sjamsu Alam, Sejumlah Senior KAHMI Parepare Seperti Nur Azis, Baktiar Abu Bakar, H. Rahman Saleh dan Sejumlah Tokoh KAHMI Parepare dan Barru
Dalam kesempatan tersebut mengatakan Tema yang di pilih sangat kritis dan cerdas karena ini mengangkat dua poin, tentang bagaimana fakta bangsa hari ini, bagaimana mencari solusi untuk Indonesia lebih baik ke depan.
“Saya memulai dari awal, bahwa awal rusaknya bangsa ini, ketika undang-undang diamandemen sudah beberapa kali, sudah seringkali diamandemen, dan selalu kita protes, tapi kita tidak mampu, kita tidak boleh juga menyalahkan anggota DPR yang ada di Senayan, karena ada beberapa yang idealis ada juga yang lebih banyak ikut apa kata ketua umum. Karena, saya juga terlibat langsung pada saat penolakan omnibuslaw, dua hari sebelumnya semua ketua fraksi dikumpul untuk membicarakan apa sebenarnya keuntungan dan kekurangan rancangan undang-undang tersebut.” Kata Andi Tobo.
Lanjut Andi Tobo Ternyata lebih banyak mudoratnya, sehingga 9 partai minus PKS dan Demokrat. Karena dua partai sebelumnya oposisi itu sepakat menolak yang namanya undang-undang Omnibuslaw.
“Kita tahu, bahwa kau tebalnya undang-undang ini 15 cm. Kalaupun mau dibaca atau di dalami, orang anggota DPR mungkin 1 bulan bagi anggota DPR yang cerdas. Bagi tidak cerdas butuh waktu 3-4 bulan, karena kenapa, itu tadi tebal dan dalam penyusunan ini harus diakui ada beberapa LSM dari Amerika dari Cina yang ikut memberi input terhadap bagaimana yang akan dimasukkan dalam undang-undang ini, alhasil ini dipaksakan, walaupun teman-teman adik-adik termasuk HMI yang sempat demo.” Ungkap Andi Tobo




















