PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Calon Anggota DPRD dari dapil ujung Partai Umat H. Andi Abd. Rahman Saleh menilai politik uang saat ini sudah semakin terang. Lewat Program IBH Caleg Bicara pada Sabtu (31/10/23) lalu Rahman Saleh mengungkapkan untuk satu suara pada pemilu mendatang sudah ada permintaan yang menembus angka 300 ribu.
“Saya lihat untuk fenomena di pemilu kita di Indonesia hukum permintaan dan penawaran sekarang sudah berhembus penawaran. Ada yang 300, inilah pangkalnya yang merusak demokrasi padahal. Kita pikir bahwa dari sisi aturan yang ada sudah ada Bawaslu, KPU.” Kata Rahman Saleh
Politisi Berlatar belakang mubalig ini juga menyoroti kerja kerja Bawaslu sebagai otoritas yang harusnya mengawasi atau mencegah beredarnya politik uang tersebut.
“Tapi kita lihat sendiri, bagaimana mereka mereka yang lolos ini, mereka yang semua tinggi penawarannya. Kita berfikir dimana Bawaslu, di mana aturannya. Sehingga saya pernah berpikir sedikit nakal, lebih baik sekali dihilangkan saja, hapus. Kalau dihapus, pertama tidak ada lagi biaya untuk menggaji Bawaslu. APBN, APBD sudah selesai atau minimal pengeluaran negara uang untuk Bawaslu daerah tidak perlu biaya i. Coba bayangkan gaji Bawaslu berapa, disewakan rumah, perjalanan dinasnya, koordinasi ke mana-mana. Cukup KPU saja yang kita buat karena ini adalah hukum pasar nya.” Jelas Rahman Saleh.




















