27.2 C
Pare-Pare
Minggu, November 8, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 471

Pj Gubernur Sulsel Aktif Terlibat dalam Gerakan Pertanian Kota Parepare

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Pada kunjungan kerja (kunker) di Kota Parepare, Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Selatan, Bahtiar Baharuddin, tidak hanya fokus pada aspek kebijakan dan administratif. Ia juga menunjukkan komitmen terhadap pertanian dengan mengikuti kegiatan Gerakan Menanam Cabai di lahan percontohan Dinas Pertanian, Kelautan, dan Perikanan Kota Parepare. Dalam kegiatan tersebut, Bahtiar Baharuddin didampingi oleh Pj Wali Kota Parepare, Akbar Ali, serta unsur Forkopimda Kota Parepare dan rombongan pemerintahan Provinsi Sulawesi Selatan.

Penanaman cabai ini tidak hanya menjadi simbol partisipasi pemprov dalam mendukung pertanian lokal, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat kolaborasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kota dalam mengembangkan sektor pertanian. Pj Gubernur Sulsel menyatakan pentingnya memperkuat sektor pertanian sebagai bagian integral dari pembangunan daerah.

“Hari ini bagian dari program kami juga adalah bagaimana memperkuat ketahanan pangan. Hari ini kita melakukan kegiatan tanam pohon, sukun, dan cabe. Intinya ini bukan hanya sekedar menanam cabe dan sukun 5 besarnya itu kita hendak merawat bumi.”kata Bahtiar

Aktivitas ini bukan hanya sebagai simbol, namun juga sebagai upaya nyata untuk mendorong pertanian berkelanjutan. Dengan melibatkan berbagai unsur pemerintahan, Bahtiar Baharuddin ingin menegaskan bahwa pembangunan sektor pertanian membutuhkan sinergi lintas sektor dan tingkat pemerintahan.

“Karena daya dukung alam kita ini seluruh dunia menjadi menjadi isu internasional di Indonesia, itu juga termasuk sulsel. Kalau kita mau objektif 2/3 sekarang lahan-lahan Sulsel tidak produktif, sedangkan tadi naik pesawat Makassar putar ke Selayar yang lainnya mungkin tinggal atas saja dari 24 kota masih produktif dan hijau pohonnya gede gede. Yang lain itu sudah gundul. Makanya anda lihat sungai sungai kita butek, tidak jernih, lagi bahkan pinggir laut kita itu dilihat di parepare, Maros keruh semua airnya apa makna airnya coklat itu itu tandanya airnya tergerus kebawah karena tidak ada lagi pohon,” ujar Bahtiar Baharuddin.

Penanaman cabai di lahan percontohan Dinas Pertanian, Kelautan, dan Perikanan Kota Parepare menjadi bukti nyata bahwa pemimpin daerah tidak hanya berfokus pada perkembangan infrastruktur, tetapi juga pada sektor yang memiliki dampak langsung terhadap ekonomi masyarakat. Gerakan ini diharapkan dapat memotivasi masyarakat setempat untuk turut serta dalam pengembangan pertanian di wilayah mereka masing-masing.

 

Penjabat Gubernur Minta PJ Walikota Segera Bentuk  TPKAD

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan Bahtiar Baharuddin meminta PJ walikota Parepare Akbar Ali agar berkenan untuk membentuk Tim Kerja Percepatan Keuangan Daerah (TKPKD). Permintaan tersebut di sampaikan PJ Gubernur saat melakukan kunjungan kerja ke kota Parepare Selasa (09/01/24).

“Mengimbau dan meminta dukungan pak walikota supaya berkenan untuk membentuk tim kerja. Tadi Tim Pengendali Inflasi Daerah. Satu lagi yang sudah kita kerjakan bersama OJK teman-teman Bulog terima kasi. Ada satu lagi namanya Tim Percepatan akses keuangan daerah (TKPKD) muatan utamanya itu adalah akses permodalan yang murah untuk masyarakat supaya masyarakat kecil ini, bisa usaha tidak terjerat pada rentenir atau ijon ijonk.” Kata PJ Gubernur

Lanjut Pak Gubernur, sekarang pemerintah menyiapkan anggaran hampir 300 triliun seluruh Indonesia untuk melakukan subsidi bunga terhadap Bank. Sekarang ada skema-skema KUR disediakan oleh bank himbara dalam hal ini BRI, Mandiri, BNI dan Bank syariah Indonesia dan BTN termasuk Bank Sulselbar. Bank Sulselbar sendiri  tahun ini sudah menyepakati menyiapkan awal tahun ini 1 triliun bunganya berkisaran 6% untuk kredit mikro dan super mikro dibawah 10 juta rupiah, hanya 3% per tahun.

“Saya kira cara kita ini untuk menggerakkan ekonomi masyarakat, karena apapun usaha yang di lakukan masyarakat harus berhubungan dengan modal. Bayangkan kalau ada jumlah yang signifikan untuk menggerakkan masyarakat ini ekonomi tidak bergerak hampir 300 triliun. kalau 10% bisa kita akses di Sulawesi Selatan dari yang disiapkan pemerintah itu.” Ungkap Bahtiar.

Tambah Bahtiar,  dirinya memastikan ekonomi Sulsel kan bergerak karena tidak mungkin membangun Sulsel. karena terlalu kecil. Dengan begitu ekonomi rakyat bergerak ini harus disosialisasikan. Dirinya  sudah mengajak himbara, bank Sulselbar bersama tentu dibantu BI bagaimana menggerakkan ekonomi rakyat yang dalam tempo cepat ini supaya pertumbuhan bisa naik.

“Ini pekerjaan besar kita di Sulsel pertumbuhan masih di angka 4,05-4,07 sementara  kemiskinan masih angka 8.87 untuk mengatasi kemiskinan yang tinggi itu pertumbuhan harus di naikkan untuk menaikkan pertumbuhan itu harus ada ekonomi yang bergerak, komsumsi bergerak, dan seterusnya makanya ekonomi ini harus digerakkan termasuk adalah.akses permodalan digunakan saya bersama tim provinsi dan kabupaten kota Sulawesi Selatan menggerakkan ini saya ingin PAKD sulsel  ini menjadi terbaik di Indonesia dan ini untuk kepentingan masyarakat sejahtera.’ tambah Bahtiar

Pemkot Parepare Komitmen Kuat Berkolaborasi Percepat Penanganan Anak Tidak Sekolah

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM  — Pemerintah Kota Parepare berkomitmen kuat untuk mempercepat penanganan anak tidak sekolah. Komitmen itu mulai dari kolaborasi dengan banyak pihak, dukungan anggaran, dan dukungan kebijakan.

Komitmen ini ditegaskan Kepala Bappeda Parepare, Zulkarnaen Nasrun saat menutup kegiatan Lokakarya Percepatan Penanganan Anak Tidak Sekolah dan Pelatihan Pendataan SIPBM (Sistem Informasi Pembangunan Berbasis Masyarakat) di Ruang Rapat Bappeda Parepare, Rabu, (10/01/24).

Kegiatan yang berlangsung dua hari, dimulai Selasa, (09/01/24) ini, diadakan Tim PATS (Penanganan Anak Tidak Sekolah) Pasti Beraksi Bappelitbangda Provinsi Sulsel dan Unicef LPP Bone bekerjasama dengan Pemkot Parepare dalam hal ini Bappeda.

Komitmen diperkuat oleh Sekda Parepare, Muh Husni Syam yang menerima audiensi Tim PATS dari Bappelitbangda Sulsel, Dinas Pendidikan Sulsel, dan Unicef LPP Bone di Lounge BJ Habibie, Kantor Wali Kota Parepare, usai penutupan lokakarya.

Kepala Bappeda Zulkarnaen menekankan, salah satu bentuk komitmen Pemkot Parepare adalah dengan memasukkan anggaran penanganan anak tidak sekolah dalam pagu indikatif wilayah pada 2025. “Pelaksanaan penanganan anak tidak sekolah ini harus berkolaborasi, harus sinergi antar SKPD. Sesuai arahan Bapak Pj Wali Kota, harus kerja kerja kolaborasi, terintegrasi,” kata Zulkarnaen.

Zulkarnaen mengungkapkan, bentuk dukungan awal dari Pemkot adalah pada Musrenbang tingkat Kelurahan, 17-19 Januari 2024 nanti, tim pendata maupun Kelurahan dan Kecamatan diberikan ruang dan waktu untuk mensosialisasikan pelaksanaan penanganan anak tidak sekolah. Tahap awal ini, ada empat Kelurahan di empat Kecamatan yang menjadi Lokus yakni Kelurahan Soreang Kecamatan Soreang, Kelurahan Ujung Sabbang Kecamatan Ujung, Kelurahan Tirosompe Kecamatan Bacukiki Barat, dan Kelurahan Lompoe Kecamatan Bacukiki.

Pj Gubernur Sulsel Resmikan gedung Covid Center

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Gedung Covid Centre RSUD Andi Makkasau, Kota Parepare, resmi beroperasi. Peresmian dilakukan Pj Gubernur Sulawesi Selatan Bahtiar Baharuddin ditandai dengan pengguntingan pita bersama Pj Wali Kota Parepare Akbar Ali di depan pintu utama gedung Covid Centre RSUD Andi Makkasau, Selasa (09/01/23).

Direktur RSUD Andi Makkasau, dr Renny Anggraeni Sari pada media mengatakan saat ini gedung covid center ini telah diresmikan penggunaannya. Dipakai untuk melayani pasien non infeksi sejak dibuka pada tanggal 29 Desember 2023 sudah 35 pasien yang dilayani di ruang perawatan

“Hari ini rumah sakit yang di Makassau mendapatkan kunjungan dari bapak pejabat gubernur Sulawesi Selatan beserta bapak walikota Parepare, di sini yang dikunjungi adalah gedung covid center. Saat ini gedung covid center ini telah diresmikan penggunaannya. Dipakai untuk melayani pasien non infeksi sejak tidak dibuka pada tanggal 29 Desember 2023. Sudah 35 pasien yang dilayani di ruang perawatan ini.” Kata Dr. Renny.

Lanjut Dr Renny, tadi rombongan penjabat sempat berkunjung ke beberapa kamar perawatan pasien. Bagi pasien yang dirawat di dalam itu berasal dari dalam kota maupun ada dari luar kota Parepare,yaitu dari Pinrang, dan polmas dari Parepare. Tadi ada beberapa jenis penyakit. Ada gangguan pencernaan, pasien jantung, dan pasien diare, sementara pasien rujukan itu berasal dari Pinrang dan polmas rata-rata pasien bedah dan pasien operasi prostat.

‘Bapak gubernur mempertanyakan kelengkapan ketersediaan dokter spesialis di rumah sakit, rumah sakit Andi Makkasau. Namun memang ada beberapa dokter tidak ada di rumah sakit kami. Seperti dokter bedah syaraf, yang memang belum ada disini. Kalau itu radiologi kami punya dokter tamu, itu hanya ada setiap hari Sabtu. Ada beberapa dokter Andi makasau yang sementara sekolah, nanti akan segera kembali melayani masyarakat Parepare. Ke depan faskes yang ada di atas ruang perawatan ada lantai 2, 15 tempat tidur bisa dimaksimalkan sampai 20, sementara di lantai 3 sendiri ada 9 tempat tidur satu pasien satu kamar.” Ungkap dr. Renny

Kunjungi Gedung Logistik KPU, PJ Gubernur Minta Untuk Tidak Ragu Minta Bantuan Jika Ada Masalah

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Pj Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Bahtiar Baharuddin meninjau kesiapan logistik Pemilu 2024 di Kota Parepare. Pj Gubernur Sulsel mengungkapkan logistik Pemilu 2024 di KPU Parepare telah lengkap, Selasa (09/01/24). Hal itu disampaikan Bahtiar Baharuddin setelah mengecek kesiapan logistik di Gudang KPU Parepare.

Pada pengecekan, Bahtiar didampingi Pj Wali Kota Akbar Ali dan Forkopimda Parepare. Dia mengatakan mengecek logistik pemilu untuk memastikan persiapan penyelenggara lancar dan tanpa alami hambatan.

“Kami juga menyempatkan waktu, untuk mengecek langsung kesiapan pelaksanaan pemilu 2024 Tahapannya di wilayah kota Parepare dengan mengecek langsung gudang logistik pemilu. Tadi bersama pak wali dan forkopimda Kapolres bersama DPRD. Alhamdulillah seluruh alat-alat pemilu, logistik pemilu untuk kota Parepare sudah lengkap. Termasuk surat suara untuk DPR RI, DPR provinsi, DPRD kabupaten kota.” Kata Bahtiar.

Lanjut Bahtiar, dirinya semakin yakin bahwa persiapan di daerah memang jauh lebih baik dan sangat baik, hampir tidak ada tantangan yang terlalu signifikan.

“Tapi apapun itu, kami tetap membuat skenario plan B dan plan C, Plan Emergency. Bahwa kami diperintahkan oleh bapak presiden dan pejabat gubernur Dan walikota memastikan seluruh tahapan pemilu tidak ada kendala. Alhamdulillah sudah kita lakukan dan antisipasi termasuk bersama kepolisian dan jajaran lainnya. Sehinnga pak walikita dan saya tekankan apapun kebutuhan-kebutuhan kawan-kawan KPU Bawaslu sepanjang ada permintaan kita kan penuhi untuk melancarkan pemilu 2024.” Ungkap Bahtiar.

 

Pj Gubernur Apresiasi Kebijakan PJ Walikota Kendalikan Inflasi

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Penjabat (Pj) Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, mengapresiasi kebijakan Pj Wali Kota Parepare Akbar Ali dalam penanganan inflasi melalui inovasi Kios Pengendalian Inflasi (KOPI). Saat ini angka inflasi di Kota Parepare 2,22 persen, atau berada dibawah angka inflasi nasional yang tercatat 2,71 persen.

“Sehingga Parepare mempunyai inovasi namanya kios pengendali inflasi disingkat KOPI. Ini mereka melakukan kegiatan secara masif dua kali seminggu, ada kegiatan pasar murah, operasi pasar, dan hampir seluruh aktivitas masyarakat di kota ini, digunakan untuk kegiatan pengendalian inflasi saya kira ini inovasi yang baik. Sekali lagi atas nama pemerintah provinsi dan masyarakat Sulsel mengucapkan terima kasih. Karena kota Parepare Ini adalah barometer sehingga termasuk kota yang menjadi sumber referensi dalam perhitungan inflasi di daerah Sulawesi Selatan dan ini bisa terjadi karena ada kerjasama yang baik termasuk rekan-rekan Forkopimda, Kapolres, Dandim dan teman-teman lainnya.” Kata PJ Gubernur.

Bahtiar Memuji Kota Parepare ini pengendalian inflasinya dibawah inflasi nasional, termasuk baik dan prestasi terbaik di Indonesia. Menurut Bahtiar, kebijakan Pemkot Wali Kota Parepare lewat inovasi KOPI ini dianggap sangat masif. Langkah Pemkot Parepare cukup operasi pasar dua kali seminggu, dan mengetahui bagaimana kesiapan kebutuhan pokok dan stok di pasar.

 

Anggota Banggar Pastikan Dana Reses Anggota DPRD kota Parepare Tetap Tersedia

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD kota Parepare Dr. Kamaluddin Kadir membantah isu terkait dana reses di talangi sendiri oleh anggota DPRD saat akan reses pada pekan depan. Sanggahan tersebut di sampaikan Anggota Komisi III DPRD Tersebut pada program Obras Rabu (10/01/24)

“Berkaitan dengan reses, saya luruskan, bahwa tetap akan dilaksanakan. Jadwal yang sudah ditetapkan Badan musyawarah itu terjadwal tanggal 14, 15 dan 16. Terkait dengan penggunaan anggaran, ini juga sudah siap, tadi disampaikan akan memakai talangan dana sendiri-sendiri, jadi kita pastikan itu bahwa tidak. Jadi pelaksanaan reses sebagai mana adanya tetap terlaksana.” Kata Dr. Kamaluddin.

Legislator yang kembali maju pada pileg 14 Februari ini lewat partai Gerindra dapil ujung no satu, mengatakan yang benar itu bahwa pelaksanaan sesuai dengan anggaran itu tetap dilaksanakan pada tanggal 14, 15 dan 16, cuma yang menjadi perhatian pelaksanaan proses berdasarkan surat yang mereka terima melalui pimpinan berkaitan dengan informasi oleh Bawaslu jadi karena memasuki tahapan kampanye sesuai dengan penggunaan anggaran.

“Karena anggaran negara, jadi diupayakan agar supaya pelaksanaan tidak bersentuhan dengan memakai atribut-atribut kepartaian atau pencalonan secara pribadi dalam rangka kampanye di tahun politik ini. Jadi kita sudah diimbau agar supaya pelaksanaan reses setidak-tidaknya memakai atribut sebagai anggota DPRD aktif, dengan menyampaikan program kerja yang sudah kita laksanakan, yang sudah difasilitasi sesuai dengan apa yang sudah tertera dalam tahapan-tahapan dari pelaksanaan reses.” Ungkap Dr. Kamaluddin Kadir

Jembatan Akbar Diresmikan Langsung Pj Gubernur Sulsel, Makna Penamaannya Begini

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan, Bahtiar Baharuddin telah meresmikan bangunan jembatan di wilayah Lumpue, Kecamatan Bacukiki. Peresmiannya disaksikan oleh sejumlah pejabat daerah termasuk Penjabat Wali Kota Parepare, Akbar Ali.

Nama jembatan yang sebelumnya adalah jembatan kembar kini kemudian diganti menjadi jembatan Akbar setelah rampung dikerjakan dan diresmikan oleh Pj Gubernur Sulsel, kemarin. Hal itu diungkapkan Kadis Kominfo Parepare, Anwar Amir. (10/1/2024).

Dia menerangkan soal perubahan penamaan jembatan tersebut yang walaupun identik dengan ejaan nama depan dari Pj Wali Kota Parepare, Akbar Ali, namun tidak dimaksudkan nama PJ Walikota Parepare. “Namanya jembatan Akbar, jadi bukan menunjukkan nama seorang Pj Wali Kota Parepare Akbar Ali. Dibalik penamaan jembatan itu tentu ada makna dan filosofinya,” terang Anwar Amir.

Anwar menjelaskan, makna sesungguhnya daripada penamaan Akbar pada jembatan karena dilatarbelakangi dari pemikiran filosofi yang dimana jembatan itu besar dan panjang dari ukuran jembatan umumnya yang ada di Parepare, terlebih jembatan itu terbentang lebar di atas salo Karajae yang juga bermakna besar.

Disamping itu, kata Anwar, dibalik makna penamaan Akbar diambil dari pemikiran dan ide besar dari sosok dua tokoh yakni mantan gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman dan Walikota Parepare Taufan Pawe.

“Jadi sebagai bentuk menghormati pemikiran besar dari dua sosok tokoh kepala daerah tersebut. Penamaan Akbar itu juga bisa dimaknai besar dan terpuji sehingga dapat diartikan dan diharapkan jembatan ini memberikan keuntungan dan manfaat besar juga kepada orang yang melaluinya sebagai sebuah harapan dan doa menuju amalan amalan yang diperoleh secara terpuji,” jelas Anwar Amir.

Menurut dia, kalau mengganti nama sebuah hal yang biasa, apalagi penamaan jembatan yang sebelumnya Kembar itu tidak memiliki filosofi yang dalam. “Penamaan jembatan Kembar dinilai agak kurang tepat karena di sana tidak ada pasangan jembatan yang berdampingan dan serupa secara konstruksi. Berbeda dengan jembatan kembar yang ada di Kabupaten Gowa, ya,” bebernya.

Dia mengungkapkan perubahan penamaan jembatan itu sama halnya dengan nama Stadion Gelora Mandiri menjadi Gelora Bj Habibie, yang dimana penamaannya mengambil dari nama seorang tokoh bangsa yang memiliki filosofi yang dalam. “Juga sama seperti nama Lapangan Andi Makkasau, sekarang disebut alun-alun Kota. Tugu Blueband jadi tugu pramuka,’ ungkap Anwar.

Anwar Amir juga membeberkan soal proses penganggaran jembatan yang menelan anggaran sebanyak Rp28,6 Milyar lebih tersebut. Jumlah anggaran sebesar itu, kata dia, tidak membuat jembatan kemudian dapat dimanfaatkan meski sudah diresmikan oleh Gubernur kala itu Andi Sudirman Sulaiman, pada saat momen HUT Kota Parepare 2023 lalu.

“Karena saat diresmikan beberapa fisikya belum rampung sehingga belum bisa dimanfaatkan. Anggaran untuk bagian dari finising kemudian ditambah melalui anggaran APBD Parepare 2023 sebesar Rp 2.8 Milyar lebih lalu Rp5 Milyar untuk menyambungkan akses jalan Suka Alam Lestari – Jembatan – Jalan Lingkar. Sekarang sudah layak difungsikan dan rampung. 9 Januari 2024 kemarin barulah diresmikan tanpa penandatanganan prasasti lagi oleh Pj Gubernur yang bertepatan dengan kunjungankerjanya di Parepare, ” jelas mantan Kabag Humas Pemkot Parepare itu.

Diketahui, Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin didampingi Pj Walikota Parepare Akbar Ali dan rombongannya meresmikan penggunaan proyek jembatan kembar kota Parepare yang telah rampung, Selasa 9 Januari 2024. Proyek tersebut merupakan bantuan keuangan Pemprov Sulsel senilai Rp 30 miliar yang mulai dikerjakan di era Gubernur Andi Sudirman Sulaiman.

Peresmian jembatan yang terletak di Kelurahan Lumpue Kecamatan Bacukiki Barat itu ditandai dengan gunting pita oleh Gubernur didampingi Pj Walikota Parepare Akbar Ali. Gubernur mengharapkan jembatan tersebut dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat khususnya kota Parepare. Bahtiar juga mengaku kemampuan pemerintah provinsi Sulsel dalam membangun jalan hanya bisa mencakup 200-300 km jalan/jembatan setiap tahunnya. Dari panjang 2.300 km jalan yang merupakan tanggung jawab pemerintah provinsi. “Kemampuan Pemprov Sulsel hanya mampu membangun 200-300 km setiap tahun dari 2.300 km panjang jalan dan jembatan yang menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi,” katanya.

Dengan begitu, Pemprov kata Gubernur hanya mampu membangun sekira 1.000 km/tahun jalan dan jembatan. (*)

Jika Relawan Amin Bekerja Keras, Kemenangan Bisa Di Raih di atas 50% Untuk Sulsel

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Anggota Timnas Pemenangan Paslon Capres no urut satu Anies-Muhaimin Ust. H. Azis Kahar Muzakkar menilai untuk kemenangan pasangan calon Amin di Sulsel bisa mencapai angka 50%. Hal tersebut di sampaikan Ust. H. Kahar Muzakkar saat menyempatkan diri bersilaturahim ke sekertariat partai ummat kota Parepare Sabtu (06/02/24)

“Berhak berbicara begitu adalah tim resmi yang ditunjuk di Sulawesi Selatan, mestinya Rusdi Masse. Kalau saya yakin putaran pertama di atas 60%. Karena, di sini juga ada JK juga sudah resmi bersikap.” Kata Azis

Lanjut Mantan legislator 3 periode ini, kemenangan diatas 60% itu dapat para relawan utamanya di Sulawesi Selatan bisa mengendalikan kecurangan dan money politik artinya perlu kerja keras Tim amin.

“Tapi itu dengan syarat kita bisa mengendalikan kecurangan, dan money politik. Artinya perlu kerja keras Tim Amin. Bagaimana melawan kecurangan, dan bagaimana betul-betul menghalangi money politik. Insya Allah, kalau kita bisa menghalangi secara memadai gerakan money politiknya dan juga kecurangan melalui kekuasaan saya yakin Anis bisa di atas 60%.” Ungkap Ust. Azis Kahar

Polres Parepare Terjunkan 139 Personil Amankan Objek Vital Terkait Pemilu 2024

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Personel Polres Parepare diterjunkan guna mengamakan sejumlah objek vital yang dianggap perlu dalam tahapan Pemilu 2024. Salah satunya kantor dan gudang logistik milik KPU kota Parepare yang saat ini dalam tahap pendistribusian kertas pemilu.

Kapolres Parepare AKBP Arman Muis Beberapa waktu lalu mengatakan pihaknya menerjunkan sebanyak 139 personel dan dibagi di setiap objek vital tersebut

“Untuk personil yang kita kerahkan, kurang lebih 139 untuk memberikan pengamanan kepada objek-objek yang kita anggap harus untuk kita amankan, seperti kantor KPU, gudang KPU, kemudian Bawaslu. Termasuk memberikan pengamanan kepada perangkat-perangkat dan petugas baik berangkat maupun pulangnya saat melaksanakan tugas.” Ungkap Arman

  • https://radioku.my.id:8243/mesra
  • Radio Mesra Parepare