PAREPARE, RADIOMESRA β Aliansi Masyarakat Sipil menggelar rapat pemantapan persiapan Dialog Nasional sekaligus peringatan Milad ke-60 di D’Lima Cafe, Parepare, Rabu (16/09/26). Kegiatan berskala nasional ini rencananya dilaksanakan pada 26 September mendatang di Hotel Bugis, Parepare.
Ketua Panitia Dialog Kebangsaan, H. Muhlis Abdullahi, menjelaskan bahwa forum ini diinisiasi sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi bangsa yang dinilai sedang tidak baik-baik saja. Dialog ini dirancang untuk menghimpun elemen masyarakat sipil, LSM, akademisi, hingga mahasiswa.
βKami kumpul hari ini untuk mempermantap persiapan. Isu utama yang akan dibahas mengusung tema Mengurai Kegelapan untuk Indonesia Baru. Ini berangkat dari keprihatinan kita terhadap maraknya korupsi dan persoalan tata kelola kepemimpinan saat ini,β ujar Muhlis.
Dialog Kebangsaan tersebut dijadwalkan menghadirkan empat tokoh sebagai narasumber, yaitu Said Didu, Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung, praktisi podcast Sukur Mandar, serta Ketua Presidium KAHMI Sulawesi Selatan Prof. Dr. Mustari Mustafa.
Muhlis menambahkan, pemilihan lokasi di Hotel Bugis diputuskan setelah beberapa alternatif tempat lain, seperti Auditorium IAIN Parepare, Gedung Ainun, Islam Center, hingga Universitas Muhammadiyah (UM) Parepare, tidak memungkinkan karena berbenturan dengan agenda lain.
Sementara itu, Sekretaris Panitia Dialog Kebangsaan, Gustam, mengungkapkan bahwa kesiapan teknis acara saat ini telah mencapai sekitar 70 persen, khususnya dari sisi administrasi.
βDalam waktu dekat kami menyurat secara resmi kepada keempat narasumber, serta melayangkan surat pemberitahuan ke Polres Parepare dan Wali Kota Parepare untuk memberikan sambutan tunggal. Kami juga mengundang jajaran Forkopimda Plus,β terang Gustam.
Panitia menargetkan jumlah peserta yang hadir berkisar antara 250 hingga 300 orang, yang terdiri atas perwakilan lembaga, ormas, OKP, wartawan, dan elemen mahasiswa se-Kota Parepare.
βKami ingin Parepare menjadi lokomotif perubahan dan percontohan gerakan kritis masyarakat sipil, mengingat kota ini memiliki rekam jejak melahirkan tokoh nasional seperti Presiden RI ke-3, B.J. Habibie,β pungkas Gustam.




















