26.5 C
Pare-Pare
Sabtu, Oktober 31, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 118

ITH Kembangkan Sistem LACAK untuk Dukung Transparansi Bantuan Sosial di Kecamatan Bacukiki

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Institut Teknologi Bacharuddin Jusuf Habibie (ITH) melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat – Program Kemitraan yang didanai oleh program hibah internal ITH tahun 2026, memperkenalkan Sistem LACAK (Layanan Cek Penerima Bantuan Kecamatan Bacukiki) sebagai inovasi digital untuk mendukung pengelolaan bantuan sosial di Kecamatan Bacukiki, Kota Parepare.

Sistem tersebut dikembangkan sebagai upaya membantu pemerintah kecamatan dan kelurahan dalam meningkatkan akurasi pendataan penerima bantuan sosial sekaligus meminimalisir persoalan yang selama ini kerap muncul di tengah masyarakat, seperti ketidaksesuaian data penerima maupun aduan terkait penyaluran bantuan.

Kegiatan sosialisasi dan pendampingan yang dilaksanakan pada tanggal 19 Mei 2026 ini melibatkan aparatur kecamatan dan kelurahan di wilayah Bacukiki agar mampu memahami pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung pelayanan publik yang lebih efektif, transparan, dan tepat sasaran.

Tim pengabdian kepada masyarakat ITH terdiri dari Putri Ayu Maharani, S.T., M.Sc., Mardhiyyah Rafrin, S.T., M.Sc., Ir. Muhammad Syafaat, S.Kom., M.Kom., Andi Taufiqurrahman Akbar, M.Kom., Zaitun, S.Si., M.Mat., serta Riswandi, S.Kom., M.Kom. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa ITH, yakni Damar Kandi, Muhammad Mu’adz Ibda, Muhammad Aslam Al-Fadillah, Elisabeth Tri Juliana Kandakon, Fharhan Sumardi Saputra, Anggun Anugrah Sulnas, dan Misbah Ramadani.

Koordinator Program Studi Ilmu Komputer ITH, Ir. Muhammad Syafaat, S.Kom., M.Kom., menyampaikan bahwa penerapan teknologi informasi dalam pemerintahan menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, kehadiran Sistem LACAK diharapkan mampu membantu aparatur pemerintah dalam melakukan pengelolaan data bantuan sosial secara lebih terstruktur dan mudah dipantau.

Sekretaris Kecamatan Bacukiki, Andi Satria Burhanuddin, S.STP., mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut dan berharap sistem yang diperkenalkan dapat membantu pemerintah dalam mengurangi berbagai persoalan bantuan sosial di masyarakat.

“Harapan kami dengan adanya aplikasi ini persoalan-persoalan di masyarakat bisa diminimalisir dan mungkin tidak ada lagi aduan-aduan terkait bantuan sosial,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Kelurahan Lompoe, Fahri Firman, S.Sos., menilai pelatihan tersebut sangat membantu aparatur kelurahan dalam melakukan klasifikasi data masyarakat penerima bantuan.

“Pelatihan ini sangat membantu kami untuk mengklasifikasikan warga yang sudah menerima bantuan maupun yang belum,” ungkapnya.

Melalui penerapan Sistem LACAK, ITH berharap transformasi digital pelayanan publik di Kecamatan Bacukiki dapat terus berkembang sehingga pengelolaan bantuan sosial menjadi lebih transparan, akurat, dan tepat sasaran bagi masyarakat.

Jelang Iduladha, DPKP Parepare Berikan Tips Memilih Hewan Kurban yang Sehat

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM  – Dinas Pertanian, Kelautan, dan Perikanan (DPKP) Kota Parepare mengimbau masyarakat untuk lebih selektif dalam memilih hewan kurban menjelang perayaan Iduladha. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Bidang Peternakan DPKP Kota Parepare, Luqman Hasan, S.Pt., dalam kegiatan “Ngopi Berjamaah” yang berlangsung pada Jumat (22/05/226) Di halaman Masjid Raya Parepare.

Luqman menjelaskan bahwa selain memenuhi syarat usia syariat—yakni minimal dua tahun untuk sapi—masyarakat harus memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat dan aktif secara fisik.

“Hewan kurban yang sehat itu bisa dilihat secara kasatmata. Biasanya mereka lincah, ceria, dan aktif bergerak. Selain itu, kondisi fisiknya harus sempurna dari kaki hingga kepala,” ujar Luqman.

Ia juga meluruskan persepsi masyarakat mengenai bentuk fisik sapi kurban. Menurutnya, tidak semua ras sapi kurban harus memiliki tanduk. Banyak ras sapi hasil inseminasi buatan berukuran besar seperti Limosin, Simental, dan Brangus yang secara alami memang tidak bertanduk. Oleh karena itu, ketiadaan tanduk pada ras tertentu tidak memengaruhi keabsahan hewan tersebut untuk dikurbankan.

Terkait isu kesehatan hewan, DPKP Parepare menegaskan telah melakukan pemeriksaan kesehatan ternak secara masif di wilayah Parepare untuk memastikan hewan bebas dari penyakit berbahaya seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Antraks.

Luqman mengimbau jika masyarakat menemukan sapi dengan air liur yang berlebihan, hal itu patut diwaspadai sebagai gejala PMK. Meski daging sapi yang terkena PMK tetap aman dikonsumsi dengan penanganan yang benar, bagian yang terinfeksi seperti kaki, mulut, dan lidah sebaiknya dibuang.

Namun, ia memberikan peringatan keras terhadap penyakit Antraks karena bersifat zoonosis atau dapat menular ke manusia. “Antraks adalah penyakit yang paling berbahaya. Jangankan dikonsumsi, disembelih saja tidak boleh karena sporanya bisa langsung menyebar. Alhamdulillah, di Parepare sendiri riwayat kasus Antraks sudah lama tidak ditemukan,” tutupnya.

Tekan Angka Stunting, Perpardi dan Technoserve Gelar Bimtek Fortifikasi Beras di Parepare

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM  – Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpardi) bekerja sama dengan Technoserve menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Fortifikasi Beras di Hotel Kebari, Kota Parepare, Kamis (21/05/26). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas gizi beras melalui penambahan vitamin dan mineral esensial.

Ketua Umum Perpardi, Sutarto Alimoeso, menekankan pentingnya peran pengusaha penggilingan dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Menurutnya, fortifikasi beras merupakan langkah strategis untuk menghadirkan pangan yang lebih bernutrisi bagi masyarakat luas.

“Kami mendorong seluruh anggota Perpardi untuk mulai mengadopsi teknologi fortifikasi ini. Bukan hanya soal bisnis, tapi ini adalah kontribusi nyata kita dalam menciptakan generasi emas Indonesia yang bebas dari masalah kurang gizi,” ujar Sutarto di sela-sela kegiatan.

Senada dengan hal tersebut, Manager Technoserve, Evelyn Djuwidja, menjelaskan teknis penambahan nutrisi pada beras. Ia memaparkan bahwa beras fortifikasi mengandung setidaknya lima mikronutrien penting sesuai standar pemerintah, yakni Vitamin B, Seng (Zinc), Zat Besi, Asam Folat, dan satu unsur tambahan lainnya.

“Beras biasa umumnya hanya kaya akan Vitamin B. Dengan fortifikasi, kita menambahkan mineral yang disesuaikan dengan kebutuhan pola makan dan status gizi masyarakat Indonesia. Ini adalah solusi praktis untuk intervensi gizi skala besar,” jelas Evelyn.

Kegiatan ini diikuti oleh puluhan pengusaha penggilingan padi dari berbagai wilayah di Sulawesi Selatan. Diharapkan, pasca-Bimtek ini, produksi beras fortifikasi di tingkat lokal dapat meningkat secara signifikan guna mendukung program penurunan angka stunting di daerah.

Dinkes Parepare Gencarkan Cek Kesehatan Gratis untuk Deteksi Dini Penyakit Masyarakat

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Dinas Kesehatan Kota Parepare berkomitmen meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui program pemeriksaan kesehatan gratis yang dilakukan secara berkelanjutan.

Program yang diinisiasi oleh Kementerian Kesehatan ini melibatkan seluruh Puskesmas di Kota Parepare serta bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Parepare, Ilham Willem, menyatakan bahwa target utama program ini adalah menjangkau seluruh lapisan masyarakat dalam kurun waktu satu tahun. Menurutnya, kesadaran masyarakat untuk memeriksakan kesehatan secara rutin sangat krusial sebagai langkah pencegahan.

“Kami berharap selama satu tahun ini seluruh penduduk dan masyarakat dapat melakukan cek kesehatan gratis. Melalui kegiatan ini, kita bisa melakukan deteksi dini terhadap berbagai potensi penyakit yang mungkin diderita masyarakat,” ungkap Ilham Willem, Kamis (21/05/26).

Ilham menambahkan, hasil pemeriksaan ini nantinya akan menjadi basis data yang penting bagi perencanaan program kesehatan pemerintah setiap tahunnya. Selain itu, data tersebut juga memudahkan proses pengobatan jika di kemudian hari masyarakat membutuhkan tindakan medis lebih lanjut.

Untuk memaksimalkan capaian, Dinas Kesehatan aktif jemput bola dengan memanfaatkan berbagai momentum kegiatan masyarakat, seperti acara reses anggota dewan hingga bakti sosial.

“Setiap ada kegiatan yang melibatkan massa, kami langsung hadirkan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Kemarin di acara reses dan bakti sosial juga sudah kami laksanakan, tujuannya agar semua warga bisa terlayani dengan mudah,” tutupnya.

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Salurkan Santunan Kepada Masjid dan Panti Asuhan di Ujung Tanah

0

MAKASSAR, RADIOMESRA. COM – Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menyalurkan bantuan santunan kepada Masjid Nurul Nubuwah dan Panti Asuhan (LKSA) Al Mukarramah di Kecamatan Ujung Tanah pada Jumat, 15 Mei 2026 pukul 16.00 WITA.

Bantuan tersebut merupakan hasil penjualan produk sembako pada kegiatan Pasar Murah untuk masyarakat prasejahtera yang sebelumnya telah dilaksanakan pada 12 Mei 2026. Melalui kegiatan ini, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi kembali menunjukkan komitmennya untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.

Masing-masing lembaga menerima bantuan sebesar Rp15.000.000 yang diserahkan langsung oleh Community Development Officer Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Gumilang Ramadhan. Bantuan diterima oleh H. Suyuti selaku Ketua Takmir Masjid Nurul Nubuwah dan H. Jubir Dahlan selaku Ketua Panti Asuhan (LKSA) Al Mukarramah.

Dalam kesempatan tersebut, H. Jubir Dahlan menyampaikan rasa haru dan syukur atas bantuan yang diberikan. Ia mengungkapkan bahwa lembaganya belum pernah menerima bantuan dana dalam jumlah besar sebelumnya.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi atas perhatian dan bantuan yang diberikan kepada panti asuhan kami. Bantuan ini tentu sangat bermanfaat bagi kebutuhan anak-anak di panti,” ungkapnya.

Senada dengan hal tersebut, pihak Masjid Nurul Nubuwah juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi yang telah peduli terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar.

Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus hadir dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat melalui program-program sosial yang berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat serta mempererat hubungan harmonis antara perusahaan dan masyarakat.

Informasi lebih lanjut mengenai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Pertamina Patra Niaga Sulawesi serta produk Pertamina dapat diakses melalui situs mypertamina.id, media sosial @pertaminasulawesi dan @mypertamina, atau dengan menghubungi Pertamina Call Center 135.

Kontak Media:
Lilik Hardiyanto
Area Manager Communication, Relations & CSR
PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi

Kerawanan KKN di PPDB 2026, LSM Fokus Parepare Desak Transparansi Jalur Afirmasi Hingga Zonasi

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Menjelang dimulainya Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) atau Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk tahun ajaran 2026/2027, sorotan tajam datang dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Fokus Parepare. Pihak sekolah diminta untuk memperketat pengawasan dan membuka ruang transparansi guna menghindari praktik kecurangan.

Ketua LSM Fokus Parepare, Muthasim, menegaskan bahwa pemenuhan kuota di luar jalur reguler sangat rawan disusupi oleh praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN). Menurutnya, celah ini kerap dimanfaatkan oknum tertentu, terutama di sekolah-sekolah favorit yang menjadi buruan para pendaftar.

“Perlu adanya transparansi yang jelas soal jalur afirmasi, prestasi, dan mutasi dalam pemenuhan kuota 30 persen pada lembaga pendidikan dalam SPMB tahun ajaran 2026/2027 ini. Jalur-jalur tersebut sangat rentan terjadi praktik KKN, terutama pada sekolah-sekolah yang banyak diminati oleh peserta didik,” ujar Muthasim kepada radiomesra. com  Jumat (22/05/26).

Tidak hanya menyoroti kuota afirmasi dan prestasi, Muthasim juga mengkritik keras penerapan jalur zonasi yang dinilai terlalu kaku dan administratif. Ia menilai pihak panitia sekolah kerap mengabaikan kondisi riil di lapangan hanya demi mencocokkan data di sistem online.

LSM Fokus Parepare menemukan adanya kasus ironis di mana seorang calon siswa harus gigit jari tidak diterima di sekolah terdekat hanya karena kendala pembaruan dokumen kependudukan.

“Penerimaan melalui jalur zonasi sebaiknya pihak sekolah lebih mengedepankan pendekatan secara faktual dan tidak ‘patok mati’ mengikuti persyaratan administrasi secara sistem online. Sungguh ironis, ada peserta didik baru tidak diterima pada satu sekolah yang jaraknya hanya sekitar 100 meter dari tempat tinggalnya, hanya lantaran Kartu Keluarga (KK) barunya belum di-update di sistem,” kritik Muthasim.

Mengantisipasi carut-marut tahunan tersebut, LSM Fokus meminta Dinas Pendidikan terkait dan para kepala sekolah untuk melakukan verifikasi faktual jika menemukan kendala teknis serupa.

Pihak sekolah diharapkan tidak langsung menggugurkan hak anak untuk bersekolah jika secara geografis rumah mereka memang berada di lingkungan sekolah tersebut. Ke depan, transparansi sejak dini dan fleksibilitas yang bertanggung jawab dinilai menjadi kunci utama suksesnya SPMB yang berkeadilan di Kota Parepare.

Capaian Membanggakan! Lapas IIA Parepare Sabet Peringkat Pertama IKPA dengan Nilai 100 Sempurna

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM  — Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Parepare kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih penghargaan Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) Tertinggi kategori Pagu DIPA Sedang periode Tahun Anggaran 2025.

Dalam penghargaan tersebut, Lapas Parepare berhasil meraih predikat terbaik pertama dengan nilai sempurna, yakni 100. Penghargaan ini menjadi bukti komitmen Lapas Parepare dalam mewujudkan pengelolaan anggaran yang efektif, efisien, akuntabel, dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Piagam penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Tipe A1 Parepare, Royikan, kepada Kepala Lapas Kelas IIA Parepare, Marten, Bc.IP., S.H., M.H. Kegiatan penyerahan penghargaan berlangsung di Aula KPPN Parepare pada Kamis, (21/05/26).

Kalapas Parepare, Marten, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh jajaran pegawai atas kerja sama dan dedikasi dalam pengelolaan anggaran selama ini. “Penghargaan ini merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran Lapas Parepare dalam menjaga kualitas pelaksanaan anggaran agar tetap optimal, transparan, dan akuntabel. Semoga capaian ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan,” ujarnya.

Prestasi tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh pegawai untuk terus meningkatkan kinerja dan mendukung tata kelola pemerintahan yang baik di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Kunjungi Cempae, Ketua Fraksi Nasdem Sulsel Tegaskan Komitmen Bantuan Keuangan untuk Parepare

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM  – Ketua Fraksi Nasdem DPRD Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), H. Muh. Sadar, SE., menegaskan komitmennya dalam mengawal dan menggelontorkan anggaran provinsi untuk pembangunan Kota Parepare. Hal ini disampaikannya di sela-sela kegiatan Pengawasan Anggaran APBD Provinsi Sulsel yang berlangsung di daerah Pattuku Cempae, Kota Parepare, Rabu (20/05/25).

Dalam kesempatan tersebut, H. Muh. Sadar menjelaskan bahwa pemerintah provinsi memiliki wewenang penuh dalam hal pembagian bantuan keuangan dan penyaluran aspirasi masyarakat, salah satunya melalui kegiatan pengawasan yang sedang ia lakukan.

“Ini sudah diatur dalam undang-undang bahwa ada beberapa kewenangan pemerintah provinsi, seperti hari ini yang kita lakukan, ada bantuan keuangan dan aspirasi masyarakat. Kami punya wewenang untuk menurunkan dan menggelontorkan anggaran ke Kota Parepare,” ujar Muh. Sadar.

Terkait dengan keluhan sarana infrastruktur di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Cempae, ia memberikan kabar baik bagi masyarakat setempat. Ia memastikan bahwa kawasan tersebut akan segera mendapatkan perbaikan dari Pemerintah Provinsi Sulsel dalam waktu dekat.

Namun, ketika ditanya mengenai persoalan pengelolaan sampah, Legislator Nasdem ini meluruskan bahwa hal tersebut sepenuhnya merupakan domain dan wewenang dari Pemerintah Kota Parepare, bukan ranah provinsi. Pihaknya pun mengaku telah melakukan koordinasi dengan jajaran Pemkot Parepare mengenai masalah tersebut.

Begitu pula dengan status infrastruktur jalan. Muh. Sadar mengungkapkan bahwa saat ini sudah tidak ada lagi jalan dengan status “Jalan Provinsi” di wilayah Parepare, melainkan hanya ada jalan kota dan jalan nasional (pusat). Meski demikian, provinsi tetap bisa mengintervensi perbaikan jalan kota melalui skema bantuan keuangan.

“Kalau untuk jalan di Parepare, sekarang tidak ada lagi status jalan provinsi, yang ada jalan kota dan pusat. Tapi kita tetap bisa bantu lakukan (perbaikan) itu melalui mekanisme bantuan keuangan,” pungkasnya.

Anggota DPRD Parepare Andi Fudail Angkat Bicara Soal Perbaikan Jalan dan Solusi Sampah di Soreang

0

PAREPARE, RASIOMESRA. COM – Anggota Komisi III DPRD Kota Parepare dari Fraksi PKB, Andi Muh. Fudail, memberikan penjelasan mendalam terkait sejumlah persoalan infrastruktur dan kebersihan yang tengah dihadapi masyarakat, khususnya di Daerah Pemilihan (Dapil) Soreang. Hal ini disampaikannya saat berbicara dalam program “Obras” di Radio Mesra pada Kamis (21/05/26).

Menanggapi keluhan warga mengenai jalan rusak dan berlubang, Andi Fudail menjelaskan bahwa dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) sebenarnya telah mendata titik-titik kerusakan tersebut, termasuk di wilayah Jenderal Sudirman. Namun, pengerjaannya baru bisa direalisasikan pada anggaran perubahan akibat keterbatasan dana saat ini.

Meski demikian, pihak pemerintah bergerak cepat melakukan penimbunan darurat di lokasi yang dinilai rawan atau urgensinya tinggi. Salah satunya di Jalan H. Muqqadas yang sempat memakan korban jiwa, di mana tindakan cepat langsung diambil setelah berkoordinasi dengan Kepala Dinas terkait. Andi Fudail juga mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan titik jalan rusak lainnya agar bisa segera didata oleh instansi terkait.

Selain infrastruktur jalan, masalah sampah yang berserakan juga menjadi sorotan tajam dalam diskusi tersebut. Andi Fudail menilai, selain kesadaran masyarakat yang perlu ditingkatkan, sarana fasilitas juga harus dibenahi. Ia mengusulkan kepada pihak kelurahan agar memanfaatkan anggaran kelurahan untuk membuat tempat sampah permanen berukuran 2 X3 meter di pinggir jalan guna mencegah sampah dihambur oleh hewan liar seperti anjing.

Di akhir penyampaiannya, politisi PKB ini memaparkan realisasi program bantuan masyarakat. Untuk tahun 2025, ia bersyukur program aspirasinya telah terealisasi dalam bentuk bantuan 2 unit perahu lengkap dengan mesin dan alat tangkap, etalase, gerobak jualan, serta alat pertukangan. Sementara untuk tahun 2026, direncanakan ada lebih dari 40 calon penerima program peningkatan kompetensi kerja dari Dinas Tenaga Kerja, serta realisasi program bedah rumah di 3 lokasi yang sudah disurvei.

Andi Fudail mengakui kondisi keuangan daerah saat ini cukup berat, namun ia meminta masyarakat untuk tetap bersabar dan percaya bahwa pemerintah daerah akan terus memikirkan solusi terbaik bagi masyarakatnya.

Disdukcapil Parepare Hj. Suryani: Kerja Keras dan Kerja Ikhlas Pertahankan Predikat Terbaik Nasional

0

PAREPARE, RASIOMESRA. COM – Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Parepare, Hj. Suryani, berhasil meraih penghargaan dengan predikat “Sangat Baik” dalam penilaian kinerja Pejabat Tinggi Pratama Disdukcapil tingkat nasional. Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan Disdukcapil Parepare dalam melampaui berbagai target capaian indikator makro nasional.

Saat ditemui di Kantor Disdukcapil Kota Parepare pada Kamis (21/05/26), Hj. Suryani mengungkapkan bahwa penilaian ini dilakukan setiap semester oleh pemerintah pusat. Pada semester sebelumnya, ia juga sukses mempertahankan predikat yang sama.

“Alhamdulillah, saya sangat berterima kasih kepada seluruh teman-teman di Disdukcapil karena atas berkat dukungan, kerja keras, dan kerja ikhlas mereka, capaian atau predikat ini dapat kami peroleh,” ujar Suryani dengan penuh rasa syukur.

Menurut Suryani, ada tiga indikator utama yang menjadi dasar penilaian, yaitu cakupan KTP, kepemilikan akta kelahiran, dan penerapan Identitas Kependudukan Digital (IKD). Dalam ketiga indikator tersebut, Kota Parepare mencatatkan persentase memukau yang jauh di atas rata-rata target nasional.
Untuk cakupan KTP, Parepare telah mencapai 99,37% dari target nasional yang hanya 90%. Sementara untuk akta kelahiran anak, angkanya sudah menyentuh 100% alias zero anak tanpa akta. Prestasi ini didukung oleh inovasi “Lapor Hati”, di mana bayi yang lahir di rumah sakit bisa langsung mendapatkan akta kelahiran, Kartu Keluarga (KK) baru, dan Kartu Identitas Anak (KIA) sebelum pulang.

Selain itu, capaian KIA di Parepare telah mencapai 93%, melampaui target nasional yang berada di angka 60%. Hal ini dipicu oleh kebijakan pemerintah daerah yang mewajibkan KIA sebagai salah satu syarat pendaftaran masuk sekolah. Di sisi lain, target IKD juga berhasil digenjot hingga 36,48% melalui sistem integrasi pelayanan kependudukan.

“Langkah-langkah kami itu cepat. Kami bisa ‘berlari’ dengan inovasi-inovasi yang ada. Kami juga menerapkan jemput bola melalui mobile service, perekaman on the spot, hingga mengantarkan langsung KTP ke rumah warga yang sakit atau lansia melalui inovasi ‘Sapa Wargata’,” jelas Suryani.

Keberhasilan luar biasa ini menjadikan Disdukcapil Kota Parepare sebagai salah satu rujukan utama dan tempat studi tiru bagi berbagai daerah lain di Provinsi Sulawesi Selatan. Setelah penilaian individu ini, Disdukcapil Parepare kini tengah bersiap menyambut hasil penilaian kinerja untuk kategori institusi.

  • https://radioku.my.id:8243/mesra
  • Radio Mesra Parepare