31.4 C
Pare-Pare
Kamis, Oktober 29, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 700

Pertamina Naikkan Gas Non Subsidi

0

MAKASSAR, RADIOMESRA. COM – Pertamina (persero) melalui PT Pertamina patra niaga, sub holding commercial & trading PT pertamina (persero) resmi menaikkan harga gas elpiji non subsidi, kenaikan harga itu berlaku sejak 27 februari. Harga gas elpiji yang naik adalah ukuran 12 kilogram dan 5,5 kilogram, gas melon berukuran 3 kilogram tetap.

Supervisor Communication and Relation Pertamina regional Sulawesi, Taufiq Kurniawan, yang dihubungi membenarkan jika ada kenaikan harga gas elpiji non subsidi yakni ukuran 12 kilogaram dan 5,5 kilogram (bright gas).

“Bahwa memang terjadi elpiji tetapi hanya yang non subsidi yang biasa kita kenal bright gas untuk varian yang 5 1/2 kilo dan 12 kg sedangkan untuk 3 kg itu harga tetap menyesuaikan harga eceran tertinggi yang ditetapkan pemda masing-masing. kenaikannya variatif untuk disulsel sendiri itu harganya sekarang yang baru harga ex agen untuk elpiji 5,5 kg 92 rb harga ex agen untuk elpiji 12 kg 189 rb untuk refil dua harganya tadi kenaikan ini sejak tanggal 27 Februari 2022.” Kata Taufik.

Lanjut Taufik, kenaikan disebabkan oleh kondisi global minyak dan gas di dunia yang secara pasar global itu mengalami kenaikan 27% berdasarkan kontrak yang biasa dikenal dengan CBE dibandingkan dengan bulan Desember tahun 2021 tetapi komsumsi disulawesi atau disulsel itu hanya sekitar 10% untuk bright gas 5 kg dan 12 kg sedangkan 3kg masih mendominasi sekitar 90%.

“Jadi harapannya kenaikan ini tidak menggangu stabilitas harga karena elpiji 3kg tidak ada kenaikan. Kami sampaikan konsumen itu harus adaktif karena harga non subsidi baik BBM maupun elpiji itu adalah fluktuatif berdasarkan naik turun berdasarkan kondisi pasar dunia karena kita juga ada aturan global dimana kita membeli minyak dan gas itu harus dari harga pasar dunia Harapannya ini sudah diatur dalam peraturan presiden. ” Tetang Taufik.

Taufik menambahkan Pertamina bisa melakukan penyesuaian dalam hal ini sehingga masyarakat harapkan bisa adaktif menyesuaikan dan apabila ada pertanyaan apakah mungkin suatu saat harga elpiji bisa turun sangat bisa menyesuaikan dengan kondisi harga pasar elpiji di dunia tentunya disesuaikan dengan dimen yang ada terkait gas dan minyak bumi di dunia.

Per 1 Maret PAM Tirta Karajae Perlakukan Penyesuaian Tarif

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Parepare yang kini sudah berganti menjadi Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PAM) Tirta Karajae Parepare, resmi melakukan penyesuaian tarif mulai 1 Maret 2022. Dengan tarif baru ini ada kenaikan rata-rata 50 persen untuk setiap kelompok pelanggan.

Direktur PAM Tirta Karajae Parepare, Andi Firdaus Djollong mengatakan, penyesuaian tarif yang baru dilakukan setelah delapan tahun ini pastinya harus dibarengi dengan peningkatan kualitas pelayanan.

“Tarif lama sejak 2013 dan yang baru berlaku tahun 2022 ini. Tarif lama perdanya 2013 yang baru ini kita berlakukan pada 1 Maret 2022. Sebagaimana ketentuan pasal 15 ayat 3 perusahaan daerah kota Parepare nomor 10 tahun 2021 itu Perda yang disepakati oleh DPRD Parepare mengubah PDAM menjadi perumda dan berdasarkan ketentuan Perda 2013 kita cabut berdasarkan perwali yang terbaru. Dalam tarif itu dulu itu dibahas di DPRD dan ini cukup perwali tetapi perumda ini sudah berjalan 3 bulan. Kami sudah diskusikan dengan teman-teman di DPRD khusus komisi tiga minta pandangan dan tidak ada masalah kami juga sudah publis di beberapa media menyampaikan akan ada kenaikan tarif” Kata Andi Firdaus.

Lanjut Firdaus, penyesuaian terbaru berlaku mulai 1 Maret Adapun persentase kenaikan yaitu rata-rata 50%.Jadi sepanjang 8 tahun ini penyesuaian yang di lakukan hanya 50% karena sangat mengerti kondisi pelanggan takutnya kalau terlalu besar itu pelanggan akan menjerit.

“Sebetulnya kalau mengikuti hasil konsultasi dengan biro ekonomi provinsi Sulawesi Selatan dan dihadiri oleh seluruh direktur ke Sulawesi Selatan tarik bawah itu Rp. 4.000 lebih dan tarif tertinggi Rp12.500. Kalau kita berdasar di situ Itu terlalu besar sehingga Kami menganggap yang penting tarif rata-rata PDAM itu sudah memenuhi PCR maka itulah yang disepakati sehingga tarif paling rendah kami itu 1500 dan tertinggi 12.000 sehingga kami tetap mengacu pada pembahasan biro ekonomi provinsi Sulawesi Selatan dan para direktur PDAM dengan penyusunan angka-angka yang disepakati oleh pdam berdasarkan hitungan hitungan pembiayaan pembiayaan yang kami lakukan sebagaimana tahun lalu.” Kata Firdaus

Tambah mantan Wakil Ketua DPRD kota Parepare ini, Dan adanya kenaikan ada sekitar 3 miliar lebih sehingga posisi pilihan itu sudah FCR secara Role sudah bisa ada keuntungan secara akuntansi sehingga mudah-mudahan sudah bisa memberikan deviden kepada pemerintah daerah tahun depan

“Keinginan bapak wali kota agar PDAM ini betul-betul mandiri tidak disuplai lagi oleh APBD yang selama puluhan tahun itu disuplai oleh dana penyertaan modal Pemerintah daerah yang jumlahnya sudah 75 miliar lebih belum pernah memberikan deviden kepada pemerintah. Berdasarkan regulasi yang ada memang untuk membuat kemandirian PDAM ini mesti tarif yang disesuaikan sehingga Full Cost Recovery (FCR) sehingga pembiayaan pembiayaan manajemen, apakah itu produksi, transmisi, administrasi, listrik dan seterusnya itu sudah bisa diatasi oleh PDAM tanpa mengandalkan bantuan APBD.” Terang Andi Firdaus.

Kenaikan tarif ini akan ada peningkatan pelayanan maksimal mangkanya dirinya mulai menata internal organisasinya, loket sudah benahi supaya pelanggan bisa nyaman.

“Kita juga membuat suatu sistem pelatihan pendidikan pelatihan bagi karyawan PDAM untuk melakukan transformasi pengetahuan pengalaman dalam rangka mengisi skill keterampilan pegawai sehingga memudahkan untuk melakukan pelayanan dan beberapa tugas-tugas tertentu kita juga sudah kembangkan. kenaikan tarif ini dalam rangka membiayai banyak hal dan mudah-mudahan sesuai target kami melayani pelayanan itu mesti maksimal meskipun keluhan pelanggan masih banyak terkait kuakitas Air” Tutup Firdaus.

 

Hut Kota Parepare ke – 62 Tahun, Taufan Pawe Resmikan 10 Proyek Pemkot Parepare

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM  – Wali Kota Parepare, Taufan Pawe meresmikan 10 proyek hasil pembangunan Kota Parepare tahun 2021. Penandatangan prasasti peresmian proyek tersebut disaksikan langsung Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman dan Ketua DPRD Sulsel Andi Ina Kartika Sari, dalam Rapat Paripurna dalam Rangka Hari Jadi Kota Parepare yang ke – 62 tahun, di Kantor DPRD Kota Parepare, (01/03/22).

10 proyek yang diresmikan yang dilaksanakan Tahun 2021 dengan total anggaran sebesar Rp. 85,4 Miliar diantaranya:

1. Pembangunan Gedung Covid Center;
2. Pembangunan Gedung Infeksi, IPSRS dan Renovasi Ruang Brain Center;
3. Rehabilitasi Sedang/Berat Sarana, Prasarana dan Utilitas Sekolah;
4. Pembangunan Anjungan Cempae;
5. Pembagunan Pusat Kuliner Cempae;
6. Rehabilitasi dan Rekonstruksi Jalan;
7. Betonisasi/Revitalisasi Jalan Lingkungan;
8. Pengadaan Rumah Impian dan Perbaikan RTLH bagi MBR;
9. Pembangunan Mal Pelayanan Publik
10. Pembangunan Gedung Kantor PKP;

Wali Kota Parepare, Taufan Pawe dalam sambutannya mengatakan, Pemerintah Kota Parepare telah menetapkan tahun 2022 sebagai Tahun Pemulihan Ekonomi Berkelanjutan, artinya kebijakan Pemerintah Kota Parepare terkait Pemulihan Ekonomi tetap berlanjut dan semakin mengoptimalkan upaya-upaya dalam pemulihan ekonomi, termasuk protokol kesehatan tetap dilaksanakan secara ketat.

Pria yang akrab disapa TP ini turut memberberkan data Pertumbuhan Ekonomi Kota Parepare. Dari data tersebut, tahun 2019 adalah 6,65 %. Mengamali peningkatan dibandikan tahun 2018 yang hanya 5,58%. Namun pada tahun 2020 di masa pandemi, angka pertumbuhan ekonomi terkoreksi menjadi 0,08 %.

“Tapi kini melalui dukungan semua jajaran pemerintah Kota Parepare, Alhamdulillah pertumbuhan ekonomi Parepare sekarang ini sudah mulai bangkit yaitu 4,41 %. Ini adalah angka yang saya rasa sedikit demi sedikit di masa pandemi ini menunjukkan progres kerja- kerja nyata kita,” katanya.

Wali Kota Parepare dua periode ini turut mengungkapkan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Parepare yang tumbuh signifikan. Di awal masa pemerintahan Taufan Pawe si Tahun 2013 PAD Parepare hanya Rp 72 miliar. 2014 mulai meningkat menjadi Rp 112 miliar. Tahun 2015 Rp 115,3 miliar. Tahun 2016 Rp 136,3 miliar. Tahun 2017 Rp 140,6 miliar. Tahun 2018 Rp 134,3 miliar. Tahun 2019 Rp 137,7 miliar. Tahun 2020 Rp 142,9 miliar. Tahun 2021 161,2 miliar.

“Saya atas nama Pemerintah Kota Parepare mengucapkan terima kasih dann penghargaan setinggi tingginya kepada kita semua yang hadiri disini di acara suka cita kami ini HUT Kota Parepare. Saya berkeyakinan kehadiran bapak Plt gubernur Sulsel adalah bagian tanggung jawab dan koordinasi. Saya sebagai kepala daerah akan berkomitmen kuat mendukung dan mensuport serta bersinergi dengan pemerintah Provinsi Sulsel,” pungkasnya.

Dinas PUPR Parepare Perbaiki Sejumlah Jalan Yang Rusak, Termasuk di Jl. Mattirotasi

0

PAREPARE, RADIOMESRA.COM – Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Parepare, Jum’at (25/02/22) kemarin memperbaiki sejumlah ruas jalan yang berlubang di sejumlah titik di Parepare.

Ruas jalan yang diperbaiki tersebut menurut Pelaksana Tugas (PLt) Kepala Dinas PUPR Parepare Ir. Samsuddin Taha tersebar disejumlah lokasi di Parepare seperti dijalan mattirotasi.

“Kami sangat mengerti bahwa ruas di mattirotasi ini sangat banyak dikeluhkan masyarakat, nah titik ini sudah diperbaiki dengan cara ditutupi lubang lubangnya”jelas Samsuddin Taha

Di Jalan Mattirotasi untuk sementara memang hanya ditambal yang berlubang karena kedepan jalan tersebut.akan di beton kembali.

“Jadi ditambal saja dulu untuk pemeliharaan karena akan dilakukan pengecoran, tapi ini masih dalam tahap lelang perencanaan. Setelah itu masuk lelang fisik,” ungkap Samsuddin Taha yang juga kepala Bappeda kota Parepare. (Lap. AL)

Pasha Ungu Siap Jadi Juru Kampanye Pilwalkot PAN

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Nama ketua Dewan Pimpinan Daerah DPD Partai Amanat Nasional (PAN) kota Parepare Musdalifah Pawe terus bergema diterikkan sejumlah kader dan pengurus PAN untuk maju pada perhelatan wali kota Parepare 2024 mendatang saat berlangsung silaturahmi bersama Ketua DPP Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) Sigit Purnomo Said

Sekertaris DPD PAN Parepare Sapar Muhtar dihubungi tim liputan Jelajah Kota Radio Mesra Senin (28/02/22) membenarkan hal tersebut, menurut Sapar, dorongan kepada Musdalifah Pawe untuk maju di Pilwakot Parepare memang sangat diharapkan oleh kader PAN

“DPD PAN kota Parepare nantinya setelah menyelesaikan seluruh agenda dan tahapan pemilu Legislatif maka tentu kita harus mempersiapkan diri dan memprioritaskan mengusung kader sendiri dalam hal ini ketua DPD PAN kota Parepare ibu Hj. Musdalifa Pawe untuk berkompetisi dalam pemilihan kepala daerah.” Kata Safar.

Lanjut Safar, PAN sangat siap dan telah mengukur potensi dan kekuatan bahwa benar Hj Musdalifah Pawe memiliki seluruh potensi untuk maju pada pemilihan wali kota Parepare.

“Hal ini juga di sampaikan oleh ketua Umum BM PAN tadi malam yang juga ketua salah satu unsur wakil ketua DP PAN Bapak Sigit Purnomo Said beliau siap menjadi untuk menjadi jurkam nantinya dipilkda Parepare. Beliau sangat mensuport dan menyalakan membakar semangat kader Pan untuk secara total bekerja baik pada pemilu Legislatif maupun pada pilkada nanti nya.” Jelas Owner Rumah Palekko A2.

Merespon hal tersebut, Ketua DPD PAN Parepare, Musdalifah Pawe mengatakan, partai yang dipimpinnya saat ini diharapkan bisa diperhitungkan pada Pilkada mendatang akan mengusung kader sendiri.

Kadis Pendidikan Minta Guru Bahasa Daerah Hadirkan Inovasi Pembelajaran Bahasa Bugis

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Banyak bahasa daerah sekarang yang terancam punah akibat kurang penghargaan pada bahasa daerah. Hal tersebut di sampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Parepare Drs. Arifuddin Idris Saat memberi Sambutan pada penutupan Festival Tomaugi (Pitenggesso mabbahasa ugi) di Balai Ainun Ahad (27/02/22).

“Hari ini satu bentuk kegiatan yang sangat momentum untuk kita coba merefresh balik apa bentuk-bentuk kegiatan kita selama ini sudah mampu menjawab keraguan akan punahnya bahasa daerah Bugis. Tentunya ini sangat berat dan panjang tapi harus tapi karena dukungan pemerintah daerah melalui dinas pendidikan saya pikir kegiatan ini akan berjalan. Ada hal menarik tentang bahasa daerah. Kita tahu bahwa di sekolah masih diajarkan pelajaran bahasa daerah bahkan kami masih wajib kan cuma regulasinya yang itu-itu saja perlu diperbaharui supaya lebih update sesuai kebutuhan.” Kata Arifuddin.

Lanjut Arifudfin, dirinya pernah mengatakan kalau guru bahasa daerah hanya selalu mengajarkan ka ga ngang ka dan seterusnya pasti punah karena hanya disuruh membaca dan menulis daerah tapi tidak diaplikasikan. Saat ini dirinya melihat sekarang ini lebih dominan bahasa Indonesia jika berkomunikasi dengan keluarga mestinya di perbanyak berinteraksi dengan keluarga dengan menggunakan bahasa daerah.

“Sehingga saya katakan regulasi perlu ada dan guru harus inovatif. Ada hal menarik bahwa kalau anak hanya disuruh menulis dan membaca pasti sekedar menggugurkan kewajiban karena itu menjadi pelajaran yang ujikan. Untuk Kabid kebudayaan mungkin kita bisa duduk bersama bagaimana masuk dalam bagian refilasi agar nanti di sekolah ada elong elong ogi betul apa yang disampaikan Ibu wali itu benar bahwa banyak petuah-petuah berdasarkan hadis ternyata itu bisa di tulis  dalam bentuk tulisan indah ini yang mau di rumuskan bagaimana modelnya modal tulisan indah bahasa Bugis sehingga anak-anak mencintai” Jelas Arifuddin

Tambah Arifuddin, hal berikutnya mulai sekarang harus berpikir mungkin jenjang SMP/SMA yang sudah punya prakarya itu bisa ada label bahasa Bugis di situ sehingga ini yang perlu dipikirkan. Dirinya berharap mau tidak mau guru harus menghadapi dengan teknologi jadi pembelajaran bahasa Bugis bisa dihasilkan melalui kemampuan guru apakah itu seperti game, permainan bahasa Bugis sehingga anak-anak jadi tertarik.

“Yang perlu digalakkan lomba bahasa Bugis Saya yakin Saya jamin tahun 2023 lomba ini terulang dan di dukung dinas pendidikan. Terima kasih untuk Ikatan Guru Bahasa Daerah mendorong hal ini dan tentu kami segera menangkap apa yang menjadi. Dan insya Allah menjadi bagian regulasi yang kita godog bersama ada bahasa Bugis dalam satu minggu jadi perda nanti itu tidak sekedar untuk di sekolah saja masyarakat pun bahkan kalau perlu nama-nama jalan kita di samping ada tulisan Indonesia ada juga bahasa daerah perlu dukungan semua pihak.” Tutup Arifuddin.

Erat Apresiasi Festival Tomaugi

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Ketua Tim Penggerak PKK Kota Parepare Hj. Erna Rasyid Taufan mengapresiasi Festival Tomaugi (Pitengesso Mabahasa Ugi), Hal tersebut di sampaikannya pada saat penutupan Festival Tomaugi Di balai Ainun Ahad (27/02/22).

“Sangat mengapresiasi acara ini karena memang karena kita sangat miskin dari mempertahankan budaya, nanti dicaplok orang baru protes. Mulai dari kuliner kita masakan kita tidak jaga HAKI termasuk bahasa lama-lama kalau dicaplok bagaimana. Saya sangat bersyukur kepada Para Ananda ternyata di Parepare masih ada yang bisa bahasa Bugis. Kita masih bisa mempertahankan budaya kita dan generasi kita melanjutkan bisa kita bayangkan generasi kedepan dua dekade ini kalau tidak ada yang bisa bahasa Bugis alangkah ruginya Kita sebagai orang Bugis.” Kata Ketua FKCA Parepare ini.

Lanjut Ketua DPD II Golkar Parepare ini, karena itu adalah suatu kebudayaan yang di jaga. Dirinya berpikir kalau dalam satu hari di sekolah masih bisa di laksanakan maka insya allah tidak akan terlupakan.

“Saya apresiasi kepada seluruh yang mendukung acara ini, khusus kepada Pak kadis pendidikan. Walau ini kelihatan sederhana tapi saya pikir ini acara besar karena mengangkat budaya karena di tulisan-tulisan lontara itu banyak kata-kata bijak yang masih kita bisa gali dan kita bisa saksikan di tengah-tengah masyarakat sebetulnya dalam lontara itu banyak syiar syiar agama termasuk didalamnya hadits.” Jelas Ketua LazisMu Parepare ini.

Terima Aspirasi Anak Cempae, Taufan Pawe Bakal Tambah Wahana Bermain

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM  – Wali Kota Parepare, Taufan Pawe kembali memanfaatkan akhir pekannya dengan memantau sejumlah pembangunan proyek Pemkot Parepare, Senin pagi, (28/02/22).

Menggunakan sepeda motor, pria yang akrab disapa TP ini memulai pemantauannya di Anjungan Cempae. Dilanjutkan ke Masjid Terapung BJ Habibie dan berakhir di Jalan Suaka Alam.

Di Anjungan Cempae, Wali Kota Parepare dua periode menyempatkan menyapa masyarakat. Meladeni permintaan selfie warga. TP juga berbincang dengan anak-anak yang bermain di Anjungan Cempae.

“Bagus disini pak. Tapi bagus ada luncuran sama ayun-ayunan,” kata bocah bocah laki-laki 6 tahun itu menyambut teguran Taufan Pawe.

Usai berbicang dengan bocah itu, TP merasa wahana bermain anak-anak di Anjungan Cempae masih kurang dan berjanji akan menambah wahana bermain.

“Suka jeki main-main disini. Masih kurang kayaknya dik tempat mainnya. Om janji segera tambah tempat bermainnya,” kata Taufan Pawe sembari mengusap kepala anak laki itu.

Tak hanya itu, Ketua Golkar Sulsel ini meminta kepala Dinas Lingkungan Hidup untuk menjaga dan meningkatkan kebersihan anjungan. Dirinya juga meminta kepala Satpol PP untuk menugaskan anggotanya berjaga di Anjungan Cempae.

“Anjungan Cempae harus selalu bersih dan haru dijaga. Sayang kalau icon baru Kota Parepare tidak terawat dan tidak terjaga. Kasian masyarakat,” katanya.

Ariani, salah satu pengujung mengaku bangga dengan hadirnya Anjungan Cempae. Dirinya bersama suami dan anaknya akan sering menghabiskan waktu renggagnnya di Anjungan Cempae. Dirinya juga meminta masyarakat Kota Parepate menjaga kebersihan dan merawat fasilitas Anjungan Cempae.

“Saya bangga dengan hadirnya Anjungan Cempea Pak. Banyak teman di luar Parepare bertanya dam mau kesini. Anjungan Cempae harus kita rawat karena kebanggan masyarakat Kota Parepare,” pungkasnya.

Peringati HUT Parepare ke-62, PKK Parepare Gelar Baksos

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Parepare ke-62, Tim Penggerak PKK Kota Parepare melakukan kegiatan bakti sosial (baksos). Kegiatan bakti sosial tersebut meliputi, pemberian beras sebanyak 5 kg kepada warga kurang mampu yang tersebar di 22 Kelurahan.

Selain pemberian beras bagi warga kurang mampu, juga melakukan kegiatan vaksin. Baksos tersebut dipimpin langsung oleh Ketua TP PKK Kota Parepare, Hj Erna Rasyid Taufan, Senin, (28/02/22).

Hal ini disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Parepare Hj Erna Rasyid Taufan. “Mewakili 4 kecamatan kita membagikan sembako berupa beras kepada warga kurang mampu sebanyak 5kg,”ujar Erna, sapaan karib dia.

Selain membagikn langsung di Kecamatan Ujung, Istri Walikota Parepare ini juga langsung turun membagikan di Kelurahan Watang Bacukiki sebagai wujud kepedulian kepada masyarakat yang betul-betul membutuhkan sentuhan bantuan.

Camat Bacukiki, Saharuddin menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian Ketua Tim Penggerak PKK Hj Erna Rasyid Taufan kepada warganya yang kurang mampu.

“Alhamdulillah ini adalah wujud kepedulian Ibu Ketua PKK Parepare yang memberi perhatian kepada warga yang kurang mampu,” ujarnya.

Dengan kepedulian Ketua PKK ini, tentu dapat disinergikan ke tingkat bawah yaitu RT/RW, begitupun tingkat PKK Kecamatan dan Kelurahan, agar bantuan-bantuan dapat menyentuh masyarakat bawah.

Sebanyak 100 sak beras disalurkan dalam merayakan HUT Parepare ke-62 itu. (*)

Penjual Pasar Lakessi Keluhkan Penataan Pasar

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Pandemi Covid19 yang melanda dunia membuat semua sektor mengalami dampak termasuk pasar lakessi ini diperparah dengan pengaturan pasar yang tidak semakin jelas oleh pemerintah. hal tersebut diungkap Rahman Penjual pakaian pasar lakessi kota parepare di program obras Jumat (25/02/22)

“Jauh sekali, bukan cuma saya sendiri utang di bank sampai 4 juta bisa dibayarkan sebelum covid, tapi sekarang angsuran 1juta 1 bulan tidak bisa dibayar. Harapan saya mewakili pedagang kita tidak melarang pemerintah membangun, kalau permintaan saya sebagai pedagang di pasar semi modern supaya pasar ini betul betul dilihat jangan di belakang saja, diperhatikan kenapa pasar terlalu luas mulai dari gudang kontainer sampai Pertamina. kenapa pasar kenapa tidak semua pedagang dan ikan sayur itu disatukan di pasar semi modern.” Kata Rahman.

Tambah Rahman. kalau pedagangnya sudah berkumpul tidak terlalu luas otomatis menyempit orang lalu-lalang mencari barang pasar lebih mudah, lalu bagaiman pasar dibangun sudah empat tapi tidak semakin jelas apa tujuannya.

“Sebenarnya kita di pasar mau ketemu dinas perdagangan minimal komisi 3 tolong jalan jalan  kepasar dengar pendapat pedagang, dulu pasar lakessi itu ikon parepare orang dari luar daerah ambil barang dipasar lakessi.” Terangnya.

  • https://radioku.my.id:8243/mesra
  • Radio Mesra Parepare