PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Anggota Banggar DPRD kota Parepare yang juga ketua Harian Partai.Gerindra Lewat Program Obras Senin (27/05/24) menjelaskan kepala daerah untuk berkreasi sendiri membuat program sekarang di 2023-2024 blok grade itu sudah di ubah.
“DAU bersifat bir market atau spesifik grade. Jadi penempatan anggaran yang sudah disampaikan oleh pemerintah pusat kepada daerah, itu sudah ditentukan anggaran-anggaran, seperti penempatan anggaran untuk infrastruktur 40%, belanja pegawai 30%, pendidikan 20 %, kesehatan 10%, walaupun di aturan undang-undang kesehatan yang terbaru, mandatory spending itu sudah dihilangkan, tapi di dalam tubuh APBN dan APBD tetap mencantumkan proporsi APBN dan yang di negara ini APBN dan APBD itu masih di atas 10%.” Terang Dr. Kamaluddin.
Lanjut Caleg terpilih pileg 2024 Dapil Ujung ini, karena ada beberapa kewajiban yang harus di penuhi terutama program JKN. Dari keseluruhan anggaran yang turun ini jangan sampai sudah di tentukan anggarannya sementara oleh bakal calon tidak pernah menyampaikan disebut kan orang-orang yang berada dalam lingkaran tim nanti tidak sejalan.
“Makanya juga kami dari DPRD sudah pernah saya jelaskan juga bahwa ada RPJD yang bisa di pedomani sebagai cikal bakal dari pada program yang akan dibuat daripada calon kepala daerah. Ini membuat itu harus di elaborasi. Ada beberapa UU di undang-undang dasar sudah disebut alokasi alokasi anggaran seperti itu kemudian turunan turunannya ini sudah dijelaskan.” Ungkap Dr. Kamaluddin.
Ketua Percasi kota Parepare ini juga menambahkan, jangan sampai nanti menyampaikan program yang sifatnya menjanjikan dan luar biasa pada akhirnya nanti tidak bisa terlaksana dan perlu diketahui bahwa alokasi APBD ini jumlah APBD ini cuma berkisaran 930 miliar kalau sudah terpatok di mandatory spending ini harus dipenuhi kewajiban kewajiban yang harus dipenuhi.
“ketika ini tidak dipenuhi kita akan menjadi di evaluasi oleh gubernur untuk mendapatkan persetujuan lebih lanjut, oleh gubernur ketika alokasi daripada mendatory spending ini tidak terpenuhi akan menjadi catatan.” Tambah Dr. Kamaluddin.




















