26.3 C
Pare-Pare
Rabu, Juli 15, 2026
spot_img

Dinas Perdagangan bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah Kota Parepare Lakukan Inspeksi Mendadak

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Pemerintah Kota Parepare dalam hal ini Dinas Perdagangan (Disdag) bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Parepare melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di Pasar Rakyat Lakessi dan beberapa ritel di Parepare, Jumat, (01/04/22).

Sidak untuk mengecek harga dan ketersediaan bahan pokok memasuki bulan Ramadan 1443 Hijriyah.

Sidak yang dipimpin Kepala Dinas Perdagangan Parepare, Prasetyo Catur, bersama Kepala Dinas Ketahanan Pangan Parepare, Muhammad Nur, Plt Kabag Perekonomian dan SDA, Rudy M, serta anggota tim lainnya menemukan harga beberapa komoditas bahan pokok yang bervariasi dan berfluktuasi. Kecuali minyak goreng, stok bahan pokok lainnya cukup tersedia. Bahkan harga minyak goreng curah menembus Rp20 ribu per liter atau melampaui HET Rp14 ribu per liter.

“Kami bersama tim TPID melaksanakan kunjungan ke pasar lakessi guna mengetahui ketersediaan bahan pokok pangan dan kelangkaan barang barang yang ada di pasar lakessi. Begitu pula dengan intervensi harga yang ada di pasar lakessi,” kata Prasetyo di sela Sidak.

Hasil Sidak, kata dia, tidak ditemukan kenaikan harga yang signifikan dan stok bahan pokok dan bahan pangan dipastikan aman selama Ramadan. Kalaupun terjadi kenaikan harga dipicu bersamaan dengan kenaikan PPN dari 10 persen menjadi 11 persen.

“jadi hari ini kami bersama tim TPID. Ternyata dipasar ini bervariatif ada memang barang yang langka seperti minyak goreng, Alhamdulillah barang kebutuhan lainnya bisa terpenuhi selama bulan Ramadhan kedepan. Terkait harga mulai 1 april ini terjadi kenaikan ini terjadi bersamaan dengan kenaikan PPN dari 10% menjadi 11%. Dan barang barang kebutuhan lainnya naik dikarenakan dengan kelangkaan BBM utamanya jenis solar. Kami memantau daging bahan pokok yang lain termasuk ikan, telur, ayam dan ayam kampung. Kami pantau seluruhnya untuk harga ada beberapa yang naik dan ada juga yang mengalami penurunan seperti cabe” ungkap Prasetyo.

Pemicu lain, kata dia, yang mengakibatkan beberapa harga bahan pangan naik, yakni kelangkaan BBM jenis Solar, yang berdampak pada lambatnya distribusi barang.

Sementara harga minyak goreng, kata Prasetyo, ditemukan bervariatif utamanya minyak goreng curah yang belum memenuhi HET yang telah ditetapkan oleh Pemerintah. (*)

 

Most Popular

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
  • https://radioku.my.id:8243/mesra
  • Radio Mesra Parepare